Anda di halaman 1dari 4

KECURANGAN PELANGGAN DAN KECURANGAN TERHADAP ORGANISASI

dan
AUDIT INVESTIGATIF DENGAN TEKNIK AUDIT AUDIT INVESTIGATIF DENGAN
TEKNIK PERPAJAKAN

Soal
1. Mengenai apa Identity Theft and Assumption Deterrence Act ?
2. Apakah yang dimaksud dengan a) penipuan clearinghouse, b) penipuan pembelian real estat,
dan c) penjualan minyak mentah dibawah harga pasar.
3. Bagaimana perlindungan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerugian atas penipuan
telemarketing ?
4. Sebutkan dan jelaskan secara singkat dua cara yang dapat dilakukan oleh kecurangan
karyawan !
5. Sebutkan apa sajakah metode paling umum dalam memalsukan komisi dengan berdasarkan
penjualan !
6. Gambarkan skema mengenai jenis-jenis penyalahgunaan asset !
7. Menurut Association of Certified Fraud Examinations (ACFE-2000), salah satu Asosiasi di
USA membedakan kecurangan menjadi tiga, sebutkan !
8. Jelaskan secara singkat mengenai macam-macam teknik review analitikal !
9. Jelaskan perbedaan antara Net Worth Method untuk Perpajakan dengan Net Worth Method
untuk Organized Crime !
10. Jelaskan yang anda ketahui tentang Expenditure Method !

Jawaban
1. Identity Theft and Assumption Deterrence Act adalah undang-undang yang paling lengkap
dan efektif untuk mengatur pencurian identitas. Undang-undang ini dibuat karena banyaknya
pencurian identitas yang berakhir pada sedikit atau tidak adanya denda atau hukuman dalam
bentuk lain bagi pelakunya.
2. a) Penipuan clearinghouse yaitu penipuan mengatasnamakan bank asing yang menunjuk
perwakilannya dalam menghimpun dana dalam rangka modal ventura di suatu negara.
b) Penipuan pembelian real estat yaitu penipuan menggunakan penawaran penjualan real
estat ataupun properti kepada korban dengan pialang khusus yang merupakan rekan pelaku
sebagai perantara.
c) Penjualan minyak tanah di bawah harga pasar yakni penipuan dengan menawarkan minyak
mentah kepada korbannya dengan pembayaran fee registrasi dan lisensi khusus diawal.
Setelah pembayaran dilakukan maka sang penawar akan melarikan diri beserta dana yang
terkumpul.
3. Perlindungan yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerugian atas penipuan telemarketing,
yaitu :
 Tidak memberikan data pribadi (khususnya data-data finansial) kepada sembarang orang
apalagi dalam lembaga atau komunikasi tak resmi.
 Berani dan tegas dalam mengatakan “tidak” serta bersedia mengakhiri percakapan ketika
mendapatkan tekanan baik secara langsung maupun tidak.
 Tidak mudah percaya terhadap telepon atau media yang mengajak berinvestasi tanpa
adanya kejelasan lembaga resmi.
 Mendampingi para kerabat maupun keluarga yang rentan terhadap penipuan.
4. Kecurangan karyawan dapat dilakukan melalui dua cara yaitu:
1) Kecurangan yang dilakukan melalui sistem akuntansi, kecurangan dengan cara ini
biasanya dilakukan dengan cara merubah dokumen, memalsukan dokumen atau
menghilangkan dokumen.
2) Kecurangan yang dilakukan tidak melalui sistem akuntansi, biasanya tidak mempunyai
catatan sama sekali. Auditor diharapkan dapat memahami bentuk-bentuk kecurangan
yang dilakukan organisasi maupun individu dalam organisasi, karena hal ini
berhubungan dengan pekerjaan audit untuk dapat mendeteksi segala bentuk
kecurangan dalam laporan keuangan.
5. Metode paling umum adalah memalsukan komisi dengan berdasar penjualan sebagai berikut:
a. Mebuat penjualan fiktif
b. Memalsukan nilai penjualan dalam dokumen penjualan
c. Meperbesar nilai penjualan dengan mengklaim penjualan pegawai lain
6.
PENYALAHGUNAAN ASET

PENCURIAN PENERIMAAN PENCURIAN ASET YANG ADA KECURANGAN PENGELUARAN


DITANGAN

PEGAWAI SENDIRI PEGAWAI SENDIRI PEGAWAI SENDIRI

PELANGGAN SENDIRI 2 / LEBIH PEGAWAI SECARA PEMASOK SENDIRI


BERSAMA

KOLUSI (BERSAMA) KOLUSI (BERSAMA)

