Anda di halaman 1dari 21

TUGAS

ALAT DAN MESIN PERTANIAN

PT. SANGHYANG SERI

Disusun oleh :

Fitri Rahmi 04.1.16.0832

Ghania Muthia 04.1.16.0833

Novita Sari 04.1.16.0842

Supredi 04.1.16.0852

Tedo Harischandra 04.1.16.0853

Tingkat I-B

Jurusan Penyuluhan Pertanian

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor

2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan bimbingan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan menyusun
makalah ini dengan harapan membantu pembelajaran mata kuliah Alat dan Mesin
Pertanian. menyadari bahwa makalah ini tidak dapat terwujud tanpa hidayah dan
bimbingan-Nya. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk, maupun pedoman bagi penulis dan bagi pembaca.

Di dalam makalah ini penulis sajikan materi-materi menarik yaitu, Kebun


Benih Padi (Sawah), Pengolahan Benih, Pengawasan Mutu Benih, Breeding centre,
Penjualan, Pengamatan Proses, Dekomposisi Model Mesin Produksi, danGambaran
Umum Sistem Perawatan Mesin.

Penuslis berharap makalah ini dapat memberikan dukungan kontribusi


pemikiran bagi semua pihak yang berkepentingan, walaupun dalam penyajiannya
tidak luput dari berbagai kekurangan. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang
membangun dengan senang hati diterima oleh penulis bagi perbaikan.

Bogor, April 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI………………………………………………………………………. i

KATA PENGANTAR……………………………………………………………... ii

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang……………………………………………………………... 1


1.2 Tujuan…………….………………………………………………………... 1

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Sejarah …………………………………………………………………….. 2
B. Struktur Organisasi…………..…………………………………………….. 3
C. Bidang Usaha…………………………..…………………………………... 3

III. PEMBAHASAN

A. Kebun Benih Padi (Sawah)………………………………...……………… 5


B. Pengolahan Benih………………………………………………………….. 6
C. Pengawasan Mutu Benih……………………………………………………9
D. Breeding centre…………………………………………………………….. 9
E. Penjualan…………………………………………………………………… 10
F. Pengamatan Proses………………………………………………………….11
G. Dekomposisi Model Mesin Produksi………………………………………. 14
H. Gambaran Umum Sistem Perawatan Mesin……………………………….. 15
IV. PENUTUP

A. Kesimpulan……………………………………………………………….... 16
B. Saran……………………………………………………………………….. 16

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………… 17

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kegiatan Praktikum yang dilakukan di Sang Yhang Seri untuk memenuhi

kegiatan praktikum pada mata kuliah alat dan mesin pertania dan teknologi

produksi tanaman pangan.Kegiatan praktikum yang dilaksanakan dapat

membantu mahasiswa untuk belajar dengan kondisi di lapangan agar

mempermudah memahami.

Setiap tahap-tahap yang dilakukan dalam proses produksi dengan

menggunakan alat dan mesin pertanian guna untuk membantu pekerja dalam

proses bekerja.Kegiatan yang yang dilakukan di Sang Yhang Seri bertujuan untuk

mengahasilkan benih yang bermutu.Dari praktikum tersebut para mahasiswa/i

mendapatkan menambah pengetahuan.

1.2 Tujuan

1. Agar dapat mengetahui proses pemilihan benih yang bermutu di Sang Yhang

Seri.

2. Untuk menambah pengetahuan tentang alat dan mesin pertanian.

3. Untuk menambah pengetahuan tentang teknologi produksi tanaman pangan.

4. Untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Teknologi produksi tanaman pangan.

5. Sebagai laporan dari hasil praktikum.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Sejarah
Pada awalnya PT. Sang Hyang Seri merupakan suatu perusahaan perkebunan
terkenal dengan nama Pamanukan dan Tjiasem Lands (P & T Lands) yang dikuasai
oleh orang Inggris. Tanaman yang diusahakan adalah sisal/agave dan singkong.
Tanaman sisal/agave diambil seratnya untuk bahan baku pembuatan tambang kapal
dan pembuatan bahan baku karung goni, sedangkan singkong diolah untuk menjadi
tepung tapioka. Areal yang dikelola P & T Lands pada saat itu adalah seluas 9000
hektar. Pada tahun 1942 perusahaan ini diambil alih oleh Jepang. Pada masa ini
perusahaan tetap memproduksi singkong dan agave/sisal.

