Anda di halaman 1dari 3

MUTHIA RINJANI WILLIS

201410230311118

Menkominfo Ajak Pemuda Muslim Bali Kuasai Teknologi

Mangupura (Bali) -- Pesantren Digital Indonesia Chapter Bali mengadakan Seminar


Kebangsaan bertema " Penguatan Nasionalisme Melalui Pemanfaatan Dunia Digital untuk
Mencetak Generasi yang Inovatif dan Produktif" pada hari Minggu (22/10) 2017. Seminar
Kebangsaan ini diadakan di Ballroom Hotel Adhi Jaya Jalan Sunset Road , Badung dengan
mengundang pembicara yang mumpuni dibidangnya.

Para pembicara tersebut diantaranya Rudiantara,S Stat,MBA (Menteri Komunikasi dan


Informasi RI), Dr Dadang Hermawan (Ketua STIKOM Bali), Dr H Arya Sandhiyudha, S Sos,
Msc (Direktur Eksekutif MaCDIS), Khairul Mahfuz, SSi Msi (Presiden Pesantren Digital
Indonesia), dan Heri Sucipto, Lc, MM (Pakar Cyber Crime Mabes POLRI). Kegiatan Seminar
Kebangsaan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai elemen organisasi muslim di Bali
seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Ikatan Cendekiawan Muslim Se Indonesia (ICMI),
Kelompok Studi Ekonomi Islam FEB Universitas Udayana, dan Dewan Masjid Indonesia.

Menkominfo Rudiantara mengajak dalam acara Seminar Kebangsaan mengajak anak muda
Indonesia untuk bijak dalam menggunakan teknologi Menurutnya Teknologi jika dimanfaatkan
dengan baik akan membawa manfaat yang baik untuk perkembangan suatu bangsa. Salah
satunya adalah dengan memasarkan produk-produk bisnis e-commerce. Ia menambahkan, situs
perdagangan digital sangat efektif untuk menjual sebuah produk dan meningkatkan omset.

Namun demikian pasar e-commerce di Indonesia memiliki banyak tantangan seperti sumber
daya manusia yang handal, masih banyaknya bisnis start up, perpajakan, perlindungan
konsumen, membangun kepercayaan konsumen, logsitik, dan keamanan cyber.

Ia juga mengajak anak muda Indonesia untuk menggunakan aplikasi digital buatan anak negeri
seperti aplikasi pesankita untuk meningkatkan nasionalisme.

"Sudah saatnya anak muda di Indonesia beralih menggunakan aplikasi digital buatan anak negeri
untuk mendukung gerakan nasionalisme" tegasnya.

Rudiantara juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah RI sedang dalam proses pembangunan
Palapa Ring yaitu pembangunan serat optic fiber dibawah laut untuk daerah-daerah yang belum
memiliki akses internet.

"Saat ini pemerintah RI sedang gencar membangun palapa ring untuk mendukung
pengemebangan teknologi di Indonesia" ungkapnya.

Pemateri berikutnya yang tak kalah menarik adalah Arya Sandhiyuda. Di TV nasional Arya
sering diundang untuk menjadi pembicara krisis internasional seperti ketegangan di Negara
Timur Tengah. Untuk seminar yang ia bawakan, ia banyak mengungkap bahwa Indonesia
memiliki bonus demografi yang bisa dimanfaatkan untuk meraih cita-cita anak bangsa untuk
mencapai zaman keemasan.

Sedangkan,Heri Sucipto memaparkan tentang kejahatan dunia cyber, pemanfaatan social media
yang baik dengan tidak menyebarkan hoax, dan penerapan UU ITE dalam berselancar di dunia
maya.

Salah seorang peserta Seminar Kebangsaan bernama Ghiyas Ghifari mengataka bahwa kegiatan
ini sangat bermanfaat bagi anak muda yang ingin memasarkan produknya melalui dunia maya

"Menarik sekali seminar ini, dapat membantu dalam mendukung bisnis yang sedang saya
kembangkan" ujarnya.
Kegiatan Seminar Kebangsaan ini juga ada sesi konsultasi bisnis dan tips pengembangan bisnis
yang ampuh dari para pementor yang tergabung dalam Pesantren Digital

Analisa:

Dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa pemerintah menggunakan bentuk power dan
control persuasif, dengan mengajak anak muda Indonesia untuk lebih bijak dalam menggunakan
teknologi digital. Penggunaan teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam memajukan bangsa,
contohnya pemasaran produk-produk bisnis e-commerce anak negeri dan menakan omset
penjualan.