Anda di halaman 1dari 117

ANALISIS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN

(Wilayah Studi: Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota)

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akhir Kelompok Mata Kuliah Perumahan dan Pemukiman Dosen:

1. Nana Novita Pertiwi, S.T., M.Eng.

2. Vetty Puryanti S.T., M.T.

3. H. M. Fathanur S. Putra, S.T., M.T.

DISUSUN OLEH :

Bella Widya Pertiwi

NIM.D1091151007

Feby Savitri

NIM.D1091151008

Fakhrur Rozi

NIM D1091151013

Ridha Afriyanda

NIM.D1091151014

Nur Devianti

NIM D1091151020

Andiana Marjayanti

NIM.D1091151033

Ryza Chairani

NIM D1091151035

NIM.D1091151033 Ryza Chairani NIM D1091151035 PROGRAM SARJANA PERENCANAAN WILAYAH KOTA JURUSAN TEKNIK

PROGRAM SARJANA PERENCANAAN WILAYAH KOTA

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

2017

Kata Pengantar

Puji dan syukur Kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Salam dan salawat kami panjatkan kepada junjungan kita semua, Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, dan seluruh sahabat-Nya yang selalu menjadi suri teladan yang baik.

Laporan yang kami buat ini berjudul Analisis Perumahan dan Kawasan Permukiman, dengan wilayah studi adalah kawasan permukiman di Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota yang bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Perumahan dan Pemukiman. Selain itu, laporan ini juga dapat menambah wawasan kita tentang permasalahan-permasalahan serta potensi yang ada di perumahan dan kawasan permukiman, khususnya di Kelurahan Darat Sekip dan hal apa saja yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalahnya dengan merumuskan konsep yang sesuai dengan kawasan tersebut.

Banyak pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian laporan ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terimakasih kepada dosen mata kuliah perumahan dan pemukiman, yaitu Ibu Nana Novita Pertiwi, ST, MT, Ibu Vetty Puryanti, ST, MT, serta bapak H. M. Fathanur S. Putra, ST, MT, yang telah memberikan tugas ini sekaligus membimbing kami dalam membuat laporannya.

Kami menyadari, bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi memperbaiki laporan ini. Kami juga berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.

Pontianak, Juni 2017

Penyusun

Daftar Isi

Kata Pengantar

i

Daftar Isi

ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1

1.2. Rumusan Masalah

2

1.3. Tujuan dan Sasaran

3

1.4. Ruang Lingkup

3

1.5. Metodologi

4

1.6. Kerangka Pemikiran

5

BAB II KAJIAN TEORI

2.1. Definisi Perumahan dan Permukiman

6

2.2. Kawasan Kajian Terhadap Peraturan Penataan Ruang 6

2.3. Dasar Aturan Perencanaan Perumahan dan Permukiman

7

2.4. Ketentuan Hunian Bertingkat

19

BAB III GAMBARAN UMUM WILAYAH

3.1. Letak Geografis

21

3.2. Aspek Fisik

23

3.3. Aspek Non Fisik

46

BAB IV ANALISIS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN

4.1. Letak Geografis

56

4.2. Aspek Fisik

56

4.3. Analisis Aspek Non Fisik

84

4.4. Analisis SWOT

91

BAB V KONSEP

5.1. Visi & Misi

96

5.2. Konsep Pengembangan Pola Permukiman

97

5.3. Konsep Pengembangan Mitigasi Bencana Permukiman

99

5.4. Konsep Pengembagan Prasarana

100

5.5. Konsep Peningkatan Nilai Estetika Bangunan Permukiman

103

5.6. Konsep Pengembagan Lingkungan Binaan dan Alam

104

Daftar Pustaka

106

Lampiran

107

1.7. Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Memperhatikan arti penting permukiman yang tidak dapat dipisahkan dari ruang yang harus dimanfaatkannya, maka lingkup permukiman meliputi masalah- masalah yang menyangkut aspek penataan ruang yang didukung dengan pengadaan atau penyediaan prasarana dan sarana lingkungan serta utilitas umum, sehingga membentuk fasilitas untuk kegiatan sosial masyarakat baik di kawasan perkotaan, kawasan pedesaan, maupun kawasan-kawasan tertentu. Pada dasarnya pembangunan dalam sektor permukiman adalah lingkungan yang amat strategis dalam menghasilkan kemantapan sosial dan ekonomi masyarakat.

Perumahan dan permukiman selain merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia juga mempunyai fungsi yang strategis sebagai pusat pendidikan keluarga, pembinaan generasi muda, juga dapat disebut sebagai barang modal (tidak bergerak) atau capital goods. Terwujudnya kesejahteraan rakyat dapat ditandai melalui pemenuhan kebutuhan perumahan dan permukiman yang layak.

Menurut undang-undang No 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan permukiman, pengertian perumahan dan kawasan permukiman adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas pembinaan, penyelenggaraan perumahan, penyelenggaraan kawasan permukiman, pemeliharaan dan perbaikan, pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh, penyediaan tanah, pendanaan dan sistem pembiayaan, serta peran masyarakat.

Terbatasnya lahan untuk permukiman menyebabkan banyaknya bangunan yang didirikan pada lokasi yang tidak menguntungkan atau lokasi permukiman yang tidak sesuai dengan kondisi fisik lahan akan menyebabkan permukiman tersebut terancam sebagai akibat dari proses geomorfologi. Adapun masalah permukiman berkaitan dengan pemilihan lokasi yang kurang tepat, misalnya daerah yang rawan banjir, daerah yang sulit mendapatkan air, keadaan tanahnya yang labil

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 1

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 1

1

dan sebagainya. Kebutuhan lahan selalu meningkat dalam bidang permukiman tersebut seringkali tidak terpenuhi, karena jumlah penduduk cenderung selalu meningkat sedangkan luas lahan relatif tidak bertambah. Penentuan lokasi permukiman perlu diperhatikan beberapa hal yang berkenaan dengan teknis pelaksanaan, segi tata guna lahan, segi kesehatan dan kemudahan, serta segi ekonomi.

Permasalahan yang kompleks juga biasanya terjadi pada kawasan permukiman yang ada di Kota Pontianak sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Setiap permukiman memiliki keunikannya tersendiri. Adapun salah satu ciri khas kawasan studi adalah posisinya sebagai permukiman di pusat pelayanan kota. Berdasarkan RTRW Kota Pontianak 2013-2033, Kelurahan Darat Sekip masuk dalam bagian Pusat Pelayanan Kota (PPK) yang hirarkinya paling tinggi diantara tingkatan klasifikasi kota yang lain. Adanya identitas berupa ciri khas permukiman adalah salah satu alasan perlunya kajian mengenai identifikasi dan analisis perumahan dan kawasan permukiman. Kawasan studi yang dipilih adalah Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak.

1.2. Rumusan Masalah

Permasalahan permukiman tidak akan pernah lepas dari penataan ruang. Hal ini dikarenakan kebutuhan akan rumah merupakan salah satu kebutuhan primer manusia disamping pangan dan sandang. Penyelenggaraan perumahan dan permukiman yang baik akan menimbulkan perasaan nyaman bagi penghuninya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dapat ditarik beberapa inti permasalahan

yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu sebagai berikut.

- Bagaimana karakteristik aspek fisik dan non fisik pada kawasan permukiman di Kelurahan Darat Sekip?

- Bagaimana analisis kesesuaiannya dengan pedoman atau standar penyelenggaraan permukiman?

- Bagaimana konsep pengembangan permukiman tersebut?

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 2

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 2

2

1.3.

Tujuan dan Sasaran

1.3.1. Tujuan Tujuan dari makalah ini adalah mengetahui karakteristik aspek fisik dan non fisik, mengetahui hasil analisis berdasarkan identifikasi karakteristik fisik dan non fisik permukiman, yang hasil selanjutnya analisis tersebut akan menjadi dasar dalam penentuan konsep perencanaan pengembangan permukiman Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota.

1.3.1 Sasaran

Sasaran diperlukan dalam studi kasus ini untuk pencapaian tujuan dan penentuan alternatif-alternatif pemecahan masalah di atas, sasaran tersebut adalah sebagai berikut:

1.1.Mengetahui pola perumahan pada Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota untuk menjadi acuan dalam konsep perencanaan pengembangan permukiman 1.2.Mengidentifikasi guna lahan permukiman pada Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota 1.3. Perumusan konsep pengembangan perumahan pada kawasan permukiman Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota

1.4. Ruang Lingkup

Ruang lingkup dibagi menjadi dua yaitu ruang lingkup wilayah dan ruang lingkup materi. Ruang lingkup wilayah adalah pembatasan wilayah secara

geografis sedangkan ruang lingkup materi merupakan pembatasan materi yang akan dibahas.

1.4.1. Ruang Lingkup Wilayah

Ruang lingkup wilayah studi berada pada kawasan permukiman Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota. Lebih rincinya, fokus wilayah studi berada di lingkar jalan K. H. Wahid Hasyim, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Jalan HOS Cokroaminoto, dan Jalan Johar.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 3

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 3

3

1.4.2. Ruang Lingkup Materi Ruang lingkup materi pembahasan akan ditekankan pada kondisi fisik dan non fisik perumahan dan kawasan permukiman. Kondisi aspek fisik menyangkut aspek letak geografis dan lokasi, aspek lingkungan alam dan binaan, serta aspek sarana dan prasarana. Sedangkan aspek nonfisik terkait kondisi politik, ekonomi, sosial masyarakat, budaya, dan psikologi.

