Anda di halaman 1dari 15

Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang

No Penyakit Gejala DD Terapi


predisposisi & Komplikasi
 Mycobacterium leprae  Cardinal Sign  2 dari 3 / BTA + = (+) Cek saraf tepi : Sel Schwann - Tinea Versikolor MB :
Basil tahan asam, Gram - Anastesi/hipostesi Pemeriksaan rasa raba - Vitiligo WAJIB depan petugas
(+) - Lesi kulit khas : Makula hipopigmentasi Pemeriksaan saraf tepi: - Pityriasis Alba - Rifampisin 600 mg 1x/mo
 Penularan : aerogen, / eritematous - N. Facialis - Hipopigmentasi - DDS 100 mg/mo
kontak langsung - Pembesaran saraf tepi - N. Auricularis Magnus post inflamasi - Clofazimin 300 mg/mo
 Inkubasi : 40d – 40y - M. Lepra (+) di sediaan apus - N. Radialis - Granuloma annular DI RUMAH :
Gangguan keringat, kulit kering, gangguan - N. Ulnaris - Dermatofitosis - DDS 100 mg/d (1-2 mg/kg/d)
Klasifikasi Ridley Jopling : motorik - N. Medianus - Clofazimin 50 mg/d
TT:Tuberkuloid Polar Tanda PB MB - N. Peroneus communis PENGOBATAN SELAMA 12-18 mo
TI: Tuberkuloid Indefinite Bercak 1-5 >5 - N. Tibialis posterior
BT:Borderline Tuberkuloid Penebalan 1 >1 Pemeriksaan bakterioskopik : PB :
Morbus BB:Mid Borderline saraf Indeks Bakteri : Kepadatan WAJIB depan petugas
1. Hansen / BL:Borderline Lepromatous BTA - + BTA tanpa membedakan - Rifampisin 600 mg/mo
Leprosy LI:Lepromatous Indefinite solid dan nonsolid - DDS 100 mg/mo
LL:Lepromatous Polar +1 : 1-10 BTA/100 LP DI RUMAH :
PB=TT,BT,I +2 : 1-10 BTA/10 LP - DDS 100 mg/d
MB=LL,BL,BB +3 : 1-10 BTA/1 LP PENGOBATAN SELAMA 6-9 mo
+4 : 11-100 BTA/1 LP
+5 : 101-1000 BTA/1 LP ALTERNATIF :
+6 : >1000 BTA/LP Rifampisin 600 mg/d
Indeks Morfologi : Ofloxacin 400 mg/d
=(Solid x 100%)/nonsolid Minocin 100 mg/d
Pemeriksaan PA
Pemeriksaan serologis : Tes Klo lesi tetap ada R/ repigmentasin
Lepromin, MLPA, ELISA
Reaksi Reversal : BB,LB,LL Gejala Reversal ENL Pemeriksaan PA Relaps MH Reaksi Ringan :
ENL : TT,BT,I Kulit Makula Nodul, Gejala Reaksi Reversal Relaps MH Istirahat & Atasi faktor pencetus
tebal, eritema,ulkus, Onset Saat R/ atau 6 mo Post stop R/ atau Analgetik, Antipiretik
Predisposisi : eritema, nyeri, bisa waktu post R/ 1 y setelahnya Lanjut R/ MDT
- Kondisi lemah panas, nyeri muncul lesi Onset Tiba- tiba Perlahan
- Hamil Reaksi Berat :
baru gejala
- Vaksin Istirahat & Atasi faktor pencetus
Saraf Neuritis - Neuritis + Sistemik Demam, Malaise Demam (-)
- Stres Analgetik sedatif, Antipiretik
Reaksi tepi Nyeri raba & Lesi baru + ++
2. - Infeksi Prednison 0,5-1 mg/kg/d tap off
Kusta gang. fungsi Ulkus Sering Jarang
- Kurang gizi  40-80 mg/d 2w kemudian tap off per
KU Demam - Demam + Respon Baik Tidak ditau 2w. Klo tidak ada perbaikan bisa
Lesi kulit bisa edematous, Eritema diikuti Steroid dilanjut sampai 3-4w
Bisa terjadi sebelum, saat, deskuamasi dan ulserasi
setelah pengobatan. Sering Lanjut R/ MDT
Lesi wajah (mata/hidung) bila ENL tipe DD ENL : Eritema Nodosum, Sarkoidosis, Erisipelas Neurolisis
pada 6 mo – 1 y post R/ berat : Edema konjungtiva, gatal,
lakrimasi, obstruksi hidung, dll
ENL :
Lampren 3x100 mg/d 2 mo tap off jadi
2x100 mg/d 2 mo, 2x100 mg/d 2 mo

