Anda di halaman 1dari 14

STRATEGI PELAKSANAAN

HALUSINASI

Disusun Oleh :

 Dinda Oktavianthi (1510711013)


 Ade Fathur Ridhoi (1510711015)
 Muthia Nasya Utami (1510711032)
 Nur Fadly (1510711043)
 Frederikus wenehenubun (1510711064)

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta


2017/2018

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Pertemuan I

Hari/tanggal : Rabu, 01 November 2017

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi klien

Klien sering mendengar suara-suara pada malam hari ketika klien hendak

tidur,dan suara yang klien dengar itu berkata “Tegakkan Keadilan” dan klien nampak

gelisah, serta berbicara sendiri.

2. Diagnosa keperawatan

Gangguan sensori persepsi : halusinasi pendengaran

3. Tujuan

- Klien mampu mengenal halusinasi

- Klien mampu mengontrol halusinasi

4. Rencana tindakan keperawatan

a. BHSP

b. Mengidentifikasi jenis halusinasi

c. Mengidentifikasi isi, waktu, frekuensi halusinasi

d. Mengidentifikasi respon klien terhadap halusinasi

e. Mengajarkan tekhnik menghardik halusinasi

f. Mengajurkan memasukkan cara menghardik ke jadwal harian

klien

B. Strategi Komunikasi Dalam Pelaksaan tindakan Keperawatan

1. Orientasi

a. Salam terapeutik

“Selamat pagi Bapak! Perkenalkan nama saya Ade dan teman saya Muthia.

Kami mahasiswa S1 Keperawatan UPN “Veteran” Jakarta yang akan praktik disini

selama 2 minggu mulai hari ini, selama disini kami akan merawat dan membantu

Bapak menyelesaikan masalah yang Bapak alami sekarang, kalau boleh tahu

nama Bapak siapa dan senang di panggil siapa?”


b. Kontrak

- Topik : Bapak ”E” tadi kita sudah berkenalan, bagaimana kalau hari ini

kita berbincang-bincang tentang alasan Bapak masuk ke tempat ini

dan siapa yang membawa Bapak ke tempat ini?

- Waktu : Bagaimana kalau kita berbincang-bincang selama 15 menit, apakah

Bapak setuju?

- Tempat : Dimana tempat yang Bapak sukai untuk berbincang-bincang

dengan saya? Bagaima kalau di sini saja?

2. Fase kerja

- Mengidentifikasi jenis halusinasi

”Bagaimana yang biasa Bapak alami?”

- Indentifikasi isi halusinasi

”Saat ini Bapak mendengarkan suara-suara apa?”

- Identifikasi waktu halusinasi

”Kapan biasanya Bapak mendengar suara-suara itu?”

- Identifikasi frekuensi halusinasi

”Berpa sering Bapak mendengar suara-suara itu?”

- Identifikasi situasi halusinasi

”Apakah saat Bapak mendengar suara-suara itu Bapak, dalam keadaan sendiri

atau saat berkumpul bersama teman-teman Bapak?”

- Identifikasi respon halusinasi

”Apakah saat Bapak mendengar suara-suara itu biasanya mengikuti bisikan

yang Bapak dengar?”

- Praktekkan cara menghardik halusinasi


”Pertama-tama kita coba lakukan latihan menghardik halusinasi pendengaran.

Pertama saat mendengar suara itu, Bapak biasa mencari kesibukan dengan cara

mengusir (Pergi,... saya tidak mau mendengar) menutup telinga.

- Mempraktekan cara menghardik halusinasi dalam

kegiatan harian.

”Jadi, kalau Bapak termenung atau menyendiri Bapak lakukan apa yang saya

ajarkan ya Pak!! Jangan sampai termenung sendiri dan usahakan mencari

kesibukan ya Bapak!!”

3. Fase terminasi

- Evaluasi Subjektif

Bagaiman perasaan Bapak setelah berbincang-bincang dengan saya?

- Evaluasi objektif

Coba Bapak ulangi apa yang kita obrolkan tadi?

- Rencana tindak lanjut

Bapak ”E” kita sudah berkenalan, jadi jika Bapak butuh bantuan silahkan

hubungi saya atau perawat lain.