1.5. Metodologi Metodologi yang digunakan terbagi menjadi dua yaitu metode pengumpulan data dan metode analisis.

1.5.1 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei primer dan sekuner. Survei primer yaitu observasi langsung dan wawancara. Sedangkan data sekunder didapatkan dari Kantor Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota. Selain itu, data sekunder juga berasal dari Badan Pusat Statistik.

1.5.2 Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan dalam studi ini adalah metode kesesuaian kondisi terhadap aturan atau pedoman untuk analisis fisik, dan analisis deskriptif untuk aspek non fisik.

1. Membandingkan ketersediaan dan radius pelayanan sarana prasarana menggunakan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001 tentang Pedoman Penentuan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang perkotaan dan SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan

2. Menganalisis kondisi nonfisik yaitu politik, ekonomi, sosial, dan psikologis dengan analisis deskriptif.

3. Membandingkan kesesuaian aspek dengan aturan yang ada, sehingga dihasilkan rencana pengembangan kawasan yang sesuai standar dan kebutuhan kawasan permukiman.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 4

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 4

4

1.6.

Kerangka Pemikiran

LATAR BELAKANG

Pada dasarnya pembangunan dalam sektor permukiman adalah lingkungan yang amat strategis dalam menghasilkan kemantapan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kebutuhan lahan selalu meningkat dalam bidang permukiman tersebut seringkali tidak terpenuhi, karena jumlah penduduk cenderung selalu meningkat sedangkan luas lahan relatif tidak bertambah.

Setiap permukiman memiliki keunikannya tersendiri. Adapun salah satu ciri khas kawasan studi adalah posisinya sebagai permukiman di pusat pelayanan kota yang hirarkinya paling tinggi diantara klasifikasi kota lainnya

hirarkinya paling tinggi diantara klasifikasi kota lainnya RUMUSAN MASALAH  Bagaimana karakteristik aspek fisik

RUMUSAN MASALAH

Bagaimana karakteristik aspek fisik dan non fisik pada kawasan permukiman di Kelurahan Darat Sekip?

Bagaimana analisis kesesuaiannya dengan pedoman atau standar penyelenggaraan permukiman?

Bagaimana konsep pengembangan permukiman tersebut?

 Bagaimana konsep pengembangan permukiman tersebut? TUJUAN Mengetahui karakteristik aspek fisik dan non fisik,
TUJUAN Mengetahui karakteristik aspek fisik dan non fisik, mengetahui hasil analisis berdasarkan identifikasi
TUJUAN
Mengetahui karakteristik aspek fisik dan non fisik, mengetahui
hasil analisis berdasarkan identifikasi karakteristik fisik dan non
fisik permukiman, yang hasil selanjutnya analisis tersebut akan
menjadi dasar dalam penentuan konsep perencanaan
pengembangan permukiman Kelurahan Darat Sekip,
Kecamatan Pontianak Kota.
KAJIAN TEORI
Dasar aturan aspek fisik dan
non fisik
 SNI 03-1733-1989 tentang
Tata Cara Perencanaan
Lingkungan Perumahan di
Perkotaan
 RTRW Kota Pontianak 2013-
SASARAN
2033
 Mengetahui pola perumahan pada Kelurahan Darat Sekip
Kecamatan Pontianak Kota untuk menjadi acuan dalam
konsep perencanaan pengembangan permukiman
 RDTR Kota Pontianak
 Mengidentifikasi guna lahan permukiman pada Kelurahan
METODE ANALISIS
Darat Sekip Kecamatan Pontianak Kota
 Perumusan konsep pengembangan perumahan pada kawasan
permukiman Kelurahan Darat Sekip Kecamatan Pontianak
Kota
SWOT, KESESUAIAN
ASPEK FISIK DENGAN
SPM, DAN DESKRIPTIF
 Aspek Fisik
-
Lingkungan Alam
-
Fisik Binaan
-
Sarana
KONSEP RENCANA
-
Prasarana
Konsep Perumahan dan Kawasan
Permukiman Kelurahan Darat
 Aspek Non Fisik
-
Politik
- Budaya
- Ekonomi
- Psikologis
Sekip, Kecamatan Pontianak Kota
- Sosial Kemasyarakatan
Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 5

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 5

5

BAB II LANDASAN TEORI

2.5. Definisi Perumahan dan Permukiman

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, definisi perumahan dan kawasan permukiman adalah sebagai berikut.

Perumahan dan kawasan permukiman adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas pembinaan, penyelenggaraan perumahan, penyelenggaraan kawasan permukiman, pemeliharaan dan perbaikan, pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh dan permukiman kumuh, penyediaan tanah, pendanaan dan sistem pembiayaan, serta peran masyarakat.

Perumahan adalah kumpulan rumah sebagai bagian dari permukiman, baik perkotaan maupun perdesaan, yang dilengkapi dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum sebagai hasil upaya pemenuhan rumah yang layak huni.

Kawasan permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan, yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.

Permukiman adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di kawasan perkotaan atau kawasan perdesaan.

2.6.

Kawasan Kajian Terhadap Peraturan Penataan Ruang

a. Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pontianak Darat Sekip merupakan salah satu kelurahan yang masuk dalam rencana pengembangan pusat pelayanan kota karena sebagian besar kawasan merupakan pasar skala regional berupa pusat perbelanjaan dan pusat pertokoan. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Kota Pontianak 2013-2033, kawasan yang direncanakan sebagai kawasan pusat pelayanan kota adalah kawasan yang terintergrasi di

Kawasan mulai jalan Pak Kasih, jalan A. Rachman, jalan Tanjung Pura dan jalan

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 6

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 6

6

gajahmada dan sekitarnya meliputi Kelurahan Mariana, Tengah, Darat Sekip, sebagian Kelurahan Benua Melayu Darat dan Benua Melayu Laut dengan fungsi

utama sebagai pusat perdagangan grosir, pusat perdagangan dan jasa komersial skala kota dan pusat wisata kota serta pusat pemerintahan kota.

b. Rencana Detail Tata Ruang

Kelurahan Darat Sekip masuk dalam BWP 1 dengan fungsi BWP sebagai kegiatan perdagangan dengan skala pelayanan pusat kota dan provinsi, kawasan permukiman dengan kepadatan tinggi. Adapun urgensi ataupun bentuk permasalahan yang harus diperbaiki pada BWP ini adalah sebagai berikut.

Belum optimalnya penggunaan lahan perdagangan dan jasa

Meningkatnya kegiatan bongkar muat angkutan pelabuhan dan angkutan darat

Arus transportasi dan bongkar muat barang di luar kawasan pergudangan dan pelabuhan berdampak pada gangguan transportasi lokal

Kesejangan intensitas kegiatan siang dan malam hari pada kawasan kota lama di tepian sungai kapuas

2.7.

Dasar Aturan Perencanaan Perumahan dan Permukiman

2.3.1. Aspek Fisik

A. Aspek Lingkungan dan Binaan a. Vegetasi Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaaan dan Pemanfaatan Ruang

Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan diketahui bahwa kriteria vegetasi atau ruang terbuka hijau pada perumahan adalah RTH Pekarangan yang dipaparkan sebagai berikut.

1. Pekarangan Rumah Besar Ketentuan penyediaannya adalah sebagai berikut.

o Kategori yang termasuk rumah besar adalah rumah dengan luas lahan di atas 500 m 2 ;

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 7

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 7

7

o

Ruang terbuka hijau minimum yang diharuskan adalah luas lahan (m 2 ) dikurangi luas dasar bangunan (m 2 ) sesuai peraturan daerah setempat;

o

Jumlah pohon pelindung yang harus disediakan minimal 3 (tiga) pohon pelindung ditambah dengan perdu dan semak serta penutup tanah dan atau rumput.

2. Pekarangan Rumah Sedang Ketentuan penyediaannya adalah sebagai berikut.

o

Kategori yang termasuk rumah sedang adalah rumah dengan luas lahan antara 200 m 2 sampai dengan 500 m 2 ;

o

Ruang terbuka hijau minimum yang diharuskan adalah luas lahan (m 2 ) dikurangi luas dasar bangunan (m 2 ) sesuai peraturan daerah setempat;

o

Jumlah pohon pelindung yang harus disediakan minimal 2 (dua) pohon pelindung ditambah dengan tanaman semak dan perdu, serta penutup tanah dan atau rumput.

3. Pekarangan Rumah Kecil Ketentuan penyediaannya adalah sebagai berikut.

o

Kategori yang termasuk rumah kecil adalah rumah dengan luas lahan dibawah 200 m 2 ;

o

Ruang terbuka hijau minimum yang diharuskan adalah luas lahan (m 2 ) dikurangi luas dasar bangunan (m 2 ) sesuai peraturandaerah setempat;

o

Jumlah pohon pelindung yang harus disediakan minimal 1 (satu) pohon pelindung ditambah tanaman semak dan perdu, serta penutup tanah dan atau rumput.

Keterbatasan luas halaman dengan jalan lingkungan yang sempit, tidak menutup kemungkinan untuk mewujudkan RTH melalui penanaman dengan menggunakan pot atau media tanam lainnya.

