Anda di halaman 1dari 7

Praktikum ke-IV

“Praktikum Pemeriksaan Hitung Jumlah Eosinofil”

Metode Von Dungem

I. Prinsip
Granula sel eosinofil akan menyerap zat warna yellow eosin
menjadi berwarna merah atau orange, sedangkan lekosit lainnya tidak
menyerap zat warna sehingga memudahkan perhitungan.

II. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui jumlah esinofil
yang diperiksa dalam darah, dan untuk mengetahui dan memahami
pemeriksaan eosinofil dengan menggunakan kamar hitung.

III. Alat & Bahan


 Alat :
 Pipet pasteur
 Mikroskop
 Kapas
 Spuit
 Botol sample
 Tabung reaksi
 Pipet mikro 20 µl
 Bilik hitung
 Pipet ukur 1.0ml
 Counter
 Yellow tip
 Cover glass
 Bahan:
 Alkohol 70%
 EDTA
 Larutan Eosin
 Larutan eoin 2% 5ml
 Aceton 5ml
 Aquades 100ml

IV. Identitas Pasien

 Nama : Made Ari Pramana Kumara


 Usia : 19 th
 Jenis Kelamin : Laki-laki

V. Prosedur Kerja
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Dilakukan pengenceran 100x pada sampel darah dengan
menggunakan larutan Eosin
3. Pengenceran dilakukan pertama kali yaitu diambil tabung
reaksi 7cm
4. Kemudian dipipet larutan Eosin sebanyak 1000µl
5. Setelah itu dibuang sebanyak 10 µl larutan Eosin
6. Lalu ditambahkan 10 µl sampel darh EDTA ke dalam tabung
yang berisi larutan Eosin
7. Kemudian larutan Eosin dan sampel darah EDTA
dihomogenkan
8. Lalu ditunggu selama 10-15 menit
9. Setelah itu dipipet dan dimasukkan kedalam bilik hitung
10. Kemudian di amati dibawah mikroskop dengan perbesaran
kecil yaitu 10 untuk mencari lapang pandang dan perbesaran
medium yaitu 40x.
VI. Harga Normal
1. Eosinofil : 100-400 /mm3

VII. Hasil
Dari hasil pemeriksaan dan pengamatan yang telah dilakukan
didapat hasil yaitu :
 Nama : Made Ari Pramana Kumara
 Usia : 19 th
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Jumlah eosinofil : 1.778 sel/ul darah

1 1 1
1

1
1
1 1 1 1
1
1

1
1 1
Perhitungan : Eosinofil = 16 sel eosinofil

1
𝑥. .𝑝
𝑡
Jumlah eosinofil = 𝐴

1
16. .100
0,1
= 9

= 1.777,77

= 1.778 sel/ ul daarah

VIII. Kesimpulan

Dari hasil praktikum pemeriksaan hitung eosinofil disimpulkan


bahwa probandus atas nama Made Ari Pramana Kumara
mendapatkan hasil eosinofil 1.778 sel/ul darah

IX. Diskusi
Eosinofil merupakan salah satu jenis leukosit yang terlibat dalam
alergi dan infeksi (terutama parasit) dalam tubuh, dan jumlahnya 1 -
2% dari seluruh jumlah leukosit. Nilai normal dalam tubuh: 1 - 4%.
Peningkatan eosinofil terdapat pada kejadian alergi, infeksi parasit,
kankertulang, otak, testis, dan ovarium. Penurunan eosinofil terdapat
pada kejadian shock, stres, dan luka bakar.
Eosinofil umumnya memiliki inti dengan dua lobus (bilobed).
Sesuai dengan namanya sel eosinofil berwarna eosin (pink), hal ini
disebabkan oleh sitoplasma yang diisi oleh sekitar 200 butiran (granul)
berwarna merah muda. Itulah mengapa eosinofil masuk dalam
kelompok granulosit. Eosinofil memiliki sejumlah zat kimia penting
seperti histamin, eosinofil peroksidase, ribonuklease,
deoksiribonuklease, lipase, plasminogen dan beberapa asam amino.
Zat-zat ini bersifat toksin terhadap parasit dan jaringan tubuh yang
akan dikeluarkan ketika eosinofil teraktivasi. Aktivasi dan pelepasan
zat kimiawi (beracun) oleh eosinofil diatur dengan ketat agar
digunakan seperlunya untuk melawan agen infeksi (khususnya parasit)
dan untuk mencegah penghancuran jaringan yang tidak diperlukan.
Eosinofil dibentuk secara khusus di sumsum tulang dan membutuhkan
waktu sekitar 8 hari untuk proses pematangannya. Setelah matang,
eosinofil akan pindah ke aliran darah. Mengalir dalam pembuluh darah
selama 8 – 12 jam sehingga pada akhirnya tiba di jaringan tujuan untuk
menetap di sana selama 1 sampai 2 minggu.
Kita dapat menemukan Eosinofil pada organ sistem saraf pusat
(otak dan medula spinalis), saluran pencernaan, ovarium, uterus, limpa
dan kelenjar limfe. Akan tetapi kita tidak dapat menemukannya
pada paru, kulit, esofagus dan organ dalam lainnya, oleh karena
itu keberadaan eosinofil pada area ini sering merupakan pertanda
adanya suatu penyakit. Fungsi Eosinofil Bisa dibilang, fungsi eosinofil
mirip dengan fungsi sel darah putih lainnya, yaitu terlibat dalam
berbagai proses inflamasi, terutama pada gangguan alergi. Selain itu,
eosinofil juga memiliki peran fisiologis dalam pembentukan organ
(misalnya pengembangan kelenjar susu postgestational). Fungsi
eosinofil yang khas yaitu berperan dalam reaksi alergi dan melawan
infeksi parasit multiseluler.
Dalam melakukan fungsinya, eosinofil bergerak ke daerah yang
meradang, menangkap zat atau paartikel asing yang berbahaya,
membunuh sel-sel jahat, antiparasit dan aktivitas bakterisida
(membunuh bakteri), berpartisipasi dalam reaksi alergi, dan modulasi
respon inflamasi (peradangan). Eosinophil granule proteins, seperti
major basic protein (MBP), eosinophilic cationic protein (ECP),
eosinophil peroxidase (EPO) and eosinophil-derived neurotoxin
(EDN), mampu merangsang kerusakan jaringan beserta fungsinya.
MBP, EPO dan ECP telah terbukti menjadi racun bagi berbagai
jaringan termasuk jantung, otak, bronkial, dan epitel usus. Keparahan
kerusakan jaringan erat kaitannya dengan durasi lamanya eosinofilia
(jumlah peningkatan eosinofil), tingkat aktivasi eosinofil, dan jenis
stimulus yang menarik eosinofil tersebut (reaksi alergi atau parasit).
Eosinofil dapat menjadi bermanfaat atau berbahaya. Menguntungkan
ketika tubuh diserang infeksi parasit tertentu, eosinofil melindungi kita
dari parasit dengan membantu membersihkan tubuh dari infeksi. Pada
kondisi ekstrim, seperti pada penyakit eritema, eosinofil memiliki
peran sementara dan jinak. Akan berbahaya pada penyakit Loeffler dan
sindrom hypereosinophilic, karena eosinofil terkait dengan perubahan
patologis (kerusakan jaringan) yang parah.
X. Lampiran Gambar

Gambar pemeriksaan Eosinofil