Anda di halaman 1dari 4

REVIEW SKRIPSI

KOPERASI PERTANIAN

Disusun oleh :

Eka Nur Annisa’


361541311024
3A

PROGRAM STUDI D-IV AGRIBISNIS


POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI
2017
 Judul Skripsi
Analisis Pengaruh Kinerja Alat Perlengkapan Organisasi terhadap Keberhasilan Usaha
Koperasi Unit Desa (Survey Pada KUD di Kabupaten Bengkulu Utara Propinsi
Bengkulu)
 Pengarang
Muhamad Sil, SE, S.Pd, M.Si
Drs. H. Ismail
 Tahun Terbit
2002
 Alamat Skripsi
http://repository.ut.ac.id/2035/1/81337.pdf
 Hari, Jam dan Tanggal Mengunduh
Rabu, 16.00, 20 Desember 2017

1.1 Latar Belakang


Peranan koperasi sangat penting yakni sebagai organisasi kekuatan yang besar
ditinjau dari segi politik, sosial budaya dan ketahanan nasional. Hal tersebut tercermin
dalam prinsip koperasi yang antara lain terbuka dan sukarela, prinsip tersebut
mencerminkan bahwa untuk menjadi anggota koperasi tidak terbatas pada golongan
tertentu, aliran politik tertentum pemeluk agama tertentu atau suku bangsa tertentu, tetapi
koperasi justru berperan menghimpun masyarakat yang beraneka ragam tersebut. Oleh
karena itu bagi bangsa Indonesia yang masyarakatnya sangat heterogen, oragnisasi
koperasilah yang sangat tepat.
Di bidang koperasi, perkembangan KUD di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 1995
sampai dengan 1998 mengalami penurunan dari 85 KUD hanya tinggal 45 KUD atau
turun sebesar 47,06%. Fluktuasi perkembangan KUD di Kabupaten Bengkulu Utara
tersebut tidak memperlihatkan perkembangan yang menggemberikan.
Perkembangan pembangunan KUD ditunjukkan melalui meningkatnya jumlah unit
KUD dan bertambahnya jumlah anggota yang terdaftar, meningkatnya jumlah modal,
jumlah asset, volume usaha dan jumlah SHU serta meningkatnya kesejahteraan anggota
KUD itu sendiri. Lemahnya kemampuan pengurus dan pengawas merupakan
permasalahan yang memiliki pengaruh besar terhadap kualitas perkembangan atau
keberhasilan koperasi KUD baik dari segi organisasi maupun dari segi usaha.
Keberhasilan usaha KUD salah satunya dipengaruhi oleh Alat Perlengkapan
Organisasi (APOK) yaitu : Rapat Anggota, Pengurus dan Pengawas. Permasalahan
tersebut yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Pengaruh
Kinerja Alat Perlengkapan Organisasi Koperasi Terhadap Keberhasilan Usaha Koperasi
Unit Desa”.

1.2 Permasalahan
Berdasarkan fenomena yang telah diuraikan dalam latar belakang, maka dapat
diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh kinerja Alat Perlengkapan Organisasi Koperasi yaitu : Rapat
Anggota, Pengurus dan Pengawas terhadap keberhasilan usaha KUD di Kabupaten
Bengkulu Utara, Propinsi Bengkulu?
2. Apakah pengaruh kinerja Rapat Anggota, Pengurus dan Pengawas sama kuatnya atau
tidak jauh berbeda terhadap keberhasilan usaha KUD di Kabupaten Bengkulu Utara
Propinsi Bengkulu?

1.3 Metode yang Digunakan


Penelitian yang dilakukan secara ilmiah adalah usaha untuk mengungkapkan
fenomena hubungan antar variabel. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah
metode survey sampel. Metode survey bertujuan untuk memperoleh gambaran umum
tentang objek yang diteliti serta menjelaskan hubungan-hubungan antar variabel yang
sebelumnya telah ditentukan.

