Anda di halaman 1dari 16

STUDI KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI

(STUDY OF DELAY IN THE COMPLETION OF CONSTRUCTION PROJECTS)

Findy Kamaruzzaman1)

Abstrak
Pada pekerjaan proyek konstruksi biasanya terjadi kendala pada pengerjaan proyek tersebut, baik
kendala yang memang sudah diperhitungkan maupun kendala yang di luar perhitungan perencana.
Kendala tersebut menjadi penyebab terlambatnya penyelesaian proyek, sehingga proyek tersebut
tidak berlangsung sesuai dengan rencana. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk
mendapatkan atau mengetahui faktor-faktor utama pendukung yang menjadi penghambat dalam
penyelesaian pekerjaan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner
kepada responden (pelaksana proyek jalan berkonstruksi beton di Kota Pontianak pada tahun
2010) dan wawancara kepada pihak konsultan dan pihak pemerintah. Pengolahan data kuisioner
menggunakan program SPSS 17.0 for Windows dengan metode analisis deskriptif dan analisis
rangking. Dari hasil penelitian didapatkan urutan rangking faktor yang menjadi penyebab
keterlambatan penyelesaian proyek. Faktor-faktor yang menjadi penyebab utama yang
mempengaruhi keterlambatan penyelesaian proyek jalan beton di Kota Pontianak adalah faktor
sosial dan budaya, faktor bahan dan faktor cuaca. Faktor bahan terdiri dari kenaikan harga bahan,
kelangkaan material dan kekurangan bahan.
Kata-kata kunci: terhambat, jalan berkonstruksi beton, faktor utama

Abstract
In construction projects, there are usually some constraints, either the expected or the unexpected
constraints. The constraints may cause delay in completion of the project, so the project is not
going according to plan. This research was conducted as an effort to obtain or determine the main
factors that support the obstacles in completing the work. The research was conducted by
distributing questionnaires to the respondents (constructors of concrete constructed road project in
Kota Pontianak on 2010) and interview with the consultants and government. The questionnaires
data processing using SPSS 17.0 with descriptive analysis method and rank analysis. From the
research, the order of factors rank that cause delays in project completion is obtained. The factors
that affect the major cause of delay in concrete road project in Kota Pontianak are social and
cultural, material and weather. The material factor consist of the material price increases, rarity of
materials, and material shortages.
Key words: obstacles, concrete constructed road project, the factors that affect the major

1. PENDAHULUAN bangsa Indonesia. Pembangunan adalah


usaha untuk menciptakan kemakmuran
Sekarang ini pembangunan di berbagai dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena
bidang sedang giat dilaksanakan oleh itu, hasil pembangunan harus dapat

1) Alumnus Prodi Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

175
JURNAL TEKNIK SIPIL UNTAN / VOLUME 12 NOMOR 2 – DESEMBER 2012

dinikmati oleh seluruh masyarakat proyek yaitu kontraktor. Kontraktor akan


sebagai peningkatan kesejahteraan lahir mengalami kerugian waktu dan biaya,
dan batin secara adil dan merata. Sejalan karena keuntungan yang diharapkan oleh
dengan kepesatan pembangunan fisik kontraktor berkurang, dan tidak mencapai
tersebut maka mulai berdiri pula target yang diharapkan bahkan tidak
perusahaan-perusahaan yang bekerja mendapat keuntungan sama sekali. Selain
sebagai pelaksana maupun perencana, itu, adanya keterlambatan berakibat
baik untuk pembangunan gedung, jalan kehilangan peluang pekerjaan proyek
maupun irigasi. Hal ini dilatarbelakangi lain. Bagi owner, keterlambatan
harapan untuk mendapatkan keuntungan penyelesaian pekerjaan proyek akan
yang besar. menyebabkan kerugian terhadap waktu
operasi hasil proyek, sehingga
Di daerah Kota Pontianak, perkembangan penggunaan hasil pembangunan proyek
perusahaan yang bergerak di bidang menjadi mundur atau terlambat.
konstruksi tidak menunjukkan angka
penurunan. Pada kenyataannya Kontraktor yang mengerjakan proyek
pelaksanaan pekerjaan proyek fisik selalu tepat waktu, tentu akan menguntungkan
mendapatkan kendala, baik kendala yang kedua belah pihak. Dalam rangka
sudah diperhitungkan, maupun yang di mendapatkan posisi sebagai perusahaan
luar perhitungan perencana. Kendala itu yang baik dan selalu tepat waktu dalam
menjadi penyebab terhambatnya penyelesaian proyek, selalu diupayakan
pekerjaan proyek, sehingga pekerjaan suatu metode untuk menghindari
proyek tersebut tidak berlangsung sesuai keterlambatan yang terjadi di dunia usaha
dengan rencana. Oleh karena itu, dalam konstruksi. Berbagai cara telah dilakukan
pelaksanaan suatu proyek konstruksi oleh perusahaan-perusahaan konstruksi
selalu ada kemungkinan, bahwa waktu untuk menghindari keterlambatan
yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penyelesaian proyek konstruksi, misalnya
proyek akan melebihi waktu yang telah mengerjakan keseluruhan pekerjaan
ditentukan dalam dokumen kontrak konstruksi (tanpa dikerjakan oleh
pekerjaan. Dengan kata lain, waktu subkontraktor), maupun memberdayakan
penyelesaian proyek menjadi terhambat. sumber daya manusia.
Bermacam-macam masalah penyebab
keterlambatan proyek, antara lain Dari kasus tersebut di atas maka
masalah bahan, tenaga kerja, peralatan, penelitian ini dilakukan untuk
keuangan, lingkungan, dan masalah mengetahui faktor-faktor apa saja yang
manajemen yang kurang baik. menjadi penghambat pengerjaan proyek
di daerah Kota Pontianak. Dengan
Keterlambatan pekerjaan konstruksi akan memperkecil keterlambatan pada usaha
menyebabkan kerugian baik moril konstruksi, berarti pula membantu negara
maupun material. Pihak yang terkena dalam hal pembangunan fisik maupun
dampak kerugian tersebut adalah pihak nonfisik, karena keduanya saling terkait.
yang berhubungan langsung dengan