Pada tahun 1956, perusahaan dikuasai oleh Inggris. Namun pada tahun 1957,
pemerintah Indonesia mengambil alih P & T Lands dan semua perusahaan asing di
Indonesia. Pemerintah menyerahkan P & T Land kepada pemerintah daerah dibawah
naungan Yayasan Pembangunan Djawa Barat (YYDB). Pada tahun 1964 YYDB
mengalami kebangkrutan karena banyak lahan yang direbut oleh PKI. Departemen
Pertanian tahun 1965 membentuk perusahaan yang bernama perusahaan Tapioka dan
Rosella Sukamandi Jaya, kemudian tahun 1966 diubah menjadi proyek produksi
pangan Sukamandi Jaya. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No.
9/2/1968 proyek pangan Sukamandi Jaya diubah menjadi Lembaga Sang Hyang Seri
pada tahun 1971. Kemudian dengan Peraturan Pemerintah No. 22 tahun 1971
dibentuk Perusahaan Umum (Perum) Sang Hyang Seri. Pada awalnya Perum Sang
Hyang Seri berpusat di Sukamandi, tetapi berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian
No. 169/KPTS/UM/3/1982 pada tanggal 15 Maret 1982 Pusat Pelaksanaan
Administrasi dipindahkan ke Jakarta. Selanjutnya Sukamandi menjadi cabang khusus
karena mempunyai lahan swakelola sendiri yang cukup luas.

2
Jumlah tenaga yang besar dan memiliki pabrik pengelolaan benih yang
modern, kemudian diadakan penyempurnaan dengan Peraturan Pemerintah No. 44
tahun 1985 dinilai dapat dijadikan persero sesuai yang tercantum dalam UU No. 9
tahun 1969. Akhirnya berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 18 tahun 1995
Perusahaan Umum Sang Hyang Seri Sukamandi diubah menjadi perusahaan
perseroan (persero).

B. Struktur Organisasi
PT. Sang Hyang Seri terbagi menjadi 5 regional manager (RM) yaitu RM I
sukamandi, RM II Jawa Timur, RM III Medan, RM IV Lampung, dan RM V
Sulawesi Selatan. Masing-masing RM membawahi beberapa UBD (Unit Bisnis
Daerah). RM I terdiri dari beberapa UBD yaitu UBD khusus Sukamandi, UBD
Serang, UBD Ciamis, UBD Garut, UBD Tegal, UBD Banyumas, dan UBD Cirebon.
UBD khusus Sukamandi merupakan saru-satunya UBD di PT. Sang Hyang Seri yang
mempunyai areal produksi, sehingga disebut UBD khusus yang dipimpin oleh
seorang kepala RM yang dibantu oleh dua orang deputi. Masing - masing deputi
membawahi beberapa orang kepala UBD. Seorang kepala bagian membawahi
beberapa bagian dan sub bagian. Bagian-bagian yang ada di PT. Sang Hyang Seri
RM I UBD khusus Sukamandi diantaranya adalah bagian produksi, bagian
pengolahan benih, bagian usaha benih dan hortikultura dan kemitraan, bagian
keuangan, bagian pemasaran, subbagian pengadaan barang, sub bagian irigasi dan
jalan, sub bagian hama dan penyakit, sub bagian pembinaan mutu benih dan beberapa
sub bagian lainnya.
C. Bidang Usaha
Luas areal lahan PT. Sang Hyang Seri adalah sekitar 4300 ha, yang ditanam
adalah sekitar 3011. 4 ha sehingga sisanya merupakan areal yang tidak ditanam.
Areal PT. Sang Hyang Seri pengelolaan produksi dilakukan dengan dua sistem yaitu
sitem swakelola dan kerjasama. Sistem swakelola merupakan sistem produksi yang
seluruh pengelolaannya mulai dari tanam sampai dengan pengolahan dan pemasaran
benih dilakukan oleh PT. Sang Hyang Seri, sedangkan sistem kerjasama adalah

