Anda di halaman 1dari 11

PENENTUAN KETEBALAN RAMBUT DENGAN MENGGUNAKAN

DIFRAKSI SINAR LASER

A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Kemajuan teknologi saat ini sangat berkembang dengan pesat

diberbagai bidang ilmu. Salah satunya pada bidang fisika, saat ini telah

banyak alat-alat yang diciptakan dengan canggih dan sesuai fungsinya

masing-masing, salah satu contohnya adalah laser. Laser adalah sebuah

alat yang menghasilkan sumber cahaya yang koheren, hampir

monokromatik dan searah sehingga dengan menggunakan laser kita dapat

menentukan ketebalan rambut melalui difraksi.

Menurut Santoso dalam pengukuran jarak antara celah kisi

difraksi dengan metode devisiasi banyak digunakan untuk mengukur

panjang gelombang cahaya. Pengukuran dilakukan dengan melewatkan

cahaya pada kisi difraksi yang lain yang saling berdekatan dengan jarak d,

dengan panjang gelombang yang datang adalah  , kemudian hasil

difraksi konstruktif kearah sudut  memenuhi persamaan d sin 

berbanding lurus dengan n  maka jarak antar celah dapat diperoleh

melalui analisis perhitungan.

Yasin melakukan penelitian mengenai jumlah sinar laser mainan

sebagai alternatif sumber cahaya monokromatik kisi difraksi cahaya juga

membuktikan bahwa adanya persamaan d sin  yang berbanding lurus

104
dengan n  untuk memperoleh hasil penelitian yang dilakukan terkait

dengan difraksi cahaya.

Meskipun telah banyak penelitian mengenai metode difraksi

tetapi masih banyak diantara kita yang belum terlalu paham mengenai

difraksi cahaya secara teori sehingga perlu dilakukan praktikum

laboratorium secara langsung untuk lebih memperdalam pengetahuan kita

mengenai difraksi.

2. Tujuan Percobaan

Tujuan pada percobaan penetuan ketebalan rambut dengan

menggunakan difraksi sinar laser adalah:

a. Untuk mendemonstrasikan dan mengukur besar refleksi, difraksi dan

penyebaran cahaya dengan menggunakan radiasi yang terlihat oleh

mata dari sumber dioda laser.

b. Untuk mengetahui cara pengukuran ketebalan rambut menggunakan

sinar laser.

c. Untuk menetukan ketebalan rambut dengan menggunakan difraksi

sinar laser yang ditembakkan ke rambut.

105
B. Landasan Teori

Laser adalah sebuah sumber cahaya yang koheren, hampir

monokromatik dan searah. Laser merupakan singkatan dari Light

Amplification by Stimulating Emission of Radiation yang berarti cahaya

diperkuat melalui proses emisi yang dipicu. Laser terdiri dari beberapa jenis

bergantung pada medium laser yang digunakan seperti, zat padat, cair, gas dan

semikonduktor (Minarni, 2013).

Cahaya dapat mengalami difraksi dengan syarat cahaya tersebut

melewati celah yang sempit artinya ukuran panjang gelombang yang melewati

celah lebih besar dibandingkan dengan lebar celah. Jika suatu cahaya dengan

panjang gelombang λ pada melewati suatu celah sempit d, dimana d < λ,

maka cahaya tersebut mengalami difraksi atau cahaya melentur itu dapat

terdeteksi adanya penyimpangan sinar sebesar θ dari arah semula dan pada

layar akan terlihat pola interferensi terang/maksimum. Sinar dari tiap-tiap

celah tiba sefasa, yang memberikan sebuah maksimum yang tajam jika selisih

lintasan diantara celah celah yang berdekatan adalah kelipatan bulat dari

panjang gelombang di sini digunakan sebuah lensa untuk meberikan pola

fraunhofer pada sebuah layar di dekatnya pada Gambar 7.1 berikut.

Gambar 7.1 Jalannya Sinar Pada Difraksi Kisi

106
Panjang gelombang suatu cahaya melalui praktikum kisi difraksi diperoleh

dengan persamaan difraksi kisi berikut :

dp
d sin   n atau  n ................................................................ (7.1)
l

Keterangan :

k = konstanta kisi = 1/N (goresan/m)

p = jarak pola interfensi pada layar (m)

l = jarak layar ke kisi (m)

n = orde difraksi

λ = panjang gelombang (m)

Syarat terjadinya pola difraksi pada kisi adalah sama dengan syarat

terjadinya pola interferensi pada celah ganda, yaitu :

1. Pola difraksi maksimum : sefase

d sin = n λ; n = 0, ±1,± 2,... ..........................................................(7.2)