176
Studi Keterlambatan Penyelesaian Proyek Konstruksi
(Study of Delay in the Completion of Construction Projects)
(Findy Kamaruzzaman)
Pokok masalah yang diteliti adalah b) Pekerjaan di bidang jalan
faktor-faktor penghambat dalam berkonstruksi beton pada tahun 2010.
penyelesaian pengerjaan proyek
c) Faktor-faktor yang dapat menghambat
konstruksi yang dapat menyebabkan
pekerjaan proyek konstruksi jalan
keterlambatan. Pemecahan masalah
beton di Kota Pontianak.
tersebut dilakukan dengan memproses
dan menyimpulkan data yang didapatkan d) Metoda pengumpulan data dengan
dari proyek yang pernah dikerjakan. cara kuisioner dan wawancara.
e) Pengolahan data:
Dalam penelitian ini hipotesis yang
1) Analisis responden
diambil adalah faktor bahan dan sosial
2) Analisis rangking menggunakan
budaya yang menjadi faktor penghambat
program SPSS 17.0 for Windows.
utama dalam penyelesaian pekerjaan
konstruksi di bidang jalan beton di Kota Manfaat yang diperoleh dari penelitian
Pontianak. ini adalah sebagai berikut:
Tujuan penelitian adalah a) Sebagai bahan pertimbangan bagi
perusahaan yang bergerak pada
a) mengidentifikasikan dan menganalisis
bidang konstruksi khususnya pada
faktor-faktor yang dapat menghambat
bidang jalan beton dan bagi
penyelesaian proyek, mencari urutan
Pemerintah Daerah Kota Pontianak
rangking dari tiap faktor serta
untuk dapat menghindari
mencari faktor utama yang
keterlambatan proyek pada masa
mempengaruhi keterlambatan
yang akan datang.
penyelesaian proyek di daerah Kota
Pontianak; b) Memberikan motivasi kepada
perusahaan konstruksi untuk lebih
b) mendapatkan solusi atas faktor-faktor
memperhitungkan kegiatan-kegiatan
yang menghambat penyelesaian
penelitian yang bertujuan untuk
proyek agar pekerjaan proyek
meningkatkan kinerja perusahaan.
konstruksi dapat berjalan dengan
lancar dan sesuai rencana atau c) Hasil penelitian ini kiranya dapat
kontrak. menjadi input bagi penelitian yang
selanjutnya.
Dalam penelitian ini penulis memberikan
pembatasan masalah agar tujuan yang 2. TINJAUAN PUSTAKA
akan dicapai dapat terarah dan tidak
keluar dari permasalahan semula. 2.1 Proyek Konstruksi
Pembatasan masalah yang dilakukan
adalah sebagai berikut: Menurut Mulyani (2006), proyek
a) Lokasi di daerah Kota Pontianak. konstruksi adalah suatu rangkaian
kegiatan proyek yang berkaitan dengan

177
JURNAL TEKNIK SIPIL UNTAN / VOLUME 12 NOMOR 2 – DESEMBER 2012

bidang konstruksi (pembangunan) yang d) Time : kapan dan berapa lama


mempunyai dimensi waktu terbatas waktu yang diperlukan
dengan alokasi sumber dana tertentu, untuk pelaksanaan
guna mewujudkan suatu gagasan serta bangunan.
mendapatkan tujuan tertentu, setelah
gagasan tersebut layak untuk Dalam kegiatan proyek konstruksi harus
dilaksanakan. melalui suatu proses yang panjang dan
sangat kompleks. Terdapat suatu
Untuk menyelesaikan suatu proyek rangkaian kegiatan yang berurutan dan
konsturksi, harus berpegang pada batasan berkaitan dalam suatu kegiatan proyek
tiga kendala (triple constrain). Batasan konstruksi. Rangkaian kegiatan tersebut
tiga kendala adalah terdiri dari tahap perencanaan (planning),
tahap perancangan (design), tahap
a) Anggaran
pengadaan/pelelangan (procurement/
Besarnya sesuai biaya yang tender), tahap pelaksanaan (construction)
dialokasikan. Dengan kata lain, dan tahap pemeliharaan dan persiapan
pengerjaan proyek konstruksi penggunaan (maintenance and start-up).
tersebut harus efisien.
Secara umum, klasifikasi atau jenis
b) Jadwal proyek konstruksi dapat dibagi menjadi:
Sesuai waktu yang diperlukan untuk a) Proyek konstruksi bangunan gedung
menyelesaikan proyek. Dengan kata (building construction)
lain, pengerjaan proyek konstruksi
b) Proyek bangunan perumahan/
tersebut harus efektif.
pemukiman (residential construction
c) Mutu or real estate)