Alternatif:
Clofazimin 300 mg/d 2-4w
Dapson 50 mg/d
Metotrexate 5 mg/w
Thalidomide 300-400 mg/d  bagus
u/ ENL (ES : Cacat pada bayi selama
kehamilan)
Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang
No Penyakit Gejala DD Terapi
predisposisi & Komplikasi
Radang kronik Folikel HARUS ADA KOMEDO Pemeriksaan Ekskohleasi : - Erupsi Acneiformis DIET RENDAH LEMAK & KH
Pilosebasea Pillsburry : Ekstraksi dengan komedo (kortikosteroid, INH, Cuci muka 2x1 (sabun isi triclosan /
I : Komedo di wajah ekstraktor (sendok unna) barbiturate, benzoyl peroxide/as. salisilat)
- Perubahan pola keratinisasi II : Komedo, papul, pustule di wajah bromide, TOPIKAL
folikel III : Komedo, papul, pustule, radang lebih iodide,ACTH) Peeling :
- Produksi sebum meningkat di wajah, dada, punggung - Folikulitis  Sulfur 4-8%
- Terbentuk fraksi asam IV : Akne konglobata - Rosasea  Resorsinol 1-5%
Lemak bebas - Acne venenata  As. Salisilat 2-5%
- Flora normal kulit folikel Komedo terbuka: bintik hitam (Acne akibat  Benzoyl Peroxida 2,5-10%
meningkat Komedo tertutup: bintik putih rangsangan fisik)  As. Vit. A 0,025-0,1%
Propionibacterium acne - Dermatitis perioral  As. Glikolat 3-8%
Pityrosporum ovale Di wajah, bahu, punggung, eks. atas  As. Azeleat 15-20%
Staph. epidermidis Antibiotik Topikal :
- Stres, hormone, makanan, - Oksitetrasiklin 1%
Acne cuaca
3. - Eritomisin 1%
Vulgaris
- Clindamycin Fosfat 1%
Antiinflamasi topical :
- Hidrocortisone 1-2,5%
- Triamsinolon asetanoid Inj 10 mg/cc
intralesi

