Anda di halaman 1dari 9

TUGAS 2

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBERIAN BONUS


PENJUALAN

Mata Kuliah : Sistem Informasi Manajemen (EKMO5102.03)

Disusun Oleh :

Nama : Ary Prasetyo

NIM : 530000834

UPBJJ-UT : Batam

MASA REG. : 2017.2

TUTOR TUTON : Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA.

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

UNIVERSITAS TERBUKA
2017
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

Seiring dengan adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat saat


ini, membuat banyak intansi atau perusahaan yang menggunakan sistem
informasi dalam peningkatan usahanya. Dengan adanya sistem komputerisasi,
maka dapat mendukung keberhasilan suatu perusahaan atau instansi dalam
mendapatkan informasi yang tepat dan akurat demi kemajuan instansi atau
perusahaannya. Sebagaimana kita ketahui, sisitem informasi enterprise
(Enterprise Information System = EntIS) merupakan pengembangan dari
sistem informasi akuntansi. EntIS itu terdiri atas beberapa bagian, terutama
yang menyangkut penjualan dan pengeluaran penggajian.
Sistem informasi enterprise (EntIS), sistem informasi fungsional dan
sistem informasi eksekutif merupakan bagian yang tak terpisahkan satu
dengan yang lain. Isi dari sistem informasi enterprise terdiri anatara lain dari
lima siklus akutansi yaitu : siklus penjualan, siklus pembelian, siklus
penerimaan kas, siklus pengeluaran kas dan siklus konvensi. (Dabiel &
Supratiwi ; 2005)
Dalam suatu perusahaan, terdapat sejumlah karyawan yang bertugas
di bagian penjualan. Salah satu cara penentuan bonus dan kinerja tenaga
penjualan itu adalah dengan menghitung hasil penjualan yang dilakukan oleh
mereka Dalam rangka untuk mempermudah sistem perhitungan bonus
karyawan bagian penjualan maka perlu dibuat sebuah sistem informasi
perhitungan bonus. Tujuan dilakukan proses pemberian bonus terhadap
karyawan-karyawan pada bagian penjualan adalah sebagai tanda ucapan
terima kasih perusahaan atas dedikasi dan kinerja karyawan tersebut terhadap
perusahaan
Pemberian bonus yang selama ini diberikan dengan cara atau dengan
metode manual terkadang merugikan karyawan yang bersangkutan. Metode
manual memerlukan kerja ekstra dengan ketelitian yang tinggi. Jika ada data
yang hilang akan susah dicari demikian juga jika bagian admininistrasi lupa
mencatat maka karyawan bagian penjualan akan dirugikan karena data mereka
tak masuk dalam perhitungan bonus penjualan. Oleh karena itu dengan sistem
yang terkomputerisasi maka perhitungan akan lebih mudah dan hak karyawan
dapat terpenuhi dengan sebagaimana mestinya

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diambil rumusan


masalah yaitu:
a. Bagaimana merancang model sistem informasi pemberian bonus
pada bagian penjualan:
b. Bagaimana merancang database pada sistem informasi pemberian
bonus pada bagian penjualan
c. Bagaimana merancang sistem Informasi pemberian bonus pada
bagian penjualan
3. Tujuan dan Manfaat Penulisan

Adapun tujuan dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :


a. Membuat model sistem informasi pemberian bonus pada bagian
penjualan
b. Membuat database pada sistem informasi pemberian bonus Pada
bagian penjualan
c. Membuat sistem informasi pemberian bonus Pada bagian
penjualan.
Sedangkan manfaat dalam penelitian adalah perhitungan bonus
dapat tersistem dan terstruktur dengan baik.
B. ANALISIS
1. Analisis Kebutuhan
Proses menentukan permasalahan dan menghasilkan alternative
pemecahan masalah dimulai dengan mengadakan penelitian terhadap eleme-
elemen kebutuhan sistem yang bersangkutan dan mendefinisikan kebutuhan-
kebutuhan tersebut dan menjabarkanya ke dalam panduan bagi pengembangan
sistem ditahap berikutnya. Menurut Jogiyanto (2005 : 129), mengatakan
analisis sistem sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke
dalam bagian bagian komponennya dengan maksud untuk
mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan dan kesempatan.
Sistem pemberian bonus secara manual kepada karyawan bagian
penjualan butuh ketelitian yang tinggi. Jika ada salah hitung atau lupa input
data oleh bagian administrasi akan merugikan karyawan bagian penjualan. Hal
ini bisa berakibat berkurangnya bonus karyawan bagian penjualan sehingga
berdapak pada motivasi yang menurun dan tentunnya pendapatan perusahaan
yang menurun juga.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penulis mengusulkan untuk


merancang suatu Sistem informasi bonus penjualan untuk memberi
kemudahan kepada manajemen perusahaan untuk mengontrol baik itu : data
konsumen, transaksi penjualan, transaksi barang, bonus karyawan, dan
memudahkan pengelolaan data transaksi serta laporan-laporan penjualan.
Sistem yang diusulkan menjelaskan bahwa:
a. Calon pelanggan dapat melakukan pedaftaran secara online melalui
web maupun smartphone yang menggunakan dan dapat datang
langsung ke toko/ gerai penjualan.
b. Kasir atau admin melakukan verifikasi data calon pelanggan yang
mendaftar melalui aplikasi.
c. Kasir atau admin menginput transaksi pelanggan yang melakukan
pembelian dan input bonus penjualan secara otomatis.
d. Pemilik menerima laporan penjualan.