Kinerja harus memenuhi spesifikasi c) Proyek konstruksi teknik sipil atau


dan kriteria yang dipersyaratkan. proyek konstruksi rekayasa berat
Hasil yang dikerjakan dapat (heavy engineering construction)
dipertanggungjawabkan. d) Proyek konstruksi industri (industrial
construction)
Unsur-unsur utama yang berada dalam
suatu proyek: 2.2 Permasalahan Umum Konstruksi
a) Cost : keuangan dan investasi.
Pada hakekatnya, cara penanganan sejak
b) Quality : ukuran kualitas yang pelaksanaan dari proyek konstruksi yang
diinginkan dan persya- sangat sederhana sampai dengan
ratan yang jelas. pembangunan megaproyek, masing-
c) Quantity : besar atau dimensi masing akan membentuk suatu pola
proyek. sistem manajemen tertentu yang bersifat
khusus. Meskipun demikian, tahapan-

178
Studi Keterlambatan Penyelesaian Proyek Konstruksi
(Study of Delay in the Completion of Construction Projects)
(Findy Kamaruzzaman)
tahapan kegiatan pokok di dalam proses berjalan dengan lancar dan sesuai
konstruksi berbagai jenis proyek dengan keinginan sebelumnya.
cenderung membentuk tata urutan yang
mirip satu dengan lainnya, bahkan bisa 2.3 Keterlambatan Proyek
jadi sama untuk beberapa proyek. Macam
kegiatan pokok tersebut didasarkan pada Keterlambatan proyek dapat disebabkan
bidang keahlian dan profesi yang terlibat, dari kontraktor maupun berasal dari
sedangkan urutan-urutan tahapannya owner. Keterlambatan juga dapat terjadi
tersusun berdasarkan pada kondisi tetapi tidak disebabkan kedua pihak
spesifik berkaitan dengan tantangan tersebut. Keterlambatan proyek
teknis serta kebutuhan mekanisme dalam konstruksi berarti bertambahnya waktu
proses, yang selanjutnya melekat sebagai pelaksanaan penyelesaian proyek yang
ciri utama dari industri. telah direncanakan dan tercantum dalam
dokumen kontrak. Penyelesaian
Permasalahan yang dihadapi di dalam pekerjaan tidak tepat waktu merupakan
proses penyelenggaraan konstruksi secara kekurangan dari tingkat produktivitas dan
garis besar dapat digolongkan menjadi sudah barang tentu kesemuanya ini akan
dua, yaitu: mengakibatkan pemborosan dalam
pembiayaan, baik berupa pembiayaan
a) Masalah yang berhubungan dengan langsung yang dibelanjakan untuk
saling ketergantungan dan pengaruh proyek-proyek pemerintah, maupun
yang erat antara faktor biaya, waktu berwujud pembengkakan investasi dan
dan mutu. Penyelenggaraan kerugian-kerugian pada proyek-proyek
konstruksi selalu ditujukan untuk swasta.
menghasilkan suatu hasil uang
bermutu dengan pembiayaan tidak Keterlambatan proyek seringkali menjadi
boros, dan kesemuanya harus dapat sumber perselisihan dan tuntutan antara
diwujudkan dalam rentang waktu pemilik dan kontraktor, sehingga akan
yang terbatas mengingat besarnya menjadi sangat mahal nilainya, baik
investasi biaya yang harus ditinjau dari sisi kontraktor maupun
ditanamkan. pemilik. Kontraktor akan terkena denda
penalti sesuai dengan kontrak. Di
b) Masalah yang sangat berhubungan
samping itu, kontraktor juga akan
dengan kegiatan koordinasi dan
mengalami tambahan biaya overhead
pengendalian untuk seluruh fungsi
selama proyek masih berlangsung. Dari
manajemen. Dalam pelaksanaan
sisi pemilik, keterlambatan proyek akan
suatu kegiatan konstruksi melibatkan
membawa dampak pengurangan pema-
pemilik, konsultan dan kontraktor.
sukan karena penundaan pengoperasian
Dalam hal ini, mereka memiliki tugas
fasilitasnya.
masing-masing. Koordinasi antara
pemilik, konsultan dan kontraktor Keterlambatan penyelesaian proyek dapat
sangat perlu agar pekerjaan dapat dihindari atau dikurangi apabila