SISTEMIK
Antibiotik Sistemik :
- Tetrasiklin 250 mg – 1 gr /d
- Eritromisin 4x250 mg/d
- Doksisiklin 50-100 mg 2x1
- Trimetoprim 3x100 mg/d
- Minosiklin 100-200 mg/d
Antiinflamasi Sistemik :
- Prednison 7,5 mg/d
- Dexametasone 0,25-0,5 mg/d
Terapi Hormon : Estrogen 50 mg/d 21
d-1 mo, Antiandrogen siptoteron
Vit. A 50.000-150.000 UI/d
Isotretinoin 0,5-1 mg/kg/d
Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang
No Penyakit Gejala DD Terapi
predisposisi & Komplikasi
Hiperemik kronik di central Di : Hidung, pipi, dahi, glabella, dagu PA - Akne vulgaris TOPIKAL
wajah (central wajah) dapat meluas ke leher, - Dermatitis seboroik - Tetrasiklin, Clindamycin, Eritromisin
Etiologi : pergelangan, tangan, kaki Komplikasi : - Dermatitis perioral 0,5-2%
Demodex Folliculorum Eritema, - Rhinophyma - Lupus eritematous - Metronidazole cr 1-2% / gel 0,75% 2x1
Genetik, Gangguan GIT, Telangiektasis - Inflamasi Okular - Kronik Topikal - Imidazole cr 2x1
Psikogenik, Musim, Obat, Papul, pustule, edema - Rosasea limfedema Glukokortikoid - Ketoconazole cr 2x1
Imun Phyma  rhinophyma - Isotretinoin cr
- Kortikosteroid lemah :
5. Rosasea GRADE : Hidrokortison 1%
I: Edema moderate persisten, - Antiparasit
telangiektasis tersebar
II: Edema persisten, telangiektasis banyak, SISTEMIK
papul, pustule - Oxytetrasiklin 1-1,5 gr/d  250-500
III: Persisten deep edema, telangiektasis mg 1x1
membentuk spray vessel, papul, pustule, - Minosiklin/Doksisiklin 50-100 mg 2x1
nodul, plak like edema - Isotretinoin 1-2 mg/kg/d (10-40 mg/d)
- Metronidazole
Sumbatan saluran keringat Miliaria Kristalina  asimptomatik PA - Eritema Toksikum Topikal :
oleh keratin - Vesikel 1-2 mm, putih mengkilat Neonatorum - Antibiotik topical
Robekan sumbatan - Di daerah tertutup pakaian - Folikulitis - Lotion Faberi :
(saluran) Miliaria Rubra : - Herpes Simpleks As. Salisilat 1%
Pembentukan vesikel isi - Papul merah, papul vesikuler - Acne pada punggung Talk venerum 10%
tahanan keringat ekstrafolikuler Oxyd Zinc 10%
- Gatal, perih Amyl Oryzae 10%
- Miliaria Kristalina  Obstr - Di area yang bergesekan dengan pakaian Spiritus ad 200 cc
di str. Korneum, vesikel di & area flexura
6. Miliaria
subkorneal Miliaria Profunda : Sistemik :
- Miliaria Rubra  - Papul putih, eritema, keras, 1-3 mm - Antihistamin
gelembung di str. Spinosum - Tidak gatal - Retinoid
- Miliaria Profunda  Ec. - Di badan & ekstremitas - As. Askorbat
Kena miliaria rubra - Muncul setelah berkeringat, hilang kalo
berulang. Rupture di kel. sudah tidak berkeringat Calamine Lotion
Keringat di bawah dermal- Miliaria Pustulosa : Lanolin Anhidrous
epidermal junction - Papul Putih dalam
- Miliaria Pustulosa  Variasi
M. Rubra berulang + alami Miliaria Rubra : Bedak salisilat 2% +
infeksi sekunder Menthol 1/4-2%, dan Lotion Faberi
Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang
No Penyakit Gejala DD Terapi
predisposisi & Komplikasi
Radang kronik Gatal, timbul saat tidak sibuk, nyaman bila PA - Liken planus Topikal :
Etiologi : digaruk - Reaksi obat Preparat Tar
Idiopatik Awal plak eritema & edema sedikit - Fotodermatitis Tacrolimus
Garukan, gigitan serangga, Lanjut : edema & eritema hilang, bagian - Dermatitis atopi Kortikosteroid potensi kuat
Neuroder
luka trauma, post herpetic, tengah muncul skuama tebal - Dermatitis kontak Kortikosteroid inj intralesi :
matitis /
xerosis, cemas, stres Likenifikasi & ekskoriasi - Psoriasis Triamcinolone
7. Liken
Sekitar hiperpigmentasi
Simpleks
Batas dengan kulit normal tidak jelas Sistemik :
Kronikus
Antihistamin sedative :
Di leher, tungkai bawah, pergelangan kaki - hidroxyzine, difenhidramin,
& tangan, lengan ekstensor, skrotum, prometazine
vulva, perianal, lipat siku, punggung - Trisiklik : Doxepine 5% 8d
Idiopatik; riwayat asma, Sangat gatal PA - Dermatitis kontak Kulit kering : Emolien/pelembab