Pada lingkungan permukiman juga perlu disediakan RTH sebagai alternatif penggunaan lahan atau menutupi perumahan yang tidak menerapkan RTH privat pada pekarangannya. Taman ini juga bisa menjadi

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 8

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 8

8

arena rekreasi dan refreshing penduduk. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut.

1. RTH Taman Rukun Tetangga

o

Luas taman minimal: 1 m 2 /penduduk atau 250 m 2

o

Lokasi taman radius kurang dari 300 m dari rumah penduduk yang dilayani

o

Ruang hijau minimal 70-80%

2. RTH Taman Rukun Warga

o

Luas taman minimal: 0,5 m 2 /penduduk atau 1.250 m 2

o

Lokasi taman radius kurang dari 1000 m dari rumah penduduk yang dilayani

o

Ruang hijau minimal 70-80%

3. RTH Taman Kelurahan

o

Luas taman minimal: 0,3 m 2 /penduduk atau 9.000 m 2

o

Lokasi taman di wilayah kelurahan tersebut

o

Ruang hijau minimal 80-90%

B. Aspek Sarana dan Prasarana

a. Sarana Sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat untuk mencapai makna dan tujuan atau suatu fasilitas dalam lingkungan hunian yang berfungsi

untuk mendukung penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi.

1).

Sarana Pemerintahan dan Pelayanan Umum

Dasar penyediaan sarana pemerintahan dan pelayanan umum untuk melayani setiap unit administrasi pemerintahan baik yang informal (RT dan RW) maupun yang formal (Kelurahan dan Kecamatan), dan bukan didasarkan semata-mata pada jumlah penduduk yang dilayani oleh sarana tersebut. Dasar penyediaan sarana ini juga mempertimbangkan pendekatan desain keruangan unit-unit atau kelompok lingkungan yang ada. Sedangkan penempatan penyediaan sarana mempertimbangkan jangkauan radius area layanan terkait

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 9

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 9

9

dengan kebutuhan dasar sarana yang harus dipenuhi untuk melayani pada area

tertentu.

Tabel 2.1 Kebutuhan Sarana Pemerintah dan Pelayanan Umum

Tabel 2.1 Kebutuhan Sarana Pemerintah dan Pelayanan Umum Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan

Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota

2).

Sarana Pendidikan

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 10

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 10

10

Dasar penyediaan sarana pendidikan ini mempertimbangkan pendekatan

desain keruangan unit-unit atau kelompok lingkungan yang ada. Tentunya hal

ini dapat terkait dengan bentukan grup bangunan/blok yang nantinya terbentuk

sesuai konteks lingkungannya. Sedangkan penempatan penyediaan fasilitas ini

akan mempertimbangkan jangkauan radius area layanan terkait dengan

kebutuhan dasar sarana yang harus dipenuhi untuk melayani pada area tertentu

Tabel 2.2 Kebutuhan Sarana Pendidikan dan Pembelajaran

Tabel 2.2 Kebutuhan Sarana Pendidikan dan Pembelajaran Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan

Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 11

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 11

11

3). Sarana Kesehatan

Sarana kesehatan berfungsi memberikan pelayanan kesehatan kesehatan

kepada masyarakat, berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada

masyarakat untuk pencegahan dan perlindungan masyarakat terhadap penyakit

untuk dapat dirawat secara medis. Dasar penyediaan sarana ini adalah

didasarkan jumlah penduduk yang dilayani oleh sarana tersebut.

Tabel 2.3 Kebutuhan Sarana Kesehatan

oleh sarana tersebut. Tabel 2.3 Kebutuhan Sarana Kesehatan Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan

Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 12

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 12

12

4). Sarana Peribadatan

Sarana peribadatan merupakan sarana kehidupan untuk mengisi kebutuhan

rohani yang perlu disediakan di lingkungan perumahan yang direncanakan

selain sesuai peraturan yang ditetapkan, juga sesuai dengan keputusan

masyarakat yang bersangkutan.

Tabel 2.4 Kebutuhan Sarana Peribadatan

yang bersangkutan. Tabel 2.4 Kebutuhan Sarana Peribadatan Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan

Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 13

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 13

13

5). Sarana Perdagangan dan Niaga

Sarana perdagangan dan niaga ini tidak selalu berdiri sendiri dan terpisah

dengan bangunan sarana yang lain. Dasar penyediaan selain berdasarkan

jumlah penduduk yang akan dilayaninya, juga mempertimbangkan pendekatan

desain keruangan unit-unit atau kelompok lingkungan yang ada. Tentunya hal

ini dapat terkait dengan bentukan grup bangunan blok yang nantinya terbentuk

sesuai konteks lingkungannya. Sedangkan penempatan penyediaan fasilitas ini

mempertimbangkan jangkauan radius area layanan terkait dengan kebutuhan

dasar sarana yang harus dipenuhi untuk melayani area tertentu.

Tabel 2.5 Kebutuhan Sarana Perdagangan dan Niaga

tertentu. Tabel 2.5 Kebutuhan Sarana Perdagangan dan Niaga Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan

Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 14

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 14

14

6). Sarana Kebudayaan dan Rekreasi

Sarana kebudayaan dan rekreasi merupakan bangunan yang dipergunakan

untuk mewadahi berbagai kegiatan kebudayaan dan atau rekreasi, seperti

gedung pertemuan, gedung serba guna, bioskop, gedung kesenian, dan lain-

lain. Bangunan dapat sekaligus berfungsi sebagai bangunan sarana

pemerintahan dan pelayanan umum, sehingga penggunaan dan pengelolaan

bangunan ini dapat berintegrasi menurut kepentingannya pada waktu-waktu

yang berbeda.

Tabel 2.6 Kebutuhan Sarana Kebudayaan dan Rekreasi

berbeda. Tabel 2.6 Kebutuhan Sarana Kebudayaan dan Rekreasi Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan

Sumber : SNI 03-1733-1989, Tata Cara Perencanaan Kawasan Perumahan Kota

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 15

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 15

15

b. Prasarana Prasarana lingkungan adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan yang memungkinkan lingkungan permukiman dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Fungsi prasarana adalah untuk melayani dan mendorong terwujudnya lingkungan permukiman dan lingkungan usaha yang optimal sesuai dengan fungsinya. Menurut Organization for Economic Coorporation and Development (1991:19) prasarana kota meliputi penyediaan air dan fasilitas limbah, drainase air permukaan, jalan raya, fasilitas transportasi, jaringan distribusi energi, fasilitas telekomunikasi dan jaringan pelayanan lainnya. Secara lebih rinci komponen dari prasarana perkotaan terdiri dari tujuh macam yaitu air bersih, drainase, air kotor/sanitasi, sampah, jalan kota, jaringan listrik dan jaringan telepon dimana tiap-tiap komponen mempunyai karakteristik yang berbeda. 1) Jaringan Jalan Menurut Undang-Undang No. 13 Tahun 1980 tentang jalan, jalan merupakan suatu prasarana perhubungan darat dalam bentuk apapun yang meliputi segala bagian jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas. 2) Jaringan Drainase Jaringan drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan air permukaan ke badan penerima air dan atau ke bangunan resapan buatan, yang harus disediakan pada lingkungan perumahan di perkotaan. Bagian- bagian jaringan drainase dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 16

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 16

16

Tabel 2.7 Bagian-bagian Drainase

Sarana

Prasarana

 

Sumber air di permukaan tanah(laut, sungai, danau)

Badan Penerima Air

Sumber air di bawah permukaan tanah (air tanah akifer)

 

Gorong-gorong

Pertemuan saluran

Bangunan terjunan

Bangunan

Jembatan

Pelengkap

Street inlet

 

Pompa

Pintu air

Sumber: SNI 02-2406-1991, Tata Cara Perencanaan Umum Drainase Perkotaan.

3) Jaringan Air Bersih

Menurut Permenkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Syarat-

syarat dan Pengawasan Kualitas Air, air bersih adalah air yang digunakan

untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan

dapat diminum apabila telah dimasak.

Secara umum, setiap rumah harus dapat dilayani air bersih yang memenuhi

persyaratan untuk keperluan rumah tangga. Untuk itu, lingkungan perumahan

harus dilengkapi jaringan air limbah sesuai ketentuan dan persyaratan teknis

yang diatur dalam peraturan/ perundangan yang telah berlaku, terutama

mengenai tata cara perencanaan umum jaringan air bersih lingkungan

perumahan di perkotaan.

Sumber air bersih adalah sebagai berikut:

Air Permukaan

a. Air Sungai

b. Air Rawa

Air Hujan

Air Tanah

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 17

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 17

17

4) Jaringan Air Limbah

Jenis-jenis elemen perencanaan pada jaringan air limbah yang harus

disediakan pada lingkungan perumahan di perkotaan adalah:

a) Septik tank;

b) Bidang resapan; dan

c) Jaringan pemipaan air limbah.

5) Jaringan Persampahan

Berdasarkan SNI 19-2454-2002 mengenai Tata Cara Teknik Operasional

Pengolahan Sampah Perkotaan diketahui bahwa lingkup rumah sarana

pelengkap yang diperlukan adalah tong sampah. Lebih jelasnya standarnya

adalah sebagai berikut.

