Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN PRAKTIKUM KADAVER

Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Anatomi Crossectional

Dosen Pengampu: Ibu Yeti Kartikasari, ST, M.Kes

PRAKOSO YOGI PAMBUDI


P1337430214074

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV TEKNIK RADIOLOGI

JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN

SEMARANG

2017
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Pada Ilmu anatomi cross-sectional bertujuan untuk sebagai media visual untuk

memfasilitasi pemahaman tentang struktur tubuh manusia dan sebagai persiapan untuk

ilmu computed tomography (CT) dan magnetic resonance imaging (MRI). Hal ini

penting karena ilmu anatomi cross-sectional ini bermanfaat sehingga tidak harus

menjadi seorang ahli radiologi. Ilmu anatomi cross-sectional cadaver memberikan

representasi visual yang unik baik dari posisi, ukuran, bentuk dan hubungan struktur

tubuh manusia dalam bentuk tiga dimensi.

Dengan praktek kadaver mahasiswa diharapkan mampu mengenal dan

mengetahui anatomi tubuh manusia yang sebenarnya. Dengan mengenal letak ataupun

posisi anatomi tubuh manusia diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan

wawasan mahasiswa sehingga membantu para mahasiswa dalam mendiagnosa suatu

penyakit melalui pemeriksaan CT Scan maupun MRI. Karena selama ini mahasiswa

hanya membaca atau belajar anatomi dari buku saja. Dengan adanya praktek kadaver

mahasiswa diharapkan lebih mengetahui dan mengerti secara mendalam tentang

anatomi dan potongan-potongan tubuh manusia yang sebenarnya.

B. TUJUAN KEGIATAN

1. Mahasiswa dapat melakukan praktek anatomi cross-sectional dengan obyek yang

nyata.

2. Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami anatomi tubuh manusia secara lebih

mendetail dengan praktek langsung dengan obyek nyata.

3. Mahasiswa mengetahui dan memahami potongan organ tubuh manusia secara

langsung baik axial, sagital maupun coronal.


4. Mahasiswa mengetahui susunan tulang – tulang tubuh manusia mulai dari tulang

cranium sampai pedis.

B. SISTEMATIKA LAPORAN KADAVER

BAB I PENDAHULUAN

Berisi tentang latar belakang, tujuan yang diperoleh dalam praktek kadaver, sistematika

laporan kadaver.

BAB II LANDASAN TEORI

1. Head, Neck dan Thorax

2. Abdome, Pelvis dan Muskuloskeletal

3. Pembahasan

BAB III. KESIMPULAN DAN SARAN

Berisi kesimpulan dan saran tentang praktik kadaver


BAB II

HASIL PRAKTIKUM

A. ANATOMI FISIOLOGI KEPALA

1. Tulang Kepala

Tulang kerangka kepala disebut juga tengkorak atau Calvaria yang terdapat 22

tulang yang terdiri atas 8 (delapan) tulang kepala atau Neurocranium dan 14

(empat belas) tulang wajah atau Splancocranium. Secara lebih rinci tulang

Neurocranium dan Splancokranium dijelaskan sebagai berikut :

a. Neurocranium

Neurocranium adalah tulang kepala yang melindungi otak dimana tulang

Neurocranium terdiri dari 4 tulang tungal dan tulang berpasangan yaitu :

1) TulangFrontalis

Membentuk dahi dan bagian atas dari rongga mata. Permukaan eksternalnya

berbentuk cembung dan licin. Sebelah bawahnya dibatasi oleh margo

supraorbitalpada masing-masing sisinya dan diantaranya terdapat Glabela.

Sebelah superior berbatasan dengan Linea Temporal .

2) Tulang ethmoidalis

Merupakan tulang yang ringan dan mudah rusak dan terletak di anterior

fossa kranial antara kedua orbita yang terletak di bagian horisontal yang

disebut Lamina Kribosa yang terdapat lubang untuk lewatnya saraf

penciuman.

3) Tulang Sphenoidalis

Merupakan tulang tengkorak yang tidak berpasangan, terletak pada basis

Kranii Medial di bagian anterior dibatasi oleh Tulang Frontale di bagian

posterior dibatasi oleh Tulang Oksipitale dan Tulang temporal dimasing -


masing sisinya. Berupa sebuah tulang yang mirip dengan kelelawar dengan

sayap yang dikepakkan dan kakinya menjorok ke bawah yang menunjukkan

posisi dari prosesus pteriogoideus.

4) Tulang Oksipitalis

Tulang ini letaknya dibagian belakang bawah dari kepala, terdapat sebuah

lubang yang besar disebut foramen magnum, yang berisi medula oblongata.

