Anda di halaman 1dari 11

7:42 PM 10/24/2009

Menyiapkan Anak Menjadi Wirausahawan Yang Tangguh Dan Berakhlak Mulia

Abstrak:
Di saat perekonomian di negeri ini semakin terpuruk akibat naiknya harga minyak mentah dunia,
jumlah masyarakat miskinpun semakin meningkat, karena tidak mampu lagi untuk mencukupi
kebutuhan primernya. Menghadapi realita tersebut, masyarakat dituntut untuk semakin kreatif agar
dapat memperoleh pemasukan tambahan bagi kelangsungan hidupnya. Kondisi seperti ini nampaknya
akan terus berlangsung, oleh sebab itu, hendaknya kita membuka mata, untuk dapat mengantisipasinya.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengajarkan anak-anak kita untuk berwirausaha
sejak dini, untuk menyongsong masa depan, disamping belajar di sekolah. Menyiapkan anak untuk
dapat menjadi wirausahawan yang tangguh dan berakhlak mulia, yaitu wirausahawan yang siap
menghadapi tantangan, dan rintangan dalam menghadapi persaingan usaha, namun tetap santun dan
jujur dalam ucapan dan tindakannya.

Kata kunci: Wirausaha, Tangguh, Akhak mulia.

Menghadapi persaingan hidup yang semakin sulit dan keras seperti sekarang ini, sering membuat
seseorang berpikir, usaha apalagi yang harus dilakukan? Pekerjaan apa lagi yang mesti dikerjakan?
Peluang apa yang masih menjanjikan? Begitulah, banyak orang berpikir dengan keras untuk
memecahkan masalah yang membelitnya. Setiap hari harga-harga kebutuhan pokok semakin
melambung, sementara penghasilan yang diperoleh tetap, atau mungkin malah berkurang karena
perusahaan tempat bekerja selama ini mengurangi produksinya, akibat daya beli masyarakat yang
menurun. Banyak usaha yang tumbang, bangkrut atau gulung tikar, pengangguran di mana-mana dan
angka kriminalitaspun meningkat tajam.
Dalam kondisi krisis seperti ini, hanya orang tangguhlah yang mampu bertahan untuk terus
melanjutkan usahanya. Di negeri ini, setiap tahun pendaftar CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) tiap
daerah rata-rata adalah 20.000 orang. Jumlah PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang dibutuhkan daerah
adalah rata-rata 200 orang. Maka persaingan menjadi pegawai negeri adalah 1:100 (Juniardi, 2007:11).
Oleh sebab itu, jangan terlalu berharap untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi berpikirlah untuk
menciptakan pekerjaan, yang mungkin belum tergarap dan justru diperlukan pada saat seperti ini.
Banyak orang bingung untuk memulai sebuah usaha yang hendak ditekuninya, padahal banyak cara
bisa dilakukan untuk memulai sebuah usaha, entah sebagai usaha sampingan atau pokok. Salah satu
upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengamati segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya
yang memungkinkan jadi peluang bisnis, kemudian mengidentifikasi apa saja yang diperlukan,
termasuk potensi yang dimiliki.

Menjadi seorang pengusaha, sebenarnya tidak perlu menunggu sampai terjadi krisis ekonomi dahulu,
atau menunggu seseorang lulus sekolah/kuliah, atau bahkan nanti kalau sudah dewasa. Saat ini juga
sebenarnya, para orangtua dapat mulai menyiapkan anak-anaknya untuk menjadi seorang wirausaha,
tentunya kegiatan ini jangan sampai mengganggu tugas utamanya sebagai seorang pelajar/mahasiswa.
Jenis usaha yang dapat dilakukan, adalah usaha yang memberikan rasa senang pada anak, jangan malah
sebaliknya menjadikan beban tersendiri bagi sang anak. Latihan berusaha, akan melatih sang anak,
bagaimana cara mendapatkan uang dari jerih payah sendiri, bagaimana menghadapi tantangan dan
rintangan, serta bertanggung jawab dalam membelanjakan uang. Akan tetapi yang perlu ditekankan
kepada mereka, jangan sampai karena perhitungan bisnis merubah anak menjadi pelit, sehingga
membuatnya dijauhi teman. Oleh sebab itu sejak awal konsep wirausaha harus dibarengi juga dengan
pendidikan akhlaknya, kapan harus berdagang dan kapan harus menolong/berbagi, bagaimana menjaga
kepercayaan/kejujuran, serta bagaimana cara menyisihkan sebagian keuntungan yang bukan menjadi
haknya, agar kelak mereka dapat tumbuh menjadi seorang wirausahawan yang tangguh dan ulet tetapi
jujur dan mulia.

