Anda di halaman 1dari 1

Faktor lain yang mempengaruhi kecepatan kayu terbakar adalah spesies, kelembaban, suhu, ukuran,

dan tipe struktur kayu (Iswanto 2008). Struktur kayu yang mempengaruhi kecepatan terbakarnya
kayu antara lain adalah kayu keras dengan pembuluh terbuka da tanpa tilosis lebih mudah terbakar.
Kandungan zat ekstraktif yang terdapat dalam kayu juga mempengaruhi kecepatan kayu terbakar
seperti adanya kandungan resin.

Kecepatan terbakar kayu lebih cepat dua kali lipat arah axial dibandingkan dengan arah transversal.
Kadar air kayu dapat memperlambat proses pengapian dan proses pembakaran. Dengan
bertambahnya suhu, kayu lebih mudah terbakar. Tetapi pengecualian untuk kayu dengan dimensi
cukup besar akan sulit terbakar, dan kekuatannya menurun secara berangsur-angsur dibandingkan
dengan logam yang langsung melengkung pada suhu diatas 100⁰C.

Kayu dapat terbakar pada temperatur tinggi, menghasilkan dekompsisi kimia dan gas yang mudah
terbakar. Secara umum, tahap-tahap perubahan kayu terhadap panas menurut Iswanto (2008)
adalah sebagai berikut :

1. Penguapan air dalam kayu ( sampai 100⁰C)


2. Penguapan bahan volatil (95-150⁰C)
3. Perubahan struktur karbon dan mengeluarkan gas yang mudah terbakar secara perlahan
(150-200⁰C)
4. Percepatan keluarnya gas yang mudah terbakar, diikuti dengan pengapian dan cahaya (200-
300⁰C)
5. 5. Seluruh bagian kayu terbakar dan terjadi proses pembentukan arang(370-500⁰C)

Dapus :
Iswanto AH.2008. Sifat panas, akustik dan elektrik pada kayu[Skripsi]. Sumatera Utara (ID) :
Universitas Sumatera Utara.