Anda di halaman 1dari 12

1 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

A. Pengantar

Gotik pada umumnya sering dihubungkan dengan gaya yang gelap, hitam, dan kejam; tetapi hal ini
berbeda dengan arsitektur Gotik yang menjadi salah satu gaya yang memajukan pikiran orang-orang terhadap
arsitektur ada masa pertengahan. Arsitektur Gotik berkembang setelah masa arsitektur Romanesque. Nama
Gotik berasal dari suku “Goths” yang dianggap dramatis dan sangat kejam oleh kaum Romawi. Gaya
arsitektur ini mendapatkan nama Gotik karena perubahan gaya yang sangat dramatis dari gaya Romawi dan
Yunani yang klasik dan formal.
Arsitektur Gotik memiliki konsep “reaching towards the heavens” atau menggapai surga. Hal ini dapat
terlihat dengan jelas dari bangunan-bangunan era Gotik yang kebanyakan berupa katedral tinggi yang
memiliki jendela-jendela besar. Arsitektur Gotik mementingkan vertikalitas, detil ornamen, serta cahaya yang
masuk ke dalam bangunan. Ketiga hal tersebut yang membentuk ciri-ciri arsitektur Gotik, yaitu penggunaan
pointed arch, kolom yang lebih tipis, ribbed vaulting, rose windows, flying buttresses dan ciri-ciri lainnya
yang bertujuan agar bangunan dapat mencapai tinggi semaksimal mungkin dengan cahaya yang melimpah
untuk menciptakan kesan surgawi dalam katedral.
Gaya arsitektur Gotik adalah sebuah gaya yang universal tetapi memiliki ciri-ciri yang berbeda dari satu
daerah ke daerah yang lain, sehingga memunculkan kekhasan gaya Gotik dari masing-masing daerah, seperti
pada Gotik Inggris dan Gotik Italia. Gotik Inggris memiliki bentuk bangunan yang lebih horizontal
dibandingkan dengan Gotik daerah lainnya. Pada Gotik Italia, detil ornamen bangunannya lebih berwarna
daripada yang lain.

B. Sejarah dan perkembangannya


Gaya arsitektur Gothic yang dimulai pada pertengahan abad 12 merupakan perkembangan dari arsitektur
klasik yang lahir di eropa timur mirip dengan gaya romanesque yang lahir pada eropa barat. Arsitektur gothic
lahir pada Gereja St Denis di Perancis. Arsitektur Gothic sebenarnya masih banyak menggunakan gubahan
bentuk dari gaya romanesque. Namun akibat tempat berkembangnya gaya arsitektur ini adalah kerajaan
Byzantium yang bertetangga dengan Kehalifahan Islam dan Kekaisaran Persia , maka terdapat banyak elemen
arsitektur islam dan juga arsitektur mesopotamia yang mempengaruhi berbagai elemen pada arsitektut gothic.
Gaya gothic diyakini merupakan perwujudan seni barbarian yang merupakan peradapan masyarakat yang
sedang mengalami proses kehancuran. Dalah bahasa inggris pun goth setara dengan perusak. Gothic dianggap
tidak memiliki cita rasa seni dan menyimpang dari seni yang sudah ada. Sebutan ini digunakan oleh orang
Reinassence yang meremehkan keahlian pembangunan ahli bangunan Gothic.
Arsitektur Gothic sebagian besar memang diterapkan pada katedral, bangunan paroki di Eropa. Namun
seiring berjalannya waktu, universitas, istana, dan bali pun juga menggunakan gaya Gothic. Gaya arsitektur
gothic memang mengadaptasi gaya romanesque. Namun tetap memiliki cirikhas sendiri misalnya saja gaya
gothic dengan penggunaan berbagai hal yang serba lancip sedangkan gaya romanesque yang serba bundar.
Tidak hanya untuk keindahan, penngunaan lengkungan yang lancip daapt mengurangi topangan samping dan
juga meringankan beban atap. Perbedaan yang cukup jelas lainnya yaitu jumlah dan luasan jendela yang jauh
lebih banyak daripada gaya romanesque yang memang mempersilahkan cahaya untuk membanjiri seluruh
ruangan. Gaya gothic memiliki keunggulan dalam menciptakan atmosfir dalam suatu bangunan seperti