179
JURNAL TEKNIK SIPIL UNTAN / VOLUME 12 NOMOR 2 – DESEMBER 2012

pengkajian jadwal proyek dilakukan adalah faktor material, alat, pekerja, dan
dengan baik. Peran aktif manajemen manajemen pelaksanaan.
merupakan salah satu kunci utama
keberhasilan pengelolaan proyek. Faktor eksternal merupakan faktor
keterlambatan yang disebabkan oleh
2.3.1 Klasifikasi Keterlambatan pihak-pihak di luar pihak pelaksana
Konstruksi proyek, tetapi berperan secara langsung
atas proyek konstruksi. Faktor eksternal
2.3.1.1 Umum tersebut dapat meliputi keterlambatan
yang disebabkan oleh pihak owner,
Menurut Scott (1997), keterlambatan pengawas, dan perencana.
suatu pelaksanaan proyek dapat
diklasifikasikan menjadi tiga hal yaitu 2.3.2 Dampak Keterlambatan
compensable delay, non-compensable
delay, dan concurrent delay. Keterlambatan proyek akan menimbul-
kan kerugian pada pihak kontraktor,
Menurut Popescu dan Charoengam konsultan dan owner, yaitu:
(1995), apabila dilihat berdasarkan
tanggung jawabnya, keterlambatan dapat a) Pihak kontraktor
diklasifikasikan menjadi excuseable
Keterlambatan penyelesaian proyek
delay, non- excuseable delay, dan
berakibat naiknya overhead, karena
concurrent delay.
bertambah panjangnya waktu
2.3.1.2 Identifikasi Keterlambatan pelaksanaan. Biaya overhead
Konstruksi meliputi biaya untuk perusahaan
secara keseluruhan, terlepas ada
Sebelum dilaksanakan suatu proyek, tidaknya kontrak yang sedang
perlu diidentifikasi terlebih dahulu ditangani.
faktor-faktor risiko yang dapat
mempengaruhi kinerja waktu proyek. b) Pihak konsultan
Faktor-faktor ini dapat berasal dari pihak Konsultan akan mengalami kerugian
owner, konsultan pengawas, dan waktu, serta akan terlambat dalam
pelaksana proyek (kontraktor). mengerjakan proyek yang lainnya,
jika pelaksanan proyek mengalami
Menurut Praritama (1976), faktor internal keterlambatan penyelesaian.
adalah penyebab keterlambatan yang
disebabkan oleh pihak pelaksana proyek. c) Pihak owner
Pada tahap konstruksi, pihak pelaksana
proyek adalah kontraktor. Pada faktor Keterlambatan proyek pada pihak
internal atau faktor pelaksanaan, aspek- pemilik/owner, berarti kehilangan
aspek yang potensial yang dapat penghasilan dari bangunan yang
menyebabkan keterlambatan di antaranya seharusnya sudah dapat digunakan

180
Studi Keterlambatan Penyelesaian Proyek Konstruksi
(Study of Delay in the Completion of Construction Projects)
(Findy Kamaruzzaman)
atau disewakan. Apabila pemilik mendapatkan berapa besar faktor-faktor
adalah pemerintah, untuk fasilitas penghambat pengerjaan dan dapat
umum misalnya rumah sakit mempengaruhi keterlambatan penyele-
tentunya keterlambatan akan saian proyek konstruksi, khususnya
merugikan pelayanan kesehatan konstruksi jalan beton.
masyarakat, atau merugikan
program pelayanan yang telah 3.1.1 Metode Pengumpulan Data
disusun. Kerugian ini tidak dapat
dinilai dengan uang yang tidak dapat Pengumpulan data menggunakan
dibayar kembali. Sedangkan apabila kuisioner dan wawancara. Daftar
pihak pemilik adalah non pertanyaan telah disusun sedemikian
pemerintah, misalnya pembangunan sehingga diharapkan dapat memudahkan
gedung, pertokoan, atau hotel, tentu responden untuk menjawab pertanyaan-
jadwal pemakaian gedung tersebut pertanyaan yang ada. Kuisioner tersebut
akan mundur dari waktu yang diserahkan kepada kontraktor-kontrkator
direncanakan, sehingga ada waktu sesuai dengan data yang didapat dari
kosong tanpa mendapatkan uang. Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak
Kuisioner ini diantarkan langsung oleh
peneliti agar dapat memberikan
3. METODOLOGI PENELITIAN
penjelasan mengenai hal-hal yang
berkaitan dengan penelitian. Karena
3.1 Teknik Pengumpulan Data
jawaban bersifat kualitatif maka perlu
Dalam penelitian ini, yang menjadi dikuantitatifkan dengan jalan memberi
sampel adalah pemilik proyek (PPTK), nilai atau skor masing-masing variabel
konsultan dan kontraktor yang Nilai atau skor tersebut sebagai berikut:
mengerjakan dan menyelesaikan
1) Untuk jawaban tidak berpengaruh
pekerjaan jalan berkonstruksi beton di
bernilai 1. Keterlambatan waktu
Kota Pontianak pada tahun 2010. Data
sangat kecil, tidak berdampak pada
yang diperoleh merupakan data primer,
schedule.
yaitu suatu cara pengumpulan data yang
langsung berhubungan dengan responden
2) Untuk jawaban sedikit
tanpa melalui perantara atau pihak lain,
berpengaruh bernilai 2.
seperti dari badan statistik atau referensi
Keterlambatan waktu < 5 %,
data lainnya. Alat yang digunakan dalam
dampak kecil, perlu adanya
pengumpulan data adalah kuisioner dan
perhatian terhadap sechedule
wawancara. Nama-nama PPTK,
proyek.
konsultan dan kontraktor diperoleh dari
Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak. 3) Untuk jawaban berpengaruh
Data pada penelitian ini merupakan data bernilai 3. Keterlambatan waktu
kuantitatif, yaitu data yang dikumpulkan 5 – 10 %, dampak sedang, perlu
dan diolah untuk mencari atau dilakukan penanganan sewaktu.