Tabel 2.8 Kebutuhan Prasarana Persampahan

Lingkup

Prasarana

   

Sarana

Pelengkap

     

Keterangan

Prasarana

Status

Dimensi

Rumah

         

(5 jiwa)

Tong sampah

Pribadi

 

-

-

-

RW (2.500

jiwa)

Gerobak sampah

 

2

m 3

   

Bak sampah

TPS

 

Jarak bebas

kecil

6

m 3

Gerobak mengangkut

       

TPS dengan

 

Gerobak sampah

 

2

m 3

3 kali semingu

Kelurahan

lingkungan

Bak sampah

besar

TPS

   

(30.000 jiwa)

12

m 3

hunian

minimal 30

         

Kecamatan

(120.000 jiwa)

Mobil sampah

TPS/TPA

Lokal

 

-

m

Mobil mengangkut minimal 3 kali

bak sampah

 

besar

 

25

m 3

seminggu

 

Bak sampah

       

Kota

akhir

 

-

(>480.000

 

TPA

     

jiwa)

Tempat daur

ulang sampah

 

-

Sumber: SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 18

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 18

18

6) Jaringan Listrik a) Beberapa persyaratan, kriteria dan kebutuhan yang harus dipenuhi adalah: Penyediaan kebutuhan daya listrik

Setiap lingkungan perumahan harus mendapatkan daya listrik dari PLN atau dari sumber lain; dan

Setiap unit rumah tangga harus dapat dilayani daya listrik minimum 450 VA per jiwa dan untuk sarana lingkungan sebesar 40% dari total kebutuhan rumah tangga. b) Penyediaan jaringan listrik

Disediakan jaringan listrik lingkungan dengan mengikuti hirarki pelayanan, dimana besar pasokannya telah diprediksikan berdasarkan jumlah unit hunian yang mengisi blok siap bangun;

Disediakan tiang listrik sebagai penerangan jalan yang ditempatkan pada area damija (daerah milik jalan) pada sisi jalur hijau yang tidak menghalangi sirkulasi pejalan kaki di trotoar

Disediakan gardu listrik untuk setiap 200 KVA daya listrik yang ditempatkan pada lahan yang bebas dari kegiatan umum;

Adapun penerangan jalan dengan memiliki kuat penerangan 500 lux dengan tinggi > 5 meter dari muka tanah;

Sedangkan untuk daerah di bawah tegangan tinggi sebaiknya tidak dimanfaatkan untuk tempat tinggal atau kegiatan lain yang bersifat permanen karena akan membahayakan keselamatan;

2.8. Ketentuan Hunian Bertingkat Hunian bertingkat dapat dikembangkan pada kawasan-lingkungan perumahan yang direncanakan untuk kepadatan penduduk >200 Jiwa/ha, berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah atau dokumen rencana lainnya, yaitu kawasan-kawasan:

a) Pusat kegiatan kota;

b) Kawasan-kawasan dengan kondisi kepadatan penduduk sudah mendekati atau melebihi 200 jiwa/ha; dan

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 19

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 19

19

c)

Kawasan-kawasan khusus yang karena kondisinya memerlukan rumah

susun, seperti kawasan-kawasan industri, pendidikan dan campuran.

Adapun ketentuan perencanaan hunian bertingkat adalah sebagai berikut.

Tabel 2.9 Kebutuhan Rumah Susun berdasarkan Kepadatan Penduduk

Klasifikasi

 

Kepadatan

 

Kawasan

Rendah

Sedang

Tinggi

Sangat Padat

Kepadatan

 

151 - 200 jiwa/Ha

200 - 400 jiwa/Ha

 

Penduduk

< 150 jiwa/Ha

> 400 jiwa/Ha

 

Alternatif

Disarankan

Disyaratkan

 

(Untuk kawasan

(Untuk pusat-

(Peremajaan

Disyaratkan

Kebutuhan

tertentu)

pusat kegiatan

lingkungan

(Peremajaan

Rumah Susun

kota dan

permukiman

lingkungan

kawasan

kota)

permukiman

tertentu)

perkotaan)

Sumber: SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 20

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 20

20

BAB III

GAMBARAN UMUM WILAYAH

3.4. Letak Geografis

Wilayah kajian perencanaan pemukiman berada di Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak. Kelurahan Darat Sekip merupakan salah satu Kelurahan di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat terletak pada

garis Lintang -0.033205 dan Bujur 109.3292343. Luas keseluruhan wilayah Kelurahan Darat Sekip adalah 132 Ha. Luas total menurut penggunan lahan di Kelurahan Darat Sekip sebesar 13,20 Ha/m 2 . Kelurahan ini berada di ketinggian rata-rata 0,73 meter di atas permukaan laut. Secara administrasi Kelurahan Darat Sekip dibagi menjadi 17 RW dan 56 RT, dimana jumlah kepala keluarga yang ada di Kelurahan Darat Sekip sebanyak 2.909 kepala keluarga. Dasar hukum penetapan batas wilayah Kelurahan Darat Sekip adalah Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 5 Tahun 2002. Adapun batas wilayah administrasi Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota, adalah sebagai berikut.

- Sebelah Utara - Sebelah Selatan - Sebelah Timur

- Sebelah Barat

: Sungai Kapuas : Kelurahan Sungai Bangkong

:

Melayu

Melayu Laut : Kelurahan Tengah

Kelurahan

Benua

Darat

dan

Kelurahan

Benua

Penggunaan lahan di Kelurahan Darat Sekip didominasi oleh permukiman dan peruntukan campuran. Peruntukan untuk permukiman adalah sebesar 8,20 km 2 . Peruntukan campuran seluas 4,35 km 2 . Sedangkan sisanya adalah peruntukan perkantoran dan lainnya dengan luas 0,65 km 2 .

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 21

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 21

21

22 Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip
22
Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

3.5.

Aspek Fisik

3.2.1. Lingkungan Alam

A. Fisik Dasar

Fisik dasar Kelurahan Darat Sekip merupakan kondisi geografis Keluarahan Darat Sekip. Keluarahan Darat Sekip yang termasuk dalam Kota Pontianak memiliki kondisi fisik dasar yang hampir sama dengan kondisi fisik dasar Kota Pontianak. Kondisi fisik dasar Kelurahan Darat Sekip terbagi menjadi topografi, geologi, hidrologi dan klimatologi. Kondisi topografi di Kelurahan Darat Sekip merupakan daratan rendah, dengan tinggi permukaan tanah 0- 0,78 dari permukaan air laut. Ketinggian permukaan wilayah sangat dipengaruhi oleh pasang surut air sungai sehingga mudah tergenang. Secara geografis Kota Pontianak dilalui oleh Sungai Kapuas serta topografinya yang sebagian besar wilayahnya merupakan lahan yang datar dengan kemiringan lahan 0 - 2 %. Kondisi geologi di Kelurahan Darat Sekip terdiri dari jenis batuan endapan litoral tersusun dari sedimen, clastic dan fine dan merupakan hasil dari endapan litoral dan estuary. Batuan litoral menghasilkan tanah litoral . Struktur geologi dan jenis tanah dalam pembangunan kota diperlukan untuk mengetahui kestabilan lereng, perencanaan pondasi, dan drainase Sedangkan lapisan diatas kedalaman 10 meter pada umumnya bersifat gembur dan merupakan lapisan tanah bawah (sub-soil) dan lapisan atas (top-soil). Jenis tanah dilapisan permukaan merupakan tanah gambut. Keadaan hidrologi Kelurahan Darat Sekip masuk pada wilayah sungai kapuas bagian timur Kelurahan Darat Sekip. Kondisi klimatologi terdiri dari iklim, curah hujan dan suhu. Kelurahan Darat Sekip seperti halnya wilayah Pontianak yaitu termasuk pada iklim

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 23

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 23

23

tropis. Curah hujan berkisar antara 1200 mm per tahun yang frekuensi hujan terjadi selam 4 bulan dengan suhu rata-rata harian 28 0 -32 0 C.

B. Sistem Ruang Terbuka dan Tata Hijau

Sistem Ruang Terbuka dan Tata Hijau merupakan komponen rancang kawasan, yang tidak sekadar terbentuk sebagai elemen tambahan atau pun elemen sisa setelah proses rancang arsitektural diselesaikan, melainkan juga diciptakan sebagai bagian integral dari suatu lingkungan yang lebih luas.

Sistem Ruang Terbuka Sistem ruang terbuka merupakan ruang-ruang dalam kota atau wilayah yang lebih luas, baik dalam bentuk area atau kawasan maupun dalam bentuk area memanjang atau jalur dimana dalam penggunaannya lebih bersifat terbuka yang pada dasarnya tanpa bagunan. Ruang terbuka non hijau yang terdapat di Kelurahan Darat Sekip berupa halaman suatu bangunan yang menjadi lahan untuk parkir.

Sistem Tata Hijau Sistem tata hijau adalah pola penanaman pohon yang disebar pada ruang terbuka publik maupun privat. Pola sistem tata hijau di Kelurahan Darat Sekip, lebih pada tanaman yang bersifat pribadi yang berarti ruang yang karakter fisiknya terbuka tapi terbatas, yang hanya dapat diakses oleh pemilik, pengguna atau pihak tertentu. Tanaman yang disebar pada ruang terbuka dan jenis tanaman disana adalah pohon peneduh, pohon trembesi, pohon pisang, tanaman hias dan berupa semak-semak.

C.

