Anda di halaman 1dari 15

PEMERIKSAAN ALBUMIN

No. Dokumen Revisi Halaman


0 1 dari 1
RS MUHAMMADIYAH SPO D/LAB-01/2015
KALITIDU
Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur,
STANDAR
11 September 2015
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Hj. Diana K, M. M Kes
NBM: 992 241
Pengertian Albumin adalah jenis protein yang paling banyak di dalam tubuh
yang disintesis oleh hati dan juga terdapat di dalam aliran darah.
Albumin berfungsi mengikat komponen darah sehingga memastikan
cairan darah tidak terpisah / bocor ke dalam jaringan tubuh.
Tujuan Untuk mengetahui kadar albumin dalam serum atau plasma
Kebijakan Setiap petugas laboratorium harus melakukan pemeriksaan sesuai
dengan prosedur yang berlaku.
Prosedur Metode : BCG (Brom Cresol Green)

Prinsip Pemeriksaan :
Brom cresol green bereaksi dengan albumin dalam buffer citrate
membentuk warna hijau kompleks. Absorbansi dari warna kompleks
ini sebanding dengan konsentrasi albumin dalam sampel.

Alat dan Bahan yang Diperlukan :


1. Tabung Reaksi
2. Mikropipet 10 µl
3. Makropipet / 1,0 ml/ 1000 µl
4. Reagen Albumin
5. Standar Albumin (4 g/dl)
6. Kolorimeter dengan panjang gelombang 630 nM (578) nM
7. Serum atau plasma

Prosedur Pemeriksaan :
Blanko (µl) Standar (µl) Sampel (µl)
Sampel -- -- 10
Standar -- 10 --
Aquades 10 -- --
Reagen 1000 1000 1000
Baca absorbance tes dan absorbance standar terhadap blanko pada
panjang gelombang 630 nM setelah 90 detik. Warna stabil sampai
lebih dari 1 jam.
Perhitungan :
Kadar Albumin (g/dL) = A sampel x 4 g/dL (kadar standar)
Serum/Plasma A standar

Nilai Normal : 3.0 – 6.0 g/dL


Unit terkait 1. Laboratorium
2. IGD
3. Rawat Inap
4. HCU
5. Klinik Umum dan Spesialis

49
PEMERIKSAAN SGOT (AST)

No. Dokumen Revisi Halaman


0 1 dari 2
SPO D/LAB-02/2015
RS MUHAMMADIYAH
KALITIDU
Tanggal Terbit Ditetapkan
STANDAR Direktur,
PROSEDUR 11 September 2015
OPERASIONAL
dr. Hj. Diana K, M. M Kes
NBM: 992 241
Pengertian SGOT atau juga dinamakan AST (Aspartat aminotransferase)
merupakan enzim yang dijumpai dalam otot jantung dan hati,
sementara dalam konsentrasi sedang dijumpai pada otot rangka,
ginjal dan pankreas. Konsentrasi rendah dijumpai dalam darah,
kecuali jika terjadi cedera seluler, dalam jumlah banyak dilepaskan
ke dalam sirkulasi. Pada infark jantung, SGOT/AST akan meningkat
setelah 10 jam dan mencapai puncaknya 24-48 jam setelah
terjadinya infark. SGOT/AST akan normal kembali setelah 4-6 hari
jika tidak terjadi infark tambahan.

Tujuan Untuk mengetahui kadar SGOT pada serum atau plasma dan
digunakan untuk mendiagnosa penyakit hepar dan jantung.

Kebijakan Setiap petugas laboratorium harus melakukan pemeriksaan sesuai


dengan prosedur yang berlaku.

Prosedur Metode : IFCC without pyridoxalphosphate activation

Prinsip Pemeriksaan :
𝐴𝑆𝑇
𝐿 − 𝑎𝑠𝑝𝑎𝑟𝑡𝑎𝑡𝑖𝑐 𝑎𝑐𝑖𝑑 + 𝛼 − 𝑘𝑒𝑡𝑜𝑔𝑙𝑢𝑡𝑎𝑟𝑖𝑐 𝑎𝑐𝑖𝑑 → 𝑂𝑥𝑎𝑙𝑎𝑐𝑒𝑡𝑖𝑐 𝑎𝑐𝑖𝑑 + 𝐿
− 𝑔𝑙𝑢𝑡𝑎𝑚𝑎𝑡𝑒
𝑀𝐷𝐻
𝑂𝑥𝑎𝑙𝑎𝑐𝑒𝑡𝑖𝑐 𝑎𝑐𝑖𝑑 + 𝑁𝐴𝐷𝐻 + 𝐻 + → 𝐿 − 𝑚𝑎𝑙𝑖𝑐 𝑎𝑐𝑖𝑑 + 𝑁𝐴𝐷 + 𝐻2 𝑂