2. Pola difraksi minimum : berlawanan fase

d sin θ = (n - θ ) λ; n = ±1, ±2, ±3, .................................................. (7.3)

Pola difraksi maksimum pada layar akan tampak berupa garis

terang atau ddisebut dengan interferensi maksimum yang dihasil kan oleh

banyak celah. Jika d sin θ sama dengan 0, λ, 2λ, 3λ atau bilangan cacah

maka dikalikan panjang gelombang. Adapun untuk megamati peristiwa

pembelokan cahaya pada kisi diifraksi dapat dilihat pada Gambar 7.1

berikut:

107
Gambar 7.2. Pembelokan cahaya pada kisi difraksi

Jika besar intensitas antara dua buah berkas cahaya yang berdekatan ∆=

𝜆, 2𝜆, 3𝜆 … Maka dengan demikian pola difraksi akan maksimum karena

𝜃3 𝜃5
Sin 𝜃 = (0 − + =) ............................................................... (7.4)
3 5

𝜃3 2𝜃
tan 𝜃 = (𝜃 − + 15 + ⋯ ) ........................................................ (7.5)
3

Untuk sudut yang kecil target suatu sudut sama dengan sinus

sudutnya, sehingga diperoleh


𝑦
𝑠𝑖𝑛𝜃 ≈ tan 𝜃 = 𝑙 .......................................................................... (7.4)

Dengan 𝑙 = jarak celah ke layar dan y = jarak terang ke-n dari terang pusat

(Supiiyadi, 2010).

108
C. METODE PRAKTIKUM

1. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan penentuan ketebalan

rambut dengan menggunakan difraksi sinar laser dapat dilihat pada Tabel

7.1 berikut.

Tabel 7.1 Alat dan Bahan pada Percobaan Penentuan Ketebalan Rambut dengan
Menggunakan Difraksi Sinar Laser.
No Alat dan Bahan Fungsi
Sebagai tempat meletakkan tumpakan
1 Rel Presisi
berpenjepit dan pengukur jarak rambut ke layar
Sebagai tempat meletakkan panjnag slide
2 Tumpakan Berpenjepit
diafragma
Pemegang Slide
3 Sebagai tempat meletakkan ramburt
Diafragma
4 Rambut Sebagai objek pengamatan
5 Sumber Sinar Laser Sebagai sumber cahaya
6 Satu Set Statif Sebagai tempat meletakkan sumber sinar laser
7 Kertas A4 Untuk menampilkan hasil difraksi
8 Penggaris Untuk Mengukuur jarak pola terang gelap

2. Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada percobaan penentuan ketebalan rambut dengan

menggunakan difraksi sinar laser adalah sebagai berikut:

a) Menyiapkan dan menyusun alat dan bahan seperti pada gambar 7.1 berikut

Gambar 7.2 Rangkaian Percobaan Penentuan Ketebalan


Rambut dengan Menggunakan Difraksi
Sinar Laser.

109
b) Mengatur jarak rambut ke layar sejauh 1 m.

c) Menyalakan dan menembakkan sinar laser tepat jatuh menyentuh rambut.

d) Mengukur jarak antara pola terang pertama sampai terang kelima, serta

mengukur jarak anrara pola terang pertama sampai gelap keenam

e) Mencatat hasil pengamatan pada tabel data pengamatan.

f) Mengulangi langkah b sampai e untuk jarak rambut sejauh 0,8 m dan 0,5 m.

D. HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil pengamatan

a. Data pengamatan

Data pengamatan pada percobaan penetuan ketebalan rambut

dengan menggunakan difraksi sinar laser dapat dilihat pada Tabel 7.2

berikut.

Tabel 7.2 Data Pengamatan Percobaan Penentuan Ketebalan Rambut dengan


Menggunakan Difraksi Sinar Laser.
No. l(m) n λ (m) yterang (m) ygelap (m)
1 1 5 650 x 10-9 2.85 x 10-2 3.25 x 10-2
2 0.8 5 651 x 10-9 2.60 x 10-2 2.95 x 10-2
3 0.5 5 652 x 10-9 1.75 x 10-2 2.15 x 10-2