Bentuknya menyerupai sebuah trapesium yang melengkung, dengan

cembung ke dalam.

Gambar 1. Anterior aspect of the skull


Gambar 2. Lateral aspect of the skull

Gambar 3. Base of the skull


Gambar 4. Base of the skull (inferior aspect)

Gambar 5. Median section through the skull (internal aspect)


b. Splancocranium

Splancocranium disebut juga fasial kranial atau kerangka wajah. Kerangka

wajah membentuk lekuk mata untuk melindungi organ penglihatan, hidung dan

mulut. Tulang-tulang wajah tersebut dapat dibagi menjadi:

1) Tulang Mandibula

Merupakan tulang rahang bawah, Mandibula adalah tulang muka yang

paling besar dan paling kuat. Mandibula terdiri atas bagian badan yaitu

bagian tengah yang melengkung horisontal, yang membentuk dagu dan

berisi gigi bawah.Dua bagian tegak yang disebut ramus yaitu sebelah kanan

dan kiri, bersatu dengan badan rahang angulus mandibula atau sudut rahang.

2) Tulang Vormer

Merupakan sebuah tulang tunggal, tipis, datar, dan berbentuk segiempat

yang terletak dibagian inferior dari septum nosi, mempunyai dua permukaan

satu dari masing-masing sisinya mempunyai 4 buah pinggir (superior,

inferior, anterior dan posterior).

3) Tulang Maksilaris

Merupakan sebuah tulang berongga udara yang besar yang mengandung

sinus maksilaris. Tulang ini merupakan tulang muka kedua yang tersebar

setelah Mandibula.

4) Tulang Zigomaticum (tulang pipi)

Merupakan sepasang yang membentuk tonjolan dari pipi bagian lateral

muka (regio malaris) dan juga mengambil bagian pada pembentukan dari

dinding lateralis dan dasar orbital serta dinding anterior fossa temporalis dan

fossa infrotemporalis.
5) Tulang Nasalis

Merupakan tulang yang rata yang satu dengan yang lainnya bersendi digaris

tengah menuju jembatan hidung. Masing-masing tulang berbentuk empat

persegi panjang yang mempunyai dua permukaan (eksterna dan interna) dan

4 pinggiran (superior, inferior, Lateralis dan medialis).

6) Tulang Lakrimalis

Merupakan tulang tengkorak yang paling kecil dan yang paling mudah rusak

dari tulang-tulang tengkorak. Membentuk saluran air mata dan bagian dari

sudut dalam rongga mata.

7) Tulang Palatina(tulang langit-langit)

Merupakan tulang langit-langit yang terdiri dari 2 buah yaitu tulang kiri dan

kanan dibagian tulang muka.

8) Tulang Konkanasalis Inferior

Konkanasalis inferior merupakan tulang yang bebas, terdapat sebuah

konkanasalis inferior di masing - masing sisi dinding lateralis kavum nasi

tergantung di meatus inverior. Merupakan tulang kecil, tipis dan

melengkung rata. Mempunyai dua buah permukaan yaitu medial dan lateral,

dua buah pinggiran yaitu superior dan inferior mempunyai titik ujung yaitu

anterior dan posterior, serta tiga buah prosesus lakrimalis ethmoidalis dan

prosessus maksilaris.

2. Anatomi Fisiologi Otak

Otak adalah organ tubuh yang sangat penting karena merupakan pusat komputer

semua organ tubuh, otak dibungkus oleh selaput otak dan tulang tengkorak yang

kuat dan terletak di dalam rongga tengkorak. Otak terdiri dari otak besar

(Serebrum) batang otak ( Trunchus Enchepali ) dan otak kecil (serebellum).


a. Otak Besar (Cerebrum)

Cerebrum merupakan bagian otak yang paling besar berbentuk telur, mengisi

penuh bagian depan atas rongga tengkorak dan paling menonjol. Cerebrum

terdiri dari 2 belahan yaitu hemisfer kanan dan hemisfer kiri, keduanya

dihubungkan oleh struktur korpus kolosum. Permukaannya berlekuk-lekuk

disebut cytus. Otak mempunyai dua permukaan yaitu permukaan atas dan

permukaan bawah. Kedua permukaan ini dilapisi oleh lapisan kelabu (zat

kelabu) yaitu pada bagian korteks cerebral dan zat putih terdapat pada bagian

dalam yang mengandung serabut saraf. Celah diantara kedua belahan disebut

sulkus atau fisura. Cerebrum mengisi sebagian besar tengkorak di depan atau

dan tengah dan dibagi beberapa lobus sesuai dengan letaknya yaitu :

1) Lobus frontalis yaitu bagian dari serebrum yang terletak didepan sulkus

sentralis.