Alat dan Bahan yang Diperlukan :


1. Tabung Reaksi
2. Mikropipet 50 µl, 100 µl
3. Makropipet 500 µl
4. Kolorimeter dengan panjang gelombang 340 nm (480-520 nm)
5. Aquades
6. Reagen SGOT
7. Serum atau plasma

Prosedur Peeriksaan :
Larutkan isi botol reagen R2 (mengacu pada label R1) dalam jumlah
yang sesuai dari reagen R1sebagai reagen kerja. Biarkan reagen
kerja

50
PEMERIKSAAN SGOT (AST)

No. Dokumen Revisi Halaman


0 2 dari 2
SPO D/LAB-02/2015
RS MUHAMMADIYAH
KALITIDU
Prosedur mencapai suhu kamar sebelum melakukan pemeriksaan.
Ke dalam Tabung Blanko (Ml) Sampel (Ml)
Reagen Kerja 500 R2, 100 R2 50 µl
Aquades 0,010 ---
Sampel --- 50 µl
Campurkan secara menyeluruh dan inkubasikan pada temperatur
reaksi selama 60 detik. Baca absorbance awal dan perubahan setiap
menit selama 3 menit secara terpisah. Tentukan perubahan
absorbance per menit (∆A/menit).
Perhitungan :
Kadar SGOT (U/L) = (∆A sampel/menit-∆blank/menit) x F
F = 1746.

Nilai Normal :
Pria : ≤42 u/L
Wanita : ≤ 37 u/L
Unit terkait 1. Laboratorium
2. IGD
3. Rawat Inap
4. HCU
5. Klinik Umum dan Spesialis

51
PEMERIKSAAN SGPT (ALT)

No. Dokumen Revisi Halaman


0 1 dari 2
SPO D/LAB-03/2015
RS MUHAMMADIYAH
KALITIDU
Tanggal Terbit Ditetapkan
STANDAR Direktur,
PROSEDUR 11 September 2015
OPERASIONAL
dr. Hj. Diana K, M. M Kes
NBM: 992 241
Pengertian SGPT atau juga dinamakan ALT (alanin aminotransferase)
merupakan enzim yang banyak ditemukan pada sel hati serta efektif
untuk mendiagnosis destruksi hepatoseluler. Enzim ini dalam jumlah
yang kecil dijumpai pada otot jantung, ginjal dan otot rangka. Pada
umumnya nilai tes SGPT/ALT lebih tinggi daripada SGOT/AST pada
kerusakan parenkim hati akut, sedangkan pada proses kronis
didapat sebaliknya.

Tujuan Untuk mengetahui kadar SGPT dalam serum atau plasma dan
digunakan untuk membantu diagnosa penyakit hati, hepatitis dan
sirosis hati.
Kebijakan Setiap petugas laboratorium harus melakukan pemeriksaan sesuai
dengan prosedur yang berlaku.
Prosedur Metode : IFCC without pyridoxalphosphate activation

Prinsip Pemeriksaan :
𝐴𝐿𝑇
𝐿 − 𝑎𝑙𝑎𝑛𝑖𝑛𝑒 + 𝛼 − 𝑘𝑒𝑡𝑜𝑔𝑙𝑢𝑡𝑎𝑟𝑖𝑐 𝑎𝑐𝑖𝑑 → 𝑃𝑦𝑟𝑢𝑣𝑖𝑐 𝑎𝑐𝑖𝑑 + 𝐿
− 𝑔𝑙𝑢𝑡𝑎𝑚𝑖𝑐 𝑎𝑐𝑖𝑑
𝐿𝐷𝐻
𝑃𝑦𝑟𝑢𝑣𝑖𝑐 𝑎𝑐𝑖𝑑 + 𝑁𝐴𝐷𝐻 + 𝐻 + → 𝐿 − 𝑙𝑎𝑐𝑡𝑖𝑐 𝑎𝑐𝑖𝑑 + 𝑁𝐴𝐷 + + 𝐻2 𝑂

