Anda di halaman 1dari 14

UJIAN KOMPETENSI AKHIR

Soal 1: Konsep Efektivitas SPIP dan Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah.

a) Jelaskan kedua konsep tersebut, yaitu :


1. Efektivitas SPIP
Jawab : SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah) adalah sistem pengendalian intern yang
diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP mewajibkan menteri/pimpinan
lembaga, gubernur dan bupati/walikota untuk melakukan pengendalian terhadap
penyelenggaraan kegiatan pemerintahannya.
Tindakan pengendalian diperlukan untuk memberikan keyakinan yang memadai
(reasonable assurance) terhadap pencapaian efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan
penyelenggaraan pemerintahan negara. Pengendalian intern akan menciptakan keandalan
pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-
undangan yang berlaku. Tujuan akhir sistem pengendalian intern ini adalah untuk mencapai
efektivitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara.
Menurut Mardiasmo (2012 :134) mengemukakan definisi efektivitas sebagai berikut
“efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya. Apabila suatu
organisasi telah mencapai tujuan tersebut dikatakan telah berjalan efektif”. Berdasarkan beberapa
pendapat yang dikemukakan, maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas merupakan keberhasilan
yang terukur atau nilai yang menunjukkan prestasi (keunggulan) dari suatu manajemen yang
diterapkan untuk mencapai tujuan. Efektivitas lebih mengacu kepada keberhasilan dari tujuan
yang ingin dicapai.
2. Kualitas LKPD
Jawab : Menurut PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan,
karakteristik kualitatif laporan keuangan adalah ukuran-ukuran normatif yang perlu diwujudkan
dalam informasi akuntansi sehingga dapat memenuhi tujuannya. Terdapat empat karakteristik
yang diperlukan agar laporan keuangan pemerintah dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki
menurut PP Nomor 71 Tahun 2010, yaitu relevan, andal, dapat dibandingkan dan dapat
dipahami.

1
Karakteristik tersebut diuraikan berikut ini.
(1) Relevan
Laporan keuangan bisa dikatakan relevan apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat
mempengaruhi keputusan pengguna dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu
atau masa kini, dan memprediksi masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi
mereka di masa lalu.
(2) Andal
Laporan keuangan dapat dikatakan andal apabila Informasi dalam laporan keuangan bebas dari
pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur, serta
dapat diverifikasi.
(3) Dapat dibandingkan
Informasi yang termuat dalam laporan keuangan akan lebih berguna jika dapat dibandingkan
dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau laporan keuangan entitas pelaporan lain pada
umumnya.
(4) Dapat dipahami
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh pengguna dan dinyatakan
dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna. Untuk itu,
pengguna diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai atas kegiatan dan lingkungan
operasi entitas pelaporan, serta adanya kemauan pengguna untuk mempelajari informasi yang
dimaksud.

b) Saudara akan melakukan penelitian pengaruh Efektiviats SPIP terhadap Kualitas LKPD.
Berikan gambaran hubungan konseptual diantara keduanya. Berikan ilustrasi gab fenomena
yang relevan dalam kontek riset tema tersebut di Indonesia.
Jawab :
• Ilustrasi gab fenomena yang relevan dalam kontek riset tema tersebut di Indonesia.
Adapun kondisi yang terjadi di lapangan yang peneliti ambil pada tanggal 01 Februari 2012
dari “Laporan Keuangan Daerah Buruk” menurut Tahria Syafrudin sebagai Ketua Badan
Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bahwa dalam tiga tahun terakhir terjadi
penurunan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah di Jawa Barat. Sejak tahun buku 2008
belum ada satu pemerintah daerah pun yang mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

2
Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern (SPI) yang belum memadai dan kurang ditaatinya
ketentuan perundangan. Temuan BPK juga menunjukkan sebagian besar laporan keuangan
pemda mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) bermasalah pada pencatatan
aset/barang milik daerah, umumnya hal itu terjadi karena pencatatan, keberadaan fisik dan
pengungkapannya dalam laporan belum memadai.
Selain itu kondisi yang terjadi di lapangan yang peneliti ambil pada tanggal 19 September
2011 dari “Wapres: Masalah SDM jadi kendala untuk tingkatkan kualitas laporan keuangan”
menurut Boediono sebagai Wakil Presiden mengatakan berdasarkan laporan yang diterimanya,
minimnya SDM yang memiliki kemampuan membuat laporan keuangan dengan kualitas tinggi
menjadi kendala utama rendahnya kualitas laporan keuangan di instansi pemerintah.