3
petani menyewa lahan kepada PT. Sang Hyang Seri dengan biaya sewa 1.2 ton/ha dan
sisa hasilnya dijual kepada PT. Sang Hyang Seri dengan harga 5% diatas harga
pasaran.
Bidang usaha PT. Sang Hyang Seri diatur dalam PP No. 18 tahun 1995 Bab II
pasal 2 yaitu:
1. Produksi, pengolahan, penyimpanan, dan penyaluran serta pemasaran benih
tanaman padi dan hortikultura.
2. Penelitian, pendidikan, dan penyuluhan dalam bidang perbenihan dan kegiatan
lain yang langsung menunjang usaha penelitian.
Kantor pemasaran cabang/daerah PT. Sang Hyang Seri cabang Jawa Barat
dibentuk untuk pengawasan dan kelancaran yang tepat guna dalam distribusi yaitu:
1. KPD Sukamandi untuk wilayah pemasaran Subang, Karawang, Purwakarta, dan
Bekasi.
2. KPD Cirebon untuk wilayah pemasaran Cirebon, Indramayu, Kuningan, dan
Majalengka.
3. KPD Tasikmalaya untuk wilayah pemasaran Tasikmalaya, Garut, Ciamis, dan
Sumedang.
4. KPD Sukabumi untuk wilayah pemasaran Subumi, Bogor, Cianjur, dan
Bandung.
5. KPD Serang untuk wilayah pemasaran Serang, Pandeglang, Tangerang, dan
Lebak.

4
BAB III
PEMBAHASAN

A. Kebun Benih Padi (Sawah)

Lahan sawah irigasi yang berada di Sukamandi, Subang, Jawa Barat yaitu
seluas 3.150 Ha. Jenis varietas padi yang ditanam dilapangan ada dua jenis yaitu
padi hibrida dan padi inbrida. Hal-hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan
benih yang baik, yaitu :

1. Pemilihan areal penanaman.


2. Pengolahan tanah.
3. Melakukan persemaian yang dimulai sejak 6-8 minggu sebelumnya, dengan
pemeliharaan yang baik mulai dari pemupukan, pengairan, pemberantasan
OPT, dan menyortir tanaman yang memiliki sifat menyimpang.

Pada saat panen dilakukan setelah butir-butir padi menunjukkan 80%


masak. Pemanenan diawasi oleh BPSP untuk memastikan benih yang dipanen
terhindar dari pencampuran benih yang lain dan juga untuk memastikan alat atau
wadah untuk panen, bersih dan terhindar dari pencampuran dengan tanaman lain.
Untuk pemeriksaan padi hibrida masih ke BPSB Bandung sedangkan untuk padi
inbrida sudah dilakukan oleh PT.Shang Hyang Seri sendiri. Dalam kegiatan
sertifikasi benih, dilakukan pemeriksaan lapangan diantaranya:

1. Pemeriksaan pendahuluan atau sejarah lahan karena untuk varietas padi lahan
yang digunakan harus benar- benar bersih.
2. Pemeriksaan kesatu atau vegetatif biasanya dilakukan satu bulan setelah tanam.
Diseleksi apabila ada yang bertipe simpang, maka harus dibuang supaya
mempertahankan mutu benih selanjutnya
3. Pemeriksaan kedua atau generatif . Pemeriksaan dilakukan pada saat padi
berbunga.

5
4. Pemeriksaan ketiga atau pasca menjelang panen. Pemeriksaan yang dilakukan
yaitu bentuk gabah dan warna gabah.

Pada saat kegiatan fieldtrip jenis padi yang ditanam dilapangan yaitu padi
hibrida SL-8-SHS. Untuk benih hibrida yang digunakan di lapangan masih
menggunakan benih import. Penanaman padi hibrida ada dua tanaman yaitu tanaman
jantan dan tanaman betina. Dilapangan dalam enam baris tanaman terdiri dari dua
baris jantan. Tanaman jantan ditanam dua minggu sebelum tanaman betina.
Pemanenan tanaman jantan dilakukan dengan manual yaitu dengan pencabutan.
Tanaman jantan yang dipanen menghasilkan gabah yang biasanya digunakan untuk
konsumsi. Ketika disana sedang berlangsung kegiatan pemeriksaan pasca menjelang
panen yaitu pemeriksaan campuran varietas lain (CVL) maksimal 0,2% , contoh yang
lulus pemeriksaan menggunakan 400 tanaman sebagai sampel terdapat 60 tanaman
lain ,maka CVL yaitu 0,15%. Selanjutnya setelah pemeriksaan dilakukan
pemanenan. Pemanenan tanaman betina dilakukan dengan menggunakan mesin
combine. Mesin ini merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk
pemanenan padi dengan hamparan yang luas, untuk mempermudah dan mempercepat
proses panen. Dengan menggunakan mesin ini hasil panen berupa gabah langsung
masuk ke dalam karung yang telah disediakan.