Alat dan Bahan yang Diperlukan :


1. Tabung Reaksi
2. Mikropipet 50 µl, 100 µl
3. Makropipet 500 µl
4. Kolorimeter dengan panjang gelombang 340 nm (480-520 nm)
5. Aquades
6. Reagen SGPT
7. Serum atau plasma

Prosedur Pemeriksaan :
Larutkan isi botol reagen R2 (mengacu pada label R1) dalam jumlah
yang sesuai dari reagen R1sebagai reagen kerja. Biarkan reagen
kerja mencapai suhu kamar sebelum melakukan pemeriksaan.

Ke dalam Tabung Blanko (Ml) Sampel (Ml)


Reagen Kerja R1 500 µl + R2 100 µl 50 µl
Aquades 0,010 ---
Sampel --- 50 µl

52
PEMERIKSAAN SGPT (ALT)

No. Dokumen Revisi Halaman


0 2 dari 2
RS MUHAMMADIYAH SPO D/LAB-03/2015
KALITIDU
Prosedur Campurkan secara menyeluruh dan inkubasikan pada temperatur
reaksi selama 60 detik. Baca absorbance awal dan perubahan setiap
menit selama 3 menit secara terpisah. Tentukan perubahan
absorbance per menit (∆A/menit).

Perhitungan :
Kadar SGOT (U/L) = (∆A sampel/menit-∆blank/menit) x F
F = 1746.

Nilai Normal :
Pria : ≤ 47 u/L
Wanita : ≤ 39 u/L

Unit terkait 1. Laboratorium


2. IGD
3. Rawat Inap
4. HCU
5. Klinik Umum dan Spesialis

53
PEMERIKSAAN KRIATININ

No. Dokumen Revisi Halaman


RS MUHAMMADIYAH 0 1 dari 2
KALITIDU SPO D/LAB-04/2015

Tanggal Terbit Ditetapkan


Direktur,
STANDAR
11 September 2015
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Hj. Diana K, M. M Kes
NBM: 992 241
Pengertian Kreatinin adalah produk buangan yang diekskresikan oleh ginjal
terutama oleh filtrasi glomerulus. Konsentrasi kreatinin dalam plasma
dari individu yang sehat cukup konstan dari asupan air, olahraga dan
tingkat produksi urine. Oleh karena itu peningkatan nilai kreatinin
plasma selalu menunjukkan ekskresi menurun, yaitu gangguan
fungsi ginjal. Klirens kreatinin memungkinkan estimasi cukup baik
dari laju filtrasi glomerulus (GFR) yang memungkinkan deteksi yang
lebih baik dari penyakit ginjal dan pemantauan fungsi ginjal. Untuk
pemeriksaan ini diukur secara bersamaan dalam serum dan urin
yang dikumpulkan selama periode waktu yang ditetapkan.
Tujuan Untuk mengetahui kadar kreatinin dalam serum, urin atau plasma
manusia.
Kebijakan Pemeriksaan kreatinin serum/plasma tidak spesifik karena bahan-
bahan berwarna lain seperti protein, glukosa, asam urat dan keton
masih ikut bereaksi
Prosedur Metode :
Uji kinetik tanpa deproteinasi sesuai dengan metode Jaffe.
Prinsip Pemeriksaan :
Kreatinin membentuk kompleks berwarna merah-oranye dalam
larutan alkali picrate. Perbedaan absorbansi pada waktu-waktu
tertentu selama pengukuran sebanding dengan konsentrasi kreatinin
dalam sampel.

Alat dan Bahan yang Diperlukan :


1. Tabung Reaksi
2. Mikropipet 50 µl
3. Mikropipet 100 µl
4. Makropipet 500 µl
5. Aquades
6. Reagen kreatinin :
R1 : Sodium hydroxide 500 µl
R2 : Picric acid 100 µl
Sample start (menggunakan monoreagen)
→ Campur R1 + R2
(misal 500 µl R1 + 100 µl R2) = monoreagen
Stabilitas monoreagen 5 jam pada suhu 15-25°C.
7. Standar kreatinin (2 mg/dl)
8. Kolorimeter dengan panjang gelombang 492 nm
9. Serum, plasma atau urin