2) Lobus parientalis terletak didepan sulkus sentralis dan dibelakangi oleh

karako oksipitalis.

3) Lobus Temporalis terdapat dibawah lateral dari fissure serebralis dan

didepan lobus oksipitalis.

4) Lobus oksipitalis yang mengisi bagian belakang dari serebrum.

Fungsi serebrum adalah :

1) mengingat pengalaman-pengalaman yang lalu.

2) pusat persarafan yang menangani: aktifitas normal, akal, intelegensi,

keinginan dan memori.

3) pusat menangis, buang air besar dan buang air kecil.


b. Otak kecil (Cerebellum)

Terletak pada bagian bawah dan belakang tengkorak dipisahkan dengan

serebrum oleh fissure transveralis dibelakangi oleh pons varoli dan diatas

medulla oblongata. Bentuknya oval, bagian yang mengecil pada sentral disebut

vermis dan bagian yang meleber pada lateral disebut hemisfer. Serebelum

berhubungan dengan batang otak melalui pendunkulus serebri inferior (korpus

retiformi).

Fungsi dari cerebellum adalah :

1) Arkhiocerebellum (vestibulo cerebellum) untuk keseimbangan dan

rangsangan pendengaran ke otak

2) Paleacerebellum ( spino cerebellum), sebagai pusat penerima impuls dan

nervus vagus kelopak mata, rahang atas, rahang bawah, dan otot pengunyah.

Neocerebellum (ponto cerebellum), korteks cerebellum menerima informasi

tentang gerakan yang sedang dan yang akan dikerjakan dan mengatur

gerakan sisi badan.

Gambar 6. Sagittal section through the head with brain and sensory
c. Batang otak (Trunchus Cerebri)

Diensefalon keatas berhubungan dengan serebrum dan medulla oblongata

kebawah dengan medulla spinalis. Serebrum melekat pada batang otak

dibagian medulla oblongata, pons varoli dan mesensefalon. Hubungan

Serebelum dengan medulla oblongata disebut korpus retiformi, Serebellum

dengan pons varoli disebut brakium pontis dan Serebelum dengan mesensefalon

disebut brakium konjungtiva.

Batang otak terdiri dari:

1) Diensefalon

Bagian batang otak paling atas terdapat diantara serebelum dengan

mesensefalon, kumpulan dari sel saraf yang terdapat dibagian depan lobus

temporalis terdapat kapsula interna dengan sudut menghadap kesamping.

Berfungsi sebagai pusat pergerakan mata dan mengangkat kelopak mata.

2) Mesensefalon

Atap dari mesensefalon terdiri dari 4 bagian yang menonjol keatas, 2

disebelah atas disebut korpus kuadrigeminus superior dan 2 sebelah bawah

disebut korpus kuadrigeminus inferior. Berfungsi sebagai pusat pergerakan

mata dan mengangkat kelopak mata.

3) Pons varoli

Brakium pontis yang menghubungkan mesensefalon dan pons varoli

dengan serebelum, terletak dibagian depan serebelum didepan otak tengah

dan medulla oblongata disini terdapat premotoksid yang mengatur gerakan

pernafasan dan reflek. Berfungsi sebagai pusat nerves trigeminus. Nerves

trigeminus adalah kontrol wajah.


4) Medula oblongata

Merupakan bagian dari batang otak yang paling bawah yang

menghubungkan pons varoli dengan medulla spinalis. Bagian bawah

medulla oblongata merupakan persambungan medulla spinalis ke atas dan

bagian atas medulla oblongata melebar disebut kanalis sentralis didaerah

tengah bagian ventral medulla oblongata. Medulla oblongata berfungsi

mengontrol pekerjaan jantung, mengecilkan pembuluh darah, pusat

pernafasan, pengontrol kegiatan refleks.

d. Meningen (selaput otak)

Selaput yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang, melindungi

struktur saraf halus yang membawa pembuluh darah dan cairan sekresi ( cairan

serebro spinalis ) dan memperkecil benturan atau gerakan yang terdiri dari 3 (

tiga ) lapisan.

1) Durameter ( lapisan sebelah luar )

Selaput keras pembungkus otak yang berasal dari jaringan ikat dan kuat, di

bagian tengkorak terdiri dari selaput tulang tengkorak dan durameter propia

di bagian dalam di kanalis vertebralis kedua lapisan ini terpisah.

2) Arakhnoid ( lapisan tengah )

Merupakan selaput halus yang memisahkan durameter dengan piameter

membentuk sebuah kantong atau balon berisi cairan otak yang meliputi

seluruh susunan saraf sentral.