B. Pengolahan Benih

Dalam pengolahan benih di PT. Sang Hyang Seri, pengolahan benih yang
dikelola yaitu jenis padi hibrida varietas ciherang. Pada pabrik pengolahan benih padi
ini terdapat empat bagian utama yaitu :

1. Research area yaitu penerimaan bahan mentah atau bahan baku yang dihasilkan
dilapangan, pengangkutan bahan mentah ini menggunakan truck. Kemudian
setelah diangkut dilakukan penimbangan dengan menggunakan jembatan
timbang yang otomatis. Setelah diterima dilakukan pre-cleaning yaitu
pembuangan kotoran kasar yang terbawa pada saat panen seperti kerikil, tali
rapia.

6
Dalam research area ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu :
a. Pemeriksaan dokumen
Pemeriksaan dokumen yang dilakukan berupa Surat Pengantar Hasil Panen
(SPHP) disertai surat sortasi dari tim panen, diantaranya adalah nomor induk
lapangan, musim tanam, nama petani penggarap, blok sertifikasil, luas
tanam, luas panen, tanggal panen, varietas, kelas benih, tonase dan lain-lain.
b. Penimbangan Gabah Kering Panen (GKP)
Penimbangan dilakukan secara manual berkapasitas 500 kg – 1.050 kg yang
sebelumnya telah dikaliberasi. Tetapi apabila hasil panen banyak maka
digunakan timbangan automatis.
c. Pengambilan sampel
Pengambilam jumlah sampel yang diambil yaitu sebanyak 1 Kg per SPHP,
kemudian sampel itu dibawa ke laboratorium untuk dianalisis.
2. Drying area yaitu penurunan kadar air dengan cara pengeringan. Pengeringan
dilakukan agar benih dapat disimpan lama. Syarat kadar air benih yang
dikeringkan sampai maksimal 13 %. Di area ini dilakukan pengeringan benih
tetapi sebelumnya dilakukan pembersihan benih awal terlebih dahulu dengan
memisahkan benih dari kotoran-kotoran, batang padi, daun padi, beserta gulma
atau tanaman non padi. Pembersihan padi terseut dilakukan di mesin pre
cleaner.
Setelah proses pembersihan awal selesai, kemudian gabah dimasukkan
ke dalam timbangan otomatis untuk ditimbang lebih lanjut dengan pengaturan
200 kg persekali timbangan secara berkesinambungan. Kemudian setelah
ditimbang gabah diangkut oleh elevator untuk dimasukkan ke dalam dryer.
Dryer merupakan suatu ruangan sebagai tempat pengeringan untuk menurunkan
kadar air. Gabah akan turun ke dalam dryer dikarenakan adanya gravitasi, lalu
gabah akan dihembus oleh udara panas yang dihasilkan oleh burner dan blower
sehingga terjadi penurunan kadar air. Suhu maksimum pada pengeringan benih
adalah 42oC, namun kenaikan suhu diatur sedemikian rupa sehingga tidak

7
mengakibatkan benih tersebut drop. Gabah yang telah dikeringkan akan
dimasukkan ke dalam tempat penyimpanan sementara yang disebut hopper.
Apabila gabah didalam hopper belum mencapai kadar air yang diinginkan yaitu
13% maka akan di bawa kembali ke dryer.
3. Storage area yaitu tempat penyimpanan benih. Setelah proses pengeringan,
gabah dibawa menggunakan conveyor menuju tempat penyimpanan yaitu silo.
Di Pabrik IRSPP memiliki 8 silo yang dapat digunakan untuk penyimpanan
gabah sebelum adanya pesanan dari pihak pemasaran. Silo tersebut memiliki
kipas pengatur sirkulasi udara sehingga calon benih yang berada di dalamnya
dapat disimpan dengan baik
4. Seed processing
a. Pembersihan benih
Selanjutnya dilakukan pembersihan gabah dengan menggunakan air screen
cleaner. Gabah dapat diangkut melalui silo ataupun langsung dari
penyimpanan sementara setelah pengeringan menggunakan conveyor
menuju alat pembersihan. Benih bersih yang dihasilkan akan melalui
tahapan selanjutnya sedangkan kotoran baik berupa gabah hampa, batu, dan
lain-lain akan terbuang ke tempat sampah.
b. Penyimpanan dalam lot
Setelah benih bersih, maka benih akan dibawa ke dalam lot-lot benih yang
telah disediakan dengan kapasitas 20 ton. Penyimpanan sementara ini
berguna untuk pengambilan sampel yang akan dibawa ke Laboratorium
untuk dilakukan analisis kelayakan benih. Benih yang telah lulus akan
melalui tahapan selanjutnya sedangkan benih yang tidak lulus akan dianalisis
lebih lanjut dan apabila memang tidak memungkinkan untuk diperbaiki
maka gabah tersebut dialih fungsikan menjadi gabah konsumsi.
c. Pengujian benih
Pengujian benih dilakukan untuk memberikan label kepada benih sehingga
benih tersebut mempunyai sertifikat. Beberapa hal yang dilakukan dalam
pengujian benih ini yaitu : Pengujian kadar air, kadar kotoran benih, dan