- Kontrak yang akan datang

Topik : ” Bapak karena waktu yang kita sepakati tadi sudah habis, bagaimana

kalau besok kita lanjutkan lagi? Kita akan membahas tentang suara-

suara yang di dengar”.

Waktu : Bapak mau berbincang-bincang dengan kami jam berapa? Bagaimana

kalau jam 09.00 besok selama 15 menit, Bapak setuju?

Tempat : ”Besok kita akan kembali ngobrol di tempat ini lagi, Bapak setuju?

Terima kasih Pak. Silahkan Bapak istirahat sekarang.


STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Pertemuan II

Hari/tanggal : Kamis, 02 November 2017

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi klien

Klien sering mendengar suara-suara pada malam hari ketika klien hendak

tidur,dan suara yang klien dengar itu berkata ’’Tegakkan Keadilan” . dan klien

nampak gelisah , serta berbicara sendiri. Klien nampak tenang dan kelihatan dan rapi.

2. Diagnosa keperawatan

Gangguan sensori persepsi : halusinasi pendengaran

3. Tujuan

Klien mampu mengontrol halusinasinya dengan cara berbicara bersama orang

lain.

4. Rencana tindakan keperawatan

a. Evaluasi ke jadwal harian

b. Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan cara berbicara bersama orang

lain.

c. Menganjurkan kepada klien agar memasukan kegiatan ke jadwal kegiatan harian

klien.

B. Strategi Komunikasi Dalam Pelaksaan tindakan Keperawatan

1. Orientasi

a. Salam terapeutik

“Selamat pagi Bapak ”E”, masih ingat nama saya?”

b. Evaluasi/validasi

“Bagaimana perasaan Bapak pagi hari ini? Bagaimana tidur Bapak semalam?

Apakah Bapak sudah melakukan latihan menghardik suara yang saya ajarkan, apa

yang Bapak rasakan setelah melakukan latihan menghardik secara teratur?”

c. Kontrak
- Topik : Baik Bapak, sesuai dengan janji kita kemarin.hari ini kita akan

berlatih mengendalikan halusinasi dengan cara berbicara bersama

orang lain.

- Waktu : Bagaimana kalau kita berbicara selama 15 menit, apakah Bapak

setuju?

- Tempat : Bapak ingin kita berbicara disini saja atau ditempat lain?

2. Fase kerja

- Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien

”Apakah Bapak melakukan jadwal kegiatan harian secara teratur? Apakah

Bapak sudah melakukan latihan dengan cara mengusir yang kami ajarkan

kemarin”?

- Melatih pasien mengendalikan halusinasi dengan cara

”Berbicara” dengan orang lain.

”Baik Pak mari kita lakukan latihan pengendalian halusinasi dengan cara

berbicara dengan orang lain ya Pak. Dengan cara mengajak teman-teman Bapak di

sekitar Bapak. Cotohnya : Tolong ajak saya berbicara, saya mendengar suara-

suara itu lagi”

- Anjurkan klien memasukkan kegiatan kedalam jadwal

harian

”Nah,... tadi Bapak telah melakukan latihan mengendalikan halusinasi dengan

cara berbicara dengan orang lain, Bagaimana kalau kita memasukkan latihan ini

ke jadwal kegiatan sehari-hari Bapak, kapan waktu yang Bapak inginkan untuk

melakukan latihan ini, bagaimana kalau setiap jam 15.00 sore bisa kan Pak?”

3. Fase terminasi
- Evaluasi Subjektif

Bagaiman perasaan Bapak setelah melakukan latihan mengendalikan

halusinasi dengan cara berbicara dengan orang lain.

- Evaluasi objektif

Coba Bapak lakukan lagi cara mengontrol halusinasi dengan cara berbicara

tersebut, misalnya dengan kami saat ini.

- Rencana tindak lanjut

Hari ini pembicaraan kita sudah cukup, jadi saya sudah mengajarkan Bapak 2

cara mengontrol halusinasi. Jadi bisa Bapak sebutkan dua cara mengontrol

halusinasi itu? Jadi kalau Bapak mengalami halusinasi lakukanlah apa yang telah

saya ajarkan.