2. Desain Dan Perancangan Sistem


a. Diagram Konteks

Diagram konteks adalah arus data yang berfungsi untuk


menggambarkan keterkaitan aliran-aliran data antara sistem dengan
bagian-bagian luar. Pada sistem informasi pemberian bonus karyawan
penjualan ada lima entitas yaitu : admin, konsumen, karyawan, gudang
dan pimpinan. Admin yang mempunyai wewenang untuk mengelola
control panel dan hak akses pada website atau sistem, konsumen
melakukan pembelian pada produk atau barang, yang proses transaksinya
dilakukan secara online atau langsung ditoko. kemudian bagian gudang
mempunyai tugas untuk mengecek ketersediaan barang. Karyawan
bertugas untuk melakukan promosi dan penjualan dan pimpinan
menerima semua laporan data penjualan produk. Diagram konteks dapat
dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Diagram konteks

b. DFD Level 0
Data Flow Diagram (DFD –DAD/Diagram Alir Data)
memperlihatkan hubungan fungsional dari nilai yang dihitung oleh
sistem, termasuk nilai masukan, nilai keluaran, serta tempat
penyimpanan internal. DAD adalah gambaran grafis yang
memperlihatkan aliran data dari sumbernya dalam objek kemudian
melewati proses yang mentransformasinya ke tujuan yang lain, yang
ada pada objek lain. DAD sering digunakan untuk menggambarkan
suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan
secara logika tanpa mempertimbangan lingkungan fisik dimana data
tersebut mengalir. DFD merupakan alat yang digunakan pada
metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (structured analysis
and design). DFD level 0 untuk sistem informasi bonus penjualan
dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. DFD Level 0

c. DFD Level 1 Perolehan Bonus

Gambar 2. DFD Level 1

3. Analisis Basis Data


Basis data (database) adalah suatu koleksi data yang saling
berhubungan secara logis dan menggambarkan integrasi antara suatu tabel
dengan tabel lainnya, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi
dari suatu organisasi Dalam perancangan basis data untuk hubungan secara
logis antar entity biasanya memakai ERD (Entity Relationship Diagram).
Kemudian dari ERD (Entity Relationship Diagram), dibuatlah tabel-tabel yang
biasa disebut tabel ralasi.
a. ERD Diagram
ERD (Entity Relationship Diagram) perancangan basis data sistem
informasi bonus penjualan dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3. ERD (Entity Relationship Diagram)

Perancangan diagram E-R yaitu terdapat kunci yang unik (primary


key) pada setiap entitas (tabel induk) yang dapat membedakan dengan
atribut lainnya sehingga tabel tersebut dapat dijadikan referensi untuk
tabel yang lainnya. Pada diagram E-R sistem infromasi bonus penjualan
terdapat 5 entity yaitu : penjulan, konsumen, karyawan, barang dan bonus.
Setiap entity mempunyai beberapa atribut seperti
 Penjualan, atributnya ; no_nota, kode_barang, kode_konsumen,
tanggal_pembelian, jumlah_barang, kode_karyawan
 Konsumen, atributnya: kode_konsumen, nama_konsumen, alamat,
kota, propinsi, no_telpon, jml_tagihan
 Karyawan, atributnya: kode_karyawan, nama-karyawan, alamat,
no_telpon, tgl_masuk, jabatan, foto.
 Barang, atributnya: kode_barang, nama_barang, jenis, packing,
harga_beli, harga_jual, stock_barang, keterangan, gambar
 Bonus, atributnya: no_nota, tanggal, nama_konsumen, nilai_penjualan,
nilai_bonus

d. Tabel Relasi
Relasi antar tabel dalam perancangan basis data sistem informasi
bonus penjualan dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4 relasi tabel


C. KESIMPULAN
Dari uraian pada bab analisis tentang perancangan sistem infromasi bonus
penjualan diatas, penulis dapat menarik kesimpulan :
1. Sistem infromasi bonus penjualan dibuat untuk mempermudah
perhitungan bonus karyawan bagian penjualan.
2. Diagram konteks adalah arus data yang berfungsi untuk menggambarkan
keterkaitan aliran-aliran data antara sistem dengan bagian-bagian luar.
3. Pada diagram konteks pada sub bab desain dan perancangan ada lima
entitas yang mempengaruhi sistem informasi bonus penjualan yaitu :
konsumen, gudang, karyawan, admin dan pimpinan.
4. Data Flow Diagram (DFD –DAD/Diagram Alir Data) memperlihatkan
hubungan fungsional dari nilai yang dihitung oleh sistem, termasuk nilai
masukan, nilai keluaran, serta tempat penyimpanan internal.
5. DFD pada perancangan sistem informasi bonus penjualan ada dua level
yaitu : DFD Level 0 dan DFD level 1
6. Pada diagram E-R sistem infromasi bonus penjualan terdapat 5 entity
yaitu: penjulan, konsumen, karyawan, barang dan bonus.

D. DAFTAR PUSTAKA
Daniel.D.R. & Supratiwi,W.(2005). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta.
Universitas Terbuka.

Jogiyanto, HM. (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta.


ANDI Offset.

Widianti, U.D.(2012). Pembangunan Sistem Informasi Aset Di PT.Industri


Telekomunikasi Indonesia (Persero)Berbasis Web. Jurnal Ilmiah
Komputer dan Informatika (KOMPUTA). Volume. I Nomor. 2, Bulan
Oktober 2012 - ISSN :2089-9033
Robby, Kwanentent, O & Wardana, F.M., Analisis dan Perancangan Basis
Data untuk Mendukung Aplikasi ERP Education pada Bina Nusantara
University. jurnal ilmiah Diunduh 23 Agustur 2017, dari situs
:hhtp//ict.binus.edu

Anda mungkin juga menyukai