8
daya tumbuh benih. Setelah pengujian selesai, maka benih tersebut telah
lulus bersertifikat.
5. Packaging area
Tahap terakhir dari proses pengolahan benih ini yaitu pengemasan. Pengemasan
yang dilakukan menggunakan mesin otomatis yang langsung menjadi benih
kantong. Dan isi perkantongnya adalah 5 kg.
C. Pengawasan Mutu Benih

Proses pengujian mutu benih dilakukan di laboatorium dengan di awasi oleh


Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB). Di bawah ini merupakan bagan
pengujian mutu benih.

Bagan Pengujian Mutu Benih

Penerimaan contoh kirim

Penentuan kadar air

Pembagian contoh kerja

Pengambilan contoh kerja kemurnian

Analisis Kemurnian

Pengujian daya kecambah

Pengamatan daya berkecambah

Pelaporan hasil uji laboratorium.

D. Breeding centre

9
Breeding centre adalah pusat riset untuk penciptaan varietas unggul (varietas
creation) dan pengembangan (Product development) untuk mendapatkan benih/bibit
unggul dan produk pertanian yang bernilai bagi perusahaan dan stakeholders.

Adapun fungsi dari Breeding centre itu sendiri, yaitu :

1. Tempat riset penciptaan, pengembangan dan perakitan varietas

2. Tempat pelayanan jasa pengujian dan penelitian laboratorium

3. Tempat penyimpanan dan pengamanan kekayaan hasil riset dan koleksi plasma
nutfah

4. Tempat pendidikan dan latihan pemuliaan (breeding) dan teknologi perbenihan

Selain adanya fungsi, Breeding centre dibangun untuk tujuan :

1. Menghasilkan benih unggul yang bernilai komersial dan laku pasar

2. Meningkatkan kepemilikan kekayaan perusahaan atas property rights koleksi


fisik plasma nutfah dari hasil riset, kerjasama, dan penolehan lainnya

3. Meningkatkan kontribusi pendapatan dari aktivitas riset, kerjasama, dan


pemanfaatan sarana

Breeding Center memiliki plasma nutfah dari berbagai komoditas meliputi :


padi, jagung, kedelai, dan hortikultura. Plasma nutfah tersebut sebagai bahan dasar
proses penyilangan (breeding) untuk menghasilkan varietas unggul dengan
produktivitas tinggi, memiliki ketahanan terhadap tekanan biotik dan abiotik serta
memiliki kemampuan beradaptasi luas terhadap perubahan lingkungan budidaya.

E. Penjualan

Untuk penjualan benih yang dilepas oleh PT Sang Hyang Seri memiliki 51230
petani penangkar dengan 783 kelompok tani dan PT SHS sendiri adalah sebagai
pembimbing dalam proses produksinya. Dalam pengembangan produk PT ini

10
berkerja sama dengan lembaga penelitian, Litbang, serta menjalin kemitraan dengan
swasta dalam negeri juga luar negeri.

PT Sang Hyang Seri menyediakan 322 penyalur benih yang tersebar di


seluruh pelosok Indonesia, sehingga pengadaannya di tiap daerah tidak akan sulit.
Selain itu terdapat juga 3665 kios dan 1097 SHS shop untuk pemenuhan kebutuhan
konsumen benih padi, kedelai, jagung, serta benih hortikultura.