54
PENGOPERASIAN ALAT DATACHEM

No. Dokumen Revisi Halaman


0 2 dari 2
SPO D/LAB-04/2015
RS MUHAMMADIYAH
KALITIDU
Prosedur Prosedur Pemeriksaan :
Blanko (µl) Standar (µl) Sampel (µl)
Sampel -- -- 50
Standar -- 50 --
Aquades 50 -- --
Monoreagen 1000 1000 1000

Campur dengan baik dan baca A1 setelah 1 menit, kemudian baca


A2 setelah 2 menit.
∆A = (A2-A1) sampel atau standar

Perhitungan :
Kadar Kreatinin (mg/dL) = ∆A sampel x 2 mg/dL (kadar standar)
Serum/Plasma ∆A standar

Kadar Kreatinin = ∆A sampel x 2 mg/dL (kadar standar) x 50


Urin (mg/dL) ∆A standar

Nilai Normal :
Serum/Plasma → Wanita : 0,6 – 1.1 mg/dL
Pria : 0,9 – 1,3 mg/dL
Urin → Wanita : 11 – 20 mg/kg/24h
Pria : 14 – 26 mg/kg/24h
Unit terkait 1. Laboratorium
2. IGD
3. Rawat Inap
4. HCU
5. Klinik Umum dan Spesialis

55
PEMERIKSAAN KOLESTEROL

No. Dokumen Revisi Halaman


0 1 dari 1
RS MUHAMMADIYAH SPO D/LAB-05/2015
KALITIDU
Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur,
STANDAR
11 September 2015
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Hj. Diana K, M. M Kes
NBM: 992 241
Pengertian Kolesterol merupakan bahan pokok pembentukan garam empedu
yang sangat diperlukan untuk pencernaan makanan, selain itu juga
digunakan sebagai bahan baku untuk membentuk hormon sterol dan
merupakan zat esensial untuk membran sel tubuh.
Tujuan Untuk mengetahui kadar kolesterol dalam serum atau plasma dan
digunakan untuk diagnosa penyakit jantung.
Kebijakan Setiap petugas laboratorium harus melakukan pemeriksaan sesuai
dengan prosedur yang berlaku.
Prosedur Metode : CHOD-PAP

Prinsip Pemeriksaan :
Kolesterol ditentukan melalui reaksi enzimatik, hidrolisis dengan
enzim cholesterol esterase dan oksidasi dengan enzim cholesterol
oksidase. Indikatornya, quinoneimine, dibentuk dari H2O2, 4-amino-
antipyrine dan phenol di bawah pengaruh katalisis enzim peroxidase.

Alat dan Bahan yang Diperlukan :


1. Tabung Reaksi
2. Mikropipet 5 µl
3. Makropipet 500 µl
4. Reagen kolesterol
5. Standar kolesterol (200 mg/dl)
6. Kolorimeter dengan panjang gelombang 546 nm
7. Serum atau plasma
Prosedur Pemeriksaan :
Blanko (µl) Standar (µl) Sampel (µl)
Sampel -- -- 5
Standar -- 5 --
Reagen 500 500 500
Campur dengan baik dan inkubasi pada suhu kamar selama 5 menit.
Baca absorbansi pada panjang gelombang 546 nm.
Perhitungan :
Kadar Kolesterol (mg/dL) = A sampel x 200 mg/dL (kadar standar)
Serum/Plasma A standar

Nilai Normal : 200 – 220 mg/dL


Unit terkait 1. Laboratorium
2. IGD
3. Rawat Inap
4. HCU
5. Klinik Umum dan Spesialis

56
PEMERIKSAAN TRIGISERIT

No. Dokumen Revisi Halaman


0 1 dari 1
RS MUHAMMADIYAH SPO D/LAB-06/2015
KALITIDU
Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur,
STANDAR
11 September 2015
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Hj. Diana K, M. M Kes
NBM: 992 241
Pengertian Trigliserida merupakan jenis lemak yang dapat ditemukan dalam
darah dan merupakan hasil uraian tubuh pada makanan yang
mengandung lemak dan kolesterol yang telah dikonsumsi dan masuk
ke tubuh serta juga dibentuk di hati.
Tujuan Untuk mengetahui kadar trigliserida dalam serum atau plasma dan
digunakan untuk diagnosa kelainan jantung dan lemak hipertensi.
Kebijakan Setiap petugas laboratorium harus melakukan pemeriksaan sesuai
dengan prosedur yang berlaku.
Prosedur Metode : GPO-PAP
Prinsip Pemeriksaan :
Trigliserida ditentukan melalui reaksi enzimatik, hidrolisis dengan
enzim lipase. Indikatornya, quinoneimine, dibentuk dari H2O2, 4-
amino-antipyrine dan 4-chlorophenol di bawah pengaruh katalisis
enzim peroxidase.