3) Piameter ( lapisan sebelah dalam )

Merupakan selaput tipis yang terdapat pada permukaan jaringan otak,

piamater berhubungan dengan arakhnoid melalui struktur – struktur jaringan

ikat yang disebut trakekel.


e. Ventrikel Otak

Ventrikel merupakan rangkaian dari empat rongga dalam otak yang saling

berhubungan dan dibatasi oleh ependima ( semacam sel epitel yang membatasi

semua rongga otak dan medula spinalis ) dan mengandung CSF ( cerebrospinal

fluid ).Ventrikel otak terdiri dari ventrikel lateral, ketiga dan keempat.

f. Cairan Serebrospinal

Cairan serebrospinal adalah hasil sekresi plexus khoroid ke dalam ventrikel –

ventrikel yang ada dalam otak, cairan tersebut masuk ke dalam kanalis sentralis

sumsum tulang belakang dan juga ke dalam ruang subarakhnoid melalui celah

– celah yang terdapat pada ventrikel keempat.Seperti yang telah dijelaskan

sebelumya bahwa tengkorak kepala terdapat 3 komponen yaitu :

1) Parenkim otak (berat1100-1200 gram), terdiri dari 2 kompartemen;

➢ Kompartemen intraseluler (ruang yang berada didalam neuron dan sel

glia);

➢ Kompartemen interseluler disebut juga interstitial / ekstraseluler(ruang

yang terdapat antara neuron, sel-sel ganglia dan pembuluh darah).

Pembatas antara parenkim otak dengan kompartemen likquor adalah

Sawar otak -Likquor (Brain-CSF Barrier). Sedangkan pembatas antara

parenkim otak dengan isi pembuluh darah yang berfungsi untuk

mencegah masuknya metabolit/ bahan toksik kedalam parenkim otak

dan melindungi otak dari perubahan kimia darah agar neuron terlindung

dari perubahan-perubahan ion adalah Sawar darah-otak (Blood-Brain

Barrier) (Padmosantjojo, Daryo, 2000). Likquor serebro spinalis (LSS)

adalah cairan yang dihasilkan oleh pleksus khoroideus di ventrikel

lateral III bervolume 150 ml, (70-80 persen) yang merupakan transudat
plasma darah dan sisanya. LSS berfungsi untuk menopang dan bantalan

bagi otak, batang otak serta medulla spinalis, juga bantalan terhadap

trauma yang menimbulkan akselerasi/deselerasi. Disamping itu LSS

juga berfungsi untuk mengangkut bahan-bahan sisa metabolisme sel

saraf, bahan-bahan toksik yang masuk ke otak lalu diekskresikan ke

pembuluh darah. Komponen LSS pada pleksus khoroideus dengan

komponen darah dibatasi Sawar Darah-Likquor (Blood-CSFBarrier).

2) Komponen vaskuler yang terdiri dari pembuluh darah besar seperti arteri

karotis interna dan Sirkulus willisi, pembuluh darah sedang dan arteriole

yang merupakan pembuluh darah otak yang sangat berperan dalam

autoregulasi dan berinteraksi dengan tekanan intra cranial serta dapat

mengembang sampai 200-300 persen dari ukuran semula (50um) sehingga

mampu menambah volume darah dari sekitar 150 ml hingga 400-900

persen. Kemampuan autoregulasi ini sifatnya regional yang artinya; setiap

pembuluh darah otak mampu mengadakan reaksi yang berbeda antara satu

kompartemen dengan lainnya. Mekanisme ini dapat berjalan normal sejauh

tekanan arteri rata-rata berkisar antara 50-150 mm Hg dan tidak ada kondisi

lain yang mempengaruhi mekanisme autoregulasi ini, seperti; trauma,

iskhemi otak. Dengan adanya tulang kranio-spinal yang menjadi pelindung

susunan saraf pusat tersebut, membuat volume ruang kranio-spinal relatif

tidak berubah .Akibat pembatasan volume ruang kranio-spinal tersebut,

maka volume satu komponen SSP dengan lainnya perlu selalu

menyeimbangkan diri agar volume total dari seluruh SSP tidak melebihi

kapasitas volume ruangan.


