Anda di halaman 1dari 7

FORMAT OUTLINE

Nama : Claresy Resiana Septiani

NPM :

Program Studi : Kebidanan

I. Masalah Penelitian

Bagaimana gambaran pengetahuan remaja putri tentang pengertian, penyebab, dan

perawatan jika terjadi keputihan

II. Keilmuan

Kebidanan

III. Judul Penlitian

Gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang keputihan di SMA …….. Kota Banjar

IV. Latar Belakang

Kesehatan reproduksi merupakan hal penting yang perlu mendapatkan perhatian terutama

di kalangan remaja. Permasalahan utama yang dihadapi oleh remaja terkait kesehatan

reproduksi adalah rendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Rendahnya

pengetahuan kesehatan reproduksi dikalangan remaja menyebabkan remaja rentan

menghadapi berbagai resiko yang mengancam kelangsungan hidupnya salah satunya adalah

keputihan. Gangguan ini merupakan masalah kedua setelah gangguan haid.


Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina di luar kebiasaan, baik

berbau maupun tidak berbau dan disertai rasa gatal setempat. Keputihan tidak hanya

menyebabkan infertilitas, tetapi juga bisa merupakan gejala awal dari kanker leher rahim

yang berujung kematian.

Hampir semua wanita pernah mengalami keputihan, bahkan ada yang sampai merasa

sangat terganggu. Namun, rasa malu untuk diperiksa pada bagian bawah tubuh yang satu ini,

sering kali mengalahkan keinginan untuk sembuh. Belum lagi masyarakat kita yang tidak

terbiasa memeriksa alat kelamin sendiri, sehingga kalau ada gangguan tertentu tidak segera

bisa diketahui. Rasa malu untuk periksa ke dokter juga menyebabkan banyak wanita

mencoba untuk mengobati keputihannya sendiri, baik dengan obat yang dibeli di toko obat,

maupun dengan ramuan tradisional. Apabila pengobatan yang dilakukan tidak sesuai dengan

jenis penyebab keputihan tersebut, tentu saja pengobatan akan sia-sia. Bahkan, bisa jadi

justru menyebabkan kerugian yang lain. Mestinya, rasa malu tersebut dibuang jauh-jauh.

Apalagi, jika mengingat betapa seriusnya akibat yang dapat ditimbulkan oleh keputihan

yang berkepanjangan tanpa penanganan yang tuntas.

Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang

“Gambaran tingkat pengetahuan remaja putri terhadap keputihan”.

V. Metode Penelitian

a. Jenis Penelitian

Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, yaitu suatu penelitian

yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau diskripsi suatu

gambaran secara objektif


b. Pendekatan

Metode penelitian dilakukan dengan metode cross sectional yaitu rancangan

penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersama atau

sekali waktu.

c. Populasi dan Sample

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Subjek yang mempunyai kuantitas

dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dan dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMA …..

Kota Banjar.

Sampel adalah sebagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari

karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dengan teknik pengambilan sampel simple

random sampling, yaitu setiap anggota atau unit dari populasi mempunyai kesempatan

yang sama untuk diseleksi sebagai sample

d. Rencana Analisis

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat

(Analisis deskriptif) yaitu bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan

karakteristik setiap variabel penelitian.


FORMAT OUTLINE

Nama : Claresy Resiana Septiani

NPM :

Program Studi : Kebidanan

VI. Masalah Penelitian

Apakah ada hubungan antara dukungan psikologis dan sosial suami terhadap kunjungan

Antenatal Care

VII.Keilmuan

Kebidanan

VIII. Judul Penelitian

Hubungan Antara Dukungan Psikologis dan Sosial Suami Terhadap Kunjungan

Antenatal Care

IX. Latar Belakang

Upaya peningkatan kesehatan ibu telah dilakukan, baik ditingkat nasional maupun

internasional, Di tingkat internasional (WHO) memperkirakan 585.000 perempuan

meninggal setiap hari akibat komplikasi kehamilan dan persalinan. Dimana saat ini tengah

digalakkan program Innitiatives for Maternal Mortality Program Assesment (IMMPACT)

atau inisiatif program penilaian penurunan kematian ibu yang bertujuan mencari diantara

strategi interaksi yang sudah ada, strategi manakah yang paling efektif dan cost efektif untuk
menurunkan kematian ibu diberbagai situasi sosial dan budaya di negara berkembang dan

menilai implikasi dan strategi tersebut terhadap pemerataan dan kesinambungan pelayanan

kesehatan ibu dan neonatal. Dasuki mengemukakan bahwa di dunia ini setiap unit seorang

perempuan meninggal karena komplikasi dan persalinan. Dengan kata lain 1400 perempuan

meninggal setiap hari atau lebih dari 500.000, perempuan meninggal setiap tahun karena

kehamilan dan persalinan.

Perawatan kehamilan adalah perawatan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu

dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang

ditemukan. Perawatan kehamilan dapat mendeteksi faktor risiko sejak sebelum konsepsi

terjadi sehingga semakin baik untuk memberikan penanganan kesehatan bagi ibu hamil

maupun bayi. Keteraturan ibu hamil melakukan antenatal care salah satunya dipengaruhi

oleh dukungan suami misalnya mengantarkan ibu dalam melakukan pemeriksaan kehamilan,

mempersiapkan penolong persalinan, memilih tempat dan tenaga kesehatan dalam

melakukan antenatal care, mengingatkan ibu untuk minum obat dan mempersiapkan

perlengkapan bayi dan ibu menjelang persalinan.

Pemeriksaan antenatal memegang peranan yang amat penting untuk dapat mengenal

faktor risiko secara dini sehingga dapat dihindari kematian atau penyakit yang tidak perlu

terjadi (Hamilton, 2001). Pemeriksaan kehamilan secara teratur bermanfaat untuk

memonitor kesehatan ibu hamil dan bayinya, sehingga bila terdapat permasalahan dapat

diketahui secepatnya dan diatasi sedini mungkin. Berdasarkan fenomena diatas, maka

peneliti ingin mengetahui “hubungan antara dukungan suami dengan keteraturan ANC pada

ibu hamil di BPS.


X. Metode Penelitian

a. Jenis Penelitian

Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif, yaitu suatu penelitian

yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau diskripsi suatu

gambaran secara objektif

b. Pendekatan

Metode penelitian dilakukan dengan metode cross sectional yaitu rancangan

penelitian dengan melakukan pengukuran atau pengamatan pada saat bersama atau

sekali waktu.

c. Populasi dan Sample

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Subjek yang mempunyai kuantitas

dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti dan dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan

kunjungan untuk pemeriksaan ANC di BPS.

Sampel adalah sebagian populasi yang akan diteliti atau sebagian jumlah dari

karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dengan teknik pengambilan sampel simple

random sampling, yaitu setiap anggota atau unit dari populasi mempunyai kesempatan

yang sama untuk diseleksi sebagai sample


d. Rencana Analisis

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat yaitu

bertujuan untuk melihat hubungan antara kedua variabel.