c) Berikan ilustrasi riset gab yang relevan untuk melakukan riset dengan tema tersebut.
Jawab :
Arfianti (2011) menyebutkan bahwa, selain kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah
(LKPD) yang belum maksimal, Badan Pemeriksaan Keuangan juga menemukan adanya kasus
dugaan korupsi. Pada pemeriksaan semester II tahun 2008, ada 11 dugaan tindak pidana yang
dilaporkan ke KPK, 6 diantaranya terkait dengan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.
Disamping itu, sekitar 683 objek pemeriksaan yang diperiksa oleh BPK, hampir separuhnya
didominasi oleh pemerintah daerah. Hal ini dikarenakan adanya keterlambatan penyampaian
LKPD dari waktu yang telah ditentukan. Adapun LKPD yang terlambat berjumlah 191 dari total
469 pemerintaha daerah. Dengan demikian hanya 275 pemerintah daerah yang menyerahkan
LKPD secara tepat waktu.

d) Jelaskan apa yang dimaksud dengan “Kematangan (maturitas) SPIP dan bagaimana
pengukuran variabel yang relevan untuk mendapatkan gambaran variabel “maturitas SPIP).
Jawab :
• Kematangan (maturitas) SPIP, istilah tersebut menunjukkan ukuran kualitas dari sistem
pengendalian intern pada suatu organisasi. Semakin tinggi maturitasnya semakin baik
pula kualitas sistem pengendalian intern organisasi itu. Maturitas berasal dari kata
maturity yang artinya ialah kematangan atau kedeasaan. Kata “kematangan” dalam
bahasa Indonesia sering dikaitkan dengan rasa buah. Makin baik kematangannya, maka
suatu buah akan makin lezat rasanya. Sementara kata “kedewasaan” biasa dikaitkan

3
dengansikap manusia, makin dewasa ia akan makin baik pola pikir, sikap dan
perilakunya. Buah yang lebih tua belum tentu bagus kualitas kematangannya, bisa jadi
busuk atau gagal berkembang. Demikian pula orang yang lebih tua belum tentu kualitas
kedewasaannya lebih baik. Konsepsi tersebut juga diterapkan dalam konteks maturitas
sistem pengendalian intern. Usia organisasi tidak menentukan baik buruknya maturitas
sistem pengendalian intern organisasi tersebut. Untuk mencapai kualitas pengendalian
intern yang baik, organisasi harus memenuhi parameter-parameter maturitas tersebut.
• Pengukuran variabel yang relevan untuk mendapatkan variabel maturitas SPIP
Satuan ukur maturitas adalah level maturitas. Level ini ditentukan misalnya
dengan membuat skala dari level 0 sampai level 5.
Interval Skor Maturity Level SPIP
TINGKAT
LEVEL INTERVAL SKOR
MATURITAS
0 Belum Ada Kurang dari 1,0 (0 < skor <1,0)
1 Rintisan 1,0 s/d kurang dari 2,0 (1,0 ≤ skor < 2,0)
2 Berkembang 2,0 s/d kurang dari 3,0 (2,0 ≤ skor < 3,0)
3 Terdefinisi 3,0 s/d kurang dari 4,0 (3,0 ≤ skor < 4,0)
4 Terkelola dan Terukur 4,0 s/d kurang dari 4,5 (4,0 ≤ skor < 4,5)
5 Optimum Antara 4,5 s/d 5,0 (4,5≤ skor ≤5)

Tingkat Karakteristik SPIP


Level 0 K/L/Pemda sama sekali belum memiliki kebijakan dan prosedur yang diperlukan
Belum Ada untuk melaksanakan praktik-praktik pengendalian intern.
Level 1 Ada praktik pengendalian intern, namun pendekatan risiko dan pengendalian yang
Rintisan diperlukan masih bersifat ad-hoc dan tidak terorganisasi dengan baik, tanpa
komunikasi dan pemantauan, sehingga kelemahan tidak teridentifikasi.
Level 2 K/L/Pemda telah melaksanakan praktik pengendalian intern, namun tidak
Berkembang terdokumentasi dengan baik, dan pelaksanaannya sangat tergantung pada individu,
serta belum melibatkan semua unit organisasi. Efektivitas pengendalian belum
dievaluasi, sehingga banyak terjadi kelemahan yang belum ditangani secara
memadai.
Level 3 K/L/Pemda telah melaksanakan praktik pengendalian intern dan terdokumentasi
Terdefinisi dengan baik. Namun, evaluasi atas pengendalian intern dilakukan tanpa dokumentasi
yang memadai.