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017


2 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

penggunaan garis dan geometri, dan juga pencahayaan . Sedangkan keunggulan dalam perihal strukturalnya
yaitu bentukan rusuk pada kubah yang tidak hanya meemperkuat tapi juga memanjakan visual.
Arsitektur Gothic lahir di berbagai tempat yang sedikit menyebar dan penyebarannya itu menyebabkan
adanya beberapa keunikan dari gaya Gothic di berbagai kota. Beberapa contoh bangunan bergaya Gothic
yang terkenal yaitu Notre Dame, Saint Dennis, dan Katedral Reims.

C. Karakteristik
1. Denah dan Tata Ruang
Contoh paling penting dan utama dari peninggalan arsitektur Gothic ialah Katedral dan gereja-gereja
besar. Bangunan-bangunan ini umumnya memiliki kesamaan karakteristik denah dan tata ruang
yang baku.

Gambar b.1 Denah Umum Katedral Gothic terdiri atas (A)Nave, (B)Transcept, (C)Choir, (D) Aisle

Umumnya, denah bangunan terdiri atas sumbu utama yang menghadap sisi barat dan timur, dimana
bagian paling barat menjadi pintu masuk utama dan sebelah timur menjadi bagian paling tinggi
dimaan altar diletakkan. Denah secara keseluruhan berbentuk menyerupai salib. Lengan terpanjang
yang lentang sepanjang sumbu utama barat-timur disebut nave. Nave pada umumnya diapit oleh
jalan kecil yang lebih sempit dan rendah di kedua sisinya yang disebut aisle.
Sementara transcept ialah lengan lebih pendek yang melintang dari selatan ke utara tegak lurus
dengan ujung timur nave. Seperti halnya nave, bagian ini meliputi jalan utama yang diapit aisle yang
memiliki ketinggian dan lebar sama dengan aisle pada nave.
Sisi timur ialah bagian paling penting dan sakral. Lantai dan langit-langitnya selalu lebih tinggi
dibandingkan bagian lain. Pertemuan diujung paling timur memiliki bentuk beragam seperti
setengah lingkaran, polygonal ataupun kotak yang biasa disebut apse. Beberapa katedral dilengkapi
kapel yang terpisah dari struktur utama bangunan, namun terhubung oleh langit-langit lengkung
terbuka dengan sisi timur. Satu katedral dapat memiliki beberapa kapel sekaligus. Kapel paling
sakral dan indah diletakkan sejajar dengan sumbu utama, yakni pada bagian timur dari sisi timur
(choir0 dari katedral tersebut. Kapel inilah yang sering disebut sebagai Mary’s Chapel, kapel khusus
sebagai tempat devosi Bunda Maria dalam ajaran Kristiani

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017


3 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

2. Menara
Pada setiap bangunan bergaya gothic
memiliki satu atau lebih menara pada
bangunannya. Pada gereja katedral, menara
tersebut menandakan adanya peribadatan di
dalam gereja tersebut dan hal tersebut masih
berlaku hingga saat ini seperti yang dapat dilihat
adanya isyarat dengan membunyikan lonceng
yang diletakan pada bagian atas menara

Gambar c.1 Menara pada bangunan arsitektur gothic


1000wordsforfrance.blogspot.co.id
3. Rose Window
Rose window merupakan jendela yang
berbentuk seperti bunga mawar. Jendela ini
menggunakan kaca patri warna warni yang
sedang banyak digunakan akibat kemajuan teknologi kaca pada saat itu. Gambar pada kaca patri
itupun memiliki makna masing masing. Biasanya menceritakan sejarah keagamaan dan tokoh tokoh
yang berpengaruh. Jendela ini tentu saja untuk memasukan cahaya sebanyak banyaknya serta
memberikan keindahan secara visual. Sesuai dengan konsep agama katolik yang menggunakan
cahaya sebagai simbol firman dan kehadiran Tuhan.