Wirausaha dan Kewirausahaan

Modul Kewirausahaan Online, menjelaskan bahwa; Wirausaha adalah orang yang mempunyai
semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan, sedangkan Kewirausahaan adalah semangat,
sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada
upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan
meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh
keuntungan yang lebih besar. Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan
usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan
menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.

Membaca pengertian diatas, jelaslah bahwa yang diperlukan seseorang sebelum memulai usahanya
adalah semangat (motivasi) yang kuat, ketika orang tua dan anak-anak sudah memiliki semangat yang
kuat, segeralah melangkah ketahapan berikutnya untuk merencanakan jenis usaha apa yang akan
dikerjakan. Di sinilah biasanya orang sering bingung untuk menentukan. Menurut Hakim, (1998:104)
”Yang perlu kita lakukan pertama kali adalah memeriksa dan berusaha mengenal diri sendiri. … siapa
diri kita sebenarnya, bagaimana sifatnya, apa saja kemampuannya, apa saja kesenangan-
kesenangannya, dsb”, dengan mengenali diri sendiri, kita akan lebih mudah menyesuaikan bidang
usaha yang akan dijalankan.

Menentukan Jenis Usaha

Menjadi pengusaha bukanlah sesuatu yang mudah, dibutuhkan mental yang kuat, sifat yang ulet,
percaya diri, berani, tahan banting, petualang dan sikap-sikap lainnya. Oleh karena itu untuk menjadi
entrepreneur yang sukses, seseorang perlu mendapat pengarahan visi dan mental kewirausahaan sedini
mungkin dan semuda mungkin (Kamaluddin, 2007: 20).

Bagi seseorang yang akan memulai usaha, menemukan ide bisnis tentu tidak semudah mereka yang
sehari-hari selalu bergelut dengan peluang bisnis. Jangankan bagi pemula, bagi mereka yang sudah
mahirpun, terkadang ide bisnis yang tepat juga masih sering sulit didapatkan. Banyak usaha yang
bermula dari hal-hal yang yang sifatnya sepele dan kurang diperhatikan orang. Persoalannya tinggal
berlatih untuk mengasah kepekaan dalam menangkap peluang bisnis. Beberapa ide bisnis yang dapat
dipelajari, menurut Pradhana, (2006:60) diantaranya:

1. Potensi Hobi

Hobi sekalipun ternyata bisa dijadikan sumber penghasilan, masalahnya kebanyakan orang tidak
menyadari potensi bisnis dalam hobi-hobi tertentu. Bahkan kitapun masih sering secara sukarela
melakukannya tanpa berharap mendapatkan uang. Padahal beberapa hobi tertentu memiliki nilai
ekonomis yang sangat tinggi, misal: hobi olahraga, memasak, membuat kerajinan tangan, memperbaiki
lat-alat elektronik, dsb.
2. Keluhan Orang

Keluhan yang sering kita dengar, hendaknya kita sikapi dengan kritis untuk menangkap solusinya.
Setiap keluhan berarti menggambarkan segmen pasar yang belum tergarap. Tugas kita untuk
mengubah keluhan menjadi peluang usaha dengan cara menyediakan solusinya, misal: salon khusus
wanita, karena bagi muslimah tentu tidak ingin bercampur dengan kaum lelaki, jasa penitipan anak,
dsb.

3. Mencontek atau Meniru

Langkah termudah dalam usaha adalah meniru atau mencontek bisnis orang lain. Tetapi meniru, bukan
berarti mencontek seratus persen bisnis orang lain, sebaliknya, meniru untuk dijadikan pijakan bisnis
atau menjadikannya sebagai sumber inspirasi. Dengan melakukan penambahan dan perbaikan serta
pengembangan disana-sini, kemungkinan seseorang bisa mendapatkan formula yang terbaik bagi
bisnisnya.

4. Waralaba

Jika seseorang malas membangun sistem bisnis dari nol, dan tidak banyak ide bisnis, maka dapat
membeli Waralaba sesuai dengan modal yang dimiliki. Waralaba adalah kerjasama bisnis antara si
pemilik asli usaha dengan orang yang akan menerapkan bisnis yang sama persis baik segi sistem, rasa,
merk, dan bahan bakunya. Biasanya untuk menyamakan semua item tersebut, pihak pemilik bisnis
(pewaralaba) akan membuat standarisasi atau sistem yang baku, sehingga bisa diterapkan di semua
tempat pembeli waralaba (terwaralaba).