Gambar 7. Sagittal section of the head

Gambar 8. Brain with pia mater and arachnoid


Gambar 9. Brain and brain stem

Gambar 10. Brain (superior aspect)


Gambar 11. Brain and cerebellum (inferior aspect)

Gambar 12. Dissection of the brain


Gambar 13. Coronal section through the brain
Gambar 14. Horizontal section through the head

Gambar 15. Coronal section through the head


B. ANATOMI FISIOLOGI NECK
1. Gambar Anatomi Neck

Gambar 16. Neck Saggital View

Leher dalam bahasa anatomi sering disebut sebagai collum. Leher merupakan

saluran utama antara kepala, dan anggota tubuh lainnya. Banyak struktur penting

yang terdapat di leher seperti, otot, kelenjar, arteri, vena, saraf, limfatik, trakea,

esofagus, dan tulang belakang. Kerangka leher dibentuk oleh tulang leher, tulang

hyoid, manubrium sternum (tulang dada), dan klavikula (tulang leher). Collum

terletak antara cranium dan thorax. Batas atas dibentuk oleh tepi bawah mandibula,

angulus mandibulae, processus mastoideus, linea nuchae superior dan protuberantia

occipitalis externa. Sedangkan batas bawah adalah incisura jugularis sterni, dataran

atas clavicula, articualtio acromioclavicularis, margo superior scapula dan proccesu

spinorus vertebra cervicallis VIII..

a. Vertebrae Cervicalis 1 (Atlas) mempunyai fungsi untuk menyokong kepala.

Persendian dengan os occipitalis sehingga memungkinkan terjadinya gerakan

fleksi-ekstensi kepala-leher. Keistimewaan dari tulang Atlas adalah tidak


mempunyai corpus dan proc. spinosus. Dan mempunyai bentuk seperti cincin,

yang tersusun dari : Arcus anterior, Arcus posterior, dan Massa lateralis.

b. Vertebrae cervicalis II (AXIS) / Epistropheus merupakan sumbu dari vertebra

cervicalis I dalam gerakan rotasi. Mempunyai ciri khas yaitu: adanya tonjolan

menjulang keatas permukaan atas corpus disebut proc odontoideus (dens

epistrophei) dan Facies anterior dilinea mediana terdapat suatu rigi yg arahnya

longitudinal.

Gambar 17. Vertebrae Cervival 1 (Atlas) superior view

Gambar 18. Vertebrae cervical II (Axis)


c. Vertebrae Cervical III-VI memiliki ciri yang hampir sama yaitu:

➢ Corpus berbentuk oval

➢ Proc. spinosus bifida

➢ Foramen transversarium

➢ Foramen vertebralis berbentuk segitiga

➢ Pediculus di samping corpus

Gambar 19. Vertebrae Cervival III-VI

d. Vertebrae Cervical VII atau yang sering disebut Prominens mempunyai

ciri yang berbeda, yaitu pada bagian proccessus spinosusnya yang sangat

menonjol, dengan bentuknya yang panjang, tebal, hampir horisontal, bifida

(-) sekaligus merupakan tuberkel tempat perlekatan lig nuchae.


Gambar 20. Vertebrae Cervival VII

C. ANATOMI FISIOLOGI THORAX

1. Thorax dan Sistem Pernafasan

Thorax terletak antara leher dan perut. Cavum thorax terdiri dari jantung, paru-paru,

trakea, esophagus dan pembuluh darah. Rangka thorax dibentuk oleh columna

vertebralis, tulang costa, cartilago costa, dan sternum. Tulang-tulang tersebutlah

yang melindungi cavum thorax dan beberapa organ abdomen, contohnya hati dan

limpa.

a. Trachea

Merupakan rangka kartilago berbentuk “C”. Dihubungkan ke posterior oleh

sebuah lapisan dense jaringan ikat dan otot-otot. Tulang rawan cartilago

bentuknya ireguler, difusikan dengan cincin cartilago.

b. Bronkus

Bronkus kanan lebih dekat dengan trachea dibandingkan bronkus kiri, tetapi

lebih pendek, dan terbagi menjadi 2 cabang utama : Satu diatas arteri

pulmonalis. (bronkus lobus atas / eparterial) dan satu dibawah arteri

pulmonalis.(lanjutan cabang utama / hyparterial).


c. Parenkim Paru

1) Lobulus primer :

Bronchus berlanjut dan bercabang sampai suatu titik yang mana

menjangkau bagian yang sudah tidak mempunyai kartilago pada tulang

rawannya. (bronchiolus tubular) yang akan berubah dan adanya projeksi

kecil pada keseluruhan sisi bronkiolus (ductus alveolaris) dan dari distal

masing-masing duktus alveolaris, terdapat 3 – 6 kavitas spherical disebut

atria.

2) Fissura Dan Lobus Paru

Paru kanan terdiri atas 3 lobus, dan dipisahkan oleh 2 fissura.

a) Fissura mayor

• Memisahkan lobus bawah dari lobus atas

• Memisahkan lobus bawah dari lobus bawah.

b) Fissura minor :

• Memisahkan lobus atas dari lobus medius.

c) Lobus kiri paru

• Hanya mempunyai 1 fissura.

