Anda di halaman 1dari 51

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PASANGAN USIA SUBUR

TENTANG AKSEPTOR KB SUNTIKAN 1 BULAN” DI BPS


HJ. NORMA KARIM DESA BUNGAEJAYA
KECAMATAN PALLANGGA
KABUPATEN GOWA
TAHUN 2015

KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan

Pendidikan di Akademi Kebidanan Syekh Yusuf Gowa

Oleh :

MUSLINAH

BD. 1409.068
YAYASAN PENDIDIKAN SANRE KARE BANGUN

AKADEMI KEBIDANAN SYEKH YUSUF GOWA


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salah satu masalah terpenting yang di hadapi oleh Negara

berkembang seperti di Indonesia yaitu ledakan penduduk. Ledakan penduduk

mengakibatkan laju pertumbuhan penduduk yang pesat hal ini di karenakan

kurangnya pengetahuan serta pola budaya masyarakat setempat. Untuk

mengatasi permasalahan tersebut pemerintah Indonesia telah menerapkan

program keluarga berencana (KB) yang dimulai sejak tahun 1968 dengan

mendirikan lembaga keluarga berencana nasional (LKBN). Gerakan keluarga

berencana nasional bertujuan untuk mengontrol laju pertumbuhan penduduk

dan juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Tri Wahyuni

Indrawati,2012).

Program keluarga berencana di Indonesia dilatar belakangi oleh

kondisi masalah kependudukan yang cukup mendesak, yaitu: jumlah

penduduk yang relatif besar, pertumbuhan yang relatif cepat, penyebaran

yang tidak merata, komposisi yang kurang menguntungkan, serta arus

urbanisasi yang relatif tinggi.

Masalah-masalah kependudukan di atas berakibat pada bidang

pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, dan lain-lain.

(Bakar, 2014)
Menurut WHO (World Health Organisation) expert committe 1970:

keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri

untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran

yang memang sangat diinginkan ,mengatur interval diantara kehamilan ,

mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri

serta menentukan jumlah anak dalam keluarga (Suratun, 2013).

Data di Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan tahun 2011 terdapat

jumlah Pasangan usia subur(PUS) sebanyak 166.677 akseptor yang di

mana akseptor yang menggunakan Intra uterine Device(IUD) 9.869 akseptor

(5,92%), MOW 3.828 akseptor (2,30%), MOP 16 akseptor (9,59%), Implan

6.347 akseptor (3,81%), suntikan 44.744 akseptor (26,84%), pil 35.056

akseptor (21,03%), kondom 1.950 akseptor (0,95%).

Berdasarkan hasil pengambilan data awal di BPS Hj.Norma Karim

Desa Bungaejaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa pada tahun 2014

yaitu jumlah akseptor dari pasangan usia subur (PUS) 577 akseptor,

sedangkan jumlah akseptor dari wanita usia subur (WUS) 732 akseptor.

Untuk pemakaian kontrasepsi yang tertinggi adalah pengguna kontrasepsi

suntikan sebanyak 275 akseptor. 15 akseptor KB suntikan 1 bulan (cyclofem)

dan 260 akseptor KB suntikan 3 bulan (DMPA). Pengguna Pil sebanyak 58

akseptor. Pengguna IUD sebanyak 1 akseptor. Pengguna implant sebanyak

46 akseptor. Pengguna kondom sebanyak 17 akseptor. Dan pengguna MOP

sebanyak 2 akseptor. Untuk tahun 2014 kontrasepsi yang paling banyak


digunakan oleh Pasangan Usia Subur yaitu suntikan KB 3 bulan (DMPA).

Dari data diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan

judul “Gambaran pengetahuan Ibu pasangan usia subur tentang akseptor KB

suntikan 1 bulan” di BPS Hj. Norma Karim Desa Bungaejaya Kecamatan

Pallangga Kabupaten Gowa.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah sebagai

berikut:Bagaimanakah gambaran pengetahuan ibu pasangan usia subur

tentang alat kontrasepsi sntik 1 bulan ?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

Untuk memperoleh gambaran pengetahuan ibu pasangan usia subur

tentang suntik 1 bulan di Bps Hj.Norma Karim Amd.Keb di desa taipakodong

tahun 2014

2. Tujuan khusus

Adapun Tujuan Khusus dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang kandungan alat

kontrasepsi suntik.

b. Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu pasangan usia subur

tentang suntik 1 bulan.

D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis
Adapun Manfaat Teoritis penelitan ini adalah sebagai berikut:

Di harapkan hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi serta

memperkaya ilmu pengetahuan pasangan usia subur tentang suntik 1 bulan

dan bahan acuan bagi peneliti berikutnya.

2. Manfaat Praktis

Adapun Manfaat Praktis dalam penelitan ini, yakni bagi ibu, bagi bidan, dan

bagi peneliti

a. Bagi ibu, dapat mengetahui tentang pengetahuan ibu suntik kb 1 bulan

b. Bagi bidan, Menjadi bahan masukan bagi program kerja bidan untuk

meningkatkan konseling yang berkaitan dengan pengetahuan ibu pada

kontrasepsi khususnya kontrasepsi suntik 1 bulan

c. Bagi Peneliti, Penelitian ini dapat berguna dan bemanfaat untuk

mengembangkan pengetahuan.

3. Manfaat Institusi

Adapun Manfaat Institusi penelitan ini adalah sebagai berikut:

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai informasi

berharga pengelola institusi tentang pengetahuan PUS tentang Akseptor KB

suntik 1 bulan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep dan Teori

Pengetahuan

a. Pengertian pengetahuan

Pengetahuan (knowledge merupakan hasil rasa keingin tahuan

manusia terhadap sesuatu dan hasrat untuk meningkatkan harkat

hidup sehingga kehidupan menjadi lebih baik dan nyaman yang

berkembang sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan manusia baik

dimasa depan. Pengetahuan hanya sekedar menjawab pertanyaan

what, misalnya apa alam, apa manusia, apa air dan lainnya.

Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia atau hasil tahu

seseorang terhadap obyek melalui indra yang dimiliki (mata, hidung,

telinga, dan sebagainya). Pada waktu pengindraan sampai hasil

pengetahuan tersebut sangat di pengaruhi oleh intensitas perhatian

dan persepsi terhadap obyek (Tri Wahyuni Indrawati,2012).

b. Tingkat Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo (2003), pengetahuan yang tercakup

dalam domain kognitif dibagi menjadi 6 tingkatan yaitu :

1) Tahu (know)
Tahu (know) merupakan mengingat kembali (recall) terhadap

sesuatu yang spesifik dan seluruh bahan yang di pelajari atau

rangsangan yang telah diterima.

2) Memahami (Comprehention)

Memahami adalah suatu kemampuan untuk menelaskan secara

benar tentang objek yang diketahui sehingga dapat

menginterprestasikan dengan benar. Orang yang paham terhadap

suatu obyek atau materi dapat menjelaskan, menyebutkan contoh,

menyimpulkan, meramalkan terhadap suatu objek yang di pelajari .

3) Aplikasi (Application)

Aplikasi merupakan kemampuan untuk menggunakan materi

yang telah di pelajari pada situasi ataupun kondisi riil

(sebenarnya). Aplikasi diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan

hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya.

4) Analisis (Analysis)

Analisis adalah suatu kemampuan untuk menanyakan materi

atau suatu objek ke dalam komponen-komponen tetapi masih di

dalam struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu dengan

yang lain.

5) Sintesis (Syntesis)

Sintesis merupakan suatu kemampuan untuk menghubungkan

bagian di dalam suatu keseluruhan yang baru. Dengan kata lain


sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru

dari formulasi yang ada.

6) Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi merupakan kemampuan untuk melakukan justifikasi

atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-

penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri

atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada .

c. Cara memperoleh pengetahuan

Berbagai macam cara yang telah digunakan untuk memperoleh

kebenaran pengetahuan sepanjang sejarah di kelompokkan menjadi dua,

yaitu cara tradisional atau non ilmiah, yakni tanpa melalui penelitian ilmiah

dan cara modern atau cara ilmiah, yakni melalui proses penelitian sebagai

berikut (ariani, 2014) :

a. Cara memperoleh kebenaran non ilmiah

1). Cara coba-salah (trial and error)

Cara ini di pakai orang sebelum adanya kebudayaan, bahkan

sebelum adanya peradaban. Jika seseorang menghadapi persoalan

atau masalah, upaya pemecahannya dilakukan dengan coba-coba

saja.

2). Secara kebetulan

Penemuan kebenaran secara kebetulan terjadi

dikarenakan tidak disengaja oleh orang yang bersangkutan.


3). Cara kekuasaan atau otorier

Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kebiasaan

dan tradisi yang dilakukan oleh orang tanpa melalui penalaran

apakah yang di lakukan baik atau tidak.kebiasaan ini biasanya

diwariskan turun temurun.

4). Berdasakan pengalaman pribadi

Pengalaman adalah guru terbaik demikian bunyi

pepatah. Pepatah ini mengandung maksud bahwa pengalaman

merupakan sumber pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara

mengulangi kembali pengalaman yang di peroleh dalam

memecahkan permasalahan yang di hadapi.

5). Cara akal sehat (Common Sense)

Akal sehat atau common sense kadang-kadang dapat

menemukan teori atau kebenaran. Sebelum ilmu pendidikan

berkembang, orang tua pada zaman dahulu menggunakan cara

hukuman lisik agar anaknya mau menuruti nasihat orang tua.

6). Kebenaran melalui wahyu

Ajaran adalah suatu kebenaran yang diwahyukan dari

tuhan melalui para nabi. Kebenaran ini harus diterima dan

diyakini oleh pengikut agama yang bersangkutan, terlepas dari

apakah kebenaran tersebut rasional atau tidak.

7). Kebenaran secara intuitif


Kebenaran ini secara intuitif di peroleh manusia secara

cepat sekali melalui proses di luar kesadaran tanpa melalui

proses penalaran atau berpikir.

8). Melalui jalan pikiran

Sejalan dengan perkembangan kebudayaan, cara

berpikir manusia ikut berkembang. Manusia mampu

menggunakan penalarannya dalam memperoleh pengetahuan.

9). Induksi

Induksi adalah proses penarikan kesimpulan yang

dimulai dari pernyataan khusus ke pernyataan umum.

10). Deduksi

Deduksi adalah pembuatan kesimpulan dari pernyataan-

pernyataan umum ke pernyataan yang khusus.

b. Cara baru ilmiah

Cara baru atau dalam memperoleh pengetahuan pada dewasa ini

lebih sistematis, logis dan ilmiah atau lebih popular disebut

metodologi penelitian ( Research methodology).


d. Factor- factor yang mempengaruhi pengetahuan

Factor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan menurut

Notoatmodjo (2010), yaitu:

1). Pengalaman

Pengalaman dapat di peroleh dari pengalaman sendiri maupun

orang lain. Pengalaman yang sudah di peroleh dapat memperluas

pengetahuan seseorang.

2). Pendidikan

Pendidikan dapat membawa wawasan atau pengetahuan

seseorang. Secara umum, seseorang yang berpendidikan lebih tinggi

akan mempunyai pengetahuan lebih luas dibandingkan dengan

seseorang yang tingkat pendidikannya lebih rendah.

3). Keyakinan

Biasanya keyakinan di peroleh secara turun temurun dan tanpa

adanya pembuktian terlebih dahulu. Keyakinan ini bisa mempengaruhi

pengetahuan seseorang, baik keyakinan itu sifatnya positif maupun

negative.