Gambar b.2 Rose Window


https://en.wikipedia.org/wiki/Gothic_ar
chitecture
4. Proporsi
Proporsi dalam bangunan gaya Gothic terbilang sangat
besar yang memiliki kesan agung karena skalanya yang
sangat jauh dari skala manusia normal. Namun karena langit
langit yang tinggi dan banyaknya jendela, interior bangunan
menjadi sangat terang

Gambar c.3 Proporsi pada Arsitektur


Gothic
https://universitas.uni.edu/sites/default/fi
les/Winter2012/borkuni3.jpg

5. Gargoyle

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017


4 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

Merupakan sebuah monster dengan bentuk


menyeramkan yang diletakan menghadap ke
bawah disepanjang atap bangunan. Pemberian
patung ini ditujukan untuk menakut nakuti para
manusia yang pada saat ini takut dengan takhyul.
Bentuk yang seram memaksa orang orang pergi ke
gereja atau katedral untuk mencari perlindungan
serta perlindungan. Selain untuk menakut nakuti,

Gambar c.4 Gargoyle gargoyle juga digunakan dalam sistem drainase


gerenandchrissie.wordpress.com untuk menyalurkan air hujan dari atap keluar dari
mulut mereka.

6. Pointed Arch

Elemen ini adalah sesuatu yang dicontoh dari arsitektur Islam di Timur
Dekat. Pointed arch memungkinkan sebuah bukaan untuk dibuat pada dinding
tanpa mengurangi kekuatan dari dinding tersebut. Elemen ini merupakan salah
satu unsur yang membuat bangunan Gotik bisa mencapai ketinggian yang
sebelumnya tidak dapat dicapai pada arsitektur Romawi. Jendela, pintu gerbang,
ornamen fasad dan elemen-elemen bangunan Gotik lainnya banyak
menggunakan prinsip elemen ini. Seringkali diitemukan pola geometris yang
menhiasi ujung Pointed Arch, terkadang desainnya hingga sangat rumit dan
Gambar c.5 Pola-pola kompleks.
geometri yang berulang
pada puncak Pointed Arch

Gambar c.6 Jenis-jesnis Pointed Arch

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017


5 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

7. Ribbed vaulting

Elemen ini biasanya terlihat pada langit-langit bangunan


Gotik. Sederhananya, ribbed vaulting adalah sebuah elemen
struktur yang dapat menggantikan kolom-kolom pada era
Romawi. Elemen ini lebih efisien dalam menahan beban
daripada kolom, sehingga bangunan Gotik dapat dimaksimalkan
ketinggiannya ketika digabungkan dengan kolom yang ramping
dan tinggi.

Sebuah ribbed vault terbuat dari persimpangan antara 2-3


buah barrel vaults yang diilustrasikan pada gambar c.7
Gambar c.7 Barrel Vault dan
Ribbed Vault

Gambar c.8 (dari kiri) Langit-langit Katerdral Reims; Rencana pembangunan Ribbed Vaulting; Langit-langit Gereja St. Olaf

8. Flying buttresses

Bahan bangunan pada era Gotik berupa batu-batuan yang berat, hal ini
berefek pada gaya tekan yang cukup besar dari atap maupun dinding bangunan
Gotik. Gaya ini dapat menyebabkan dinding bangunan meledak keluar dan
runtuh. Pada era Romawi, cara menyelesaikan ini adalah dengan
menggunakan elemen yang disebut buttress, yaitu sebuah struktur seperti
dinding yang berfungsi sebagai jalur tambahan agar gaya dapat terbagi pada
dinding bangunan. Buttress tradisional bentuknya masif dan memakan ruang
yang cukup banyak. Pada arsitektur Gotik, ditemukan sistem flying buttress
yang memiliki bentuk lebih elegan, murah dan ramping daripada buttress
Gambar c.9 tradisional, sehingga lebih banyak jendela dapat dipasang pada bangunan
Aliran gaya pada flying
butress Gotik.