Dari beberapa ide di atas, maka orangtua dapat segera memilih dan memilah, kira-kira bisnis apa, dan
bagaimana yang sesuai untuk anak-anaknya, dengan mendiskusikan modal apa saja yang dimiliki,
fasilitas yang harus disediakan, kemampuan, kerjasama dan tak lupa tantangan serta segala
kemungkinan yang tidak bisa diprediksi di awal mulai menjalankan usaha.

Modal dan Mitra Usaha

Modal dan mitra usaha adalah hal yang sangat penting bagi keberhasilan suatu usaha. Keberadaannya
membuat suatu usaha maju, masalahnya adalah bagaimana mendapatkan modal dan bagaimana
menemukan mitra yang tepat. Modal tidak selalu berarti uang, dan mitra usaha adalah orang yang
membuat rasa aman dan optimis menjalankan usaha. Menurut Helmy Yahya (2006: 90), ”Modal itu
masalah mindset, bagaimana anda berpikir. Jika anda berpikir bahwa modal itu uang, mata anda akan
tertutup dengan segala hal lain yang berpeluang menjadi modal. Ketika mindset anda mengatakan
bahwa modal itu tidak hanya uang, maka dengan serta merta bermunculanlah aneka potensi yang bisa
menjadi modal.”

Beberapa potensi yang bisa menjadi modal, antara lain:

1. Reputasi

Seberapa layak seseorang dipercaya oleh orang lain dan bagaimana orang menilainya adalah sangat
penting. Reputasi adalah bagaimana seseorang bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini. Jika
seseorang yakin bahwa melayani orang lain adalah penting, maka hidupnya akan dipenuhi oleh
semangat melayani.

1. Prestasi

Berarti berusaha melebihi kemampuan, baik kemampuan diri sendiri maupun orang lain. Prestasi
adalah alat promosi terbaik bagi orang lain untuk menjalin usaha. Prestasi tidak selalu berarti
penghargaan formal, walaupun penghargaan formal sudah pasti diberikan hanya untuk orang yang
berprestasi.

1. Kreativitas

Kreativitas bisa dijadikan modal. Kreativitas seringkali berhubungan dengan kecepatan. Menjadi
entrepreneur mengandalkan kecepatan menilai peluang dan mengubahnya menjadi keuntungan.
Dengan kreativitas, seseorang memiliki “harga yang berbeda” dan kreativitas adalah proses seumur
hidup, tidak boleh berhenti.

1. Kejujuran

Kejujuran juga bisa menjadi modal. Kejujuran sulit diukur, karena seseorang lebih mudah merasakan
akibat dari ketidak jujuran. Kejujuran membuat seseorang merasa aman menjalin usaha bersamanya.
Kejujuran berarti selalu berada pada ketentuan yang benar.

e. Kepintaran

Kepintaran bisa menjadi modal, karena dengan kepintaran orang bisa mencerna masalah dengan lebih
jernih, melihat peluang dengan lebih jelas, dan melihat setiap kondisi dengan sisi yang positif.

f. Kepercayaan

Kepercayaan adalah hal penting dalam bisnis, jika seseorang dapat membuat percaya orang lain, berarti
itulah aset yang terbesar baginya. Kepercayaan sulit dibangun, tetapi begitu mudah dihancurkan. Perlu
usaha yang besar dan perjuangan yang keras untuk membangun kepercayaan, walaupun hanya butuh
kesalahan kecil saja untuk menghancurkannya.

Mitra usaha yang terbaik adalah Soulmate (belahan jiwa). Soulmate, bukanlah pasangan kekasih, atau
suami istri, atau yang sejenisnya. Akan tetapi lebih tentang kesatuan dua jiwa atau lebih yang saling
memahami tanpa harus diberitahu, saling memberi tanpa meminta, dan saling berlomba memberikan
yang terbaik, bahkan mau berkorban bagi belahan jiwanya. Usaha keluarga, antara orangtua dan anak,
diharapkan lebih mudah menyatukan kesatuan pandangan dan pemahaman untuk menghasilkan sesuatu
yang lebih baik.

Membentuk Entrepreneur Muda yang Saleh

Keberanian adalah salah satu modal wirausaha. Ketika seseorang menyatakan bahwa dia adalah
seorang wirausaha, maka harus berani mimpi, berani mencoba, berani merantau, berani gagal dan
berani sukses. Oleh sebab itu sajak dini, orangtua sebaiknya sudah melatih anak-anaknya untuk belajar
berjiwa usaha. Dalam buku “Bagaimana Rasululah Saw Membangun Kerajaan Bisnis” (2007:14)
dijelaskan, “Sejak dini Muhammad Saw, telah ditempa dalam lingkungan semangat kewirausahaan,
semangat kemandirian, kreatif, dan kemampuan mengambil resiko tumbuh baik dalam pribadinya.”
Diceritakan pula bahwa Nabi Muhammad sudah mulai belajar berdagang sejak usia 12 tahun dan pada
usia 17 tahun telah melakukan perjalanan bisnis ke negeri Syam bersama pamannya.