4). Fasilitas

Fasilitas-fasilitas sebagai sumber informasi yang dapat

mempengaruhi seseorang misalnya, radio, televise, majalah, Koran,

dan buku.
5). Penghasilan

Penghasilan tidak berpengaruh lansung terhadap pengetahuan

seseorang. Namun bila, seseorang berpenghasilan cukup besar maka

dia akan mampu untuk menyediakan atau membeli fasilitas-fasilitas

sumber informasi.

6). Sosial Budaya

Kebudayaan setempat dan kebiasaan dalam keluarga dapat

mempengaruhi pengetahuan, persepsi dan sikap seseorang terhadap

sesuatu.

1. Kontrasepsi suntik

Kontrasepsi suntik bulanan merupakan metode suntikan yang

pemberiannya tiap bulan dengan jalan penyuntikan secara intramascular

sebagai usaha pencegahan kehamilan berupa hormon progesterone dan

ekstrogen pada wanita usia subur. Penggunaaan kontrasepsi suntik

mempengaruhi hipotalamus dan hipofisis yaitu menurunkan kadar FSH dan

LH sehingga perkembangan dan kematangan folikel degraaf tidak terjadi

(Mulyani.,Mega Rinawati. 2013)

Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Upaya ini dapat bersifat sementara maupun bersifat permanen, dan upaya ini

dapat dilakukan dengan menggunakan cara, alat atau obat-obatan (atikah,

2010)
Metode kontrasepsi terdiri dari :

a. Metode amenore laktasi MAL

b. Metode alamiah

1. Metode kalender

2. Metode suhu basal

3. Lendir serviks

4. Metode senggama terputus

c. Metode Barier

1. Kondom

2. Diafragma

3. Spermisida

d. Kontrasepsi Pil

1. Mini pil

2. Pil kombinasi

e. Kontrasepsi Suntik

1. Suntik kombinasi 1 bulan

2. Suntik tribulan atau progestin

f. AKDR

g. Implant

h. Kontrasepsi Mantap (tubektomi dan Vasektomi)


a. Jenis kontrasepsi

b. Kb suntik 1 bilan (cycloven)

Kontrasepsi suntik bulanan merupakan metode suntikan yang

pemberiannya tiap bulan dengan jalan penyuntikan secara intramuscular

sebagai usaha pencegahan kehamilan berupa hormone progesterone

dan estrogen pada wanita usia subur. Penggunaaan kontrasepsi suntik

mempengaruhi hipotalamus dan hipofisis yaitu menurunkan kadar FSH

dan LH sehingga perkembangan dan kematangan folikel de graaf tidak

terjadi (Mulyani.,Mega Rinawati. 2013).

Jenis suntikan kombinasi adalah 25 mg depo medroksiprogesteron

asetat dan 5 mg Estradiol sipionat yang di berikan injeksi I.M. sebulan

sekali (cyclofem), dan 50 mg Noretindro Enantat dan 5 mg Estradiol

Valerat yang di berikan injeksi I.M. (Affandi, 2011)

Efektifitas keluarga berencana suntik bulanan sangat efektif (0,1-0,4

kehamilan per 100 perempuan) selama tahun pertama pengunaan (Bakar

2014).

Jenis suntikan kombinasi adalah 25 mg Depo Medroksiprogesteron

Asetat dan 5 mg Estradiol Sipionat yang di berikan injeksi 1 m sebulan

sekali (cyclofem). (Bakar 2014)


Adapun cara kerja yaitu sebagai berikut :

1. Menekan ovulasi

2. Membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi sperma

terganggu

3. Perubahan pada endometrium (atrofi) shingga implementasi

terganggu

4. Menghambat transportasi gamet oleh tuba.

Penggunaan Kb suntik cyclofem memiliki keuntungan Sebagai berikut:

1. Resiko terhadap kesehatan kecil

2. Tidak berpengaruh pada hubungan suami istri

3. Tidak di perlukan pemeriksaan dalam

4. Jangka panjang

5. Efek samping sangat kecil

6. Pasien tidak perlu menyimpan obat suntik

7. Pemberian aman, efektif dan relative mudah (Mulyani,Mega

Rinawati, 2013)

Penggunaan Kb suntik cyclofem memiliki kerugian sebagai berikut :

1. Terjadi perubahan pola haid, seperti tidak teratur, perdarahan

bercak atau spooting, perdarahan sela sampai sepuluh hari


2. Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan dan keluhan seperti ini

akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga

3. Ketergantungan pasien terhadap pelayanan kesehatan, karena

pasien harus kembali setiap 30 hari untuk kunjungan ulang.

4. Efektifitas suntik 1 bulan berkurang bila digunakan bersama

dengan obat-obatan epilepsy (fenitoin dan barbiturat) atau obat

tuberculosis (rifampisin).

5. Dapat terjadi perubahan berat badan

6. Dapat terjadi efek samping yang serius seperti serangan jantung,

stroke, bekuan darah pada paru atau otak dan kemungkinan

timbulnya tumor hati.

7. Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan setelah infeksi

menular seksual (IMS), hepatitis B virus atau infeksi virus HIV

8. Pemulihan kesuburan kemungkinan terlambat setelah penghentian

pemakaian KB suntik 1 bulan. (Mulyani,Mega Rinawati, 2013)

Adapun efek samping dan cara penangulangannya dari penggunaan

Kb suntik cyclofem sebagai berikut :

1. Ganguan Haud

Gejala dan keluhan :

a. Amenorea adalah tidak datangnya haid selama akseptor

mengikuti suntikan KB selama 3 bulan berturut-turut atau lebih.


b. Spotting adalah bercak-bercak perdarahan diluar haid yang

terjadi selama akseptor mengikuti KB suntik

c. Metrorhagie adalah perdarahan yang berlebihan diluar siklus

haid

d. Menometorhagie adalah datangnya darah haid yang berlebihan

jumlahnya tetapi masih dalam siklus haid.