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017


6 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

Gambar c.10
Flying buttress pada bangunan (dari
kiri) St. Mary’s Church dan Washington
National Cathedral

D. Fase-fase arsitektur gothic


1. Gothic awal (early gothic) 1120 – 1200

Seperti sudah disebutkan pada paragraf


sebelumnya, bangunan bergaya gothic
pertama muncul di bangunan Chuch Of Saint
Denis yang dibangun di Perancis pada tahun
1140. Setelah gereja tersebut terbangun,
mulai muncul gereja-gereja lain dengan gaya
yang serupa, contohnya Notre Dame de Paris
Gambar d.1 Notre Dme,
(1163 - 1345) dan Laon Cathedral (1125- https://en.parisinfo.com/var/otcp/sites/images/media/1.-photos/02.-
sites-culturels-630-x-405/cathedrale-notre-dame-parvis-nuit-630x405-
1215). Kolom yang pada awalya tebal, besar, c-thinkstock/36057-1-fre-FR/Cathedrale-Notre-Dame-parvis-nuit-
630x405-C-Thinkstock.jpg
dan hanya berfungsi sebagai penyalur beban
berubah menjadi lebih ramping,dan bersambung ke langit-langit, menjadikannya bagian dari dekorasi
interior bangunan. Hiasan pada dinding dekat langit-langit yang memisahkan jendela satu dengan yang
lainnya (window tracery) juga mulai berkembang pada masa ini.

Bangunan pada early gothic memiliki ciri khas


yaitu mulainya penggunaan flying buttresses, dan juga
mulainya mendirikan dua menara tinggi yang
dilekatan di bagian barat (tempat dimana pintu masuk
gereja biasanya berada). Ciri lainnya adalah altar yang
berbentuk setengah lingkaran yang ditempatkan lebih
tinggi dari lantai gereja, dan dikelilingi oleh tempat
berjalan. Gaya gothic ini menyebar tidak hanya di
Gambar d.2 westminster abbey, Perancis, namun sampai ke Jerman, Italia, Spanyol,
https://assets.londonist.com/uploads/2016/12/i875/westmi
nster_abbey_jamie_koster.jpg Portugal, bahkan Inggris. Di Inggris sendiri terdapat
dua gereja yang menggunakan gaya early gothic, yaitu Canterbury Cathedral dan Westminster Abbey.

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017


7 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

2. Rayonnant gothic (high gothic) 1200-1280

Rayonnant gothic merupakan gaya dimana


para seniman dan arsitek mulai lebih focus terhadap
keindahan bangunan dibandingkan dengan struktur
penopang bangunann. Struktur tidak benar-benar
dikesampingkan, namun lebih banyak inovasi
dalam bidang desain dibandingkan dengan bidang
struktur pada masa ini. Beberapa contoh inovasi
desain pada gereja adalah mulai merebaknya
Gambar d.3 strasborough cathedral penggunaan jendela mawar (rose window), yang
http://cdnassets.hw.net/40/0a/a25ec86d46cdb2bddc1eaf607f1
3/strasbourg-cathedral-al-hero.jpg terutama diletakkan di bagian barat (bagian depan)
dari gereja, munculnya pinnacles atau bagian-
bagian di langit-langit yang cenderung lebih tuncing dari bagian lain, dan juga window tracery yang
semakin bergam dan bervariasi. Dalam gaya rayonnant juga, kolom-kolom menjadi lebih ramping lagi.
Stained glass juga menjadi cukup popular pada era ini. Salah satu contoh katedral yang menggunkan
gaya ini adalah Strasborough Cathedral.