1.4 Hasil dan Pembahasan


Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam kehidupan koperasi, karena itu
rapat anggota mutlak dilaksanakan minimal sekali dalam satu tahun. Pengurus dalam
rapat anggota mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya, demikian juga pengawas
menyampaikan hasil kerjanya dalam melakukan monitoring terhadap kerja pengurus.
Ketepatan waktu pelaksanaan RAT dapat menggambarkan kinerja pengurus. Pada
penelitian di atas menunjukkan keputusan yang diambil dalam rapat anggota sesuai
dengan kebutuhan anggota.
Peranan pengurus koperasi yakni sebagai penerima mandat rapat anggota untuk
mengelola organisasi dan usaha koperasi. Pengurus dalam melaksanakan tugasnya
dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tingkat pendidikan, pengalaman kerja,
pengetahuan dan lain-lain. Tingkat pendidikan pengurus KUD dalam penelitian ini
sebagian besar lulusan SLTP/SLTA, selanjutnya sebagian kecil lulusan Perguruan Tinggi
atau S1 dan SD.
Keterampilan dan kemapuan khusus dari setiap pengurus koperasi menetukan apakah
nantinya koperasi dapat berjalan dengan baik dan mengalami peningkatan. Keterampilan
tersebut dapat diraih melalui pelatihan khusus. Berdasarkan hasil penelitian diatas,
sebagian besar pengurus koperasi hanya pernah mengikuti pelatihan kurang dari 2 kali.
Meskipun hanya pernah mengikuti pelatihan kurang dari 2 kali, pengurus KUD memiliki
pengalaman yang cukup atau sebagian besar antara 3-4 kali diangakat sebagai pengurus
dalam menjalankan tugas mengelola organisasi dan usaha koperasi.
Kemampuan kinerja pengurus juga dipengaruhi oleh tingkat pemahamannya terhadap
tugas dan kewajiban sebagai pengurus, artinya tidak mungkin seseorang dapat
melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa memiliki pengetahuan yang benar terhadap
tugas dan kewajibannya sebagai pengurus koperasi. Berdasarkan penelitian di atas,
sebagian besar pengurus KUD telah memahami seluruh tugas dan kewajibannya serta
mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya masing-masing.
Selain pengurus koperasi, pengawas adalah salah satu dari perangkat organisasi
koperasi yang berfungsi untuk melaksanakan pengawasan atas jalannya kegiatan
organisasi maupun usaha koperasi dan sebagai wakil dari seluruh anggota untuk
melakukan pengawasan atas jalannya kegiatan koperasi. Oleh karena itu, pengawas harus
memiliki tingkat pendidikan yang bagus, terlatih serta berpengalaman. Berdasarkan
penelitian di atas, sebagian besar pengawas KUD memiliki tingkat pendidikan
SLTP/SLTA, pelatihan yang pernah diikuti kurang dari 2 kali, serta pengawas KUD
memiliki pengetahuan hanya sebagian tentang administrasi KUD. Sementara pengetahuna
tentang administrasi pembukuan memang mutlak untuk dimiliki oleh setiap pengawas,
dengan demikian pengawas dapat menilai apakah tugas pengurus sudah sesuai dengan
program yang ditetapkan atai tidak.

1.5 Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan hasil pengujian data yang telah dilakukan, maka dapat
disimpulkan sebagai berikut :
1. Kecilnya pengaruh kinerja alat perlengkapan organisasi yaitu rapat anggota, pengurus
dan pengawas terhadap keberhasilan usaha KUD menunjukkan bahwa kurang
berfungsinya secara optimal alat perlengkapan organisasi koperasi sehingga kurang
mendukung keberhasilan usaha KUD di Kabupaten Bengkulu Utara
2. Keberhasilan usaha KUD di Kabupaten Bengkulu Utara dilihat persentase
perkembangannya dari tahun 1998 ke tahun 1999 perkembangannya rendah, baik
ditinjau dari perkembangan volume usaha, perputaran modal, rasio rentabilitas
ekonomis dan rentabilitas modal sendiri serta profit margin yang dicapai juga rendah.
3. Pengurus koperasi pada umumnya memiliki tingkat pendidikan setara SLTP, SLTA,
dengan pengalaman kerja sebagai pengurus hanya sedang. Hal ini salah satu akibat
kurangnya pengurus mengikuti pelatihan pengurus KUD.
4. Pengawas koperasi sebagian besar memiliki pendidikan SLTP, SLTA dan sebagian
kecil pengawas lulusan perguruan tinggi. Selain itu pelatihan tentang pengawas juga
kurang. Hal ini diikuti pengetahuan pengawas tentang administrasi sebagian besar
kurang sehingga hal ini berakibat kurangnya kinerja pengawas pada kegiatan usaha
koperasi.