Alat dan Bahan yang Diperlukan :


1. Tabung Reaksi
2. Mikropipet 20 µl
3. Makropipet 1000 µl
4. Reagen trigliserida
5. Standar trigliserida (200 mg/dl)
6. Kolorimeter dengan panjang gelombang 546 nm
7. Serum atau plasma

Prosedur Pemeriksaan :
Blanko (µl) Standar (µl) Sampel (µl)
Sampel -- -- 20
Standar -- 20 --
Reagen 1000 1000 1000
Campur dengan baik dan inkubasi pada suhu kamar selama 10
menit. Baca absorbansi pada panjang gelombang 546 nm.
Perhitungan
Kadar Trigliserida (mg/dL) = A sampel x 200 mg/dL (kadar standar)
Serum/Plasma A standar

Nilai Normal : 30 - 220 mg/dl


Unit terkait 1. Laboratorium
2. IGD
3. Rawat Inap
4. HCU
5. Klinik Umum dan Spesialis

57
PEMERIKSAAN HDL KOLESTEROL

No. Dokumen Revisi Halaman


0 1 dari 2
RS MUHAMMADIYAH SPO D/LAB-07/2015
KALITIDU
Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur,
STANDAR
11 September 2015
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Hj. Diana K, M. M Kes
NBM: 992 241
Pengertian HDL kolesterol adalah kolesterol baik yang bertugas mengumpulkan
kelebihan kolesterol dari jaringan tubuh dan mengembalikannya ke
hati. Kadar HDL yang tinggi baik bagi kesehatan tubuh.
Tujuan Untuk mengetahui kadar HDL dalam serum.
Kebijakan Setiap petugas laboratorium harus melakukan pemeriksaan sesuai
dengan prosedur yang berlaku.
Prosedur Metode : Tes enzimatik dengan Trinder PEG

Prinsip Pemeriksaan :
Dengan pemberian Polyethylene Glycol (PEG) ke dalam sampel,
chilomikron, VLDL dan LDL akan mengendap. Setelah disentrifugasi,
yang tertinggal dalam supernatan hanya HDL (High Density
Lipoprotein) yang kadar kolesterolnya ditentukan dengan metode
enzimatik.

Alat dan Bahan yang Diperlukan :


1. Tabung reaksi
2. Mikropipet 10 µl, 50 µl, 200 µl
3. Makropipet / Dispenser 1,0 ml
4. Centrifuge
5. Reagensia : Reagen presipitasi, Pelarut, Reagen Kolesterol
6. Standard kolesterol
7. Kolorimeter dengan panjang gelombang 492-546 nm
8. Serum atau plasma EDTA atau heparin

Persiapan :
1. Pembuatan larutan pengendap.
Larutkanlah isi satu botol reagen presipitasi dengan 1 botol
pelarut. Larutan pengendap ini tetap stabil selama 60 hari pada
2 - 8°C.
2. Pembuatan supernatan.
Serum / plasma : 200 µl
Larutan pengendap : 200 µl

Campur sampai rata dan biarkan pada suhu kamar selama 5-


20 menit. Centrifuge dengan kecepatan 3000 rpm selama 10
menit. Pisahkan segera supernatan yang jernih dan
periksalah kadar kolesterolnya dengan cara enzimatik.

58
PEMERIKSAAN HDL KOLESTEROL

No. Dokumen Revisi Halaman


0 2 dari 2
RS MUHAMMADIYAH SPO D/LAB-07/2015
KALITIDU
Prosedur Prosedur Pemeriksaan :
Ke dalam
Blanko Standard Total Chol HDL Chol
tabung
Supernatan --- --- --- 50 µl
Serum --- --- 10 µl ---
Standard --- 10 µl --- ---
Reag. Warna 1,0 ml 1,0 ml 1,0 ml 1,0 ml
Campur sampai rata, inkubasi selama 20 menit pada suhu kamar.
Baca absorbance tes dan standar terhadap blanko pada panjang
gelombang 429-546 nm.