alergi, rhinitis, dermatitis Akut : vesikel, papulovesikel membesar - Dermatitis atopi Topikal:
atopi membentuk konfluensi ke samping Komplikasi : Infeksi sekunder - Neurodermatitis Antiinflamasi :
Lesi uang logam, eritema, edematosa, - Pityriasis rosea - Preparat Tar
Faktor resiko : kulit kering, batas tegas - Psoriasis - Kortikosteroid
lingkungan, stress, Kronik : Likenifikasi, skuama - Dermatomikosis - Pimecrolimus
Dermatitis perubahan suhu Vesikel pecah eksudasi kering - Takrolimus
8.
Numular krusta kuning. Lesi eksudatif :
Central healing Kompres dengan lar. Permanganas
kalikus 1:10.000
Di tungkai bawah, lengan, badan, Sistemik :
punggung tangan, Antibiotik
Kortikosteroid  berat, refrakter
Antihistamin H1
Idiopatik ; kortikosteroid Papul, pustule, eritema, polimorfik Bersifat rekuren - Rosacea Stop kortikosteroid topical
tipikal lama, kortikosteroid Kuning-coklat, simetris/unilateral, rasa - Dermatitis seboroik Topikal :
inhalasi, infeksi, imunitas terbakar/nyeri/gatal - Acne komedogenik Immunomodulator topical
menurun Di Hidung luar, atas lipatan nasolabial, - Folikulitis Pelembab/emollient
Pada wanita muda & anak sudut bibir - Lip-licking chelitis Kortikosteroid lemah kalo perlu
- Dermatitis kontak Antibiotik topical :
Dermatitis
9. 1st line : Metronidazole 2x1
Perioral
2nd line : Eritromisin, clindamisin,
sulfur preparation, as. Azelaic 2x1
Sistemik :
1st line :
- Tetrasiklin 250-500 mg 2x1
- Doksisiklin 50-100 mg 2x1
- Minosiklin 50-100 mg 2x1
2nd line :
- Eritromisin (dewasa : 400 mg 2x1; anal
: 30-50 mg/kg/d 3x1)
Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang
No Penyakit Gejala DD Terapi
predisposisi & Komplikasi
Radang kulit nonimunologik DKI Akut : timbul segera setelah kontak Patch Test - Atopic eczema Hindari faktor pencetus
 Eritema, edema, bulla, nekrosis - Dermatitis seboroik
Bahan iritan ex. Detergen,  Batas tegas, asimetris - Dermatitis statis Topikal :
minyak pelumas, pelarut,  Nyeri terbakar, pedih, panas - Tinea corporis Kortikosteroid : Hidrocortison
asam, alkali, serbuk kayu DKI Akut Lambat : 8-24 h post kontak - Acne kortikosteroid Kronik : Kortikosteroid potensi tinggi
 Awal : Eritema  Lanjut : Vesikel, - Dermatofitosis Emolients
DKI Akut : Ec. Iritan kuat : nekrosis - Rosacea Alt : Calcineurin Inh (Pimecrolimus)
as. Sulfat, As. Hidroklorid, DKI Kumulatif : kronik; kontak berulang - Drug eruption
basa kuat Na & K Hidroksida  Kulit kering, eritema, skuma - Dermatitis numularis Sistemik :
DKI Akut Lambat : Ec.  Kronik : hyperkeratosis, likenifikasi, Kortikosteroid : Prednison 30 mg/d
Podofolin, antralin, tretinon, difus jangka pendek
antralin, tretinon, etilen  Kontak berulang : kulit retak seperti luka
oksida, benzalkonium Cl, as. iris (fisura)
hidrofluorat  Gatal, nyeri
Dermatitis
DKI Kumulatif : Ec. Gesekan, Reaksi Iritan : Akut, multiple eksposure
10. Kontak
panas, dingin, detergen, pekerjaan basah
Iritan
sabun, pelarut, trauma  Monomorf, Eritema, Skuama, vesikel,
mikro pustule, erosi
Reaksi Iritan : Ec. Pekerjaan  Sembuh sendiri, timbulkan penebalan
basah (tukang cuci, kuli kulit
bangunan) DKI Traumatik :
DKI Traumatik : Ec. Trauma  Di tangan, sekitar 6w/>
panas, laserasi  Mirip dermatitis nummular, eritema,
vesikel, papul, skuama
 Penyembuhan lambat
DKI Noneritematosa : Subklinis DKI
 Rasa terbakar, nyeri
DKI Subjektif : DKI sensori
 Di wajah, kepala, leher
 Nyeri, rasa terbakar, tertusuk
Hipersensitivitas IV Gatal, dermatitis eksematosa Patch Test - Dermatitis kontak Hindari pencetus
Akut : Bercak eritema, batas jelas, edema, iritan Kompres NaCl / Lar. As. Salisil 1:1000
Dermatitis Pada orang dengan kulit papul, vesikel, bulla, erosi, eksudasi - Dermatitis atopic Topikal :
11. Kontak hipersensitif Di kelopak mata, penis, skrotum  - Dermatitis nummular - Kortikosteroid :
Alergi dominan eritema dan edema - Dermatitis seboroik Akut : Kompres terbuka +