- Kontrak yang akan datang

Topik : ” Bapak besok kami akan datang lagi dan kami akan mengajarkan cara

ke-3 mengontrol halusinasi yaitu dengan cara melakukan aktifitas yang

mampu ibu lakukan saja.

Waktu : Jam berapa Bapak maunya? Bagaimana kalo jam 09.00 seperti hari ini

lagi?

Tempat : Bagaimana kalau di tempat ini lagi saja Pak? Bapak setuju kan?

sekarang Bapak silahkan beristirahat , Terima kasih ya Pak.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Pertemuan III
Hari/tanggal : Kamis, 02 November 2017

A. Proses Keperawatan

1. Kondisi klien

Kondisi klien Klien sering mendengar suara-suara pada malam hari ketika

klien hendak tidur,dan suara yang klien dengar itu berkata ’’Tegakkan Keadilan” .

dan klien nampak gelisah , serta berbicara sendiri. Klien nampak tenang dan

kelihatan dan rapi.

2. Diagnosa keperawatan

Gangguan persepsi sensori : Halusinasi pendengaran

3. Tujuan

Klien mampu mengontrol halusinasi dengan cara melakukan kegiatan.

4. Rencana tindakan keperawatan

a. Evaluasi jadwal kegiatan harian

b. Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara melakukan

kegiatan yang mampu klien lakukan.

c. Menganjurkan klien memasukan kegiatan ke jadwal kegiatan sehari-

hari klien.

B. Strategi Komunikasi Dalam Pelaksaan tindakan Keperawatan

1. Orientasi

a. Salam terapeutik

“Selamat pagi Bapak ”E”, bagaimana keadaan Bapak hari ini?”

b. Evaluasi/validasi

”Bagaimana perasaan Bapak pagi hari in? Bagaimana tidur Bapak

semalam? Apakah Bapak sudah melakukan latihan mengontrol halusinasi


dengan cara bercakap-cakap, Lalu apa yang Bapak rasakan setelah Bapak

melakukan berbicara dengan orang lain?”

c. Kontrak

- Topik : Baik Bapak, sesuai dengan janji kita kemarin, hari ini kita akan

latihan mengontrol halusinasi dengan cara melakukan kegiatan

yang mampu Bapak lakukan”.

- Waktu : seperti janji kita kemarin kita akan berbincang-bincang selama 15

menit ya Bapak. Bapak setuju?

- Tempat : Bagaimana kalau di tempat ini lagi saja ya Pak? Bapak mau kan?

4. Fase kerja

- Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien.

”Apakah Bapak melakukan jadwal kegiatan harian Bapak secara teratur?

Apakah Bapak sudah melakukan latihan dengan cara berbicara bersama orang

lain, yang saya ajarkan kemarin?”

- Latih klien mengontrol halusinasi dengan cara

(Melakukan Kegiatan) yang mampu klien lakukan.

“Caranya Bapak melakukan kegiatan apa saja yang bisa Bapak kerjakan ya

Pak. Contoh: melakukan kegiatan seperti menyapu ruangan, mengepel dll”

- Mengajurkan klien memasukkan kegiatan ke dalam

jadwal harian

”Nah,... tadi Bapak sudah melakukan latihan mengendalikan halusinasi dengan

cara melakukan kegiatan yang mampu Bapak lakukan. Bagaimana kalau kita

masukkan latihan ini ke jadwal kegiatan sehari-hari Bapak. Kapan waktu yang

Bapak inginkan Bapak bisa melakukan latihan ini, bagaimana kalau setiap jam

15.00 sore bisa Bapak?”


5. Fase terminasi

- Evaluasi Subjektif

Bagaiman perasaan Bapak setelah melakukan latihan mengontrol halusinasi

dengan cara melakukan kegiatan yang mampu Bapak lakukan?

- Evaluasi objektif

Kalau begitu coba Bapak lakukan lagi, apa Bapak bisa melakukannya?

- Rencana tindak lanjut

”Perbincangan hari ini sudah cukup, jadi saya sudah mengajarkan 3 cara

mengontrol halusinasi, jadi kalau Bapak mengalami halusinasi Bapak bisa

melakukan apa yang telah saya ajarkan kepada Bapak”

- Kontrak yang akan datang

Topik : Bapak, besok saya akan datang lagi dan saya akan memberikan

pengetahuan tentang masalah(Pemberian Obat-obatan) secara teratur.