3. Flamboyant gothic (late gothic) 1280-1500

Flamboyant gothic merupakan gaya gothic yang


bertahan paling lama, dan gaya paling dekoratif dari
semua gaya gothic yang ada sebelumnya. Kata
flamboyant diambil dari kata “flambe”, sebuah kata
dalam Bahasa perancis yang berarti “api” dalam Bahasa
Indonesia. Kata tersebut merujuk pada hiasan-hiasan
berbentuk seperti api, yang ada di window tracery,
langit-langit, bahkan hiasan pada kolom. Flamboyant
Gambar d.4 church of saint maclou,
https://i1.wp.com/frenchmoments.eu/wp-
gothic benar-benar berfokus pada hiasan dibandingkan
content/uploads/2015/08/West-front-of-Saint-Maclou- dengan struktur. Haya ini juga merupakan gaya yang
Church-in-Rouen-copyright-French-
Moments.jpg?fit=1200%2C804&ssl=1 paling tersebar di eropa. Hal tersebut disebabkan karena
kondisi politik yang cukup memanas dan mengakibatkan perang, yang berujung pada pembangunan gereja
bukan menjadi focus utama dibandingkan pembangunan kota, dan menyebabkan bangunan-bangunan publik
yang dibangun pada masa itu menggunakan gaya arsitektur flamboyant gothic. Salah satu contoh bangunan
flamboyant gothic yang masih bertahan adalah Church of Saint Maclou. Setelah lama berjalan, gaya
flamboyant gothic dinilai terlalu banyak oranmen dan tidak memiliki tujuan yang pasti, sehingga orang-orang
memutuskan unutk kembali lagi ke arsitektur yang terukur dan pasti (gaya arsitektur peninggalan roma),
sehingga munculah gaya Renaissance yang menggantikan gaya gothic.

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017


8 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

E. Pengaruh Arsitektur Gothic


Arsitektur Gothic menyebar di seluruh
penjuru Eropa bersamaan dengan proses
penyebaran agama katolik. Pada awal abad ke-12,
kekuasaan Kekaisaran Agung Romawi yang
terbentang dari eropa barat hingga bagian selatan
dan utara takluk dibawah seragan kaum barbar,
hal ini kemudian juga mendorong lahirnya
arsitektur gothic akibat perubahan kondisi sosial
dan politik. Karen aitu tidak heran, pengaruh
aritektur gothic dapat dilihat pada bagian Eropa
Gambar e.1 Persebaran pengaruh Arsitektur Gothic di daratan Barat (Inggirs, Perancis, Belgia Belanda, dan
Eropa
Skotlandia), Eropa Tengah (Jerman), hingga
Eropa bagian Selatan dan Utara (Italia, Spanyol, dan Portugal). Pada bagian ini akan dijelaskan perkembangan
Arsitektur Gothic yang mengalami perkembangan paling dominan, yakni Arsitektur Gothic di Perancis dan
Inggris.
1. Arsitektur Gothic di Inggris
Pada masa awal masuknya pengaruh arsitektur gothic, Inggris telah mengenal penataan ruang
terlebih dahulu, sehingga beberapa perbedaan mendasar dapat ditemui pada arsitektur gothic gaya
Inggris. Salah satu perbedaan yang mencolok ialah ketiadaaan bagian apse pada masa awal
perkembangannya.
Untuk bagian dinding, gothic gaya Inggris umumnya meggunakan material batu selain batu bata.
Karena itu, pada masa transisional dan masa early englishi dinding umumnya sangat masif dan
tebal, namun seiring berjalannya waktu semakin menipis. Pada daerah yang memiliki material
dengan warna beragam dan mudah dibentuk, sangat banyak ditemui tambahan ornamen.
Keberadaan menara juga menjadi bagian penting dari masa ini, dimana pada awalnya ditandai
dengan limas meruncing yang dominan pada setiap
menara. Semakin berkembangnya zaman,
keberadaan limas ini kemudian semakin berkurang
hingga pada masa akhir gothic Inggris, hanya sedikit
menara yang memiliki atap menonjol

Gambar e.3 Menara dan Limas Runcing di Katedral St.Pierse

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017


9 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

Bukaan seperti jendela dan pintu pada gaya gothic inggris ditandai dengan lengkungan pada
bagian atas. Lengkungan ini juga mengalami perkembangan diamana pada masa awal (Early
English) bagian ini merupakan bgabungan bentuk semi lingkaran dengan pointed arch . Bentuk
ini kemudian berkembang dengan ditambahkannya berbagai ornamen, kaca pada bagian atas
(casp) atau beberapa bukaan yang dijejerkan bersama.