110
b. Analisis Data

1. Lensa Cekung

a) Menentukan Ketebalan Rambut (d) pada interferensi maksimum

Untuk l = 1 m

 y
  Arc tan  
L

 2,85  10 2 
 Arc tan  
 1 

= Arc tan 0,0285

 1,632 0

 1
 n  
d  
2
sin 

 1 9
 5  650  10
d   
2
sin 1,632

3,577  10 6

0,99813

d  3,5817  10 6

Dengan cara yang sama untuk data selanjutnya dapat dilihat pada

dilihat pada Tabel 7.3

Tabel 7.3 Analisis Data Penentuan Ketebalan Rambut (d) pada Interferensi
Maksimum
No. l(m) n λ (m) yterang (m) °) d(m)
1 1 5 650 x 10-9 2,85 x 10-2 1,632 3,581 x 10 -6
2 0,8 5 651 x 10-9 2,60 x 10-2 1,861 3,731 x 10 -6
3 0.5 5 652 x 10-9 1,75 x 10-2 2,005 3,947 x 10 -6

111
b) Menentukan Ketebalan Rambut (d) pada interferensi minimum

Untuk l = 1 m

 y
  Arc tan  
L
 0,0325 
 Arc tan  
 1 
= Arc tan 0,0325

 1,8610
n
d 
sin 

5  650  10 9
d 
sin 1,861

3,25  10 6

0,958

d  3,392  10 6 m

Dengan cara yang sama untuk data selanjutnya dapat dilihat pada

dilihat pada Tabel 7.4

Tabel 7.4 Analisis Data Penentuan Ketebalan Rambut (d) pada Interferensi
Maksimum
No. l(m) n λ (m) yterang (m) °) d(m)
1 1 5 650 x 10-9 2.85 x 10-2 1,861 3,391 x 10 -6
2 0.8 5 651 x 10-9 2.60 x 10-2 2,112 3,192 x 10 -6
3 0.5 5 652 x 10-9 1.75 x 10-2 2,462 5,471 x 10 -6

112
2. Pembahasan

Percobaan penentuan ketebalan rambut dengan menggunakan

difraksi sinar laser untuk memperoleh proses terjadinya difraksi dan

terbentuknya pola interferensi, cara pengukuran ketebalan rambut

menggunakan sinar laser yang ditembakkan kerambut perolehan hasil yang

didapatkan terlihat bahwa ketika cahaya yang berasal dari laser ditembakkan

pada rambut maka akan terbentuk pola interferensi pola gelap terang. Pada

pola terang ini gelombang cahaya dari kedua celah akan menempuh jarak

yang sama sehingga gelombangnya sefase. Dimana puncak dari satu

gelombang tiba pada saat yang sama dengan puncak gelombang yang lain.

Hal ini disebabkan karena amplitudo kedua gelombang bergabung untuk

membentuk amplitude yang lebih besar sehingga terbentuk pola terang.

Apabila satu gelombang cahaya menempuh jarak ekstra sebesar setengah

3 5
panjang gelombang atau  atau  dan seterusnya sehingga kedua
2 2

gelombang tersebut tepat berlawanan fase ketika mencapai layar dimana

puncak satu gelombang tiba pada saat yang sama dengn lembah dari

gelombang yang lain sehingga tergabung menghasilkan amplitudo nol dan

terbentuklah pola gelap.

Cara pengukuran ketebalan rambut dengan menggunakan sinar laser

yaitu dengan menembakkan sinar laser pada sehelai rambut sehingga akan

terjadi refleksi dan juga difraksi cahaya. Hal ini menyebabkan terbentuknya

pola gelap terang pada layar dengan menggunakan persamaan interferensi

maksimum dan interferensi minimum akan diperoleh besar ketebalan rambut.

113
Perolehan perolehan hasil ketebalan rambut dengan difraksi sinar

laser menggunakan jarak dari rambut ke layar yaitu 1 m, 0,8 m dan 0,5 m.

penentuan etebalan rambut ini dihitung dari terang pusat sampai ke titik

terang kelima. Perolehan hasil penentuan ketebalan rambut pada interferensi


-6
maksimum pada jarak 1 m dari layar ke rambut adalah 3,5817 x 10 m,

untuk jarak 0,8 m adalah 3,731 x 10-6 m dan untukyang jarak 0,5 m adalah

3,947 x 10-6 m. sedangkan perolehan hasil penentuan ketebalan rambut pada

interferensi maksimum untuk jarak layar ke rambut 1 m adalah 3,392 x 10-6

m untuk jarak 0,8 m adalah 3,792 x 10-6 m dan jarak untuk 0,5 m adalah

5,171 x 10-6 m.

Ketebalan raambut yang diukur seharusnya memiliki nilai yang sama

ketika diukur dengan menggunakan metode interferensi maksimum dan

interferensi minimum. Tetapi dari hasil analisis data yang telah dilakukan

menunjukkan bahwa hasil ketebalan rambut memiliki ketebalan rambut yang

berbeda-beda hal ini disebabkan karena kesalahan dalam pengukuran dan

juga dipengaruhi oleh intensitas cahaya.

114