Waktu : Bapak, mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 09.00 seperti hari ini?

Tempat : Bagaimana kalau di tempat ini lagi saja ya Pak? Bapak setuju kan?

Kalau begitu terima kasih Pak, silahkan Bapak beristirahat.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

Pertemuan IV
Hari/tanggal : Jum’at, 04 November 2017

A. Proses Keperawatan

1. Kondisi klien

Klien sering mendengar suara-suara pada malam hari ketika klien hendak

tidur,dan suara yang klien dengar itu berkata ’’Tegakkan Keadilan” . dan klien

nampak gelisah , serta berbicara sendiri. Klien nampak tenang dan kelihatan dan rapi.

2. Diagnosa keperawatan

Gangguan persepsi sensori : Halusinasi Pendengaran

4. Tujuan

Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara minum obat secara teratur.

4.Rencana tindakan keperawatan

a. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian.

b. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obat secara

teratur.

c. Menganjurkan kepada klien untuk memasukan ke dalam jadwal

kegiatan harian.

d. Bantu klien menggunakan obat dengan prinsip 5 B

B. Strategi Komunikasi Dalam Pelaksaan tindakan Keperawatan

1. Orientasi

a. Salam terapeutik

“Selamat pagi Bapak ”E”

b. Evaluasi/validasi

“Bagaimana perasaan Bapak hari ini? Apa yang Bapak rasakan saat ini?

apakah Bapak sudah melakukan latihan mengontrol halusinasi dengan cara


melakukan kegiatan yang semampu untuk Bapak lakukan, lalu apa yang Bapak

rasakan setelah Bapak melakukanya?”

c. Kontrak

- Topik : Baik Pak, sesuai dengan janji kita kemarin, hari ini kita akan

melakukan latihan mengontrol halusinasi dengan cara minum obat secara teratur.

- Waktu : Berapa lama Bapak mau? Bagaimana kalau selama 15 menit ya

Pak? Bapak setuju?

- Tempat : Bagaimana kalau di ruangan ini kembali saja ya Pak?

2. Fase kerja

- Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien

”Apakah Bapak mmelakukan jadwal kegiatan harian itu secara teratur?

Apakah Bapak sudah melakukan latihan dengan cara melakukan kegiatan

semampu Bapak, seperti yang saya ajarkan?”

- Melatih klien mengontrol halusinasi dengan cara

memberikan pengetahuan tentang(Penggunaan Obat-obatan secara teratur).

” Bapak harus mengetahui pentingnya minum obat secara teratur ya Pak, obat

di minum dan di habiskan jangan ada yang di buang-buang iya Pak”

- Menganjurkan kepada klien untuk memasukkan

kegiatan ke dalam jadwal

”Nah,.. Bapak tadi sudah melakukan latihan mengontrol halusinasi dengan

cara minum obat secara teratur, bagaimana kalau kita memasukkan latihan ini

kedalam jadwal kegiatan sehari-hari Bapak, kapan waktu yang Bapak inginkan

untuk melakukan latihan ini, bagaimana kalau setiap jam 15.00 sore saja bisa

Pak?”
- Ada lima (5) hal yang harus Bapak ingat saat minum

obat yaitu benar obat, benar waktunya, benar caranya, benar dosisnya, dan benar

pasiennya, ingat ya Pak?

3. Fase terminasi

- Evaluasi Subjektif

”Bagaiman perasaan Bapak, setelah melakukan latihan mengontrol halusinasi

dengan penggunaan obat secara teratur? Bisa Bapak sebutkan kembali ke-4 cara

yang telah saya ajarkan kepada Bapak?”

- Evaluasi objektif

”Coba Bapak sebutkan obat yang Bapak minum! Bagus Pak!”

- Rencana tindak lanjut

”Karena Bapak sudah paham obat-obatan yang bapak minum, oleh karena itu,

Bapak dapat minta lagsung obat jika pembagian obat sudah tiba. Dan bila Bapak

mengalami halusinasi lakukanlah apa yang yang saya ajarkan kepada Bapak yaitu

4 cara mengontrol halusinasi.”