• fissura mayor : yang memisahkan lobus atas dan bawah paru.

• Masing lobus dilapisi secara lengkap oleh: pleura visceralis +

fissura interlobaris
Gambar 13. Saluran pernapasan potongan coronal

D. ANATOMI FISIOLOGI ABDOMEN

1. Abdomen

Gambar 21. Abdomen anterior view


a. Lambung: Terletak oblik dari kiri ke kanan, menyilang di abdomen atas tepat

dibawah diafragma kiri

b. Usus halus: Terdiri dari duodenum, jejunum, ileum

c. Usus Besar: Terdiri dari sekum,kolon ( ascendens, transversum, desendens dan

sigmoid), serta rektum.

d. Hepar

Merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh, berguna sebagai:

• Pembentukan & sekresi empedu yang dimasukkan dalam usus halus.

• Peranan dalam aktivitas metabolisme karbohidrat , lemak , protein.

• Menyaring darah.

• Lokasi: regio hipokondrium kanan, meluas sampai regio epigastrium

kanan.

• Mempunyai 3 permukaan: Duperior, Inferior dan Posterior

e. Pembuluh darah pada hepar:

• Yang mengalirkan ke hati adalah : Arteri Hepatika (30%)

• Membawa darah teroksigenasi ke hati : Vena Porta (70%)

• Membawa darah venosa yang kaya hasil pencernaan yang telah diabsorbsi

dari saluran pencernaan. Terdiri dari :

▪ Duktus hepatikus kanan & kiri.

▪ Duktus choledochus.

▪ Duktus biliaris.

▪ Kandung empedu.

▪ Duktus cystikus.
Gambar 22. Duktus-duktus pada hepar

f. Pankreas

• Merupakan kelenjar eksokrin & endokrin.

• Organ lunak, pada dinding posterior abdomen dibelakang peritoneum.

• Terdiri dari :

▪ Caput pankreas

▪ Collum pankreas

▪ Corpus pankreas

▪ Cauda pankreas

g. Limpa

• Berwarna kemerahan, bentuk oval.

• Terletak pada regio hipokondrium kiri.

• Merupakan massa jaringan limfoid tunggal, terbesar dalam tubuh.

• Dikelilingi peritoneum
E. ANATOMI FISIOLOGI PELVIS

1. Pelvis

Dalam anatomi manusia, pelvis / panggul merupakan bagian dari

inferioposterior batang pada perut di daerah transisi antara batang tubuh dan

anggota tubuh bagian bawah (paha hingga kaki). Pelvis merupakan kata lain dari

cekungan dan merupakan nama bagi panggul, disebut cekungan karena panggul

kita berbentuk cekungan. Pelvis dibatasi oleh dinding yang dibentuk oleh tulang,

ligamentum, dan otot. Cavitas pelvis yang berbentuk seperti corong, memberi

tempat kepada vesicaurinaria, alat kelamin pelvic, rectum, pembuluh darah dan

limfe, dan saraf. Pelvis merupakan cincin cekung berbentuk tulang yang

menghubungkan kolomvertebral ke femurs. Fungsi utamanya untuk menyangga

berat tubuh bagian atas ketikakita sedang duduk, berdiri dan beraktivitas. Fungsi

sekundernya adalah untuk mengandung (pada wanita) ketika hamil dan

melindungi viscera pelvis dan abdominopelvic viscera (bagian inferior saluran

kemih,organ reproduksi internal).

Tulang pinggul saling terhubung satu sama lain pada anterior pubis symphysis,

dan posterior dengan sacrum pada sendi sacroiliac untuk membentuk cincin

panggul yang sangat stabil sehingga menyebabkan sedikitnya mobilitas

/pergerakan.

Ligamen yang paling penting dari sendi sacroiliac adalah ligament sacrospinous

dan sacrotuberous yang menstabilkan tulang pinggul pada sacrum dan mencegah

promonotory dari miring ke depan. Sendi antara sacrum dan tulang

ekor, sacrococcygeal symphysis dan diperkuat oleh serangkaian ligamen.


Ligamen sacrococcygeal anterior merupakan perpanjangan dari anterior

longitudinal ligament (ALL) yang berjalan di sisi anterior dari badan vertebra.