181
JURNAL TEKNIK SIPIL UNTAN / VOLUME 12 NOMOR 2 – DESEMBER 2012

4) Untuk jawaban sangat berpengaruh a) Memperoleh informasi yang relevan


bernilai 4. Keterlambatan waktu dengan tujuan penelitian
10 – 20 %, dampak besar, perlu
b) Memperoleh informasi dengan
dilakukan penanganan secara
reabilitas dan validitas yang setinggi
menyeluruh.
mungkin.
Kuisioner diantarkan langsung oleh
Kuisioner dirancang dalam tiga
peneliti, agar dapat menjelaskan kepada
kelompok, yaitu:
responden maksud dari penelitian.
Apabila pihak responden cukup sibuk a) Data pribadi, yaitu pertanyaan
maka peneliti meninggalkan kuisioner terhadap responden mengenai
tersebut, kemudian meminta agar diisi kedudukan atau jabatan, lama
dan dapat diambil setelah selang waktu pengalaman responden bekerja pada
beberapa hari. bidang konstruksi, serta pendidikan
responden.
Wawancara dilakukan kepada pemilik
b) Data proyek, yaitu tentang
proyek (PPTK) dan konsultan.
penanganan proyek mengenai
Pertanyaan pada proses wawancara telah
keterlambatan, besar keterlambatan
disusun sesuai dengan tujuan penelitian.
yang terjadi.
Pada proses wawancara, peneliti
bertindak sebagai pewawancara. Hasil c) Faktor penghambat, yaitu poin-poin
wawancara tersebut menjadi pembanding tentang faktor-faktor yang sering
dari hasil data yang didapatkan melalui menjadi penghambat dalam
kuisioner. menyelesaikan proyek konstruksi,
yaitu:
3.2 Rancangan Kuisioner
1) Faktor bahan (material):
Kuesioner adalah daftar pertanyaan (a) Kekurangan bahan konstruksi
operasional yang ditanyakan pada (b) Keterlambatan pengiriman
responden terpilih untuk menjawab bahan
hipotesis-hipotesis yang dikembangkan (c) Kerusakan bahan di tempat
sesuai tujuan penelitian. Pertanyaan- penyimpanan
pertanyaan dalam kuesioner harus dapat (d) Kelangkaan karena kekhu-
mengumpulkan keterangan-keterangan susan
responden yang diperlukan untuk (e) Ketidaktepatan waktu peme-
menghasilkan indikator-indikator atau sanan
memenuhi rancangan tabulasi yang ingin (f) Dan lain-lain.
dikaji.
2) Faktor tenaga kerja (man
power):
Tujuan pokok pembuatan kuisioner
adalah: (a) Kekurangan tenaga kerja
(b) Kemampuan tenaga kerja

182
Studi Keterlambatan Penyelesaian Proyek Konstruksi
(Study of Delay in the Completion of Construction Projects)
(Findy Kamaruzzaman)
(c) Pengalaman tenaga kerja faktor-faktor yang mempengaruhi
(d) Dan lain-lain. pelaksanaan proyek, serta menentukan
rangking dalam setiap penilaian dari
3) Faktor peralatan (equipment) :
masing-masing kontraktor yang diteliti.
(a) Kerusakan peralatan
(b) Kekurangan peralatan 3.3.1 Analisis Responden
(c) Keterlambatan pengiriman
peralatan Data yang telah diberikan oleh responden
(d) Produktivitas peralatan dalam kuisioner yang telah disebar,
(e) Dan lain-lain. diolah dan digunakan untuk memberikan
gambaran atau penjelasan. Gambaran
4) Faktor keuangan (financial) :
atau penjelasan disajikan dalam bentuk
(a) Ketersedian keuangan sela- diagram batang.
ma pelaksanaan
(b) Kenaikan harga bahan 3.3.2 Analisis Rangking
(c) Dan lain-lain.
Setelah pengumpulan data yang
5) Faktor lingkungan (environment): diperoleh dari responden maka hasil data
(a) Faktor sosial dan budaya analisis dengan mean rank, yang
(b) Pengaruh cuaca pada merupakan teknik penjelasan kelompok
aktivitas konstruksi yang didasarkan dari nilai rata-rata
(c) Pengaruh keamanan ling- tersebut. Nilai rata-rata digunakan untuk
kungan terhadap pengerja- menentukan faktor-faktor yang sangat
an proyek berpengaruh dalam keterlambatan
(d) Dan lain-lain. pekerjaan-pekerjaan proyek konstruksi.
6) Faktor perubahan (change) : Mean ini didapat dengan cara
(a) Terjadinya perubahan menjumlahkan data seluruh individu
desain oleh owner dalam kelompok itu, kemudian dibagi
(b) Kesalahan desain yang dengan jumlah individu yang ada pada
dibuat oleh perencana kelompok tersebut. Hal ini dapat dilihat
(c) Dan lain-lain. dengan rumus berikut:

3.3 Pengolahan Data Penelitian n

X i
Setelah seluruh data diperoleh melalui Me  i 1
(1)
kuisioner terkumpul, kemudian dilakukan n
tahap berikutnya, yaitu analisis data.
Analisis data menggunakan metode di mana
kuantitatif yang dioperasikan dengan Me : nilai rata-rata (mean)
menggunakan program SPSS 17 for n : jumlah responden
Windows, untuk mencari berapa besar

183
JURNAL TEKNIK SIPIL UNTAN / VOLUME 12 NOMOR 2 – DESEMBER 2012

Xi : frekuensi pada i yang diberikan mengurutkan nilai mean dari nilai yang
responden, sebagai persentase pada paling tinggi sebagai rangking 1. Data
jumlah responden terhadap survei disajikan dalam bentuk diagram
masing-masing permasalahan. batang pada Gambar 1 s. d. Gambar 8.
i : kategori index responden
(i = 1, 2, 3, …) 4. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
X1 : frekuensi j awaban ”sangat
berpengaruh” Penelitian dilakukan terhadap tiga pihak,
X2 : frekuensi jawaban ”berpengaruh” kontraktor, pemilik proyek (PPTK) dan
X3 : frekuensi j awaban ”agak konsultan. Pada pihak kontraktor terdapat
berpengaruh” 20 responden, pihak pemilik terdapat 3
X4 : frekuensi j awaban ”tidak responden dan pihak konsultan terdapat 1
berpengaruh”. responden. Dalam penelitian ini didapat
hasil seperti pada Tabel 1.
Dari hasil data kuisioner tersebut diper-
bandingkan sebagai koefisien rangking, Dari hasil penelitian terdapat berbagai
kemudian dapat ditentukan rangking dari macam faktor yang menghambat
masing-masing faktor dengan cara

Tabel 1. Faktor keterlambatan


(a) Kontraktor
No Faktor keterlambatan Mean Rangking
1 Faktor sosial dan budaya 3,50 1
2 Kenaikan harga bahan 3,35 2
3 Kelangkaan material 3,00 3
4 Pengaruh cuaca pada pengerjaan 2,95 4
5 Kekurangan bahan konstruksi 2,65 5

(b) Pemilik proyek (PPTK)


Responden Faktor keterlambatan
1 Sosial, tenaga kerja dan perencanaan
2 Sosial, bahan dan cuaca
3 Sosial dan bahan

(c) Konsultan
Responden Faktor keterlambatan
1 Faktor sosial dan faktor bahan

184
Studi Keterlambatan Penyelesaian Proyek Konstruksi
(Study of Delay in the Completion of Construction Projects)
(Findy Kamaruzzaman)

Gambar 4. Usia responden


Gambar 1. Jenis perusahaan

Gambar 2. Jabatan responden Gambar 5. Pendidikan terakhir


responden

Gambar 3. Pengalaman responden


bekerja di bidang konstruksi Gambar 6. Nilai proyek

penyelesaian proyek konstruksi jalan kontraktor, faktor sosial dan budaya


beton di Kota Pontianak. Pada pihak menjadi faktor utama yang menjadi

185
JURNAL TEKNIK SIPIL UNTAN / VOLUME 12 NOMOR 2 – DESEMBER 2012

sosial, karena dari tiga pihak yang


menjadi responden menyatakan bahwa
faktor sosial menjadi penghambat utama
dalam penyelesaian proyek. Yang dapat
dilihat pada pihak kontraktor dengan 20
responden, faktor sosial dan budaya
berada pada rangking pertama dengan
rata-rata 3,50 sebagai faktor penghambat
utama. Pada pihak pemilik proyek
Gambar 7. Persentase keterlambatan dengan tiga responden, semua responden
menjawab faktor sosial sebagai faktor
penghambat penyelesaian proyek. Pada
pihak konsultan juga menjawab faktor
sosial menjadi faktor penghambat
penyelesaian proyek konstruksi jalan
beton di Kota Pontianak.