Potensi Bencana

Potensi bencana pada wilayah Kelurahan Darat Sekip adalah rawan kebakaran. Kelurahan Darat Sekip dikatakan rawan kebakaran dikarenakan tingkat kepadatan dan kerapatan bangunan yang tinggi terutama kawasan pusat pelayanan kota.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 24

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 24

24

3.2.2. Lingkungan Binaan

A. Penggunaan Lahan

Penggunaan lahan di Kelurahan Darat berupa permukiman,

perkantoran, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana peribadatan,

perdagangan dan jasa. Berikut intensitas pemanfaatan lahan yang merupakan

tingkat alokasi dan distribusi luas lantai maksimum bangunan terhadap lahan

peruntukannya. Pada tabel ini akan dibahas mengenai ketentuan Koefisien

Dasar Bangunan (KDB), Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dan Koefisien

Daerah Hijau (KDH) menurut RDTR Kota Pontianak Tahun 2013-2033.

Tabel 3.1.

Intensitas Pemanfaatan Lahan

Jenis Kawasan

KDB

KLB

KDH

Maksimum

Maksimum

Minimum

Perumahan

50%

1,50

40%

Pendidikan

60%

2,40

40%

Peribadatan

60%

1,20

40%

Perdagangan dan Jasa

70%

5,60

10%

Perkantoran

60%

1,20

40%

Kesehatan

50%

1,00

40%

Sumber: RDTR Kota Pontianak Tahun 2013-2033

B. Karakteristik Bangunan

Bangunan yang ada di Kelurahan Darat Sekip adanya kesenjangan pada

bentuk rumah satu dengan yang lainnya. Karakteristik rumah pada Kelurahan

Darat Sekip lebih kepada tipe rumah menengah ke mewah sedangkan pada

rumah yang berada di kawasan kajian karakteristik rumah lebih menengah ke

sederhana. Jumlah rumah keseluruhan di kawasan kajian berjumlah 1045 unit

rumah. Berikut tipe rumah yang ada di kawasan kajian.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 25

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 25

25

Tabel 3.2. Karakteristik Bangunan di Kawasan Kajian

No

Tipe Rumah

Jumlah

Gambar

1.

Permanen

993 unit

1. Permanen 993 unit

2.

Semi Permanen

33

unit

\
\

3.

Non Permanen

19

unit

3. Non Permanen 19 unit
Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 26

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 26

26

No

Tipe Rumah

Jumlah

Gambar

4.

Tunggal

768

unit

4. Tunggal 768 unit

5.

Koppel

170

unit

5. Koppel 170 unit

6.

Deret

73 unit

6. Deret 73 unit
Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 27

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 27

27

No

Tipe Rumah

Jumlah

Gambar

7.

Rumah Susun

3 unit

7. Rumah Susun 3 unit

8.

Maisonette

31 unit

8. Maisonette 31 unit

Sumber: Hasil Obsevasi, 2017

Setiap rumah yang ada di Kelurahan Darat Sekip sudah memadai, karena sebagian besar rumah yang ada disana sudah memiliki ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi/toilet serta fasilitas rumah yang memadai. Rumah yang ada juga telah memiliki ventilasi dan jendela untuk sirkulasi udara

Di Kelurahan Darat Sekip, seluruh rumah penduduk yang ada disana langsung menghadap ke jalan. Bangunan rumah menghadap kearah jalan sehingga bagian teras dan dapur rumah terkena sinar matahari pagi dan matahari sore. Rumah yang menghadap kearah jalan sehingga tampak rapi. Dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 28

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 28

28

Gambar 3.1 Bangunan mengadap Jalan Sumber : Hasil Survei 2017 Sistem koridor dalam perumahan berkaitan

Gambar 3.1 Bangunan mengadap Jalan

Sumber : Hasil Survei 2017

Sistem koridor dalam perumahan berkaitan erat dengan orientasi dan arah hadap bangunan. Sebagian besar perumahan di kawasan kajian menggunakan sistem koridor ganda. Artinya, rumah saling berhadapan muka dengan rumah lainnya. Namun, ada beberapa kawasan perumahan yang merupakan koridor tunggal. Sistem ini digunakan pada perumahan yang letaknya paling dalam dari jalan tiap blok. Bentuk jalannya adalah cul de sac. Gunanya agar meningkatkan keamanan sehingga koridor perumahan dibuat tunggal dan biasanya hanya menghadap jalan.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 29

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 29

29

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 30
Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 30

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 30

30

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 31
Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 31

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 31

31

3.2.3. Sarana Dalam suatu lingkungan perumahan atau permukiman sarana akan menjadi

salah satu aspek yang sangat penting untuk menunjang adanya sebuah permukiman. Sarana merupakan segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai sebuah tujuan, sarana yang ada di perumahan/pemukiman yakni sekitar 7 sarana seperti pemerintahan, pendidikan, kesehatan, peribadatan, perdagangan, dan kebudayaan serta ruang terbuka. Berikut ini merupakan sarana yang berada pada kawasan kajian yaitu Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan pontianak Kota.

A. Sarana Pendidikan Pada kawasan kajian terdapat 15 sarana pendidikan yang terdiri dari 4

play group / Taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) , 2 Taman Kanak- Kanak (TK), 4 Sekolah Dasar (SD), 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 1 Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Berikut ini merupakan nama dan letak dari ke 15 sarana pendidikan di Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota.

Tabel 3.2. Sarana Pendidikan Kelurahan Darat Sekip

No

Nama

Alamat

A

Paud Mandiri

 

1

Paud Sunshine

Jl. Hos Cokroaminoto No. 326

2

Paud Uswatul Khasanah

Jl. Meranti Gg. Meranti 1

3

Paud Cerlang

Jl.Johar

4

Play Group Katolik Karya Yosef

Jl.H.Juanda No.200

B

TK Swasta

 

5

TK Katolik Karya Yosef

Jl.H.Juanda No.200

6

TK Cahaya Mentari

Jl. Hos Cokroaminoto No. 326

C

SD /Sederajat

 

7

SD Suster

Jl.R.A.Kartini no 1

8

SD Katolik Karya Yosef

Jl.H.Juanda No.200

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 32

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 32

32

No

Nama

Alamat

9

SD Kristen Imanuel

Jl.Singamangaraja XII no 123

10

SD Buder Melati

Jl.A.R Hakim no 92

D

SMP/Sekolah Menengah Pertama

 

11

SMP Buder

Jl.A.R Hakim no 92

12

SMP Katolik Karya Yosef

Jl.H.Juanda No.200

13

SMP Suster

Jl.R.A.Kartini no 1

14

SMP N 1

Jendral Urip

E

SMA/Seolah Menengah Atas

 

15

SMA Santo Paulus

Jl.A.R Hakim no 92

 

PTS/Perguruan Tinggi Swasta

 

16

Widya Darma

Jl. Hos Cokroaminoto

Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip Tahun 2016

Sarana pendidikan di Kelurahan Darat Sekip sudah mewakili semua tingkat pendidikan, yakni dari pendidikan wajib 12 tahun (SD, SMP, dan SMA), hingga tingkat pendidikan yang merupakan pelengkap (Play Group/PAUD, TK, dan Perguruan Tinggi). Adapun semua sarana pendidikan yang dipaparkan di atas semuanya merupakan milik swasta yang berupa yayasan keagamaan dan sudah terakreditasi. Mengenai kondisi dan bentuk sarana pendidikan di Kelurahan Darat Sekip dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 33

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 33

33

Gambar 3.2. Lokasi Sarana Pendidikan di Kelurahan Darat Sekip Sumber: Hasil Observasi, 2017 Dari gambar

Gambar 3.2. Lokasi Sarana Pendidikan di Kelurahan Darat Sekip

Sumber: Hasil Observasi, 2017

Dari gambar hasil survei dan wawancara kepada beberapa masyarakat menunjukan bahwa sarana pendidikan di Kelurahan Darat Sekip sudah baik dilihat dari pelayanan dan kondisi sarana pendidikannya. Selain itu juga pendidikan di Kelurahan Darat Sekip sudah terakreditasi dan ada yang berakreditasi A. Bentuk sarana pendidikan di Kelurahan Darat Sekip sendiri kebanyakan tergabung jadi satu tempat dan menjadi lokasi pendidikan terpadu seperti gambar diatas.

B. Sarana kesehatan Pada kawasan kajian di Kelurahan Darat Sekip untuk sarana kesehatan

yang ada adalah sebagai berikut.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 34

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 34

34

Tabel 3.3.

Sarana Kesehatan Kelurahan Darat Sekip

No

Nama Sarana

Unit

1

Rumah sakit umum swasta

1

2

Apotik/toko obat

17

3

Posyandu

5

4

Kantor Praktek dokter

15

Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip Tahun 2016

15 Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip Tahun 2016 a) b) Gambar 3.3. Contoh Sarana Kesehatan

a)

15 Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip Tahun 2016 a) b) Gambar 3.3. Contoh Sarana Kesehatan

b)

Gambar 3.3. Contoh Sarana Kesehatan di Kelurahan Darat Sekip

a) Rumah Sakit Pro Medika Sumber: Survei,2017

b) Posyandu Toga, Jalan Cendana

Kondisi Rumah Sakit Promedika berada di kawasan perdagangan dan

jasa yang memiliki intensitas kebisingan yang tinggi dan hal ini dapat

berpengaruh dengan pelayanan ramah sakit. Rumah Sakit Promedika ini

berada di Jalan Gusti Sulung Lelanang, Kompleks Pontianak Mall yang

memiliki luas tanah 837 m 2 . Sedang kan untuk posyandu di Kelurahan Darat

Sekip ada yang tidak dalam kondisi baik, terutama jika dilihat dari akses

pencapaian dan kejelasan bangunan. Contohnya Posyandu Toga yang berada

di lingkungan masyarakat dengan akses jalan yang sempit yg hanya bisa di

lewati oleh kendaraan bermotor dan posyandu ini juga tidak buka setiap hari

untuk melayani pasien yang sebagian besar adalah anak-anak dan balita.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 35

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 35

35

C.