SHS shop adalah merupakan toko atau outlet milik PT Sang Hyang Seri yang
menyediakan berbagai macam hasil dari produksi pertanian berupa benih, pupuk, dan
juga obat-obatan untuk proses budidaya petani. Di samping itu, keunggulan dari SHS
shop ini juga dapat menjadi bisnis waralaba yang dapat kita jadikan mitra bila telah
memenuhi syarat. Syaratnya antara lain adalah harus didirikan di areal pertanian
dengan luas antara 3000-5000 ha, dan tidak dekat dengan penyalur benih lain yang
sudah ada. Untuk pasokan benih yang dijual akan menjadi tanggung jawab PT SHS,
sedangkan kita hanya butuh menyediakan tempat sendiri, dan untuk promosi akan
ditanggung mitra sebanyak 50% dan sisanya ditanggung PT SHS.

F. Pengamatan Proses
Produksi benih merupakan proses yang kompleks. Yang menjadi focus dari
penelitian ini ialah produksi benih padi. Untuk menghasilkan sejumlah benih tertentu
harus melalui tahapan yang panjang, mulai dari pemasukan GKP hingga
menghasilkan benih siap dipasarkan. Dari keempat pabrik SHS yang ada, kegiatan
produksi terpusat di Seed I, terlihat dari kapasitas produksi pabrik Seed I, yaitu
terbesar dibanding kapasitas pabrik-pabrik lain. Alur proses produksi benih padi di
Pabrik Seed I PT Sang Hyang Seri. Setelah pengolahanan tahap berikutnya adalah
pengemasan (packaging). Benih dari locker bin dialirkan menggunakan belt konveyor
ke gudang pengemasan tepat di sebelah pabrik besar. Pengemasan dilakukan dengan
2 cara, yakni secara manual dan menggunakan mesin kemas otomatis. Proses
produksi di pabrik Seed II dan pabrik kecil relatif sama, hanya saja dengan kapasitas
produksi yang lebih kecil. Sedangkan pada IRSPP, sistemnya berbeda, yaitu terkait

11
adanya kontrol otomatis terhadap operasi mesin berdasarkan program yang telah
dimasukkan, tidak seperti penanganan manual di seed 1.
Sistem ini merupakan kemudahan dalam pengontrolan operasi, akan tetapi
rentan terhadap kerusakan instalansi program agar mesin dapat bekerja kembali maka
harus di instal ulang. Berikut alur produksi benih di pabrik terpadu IRSPP.

GKP Masuk Intake : Vibrator, Chain Conveyor


siklon

Working Bin Precleaner Chain Conveyor

Dryer
Tempering Silo A, B
+
Pendingin

Timbangan Indent Cylinder


Hoper

12
Timbangan Square Bin A B Bober Bin
C
13
14
G. Dekomposisi Model Mesin Produksi
Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan terlihat bahwa mesin yang
terlibat cukup banyak sehingga untuk mempermudah dalam analisa dilakukan
dekomposisi model berdasarkan fungsinya. Dekomposisi mesin yang telah dilakukan
untuk Seed I dan IRSPP. Untuk Seed II dekomposisinya sama dengan Seed I hanya
saja kapasitas pengeringan dan penyimpanan lebih kecil.

Klasifikasi mesin dilakukan berdasarkan fungsinya. Yang termasuk konveyor


ialah belt conveyor, chain conveyor, dan bucket elevator yang berfungsi untuk
menyalurkan gabah dari intake ke precleaner, precleaner ke dryer, dan seterusnya.
Fungsi cyclone ialah untuk menghisap debu dan gabah kosong dari GKP yang masuk.
Cyclone ini terdiri dari motor dan blower. Selanjutnya, precleaner, yaitu mesin
pengayak yang memisahkan gabah dari jerami dan gabah kosong, fungsinya hampir
sama dengan air screen separator, hanya saja air screen separator menggunakan
hembusan udara bertekanan tinggi. Mesin berikutnya yaitu dryer tipe continous dan
box dryer yang berfungsi untuk mengeringkan gabah yang sudah dibersihkan. Yang
termasuk klasifikasi pengemasan yaitu mesin sealer dan mesin jahit karung. Yang
membedakan sistem produksi di Seed I dengan sistem produksi di IRSPP ialah
adanya continous dryer yang terhubung ke tempering bin. Tempering bin dilengkapi
dengan sensor kadar air yang mengatur jalannya sirkulasi gabah pada saat
pengeringan hingga mencapai kadar air optimum.