- Dermatitis statis kortikosteroid potensi tinggi
Kronik : Kulit kering, Papul, skuama, Kronik : kortikosteroid potensi rendah
likenifikasi, fisura, batas tidak jelas - Immunomodulator (Tacrolimus,
Pimecrolimus)
Sistemik :
- Kortikosteroid : Prednison 30 mg/d
jangka pendek
- Siklosporin
Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang
No Penyakit Gejala DD Terapi
predisposisi & Komplikasi
Berhubungan dengan IgE Kulit kering, pucat/redup, gatal (hilang PA - Dermatitis kontak Hidrasi kulit:
dalam serum & riwayat timbul/terus”), papul, likenifikasi, eritema, Komplikasi : Iritan - Emolien 10 m setelah mandi air hangat
atopi keluarga/pasien erosi, ekskoriasi, eksudasi, krusta - Infeksi - Dermatitis kontak - Hidrofilik urea cr 10%
(asma, rhinitis) - Gangguan ocular : Dermatitis Alergi - Hidrocortisone 1 %
D.A Infantil : 2mo - 2y palpebra, blefaritis kronik, - Dermatitis seboroik
Kriteria major :  Eritema, papul, vesikel, gatal  pecah, keratokonjungtivitis atopi, - Skabies Topikal :
- Pruritus eksudatif krusta Keratokonus, katarak - Psoriasis Kortikosteroid :
- Dermatitis di wajah /  Dari wajah, meluas ke scalp, leher, - Dermatitis tangan - Ichtyosis vulgaris - Bayi : Hidrocortisone 1-2,5%
ekstensor (bayi, anak) / pergelangan tangan, lengan, kaki - Eritroderma - Keratosis pilaris - Anak & Dewasa : Kortikosteroid
flexura (dewasa) D.A Anak : 2-10y  lanjutan infantile / potensi sedang :Triamcinolon,
- Dermatitis kronik/residif timbul sendiri Betametason valerate cr 0,1% +
- Riw. Atopi pada pasien /  Lesi kering, tidak terlalu eksudatif, papul Pimecrolimus cr 1%
keluarga >, likenifikasi, gatal, skuama, erosi, - Wajah, genital, intertriginosa :
Kriteria minor : infeksi sekunder Kortikosteroid potensi rendah :
- Xerosis  Lipat siku, lipat lutut, pergelangan Hidrocortisone
- Infeksi kulit tangan flexor, kelpoak mata, leher. - Lesi basah : Kompres terbuka dulu
- Dermatitis nonspesifik di Jarang di wajah dengan Lar. KP 1:5000, Lar. Burowi
Dermatitis
12. tangan & kaki D.A Remaja & Dewasa : Imunomodulator :
Atopik
- Iktiosis vulgaris/keratosis  Plak papula-eritema, skuama, plak - Tacrolimus
pilaris likenifikasi, gatal 2-15y : Tacrolimus 0,03%
- Pityriasis alba  Di lipat siku, lipat lutut, samping leher, >15y : Tacrolimus 0,1%
- Dermatitis di papilla dahi, sekitar mata - Pimecrolimus 1%
mammae Sulit keluarkan keringat Preparat Ter : LCD 5-10%
- White dermographism Antihistamin : Doksepin cr 5%
- Kelitis DIAGNOSIS : 3 K. Mayor + 3 K. Minor
- Lipatan infraorbital Dennie- Sistemik :
morgan - Kortikosteroid --> u/ kendalikan
- Konjungtivitis berulang eksaserbasi
- Keratokonus - Antihistamin
- Katarak subkapsular - Antibiotik : Eritromisin, Cefadroxil
anterior - Interferon --> tekan respon IgE
- Orbita menjadi gelap - Siklosporin 5 mg/kg (dewasa : 150
- Muka pucat/eritema mg & 300 mg)
- Gatal bila keringat - Fototerapi UVA, UVB
- Intoleransi wol/pelarut
lemak
- Aksentuasi perifolikular
- Alergi makanan
Emosi & lingkungan
Gatal ringan, plak eritema, skuama tebal, PA Dermatitis seboroik Topikal :
Kronik & residif, ec. berlapis,kasar, putih mengkilat, batas Fenomena Tetesan lilin, Sifilis psoriasiformis Preparat ter (LCD) 2-5%
Autoimun, genetik, psikis, tegas, central healing Kobner, Auspitz Dermatofitosis As. Salisilat 3-5%
infeksi lokal, trauma, gang. Dermatitis numular Kortikosteroid (kulit kepala, wajah,
Endokrin metabolik, obat, Di kulit kepala, batas kulit wajah, siku, Komplikasi : Neurodermatitis lipatan --> cream. Selain itu salep)
alko h o l, ro ko k lutut, lumbosakral Pitting nail Dermatitis kontak - muka, lipatan, genital : potensi
Kelainan sendi sedang
Eritroderma - tubuh, ekstremitas : potensi
kuat/sangat kuat
Ditranol (antralin) 0,2-0,8% --> pasta,
salep, krim
Analog vit D: Calcipotriol 100 gr/w 2x1
13. Psoriasis --> salep/cream
Retinoid 0,05 % dan 0,1%
Emolien (vaselin)

Sistemik :
Kortikosteroid : Prednison 30 mg/d tap
off
Sitostatik : Metotrexate 3x 5 mg/w
Levodopa 2x250 mg & 3x500 mg
DDS 2x100 mg/d
Retinoid (etretinat & asitresin) : 1
mg/kg/d
Siklosporin 6 mg/kg/d
Idiopatik. Diduga virus, reaksi obat Gatal ringan, lesi pertama (herald patch) PA Tinea korporis SELF LIMITED DISEASE 3-8 w
di badan, soliter, oval, annular, 3cm, Leukositosis, neutrofilia Sifilis sekunder Topikal : Bedak salisilat 2% + menthol
eritema, skuama halus di pinggir Tes serologis Dermatitis numular 1%
Pityriasis
14. Lesi berikut : leih kecil, christmas tree app Kerokan kulit Psoriasis gutata Sistemik : Antihistamin, sedatif
Rosea
Pityriasis lichenoides
Di badan, lengan atas prox, paha atas kronik Flu like simptom+ kelainan kulit :
5x800 mg 1w
Eritroderm
15.
a
PENYAKIT KULIT AKIBAT VIRUS

Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang


No Penyakit Gejala DD Terapi
predisposisi & Komplikasi
Virus Varicella Zoster Prodromal : Tzank Tes : sel datia inti Variola Topikal :
Demam tidak terlalu tinggi, malaise, nyeri banyak Herpes Zoster Kompres dingin
Serang kulit & mukosa kepala PCR Miliaria Bedak salisil 1-2%
Transmisi : Aerogen Eksantem  3-4 d ELISA Urtikaria papular MBS Lotion (cegah vesikel pecah)
Inkubasi : 7-12 d - Polimorf : Makula – Papul – Vesikel – Impetigo - Menthol 0,15%
Masa penularan 7d sejak Pustul – Krusta (perubahan rash 6-8h) Komplikasi : - Baric acid 3%
timbul gejala kulit - Distribusi sentripetal - Infeksi sekunder : Pioderma - Zinc Oxide 10%
- Gatal - Meningoensefalitis, Neuritis - Talk venetum ad 10%
Bisa serang selaput lendir, - Krusta lepas : 1-3w - Pneumonia Varicella *Jika pasien datang - Spiritus Dilitus 10%
Varicella
mata, mulut, sal. napas Enantem : telah sakit selama 1w - Aqua add 100%
- Vesikel pecah – Ulkus tidak perlu diberi Calamine Lotion
antivirus
Sifat vesikel : Sistemik :
Superf, batas tegas, tear drops app, Analgetik, antipiretik
1. dinding tipis, mudah pecah, dikelilingi Antihistamin
zona eritema Antibiotik (klo vesikel pecah)
VZIG (Varicella Zoster Ig)
Antivirus
Pasien Normal Pasien Imunosupresi
Neonatus Acyclovir 500 mg/m2 per 8 jam 10 d Varicella ringan Acyclovir 5x800 mg 7-10d
Acyclovir 10 mg/kg Valacyclovir 1 gr per 8h 7-10 d
Anak Simptomatik Famcyclovir 500 mg per 8h 7-10d
Acyclovir 20 mg/kg 5x1 7 d Varicella berat Acyclovir 10 mg/kg per 8h 7d/>
Valacyclovir 20 mg/kg per 8h 5d, max 3 gr/d Resisten Foscamet 40 mg/kg IV per 8 h – sembuh
Remaja, dewasa Acyclovir 5x800 mg 7d Acyclovir
Valacyclovir 1 gr per 8h 7d
Famcyclovir 500 mg per 8h 7d
Pneumonia/ hamil Acyclovir 800 mg 5x1 7d
Acyclovir IV 10 mg/kg per 8h 7d
Virus Varicella Zoster Prodromal: Tzank Test : Sel Datia inti Herpes simpleks Topikal :
Reaktivasi virus yang terjadi Demam, pusing, malaise, nyeri otot banyak Varicella Vesikel : Bedak MBS
setelah infeksi primer tulang, gatal, pegal Impetigo Ulkus : Antibiotik
Herpes
2. Inkubasi : 7-12 d Kulit: Komplikasi: Miliaria Erosi : Kompres terbuka
Zoster
Masa aktif : 1 w Eritema cepat jadi vesikel - Neuralgia post herpetic
Resolusi : 1-2 w berkelompok, dasar kulit eritema & - Ptosis paralitik
edema  vesikel jernih  keruh - Keratitis
HZ Oftalmika  cabang I pustule  krusta - Skleritis Sistemik :
N.Trigeminus : mata ; Unilateral - Uveitis Analgetik
cabang II & III N.Trigeminus Infeksi sekunder  ulkus  sembuh + - Korioretinitis - Pregabalin 2x75 mg/d klo respon
: kelainan di saraf tertentu sikatriks - Neuritis optik kurang 2x150 mg/d. Max 600 mg
Pembesaran KGB - Amitriptilin 75 mg/d  terapeutik
Sind. Ramsay Hunt N. Hipestesi area yang kena 150-300 mg/d
Facialis & N. opticus : Bell’s Neuralgia post herpetic Antibiotik
Palsy, tinnitus, vertigo, Antivirus :
nistagmus, nausea, gang. - Acyclovir 5x800 mg/d 7d
dengar dan pengecapan - Valacyclovir 3x1000 mg/d
Imunomodulator : Isoprinosin
Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang
No Penyakit Gejala DD Terapi
predisposisi & Komplikasi
Virus Moluskum Papul milier-lentikuler 3-5 mm, PA - Verruca vulgaris SELF LIMITING DISEASE
Kontagiosum  pox virus permukaan halus, kenyal, umbilikasi - Verruca plana Perbaiki higien
sentral tengahnya ada delle, putih Komplikasi : - Kondiloma Tidak mandi di kolam renang umum
Pada anak >; dewasa karena Delle : Isi benda nasi : badan moluskum Infeksi sekunder akuiminata Hindari pemakaian handuk bersama
Moluskum hub. Seksual Kulit sekitar dermatitis Dermatitis eksematisasi - Liken planus Khusus :
3.
Kontagiosum Transmisi : Kontak langsung Mengkilat, bulat - Dermatitis atopi Bedah kuret (keluarkan delle dengan
& autoinokulasi - Nevi epithelial komedo ekstraktor, jarum suntik,
Di badan, wajah, ekstremitas, perianal, - Siringioma kuret.
Inkubasi : 1w – 6mo skrotum, inguinal Elektrodesikasi, Bedah Laser, Bedah
Dewasa : pubis, genitalia eksterna beku + Nitrogen cair
Human Papiloma Virus tipe Vegetasi yang tidak bertangkai PA : Flower like App - Moluskum Bahan Kaustik :
Verruca 6 & 11 Bulat lentikuler, abu-abu / krem Fenomena Kobner kontagiosum - AgNO3 25%
Vulgaris Hiperplasia epidermis Permukaan kasar/verukosa - Keratosis seboroik - As. Trikloroasetat 50%
4. /Kutil/ Transmisi : kontak kulit, *Sering residif walau R/ - Keratoachanthoma - Fenol Likuifatum
Common autoinokulasi Di Eks. Ekstensor, mukosa mulut, hidung adekuat - Invasif SCC - As. Salisilat
Wart - Actinic keratosis Bedah beku : CO2, N2, N2O
Bedah Skalpel, listrik, laser
Virus Morbili  RNA Prodromal/Kataralis : 3-5 d Isolasi virus - Rubella SELF LIMITING DISEASE
Transmisi : infeksi tetes, Demam, Radang selaput lendir, 3C Tes serologic - Scarlet fever Vitamin A
udara, transplasental (Coryza, Cough, Conjungtivitis) - Erupsi obat Antipiretik
Anak > Enantem : Bintik di mukosa mulut Komplikasi : - Miliaria Antitusif, dekongestan
Masa tunas : 10-12 d (palatum & uvula) - Bronkopneumonia Antihistamin
Koplik’s Spot :enantem mukosa pipi - Diare Jamin intake & cairan
5. Morbili Penularan  Masa - Ensefalitis
prodromal : 1w rash Erupsi/Eksantem : 2-4 d - TBC Pencegahan : imunisasi campak
Sembuh  kekebalan 3C meningkat, Demam meningkat, KU - Otitis media
seumur hidup terganggu, Measly app, Mata peka
cahaya (silau)
Rash macula papular, eritema
Dari proksimal  distal (belakang telinga
 wajah, leher, badan, ekstremitas)
Gatal
Makula papula  Hiperpigmentasi 
deskuamasi
Konvalensi : 1-2 w
Batuk meningkat (bronkopneumonia)
3C cepat hilang kalo tidak batuk, demam
turun, hiperpigmentasi & deskuamasi
Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang
No Penyakit Gejala DD Terapi
predisposisi & Komplikasi
6.
PENYAKIT KULIT AKIBAT BAKTERI