Sarana peribadatan

Terdapat 12 sarana pribadatan di Kelurahan Darat Sekip yang dapat

dilihat dari tabel berikut ini.

Tabel 3.4 Sarana Peribadatan Kelurahan Darat Sekip

No

Nama

Alamat

A

Masjid

 

1

At-Tawabin

Jl. Hos Cokroaminoto

2

Istiqomah

Komp.Pontianak mall

B

Surau/Musolah

 

3

Nurul yaqin

Jl. Beringin

4

Al-muttaqin

Jl.meranti Gg. Meranti 14

5

Karomah Akhlaq

Jl.meranti Gg. Meranti 8

6

Miftahul Akhlaq

Jl.johar Gg.batu bara

7

Miftahul Jannah

Jl.meranti Gg. Meranti 1

8

Al-Muklisin

Jl. Cendana Gg. Cendana 8

C

Gereja Katolik

 

9

Katedral Santa Yoseph

Jl. Pattimura

D

Gereja Protestan

 

10

Santapan Rohani

Jl. Hos Cokroaminoto

Indonesia

E

Vihara/Kelenteng

 

11

Vihara Bodhistava

Jl. Tengku cik dik tiro

karaniya metta

12

Vihara Kwan Tie Bio

Jl.Antasari

Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip Tahun 2016

Tabel di atas menunjukkan terdapat 12 sarana peribadatan yang terdiri

dari 8 sarana peribadatan agama islam, 1 agama katolik, 1 agama protestan,

dan 2 agama budha (yang terdiri atas 5 bangunan). Berikut ini merupakan

gambar persebaran prasarana peribadatan

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 36

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 36

36

Gambar 3.4. Lokasi Persebaran Sarana Peribadatan Sumber: Hasil Observasi, 2017 Gambar 3.5 . Surau Al-Muklisin

Gambar 3.4. Lokasi Persebaran Sarana Peribadatan

Sumber: Hasil Observasi, 2017

Persebaran Sarana Peribadatan Sumber: Hasil Observasi, 2017 Gambar 3.5 . Surau Al-Muklisin Sumber: Hasil Observasi, 2017
Persebaran Sarana Peribadatan Sumber: Hasil Observasi, 2017 Gambar 3.5 . Surau Al-Muklisin Sumber: Hasil Observasi, 2017

Gambar 3.5. Surau Al-Muklisin

Sumber: Hasil Observasi, 2017

Tidak semua kondisi peribadatan dalam keadaan baik. Seperti Surau Al-Muklisin yang dinilai memiliki akses yang cukup buruk. Surau ini berada didalam gang sempit dan tidak memiliki tempat parkir sehingga kendaraan parkir di jalan gang hal ini menyebabkan akses jalan menjadi tersendat. Selain

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 37

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 37

37

itu juga jarak antar bangunan dengan surau yang sempit dan hampir tidak

memiliki jarak menyebabkan kesan surau tidak nyaman untuk dilihat.

D. Sarana perdagangan dan perniagaan

Sarana perdagangan dan perniagaan disini bisa merupakan usaha jasa.

Berikut ini merupakan sarana perdagangan dan jasa di Kelurahan Darat Sekip.

Tabel 3.5 Sarana Perdagangan dan Perniagaan

No

Jenis Sarana

Jumlah

1

Toko/ Kios

195 unit

2

Pasar

1

unit

3

Jasa lembaga

24

Unit

keuangan(Penggadaian/bank)

 

4

Jasa hukum dan konsultan

8

unit

5

Jasa penginapan

43

unit

Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip Tahun 2016

Berikut merupakan kondisi perdagangan dan jasa di Kelurahan Darat

Sekip.

kondisi perdagangan dan jasa di Kelurahan Darat Sekip. Gambar 3.6. Lokasi Persebaran Sarana Perdagangan Sumber:

Gambar 3.6. Lokasi Persebaran Sarana Perdagangan

Sumber: Hasil Observasi, 2017

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 38

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 38

38

Dilihat dari gambar diatas menunjukan bahwa setiap bangunan

perdagangan dan jasa di Kelurahan Darat Sekip rata-rata bangunannya

memiliki 3 lantai atau lebih dimana kondisi ini dikatakan oleh masyarakat

sudah memenuhi kebutuhan untuk masyarakat yang berada disana karana

akses untuk kesana juga baik dan mudah. Selain itu, perdagangan dan jasa di

Kelurahan Darat Sekip masuk dalam bagian skala pelayanan kota sehingga

tidak hanya mampu melayani masyarakat lokal saja, tapi masyarakat seluruh

Kota Pontianak.

E. Sarana Olahraga (Ruang Terbuka)

Dalam kawasan kajian untuk sarana olaraga yang berada di Kelurahan

Darat Sekip ialah sebagai berikut.

Tabel 3.6 Sarana Olahraga Kelurahan Darat Sekip

berikut. Tabel 3.6 Sarana Olahraga Kelurahan Darat Sekip Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip Tahun 2016

Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip Tahun 2016

Sekip Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip Tahun 2016 Gambar 3.7. Lapangan Bola di Kelurahan Darat

Gambar 3.7. Lapangan Bola di Kelurahan Darat Sekip

Sumber: www.google.co.id

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 39

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 39

39

Dari gambar lapangan bola diatas menunjukan bahwa kondisi lapangan

di Kelurahan Darat Sekip sudah cukup baik. Namun, masih terdapat cukup

banyak sampah yang berserakan akibat kurangnya perhatian masyarakat

terhadap kebersihan.

F. Sarana Pemerintahan dan Pelayanan Umum

Dalam kawasan kajian di Kelurahan Darat Sekip untuk sarana

pemerintahan dan pelayanan umum yang di tinjau adalah skala kelurahan.

Berikut ini sarana pemerintahan dan pelayanan umum skala kelurahan yang

berrada di dalam kawasan kajian di Kelurahan Darat Sekip.

Tabel 3.7 Sarana Pemerintahan dan Pelayanan umum Kelurahan Darat Sekip

No

Jenis sarana

jumlah

1

Kantor lurah

1

unit

2

warnet

4

unit

3

Pos polisi

1

unit

4

Terminal

1

unit

Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip Tahun 2016

unit Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip Tahun 2016 Gambar 3.8. Kantor Kelurahan Darat Sekip Sumber:

Gambar 3.8. Kantor Kelurahan Darat Sekip

Sumber: Hasil Observasi, 2017

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 40

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 40

40

Gambar diatas menunjukan bahwa kantor lurah untuk Kelurahan Darat Sekip memiliki tempat parkir yang kurang memadai sehingga untuk parkir mobil dikantor lurah memakai badan jalan yang dapat menyebabkan terkendalanya akses masuk dan keluar di Jalan Beringin.

3.2.4. Prasarana

A. Jaringan Jalan

Jaringan jalan yang terdapat di Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Barat terdiri dari jalan arteri sekunder, kolektor sekunder dan lingkungan menurut RTRW Kota Pontianak tahun 2013-2033. Berikut ini adalah contoh jalan yang mewakili masing-masing kelas jalan dan menggambarkan secara utuh kondisi jalan di Kelurahan Darat Sekip.

secara utuh kondisi jalan di Kelurahan Darat Sekip. Gambar 3.9. Jalan Teuku Umar Sumber : Hasil

Gambar 3.9. Jalan Teuku Umar

Sumber : Hasil Observasi, 2017

Jalan Teuku Umar merupakan jalan dengan status jalan arteri sekunder yang berada di Kelurahan Darat Sekip. Jalan Teuku Umar memiliki lebar badan jalan 11 meter dengan kondisi jalan baik dan sudah beraspal.

jalan 11 meter dengan kondisi jalan baik dan sudah beraspal. Gambar 3.10. Jalan Johar Sumber: Hasil

Gambar 3.10. Jalan Johar

Sumber: Hasil Observasi, 2017

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 41

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 41

41

Jalan Johar yang berada di Kelurahan Darat Sekip merupakan jalan

dengan status jalan Kolektor Sekunder. Jalan Teuku Umar memiliki lebar

badan jalan 8 meter dengan kondisi jalan baik dan sudah beraspal.

jalan 8 meter dengan kondisi jalan baik dan sudah beraspal. a) b) Gambar 3.11. Kondisi Jalan

a)

8 meter dengan kondisi jalan baik dan sudah beraspal. a) b) Gambar 3.11. Kondisi Jalan Lingkungan

b)

Gambar 3.11. Kondisi Jalan Lingkungan

a) Jalan Meranti

b) Jalan Cendana

Sumber : Hasil Observasi, 2017

Jalan Meranti dan jalan Cendana merupakan salah jalan lingkungan

yang terdapat di Kelurahan Darat Sekip. Jalan meranti sama dengan jalan

cendana memiliki lebar badan jalan 5 meter dengan kondisi jalan baik dan

bersemen. Tetapi yang membedakan dua jalan diatas yaitu drainase. Jalan

meranti memiliki drainase disisi kiri dan kanan jalan sedangkan jalan cendana

hanya memiliki satu drainase di sebelah kanan.

jalan cendana hanya memiliki satu drainase di sebelah kanan. a) b) c) Gambar 3.12. Kondisi Jalan

a)

cendana hanya memiliki satu drainase di sebelah kanan. a) b) c) Gambar 3.12. Kondisi Jalan Gang

b)

cendana hanya memiliki satu drainase di sebelah kanan. a) b) c) Gambar 3.12. Kondisi Jalan Gang

c)

Gambar 3.12. Kondisi Jalan Gang

a) Gg. Meranti 5

b) Gg. Cendana Dalam

Sumber: Hasil Observasi, 2017

c) Gg. Cendana 8

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 42

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 42

42

Selain terdapat banyak jalan, Kelurahan Darat Sekip juga banyak memiliki gang seperti tiga gambar diatas yaitu Gang Meranti 5, Gang Cendana Dalam dan Gang Cendana 8. Gang meranti 5 memiliki lebar 2 m dengan drainase berada di sisi kiri jalan, Gang cendana dalam memiliki lebar 1,5 m tidak memiliki drainase, dan gang Cendana 8 memiliki lebar 1,5 m dengan drainase berada disisi kiri jalan. Untuk kondisi setiap gang sudah baik dengan permukaan jalan bersemen dan beraspal.