4
Level 4 K/L/Pemda telah menerapkan pengendalian intern yang efektif, masing-masing
Terkelola dan personel pelaksana kegiatan selalu mengendalikan kegiatan pada pencapaian tujuan
Terukur kegiatan itu sendiri maupun tujuan K/L/Pemda. Telah ada evaluasi formal dan
terdokumentasi.
Level 5 K/L/Pemda telah menerapkan pengendalian intern yang berke- lanjutan, terintegrasi
Optimum dalam pelaksanaan kegiatan, serta didukung oleh pemantauan otomatis dengan
menggunakan aplikasi TI.

e) Jelaskan apa yang dimaksud dengan “Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah (LKPD) dan
bagaimana pengukuran variabel yang relevan untuk mendapatkan gambaran variabel
“kualitas LKPD”..
Jawab :
• Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah (LKPD)
Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah adalah laporan keuangan yang dapat
menjelaskan empat karakteristik kualitatif laporan keuangan (andal relevan, dapat
dipahami dan dapat dibandingkan). Ukuran-ukuran normatif tersebut perlu diwujudkan
dalam penyajian informasi akuntansi, sehingga dapat memenuhi tujuannya. Atau laporan
keuangan yang memenuhi persyaratan normatif dalam penyajian laporan keuangan
pemerintah daerah, sehingga dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki.
• Gambaran variabel dan pengukurannya dalam kualitas LKPD.
 Kompetensi SDM
Kompetensi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan yang dimiliki SKPD di
lingkungan penelitian dalam pelaksanaan tugas jabatan dalam penatausahaan keuangan,
dengan indikator pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang dimiliki. SDM yang
dimaksud dalam penelitian ini yaitu pegawai yang melaksanakan tugas penyusunan laporan
keuangan atau staf akuntansi.
Dimensi Indikator Skala No
Pengukur Kuesioner
Pengetahuan a) Sub bagian keuangan / 1
akuntansi merupakan lulusan
minimal D3 akuntansi.
b) Sub bagian keuangan memiliki 2
uraian peran dan fungsi yang
jelas yaitu membuat laporan
keuangan
Keterampilan a) Staf akuntansi dapat membuat Skala 3
laporan keuangan

5
b) Efektivitas dan efisiensi staf Likert 4
akuntansi dalam pembuatan
laporan keuangan
Perilaku a) Staf akuntansi menyusun 5
laporan keuangan dengan jujur
b) Apabila ada kesalahan 6
pencatatan laporan keuangan
maka staf akuntansi bersedia
untuk memperbaikinya

 Pemanfaatan Teknologi Informasi


Pemanfaatan TI diartikan sebagai suatu teknologi yang dimanfaatkan oleh pegawai
pemerintahan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun,
menyimpan data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu
informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang merupakan informasi yang strategis
untuk pengambilan keputusan.
Dimensi Indikator Skala No
Pengukur Kuesioner
Sistem a) Komputer yang saya gunakan 1
Komputer untuk menyusun laporan
keuangan menggunakan
software
b) Laporan keuangan disususn 2
dengan menggunakan hardware Skala
Internet a) Penyususnan laporan Likert 3
keuangan menggunakan
software web based
b) Penyusunan laporan 4
keuangan juga menggunakan
internet sebagai penghubung
pengiriman informasi yang
dibutuhkan

Soal 2: Nilai Perusahaan & Teori Sinyal.

f) Jelaskan yang dimaksud dengan Nilai Perusahaan. Berikan ilustrasi berbagai


indikator/ukuran variabel yang relevan untuk mengukur Nilai Perusahaan. Tunjukkan sumber
referensinya.
Jawab :

6
• Nilai perusahaan merupakan kondisi tertentu yang telah dicapai oleh suatu perusahaan
sebagai gambaran dari kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan setelah melalui
suatu proses kegiatan selama beberapa tahun, yaitu sejak perusahaan tersebut didirikan
sampai dengan saat ini. Meningkatnya nilai perusahaan adalah sebuah prestasi, yang
sesuai dengan keinginan para pemiliknya, karena dengan meningkatnya nilai perusahaan,
maka kesejahteraan para pemilik juga akan meningkat.
• Indikator / ukuran variabel untuk mengukur nilai perusahaan :
 Price Earning Ratio (PER)
Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar perbandingan antara harga saham
perusahaan dengan keuntungan yang diperoleh oleh para pemegang saham.
Rumus:

 Price to Book Value (PBV)


Price to Book Value (PBV) menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku
saham suatu perusahaan. PBV juga menunjukkan seberapa jauh suatu perusahaan mampu
menciptakan nilai perusahaan yang relatif terhadap jumlah modal yang diinvestasikan.
Rumus:

 Tobin’s Q
Rasio Q lebih unggul daripada rasio nilai pasar terhadap nilai buku karena rasio ini fokus
pada berapa nilai perusahaan saat ini secara relatif terhadap berapa biaya yang dibutuhkan untuk
menggantinya saat ini.
Rumus:

Keterangan:
Q = nilai perusahaan

7
EMV = nilai pasar ekuitas
EBV = nilai buku dari total aktiva
D = nilai buku dari total hutang

Sumber referensi : https://hadiborneo.wordpress.com/2013/09/28/cara-menghitung-debt-to-


equity-ratio-der/

g) Saudara akan melakukan riset tentang Faktor faktor Penentu Nilai Perusahaan dan
Konsekuensi Ekonominya. Berikan gambaran hubungan konseptual diantara keduanya.
Berikan ilustrasi gab fenomena yang relevan dalam kontek riset tema tersebut di Indonesia.
Jawab :
 Gambaran hubungan konseptual diantara keduanya.
Berbagai Faktor Penentu Nilai Perusahaan Konsekuensi Ekonomi

Ukuran Perusahaan

Profitabilitas
Nilai Perusahaan Konsekuensi
PBV Ekonomi
Likuiditas Informasi asimetris

Leverage p
p

 Ilustrasi gab fenomena yang relevan dalam kontek riset tema tersebut di Indonesia.
Konsekuensi ekonomi merupakan topik yang masih kontroversial. Menurut doktrin
konsekuensi ekonomi, kebijakan akuntansi akan menjadi masalah, atau berpengaruh terhadap
pihak-pihak baik penyaji maupun pengguna laporan keuangan, meskipun tidak berpengaruh
terhadap aliran kas perusahaan. Sementara itu, menurut pandangan teori pasar efisien kebijakan
kauntansi akan berpengaruh terhadap keputusan yang diambil investor hanya jika kebijakan
akuntansi tersebut berpengaruh terhadap cash flows perusahaan. Kontroversi ini juga
ditunjukkan dengan beragamnya hasil penelitian mengenai pengaruh pilihan kebijakan akuntansi
terhadap nilai perusahaan.
Ketidakonsistenan hasil-hasil penelitian tentang konsekuensi ekonomi selama ini merupakan
peluang untuk melakukan riset dalam area ini dengan memperbaiki baik teori-teori yang menjadi

8
dasar pengembangan hipotesis maupun metodologinya, mengingat kenytaanya masih sering kita
jumpai upaya-upaya manajer memilih kebijakan akuntansi untuk tujuan-tujuan tertentu.

h) Jelaskan berbagai macam teori yang relevan untuk menjelaskan tentang Nilai Perusahaan.
Jawab:
 Signalling Theory
Teori sinyal membahas bagaimana seharusnya sinyal-sinyal keberhasilan atau kegagalan
manajemen (agen) disampaikan kepada pemilik (principal). Dorongan dalam memberikan sinyal
timbul karena adanya informasi asimetris antara perusahaan (manajemen) dengan pihak luar,
dimana investor mengetahui informasi internal perusahaan yang relatif lebih sedikit dan lebih
lambat dibandingkan pihak manajemen.
Laporan keuangan yang baik akan meningkatkan nilai perusahaan. Pada signalling
theory, manajemen berharap dapat memberikan sinyal kemakmuran kepada pemilik ataupun
pemegang saham dalam menyajikan informasi keuangan. Publikasi laporan keuangan tahunan
yang disajikan oleh perusahaan akan dapat memberikan sinyal pertumbuhan dividen maupun
perkembangan harga saham perusahaan.
 Agency Theory
Teori keagenan mendeskripsikan hubungan antara pemegang saham (shareholders)
sebagai prinsipal dan manajemen sebagai agen. Manajemen merupakan pihak yang dikontrak
oleh pemegang saham untuk bekerja demi kepentingan pemegang saham. Karena mereka dipilih,
maka pihak manejemen harus mempertanggungjawabkan semua pekerjaannya kepada pemegang
saham.
Hubungan keagenan merupakan suatu kontrak dimana satu atau lebih orang (prinsipal)
memerintah orang lain (agen) untuk melakukan suatu jasa atas nama prinsipal serta memberi
wewenang kepada agen membuat keputusan yang terbaik bagi prinsipal. Jika kedua belah pihak
tersebut mempunyai tujuan yang sama untuk memaksimumkan nilai perusahaan, maka diyakini
agen akan bertindak dengan cara yang sesuai dengan kepentingan prinsipal.
 Teori Struktur Modal
Teori struktur modal menjelaskan pengaruh keputusan pendanaan terhadap nilai
perusahaan atau biaya modal. Keputusan pendanaan mempelajari bagaimana pengaruh sumber
dana yang berbeda yaitu antara hutang dan modal sendiri terhadap nilai perusahaan, seandainya

9
keputusan investasi dan kebijakan dividen tidak berubah atau konstan.

i) Jelaskan berbagai faktor yang mempengaruhi Nilai Perusahaan, dan pengukurannya untuk
setiap variabel yang relevan tersebut.
Jawab :
 Debt to Equity Ratio (DER)
DER sebagai proksi kebijakan pendanaan atau kebijakan hutang perusahaan memberikan
penurunan nilai perusahaan, dikarenakan tingginya DER mengindasikan tingkat risiko yang
dihadapi perusahaan, baik beban bunga maupun angsuran pokok dimana akan mengurangi laba
yang dihasilkan perusahaan sehingga investor lebih menjauhi perusahaan dengan DER yang
tinggi. Rumusnya:

 Dividend Payout Ratio (DPR)


DPR sebagai proksi kebijakan dividen yang dilakukan perusahaan berdampak akan menurunnya
atau meningkatnya minat investor guna mendapatkan hak kepemilikan suatu perusahaan
tersebut. Karena dividen mengindikasikan prospek keuntungan yang akan diraih perusahaan.
Rumusnya:

 Return On Asset (ROA)


ROA sebagai proksi dari profitabilitas perusahaan akan mampu meningkatkan nilai perusahaan.
Karena semakin tinggi profit yang dihasilkan perusahaan, maka semakin tinggi pula nilai suatu
perusahaan dimata investor maupun kreditur. Rumusnya.

 Leverage
Leverage menunjukkan proporsi atas penggunaan utang untuk membiayai investasi peningkatan
risiko yang ditanggung oleh para pemegang saham akibat penggunaan leverage perusahaan.
Formulasinya sebagai berikut:

10
𝑳𝒆𝒗𝒆𝒓𝒂𝒈𝒆 =
 Firm Size
Semakin besar suatu perusahaan semakin besar keungkinan perusahaan memperoleh laba. Dan
biasanya investor akan lebih tertarik untuk berinvestasi terhadap perusahaan yang besar.
Rumusnya.
SIZE = 𝑳𝒏 𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑨𝒔𝒔𝒆𝒕

j) Jelaskan apa yang dimaksud dengan Teori Sinyal. Berikan ilustrasi penggunaan teori sinyal
dalam kaitannya dengan riset dengan tema nilai perusahaan.
Jawab :
 Menurut Jama’an (2008) Signaling Theory mengemukakan tentang bagaimana
seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan.
Sinyal ini berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk
merealisasikan keinginan pemilik. Sinyal dapat berupa promosi atau informasi lain yang
menyatakan bahwa perusahaan tersebut lebih baik daripada perusahaan lain. Teori sinyal
menjelaskan bahwa pemberian sinyal dilakukan oleh manajer untuk mengurangi asimetri
informasi. Manajer memberikan informasi melalui laporan keuangan bahwa mereka
menerapkan kebijakan akuntansi konservatisme yang menghasilkan laba yang lebih
berkualitas karena prinsip ini mencegah perusahaan melakukan tindakan membesar-
besarkan laba dan membantu pengguna laporan keuangan dengan menyajikan laba dan
aktiva yang tidak overstate.
 Ilustrasi penggunaan teori sinyal kaitannya dalam riset dengan tema nilai perusahaan.
Jawab : Teori sinyal (signaling theory) dibangun sebagai upaya untuk memaksilmalkan nilai
perusahaan. Teori sinyal menunjukkan adanya asimetri informasi antara manajemen
perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi tersebut. Teori sinyal
mengemukakan tentang bagaimana seharusnya perusahaan memberikan sinyal-sinyal pada
pengguna laporan keuangan, khususnya para investor yang akan melakukan investasi. Sinyal
ini dapat berupa informasi mengenai apa yang sudah dilakukan oleh manajemen untuk
merealisasikan keinginan pemilik (Investor).

11
Asumsi utama dari teori sinyal ini memberikan ruang bagi investor untuk
mengetahui bagaimana keputusan yang akan diambilnya berkaitan dengan nilai perusahaan
tersebut. Akibatnya, ketika rasio leverage, profitabilitas, earning per share dan ukuran
perusahaan menunjukkan nilai yang berubah, hal ini otomatis memberikan informasi pada
investor dalam memberikan penilaian terhadap nilai perusahaan.

Soal 3: Pengukuran Kinerja dengan Pendekatan balance Scorcard (BSC).

k) Jelaskan yang dimaksud dengan balance Scorcard (BSC). Berikan ilustrasi berbagai
indikator/ukuran variabel yang relevan untuk mengukur kinerja perusahaan dengan
pendekatan BSC. Tunjukkan sumber referensinya.
Jawab :
 Balanced Scorecard (BSC) adalah
Menurut Hansen dan Mowen, balanced scorecard (strategic-based responsibility
accounting system) is a responsibility accounting system objectives and measures for
four different perspektive: the financial perspective, the customer perspective, the process
perspective, and the learning and growth (infrastructure) perspective.
Menurut Hilton, Maher dan Selto, balanced scorecard is a causal model of lead and lag
indicators of performance that demonstrate how changes in one operation cause are
balanced by changes in others.
 Indikator / ukuran variabel untuk mengukur kinerja perusahaan dengan pendekatan BSC.
1) Perspektif Finansial/Keuangan
Pertama, Likuiditas, yaitu untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendeknya (maksimum 1 tahun) atau kewajiban yang sudah jatuh
tempo: Current Ratio = Current Assets atau Current liability, Quick Ratio = (Current
Assets – Inventory) atau Current liability.
Kedua, solvabilitas, yaitu untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban perusahaan dalam memenuhi kewajiban
(dibiayai oleh hutang) bila terjadi likuidasi perusahaan, antara lain: Debt Ratio =
Total Debt atau Total Assets, Total Debt to total equity ratio = Total Debt atau Total
Equity.

12
Ketiga, profitabilitas, yaitu mengukur tingkat efisiensi manajemen/usaha, kemampuan
memperoleh laba dan tingkat kesehatan perusahaan: Net Profit Margin = Net profit
after tax atau Net sales, Gross profit margin = (Net Sales – Cost of goods Sold) atau
Net Sales, ROE = Net profit after tax atau Equity, ROA = Net profit after atau total
Aktiva.
Keempat, rasio aktivitas, adalah rasio keuangan untuk mengetahui kecepatan
beberapa perkiraan agar menjadi penjualan atau kas. Rasio ini mengukur seberapa
efektif aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menghasilkan kas.
2) Perspektif Pelanggan
Variable Penelitian Indikator
1 Mutu dan Kualitas Produk
Tingkat 2 Kemudahan Prosedur Transaksi dan Pembayaran
Kepuasan 3 Hubungan dan Komunikasi dengan Pelanggan
Pelanggan 4 Kualitas Pelayanan dan Fasilitas tersedia
5 Tanggungjawab Sosiao dan Komitmen Perusahaan
6 Pandangan Pelanggaan terhadap Perusahaan

3) Perspektif Proses Bisnis Internal


Indikator
1 Proses Inovasi
2 Proses Operasi
a Process Check-In
b Process Check-Out
c Process Penangangan Keluhan

4) Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan


Variable Penelitian Indikator
1 Kebijakan Penetapan Gaji dan Fasilitas Tunjangan
2 Fasilitas yang disediakan Perusahaan
3 Hubungan Kerjasama dan Komunikasi Sesama Karyawan
4 Hubungan Antar Level Manajemen
Tingkat 5 Pelatihan dan Program Pengembangan yang diberikan
Kepuasan 6 Jabatan yang ditempati saat ini
Karyawan 7 Ketepatan Informasi yang dibutuhkan dan didapat selama bekerja
8 Penggunaan Sistem dan Teknologi yang mendukung Pekerjaan
9 Penghargaan terhadap Prestasi Kerja
10 Kenyamanan Suasana dan Kebersihan Tempat Kerja
11 Pembagian Tugas dalam Perusahaan
12 Peraturan dan Kebijakan yang diterapkan

13
l) Dapatkan artikel yang relevan untuk menjelaskan penerapan konsep BSC dalam kaitannya
dengan penilaian kinerja perusahaan. Artikelnya disertakan/lampirkan.
Jawab : Ada di lampiran

14