Faktor penghambat utama kedua yang


menjadi penghambat penyelesaian
proyek konstruksi jalan beton di Kota
Pontianak adalah faktor yang
berhubungan bahan, karena dari ketiga
pihak yang menjadi responden menjawab
Gambar 8. Persentase biaya faktor bahan menjadi penghambat. Dapat
keterlambatan dilihat pada pihak kontraktor, faktor
bahan menempati urutan rangking dua,
tiga dan kelima sebagai faktor
penghambat penyelesaian proyek. penghambat utama. Pada ururtan
Sedangkan pada pihak pemilik proyek, rangking dua faktor kenaikan harga
yang menjadi faktor utama adalah faktor bahan merupakan faktor keuangan yang
sosial karena semua responden menjawab berhungan dengan faktor bahan. Pada
faktor sosial menjadi penghambat dalam pihak pemilik proyek, dua dari tiga
penyelesain proyek konstruksi jalan responden menjawab faktor bahan
beton. Pada pihak konsultan, faktor sosial menjadi faktor penghambat penyelesaian
dan faktor bahan menjadi faktor proyek. Pada pihak konsultan juga
penghambat penyelesaian proyek. menjawab faktor bahan menjadi faktor
penghambat penyelesaian proyek
Berdasarkan hasil peneltian, dapat ditarik konstruksi jalan beton di Kota Pontianak.
kesimpulan bahwa yang menjadi faktor
utama yang menjadi penghambat Faktor penghambat utama ketiga adalah
penyelesain proyek konstruksi jalan faktor cuaca. Dari tiga pihak yang
beton di Kota Pontianak adalah faktor menjadi responden, dua di antaranya

186
Studi Keterlambatan Penyelesaian Proyek Konstruksi
(Study of Delay in the Completion of Construction Projects)
(Findy Kamaruzzaman)
menjawab faktor cuaca menjadi faktor terjadi masalah lalu lintas kendaraan
penghambat penyelesaian proyek warga sekitar. Dengan adanya pengerjaan
konstruksi jalan beton di Kota Pontianak. jalan maka arus lalu lintas akan menjadi
Pada pihak kontraktor, faktor cuaca terhambat, terjadi kemacetan karena ada
menempati urutan rangking keempat sebagaian badan jalan yang sedang
sebagai faktor penghambat utama. dikerjakan dan belum dapat dilalui.
Sedangkan pada pihak pemilik proyek, Pengerjaan pada kondisi daerah yang
satu dari tiga responden menjawab faktor padat penduduk sehingga arus lalu lintas
cuaca menjadi faktor penghambat dalam di daerah tersebut sangat ramai. Dengan
penyelesaian proyek konstruksi jalan adanya proyek jalan maka dapat menutup
beton di Kota Pontianak. jalur-jalur gang atau komplek perumahan
untuk keluar masuk. Proses pengerjaan
Pada pelaksanaan proyek banyak terjadi juga harus sesuai dengan permintaan
masalah baik masalah teknis dan warga yang meminta untuk pengerjaan
nonteknis, seperti di dalam penelitian ini dilakukan pada waktu-waktu yang tidak
yang menjadi masalah atau faktor padat kendaraan keluar masuk seperti
penghambat utama adalah faktor sosial. hari Jumat, Sabtu dan Minggu yang
Faktor sosial adalah faktor nonteknis bukan merupakan jam padat arus keluar
dalam pelaksanaan proyek. Masalah yang masuk, sehingga proses pelaksanaan
terjadi umumnya adalah ketidaksepa- tidak dapat dikerjakan setiap hari.
haman antara pemerintah dan warga di
sekitar lokasi pekerjaan. Dalam proyek Selain faktor sosial, faktor bahan
peningkatan jalan sering kali tanah warga merupakan salah satu faktor penghambat
terkena saat perencanaaan pelebaran utama dalam proses pelaksanaan proyek
jalan. Proses pembebasan tanah yang konstruksi jalan beton di Kota Pontianak.
cukup memerlukan waktu sangat Sering terjadi kekurangan bahan dalam
berpengaruh pada proses pengerjaan. Di proses pelaksanaan. Ini disebabkan
Kota Pontianak proses pembebasan tanah proyek konstruksi jalan beton yang
dilakukan beriringan dengan proses dilakukan oleh pemerintah Kota
pelaksanaan sehingga jika terjadi Pontianak yang dilakukan dalam waktu
hambatan pada proses pembebasan tanah yang bersamaan dan memerlukan bahan
maka proses pelaksanaan proyek akan atau material yang sama dalam jumlah
menjadi terhambat. Tidak semua warga yang banyak. Bahan utama dalam proyek
langsung menyetujui dilakukan konstruksi jalan beton adalah readymix
pembebasan tanah tersebut, melainkan concrete. Selain proyek yang dilakukan
terdapat juga warga-warga yang pemerintah, terdapat juga pembangunan-
membutuhkan waktu lama untuk setuju pembangunan di bidang properti yang
dengan pembebasan tanah yang dilakukan oleh pihak swasta yang
dilakukan pemerintah. Masalah sosial memerlukan bahan yang sama sedangkan
lain yang timbul pada proses pelaksanaan penyedia readymix concrete hanya ada
proyek konstruksi jalan beton adalah dua di Kota Pontianak. Ini menyebabkan