Perhitungan :
Cholesterol total = Abs. Test x 300 mg/dL
Abs. Std

HDL Cholesterol = Abs. HDL x 120 mg/dL


Abs. Std

Catatan :
Untuk HDL Cholesterol, faktor pada standard = 120 mg/dL.
Serum diencerkan 1:1 dengan larutan pengendap (pengenceran 2x).
Supernatan dipakai 50 µl (lebih banyak 5x), sehingga terjadi
pemekatan sebanyak 2,5x, sehingga 300 mg/dL dibagi 2,5 = 120
mg/dL.

Nilai Normal :
Pria : ˃ 39 mg/dL
Wanita : ˃ 46 mg/dL
Unit terkait 1. Laboratorium
2. IGD
3. Rawat Inap
4. HCU
5. Klinik Umum dan Spesialis

59
PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH

No. Dokumen Revisi Halaman


0 1 dari 1
RS MUHAMMADIYAH SPO D/LAB-08/2015
KALITIDU
Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur,
STANDAR
11 September 2015
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Hj. Diana K, M. M Kes
NBM: 992 241
Pengertian Glukosa adalah suatu monosakarida yang berfungsi sebagai sumber
utama energi dalam tubuh. Glukosa dihantarkan ke setiap sel melalui
aliran darah. Namun sel-sel itu tidak dapat menggunakan glukosa
tanpa bantuan insulin.
Tujuan Untuk mengetahui kadar glukosa darah dalam serum atau plasma
Kebijakan Setiap petugas laboratorium harus melakukan pemeriksaan sesuai
dengan prosedur yang berlaku.
Prosedur Metode : GOD-PAP
Prinsip Pemeriksaan :
Glukosa ditentukan melalui proses oksidasi enzimatik oleh enzim
glukosa oksidase. H2O2 yang terbentuk direaksikan dengan phenol
dan 4-aminophenazone melalui proses katalisis enzim peroksidase
sehingga terbentuk quinoneimine yang berwarna merah-violet
sebagai indikator.
Alat dan Bahan yang Diperlukan :
1. Tabung Reaksi
2. Mikropipet 10 µl
3. Makropipet 1000 µl
4. Aquades
5. Reagen Glukosa
6. Standar Glukosa (200 mg/dl)
7. Kolorimeter dengan panjang gelombang 546 nm
8. Serum atau plasma
Prosedur Pemeriksaan :
Blanko (µl) Standar (µl) Sampel (µl)
Sampel -- -- 10
Standar -- 10 --
Aquades 10 -- --
Reagen 1000 1000 1000
Campur dengan baik dan inkubasi pada suhu kamar selama 10
menit.
Baca absorbansi pada panjang gelombang 546 nm.
Perhitungan :
Kadar Glukosa (mg/dL) = A sampel x 200 mg/dL (kadar standar)
Serum/Plasma A standar

Nilai Normal :
Whole blood : 70 – 100 mg/dL Glukosa Acak : ˂ 140 mg/dL
Serum/plasma : 75 – 125 mg/dL Glukosa 2 jam pp : ˂ 120 mg/dL
Glukosa Puasa : 65 -- 115 mg/dL
Unit terkait 1. Laboratorium
2. IGD
3. Rawat Inap
4. HCU
5. Klinik Umum dan Spesialis

60
PEMERIKSAAN UREUM (BUN)

No. Dokumen Revisi Halaman


0 1 dari 2
SPO D/LAB-09/2015
RS MUHAMMADIYAH
KALITIDU
Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur,
STANDAR
11 September 2015
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Hj. Diana K, M. M Kes
NBM: 992 241
Pengertian Ureum adalah hasil utama metabolisme protein pada manusia.
Merupakan fraksi terbesar dari komponen Non-protein nitrogen
dalam darah, dibentuk dalam hati dan diekresikan ke dalam urin
melalui ginjal. Kadar ureum dalam darah tergantung pada intake
protein, katabolisme protein dan fungsi ginjal.
Tujuan Untuk mengetahui kadar ureum dalam serum atau plasma.
Kebijakan Setiap petugas laboratorium harus melakukan pemeriksaan sesuai
dengan prosedur yang berlaku.
Prosedur Metode : Urease-GLDH (UV)