Serat tidak teratur tersebut menyatu dengan periosteum. Setiap sisi panggul

terbentuk sebagai tulang rawan, yang mengeras sebagai tiga tulang utama yang

tinggal terpisah melalui masa kanak - kanak: ilium, ichium, pubis. Saat kelahiran

seluruh sendi pinggul (area acetabulum dan bagian atas femur) masih terbuat dari

tulang dan otot. Gerakkan trunk/batang (bending forward) pada dasarnya adalah

sebuah gerakan dari otot-otot rektus, sementara flexi lateral (bending menyamping)

dicapai oleh kontraksi obliques bersama dengan lumborum kuadratus dan otot

punggung intrinsic. Berikut merupakan bagian-bagian dari rongga pelvis :

a. Os Sacrum

Os sacrum terdiri dari lima vertebrae rudimenter yang bersatu membentuk

tulang berbentuk baji yang cekung kearah anterior. Pinggir atas atau basis ossis

sacri bersendi dengan vertebra lumbalis V. Pinggir inferior yang sempit bersendi

dengan os coceygis. Di lateral, os sacrum bersendi dengan kedua os coxae

membentuk ar ticulation sacroiliaca. Pinggir anterior dan atas vertebra sacralis

pertama menonjol ke depan sebagai batas posterior apertura pelvis superior,

disebut promontorium os sacrum, yang merupakan bagian penting bagi ahli

kandungan untuk menentukan ukuran pelvis. Foramina vertebralia bersama-

sama membentuk canalis sacralis yang berisi radix anterior dan posterior nervi

lumbales, sacrales, dan coccygeus filum terminale dan lemak fibrosa.

b. Os Coccygis

Os coccygis berartikulasi dengan sacrum di superior. Tulang ini terdiri dari

empat vertebra rudimenter yang bersatu membentuk tulang segitiga kecil yang

basisnya bersendi dengan ujung bawah sacrum.Vertebra coccygea hanya terdiri


atas corpus, namun vertebra pertama mempunyai pr ocessus transverses

rudimenter dan cornu coccygeum. Cornu adalah sisa pediculus dan processus

articularis superior yang menonjol ke atas untuk bersendi dengan cornu sacrale.

c. Os inominatum (tulang panggul)

Tulang ini terdiri dari tiga bagian komponen, yaitu: ilium, iskium, dan pubis.

Saat dewasa tulang-tulang ini telah menyatu selurunya pada asetabulum.

➢ Ilium

Batas atas tulang ini adalah Krista ilika. Krista iliaka berjalan ke belakang

dari spina iliaka anterior superior menuju spina iliaka posterior superior.

Di bawah tonjolan tulang ini terdapat spina inferiornya.

Permukaan aurikularis ilium disebut permukaan glutealis karena disitulah

pelekatan gluteus. Linea glutealis inferior, anterior, dan posterior

membatasi pelekatan gluteike tulang. Permukaan dalam ilium halus dan

berongga membentuk fosailiaka.

Ligamentum sakro iliaka posterior, interoseus, dan anterior memperkuat

sendi sakro iliaka. Linea iliopektinealis berjalan di sebelah anterior

permukaan dalam ilium dari permukaan aurikularis menuju pubis.

➢ Iskium

Terdiri dari spina di bagian posterior yang membatasiinsisura iskiadika

mayor (atas) dan minor (bawah). Tuberositas iskia adalah penebalan

bagian bawah korpus iskium yang menyangga berat badan saat duduk.

Ramus iskium menonjol ke depan dari tuberositas ini dan bertemu serta

menyatu dengan ramus pubis inferior.


➢ Pubis

Terdiri dari korpus serta rami pubis superior dan inferior. Tulang

iniberartikulasi dengan tulang pubis di tiap sisi simfisis pubis. Permukaan

superior dari korpus memiliki krista pubikum dan tuberkulum pubikum.

Foramen obturatorium merupakan lubangbesar yang dibatasi oleh rami

pubis dan iskium.

Gambar 23. Pelvis


F. ANATOMI FISIOLOGI MUSKULOSKELETAL

1. Anatomi Sistem Musculoskeletal

a. Sistem Persendian

Gambar 24. Anatomi shoulder joint

Tulang dalam tubuh dihubungkan satu sama lain dengan sendi atau artikulasi

yang memungkinkan berbagai macam gerakan. Terdapat tiga macam sendi

yaitu :

1) Sendi sinartrosis merupakan sendi yang tidak dapat digerakkan misalnya

pada persambungan tulang tengkorak.

2) Sendi amfiartrosis, seperti sendi pada vertebra dan simfisis pubis yang

memungkinkan gerakan terbatas.