Banyak orang yang mengira bahwa kepandaian adalah segala-galanya. Dengan kepandaian, mereka
mengira apapun akan bisa ditaklukkan dengan mudah. Sejarah bahkan telah membuktikan, banyak
orang pandai yang hidup sebagai pecundang. Belakangan ini muncul teori psikologi kontemporer yang
menyatakan: untuk mencapai kesuksesan hidup, seseorang tidak bisa hanya mengandalkan IQ
(Intelligent Quotient) belaka, masih ada perangkat lain yang diperlukannya, yang disebut EQ
(Emotional Quotient ), yaitu kecerdasan emosional, namun setelah diadakan penelitian ternyata modal
IQ dan EQ saja tidak cukup, masih ada kecerdasan lain yang diperlukan, yaitu SQ (Spiritual Quotient),
yaitu kecerdasan spiritual, dan yang terbaru lagi adalah PQ (Physical Quotient), yaitu kecerdasan fisik.

Mempersiapkan anak untuk menjadi pengusaha pada saat ini, harus ekstra hati-hati karena iklim di
masyarakat sudah benar-benar mengkhawatirkan. Berbisnis atau berusaha mendapatkan keuntungan
ekonomi dan lainnya adalah bagian dari bekerja. Setiap orang yang berbisnis atau bekerja akan terlibat
persaingan dengan orang lain. (Kabul, 2007:58) Banyak pengusaha yang hanya mementingkan
keuntungan, sehingga berbuat banyak kecurangan-kecurangan, diantaranya; berbohong (lewat promosi
yang menyesatkan konsumen) tentang kualitas produk yang dijual, mengurangi timbangan, saling
“membunuh” usaha lawan dengan cara yang tidak fair, dsb. Para orangtua seharusnya membekali
anaknya dengan hadist riwayat Baihaqi; bahwa “Sebaik-baik usaha adalah usaha orang-orang yang
berniaga (pengusaha atau entrepreneur), yang jika berbicara tidak dusta, jika diberi amanah tidak
khianat, jika berjanji tidak meleset, jika membeli tidak mencela (barang yang dibelinya), jika menjual
tidak memuji-muji (barang yang akan dijualnya), jika berhutang tidak menunda-nunda pembayarannya,
dan jika berpiutang tidak mempersulit (orang yang berhutang)” (Kamaluddin, 2007:19).

Nabi Muhammad Saw, melalui hadist di atas mengajarkan kepada kita semua tentang profesi usaha
yang paling baik, yaitu menjadi pengusaha atau entrepreneur yang bermoral. Pada hadist lain beliau
mengatakan: “Para pengusaha akan dibangkitkan sebagai pendurhaka, kecuali pengusaha yang
bertakwa kepada Allah, yang berlaku baik dan jujur” (HR. At-Tirmidzi). Dari dua hadist tersebut beliau
mengingatkan bahwa pengusaha yang benar adalah pengusaha yang saleh , yaitu bermoral dan yang
berakhlak baik.

Kesimpulan

Menghadapi kondisi perekonomian di negeri yang semakin sulit ini, diperlukan kreativitas untuk
menciptakan usaha. Banyak teori bisnis yang bisa dipelajari, baik dari pendidikan formal, non formal
maupun informal. Semuanya mengajarkan bagaimana cara mendirikan usaha, menyiapkan modal,
strategi pemasaran, strategi promosi dan masih banyak lagi, yang intinya adalah bagaimana cara
mendapatkan keuntungan yang sebanyak-banyaknya dengan modal yang seminimal mungkin. Bahkan,
sebagian besar orang mengira bahwa kepandaian adalah segala-galanya dalam menjalankan suatu
usaha, dan ternyata pendapat itu tidak mutlak benar. Karena, menurut rasulullah Saw, sebaik-baik
pengusaha adalah yang jika berbicara tidak dusta, jika diberi amanah tidak khianat, jika berjanji tidak
meleset, jika membeli tidak mencela, jika menjual tidak memuji-muji.

Bercermin dari semua itu, sebaiknya kita mempersiapkan anak-anak kita sejak dini, untuk memiliki
perilaku seperti beliau, agar kelak dapat menjadi seorang pengusaha yang saleh, tangguh, dan
berakhlak mulia.
DAFTAR REFERENSI :

Boone, Louise N & Bloom, Paul N. 2006. STRATEGI PEMASARAN PRODUK: 18 Langkah

Membangun Jaring Pemasaran Produk Yang Kokoh. Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya.