Penangulangan:

a. Pelayanan konseling

Memberikan penjelasan kepada calon akseptor suntik bahwa

pemakaian suntikan dapat menyebabkan gejala-gejala tersebut

adalah akibat pengaruh hormonal suntikan. Biasanya gejala-

gejala perdarahan tidak berlangsung lama. Bila terjadi

amenorhoe, berikan penjelasan dengan baik. Apabila pasangan

tidak bisa menerima dan menginginkan haid setiap bulan

sebaiknya ganti cara dengan pil atau kontrasepsi lainnya.

b. Bila terjadi perdarahan, dapat pula diberikan preparat estrogen

misalnya: lynoral 2x1 sehari sampai perdarahan berhenti.

Setelah perdarahan berhenti, dapat dilaksanakan “tapering off”

(1x1 tablet) selama beberapa hari.


2. Depresi

Gejala dan Keluhan

Rasa lesu, tak bersemangat untuk bekerja dan melakukan aktifitas

sehari-hari.

Penanggulangan :

a. Jelaskan pada calon akseptor guna menghindari perasaan

bersala dari calon akseptor

b. Terapi psikologis bagi yang menderita depresi.

3. Keputihan

Gejala dan Keluhan

Adanya cairan putih yang berlebihan yang keluar dari liang

senggama dan terasa menggangu. Ini jarang terjadi pada peserta

suntik, tidak berbahaya kecuali bila berbau, panas atau terasa gatal

sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lengkap untuk mengetahui

adanya infeksi, jamur atau kandida.

Penanggulangan :

a. Jelaskan bahwa peserta suntik jarang terjadi keputihan. Apabila

hal ini terjadi juga harus di cari penyebabnya dan diberikan

pengobatannya.

b. Anjurkan untuk menjaga kebersihan alat genetalia dan pakaian

dalam agar tetap bersih dan kering.


c. Bila keputihan sangat menggangu sebaiknya dirujuk untuk

mendapatkan pengobatan yang tepat.

4. Jerawat

Gejala dan keluhan

Timbulnya jerawat diwajah atau badan. Dapat disertai infeksi atau

tidak.

Penanggulangan :

Pemberian vitamin A dan vitamin E dosis tinggi. Bila disertai infeksi

dapat di berikan preparat tetracycline 250 mg 2x1 kapsul selama 1

atau 2 minggu

5. Perubahan libido

Gejala dan keluhan

Menurunya atau meningkatnya libido akseptor . Hal ini bersifat

subjektif dan sulit dinilai

Penanggulangan

Menjelaskan kepada klien kemungkinan hal ini, dan sifatnya yang

subjektif. Perubahan libido bisa di sebabkan banyak factor,

sebaiknya klien dianjurkan memperbaiki keadaan umum termasuk

kesehatan dan bila perlu konsultasi ke psikolog.


6. Perubahan Berat Badan

Gejala dan keluhan

Berat badan bertambah atau turun beberapa kilogram dalam

beberapa bulan setelah pemakaian suntikan KB.

Penanggulangan

a. Jelaskan kepada akseptor suntik bahwa kenaikan penurunan

BB adalah salah satu efek samping dari pemakaian suntikan,

akan tetapi tidak selalu perubahan berat tersebut diakibatkan

dari pemakaian suntik KB. Kenaikan dapat disebabkan oleh hal-

hal lain, namun dapat pula terjadi penurunan BB. Hal inipun

tidaklah selalu disebabkan oleh suntik KB dan perlu diteliti

seksama.

b. Pengaturan diet merupakan pilihan yang utama. Dianjurkan

untuk melaksanakan diet rendah kalori di sertai olahraga seperti

olah raga teratur dan sebagainya.

7. Pusing dan sakit kepala

Gejala dan keluhan

Rasa berputar / sakit dikepala, yang dapat terjadi pada satu sisi

atau kedua sisi atau seluruh bagian kepala.

Penanggulangan :

a. Jelaskan secara jujur kepada calon akseptor bahwa

kemungkinan tersebut mungkin ada, tetapi jarang terjadi.


b. Pemberian anti prostaglandin atau obat mengurangi keluhan

misalnya: asetosal 500mg 3x1 tablet / hari atau paracetamol

500mg 3x1.

c. Bila tidak ada perubahan ganti cara kontrasepsi non hormonal

8. Hematoma

Gejala dan keluhan

Warna biru dan rasa nyeri pada daerah suntikan akibat perdarahan

di bawah kulit.

Penanggulangan :

a. Menjelaskan kepada calon akseptor mengenai kemungkinan

yang dapat terjadi

b. Kompres pada daerah yang membiru dengan kompres hangat

hingga warna biru/kuning hilang

9. Infeksi dan abses: diakibatkan pemakaian jarum suntik yang tidak

suci hama/steril .

Gejala dan keluhan

Rasa sakit dan bengkak di daerah suntikan. Bila terdapat abses

teraba adanya benjolan yang nyeri di daerah suntikan dan adanya

demam.

Penanggulangan:

Pemberian antibiotic jika terjadi abses: Bila telah ada fluktuasi

pada abses, dapat dilakukan insisi abses. Setelah itu di berikan


tampon dan drain. Jangan lupa berikan antibiotic seperti pada

perlukaan infeksi. (Suratun, 2013)

B. Kerangka Konsep

1. Dasar pemikiran variabel

Defenisi operasional adalah berisi komponen variabel yang

akan diteliti ditambah istilah yang dipakai untuk menghubungkan

variabel maupun subjek penelitian bertujuan untuk memudahkan

pengumpulan data dan menghindarkan perbedaan interpretasi serta

membatasi ruang lingkup variabel. (Ariani, 2014)

Jenis suntikan kombinasi adalah 25 mg depo

medroksiprogesteron asetat dan 5 mg Estradiol sipionat yang di

berikan injeksi I.M. sebulan sekali (cyclofem), dan 50 mg Noretindro

Enantat dan 5 mg Estradiol Valerat yang di berikan injeksi I.M.