3) Sendi diartrosis adalah sendi yang dapat digerakkan secara bebas

Ligamen, mengikat tulang dalam sendi. Ligamen dan tendon otot yang melintasi

sendi, menjaga stabilitas sendi. Bursa adalah suatu kantung yang berisi cairan

sinovial, biasanya merupakan bantalan bagi pergerakan tendon, ligamen dan

tulang di siku, lutut dan beberapa sendi lainnya.


b. Sistem Otot Skelet

Otot dihubungkan oleh tendon tau aponeurosis ke tulang, jaringan ikat atau

kulit. Otot bervariasi ukuran dan benuknya bergantung aktivitas yang

dibutuhkan. Otot tubuh tersusun oleh kelompok sel otot yang paralel (fasikuli)

yang terbungkus dalam jaringan fibrus dinamakan epimisium atau fasia. Otot

mengandung sebagian besar mioglobulin yang berkontraksi lebih lambat dan

lebih kuat. Tiap sel otot (serabut otot) mengandung myofibril. Yang tersusun

atas sekelompok sarkomer (aktin dan myosin) yang merupakan unit kontraktil

otot skelet. Ada tiga jenis otot yaitu otot rangka, otot polos dan otot jantung.

1) Otot rangka

Otot rangka terdiri dari: Sarkolema, Myofibril, T tubulus, Reticulum

sarkoplasma, Terminal cisterna (junctional sarcoplasmic reticulum)

2) Otot polos

Otot polos mempunyai struktur yang lebih kecil dari otot rangka dan tidak

ada gambaran striata. Juga terdapat aktin, myosin, dan tropomiosin, tetapi

tidak terdapat troponin. Pada otot polos juga mengandung sedikit

mitokondria, dan ini tergantung dari aktivitas metabolismenya.

3) Otot Jantung

Merupakan otot lurik . Disebut juga otot seran lintang involunter. Otot ini

hanya terdapat pada jantung. Bekerja terus-menerus setiap saat tanpa henti,

tapi otot jantung juga mempunyai masa istirahat, yaitu setiap kali

berdenyut.
Bagian lain dari system otot skelet adalah tendon. Tendon merupakan tali

atau urat daging yang kuat yang bersifat fleksibel, yangterbuat dari fibrous

protein (kolagen). Tendon berfungsi melekatkan tulang denganotot atau

otot dengan otot.

Gambar 25. Musculoskeletal Femur


BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. PEMBAHASAN
Dalam memahami anatomi crossectional tubuh manusia baik dalam bentuk axial,

sagital maupun coronal tidaklah mudah meski telah banyak membaca referensi yang

tersedia dan sangat membantu apabila belajar dengan melihat dan mengetahui secara

langsung. Oleh karena itu praktek kadaver sangat penting dilakukan karena dengan

dilaksanakannya kadaver ini kita lebih memahami dan lebih mengetahui secara

mendalam dan detil tentang potongan anatomi manusia sehingga akan dapat embantu

dalam daya ingat dan pengetahuan mahasiswa tentang letak dan posisi anatomi yang

sesungguhnya. Banyak sekali manfaat yang kami peroleh dalam mengikuti praktek

kadaver ini karena belajar anatomi secara langsung terhadap obyek yang sebenarnya

mulai dari otak, tulang-tulang kepala serta lapisan-lapisan otak, bagian-bagain otak,

pembuluh-pembuluh darah otak.Oleh karena itu praktek kadaver sangat penting

dilakukan karena dengan dilaksanakannya kadaver ini kita lebih memahami dan lebih

mengetahui secara mendalam dan detil tentang potongan anatomi manusia dengan

belajar secara langsung terhadap organ-organ tubuh manusia. Dengan dilaksanakannya

kadaver sangat membantu bagi mahasiswa untuk belajar dengan melihat anatomi tubuh,

fisiologi maupun potongan-potongan anatomi secara keseluruhan serta kita faham

terhadap anatomi tubuh manusia terutama dalam bentuk cross section maka diharapkan

mempermudah kita dalam bekerja di bidang CT Scan dan MRI.


Oleh karena citra yang dihasilkan dari CT Scan dan MRI tidak terlepas dari potongan

– potongan transversal, sagital maupun coronal oleh karena itu banyak sekali manfaat

yang kami peroleh dalam mengikuti praktek kadaver ini karena belajar anatomi secara

langsung terhadap obyek yang sebenarnya mulai dari otak, tulang-tulang kepala serta

lapisan-lapisan otak, bagian-bagain otak, pembuluh-pembuluh darah otak.


BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Dengan mempelajari anatomi crossectional dengan melalui kadaver akan sangat

membantu para mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan CT Scan maupun MRI

dengan baik, tepat dan akurat.

B. SARAN

Sebaiknya praktek kadaver perlu dilakukan dan ditingkatkan dengan menambah jumlah

dan waktu praktek saat kadaver. Serta mengurangi jumlah anggota pertiap kelompok

agar , supaya proses belajar dapat berjalan dengan maksimal.


LAMPIRAN