7. a) Kecurangan Laporan Keuangan (Financial Statement Fraud)


Kecurangan Laporan Keuangan adalah kecurangan yang dilakukan oleh manajemen dalam
bentuk salah saji material Laporan Keuangan yang merugikan investor dan kreditor. Kecurangan
ini dapat bersifat financial atau kecurangan non financial.
b) Penyalahgunaan aset (Asset Misappropriation)
Penyalahagunaan aset dapat digolongkan ke dalam ‘Kecurangan Kas’ dan ‘Kecurangan atas
Persediaan dan Aset Lainnya’, serta pengeluaran-pengeluaran biaya secara curang
(fraudulentdisbursement).
c) Korupsi (Corruption)
Korupsi dalam konteks pembahasan ini adalah korupsi menurut ACFE, bukannya pengertian
korupsi menurut UU Pemberantasan TPK di Indonesia. Korupsi disini terbagi ke dalam
pertentangan kepentingan (conflict of interest), suap (bribery), pemberian illegal (illegal
gratuity), dan pemerasan (economic extortion).
8. Macam-macam teknik review analitikal, yaitu :
a) Betriebs Vergleich dan Zeit Vergleich
Betriebs vergleich digunakan untuk menganalisis kompetisi/ persaingan. Zeit Vergleich
membandingkan perusahaan yang diaudit investigatif pada saat sekarang dengan hal yang sama
di masa (Zeit) lalu.
b) Membandingkan Anggaran dengan Realisasi
Dalam entitas yang merupakan profit center/ revenue center, pejabat tertentu menerima insentif/
bonus sesuai dengan “keberhasilan” yang diukur dengan pelampauan anggaran. Investigator
perlu mengantisipasi kecenderungan realisasi penjualannya dibuat tinggi.
c) Analisis Vertikal dan Horizontal
Analisis vertikal menunjukkan rasio antara suatu akun dengan akun lainnya dalam laporan
keuangan untuk tahun yang sama, contohnya dalam laporan laba rugi (rasio antara harga pokok
penjualan dengan penjualan). Sedangkan analisis horizontal menunjukkan perubahan (kenaikan/
penurunan) suatu akun untuk satu tahun (periode) dibandingkan tahun (periode) sebelumnya/
tahun (periode) berikutnya.
d) Hubungan antara Satu Data Keuangan dengan Data Keuangan Lainnya
Beberapa akun, baik dalam suatu maupun beberapa laporan keuangan, bisa mempunyai
keterkaitan yang dapat dimanfaatkan untuk review analitikal, contohnya angka penjualan dengan
piutang dan persediaan rata-rata.
e) Menggunakan Data Non-Keuangan
Pola hubungan tidak mesti hanya antara satu data keuangan dengan data keuangan lain. Pola
hubungan non-keuangan pun bisa bermacam-macam berntuknya. Contohnya, dalam bisnis
perkebunan ada hubungan antara jumlah pupuk yang dipergunakan dengan hasil produksi/
panen.
f) Regresi atau Analisis Trend
Dengan data historikal yang memadai, review analitikal dapat mengungkapkan trend. Berbagai
perangkat lunak mempermudah hitungan dan grafiknya, misalnya STAR.
9.  Net Worth Method untuk Perpajakan
Pendekatan ini diterima sebagai cara pembuktian tidak langsung, dasar penggunaannya adalah
kewajiban wajib pajak untuk melaporkan semua penghasilannya. Wajib pajak tersebut
diwajibkan untuk melaporkan penghasilannya secara lengkap dan benar dalam SPT.
 Net Worth Method untuk Organized Crime
Pendekatan ini dapat digunakan untuk memerangi korupsi. Cara perhitungan net worth method
untuk menentukan illegal income adalah dengan membandingkan legal income dengan net worth
increase (sesudah di adjust dengan personal expense).
10. Expenditure method digunakan untuk menentukan unreported taxable income.
Expenditure income lebih cocok untuk wajib pajak yang tidak mengumpulkan harta benda, tetapi
telah mempunyai pengeluaran-pengeluaran besar/ mewah. Expenditure method lebih mudah
dibuat/ dihitung dan juga lebih dimengerti oleh orang awam. Rumus untuk menghitung illegal
income adalah expenditures dikurangi penghasilan dari legal sources.

Anda mungkin juga menyukai