(Affandi, 2011)
2. Bagan Kerangka Konsep

Gambaran
Suntikan 1 bulan
Pengetahuan Pasangan
Usia Subur

Pendidikan

Ekonomi

= Variabel Independen
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis atau desain penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif,

dimana peneliti hanya menggambarkan/ mendeskripsikan suatu fenomena

yang terjadi dalam masyarakat tanpa mencari hubungan antar variabel

(Ariani, 2014). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer

yaitu data yang diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada responden

untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan ibu pasangan usia subur

tentang suntik 1 bulan.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di BPS Hj. Norma Karim Desa Bungaejaya

Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa tahun 2015.

C. Populasi dan sampel

1. Populasi

Populasi merupakan keseluruhan objek dalam suatu penelitian yang

akan dikaji karakteristiknya. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri

dari objek atau subjek yang mempunyai karakteristik tertentu dan ditetapkan

oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya (Ariani, 2014).


Populasi dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB suntik 1 bulan

di BPS Hj. Norma Karim Desa Bungaejaya Kecamatan Pallangga Kabupaten

Gowa yaitu berjumlah15 akseptor.

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

oleh populasi. Sampel diambil dengan cara Total sampling. Total sampling

adalah tekhnik penentuan sampel bila semua populasi digunakan sebagai

sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah semua akseptor KB suntik 1

bulan di BPS Hj. Norma Karim Desa Bungaejaya Kecamatan Pallangga

Kabupaten Gowa yaitu sebanyak 15 akseptor.

D. Instrumen penelitian

Dalam penelitian ini alat-alat yang digunakan untuk pengambilan data

adalah kuesioner. Kuesioner merupakan tekhnik pengumpulan data yang

dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan

tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Ariani, 2014).

Daftar pertanyaan yang dipakai dalam penelitian ini yaitu berbentuk

skala gutman dengan dua alternative pilihan ya-tidak yang dibagikan kepada

akseptor KB pada saat melakukan penelitian di BPS Hj. Norma Karim Desa

Bungaejaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa thn 2015.

a. Koisener adalah suatu tekhnik pengumpulan informasi yang

memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap keyakinan, perilaku dan


karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa

terpengaruh oleh sistem yang sudah ada

b. lembar observasi adalah formulir yang berkaitan dengan pencatatan data.

E. Cara pengumpulan data

1. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dengan

melakukan sendiri oleh peneliti dari yang sebelumnya ada dan tujuannya

disesuaikan dengan keperluan penelitian (Ariani, 2014). Pengumpulan

data primer didapat dari pengisian kuesioner.

2. Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain dari

data yang sudah ada (Ariani, 2014). Data sekunder ini diperoleh dari

laporan hasil pencatatan BPS Hj. Norma karim Desa Bungaejaya

Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa tahun 2014.

F. Analisis Data

Cara pengolah skornya dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Keterangan : S=R

S= Skor yang diperoleh

R= Jawaban yang benar

Analisa Deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan

untuk menggambarkan tanpa mencari hubungan antar variabel (Ariani,

2014).
Analisa data yang digunakan adalah deskriptif dari data yang ada

dengan menggunakan rumus :

𝑓
𝑃 = 𝑛 𝑥100%

Keterangan :

P = Persentase

f = Jumlah jawaban yang benar

n = Jumlah total pertanyaan (Ariani, 2014).


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian ini di laksanankan di BPS Hj.Norma Karim Desa Bunga Ejaya

Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa mulai tanggal 25 juni 2015 sampai

25 juli 2015 . Pengumpulan data melalui wawancara langsung menggunakan

kuesioner pada ibu pasangan usia subur yang menggunakan Kb Suntik 1

Bulan saat penelitian. Data yang telah di kumpulkan kemudian di hitung

manual. Hasil penelitian di tampilkan dalam bentuk tabel distribusi disertai

penjelasan.

Tabel 4.1

Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur

Tentang Alat Kontrasepsi Suntik 1 Bulan Berdasarkan Umur

Di Bps Hj.Norma Karim Kab. Gowa

Tahun 2015

Umur Frekuensi Persentase

30 tahun kebawah 6 40 %
30 tahun keatas 9 60 %

Total 15 100 %
Tabel 4.1 Menunjukkan bahwa dari 15 respon dilihat berdasarkan umur

30 tahun kebawah didapatkan 6 orang (40 %) dan umur 30 tahun keatas

didapatkan 9 orang (60 %).

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur Tentang

Alat Kontra sepsi Suntik 1 Bulan Berdasarkan Pendidikan

Di Bps Hj.Norma Karim Kab. Gowa

Tahun 2015

Pendidikan Frekuensi Persentase

SD 7 46,67%
SMP 5 33,33%
SMA 2 13,33 %
DIII 1 6,67 %

Total 15 100 %

Tabel 4.2 Menunjukkan bahwa dari 15 responden dilihat berdasarkan

pendidikan SD 7 orang (46,67 %), pendidikan SMP 5 orang (33,33 %),

Pendidikan SMA 2 orang (13,33 %) dan Pendidikan DIII 1 orang (6,67 %).
Tabel 4.3

Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur Tentang

Alat Kontrasepsi Suntik 1 Bulan Berdasarkan Pekerjaan

Di Bps Hj.Norma Karim Kab. Gowa

Tahun 2015

Pekerjaan Frekuensi Persentase

IRT 14 93,33 %
PNS 1 6,67 %

Total 15 100 %

Tabel 4.3 Menunjukkan bahwa dari 15 responden dilihat berdasarkan

pekerjaan IRT 14 orang (93,33 %) dan PNS 1 orang (6,67 %).


Tabel 4.4

Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur

TentangAlat Kontrasepsi Suntik 1 Bulan Berdasarkan

Di Bps Hj.Norma Karim Kab. Gowa

Tahun 2015

Tingkat Pengetahuan Frekuensi Persentase

Tahu 13 86,67 %

Tidak Tahu 2 13,33 %

Total 15 100 %

Tabel 4.4. Menunjukkan bahwa dari 15 responden, didapatkan 13 orang

(86,67 %) yang mempunyai pengetahuan tahu, dan 2 orang (13,33 %) yang

mempunyai pengetahuan Tidak Tahu . Dengan demikian yang memiliki

pengetahuan tahu lebih banyak dibandingkan dengan yang memiliki

pengetahuan tidak tahu.