Prinsip Pemeriksaan :
Ureum oleh urease dihidrolisa menjadi ammonia dan
karbondioksida. Dengan bantuan enzim glutamate dehydrogenase
(GLDH) dan NADH, ammonia bergabung dengan α-ketoglutarate (α-
KG) membentuk glutamate. Adenosine diphosphate (ADP) dipakai
untuk mengaktifkan dan menstabilkan GLDH.
Alat dan Bahan yang Diperlukan :
1. Tabung Reaksi
2. Mikropipet 50 µl, 100 µl
3. Makropipet 500 µl
4. Reagen Urea
5. Standar Urea ( 42,9 mg/dl)
6. Aquades
7. Kolorimeter dengan panjang gelombang 340 nm
8. Serum atau plasma EDTA atau heparin

Persiapan dan Stabilitas Reagen :


Larutkan isi botol yang mengandung substrat dengan buffer sesuai
dengan volume yang tercantum pada label. Campur sampai rata.
Setelah dilarutkan reagensia stabil selama 2 minggu pada suhu 2-8
°C dan 24 jam pada suhu 15-25°C.
Prosedur Pemeriksaan :
Blanko Standar Sampel
R1 500 µl + R2
Reagen Kerja --- ---
100 µl
Aquades 0,01 µl --- ---
Standar --- 50 µl ---
Sampel --- --- 50 µl
Campur dengan baik. Baca absorbance pada panjang gelombang
550 nm. Langsung baca sebelum 30-60 detik pada suhu kamar.

61
PEMERIKSAAN UREUM (BUN)

No. Dokumen Revisi Halaman


0 2 dari 2
SPO D/LAB-09/2015
RS MUHAMMADIYAH
KALITIDU
Prosedur Perhitungan :
Kadar Urea (mg/dL) = ∆A sampel x 4,29 mg/dL (kadar standar)
Serum/Plasma ∆A standar

Nilai Normal :
Ureum : 10 - 20 mg/dL
Unit terkait 1. Laboratorium
2. IGD
3. Rawat Inap
4. HCU
5. Klinik Umum dan Spesialis

62
PEMERIKSAAN ASAM URAT

No. Dokumen
Revisi Halaman
RS MUHAMMADIYAH SPO D/LAB-10/2015 0 1 dari 1
KALITIDU
Tanggal Terbit Ditetapkan
Direktur,
STANDAR
11 September 2015
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Hj. Diana K, M. M Kes
NBM: 992 241
Pengertian Asam Urat adalah produk terakhir lintasan katabolisme nukleotida
purina, sebab tiadanya enzim urikase yang mengkonversi asam urat
menjadi alantoin. Kadar asam urat yang berlebih dapat menimbulkan
batu ginjal atau pirai di persendian.
Tujuan Untuk mengetahui kadar asam urat dalam serum atau plasma
Kebijakan Setiap petugas laboratorium harus melakukan pemeriksaan sesuai
dengan prosedur yang berlaku.
Prosedur Metode : Uricase-POD Method

Prinsip Pemeriksaan :
Asam urat dioksidasi menjadi alantoin dan karbon dioksida oleh
asam fosfatungstat dalam larutan alkalis. Asam fosfotungstat dalam
pemeriksaan ini direduksi menjadi zat warna quinonic derivattif.

Alat dan Bahan yang Diperlukan :


1. Tabung Reaksi
2. Mikropipet 50 µl
3. Mikropipet 100 µl
4. Makropipet 500 µl
5. Reagen Asam Urat
6. Standar Asam Urat (5 mg/dl)
7. Kolorimeter dengan panjang gelombang 346 nm
8. Serum atau plasma

Prosedur Pemeriksaan :
Blanko (µl) Standar (µl) Sampel (µl)
Sampel -- -- 50
Standar -- 50 --
Reagen R1 500 µl +
500 500
R2 100 µl
Campur dengan baik dan inkubasi pada suhu kamar selama 10
menit. Baca absorbansi pada panjang gelombang 546 nm.

Perhitungan :
Kadar Asam Urat (mg/dL) = A sampel x 5 mg/dL (kadar standar)
Serum/Plasma A standar

Nilai Normal : 2,5 – 7 mg/dL


Unit terkait 1. Laboratorium
2. IGD
3. Rawat Inap
4. HCU
5. Klinik Umum dan Spesialis

63