Anda di halaman 1dari 7

PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Prof Dr SOEKANDAR


Jln. HayamWuruk 25 (0321) 591591 Fax. (0321) 590860
MOJOSARI - MOJOKERTO

KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. SOEKANDAR
Nomor : 445/ /416.211/2016

TENTANG

KEBIJAKAN PELAYANAN INSTALASI RADIOLOGI


RSUD PROF. DR. SOEKANDAR

DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. SOEKANDAR

Menimbang : 1. bahwa sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi


diagnostik imajing, maka perlu dilakukan pembaharuan terhadap
Kebijakan Pelayanan di Instalasi Radiologi RSUD Prof.Dr.Soekandar
secara berkesinambungan
2. Bahwa oleh karenanya perlu dibuat Standar Kebijakan Pelayanan di
Instalasi Radiologi yang mengacu pada visi dan misi RSUD
Prof.Dr.Soekandar
3. Bahwa berdasarkan butir 1 dan 2 diatas maka Direktur perlu
mengeluarkan Keputusan tentang Kebijakan Pelayanan yang digunakan
sebagai acuan dalam pedoman, prosedur dan segala proses di bidang
pelayanan Instalasi Radiologi RSUD Prof.Dr.Soekandar

Mengingat : 1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomer 44 Tahun 2009 Tentang


Rumah Sakit.
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1891 / MENKES/PER / VII/2011
tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;
3. Keputusan Menteri Kesehatan No 410 / MENKES / SK / III/ 2010
tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
1014 / MENKES / XI / 2008 tentang Standar Pelayanan Radiologi
Diagnostik di Sarana Pelayanan Kesehatan
4. PERKA BAPETEN No. 8 Tahun 2011 tentang Keselamatan Radiasi
dalam Penggunaan Sinar X Radiologi Diagnostik dan Intervensional;
5. Peraturan Daeran Nomer Tahun 2011 Tentang Struktur Rumah Sakit
Umum Daerah Prof. Dr. Soekandar Kabupaten Mojokerto.
6. Keputusan Bupati Mojokerto No. 821.2 / 5025/416-208/2010 tentang
Pemberhentian /Pengangkatan Dalam Jabatan
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
PERTAMA : Memberlakukan Kebijakan Pelayanan di Instalasi Radiologi RSUD
Prof.Dr.Soekandar sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan
Direktur ini;
KEDUA : Peraturan Direktur ini berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkannya
Surat Keputusan ini
KETIGA : Dengan dikeluarkannya Keputusan Direktur ini, maka apabila terdapat
peraturan yang bertentangan dengan Keputusan Direktur ini maka
Keputusan yang terdahulu dinyatakan tidak berlaku.
KEEMPAT : Apabila kemudian hari ditemukan adanya kekeliruan akan dilaksanakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Mojokerto
Pada tanggal : 2016

Direktur RSUD Prof Dr Soekandar


KabupatenMojokerto

Dr. Sujatmiko, MM.M.MR


PembinaTk I
NIP. 19630908 199603 1 002

Lampiran:Surat Keputusan Direktur


RSUD Prof. Dr. Soekandar Kab Mojokerto
Nomor :445/ /416.211/2016
Tanggal :2016

KEBIJAKAN PELAYANAN INSTALASI RADIOLOGI RSUD PROF.DR.SOEKANDAR

I. PELAYANAN RADIOLOGI
a. Radiologi melayani pemeriksaan diagnostik imaging 24 jam
( hari libur tetap buka / shift ).
b. Pelayanan Radiologi Diagnostik Imajing terintegrasi RSUD Prof.Dr.Soekandar memiliki
visi dan misi serta struktur organisasi yang mengatur jalur komando dan jalur koordinasi
dalam penyelenggaraan pelayananan. Komponen yang ada dalam struktur organisasi
adalah :
 Wakil Direktur pelayanan
 Kepala Bidang penunjang
 Kepala Seksi penunjang Medis
 Kepala Instalasi radiologi
 Koordinator Instalasi radiologi
 Koordinator logistik
 Koordinator peralatan
c. Sistem administrasi pelayanan radiologi riagnostik imajing meliputi administrasi pada :
d. Pelayanan radiologi diagnostik Imajing meliputi pelayanan radiodiagnostik konvensional,
intervensional, CT Scan, panoramic, dan ultrasonografi. Menerima pelayanan dari IGD,
rawat Jalan, rawat inap dan rujukan dari luar rumah sakit selama 24 jam.

