Anda di halaman 1dari 7

BAB II

AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK

A. DEFINISI AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK


Akuntansi manajemen adalah salah satu bidang ilmu akuntansi yang mempelajari
bagaimana cara menghasilkan informasi keuangan untuk pihak manajemen yang
selanjutnya akan digunakan untuk pengambilan keputusan. Umumnya informasi yang
dihasilkan sifatnya lebih dalam.
Sektor publik adalah semua yang berhubungan dengan kepentingan publik dan
tentang penyediaan barang dan jasa yang ditujukan untuk publik, dibayarkan melalui
pajak dan pendapatan Negara lainnya yang sudah diatur dalam hukum. Contoh:
transportasi, pendidikan, kesehatan.
Akuntansi manajemen sektor publik mempelajari bagaimana membuat informasi
akuntansi yang relevan dan handal yang ditujukan pada pimpinan dengan maksud untuk
perencanaan (perencanaan strategik, pemberian informasi biaya, penilaian investasi, dan
penganggaran, penentuan biaya pelayanan, penilaian kinerja) dan pengendalian
(mengukur pencapaian kinerja manajemen dengan cara pencapaian target yang sesuai
dengan program yang sudah direncanakan). Adapun tujuan akuntansi manajemen sektor
publik adalah untuk menyediakan informasi akuntansi yang akan digunakan oleh manajer
sektor publik dalam melakukan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi.
Informasi akuntansi diberikan sebagai alat atau sarana untuk membantu manajer
menjalankan fungsi-fungsi manajemen sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

B. PERAN PERENCANAAN
Untuk membuat informasi akuntansi bagi sektor publik yang relevan dan handal yang
ditujukan pada pimpinan. Dengan informasi tersebut pimpinan dapat melakukan
perencanaan. Perencanaan tersebut terdiri dari:

1. Perencanaan Strategik
Perencanaan strategik adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk
mengelola kondisi saat ini dalam melakukan proyeksi kondisi pada masa depan,
sehingga rencana strategis menjadi sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi
dari kondisi saat ini untuk mereka yang bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan
(Kerzner, 2001). Perencanaan strategik digunakan untuk membantu organisasi sektor
publik menjalankan tugasnya dengan baik, berfokus pada sumber daya organisasi,
memantau dan menjamin organisasi bekerja dengan tujuan yang sama. Perencanaan
strategis merupakan usaha untuk membuat keputusan dan memberikan panduan pada
organisasi sektor publik tentang apa yang akan dilakukan dan bagaimana meraih
suatu tujuan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Manajemen organisasi sektor
publik melakukan perencanaan strategik dengan membuat beberapa program
alternatif yang dapat mendukung strategi organisasi. Program yang dibuat sesuai
dengan skala prioritas dan sumber daya organisasi yang dimiliki oleh organisasi
sektor publik.
Dalam perencanaan strategik, organisasi sektor publik perlu membuat program-
program yang akan mendukung strategi organisasi. Selain itu akuntansi manajemen
sektor publik memberikan informasi biaya program dan biaya aktivitas yang
direncanakan. Maka dengan informasi tersebut seorang manajer dapat membuat
anggaran untuk organisasi sektor publik yang dipimpinnya. Untuk dapat
menghasilkan kualitas pelayanan publik yang memuaskan perlu adanya perencanaan
strategik dengan biaya murah.
Adapun hasil dari perencanaan strategik adalah:
a. Sasaran strategik
b. Inisiatif strategik
c. Target

Tiga alasan pentingnya perencanaan strategis:


a. Perencanaan strategis merupakan dasar dari perencanaan lainnya.
b. Pemahaman terhadap perencanaan strategis perlu dipahami agar mempermudah
perencanaan lainnya.
c. Perencanaan strategis adalah awal dari penilaian kinerja manajer dan organisasi
sektor publik.
2. Pemberian Informasi Biaya
Akuntansi manajemen sektor publik akan memberikan informasi biaya yang akan
direncanakan dan dilaksanakan oleh organisasi sektor publik. Biaya-biaya tersebut
adalah sebagai berikut:
a. Biaya input, adalah segala sumber dana dan sumber daya yang dikorbankan untuk
menyelanggarakan pelayanan publik. Biaya input biasanya adalah biaya bahan
baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik. Contoh Perusahaan Listrik
Negara (PLN) mempunyai biaya input seperti:
 Biaya tenaga kerja gaji karyawan bagian produksi.
 Biaya bahan baku PLN, yakni bahan bakar minyak, pelumas.
 Biaya overhead pabrik adalah gaji karyawan kantor (yang tidak langsung
berhubungan dengan produksi), pemeliharaan mesin.
b. Biaya output, adalah biaya oleh organisasi sektor publik yang dikeluarkan untuk
mengantarkan produk hingga sampai ke tangan pelanggan. Contoh pada
organisasi sektor publik PLN, biaya output adalah biaya pemasangan listrik.
c. Biaya proses, adalah biaya yang dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi,
misalnya biaya yang timbul dari departemen-departemen yaitu pada departemen
personalia ada biaya gaji karyawan, pada departemen promosi ada biaya promosi.

Ada 5 aktivitas yang harus dilakukan ketika organisasi sektor publik melakukan
proses penentuan biaya yaitu:
a. Cost finding
Pada tahap ini organisasi sektor publik melakukan akumulasi biaya yang
dibutuhkan untuk menghasilkan produk atau jasa.
b. Cost recording
Pada tahap ini perlu dilakukan kegiatan pencatatan data-data organisasi sektor
publik ke dalam sistem yang sudah disediakan.
c. Cost analizing
Pada tahap ini dilakukan analisis biaya yang artinya perlu mengidentifikasi biaya-
biaya yang timbul termasuk mengidentifikasikan jenis, perilaku, perubahan dan
volume biaya. Manajemen organisasi harus dapat menentukan pemicu biaya (cost
driver) agar biaya lebih efisien.
d. Strategik cost reduction
Tahap ini adalah menentukan strategi untuk melakukan penghematan biaya agar
tercapai value for money. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya
memiliki karakteristik sebagai berikut:
 Manajemen harus selalu proaktif dalam melakukan usaha penghematan biaya.
 Membudayakan perbaikan organisasi yang terus-menerus dan berfokus pada
pelayanan pada masyarakat.
 Manajemen puncak yang bekerja dengan sungguh-sungguh merupakan
penentu kesuksesan program pengurangan biaya.
e. Cost reporting
Tahap terakhir adalah memberikan informasi biaya secara lengkap kepada
pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diintegrasikan ke dalam
suatu laporan yang akan disampaikan kepada pihak eksternal. Informasi
manajemen hendaknya dapat mendeteksi adanya pemborosan yang masih
berpotensi untuk diefisiensikan secara metode atau teknik untuk penghematan
biaya.

3. Penilaian Investasi
Organisasi sektor publik dalam operasinya selalu membuat anggaran. Apabila
anggaran yang sudah dibuat dan dilaksanakan ternyata mengalami surplus, maka
surplus anggaran tersebut dapat digunakan untuk melakukan investasi. Investasi yang
dilakukan oleh pemerintah atau organisasi sektor publik lainnya baik investasi
sekuritas hutang maupun saham, tetap pada tujuan utamanya adalah memberi
pelayanan dan bermanfaat pada masyarakat. Investasi yang dilakukan oleh
pemerintah dapat berupa investasi jangka panjang maupun jangka pendek.

Ada 2 jenis investasi, yaitu:


a. Investasi sekuritas utang dapat berupa pembelian obligasi.
b. Investasi saham adalah kepemilikan modal dalam perusahaan.
Penilaian investasi yang dilakukan pemerintah dapat menggunakan:
a. Metode biaya
Yaitu investasi dicatat sebesar biaya perolehan. Besarnya hasil investasi dicatat
sebesar hasil yang diterima.
b. Metode ekuitas
Yaitu investasi awal dicatat sebesar biaya perolehan ditambah ataupun dikurangi
laba atau rugi pemerintah setelah tanggal perolehan. Bagian laba yang diterima
pemerintah akan mengurangi nilai investasi pemerintah. Sedangkan dividen yang
dibayarkan dalam bentuk saham, tidak mempengaruhi nilai investasi pemerintah.
c. Metode nilai bersih yang dapat direalisasikan
Metode ini dapat digunakan terutama untuk kepemilikan yang akan dilepas/dijual
dalam jangka waktu dekat.

Penggunaan metode tersebut di atas didasarkan pada criteria sebagai berikut:


a. Kepemilikan kurang dari 20% menggunakan metode biaya.
b. Kepemilikan 20% sampai 50%, atau kepemilikan kurang dari 20% tetapi
memiliki pengaruh yang signifikan menggunakan metode ekuitas.
c. Kepemilikan lebih dari 50% menggunakan metode ekuitas.
d. Kepemilikan bersifat nonpermanent menggunakan metode nilai bersih yang
direalisasikan.

4. Anggaran
Anggaran sektor publik adalah pertanggungjawaban dari pemegang manajemen
organisasi untuk memberikan informasi tentang segala aktivitas dan kegiatan
organisasi kepada pihak pemilik organisasi atas pengolahan dana publik dan
pelaksanaan berupa rencana-rencana program yang dibiaya dengan uang publik.
Menurut National Committee on Governmental Accounting (NCGA), saat ini
Governmental Accounting Standarts Board (GASB), definisi anggaran (budget)
adalah rencana operasi keuangan, yang mencakup estimasi pengeluaran yang
diusulkan, dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam
periode waktu tertentu. Akuntansi manajemen sektor publik salah satunya berperan
sebagai pemberi fasilitas terciptanya anggaran.
Perencanaan dalam menyiapkan anggaran sangatlah penting, karena dengan
adanya anggaran dalam organisasi dapat memberi gambaran jelas tentang organisasi
sektor publik di masa mendatang. Untuk menilai kinerja pimpinan organisasi sektor
publik juga dapat dengan menggunakan anggaran.

5. Penentuan Biaya Pelayanan dan Penentuan Tarif Pelayanan


Berdasarkan tuntutan masyarakat tentang pemberian pelayanan yang baik dan biaya
yang rendah untuk mendapatkan pelayanan itu, organisasi sektor publik selalu
berusaha meningkatkan mutu pelayanan. Dengan pemberian pelayanan yang
berkualitas maka akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan kesejahteraan
akan semakin meningkat pula.
Akuntansi manajemen sektor publik bertugas menentukan biaya pelayanan dan
menentukan tarif pelayanan. Contoh organisasi PLN harus menentukan biaya yang
dikeluarkan untuk memberikan pelayanan listrik dan sekaligus menentukan tarif
listrik. Berdasarkan informasi tersebut pemerintah dapat menentukan berapa besarnya
biaya tarif pelayanan yang akan dibebankan kepada para pemakai jasa pelayanan
listrik.

6. Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat efektifias dan
efisien pencapaian tujuan organisasi sektor publik. Peran akuntansi manajemen sektor
publik adalah membuat indikator-indikator penilaian dan pengukuran kinerja
organisasi sektor publik. Penentuan indikator kinerja tersebut adalah sebagai berikut:
a. Biaya pelayanan diukur dengan unit.
b. Penggunaan; Indikator penggunaan membandingkan antara pelayanan yang
ditawarkan dengan permintaan publik.
c. Kualitas dan Standar pelayanan; Indikator kualitas dan standar pelayanan dengan
menetapkan standar.
d. Cakupan pelayan; Indikator cakupan pelayanan adalah banyaknya masyarakat
yang sudah diberi layanan organisasi sektor publik.
e. Kepuasan Indikator; kepuasan biasanya dikur melalui metode jajak pendapat
secara langsung ataupun juga dengan kuisioner yang diberikan pada masyarakat.

C. PERAN PENGENDALIAN
Akuntansi manajemen sektor publik mempunyai peran melakukan pengendalian, dalam
hal ini mengukur pencapaian kinerja manajemen dengan cara pencapaian target yang
sesuai dengan program yang sudah direncanakan.
Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu:
a. Pengendalian preventif
Pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi perencanaan strategik
yang dijabarkan dalam bentuk program-program.
b. Pengendalian operasional
Dalam tahap ini adalah pengendalian manajemen yang berkaitan dengan pengawasan
pelaksanaan program yang sudah ditetapkan. Dasar pelaksanaan dengan
menggunakan anggaran. Anggaran digunakan untuk mrnghubungkan perencanaan
dengan pengendalian.
c. Pengendalian kinerja
Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berdasarkan
pengukuran kinerja yang telah ditetapkan.