Chandra, Purdi E. 2001. Menjadi Entrepreneur Sukses. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana

Indonesia.

Hakim, Rusman. 1998. DENGAN WIRAUSAHA MENEPIS KRISIS: Konsep Membangun

Masyarakat Entrepreneur Indonesia. Jakarta. PT Elex Media Komputindo.

Juniardi, dkk. 2007. Bisnis Itu Mudah! Kenapa Dibuat Sulit?. Malang: MBS (Media Best

Seller).

Kabul, Imam. 2007. Hukum Bisnis di Era Kapitalisme Global. Jakarta: Nirmana Media.

Kamaluddin, Laode. M. 2007. 14 Langkah Bagaimana Rasulullah SAW Membangun

Kerajaan Bisnis. Jakarta: Penerbit Republika, TRUSTSCHOOL, Pesantren Basmala

Indonesia.

Pradhana, Masbukhin. 2006. Cara Brilian menjadi Karyawan Beromzet Miliaran. Jakarta: PT

Elex Media Komputindo.

Shih, Stan. 2000. Me-Too is Not My Style: Hadapi Kesulitan, Terobos Hambatan, Ciptakan

Nilai. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama – Mark Plus Publication

Stettinius, Wallace dkk. 2005. How to Plan and Execute Strategy. Jakarta: PT Media Global

Edukasi.

Yahya, Helmi & Sarbana, Baban. 2006. Siapa Berani Jadi Entrepreneur. Jakarta: PT

Elex Media Komputindo.

Sumber : http://cicikrahayu.wordpress.com/2009/05/16/menyiapkan-anak-menjadi-wirausahawan-
yang-tangguh-dan-berakhlak-mulia/

Menjadi Pengusaha Sukses dan Tangguh Melalui Inovasi


29 January 2009
Kunci sukses seorang pengusaha di dalam memenangkan pasar adalah kekuatan peranan dalam
berinovasi dan menciptakan ide-ide brilian dalam menembus market share.

Pentingnya inovasi ini telah mengubah banyak segi kehidupan manusia saat ini. Coba Anda bayangkan
apalah arti tanaman tanpa inovasi semuanya hanyalah alang-alang. Apalah arti semua mineral tambang
tanpa inovasi, semuanya tak lebih hanyalah batu-batuan. Tanpa inovasi Anda tidak akan pernah belajar,
pohon tidak akan pernah menjadi lembaran kertas.

Kunci sukses seorang pengusaha di dalam memenangkan pasar adalah kekuatan peranan dalam
berinovasi dan menciptakan ide-ide brilian dalam menembus market share.

Pentingnya inovasi ini telah mengubah banyak segi kehidupan manusia saat ini. Coba Anda bayangkan
apalah arti tanaman tanpa inovasi semuanya hanyalah alang-alang. Apalah arti semua mineral tambang
tanpa inovasi, semuanya tak lebih hanyalah batu-batuan. Tanpa inovasi Anda tidak akan pernah belajar,
pohon tidak akan pernah menjadi lembaran kertas.

Dari sekian banyak syarat pengusaha, inovasi adalah salah satu syarat mutlak dan akan menjadi
penunjang keberhasilan seorang entrepreneur atau pengusaha. Seorang pengusaha menjadi sukses
karena mampu menciptakan ide atau gagasan baru yang cemerlang. Misalnya, menciptakan gagasan
baru dalam pengembangan produk atau terciptanya ide bagi peluang usaha baru yang tidak pernah
terpikirkan oleh orang lain. Untuk mendukung kesuksesan dalam menciptakan ide ini, buatlah ide atau
gagasan yang unik atau berbeda dari yang telah ada di pasaran.

Untuk memulai sebuah usaha, Anda jangan takut membuka sebuah usaha ditempat yang telah banyak
pemainnya. Dengan banyak pemain pada sebuah lokasi, hal ini memiliki keuntungan yaitu diciptakan
sebuah komunitas dan citra. Misalnya, untuk membeli Handphone di Jakarta, seseorang akan selalu
teringat dengan Roxcy, untuk mencari buku di Jakarta Anda tinggal datang ke Kwitang – Senen, orang
Yogyakarta akan menuju kawasan Shopping Center, untuk mencari jajanan khas Semarang orang akan
terpikir untuk mencarinya di kawasan Jl. Pandanaran yang khusus menjaja makanan khas Semarang.

Lalu bagaimana mensiasati persaingan dengan banyaknya pemain lain di dalamnya. Yang diperlukan
adalah sebuah inovasi dari pengusaha itu sendiri. Yang perlu diciptakan adalah bagaimana Anda
membuat sebuah diferensiasi (perbedaan) atau keunikan usaha Anda. Sehingga Anda memiliki sebuah
usaha yang berbeda dan akan dilirik oleh orang lain.

Untuk menjadi pengusaha sukses dan tangguh melalui inovasi, Anda harus menerapkan beberapa hal
berikut:

1. Seorang pengusaha harus mampu beripikir secara Kreatif, yaitu dengan berani keluar dari kerangka
bisnis yang sudah ada. Untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik.
2. Seorang pengusaha juga harus bisa membaca arah perkembangan dunia usaha. Misalnya, saat ini
sedang maraknya penggunaan Teknologi Informasi dalam dunia bisnis.
3. Seorang pengusaha harus dapat menunjukkan nilai lebih dari produk yang dimilikinya, agar
konsumen tidak merasa produk yang ditawarkan terlalu mahal.
4. Seorang pengusaha perlu menumbuhkan sebuah kerjasama tim, sikap leadership, kebersamaan dan
membangun hubungan yang baik dengan karyawannya.
5. Seorang pengusaha harus mampu membangun personal approach yang baik dengan lingkungan
sekitarnya dan tidak cepat berpuas diri dengan apa yang telah diraihnya.
6. Seorang pengusaha harus selalu meng-upgrade ilmu yang dimilikinya untuk meningkatkan hasil
usaha yang dijalankannya. Hal ini dapat ditempuhnya dengan cara membaca buku-buku, artikel,
internet, ataupun bertanya pada yang ahlinya.
7. Terakhir dan yang terpenting, seorang pengusaha harus bisa menjawab tantangan masa depan dan
mampu menjalankan konsep manajemen dan teknologi informasi. Hal ini bertujuan untuk mempelajari
segala situasi bisnis atau usaha yang cepat berkembang dan berubah sangat cepat. Untuk itu perlunya
daya kreativitas yang tinggi, analisis yang baik, intuisi yang tajam, kemampuan networking yang
mendukung, serta strategi jitu dalam memasarkan produk atau jasa yang dimilikinya.

Inovasi bukanlah berarti menciptakan sebuah produk baru. Inovasi dapat berwujud apa saja, mulai dari,
baik dalam bentuk jasa maupaun produk. Inovasi juga bisa dilakukan dengan mengamati produk atau
jasa yang sudah ada, kemudian melakukan modifikasi untuk membuat hasil yang lebih baik. Atau dari
modifikasi tersebut akan melahirkan sebuah produk baru lagi.

Cara berinovasi ala Jepang adalah dengan prinsip ATM; Amati Tiru Modifikasi. Itulah salah satu
metode yang dapat dilakukan. Misalnya, dalam dunia otomotif, Jepang bukanlah negara yang
menciptakan mobil, melainkan hanya dengan meniru bangsa lain yang menciptanya kemudian mereka
membuat sendiri mobil hanya dengan sedikit modifikasi dan kreativitas, jadilah Jepang sebagai salah
satu negara produsen mobil terbesar di dunia.

Kemampuan seorang entrepreneur dalam berinovasi sangat menentukan keberhasilan bisnis dimasa
depan. Karena mereka mampu menyikapi perubahan pelanggan, dan para pesaingnya dalam dunia
bisnis. Oleh karena itu, jika Anda ingin sukses membangun usaha, jadilah individu atau pengusaha
yang aktif dan kreatif sehingga dapat menyalurkan ide secepat mungkin sebelum didahului oleh orang
lain. (sumber:Komunitas Wirausaha Indonesia)

Wirausahawan Yang Tangguh dan Tahan Banting


Posted on September 09th, 2009 in Info, Tips

enthusiasmBila diamati, kondisi dunia usaha saat ini bisa dikatakan semakin kompleks, sangat
kompetitif, memiliki pergerakan yang cepat sekaligus sulit untuk diprediksi, dalam kalimat filosofis
yang sederhana, seorang calon wirausaha harus siap gagal. Makna kegagalan sendiri harus dipahami
betul karena berbagai ancaman dan tantangan akan selalu hadir dihadapan seorang wirausaha dan
tentunya hal-hal tersebut dapat disikapi secara berbeda tergantung sifat wirausaha serta mindset yang
dimiliki seorang wirausaha. Bila seorang wirausaha menemui kegagalan sebetulnya hal itu bukan
berarti usaha kita berakhir.

Bila kita melihat perangkap atau kendala dalam wirausaha tentunya melibatkan banyak faktor. Bila
dibahas secara sekilas, kegagalan dalam wirausaha bisa disebabkan oleh hal-hal teknis antara lain tidak
memiliki kompetensi dalam hal manajemen, kurang berpengalaman, kurang dalam mengendalikan
keuangan, gagal dalam perencanaan, lokasi yang tidak memadai, kurangnya kemampuan untuk
merespon transisi bisnis. Selain kendala teknis barangkali ada hal-hal filosofis yang berperan lebih
penting dalam terjadinya kegagalan usaha.

Jika Anda ingin menjadi seorang wirausaha yang tangguh dan tahan banting maka sedikitnya ada 7
formula yang bisa diterapkan dan selalu harus dipertimbangkan :

1. Selalu Berani Mengambil Resiko


Seseorang yang berpikir dan bertindak menjadi wirausaha sudah tentu memiliki konsekuensi untuk
menghadapi resiko dalam perjalanan wirausahanya. Sebagian orang beranggapan, menjadi wirausaha
adalah sebuah langkah riskan karena ia akan merintis ide baru yang dianggap tidak lazim ataupun
mengagunkan hartanya untuk modal usaha. Seorang wirausaha yang tangguh tentunya akan berani
menghadapi resiko di permulaan usahanya dibanding tetap berada dalam zona nyaman atau malah
berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan.

Sebuah pemikiran yang perlu dicermati dalam langkah wirausaha ke depan adalah selalu dan tetap
mengambil resiko. Beberapa pengusaha yang sudah berhasil dan merasa nyaman dengan wirausahanya
terkadang merasa usahanya sudah cukup setelah terkondisi dengan kenyamanan dan biasanya
wirausaha tersebut akan nyaman dalam kondisi status quo. Kenyataan tersebut berdasarkan Donal R.
Keough (mantan Direktur Coca-Cola Company), ternyata bisa menghambat perkembangan usaha
karena ketika seorang wirausaha sudah berhenti mengambil tindakan-tindakan baru maka hal ini akan
menjadi sesuatu yang berbahaya. Seseorang yang berhenti mengambil peluang-peluang baru akan
mengalami kondisi masa depan yang terancam.

Kesimpulannya adalah jika seseorang selalu berani mengambil resiko dan tidak cepat puas akan
usahanya maka resiko yang ditempuh akan menciptakan peluang-peluang baru yang mungkin akan
menguntungkan pengusaha dalam konteks jangka waktu yang lebih panjang. Intinya seorang wirausaha
tangguh harus selalu berani mengambil resiko!

2. Bersikap Fleksibel

Sikap yang fleksibel erat kaitannya dengan sikap sebelumnya yaitu berani mengambil resiko.
Sebetulnya sikap fleksibel bisa diartikan pula sebagai sikap adaptif. Sikap fleksibel amat diperlukan di
dunia usaha karena dari waktu ke waktu iklim usaha akan mengalami perubahan dan sifatnya sangat
situasional sesuai dengan perkembangan terkini. Seseorang yang fleksibel tentunya akan tanggap
terhadap keadaan sehingga perubahan apapun yang terjadi, wirausaha akan tetap bertahan dengan
mencari solusi yang terbaik untuk mempertahankan usahanya.

3. Berusaha Mengenal Bisnis Anda

Seseorang wirausaha yang tangguh tentunya akan berupaya sebaik mungkin untuk mengenal apa yang
terjadi dengan bisnisnya. Sikap yang bertolak belakang adalah sikap mengucilkan diri dan menganggap
bisnis atau usaha Anda sudah berjalan dengan baik. Sebetulnya kita bisa memelihara sikap positif
dengan melakukan banyak hal antara lain dengan melihat kondisi di sekitar bisnis Anda, mengenal
lebih jauh orang-orang yang terlibat dalam bisnis Anda. Intinya membuka diri terhadap informasi yang
berkembang dan menghargai apapun yang bisa membantu perkembangan bisnis Anda.

4. Mengakui Jika Memiliki Kesalahan

Elemen penting dalam mentalitas seorang wirausaha tangguh adalah mengakui jika memiliki
kesalahan. Terkadang manusia tidak menyadari bahwa ia tidak sempurna dan bisa saja memiliki
kesalahan. Dalam dunia wirausaha, lebih baik mengakui kesalahan langkah dan memperbaikinya
dibanding terus menjalankan usaha dalam konsep yang salah. Untuk mempertimbangkan salah atau
benar langkah yang dilakukan, kita bisa melakukan komunikasi dengan orang yang terlibat dalam
usaha maupun melakukan pengamatan dan observasi secara periodik terhadap usaha yang dilakukan.