Etiologi & Faktor


No Penyakit Gejala Pemeriksaan Penunjang DD Terapi
predisposisi
M. Tuberculosis Pembesaran kelenjar getah bening Kultur - Hidradenitis OAT :
Port d’entre: (Limfadenitis TB) PA supurative Isoniazid 5 mg/kg (5-10 mg/kg)
Leher : Tonsil, paru Perlekatan KGB dengan jaringan sekitar Tes Tuberkulin (anak < 5y) - Limfogranuloma Rifampisin 10 mg/kg
Ketiak : Apex pleura (Periadenitis TB) PCR Venerum Pirazinamid 25 mg/kg (20-35 mg/kg)
Inguinal : Eks. inf Nodul subkutan, lunak, batas jelas  - Sifilis Gumma Etambutol 20 mg/kg (mo I-II 25
Skrofuloderma
1. Cold Abcess mg/kg 15 mg/kg)
(TB Kutis)
Bila cold abses pecah  Fistel  Ulkus : Streptomisin 15 mg/kg IM
bentuk panjang, tidak teratur, warna
merah kebiruan  Krusta kuning  Fase intensif : 8w RHZES
Sikatriks (sembuh) Fase lanjutan : 16w RH
Skin Bridge (diantara sikatriks)
Strept B hemolitikus Eritema, vesikel/pustule cepat pecah jadi Kultur Ektima Topikal :
Pioderma superf krusta tebal warna kuning-coklat (Honey Bacitracin 400-500 U/gr
(epidermis) Colored Crust) Komplikasi : * Penicillin Benzatin Neomisin 20%
Serang anak 4-5y Gatal, nyeri Glomerulonephritis 1x1 Mupirocin 2% 2x1
Impetigo
2. Di Wajah (hidung & mulut), ekstremitas - Anak : 300.000- As. Fusidat 2x1
Krustosa
post trauma 600.000 UI Inj Lesi madidans :
- Dewasa : 1,2jt UI Inj Kompres terbuka
25.000-100.000 - Lar. Permanganas Kalikus 1/5000
UI/kg/d oral 10 d - Lar. Rivanol 1%
Staphy. Aureus Eritema, vesikel, bulla, bulla hipopion Kultur Dermatitis kontak - Iodium Povidon 0,75%
Pioderma superf Kalo pecah jadi krusta kuning coklat Bullous insect bites Sistemik :
(epidermis) Di region intertriginosa (ketiak, dada, Thermal burns Cefadroxil 2x500 mg / 2x1000 mg
punggung) Bullous fixed drug Amoxicilin 25 mg/kg/d 3x1 1st line
Impetigo eruption 250-500 mg 4x1
3.
Bullosa Bullous pemfigoid Eritromicin 4x1 10 d
- Anak : 30-50 mg/kg/d
- Dewasa : 250-500 mg
Clindamycin 15 mg/kg/d 4x1
Azitromisin 1x500 mg 250 mg/d 4d
Strept B hemolitikus Krusta tebal warna kuning, erosi, ulkus Gram Impetigo krustosa Sedikit : Angkat krusta + antibiotic
Pioderma kutaneus dangkal bila krusta diangkat Kultur Dermatitis perioral topical
Ec. Impetigo tidak di R/ Di ekst. Inf (trauma), bokong, paha DKA Banyak : angkat krusta + antibiotic
4. Ektima
sistemik
Membaik dalam beberapa minggu
tapi tinggalkan bekas
Etiologi & Faktor
No Penyakit Gejala Pemeriksaan Penunjang DD Terapi
predisposisi
Staphy. Aureus Fol. Superficial/Bockhart’s Impetigo : Kultur Tinea barbar Topikal :
Fol. Superf : epidermis Papul, pustule, eritema, rambut di - Mupirocin, Clindamisin
Fol. Prof : Epidermis - tengah - 6,25% Aluminium Klorida
Subkutan Di kulit kepala, janggut, axilla, Hexahidrat dalam anhydrous ethyl
extremitas, pantat alcohol
5. Folikulitis Fol. Profunda : - As. Fusidat, Eritromisin
Papul, pustule, eritema, rambut di Kompres hangat NaCl  lesi basah
tengah, teraba infiltrate subkutan Sistemik :
Di bibir atas, janggut Penicillin : Oxacillin, Cloxacillin,
Dicloxacillin
Cephalosporin generasi 1 7-10 d
6. Erisipelas
7. Selulitis
Staphy. Aureus Gejala konstitusi : Demam, malaise Kultur Skrofuloderma Lesi awal :
Infeksi kelenjar apokrin Awal : Abses/nodul eritema + cairan PA Nodul : Triamcinolon intralesi 3-5
kronik purulen/seropurulen + nyeri intermiten mg/mL
Etiologi : Ada komedo terbuka Komplikasi : Abses : Insisi & drainase
Trauma, keringat >, Lanjut : fibrosis, sinus tract, skar Area anal, urethra, rectum :
deodoran, cabut bulu ketiak hipertrofi Striktur, fistula Lesi lanjut :
Hidradenitis Di axilla, mammae, anogenital, inguinal Disfigure penis, skrotum, Antibiotik oral :
8.
Supuratif vulva - Eritromisin
Klasifikasi : Ca sel skuamosa - Tetrasiklin
Primer : Papul. Pustule, nodul Septikemia - Minosiklin 100 mg/d
Sekunder : Nodul menyatu, nyeri, radang - Clindamycin 300 mg 2-3x/d
Tersier : Abses tanpa sentral nekrosis, Kortikosteroid  berat
bisa rupture spontan, tinggalkan scar &
jar. Fibrotic
9.
PENYAKIT KULIT AKIBAT JAMUR

Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang


No Penyakit Gejala DD Terapi
predisposisi & Komplikasi
PENYAKIT KULIT AKIBAT PARASIT

Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang


No Penyakit Gejala DD Terapi
predisposisi & Komplikasi
Sarcoptes Scabei C a r d i n a l s i g n : K e r o k a n k u l i t P r u r i g o Topikal :
Penularan : skin to skin, - Gatal malam hari Ambil tungau dengan jarum Pedikulosis korporis - Sulfur presipitatum cr/salep 4-20%
benda - Menyerang berkelompok Kuretase terowongan Dermatitis atopi selama 8h, 3d berturut" + ulang
- Ada terowongan : lesi meninggi, Tes tinta burrow Dermatitis kontak setelah 1w --> bau tidak enak,
lurus/berkelok, abu", ujung ada Insect Bite Reaction mengotori pakaian
vesikel/pustul - Permethrin 5% single dose --> pakai
-Ada tungau malam selama 8-12h --> cuci bersih,
Papul sepanjang terowongan isi tungau, *Skabies krusta --> diulang setelah 1w klo belum sembuh
simetris, erosi, ekskoriasi Permethrin + (KI: bayi <2mo, hamil kategori B,
Lindane, Sulfur menyusui)
Di sela jari tabgan, fleksor, siku, lutut, *Skabies nodular --> - Benzil Benzoat Emulsi/Losio 12-40%
pergelangan tangan, areola mammae, Permethrin + selama 24h, tiap malam 3d interval
1. Skabies
umbilikus, penis, axilla, abdomen bawah, kortikosteroid intralesi 1w --> bisa bikin gatal
bokong - Gammexane/Lindane cr/lotion 1%
1x1 pakai selama 12-24h --> cuci
bersih, ulangi setelah 7d (KI: hamil,
menyusui, bayi,peny. berat, anak <6y
- Crotamiton cr/lotion 10% -->2 d
berturut, diulang setelah 5d
- Malathion 0,5% + basis air -->pakai
24h

Sistemik :
- Ivermectin 200 ug/kg 1x1 oral
Ancylostoma braziliense Rasa gatal, panas PA - Skabies Sistemik :
Ancylostoma caninum Papul, berkelok", 2-3 mm, eritema, IgE meningkat - Insect bite reaction Tiabendazole 25-50 mg/kg/d 2x1 2-4d
menjalar seperti benang berkelok, - Herpes Zoster early Albendazole 400 mg 1x1 3d
Erupsi serpiginosa di bawah polisiklik, serpiginosa, menimbu stage Ivermectin 12 mg 1x1
Creeping
kulit - - > lesi bisa Membentuk terowongan (burrow)
Eruption /
berpindah Topikal :
2. Cutaneus
Di kaki, plantar tangan, anus, bokong, Cryotheraphy
Larva
paha Tiabendazole topikal 10% 4x1 7d
Migran
Tiabendazole solutio 2% di DMSO
Etiologi & Faktor Pemeriksaan Penunjang
No Penyakit Gejala DD Terapi
predisposisi & Komplikasi
Pediculus humanus capitis, Pediculosis Capitis : ditemukan kutu/telur Pedikulosis Capitis :
Pediculus humanus corporis, Gatal di oksiput & temporal meluas ke Malathion 0.5-1%
Phtirus Pubis seluruh kepala --> erosi, ekskoriasi, infeksi Gammexane 1%
sekunder (pus,krusta) Benzil benzoat 25%
Kutu/telur menempel di batang rambut :
abu" Pedikulosis corporis & pubis :
Malathion 2%
3. Pedikulosis
Pedikulosis Corporis : Gammexane 1%
Gatal, erosi, ekskoriasi, infeksi sekunder, Benzil benzoat 25%
pembesaran KGB, kutu & telur
Setrika/rebus pakaian
Pedikulosis Pubis :
Sangat gatal, bercak abu/biru (serulae),
blackdot di celana

Beri Nilai