15
H. Gambaran Umum Sistem Perawatan Mesin
Pembangunan pabrik cabang Sukamandi dimulai pada tahun 1975 dan mulai
beroperasi pada tahun 1978. Yang dibangun pertama ialah pabrik besar (seed I),
kemudian seed II dan pabrik kecil. Pada tahun 2009, PT SHS membangun pabrik
baru berbasis automatic control yaitu IRSPP. Pabrik ini mulai beroperasi pada akhir
tahun 2010. Komoditas benih yang diproduksi ialah padi dan tanaman hortikultura.
Pabrik Seed I dan IRSPP lebih focus pada produksi benih varietas Ciherang
sedangkan pabrik Seed II dan pabrik kecil lebih bervariasi sesuai kebutuhan pasar.
Pabrik ini memproduksi benih sepanjang tahun. Benih-benih tersebut akan dipasarkan
ke seluruh Indonesia guna memenuhi kebutuhan petani. Untuk menjaga mutu produk,
perusahaan harus senantiasa menjaga jalannya proses produksi agar tetap berjalan
baik meskipus kondisi pabrik yang sudah mencapai 40 tahun. Oleh karena itu, perlu
adanya penanganan ekstra untuk menjaga kondisi mesin, salah satunya dengan
melakukan perawatan. Sebenarnya, pada tahun 2005 telah diselenggarakan kegiatan
pelatihan pemeliharaan mesin dan proses pengolahan. Kegiatan ini bertujuan untuk
memaparkan sekaligus menerapkan prosedur pemeliharaan mesin pabrik yang baik
dan benar. Perawatan meliputi kegiatan pengecekan rutin, pemeliharaan terjadwal,
berikut dengan penanganannya. Hanya saja atas kebijakan perusahaan kegiatan
pemeliharaan rutin yang dilakukan ialah pelumasan dan pengecekan saja. Pengecekan
operasi dilakukan setiap hari oleh mekanik pabrik, sedangkan untuk pengecekan
secara keseluruhan dilakukan setiap panen raya telah selesai. Penggantian spare part
hanya dilakukan setelah komponen tersebut rusak. Seperti yang terjadi pada saat
pengamatan tanggal 21 Maret 2013, proses pengeringan di IRSPP terhenti akibat
adanya kerusakan pada elevator sehingga bearing harus diganti. Akibatnya produksi
terhenti selama 2 jam.

16
BAB IV
KESIMPULAN

A. Kesimpulan

Pada tahun 1971 proyek pangan Sukamandi Jaya diubah menjadi


Lembaga Sang Hyang Seri yang berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Pertanian No. 9/2/1968. Kemudian dengan Peraturan Pemerintah No. 22 tahun
1971 dibentuk Perusahaan Umum (Perum) Sang Hyang Seri. Dan pada
awalnya Perum Sang Hyang Seri berpusat di Sukamandi, tetapi berdasarkan
Keputusan Menteri Pertanian No. 169/KPTS/UM/3/1982 pada tanggal 15
Maret 1982 Pusat Pelaksanaan Administrasi dipindahkan ke Jakarta.
Selanjutnya Sukamandi menjadi cabang khusus karena mempunyai lahan
swakelola sendiri yang cukup luas.
Bidang usaha PT. Sang Hyang Seri diatur dalam PP No. 18 tahun 1995
Bab II pasal 2 yaitu:
1. Produksi, pengolahan, penyimpanan, dan penyaluran serta pemasaran benih
tanaman padi dan hortikultura.
2. Penelitian, pendidikan, dan penyuluhan dalam bidang perbenihan dan
kegiatan lain yang langsung menunjang usaha penelitian.

B. Saran
1. Agar PT. Sang Hyang Seri bisa lebih mengelola lahan dengan sebaik
mungkin dengan tidak membiarkan lahan yg cukup luas hanya menjadi
lahan kosong saja.
2. Menambah pekerja atau membuka lapangan pekerjaan agar bisa
mengelola lahan yang belum ditanami.

17
DAFTAR PUSTAKA

http://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/27211/9/Bab%20IV%20Kondis
i%20umum%20A10fhe-6.pdf
https://www.scribd.com/doc/128229465/Laporan-Fieldtrip-Ke-Pt-sang-hyang-seri
repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/70701/1/F14abi.pdf

18