II. INDIVIDU YANG KOMPETEN


a. Rumah sakit mempunyai 2 radiolog apabila tidak masuk / berkepentingan,maka harus
diganti oleh dokter lain yang bekerja sama dengan rumah sakit.
b. RS menetapakan anggota staf radiologi diagnostik Imajing yang kompeten untuk
melaksanakan pemeriksaan diagnostik, menginterpretasi hasil, memverifikasi dan
membuat laporan hasil serta yang mengarahkan dan mensupervisi proses tersebut.
c. Staf supervisor dan staf teknis mendapatkan pelatihan yang baik dan memadai,
berpengalaman dan ketrampilan yang cukup serta berorientasi pada pekerjaannya
dengan jumlah cukup untuk melaksanakan pemeriksaan diagnostik, menginterpretasi
hasil, memverifikasi dan membuat laporan hasil.

d. Pelayanan radiologi riagnostik imajing dipimpin oleh seorang yang berkompeten sesuai
pelatihan yang terdokumentasi, keahlian dan pengalaman sesuai undang-undang dan
peraturan yang berlaku serta secara profesional bertanggung jawab pada fasilitas dan
pelayanan radiologi diagnostik imajing.
e. Tindakan medis radiodiagnostik termasuk pemeriksaan USG dilakukan oleh dokter
spesialis radiologi.
f. Pemeriksaan radiodiagnostik tanpa kontras dilaksanakan oleh radiografer dan
pemeriksaan yang menggunakan kontras dilaksanakan bersama dokter spesialis
radiologi.
g. Pemeriksaan radiolologi dengan kontras injeksi dilakukan oleh radiolog atau perawat IGD
(terlampir).
h. Untuk pemeriksaan Ct-Scan anak (pediatri) atau pasien dewasa yang gelisah harus
diketahui oleh dokter anastesi.

III. PERMINTAAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI


a. Rumah sakit dapat menetapakan dan berhubungan dengan para ahli dalam bidang
diagnostik spesialistik seperti ahli fisika radiasi spesialis radiologi serta radiografer yang
berkompeten. Rumah sakit mendokumentasikan daftar nama ahli tersebut untuk
memeudahkan apabila dibutuhkan.
b. Pelayanan radiologi iagnostik imajing dilaksanakan atas indikasi, sesuai SPO dan
permintaan tertulis dari Dokter.
c. Dokter pengirim harus mencantumkan indikasi pada setiap permintaan pemeriksaan
radiologi
d. Setiap tindakan yang dapat menimbulkan risiko terhadap pasien disertai surat
persetujuan ( Informed Consent ).

IV. KESELAMATAN KERJA


a. Instalasi radiologi diagnostik imajing memiliki program aktif dalam keamanan radiasi,
keselamatan pasien dan keselamatan pekerja yang meliputi semua komponen pelayanan
radiologi dan diagnostik imajing terintegrasi
b. Program keamanan dan keselamatan radiologi mencerminkan antisipasi resiko dan
bahaya yang dihadapi. Program mengatur praktek yang aman dan langkah pencegahan
bahaya untuk staf radiologi dan diagnostik imajing, karyawan lan dan pasien. Program
dikoordinasikan dengan Program Keselamatan seluruh rumah sakit.
c. Setiap pekerja radiasi yang melaksanakan pemeriksaan radiologi harus memperhatikan
kaidah proteksi radiasi serta mencegah terjadinya pengulangan paparan dengan
memperhatikan nilai batas dosis pada pekerja, pasien dan masyarakat sesuai ketentuan
yang berlaku.
d. Pemegang izin untuk memastikan agar nilai batas dosis tidak terlampaui, harus :
- Menyelenggarakan pemantauan paparan radiasi dengan surveymeter
- Melakukan pemantauan dosis yang diterima personil dengan TLD Badge dan
dosimeter pembacaan langsung yang sudah dikalibrasi
- Menyediakan perlengkapan proteksi radiasi
e. Pelayanan pemeriksaan radiologi di tempat, yaitu diluar ruangan radiologi, dengan
menggunakan pesawat mobile unit hanya diperbolehkan atas pertimbangan keselamatan
pasien dengan tetap memperhatikan kaidah proteksi radiasi bagi pekerja, pasien dan
masyarakat.

V. PENGENDALIAN MUTU
a. Sistem kontrol mutu yang baik adalah penting untuk memberikan pelayanan radiologi
diagnostik imajing terintegrasi yang unggul. Prosedur kontrol mutu termasuk :
- Validasi metode tes yang digunakan untuk akurasi dan presisi
- Pengawasan harian hasil pemeriksaan radiologi diagnostik imajing oleh staf
radiologi yang berkompeten
- Langkah perbaikan cepat bila ditemukan kekurangan teridentifikasi
- Pengetesan reagensia dan larutan
- Pendokumentasian hasil dan langkah perbaikan
VI. LOGISTIK
a. Rumah sakit menetapkan film, reagensia, dan perbekalan lain yang diperlukan untuk
radiologi diagnostik imajing terintegrasi kepada pasien secara teratur
b. Proses pembelian, penyimpanan dan distribusi diatur sesuai prosedur yang ditetapkan
yang memasukkan rekomendasi perusahaan pembuat
c. Evaluasi periodik dari reagen sesuai rekomendasi pembuat menjamin akurasi dan presisi
hasil pemeriksaan
d. Material radiologi adalah mterial yang layak pakai, siap digunakan dan tidak kadaluarsa
e. Metode penyimpanan, penggunaan dan pemberiananya sesuai ketentuan yang
ditetapkan. Penggunaan film dan kontras menggunakan kaidah FEFO ( First Expired First
Out ) guna menjamin material film dan kontras tersebut tidak rusak akibat penyimpanan
yang terlalu lama.
f. Pengambilan kontras di farmasi berdasarkan resep yang dibuat oleh radiolog.