B. Pembahasan

Setelah dilakukan pengolahan data dan penyajian data beserta hasilnya ,

berikut ini akan dilakukan pembahasan sesuai dengan variabel yang di teliti.

Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia atau hasil tahu seseorang

terhadap obyek melalui indra yang dimiliki (mata, hidung, telinga, dan
sebagainya). Pada waktu pengindraan sampai hasil pengetahuan tersebut

sangat di pengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap obyek

(Tri Wahyuni Indrawati,2012).

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Bps Hj.Norma Karim

Kab. Gowa, diperoleh gambaran bahwa sebagian besar responden memiliki

tingkat pengetahuan Tahu sebanyak 13 orang (86,67%), sedangkan 2 orang

(13,33%) berada pada tingkat pengetahuan tidak tahu. Pengetahuan yang

tidak tahu bisa di sebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks dan saling

mempengaruhi

Dari sebaran jawaban responden tentang pengetahuan , hampir seluruh

ibu mengetahui pengertian suntik kb 1 bulan dan kegunaannya. Salah satu

faktor yang menyebabkan tingginya tingkat pengetahuan responden karena

sebagian besar responden memiliki tingkat pengalaman dan sosial budaya.

Dari hasil penelitian tabel 4.1 dilihat berdasarkan Umur 30 tahun kebawah

sebanyak 6 orang (40%) dan umur 30 tahun keatas sebanyak 9 orang (60

%), dengan demikian yang lebih banyak menjawab tahu adalah umur 30

tahun keatas sebanyak 7 orang (77,78 %) dan menjawab tidak tahu 2 orang

(22,22 %), sedangkan yang umur 30 tahun kebawah yang menjawab tahu

adalah 6 orang (100 %).

Kemudian tabel 4.2 dilihat berdasarkan pendidikan SD sebanyak 7

orang (46,67 %) yang tahu 5 orang (71,42 %)dan tidak tahu 2 orang (28,58

%), SMP sebanyak 5 orang (33,33 %) yang tahu 5 orang (100 %), SMA
sebanyak 2 orang (13,33 %) yang tahu 2 orang (100 %) dan DIII sebanyak 1

orang (6,67 %) yang tahu 1 orang (100 %). Dapat disimpulkan bahwa ,

seseorang yang berpendidikan lebih tinggi akan mempunyai pengetahuan

lebih luas dibandingkan dengan seseorang yang tingkat pendidikannya lebih

rendah (Tri Wahyuni Indrawati,2012).

Dan dilihat dari tabel 4.3 berdasarkan pekerjaan Ibu Rumah Tangga

sebanyak 14 orang (93,33 %) yang tahu 12 orang (85,71 %) tidak tahu 2

orang (14,29 %), dan pekerjaan PNS sebanyak 1 orang (6,67 %) yang tahu

1 orang (100 %).


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan Hasil Penelitian yang di lakukan di BPS Hj.Norma Karim

Desa Bunga Ejaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa 2015 maka

dapat di simpulkan sebagai berikut:

Faktor yang mempengaruhi keengganan pasangan usia subur tentang

alat kontrasepsi suntik 1 bulan sebagian besar disebabkan oleh tingkat

pengetahuan tahu sebanyak 13 orang (86.67%), dan pada tingkat

pengetahuan tidak tahu sebanyak 2 orang (13,33%) dari 15 responden.

B. Saran

1. Diharapkan kepada tenaga medisdan instansi terkait agar terus

meningkatkan kinerja serta perhatiannya dalam memberikan informasi

atau penjelasan khususnya tentan suntik kb 1 bulan

2. Diharapkan pada peneliti selanjutnya dapat menunjukkan informasi

ilmiah dan sebagai bahan atau sumber data untuk penelitian

selanjutnya

3. Diharapkan agar para pembaca dapat melanjutkan penelitian ini agar

kita semua khususnya tenaga kesehatan dapat mengetahui tentang

suntik kb 1 bulan.
DAFTAR PUSTAKA

Ariani. 2014. Aplikasi Metodologi Penelitian Kebidanan dan Kesehatan


Reproduksi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Affandi, Biran. 2013. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta:


Pt Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Bakar,M,Sukawati Abu. 2014. Kesehatan Reproduksi dan keluarga


berencana (dalam tanya jawab). Jakarta: Pt Rajagrafindo Persada.

Gambaran penggunaan alat kontrasepsi suntik menurut usia di wilayah kerja


puskesmas online. http://ktiksehatan.blogspot.com/2015/01/gambara -
penggunaan-alat-kontrasepsi.html diakses tanggal 30 mei 2015.

Indrawati, Tri Wahyuni. 2012. Tingkat Pengetahuan Akseptor KB Suntik Depo


Progestin. Surakarta.

Karakteristik ibu pasangan usia subur . online. http://www.uda.ac.id/jurnal


/files/Zulkarnain%203.pdf diakses tanggal 30 mei 2015.