5. Bersikap jujur
Dalam sebuah usaha, nilai etika yang harus dipegang adalah kejujuran. Kejujuran dapat menimbulkan
respek dari kustomer atau konsumen usaha Anda. Dengan memegang prinsip kejujuran, seorang
wirausaha dapat bertahan dalam usaha. Bayangkan jika kita sebagai wirausaha mencoba menipu
konsumen dengan misalnya memberikan informasi yang menyesatkan tentang produknya, mungkin
usaha tersebut tidak akan bertahan lama. Oleh karena itu jika kita ingin menjadi wirausahawan
tangguh, mungkin prinsip kejujuran amat berharga sebagai modal awal.

6. Optimis dengan masa depan

Pada umumnya masyarakat menghormati seseorang yang berhati-hati serta bijaksana dengan masa
depan. Sikap kehati-hatian barangkali tidak bermasalah namun akan menjadi pokok permasalahan bila
kehati-hatian itu menyebabkan hilangnya peluang bisnis yang lewat di di depan mata. Prinsip dalam
menjalankan usaha tentunya harus berani gagal namun sekaligus optimis bahwa dibalik usaha akan ada
keberhasilan.

Berlawanan dengan sifat optimis adalah sifat pesimis. Sifat pesimis sebenarnya erat kaitan dengan
fokus seseorang akan kegagalanoleh kaena itu memelihara sifat ini pasti akan membuyarkan rencana
serta tindakan seorang wirausaha. Minimal seorang wirausaha akan berpikir maju mundur karena
diliputi ketakutan dan kekhawatiran.

7. Memiliki Gairah dalam Wirausaha

Wirausaha yang tangguh menjalankan usaha sepenuh hati. Bila kita bekerja sesuai dengan hobi
tentunya proses untuk mencapai keberhasilan tidak akan terasa berat. Semua terasa menyenangkan dan
bayangkan bila kita terjun dalam sebuah usaha, katakanlah membuat sebuah produk yang kita sendiri
tidak menyukainya. Walaupun gairah atau kecintaan terhadap bidang usaha yang kita geluti belum ada,
kita sebenarnya bisa berusaha memupuknya antara lain dengan menciptakan hubungan emosional
antara kita dengan produk kita. Langkah selanjutnya adalah menciptakan hubungan emosional dengan
pelanggan kita, tangkap apa yang mereka rasakan tentang produk kitadan koversikan menjadi sesuatu
hal yang produktif bagi usaha.

Semua Orang Bisa Berwirausaha


Posted on September 11th, 2009 in Info, Tips

Semua orang sebetulnya sangat bisa menjadi wirausaha dengan hanya memiliki 4 modal dasar untuk
meraih kesuksesan.

4 Modal tersebut adalah :

1. Keyakinan
2. Keberanian
3. Ketekunan
4. Inovasi

Modal tersebut mungkin tidak tampak pada semua orang namun seorang manusia yang sehat lahir
bathin pasti memiliki modal tersebut dan barangkali sesorang tidak menyadarinya kemampuannya
karena tertutup oleh hal-hal lain seperti pesimisme, lingkungan yang tidak mendukung dan lain-lain.
Pada satu sisi ada juga yang beranggapan bahwa wirausaha membutuhkan modal yang tidak sedikit dan
daripada rugi lebih baik tidak usah wirausaha sekalian. Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa
sebetulnya bisnis pun bisa dimulai tanpa uang tunai.

Contoh-contoh bisnis atau usaha yang bisa dimulai tanpa uang tunai antara lain menjadi makelar. Kita
juga bisa memulai usaha dengan memanfaatkan sistem bagi hasil, meminjam dengan sistem menggaji,
mengambil produk terlebih dahulu.

Untuk menjadi wirausaha, banyak orang yang akan mampu melakukannya namun untuk menjadi
wirausahawan sukses mungkin ada baiknya kita juga memahami konsep atau landasan yang akan
mengantarkan Anda pada kesuksesan. Beberapa tips merintis wirausaha sukses antara lain:

* Mungkin tidak semua orang memiliki hal ini, akan tetapi untuk menjadi wirausahawan suksses
sangat diperlukan sikap positif, ingin menang dan selalu ingin belajar.
* Pahami konsep produk atau jasa secara baik.
* Terjemahkan mimpi wirausaha Anda dengan membuat visi dan misi bisnis Anda
* Terjemahkan visi dan misi bisnis Anda dengan perencanaan dan strategi bisnis yang efektif
* Upayakan agar Anda belajar dasar manajemen dan organisasi untuk penataan usaha Anda
* Manfaatkan dan optimalkan sumberdaya manusia di sekitar Anda untuk melancarkan dan
memudahkan tercapainya keberhasilan.
* Pupuklah sifat kepemimpinan dan juga kreativitas
* Pelajari dasar pengelolaan keuangan dan pembiayaan untuk mengefektifkan usaha Anda.