187
JURNAL TEKNIK SIPIL UNTAN / VOLUME 12 NOMOR 2 – DESEMBER 2012

kelangkaan bahan dan kekurangan bahan proyek konstruksi jalan beton di Kota
dalam proses pelaksanaan. Pontianak yaitu faktor sosial, faktor
bahan dan faktor cuaca.
Faktor cuaca merupakan salah satu faktor
penghambat utama dalam proses
5. PENUTUP
pengerjaan proyek konstruksi jalan beton
di Kota Pontianak. Kelangkaan material 5.1 Kesimpulan
konstruksi juga dapat disebabkan oleh
faktor cuaca. Karena terjadinya Dari data penelitian dan pembahasan
kelangkaan material maka akan terjadi dapat ditarik kesimpulan, yaitu sebagai
kenaikan harga material. Bahan yang berikut:
dibutuhkan banyak tetapi materialnya
kurang maka akan terjadi kenaikan harga. a) Dari hasil penelitian ini telah dida-
Proses pembuatan dan pengiriman patkan urutan rangking yang menjadi
material memerlukan bahan bakar. Pada faktor penghambat penyelesaian
saat pasang surut yang terjadi pada proyek konstruksi jalan beton di Kota
Sungai Kapuas tidak memenuhi syarat Pontianak. Setelah melakukan
untuk kapal tanker minyak untuk masuk penelitian terhadap tiga pihak yaitu
maka dapat menyebabkan kelangkaan pihak kontraktor, konsultan dan
bahan bakar. Kelangkaan tersebut dapat pemilik proyek (PPTK), diperoleh
mengganggu proses pembuatan dan bahwa yang menjadi faktor utama
pengiriman bahan ke lokasi proyek. adalah faktor sosial dan budaya,
Sehingga, terjadi kekurangan bahan atau faktor bahan dan faktor cuaca. Faktor
material pada proses pengerjaan proyek. bahan terdiri dari kenaikan harga
Selain dapat menyebabkan kelangkaan bahan, kelangkaan material dan
material, cuaca juga dapat berdampak kekurangan bahan.
langsung pada proses pengerjaan.
Dengan curah hujan yang tinggi, b) Solusi atas faktor penghambat utama:
turunnya hujan tidak dapat diprediksi. 1) Solusi dalam menghadapi
Saat hujan, proses pengerjaan jalan faktor sosial dan budaya adalah
khususnya saat pengecoran tidak dapat melakukan sosialisasi dari
dilakukan karena jika terus dilakukan tujuan dan manfaat kegiatan
maka akan berdampak pada mutu beton proyek kepada penduduk
tersebut. Proses pengerjaan dapat dengan melibatkan aparat
dilanjutkan jika hujannya sudah berhenti. pemerintah yang meliputi Dinas
Dengan kondisi seperti ini, pelaksana Pekerjaan Umum, Aset Daerah,
harus siap dengan penutup beton jika Kecamatan, Kelurahan, RT/RW
terjadi hujan setelah melakukan dan masyarakat.
pengecoran.
2) Solusi dalam menghadapi
Dari hasil pembahasan dapat diambil tiga faktor bahan adalah melakukan
faktor utama penghambat pengerjaan

188
Studi Keterlambatan Penyelesaian Proyek Konstruksi
(Study of Delay in the Completion of Construction Projects)
(Findy Kamaruzzaman)
pemesanan lebih awal dan Daftar Pustaka
melakukan perjanjian atau Mulyani, Endang. 2006. Bahan Ajar
kontrak antara pelaksana dan Manajemen Konstruksi. Pontianak:
penyedia bahan. Fakultas Teknik Untan.
3) Solusi dalam menghadapi Popescu, C. M. dan Charoengam, C.
faktor cuaca saat pelaksanaan 1995. Project Planning,
adalah menyiapkan penutup Schedulling, and Control in
plastik beton untuk mengatasi Construction. Canada: John Willey
jika terjadi hujan agar mutu & Son, p.188.
beton tetap terjamin. Praritama. 1976. “Tindakan Korektf dan
Preventif Terhadap Sumber Resiko
5.2 Saran yang Menyebabkan Keterlambatan
pada Proyek Konstruksi Fly Over
Berdasarkan kesimpulan di atas maka di Provinsi DKI Jakarta”. Tesis
saran yang mungkin dapat bermanfaat disadur dari Ahuya, H.n ,
sebagai kemungkinan solusi pencegahan Construction Performance Control
keterlambatan pekerjaan konstruksi jalan by Network. New York: John
beton di Kota Pontianak: Willey & Son.
a) Sebaiknya pembebasan lahan Scott, Sttephen. 1997. “Delay Claims in
dilakukan terlebih dahulu sebelum UK Contracts”. Journal of
melakukan pelaksanaan tender, Construction Engineering and
sehingga tidak terjadi perbedaan Management, Sept 1997, p.238.
antara perencanaan dan pelaksanaan
yang disebabkan belum tuntasnya
pembebasan lahan.
b) Di Kota Pontianak penyedia bahan
utama dalam pengerjaan proyek jalan
berkonstruksi beton hanya dimiliki
pihak swasta, sebaiknya pemerintah
melakukan perjanjian khusus kepada
pihak penyedia bahan agar mendapat
dukungan penuh dari perusahaan
penyedia bahan.
c) Untuk mengatasi masalah cuaca
sebaiknya pemerintah dapat
mengatur waktu pelaksanaan
pekerjaan agar dipercepat sebelum
pada musim penghujan.

189
JURNAL TEKNIK SIPIL UNTAN / VOLUME 12 NOMOR 2 – DESEMBER 2012

190