B. Jaringan Drainase

Jaringan drainase yang terdapat di Kelurahan Darat Sekip memiliki jenis drainase terbuka dan tertutup. Letak drainase berada di sisi kiri dan kanan jalan dan ada yang hanya terdapat di satu sisi. Kondisi drainase

sangat beragam, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah.

untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah. Gambar 3.13. Drainase Terbuka Jalan Cendana, Lebar 1,5

Gambar 3.13. Drainase Terbuka Jalan Cendana, Lebar 1,5 m

Sumber: Hasil Observasi, 2017

Jalan Cendana, Lebar 1,5 m Sumber: Hasil Observasi, 2017 Gambar 3.14. Drainase Terbuka Jalan Meranti, Lebar
Jalan Cendana, Lebar 1,5 m Sumber: Hasil Observasi, 2017 Gambar 3.14. Drainase Terbuka Jalan Meranti, Lebar

Gambar 3.14. Drainase Terbuka Jalan Meranti, Lebar kanan 1,5 m kiri 30 cm

Sumber: Hasil Observasi, 2017

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 43

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 43

43

Gambar 3.15. Drainase Terbuka di gang Meranti 5, Lebar 30 cm Sumber: Hasil Observasi, 2017

Gambar 3.15. Drainase Terbuka di gang Meranti 5, Lebar 30 cm

Sumber: Hasil Observasi, 2017

C. Jaringan Air Limbah dan Kotor

Sebagian besar penduduk di Kelurahan Darat Sekip memiliki septic tank disetiap rumah. Untuk pembuangan air limbah maupun air kotor yang berasal dari rumah-rumah penduduk langsung disalurkan ke drainase karena tidak terdapat saluran khusus untuk pembuangan air limbah dan kotor. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah. Gambar 3.16. Saluran Air Limbah dan Kotor Sumber:
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah. Gambar 3.16. Saluran Air Limbah dan Kotor Sumber:

Gambar 3.16. Saluran Air Limbah dan Kotor

Sumber: Hasil Observasi, 2017

D. Jaringan Air Bersih Sistem jaringan air bersih di Kelurahan Darat berasal dari PDAM selain

itu, masyarakat juga menggunakan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kondisi air yang cukup baik. Penduduk menyediakan tempat penampungan air hujan seperti tempayan dan bak penamungan air.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 44

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 44

44

Gambar 3.17. Penampungan Air Bersih Sumber: Hasil Observasi, 2017 E. Jaringan Listrik Setiap rumah di

Gambar 3.17. Penampungan Air Bersih

Sumber: Hasil Observasi, 2017

3.17. Penampungan Air Bersih Sumber: Hasil Observasi, 2017 E. Jaringan Listrik Setiap rumah di Kelurahan Darat

E. Jaringan Listrik

Setiap rumah di Kelurahan Darat Sekip sudah dialiri listrik yang berasal dari PLN dan dapat memenuhi kebutuhan setiap penduduk terhadap listrik. Pemakaian rata-rata disetiap rumah terhapat listrik yaitu sebesar 900 Volt.

disetiap rumah terhapat listrik yaitu sebesar 900 Volt. Gambar 3.18. Jaringan Listrik di Kelurahan Darat Sekip
disetiap rumah terhapat listrik yaitu sebesar 900 Volt. Gambar 3.18. Jaringan Listrik di Kelurahan Darat Sekip

Gambar 3.18. Jaringan Listrik di Kelurahan Darat Sekip

Sumber: Hasil Observasi, 2017

F. Jaringan Persampahan

Kondisi persampahan di Kelurahan Darat Sekip sangat memprihatinkan, banyak terdapat tumpukan sampah dan sampah berserakan di kolong rumah penduduk. Pengelolaan persampahan di Kelurahan Darat Sekip cukup beragam. Sebagian besar masyarakat lebih memilih untuk mengumpulkan sampah lalu dibakar karena letak TPS jauh dari permukiman

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 45

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 45

45

yaitu terletak di Pasar Mawar. Selain itu, ada yang menggunakan jasa pengangkutan sampah dari rumah ke rumah.

menggunakan jasa pengangkutan sampah dari rumah ke rumah. Gambar 3.19. Kondisi persampahan di Kelurahan Darat Sekip
menggunakan jasa pengangkutan sampah dari rumah ke rumah. Gambar 3.19. Kondisi persampahan di Kelurahan Darat Sekip

Gambar 3.19. Kondisi persampahan di Kelurahan Darat Sekip

Sumber: Hasil Observasi, 2017

3.6. Aspek Non Fisik

A. Aspek Politik

Aspek politik adalah kebijaksanaan yang mengatur kawasan permukiman, keberadaan lembaga-lembaga desa dan sebagainya. Kebijakan yang mengatur kawasan permukiman di Kelurahan Darat Sekip berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Pontianak tahun 2013-2033. Kelurahan ini masuk dalam Pusat Pelayanan Kota (PPK 1) yang memiliki hirarki paling tinggi diantara pusat pelayanan lainnya sehingga heterogenitas kawasan ini lebih beragam. Jumlah penduduk yang menggunakan hak pilih di Kelurahan Darat Sekip adalah 8.898 orang. Jumlah ini sama untuk pemilihan kepala daerah yaitu walikota dan gubernur. Adapun mengenai penentuan kepala lurah dan perangkat lurah di Darat Sekip dapat dilihat pada tabel berikut.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 46

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 46

46

Tabel 3.8 Penentuan Kepala Lurah dan Perangkat Lurah di Darat Sekip

Penentuan Jabatan Kepala Kelurahan

Ditunjuk Pemerintah Tingkat Atas

 

Penentuan Sekretaris Kelurahan

Ditunjuk,

diangkat

dan

ditetapkan

oleh

Bupati/Walikota

 

Penentuan Perangkat Kelurahan termasuk RW

Ditunjuk, diangkat dan ditetapkan oleh Lurah serta dilaporkan ke Camat

Masa jabatan Kepala Desa /Lurah

Tidak ada tahun

 

Penentuan Jabatan Lurah dan Perangkat Kelurahan termasuk Kepala Lingkungan

Ditunjuk dan diangkat oleh Bupati/Walikota secara langsung

Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip, 2016

Adapun alur birokrasi pada struktur pemerintahan wilayah ini sama halnya

dengan birokrasi secara umum yaitu RT RW Kepala Desa Kecamatan

Kabupaten. Secara keseluruhan, tidak ada unsur politik yang mempengaruhi

bentuk atau penempatan permukiman di Kelurahan Darat Sekip.

