Anda di halaman 1dari 3

KOP RS

KOMUNIKASI SECARA LISAN ATAU


MELALUI TELEPON

No. Dokumen No. Revisi Halaman


Jln. .......... ………………. 00 1/1
Ditetapkan
Direktur RSU ........
STANDAR Kabupaten ............
Tanggal terbit
PROSEDUR xx September 20xx
OPERASIONAL
Dr. .
Nip. xxxxxxxxxxx xxxxx x xxx
Pengertian Komunikasi efektif yang dilakukan secara lisan dan/atau
melalui telepon, tepat waktu, akurat, lengkap, jelas, dan
dipahami, sehingga akan mengurangi kesalahan, dan
menghasilkan peningkatan keselamatan pasien
Tujuan 1. Untuk mengurangi kesalahan akibat komunikasi secara
lisan dan/atau melalui telepon, dan
2. Menghasilkan peningkatan keselamatan pasien
Kebijakan 1. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1691/MENKES/
PER/ VIII/2011 Tahun 2011 tentang Keselamatan Pasien
Rumah Sakit.
2. Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit ‘X’ Nomor
.............. tentang Sasaran Keselamatan Pasien di Rumah
Sakit ‘X’ :
a. Penerima perintah menulis lengkap perintahnya,
membaca ulang dan melakukan konfirmasi
b. Tulisan disebut lengkap bila terdiri dari jam/tanggal,
isi perintah, nama penerima perintah dan tanda
tangan, nama pemberi perintah dan tanda tangan
(pada kesempatan berikutnya)
c. Baca ulang dengan jelas, bila perintah mengandung
nama obat LASA (look alike sound alike), maka nama
obat lasa harus dieja satu persatu hurufnya.
d. Di unit pelayanan harus tersedia daftar obat Look
alike sound alike, look alike, dan sound alike.
e. Konfirmasi lisan dan tertulis, konfirmasi lisan sesaat
setelah pemberi perintah mendengar pembacaan dan
memberikan pernyataan kebenaran pembacaan
secara lisan misal “ya sudah benar”. Konfirmasi
tertulis dengan tanda tangan pemberi perintah yang
harus diminta pada kesempatan kunjungan
berikutnya .
f. Ada kolom keterangan yang dapat dipakai mencatat
hal-hal yang perlu dicatat, misal pemberi perintah tak
mau tanda tangan
g. Bila kondisi tidak memungkinkan seperti di kamar
operasi dan situasi gawat darurat di IGD atau ICU
diperbolehkan tidak melakukan pembacaan kembali
(read back).

KOP RS
KOMUNIKASI SECARA LISAN ATAU
MELALUI TELEPON

No. Dokumen No. Revisi Halaman


………………. 00 1/2
Jln............
Ditetapkan
Direktur RSU ..........
STANDAR Kabupaten ...................
Tanggal terbit
PROSEDUR
xx September 20xx
OPERASIONAL
Dr. .
Nip. xxxxxxxxxxx xxxxx x xxx
Prosedur A. KOMUNIKASI SECARA LISAN
1. Petugas mengidentifikasi pasien secara langsung dengan
menanyakan langsung nama pasien ( pada keluarga bila
pasien tidak sadar) dan melihat ke gelang identitas
pasien.
2. Siapkan status pasien. Verifikasi identitas pasien sesuai
antara gelang pasien, status pasien dan nama pasien,
siapkan form konsul.
3. Ucapkan salam dan laporkan identitas pasien meliputi
nama, jenis kelamin, umur, keluhan, hasil pemeriksaan dan
pengamatan serta obat-obatan bila ada.
4. Tanyakan tindak lanjut kepada pemberi perintah/dokter.
5. Tulis secara lengkap jam/tanggal, isi perintah, nama
penerima perintah dan tanda tangan, nama
pemberi perintah dan tanda tangan (pada
kesempatan berikutnya) pada form yang telah
disediakan.
6. Konfirmasi ulang isi perintah yang sudah dituliskan
dengan membacakan ulang kepada pemberi
perintah/dokter. Eja ulang satu persatu hurufnya bila
perintah mengandung nama obat gologan LASA
(look alike sound alike) / NORUM (Nama Obat Rupa
dan Ucapan Mirip) dan obat High Alert, Daftar obat LASA /
NORUM dan High Alert terlampir.
7. Pemberi perintah/dokter harus mengkonfirmasi lisan
sesaat setelah pemberi perintah/dokter mendengar
pembacaan dan memberikan pernyataan
kebenaran pembacaan secara lisan misal “ya
sudah benar”.
8. Cantumkan tanda cawang pada kolom membaca ulang isi
laporan bila sudah dibacakan ulang.
9. Ucapkan terima kasih dan salam.
10. Lakukan konfirmasi tertulis dengan tanda tangan
pemberi perintah/dokter yang harus diminta pada
kesempatan kunjungan/visite berikutnya.