Konsep pengetahuan. Online,http://dr-suparyanto.blogspot.com/ 2011/08/


Konsep-pengetahuan.html diakses tanggal 08 agustus 2015

Mulyani,Siti Nina., Mega Rinawati. 2013. Keluarga Berencana dan Alat


Kontrasepsi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Poverawati, Atikah., Anisah Dwi Islaely, dan Siti Aspuah. 2010. Panduan
Memilih Kontrasepsi: Lengkap dengan panduan praktek dan
pemasangan dan penggunaannya. Yogyakarta: Nuha Medika.
Proposal kebidanan.online. http://ratrisuprapti4.blogspot.com/2013/06/
Contoh-proposal kebidanan.html diakses tanggal 30 april 2015.
Pasangan usia subur. Online. http://worldhealth-bokepzz.blogspot.com /2012
/05/pengertian-pasangan-usia-subur-pus.html diakses tanggal 31
mei 2015.
PERNYATAAN PERSETUJUAN KARYA TULIS ILMIAH

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PASANGAN USIA SUBUR


TENTANG AKSEPTOR KB SUNTIKAN 1 BULAN” DI BPS
HJ. NORMA KARIM DESA BUNGAEJAYA
KECAMATAN PALLANGGA
KABUPATEN GOWA
TAHUN 2015

Oleh :

MUSLINAH

BD. 1409.068

Karya Tulis ini diterima dan disetujui, untuk diuji dan dipertahankan

di depan Tim Penguji Karya Tulis Ilmiah Akademi Kebidanan Syekh Yusuf

Kabupaten Gowa

Sungguminasa, 21 Agustus 2015

Pembimbing I pembimbing II
( Hj. Kartini Ras, S.ST.,M.Kes ) ( Hj.Kasmawati Kadar,SKM.,M.Kes )

Mengetahui

Direktur Akbid Syekh Yusuf

(Hj. Kartini Mangkona, SST, SKM, M.Kes)

NIDN : 0910055201
HALAMAN PENGESAHAN

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PASANGAN USIA SUBUR

TENTANG ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 1 BULAN

DI BPS HJ. NORMA KARIM

TAHUN 2015

Yang disusun dan diajukan oleh :

MUSLINAH

BD. 1409.068

Telah Dipertahankan Di Hadapan Tim Penguji

Pada Hari : Rabu

Tanggal : 06 April 2016

Telah diperbaiki dan dinyatakan telah memenuhi syarat :

Pembimbing :

1. Hj. Kartini Ras, S.ST.,M.Kes ( )


2. Hj.Kasmawati Kadar,SKM.,M.Kes ( )
Penguji :

1. H.Abd Haris Mahmud, SKP.,M.Kes ( )

Diketahui, Disahkan Oleh


Wakil Direktur I Bidang Akademik Direktur Akademi Kebidanan
AKBID Syekh Yusuf Syekh Yusuf Gowa

Hastati, S.ST.,M.Keb Hj.Kartini Mangkona,S.ST.,SKM.,M.Kes


NIK:125. 206.213 NIDN : 091.005.5201
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ILMIAH

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam karya tulis ini tidak terdapat karya
yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar ahli madya/gelar kesarjanaan di
suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya
atau pendapat yang pernah di tulis atau di terbitkan oleh orang lain, kecuali yang
secara tertulis diacu dalam naskah ini dan di sebutkan dalam daftar pustaka.

Sungguminasa, April 2016

MUSLINAH
BIODATA PENULIS

A. Identitas

1. Nama : MUSLINAH

2. Nim : BD. 1409.068

3. JenisKelamin : Perempuan

4. Tempat/ TanggalLahir : Sungguminasa,12 Oktober 1996

5. Suku/Bangsa : Makassar/Indonesia

6. Agama : Islam

7. Alamat : Jl. Poros Malino Bontomanai

B. RiwayatPendidikan

1. Tamat SD Neg. Unggulan Bontomanai Tahun 2007

2. Tamat SMP Neg. 1 Bontomarannu Tahun 2010

3. Tamat SMA Neg. 1 Bontomarannu Tahun 2013

4. Mengikuti Pendidikan Akademi Kebidanan Syekh Yusuf Kabupaten

Gowa sampai sekarang.


KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirahim

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah subhanahu wa taala, atas
limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga karya tulis yang berjudul “ Gambaran
Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur Tentang Alat Kontrasepsi Suntik 1
Bulan Di Bps Hj.Norma Karim ”. ini dapat dirampungkan, meskipun dalam bentuk
yang sangat sederhana. Salawat dan salam senantiasa tercurah kepada junjungan
Nabiyullah Muhammad saw sebagai teladan dan pelopor ilmu pengetahuan. Karya
tulis ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program
Pendidikan Kebidanan DIII Di Akademi Kebidanan Syekh Yusuf Gowa Tahun 2015.

Penulis menyadari Karya Tulis Ilmiah ini masih sederhana dan jauh dari
kesempurnaan, karena keterbatasan penulis sebagai manusia biasa. Olehnya itu
pada kesempatan ini penulis mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak
yang sifatnya membangun untuk perbaikan dan penyempurnaan selanjutnya.

Penulis menyadari bahwa Karya Tulis Ilmiah ini tidak mungkin


terselesaikan dengan baik tanpa bimbingan, dukungan, motivasi, arahan,
dan saran dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala ketulusan dan
kerendahan hati, penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu penyelesaian karya tulis ilmiah ini dan terutama saya
ucapkan banyak terimah kasih untuk kedua orang tua saya atas dukungan
moril dan materil yang tiada henti-hentinya diberikan selama penulis dalam
proses pendidikan.
Pada kesempatan itu sewajarnyalah penulis menyampaikan rasa
terima kasih yang tak terhingga dengan penghargaan yang setinggi –
tingginya kepada :
1. Bapak H. Abd Haris Machmud,SKP.,M.Kes, selaku ketua Yayasan Akbid Syekh
Yusuf Gowa senantiasa jadi panutan kita semua dan sekaligus sebagai
penguji, yang telah memberikan banyak masukan dan saran
2. Ibu Hj. Kartini Mangkona,SST.,SKM,M.Kes , selaku direktur program DIII
Kebidanan Syekh Yusuf Gowa.
3. Ibu Hj.Kartini Ras,SST.,M.Kes selaku pembimbing I dan ibu Hj. Kasmawati
kadar,SKM.,M.Kes selaku pembimbing II karya tulis ilmiah ini dengan
penuh kesabaran, kerelaan dan ketulusan hati yang telah mengorbankan
waktu, tenaga dan sumbangan pemikirannya kepada penulis.
4. Seluruh staf dalam lingkungan pendidikan Akademi Kebidanan Syekh Yusuf
Gowa yang telah memberikan bimbingan kepada penulis selama menjadi
mahasiswi di Akademi Kebidanan Syekh Yusuf Gowa.
5. Kepada BPS Hj. Norma Karim yang telah memberi arahan kepada penulis
6. Ucapan teimah kasih untuk sahabat-sahabatku tercinta yang telah memberikan
dukungan dan support setiap memiliki hambatan .
Semoga segala bantuan, bimbingan, dan saran yang diberikan kepada
penulis senantiasa mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda dari Allah
subhanahu wa taala. Akhir kata, penulis berharap

semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan manfaat. Amin.

Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sungguminasa, April 2016

Penulis
ABSTRAK

MUSLINAH (Gambaran Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur Tentang Alat


Kontrasepsi Suntik 1 Bulan Di Bps Hj.Norma Karim) Dibimbing oleh ibu Hj. Kartini
Ras dan ibu Hj. Kasmawati Kadar .

xii, 33 Halaman, V Bab, IV Tabel, 11 Lampiran

Salah satu masalah terpenting yang di hadapi oleh Negara berkembang seperti di
Indonesia yaitu ledakan penduduk. Ledakan penduduk mengakibatkan laju
pertumbuhan penduduk yang pesat hal ini di karenakan kurangnya pengetahuan
serta pola budaya masyarakat setempat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut
pemerintah Indonesia telah menerapkan program keluarga berencana (KB) yang
dimulai sejak tahun 1968 dengan mendirikan lembaga keluarga berencana nasional
(LKBN). Gerakan keluarga berencana nasional bertujuan untuk mengontrol laju
pertumbuhan penduduk dan juga untuk meningkatkan kualitas sumber daya
manusia. Adapun tujuannya Untuk memperoleh gambaran pengetahuan ibu
pasangan usia subur tentang alat kontrasepsi suntik 1 bulan di Bps Hj.Norma
Karim Amd.Keb .

Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif, dimana

peneliti hanya menggambarkan / mendeskripsikan suatu fenomena yang terjadi dalam


masyarakat tanpa mencari hubungan antar variabel . Adapun populasinya yaitu
semua akseptor KB suntik 1 bulan dari bulan januari – desember 2014 di BPS Hj.
Norma Karim Desa Bungaejaya Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa yaitu
berjumlah15 akseptor dan semua akseptor dijadikan sampel karena menggunakan
cara total sampling yaitu dimana tekhnik penentuan sampel bila semua populasi
dijadikan sampel.

Dari hasil penelitian yang dilakukan dari 15 responden diperoleh gambaran


bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan Baik sebanyak 13
orang (86,67%), sedangkan 2 orang (13,33%) berada pada tingkat pengetahuan
Kurang. Diharapkan kepada tenaga medis dan instansi terkait agar terus
meningkatkan kinerja serta perhatiannya dalam memberikan informasi atau
penjelasan khususnya tentan suntik kb 1 bulan

Kata kunci : Pengetahuan dan Alat Kontrasepsi Suntik 1 Bulan


Daftar pustaka : 11 (2010-2015)
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur Tentang Alat

Kontrasepsi Suntik 1 Bulan Berdasarkan Umur Di Bps Hj. Norma Karim Kab.

Gowa ...................................................................................................... 28

2. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur Tentang Alat

Kontrasepsi Suntik 1 Bulan Berdasarkan Pendidikan Di Bps Hj. Norma Karim

Kab. Gowa .............................................................................................. 29

3. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur Tentang Alat

Kontrasepsi Suntik 1 Bulan Berdasarkan Pekerjaan Di Bps Hj. Norma Karim Kab.

Gowa ...................................................................................................... 29

4. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu Pasangan Usia Subur Tentang Alat

Kontrasepsi Suntik 1 Bulan Di Bps Hj. Norma Karim Kab. Gowa ............ 30
DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN I : Lembar kegiatan konsultasi

LAMPIRAN II : Pengajuan rencana judul KTI

LAMPIRAN III : Lembar persetujuan responden

LAMPIRAN IV : Kuesioner

LAMPIRAN V : Master tabel

LAMPIRAN VI : Surat pengambilan data awal

LAMPIRAN VII : Surat izin penelitian dari kampus

LAMPIRAN VIII : Surat izin penelitian Balitbangda

LAMPIRAN IX : Surat rekomendasi penelitian ditempat penelitian

LAMPIRAN X : Surat keterangan telah melakukan penelitian

LAMPIRAN XI : Surat keterangan bebas administrasi


DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i

LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................................... ii

LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... iii

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN .......................................................... iv

BIODATA PENULIS ..................................................................................... v

KATA PENGANTAR .................................................................................... vi

ABSTRAK ................................................................................................... viii

DAFTAR ISI ................................................................................................. ix

DAFTAR TABEL ......................................................................................... xi

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .................................................................................. 1

B. Rumusan Masalah .............................................................................. 3

C. Tujuan Penelitian ............................................................................... 3

D. Manfaat Penelitian ............................................................................. 3


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Konsep dan Teori. ............................................................................... 5

1. Pengetahuan................................................................................... 5

2. Pasangan Usia Subur ..................................................................... 10

3. Kontrasepsi Suntik .......................................................................... 11

C. Kerangka Konsep.. .............................................................................. 22

1. Dasar pemikiran Variabel .............................................................. 22

2. Bagan Kerangka Konsep .............................................................. 22

D. Defenisi operasional dan Kriteria Objektif.. .......................................... 23

BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis atau Desain Penelitian................................................................ 24

B. Lokasi Penelitian ................................................................................ 24

C. Populasi dan Sampel .......................................................................... 24

D. Instrumen Penelitian ............................................................................ 25

E. Cara Pengumpulan Data ..................................................................... 26

F. Analisis Data........................................................................................ 26

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian ................................................................................. 28

B. Pembahasan .................................................................................... 30

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan ...................................................................................... 33

B. Saran ............................................................................................... 33
DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN