Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN

PERANCANGAN PROSES ENERGI


SIMULASI HEAT EXCHANGER MENGGUNAKAN HYSYS
Laporan ini disusun untuk memenuhi penilaian praktikum mata kuliah Perancangan Proses Energi

Oleh :
Nama : Fithri Hifzhah Mulkillah
NIM : 141734014
Kelas : 4D-Teknik Konservasi Energi

PRODI D-IV TEKNIK KONSERVASI ENERGI


JURUSAN TEKNIK KONVERSI ENERGI
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017
STUDI KASUS
Alat perpindahan panas shell-tube dipergunakan untuk mendinginkan benzena dari
temperatur 180 F ke temperatur 100 F pada laju alir 100 lbm/hr dan tekanan 1.2 bar. Air
dipergunakan sebagai cooling yang dialirkan berlawanan arah dengan temperatur masuk
70 F dengan tekanan 1 bar dan laju alir 50 lbm/hr berapa temperatur keluar air dan
berapa nilai UA HE tersebut? Dengan memasukan beberapa parameter seperti di bawah ini :

Aliran panas (tube)


=
Fluida Benzene
Temperature (F) = 180 F
Pressure (Bar) = 1.2
Mass flow (lb/hr) = 100
Pressure drop (kg/cm2) = 0.2
Fouling Resistance (hr.m2.C/kcal) = 0.0002
Diameter Tube, OD (mm) = 19.05
Inside Diameter (mm) = 14.00
Tube Length (m) = 20

Aliran dingin (shell)


Fluida = Air
Temperature (F) = 70
Pressure (bar) =1
Mass Flow (Lb/hr) = 125
Pressure drop (kg/cm2) = 0.86
Fouling Resistance(hr.m2.C/kcal) = 0.0004
Diameter Shell (mm) = 1500
JumlahTube/Shell = 150
Tube pitch (In) = 1,5

Pada simulasi hysys kali ini disimulasikan Heat Exchanger tipe shell & tube tipe counter
flow. Alat penukar panas ini berfungsi untuk mengambil atau memanfaatkan panas dari
fluida satu ke fluida yang lain. Heat exchanger pada simulasi kali ini menggunakan dua
fluida yang berbeda yaitu benzena dan air.
Dengan memvariasikan parameter seperti Tin benzena, Tout benzena, P benzena, dan
mass Flow benzena. Kemudian hasil dari variasi parameter yang disebutkan tadi akan
dilakukan analisis terhadap nilai overall UA dan Temperature keluar air.
Ketika disimulasikan :
1. Rangkaian

2. Workbook

3. Parameter

4. Nilai Overall UA
5. Grafik

6. Perubahan Parameter disajikan dalam sebuah tabel


a. Perubahan pada Tin benzena

Mass
T in T out P UA
Flow Tout Air
Benzen Benzena Benzena (Btu/F-
Benzena (oF)
(oF) (oF) (Bar) hr)
(lb/hr)
180 100 1,2 100 60,73 94,93
181 100 1,2 100 61,25 95,26
182 100 1,2 100 61,78 95,59
183 100 1,2 100 62,24 95,92
184 100 1,2 100 62,81 96,25
185 100 1,2 100 63,32 96,58

b. Perubahan pada Tout benzena

Mass
T in T out P UA
Flow T out
Benzen Benzena Benzena (Btu/F-
Benzena Air (oF)
(oF) (oF) (Bar) hr)
(lb/hr)
180 100 1,2 100 60,73 94,93
180 101 1,2 100 59,09 94,63
180 102 1,2 100 57,5 94,34
180 103 1,2 100 55,96 94,05
180 104 1,2 100 54,48 93,75
180 105 1,2 100 51,65 93,16
c. Perubahan pada Tekanan benzena

Mass
T in T out P UA
Flow T out
Benzen Benzena Benzena (Btu/F-
Benzena Air (oF)
(oF) (oF) (Bar) hr))
(lb/hr)
180 100 1,2 100 60,73 94,93
180 100 1,4 100 60,73 94,92
180 100 1,6 100 60,73 94,92
180 100 1,8 100 60,73 94,92
180 100 2 100 60,73 94,92
180 100 2,2 100 60,73 94,92

d. Perubahan pada Mass Flow benzena

Mass
T in T out P UA
Flow T out
Benzen Benzena Benzena (Btu/F-
Benzena Air (oF)
(oF) (oF) (Bar) hr)
(lb/hr)
180 100 1,2 100 60,73 94,93
180 100 1,2 110 67,98 97,42
180 100 1,2 112 69,46 97,92
180 100 1,2 114 70,95 98,41
180 100 1,2 116 72,45 98,91
180 100 1,2 118 73,96 99,41

7. Grafik Perubahan Parameter


A. Grafik Perubahan Parameter terhadap Temperatur Keluar Air
Temperatur keluar air merupakan parameter suhu keluaran dari shell, karena
fluida airnya berada di dalam shell.
 Perubahan pada Tin benzena

Temperatur masuk benzena terhadap


97
Temperatur Keluar Air
Temperatur keluar air (oF)

96.5
96
95.5 Temperatur
95 keluar air (oF)

94.5
94
180 181 182 183 184 185
Temperature masuk Benzena (oF)
Pada grafik temperatur masuk benzena terhadap temperatur keluar air
telihat bahwa semakin tinggi temperature masuk benzena maka akan semakin
tinggi pula temperature keluar airnya. Hal ini menunjukkan bahwa antara
keduanya berbanding lurus.
 Perubahan pada Tout benzena

Temperatur Keluar Benzena terhadap


Temperatur Keluar Air
95.5
Temperatur Keluar Air (oF)

95
94.5
94
Temperatur
93.5
Keluar Air
93 (oF)
92.5
92
100 101 102 103 104 105
Temperature keluar Benzena (oF)

Berbeda dengan grafik sebelumnya, grafik ini menunjukkan bahwa semakin


tinggi nilai temperature keluar benzen maka temperature keluar airnya akan
semakin menurun.
 Perubahan pada Tekanan benzena

Tekanan Benzena terhadap Temperatur


Keluar Air
100
Temperatur Keluar Air (oF)

98
94.92
96
Temperatur
94 Keluar Air
(oF)
92

90
1.2 1.4 1.6 1.8 2 2.2
Tekanan Benzena (bar)

Pengaruh tekanan benzena terhadap temperature keluar air tidak terlalu


besar terlihat pada grafik di atas bahwa nilai temperaturenya konstan seiring
dengan meningkatnya tekanan pada benzena. Ketika pressure nya naik dari 1,2
bar sampai 2,2 bar nilai temperature keluarnya konstan yaitu sebesar 94,92 oF.
 Perubahan pada Mass Flow benzena

Mass Flow Benzena terhadap


Temperatur Keluar Air
100

Temperatur Keluar Air (oF)


98
Temperatur
96 Keluar Air
(oF)
94

92

90
100 110 112 114 116 118
Mass Flow (lb/hr)

Semakin besar mass flow nya maka nilai temperature keluar airnya akan
semakin tinggi, hal ini dibuktikan pada grafik di atas yang menunjukkan seiring
meningkatnya tekanan maka nilai temperatur keluar air nya meningkat.

B. Grafik Perubahan Parameter terhadap Nilai Overall UA


Overall UA merupakan kombinasi antara nilai koefisien perpindahan panas
dengan luas area.
 Perubahan pada Tin benzena

Temperatur masuk benzena terhadap Overall


UA
64
63.5
63
UA (Btu/F.hr)

62.5
62
61.5 UA (Btu/ F.hr)
61
60.5
60
59.5
59
180 181 182 183 184 185
Temperature masuk Benzena (oF)

Sama halnya dengan grafik temperatur masuk benzen terhadap


temperatur keluar air, grafik diatas pun memperlihatkan bahwa semakin besar
atau semakin panas temperaturenya maka nilai overall UA nya pun akan
semakin besar.
 Perubahan pada Tout benzena

Temperatur Keluar Benzena terhadap Overall


UA
62
60
58

UA (Btu/F.hr)
56
54
UA (Btu/
52 F.hr)
50
48
46
100 101 102 103 104 105
Temperature keluar Benzena (oF)

Grafik temperature keluar benzena terhadap nilai Overall UA juga


memperlihatkan nilai yang berbanding terbalik. Karena ketika temperatur
keluarnya naik dari 100 0F ke 105 0F nilai overall UA nya menurun.

 Perubahan pada Tekanan benzena

Tekanan Benzena terhadap Overall UA


80
70
UA (Btu/F.hr)

60
60.73
50

40 UA (Btu/ F.hr)

30

20
1.2 1.4 1.6 1.8 2 2.2
Tekanan Benzena (bar)

Pada grafik di atas menampilkan bahwa nilai tekanan benzena tidak terlalu
berpengaruh terhadap nilai Overall UA nya. Hal ini dibuktikan dengan ketika
nilai pressure atau tekanannya naik dari 1,2 bar ke 2,2 bar nilai UA nya konstan
yaitu sebesar 60,73 Btu/F.hr
 Perubahan pada Mass Flow benzena

Mass Flow Benzena terhadap Overall UA


80
75 73.96

UA (Btu/F.hr)
70

65

60 UA (Btu/ F.hr)

55

50
100 110 112 114 116 118
Mass Flow (lb/hr)

Grafik di atas menunjukkan pengaruh mass flow atau laju alir benzena
terhadap nilai overall UA. Semakin besar laju alirnya maka akan besar pulai nilai
overall UA nya. Hal ini menunjukkan bahwa laju alir berpengaruh dalam
menentukan nilai koefisien perpindahan panas dan luas arenya.
LAMPIRAN

T= 181OF

P = 1,4 bar
Tout = 101 0F

Mass Flow = 110 lb/hr