B. KOMUNIKAS MELALUI TELEPON


1. Petugas mengidentifikasi pasien secara langsung dengan
menanyakan langsung nama pasien ( pada keluarga bila
pasien tidak sadar) dan melihat ke gelang identitas
pasien.
2. Siapkan status pasien. Verifikasi identitas pasien sesuai
antara gelang pasien, status pasien dan nama pasien,
siapkan form konsul

KOP RS
KOMUNIKASI SECARA LISAN ATAU
MELALUI TELEPON

No. Dokumen No. Revisi Halaman


………………. 00 1/3
Jln. ..............
Ditetapkan
Direktur RSU .............
STANDAR Kabupaten ...............
Tanggal terbit
PROSEDUR
xx September 20xx
OPERASIONAL
Dr. .
Nip. xxxxxxxxxxx xxxxx x xxx
Prosedur 3. Tekan nomor ekstensi pemberi perintah/dokter.
4. Setelah terdengar nada sambung ucapkan salam.
5. Laporkan identitas pasien meliputi nama, jenis kelamin,
umur, keluhan, hasil pemeriksaan dan pengamatan serta
obat-obatan bila ada.
6. Tanyakan tindak lanjut kepada pemberi perintah/dokter.
7. Tulis secara lengkap jam/tanggal, isi perintah, nama
penerima perintah dan tanda tangan, nama
pemberi perintah dan tanda tangan (pada
kesempatan berikutnya) pada form yang telah
disediakan.
8. Konfirmasi ulang isi perintah yang sudah dituliskan
dengan membacakan ulang kepada pemberi
perintah/dokter. Eja ulang satu persatu hurufnya bila
perintah mengandung nama obat gologan LASA
(look alike sound alike) / NORUM (Nama Obat Rupa
dan Ucapan Mirip) dan obat High Alert, Daftar obat LASA /
NORUM dan High Alert terlampir.
9. Pemberi perintah/dokter harus mengkonfirmasi lisan
sesaat setelah pemberi perintah/dokter mendengar
pembacaan dan memberikan pernyataan
kebenaran pembacaan secara lisan misal “ya
sudah benar”.
10. Cantumkan tanda cawang pada kolom membaca ulang isi
laporan bila sudah dibacakan ulang.
11. Telpon ulang pemberi perintah/dokter bila laporan belum
dibacakan ulang, dan belum konfirmasikan ulang isi
perintah.
12. Ucapkan terima kasih dan salam.
13. Lakukan konfirmasi tertulis dengan tanda tangan
pemberi perintah/dokter yang harus diminta pada
kesempatan kunjungan/visite berikutnya.
Petugas / unit terkait 1. Unit Gawat Darurat (UGD)
2. Ruang Rawat Inap Keperawatan
3. Kamar Operasi
4. Intensive Care Unit (ICU)
5. Unit Rawat Jalan
6. Unit penunjang medik
Dokumen terkait Formulir catatan lengkap perintah lisan/ perintah melalui
telepon/ pelaporan hasil pemeriksaan kritis.