B. Aspek Ekonomi

Aspek ekonomi dapat ditinjau dari tingkat pendapatan masyarakat, jumlah

angkatan kerja, kesejahteraan masyarakat, dan jenis mata pencaharian

penduduk. Mengenai tingkat pengangguran, dari total 10.835 penduduk di Darat

Sekip, jumlah angkatan kerja yang berumur 18-56 adalah 6.343 orang. Jadi,

sekitar 63,9% penduduk Darat Sekip berusia produktif untuk bekerja. Selain

dilihat dari jumlah angkatan kerja, tingkat ekonomi masyarakat juga dapat

dilihat dari jenis mata pencaharian penduduk yang dapat dilihat pada tabel di

bawah ini.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 47

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 47

47

Tabel 3.9. Jenis Mata Pencaharian Penduduk Kelurahan Darat Sekip

No

Jenis Pekerjaan

Laki-Laki

Perempuan

Total

1

Anggota DPRD Kabupaten/Kota

1 orang

0

orang

1

orang

2

Arsitek

1 orang

0

orang

1

orang

3

Belum / Tidak Bekerja

1.133

orang

1.023 orang

2.156

orang

4

Biarawati

0

orang

31

orang

31

orang

5

Bidan

0

orang

1

orang

1

orang

6

Buruh Harian Lepas

291

orang

18

orang

309

orang

7

Buruh Tani / Perkebunan

4

orang

0

orang

4

orang

8

Dokter

16

orang

12

orang

28

orang

9

Dosen

20

orang

5

orang

25

orang

10

Guru

15

orang

22

orang

37

orang

11

Industri

0

orang

0

orang

0

orang

12

Karyawan BUMD

5

orang

0

orang

5

orang

13

Karyawan BUMN

10

orang

5

orang

15

orang

14

Karyawan Honorer

12

orang

4

orang

16

orang

15

Karyawan Swasta

985

orang

542

orang

1.527

orang

16

Kepolisian RI

7

orang

0

orang

7

orang

17

Konstruksi

2

orang

1

orang

3

orang

18

Lainnya

0

orang

1

orang

1

orang

19

Mekanik

4

orang

0

orang

4

orang

20

Mengurus Rumah Tangga

0

orang

2488 orang

2488 orang

21

Nelayan / Perikanan

2

orang

0

orang

2

orang

22

Notaris

5

orang

0

orang

5

orang

23

Pastor

8

orang

0

orang

8

orang

24

Pedagang

155

orang

10

orang

168 orang

25

PNS

66

orang

54

orang

120

orang

26

Pelajar / Mahasiswa

1.081

orang

901

orang

1.982

orang

27

Pembantu Rumah Tangga

0

orang

36

orang

36

orang

28

Penata Busana

0

orang

2

orang

2

orang

29

Penata Rias

1

orang

0

orang

1

orang

30

Pendeta

3

orang

0

orang

3

orang

31

Peneliti

2

orang

0

orang

2

orang

32

Pengacara

3

orang

0

orang

3

orang

33

Pensiunan

41

orang

11

orang

52

orang

34

Perawat

1

orang

2

orang

3

orang

35

Perdagangan

108

orang

9

orang

117

orang

36

Petani / Perkebunan

3

orang

3

orang

6 orang

37

Psikiater / Psikolog

0

orang

1

orang

1 orang

38

Seniman

1

orang

1

orang

2 orang

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 48

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 48

48

No

Jenis Pekerjaan

Laki-Laki

Perempuan

Total

39

Sopir

13 orang

0

orang

13

orang

40

TNI

5

orang

0

orang

5

orang

41

Transportasi

2

orang

1

orang

3

orang

42

Tukang Batu

1

orang

0

orang

1

orang

43

Tukang Cukur

4

orang

0

orang

4

orang

44

Tukang Gigi

1

orang

0

orang

1

orang

45

Tukang Jahit

1

orang

5

orang

6

orang

46

Tukang Kayu

9

orang

0

orang

9

orang

47

Tukang Las

1

orang

0

orang

1

orang

48

Tukang Listrik

1

orang

0

orang

1

orang

49

Wartawan

1

orang

0

orang

1

orang

50

Wiraswasta

1.334 orang

285 orang

1.619 orang

 

Total

5.388 orang

5.447 orang

10.835 orang

Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip, 2016

Berdasarkan tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penduduk memiliki mata pencaharian sebagai wiraswasta. Hal ini dikarenakan Kelurahan Darat Sekip didominasi oleh peruntukan perdagangan skala pelayanan kota, sehingga tidak sedikit dari mereka yang memilih berwirausaha. Selain itu, sebagian besar penduduk wanita adalah ibu rumah tangga. Data yang tersaji di atas juga memperhitungkan semua penduduk dan statusnya. Terdapat 2.156 penduduk yang belum bekerja. Sebagian besar mereka adalah penduduk yang belum masuk usia sekolah dan usia bekerja.

Tingkat

kesejahteraan

juga

mempengaruhi

ekonomi

masyarakat.

kesejahteraan masyarakat dibagi atas empat tahapan, yaitu sebagai berikut.

o

Keluarga pra-sejahtera: Yaitu keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya (basic need) secara minimal, seperti kebutuhan akan spiritual, pangan, sandang, papan, kesehatan dan KB.

o

Keluarga sejahtera 1: Yaitu keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhnan dasarnya secara minimal tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologinya seperti kebutuhan akan pendidikan, KB, interaksi lingkungan tempat tinggal dan transportasi. Pada keluarga

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 49

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 49

49

sejahtera 1 kebutuhan dasar telah terpenuhi namun kebutuhan sosial

psikologi belum terpenuhi

o

Keluarga sejahtera 2: Yaitu keluarga disamping telah dapat memenuhi

kebutuhan dasasrnya, juga telah dapat memenuhi kebutuhan

pengembangannya seperti kebutuhan untuk menabung dan memperoleh

informasi. Pada keluarga sejahtera 2 kebutuhan fisik dan sosial psikologis

telah terpenuhi namun kebutuhan pengembangan belum.

o

Keluarga sejahtera 3: Yaitu keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh

kebutuhan dasar, kebutuhan sosial psikologis dan perkembangan

keluarganya, tetapi belum dapat memberikan sumbangan yang teratur bagi

masyarakat seperti sumbangan materi dan berperan aktif dalam kegiatan

kemasyarakatan. Pada keluarga sejahtera 3 kebutuhan fisik, sosial

psikologis dan pengembangan telah terpenuhi telah terpenuhi namun

kepedulian belum.

Adapun mengenai tingkat ekonomi masyarakat dapat dilihat pada tabel di

bawah ini.

Tabel 3.10 Tingkat Kesejahteraan Masyarakat

1.

Jumlah Keluarga Prasejahtera

 

- Keluarga

2.

Jumlah Keluarga Sejahtera 1

202

Keluarga

3.

Jumlah Keluarga Sejahtera 2

1417 Keluarga

4.

Jumlah Keluarga Sejahtera 3

858

Keluarga

5.

Jumlah Keluarga Sejahtera 3 Plus

422

Keluarga

6.

Total Jumlah Kepala Keluarga

2.909 Keluarga

Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip, 2016

Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa sebagian besar keluarga di

Kelurahan Darat Sekip masuk dalam tahap jumlah keluarga sejahtera 2.

Artinya, keluarga sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar dan beberapa

kebutuhan pengembangan seperti menabung. Secara umum, masyarakat di

Kelurahan Darat Sekip tidak ada yang tidak sejahtera. Artinya, minimal

masyarakat sudah mampu memenuhi kebutuhan dasarnya.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 50

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 50

50

C.

Aspek Sosial Kemasyarakatan

a) Penduduk

Penduduk yang dibahas disini merupakan jumlah masyarakat yang

dihitung dari penduduk berusia 0 tahun sampai dengan umur maksimal (75

tahun ke atas). Adapun data mengenai penduduk di Kelurahan Darat Sekip

adalah sebagai berikut.

Tabel 3.11 Jumlah Penduduk Kelurahan Darat Sekip

0-4 286 289 575 5-9 348 305 653 10-14 353 336 689 15-19 391 321
0-4 286 289 575 5-9 348 305 653 10-14 353 336 689 15-19 391 321
0-4 286 289 575 5-9 348 305 653 10-14 353 336 689 15-19 391 321
0-4 286 289 575 5-9 348 305 653 10-14 353 336 689 15-19 391 321

0-4

286

289

575

5-9

348

305

653

10-14

353

336

689

15-19

391

321

712

20-24

400

356

756

25-29

424

458

882

30-34

452

468

920

35-39

484

499

983

40-44

412

409

821

45-49

352

373

725

50-54

329

345

674

55-59

301

348

649

60-64

309

267

576

65-69

210

256

466

70-74

163

176

339

75+

174

241

415

Jumlah

5.388

5.447

10.835

Sumber: Buku Profil Kelurahan Darat Sekip, 2016

Jumlah penduduk di Kelurahan Darat Sekip adalah 10.835 jiwa. Luas

wilayahnya adalah 16,20 Ha. Namun, yang digunakan untuk permukiman

adalah 8,20 Ha. sehingga kepadatan penduduknya adalah 0,06 jiwa/m 2 .

Angka ini tergolong sangat kecil atau kepadatan sangat rendah. Namun,

Kelurahan Darat Sekip didominasi untuk peruntukan perdagangan dan jasa

sehingga kepadatan penduduk tidak tersebar merata.

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 51

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip

Perumahan dan Kawasan Permukiman Kelurahan Darat Sekip 51

51

b) Kualitas Sumber Daya Manusia

Salah satu indikator untuk menentukan kualitas sumber daya manusia

adalah tingkat pendidikan. Adapun tingkat pendidikan di Kelurahan Benua

Melayu Laut adalah sebagai berikut.

Tabel Tingkat Pendidikan Masyarakat

No

Tingkat Pendidikan

Laki-Laki

Perempuan

Total

1

Usia 3-6 Tahun Yang Belum Masuk TK

0

orang

0

orang

0

orang

2

Usia 3-6 Tahun Yang Sedang TK/Play Group

289

orang

253

orang

542

orang

3

Usia 7-18 Tahun Yang Tidak Pernah Sekolah

0

orang

0

orang

0

orang

4

Usia 7-18 Tahun Yang Sedang Sekolah

883

orang

764

orang

1647

orang

5

Usia 18-56 Tahun Tidak Pernah Sekolah

0

orang

0

orang

0

orang

 

Usia 18-56 Tahun Pernah SD Tetapi Tidak

     

6

Tamat

0

orang

0

orang

0

orang

7

Tamat SD/Sederajat

642

orang

760

orang

1402

orang

8

Jumlah Usia 12 56 Tahun Tidak Tamat SLTP

0

orang

0

orang

0

orang

 

Jumlah Usia 18 56 Tahun Tidak Tamat

     

9

SL