Gambar e.4 Perkembangan Bentuk Bukaan Arsitektur Gothic Inggris (kiri) Jendela Abad 12, (tengah)
Jendela abad 13, (kanan) Jendela Abad 13

2. Arsitektur Gothic di Perancis


Memiliki perbedaan mendasar dengan yang ada di Inggris, ditelusuri dari aspek sosial, politik,
situasi, agama kedua negara. Pada awal perkembangannnya, terlihat perbedaan jelas dengan gaya
arsitektur gothic di Inggris, hal ini daaptditelusuri dari aspek sosial, politik dan situasi agama kedua
negara pada masa tersebut.
Pada awal perkembangannya, perbedaan ini terlihat pda lengkungan yang lebih tajam, dan
proporsi tinggi jendela yang tidak jauh berbeda dibanding tingginya. Perbedaan mencolok juga
dapat ditemui pada bagian denah. Denah arsitektur gothic gaya Perancis umumnya lebih lebar
secara proporsi dengan panjangnya. Bagian transcept tidak terlalu dominan bahkan seringkali
tidak ada. Ujung timur umumnya berupa apse yang dikelilingi cincin melingkar.
Sementara untuk bagian dinding, materia yang paling umum digunakan ialah batu yang
sering dihias dengan ukiran. Ukiran dan ornamen yang di temui pada gothic gaya Perancis terkesan
lebih sederhana dan berukuran besar. Ukiran biasanya hadir berdampingan dengan figur yang
mewakili bentuk tertntu seperti kepala hewan, statue, atau kelompok tumbuhan.

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017


10 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

Gambar e.5 Denah Katedral Gambar e.6 Ornamen pada katedral


Amiens Perancis (1210-1272) St.Nicholas, Blois, Perancis

F. Contoh karya yang masih ada sampai sekarang


Seperti yang dapat dilihat pada Gereja Katedral Chartres di Perancis masih menerapkan ciri khas dari
gaya Gothic. Walaupun sempat terbakar sebagian pada tahun 1194, namun telah dibangun kembali.

Gambar f.1 Rose window dan pointed arch pada


Katedral Chartres Perancis
https://pxhere.com/id/photo/666386

Gambar f.2 Menara pada Katedral Chartres


Perancis
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Chartres_
1.jpg kas:Chartres_1.jpg

Gambar f.3 Ribbed Vaulting pada Katedral Chartres


Perancis
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Chartres_1.jpg
kas:Chartres_2.jpg

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017


11 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

G. Kesimpulan
Arsitektur Gothic adalah arsitektur yang berkembang pada awal abad 12 hingga abad 16. Arsitektur ini
dicirikan dengan beberapa hal seperti pointed arch,flying butresses, ribbed vaults, menara, gaygoyle, dan
denah khusus. Arsitektur ini membawa pengaruh utama hampir ke seluruh daratan eropa, dan mengalami
perkembangan utama di Inggris, Perancis dan sekitarnya. Jejak peninggalan arsitektur ini masih dapat
kita temui dalam beberapa bangunan yang masih dipertahankan keasliannya, seperti Katedral Chartres
di Perancis

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017


12 Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan

DAFTAR PUSTAKA

https://study.com/academy/lesson/gothic-art-and-architecture.html
http://www.visual-arts-cork.com/architecture/gothic-style.htm
http://www.visual-arts-cork.com/history-of-art/gothic-architecture.htm
http://www.cultus.hk/goth/readings/Rayonnant_style.pdf
http://www.visual-arts-cork.com/architecture/flamboyant-gothic.htm
https://www.khanacademy.org/humanities/medieval-world/latin-western-
europe/gothic1/v/birth-of-the-gothic-abbot-suger-and-the-ambulatory-in-the-basilica-of-st-
denis-1140-44
http://reksaalantap.blogspot.co.id/2013/07/makalah-arsitektur-ghotic.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/06/jejak-perkembangan-arsitektur-gothik/
https://www.arsitag.com/article/gaya-arsitektur-gotik
http://www.arsigraf.com/2017/03/definisi-arsitektur-gotik-dan-ciri.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Katedral_Chartres
https://www.britannica.com/technology/rib-vault
https://www.academia.edu/6019933/The_Importance_of_the_Ribbed_Vault_in_Gothic_Arch
itecture
https://study.com/academy/lesson/flying-buttress-definition-architecture-lesson.html
https://www.britannica.com/technology/pointed-arch
https://www.thoughtco.com/what-is-gothic-literature-739030

Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan 2017