VII. PEMELIHARAAN DAN KALIBRASI ALAT


a. Staf radiologi diagnostik imajing terintegrasi bekerja untuk menjamin bahwa semua
peralatan berfungsi dengan baik pada tingkatan yang dapat diterima dan aman bagi
operator. Program pengelolaan peralatan radiologi diagnostik imajing terintegrasi berisi :
- Pemilihan dan pengadaan peralatan
- Identifikasi dan inventarisasi peralatan
- Asesmen penggunaan peralatan melalui inspeksi, testing, kalibrasi perawatan
- Monitoring dan bertindak terhadap laporan peralatan bila ada peringatan
bahaya, penarikan kembali, laporan insiden, masalah dan kegagalan.
- Mendokumentasikan program pengelolaan
b. Frekuensi testing, perawatan dan kalibrasi berhubungan dengan pemakaian peralatan
dan riwayat pelayanannya didokumentasikan dan dicatat

VIII. HASIL PEMERIKSAAN RADIOLOGI


a. Bagian administrasi mencatat semua data tentang jumlah, jenis dan bentuk pelayanan
radiologi diagnostik imajing terintegrasi
b. Untuk pasien rujukan luar RSUD Prof.Dr.Soekandar, proses administrasi dilakukan lebih
dulu, sebelum pasien dilakukan pemeriksaan radiologi, kecuali untuk pasien rawat inap
c. Penanggung jawab hasil pembacaan atau pemeriksaan radiologi adalah dokter spesialis
radiologi atau dokter yang memiliki kompetensi terbatas yang ditetapkan oleh kolegium
dokter spesialis radiologi disertai rekomendasi dari perhimpunan dokter spesialis
radiologi indonesia.
IX. PENANGANAN DAN PENYELESAIAN MASALAH
a. Bila terjadi insiden selama proses pelayanan radiologi wajib dilaporkan oleh petugas
Rumah sakit yang terlibat dengan menggunakan form incident report.
b. Keluhan terhadap pelayanan radiologi dapat disampaikan kepada Customer Service
rumah sakit menggunakan form yang disediakan.
c. Apabila terjadi kerusakan alat maka pasien yang sudah dijanjikan akan dirujuk yang
sudah bekerja sama dengan rumah sakit.
X. PENDOKUMENTASIAN
1. Arsip tanda lulus, ijazah dan sertifikat tenaga yang bekerja di Instalasi radiologi
didokumentasi sesuai prosedur yang berlaku.
2. Penyimpanan dokumen rekam medis disimpan di unit rekam medis selama 5 ( lima ) tahun
kecuali surat persetujuan tindakan medik disimpan selama 10 ( sepuluh ) tahun terhitung
dari tanggal dibuatnya ringkasan tersebut, sesuai dengan PERMENKES No.
269/MENKES/PER/III/2008 tentang Rekam Medis.
3. Apabila dokter/radiolog berhalangan maka akan diganti oleh dokter radiolog yang sudah
bekerja sama dengan rumah sakit.
4. Pemeriksaan CITO (segera) hasil foto bacaan (pinjam basah) akan diberikan kepada
dokter yang meminta kemudian, keesokan harinya foto akan di baca oleh radiolog.
5. Sebelum dimusnahkan ada Berita Acara yang berisi tanggal, bulan dan tahun pembuatan
serta penanggung jawab / otorisasi pemusnahan dokumen.

XI. Ketentuan lebih lanjut tentang pelaksanaan kebijakan diatas, diatur dengan pedoman,
panduan dan prosedur terkait.
XII. Semua staf RSUD Prof.Dr.Soekandar wajib mengetahui dan mematuhi kebijakan ini
XIII. Pemantauan kepatuhan terhadap kebijakan ini adalah tanggung jawab Wakil Direktur
Pelayanan dan Pejabat Struktural terkait.

DIREKTUR RSUD PROF DR SOEKANDAR


KABUPATEN MOJOKERTO

Dr. SUJATMIKO, MM, M.MR


PembinaTk I
NIP. 19630908 199603 1 002