Anda di halaman 1dari 28

INCINERATOR

Dr. Elanda Fikri, S.KM., M.Kes


Incinerator
Incinerator
Incinerator (Batch)
INCENERATOR
• Pembakaran sampah dengan suhu tinggi
• Sampah berubah bentuk mejadi komponen
seperti abu, uap air dan gas yang terdiri dari
CO, CO2, H2O, NOx, HCl, SOx, dan unsur
kimia lainnya.
• Contoh reaksi dasar pd proses incenerasi:
C + O2  CO2
S + O2  SO2
Hal yang perlu diperhatikan :
1. Pengaturan suhu
- pembakaran sempurna perlu suhu tinggi
(6000 C - 12000F)
2. Kelembapan  Ruang pengering
3. Supply O2 yg cukup
4. Jumlah sampah yang dibakar  kapasitas
incenerator
5. Sifat fisik dan kimia sampah
6. Alat  misal: alat air pollution control
Sifat fisik & kimia sampah yg
dibakar
Sifat fisik sampah :
• Ukuran partikel dan distribusinya
• Hambatan aliran udara yang diakibatkan oleh
tumpukan sampah dalam tungku.

Sifat kimia sampah :


• Nilai kalor
• Kandungan air sampah
• Kadar abu sampah
Tahapan pembakaran sampah
1. Tahap pengeringan
Pengurangan kadar air, dpt terjadi pd suhu
pembakaran ± 100oC
2. Tahap pembakaran
Mulai terjadi pd suhu 250oC
3. Tahap pembentukan gas
bahan yang mudah menguap atau mudah berubah
menjadi gas akan terurai dari ikatannya dan
teroksidasi oleh udara pembakaran. Jumlah oksigen
harus cukup agar terjadi pembakaran sempurna.
Suhu pembakaran 600-1200oC
Kesetimbangan materi
dr proses pembakaran sempurna
Input : Output :
• Sampah • Abu
• Udara • Asap
• Air • Abu ringan (fly ash)
Incinerator
Bacth Continuous

• Kapasitas kecil • Kapasitas besar


• Dipakai di RS utk • Dipakai utk
bakar sampah pembakaran
medis sampah skala
perkotaan
Incenerator (Batch)
• Sampah diumpankan scr manual melalui lubang
pengumpanan
• saat pengumpanan, alat pembakar (burner) tidak
boleh dinyalakan.
• Pintu lubang pengumpanan ditutup rapat dan
burner serta blower dinyalakan.
• Proses pembakaran dilakukan selama beberapa
waktu sampai diperkirakan seluruh sampah
terbakar habis.
• Untuk pengambilan sisa pembakaran instalasi
harus dimatikan, ditunggu agak dingin, dan pintu
lubang pengumpanan dan pengambilan sisa dapat
dibuka.
INCINERATOR SKALA KOTA (SINGAPURA)

Incinerator Senoko Incinerator Tuas Incinerator Tuas Selatan

Kapasitas Biaya Mulai Opreasi


Incinerator (ton/hari) Pembangunan
(Sing$ juta)
Ulu Pandan 1.100 130 1979

Tuas 1.700 200 1986

Senoko 2.400 560 1992

Tuas Selatan 3.000 890 2000


Kelebihan Incinerator
• memerlukan lahan yang relatif kecil
dibandingkan dg sanitary landfill atau
composting,
• Pengoperasian tidak dipengaruhi oleh cuaca,
• dapat beroperasi selama 24 jam sehari, 7 hari
seminggu, secara terus menerus,
• Sisa proses pembakaran biasanya sudah stabil
dan merupakan bahan anorganik,
• Dapat memberikan revenue (penghasilan) dari
PLTU, logam bekas, dan lain sebagainya.
Kekurangan Incinerator
• memerlukan biaya sangat besar untuk investasi
awal dibandingkan dengan sanitary landfill,
• menghasilkan polusi udara berupa unsur-unsur
beracun seperti Karbon Monooksida (CO), Nitrogen
Oksida (NOx), Asam Klorida (HCl), logam berat,
hidrokarbon, polychlorinated–p-dioxin (PCDD),
polychlorinated dibenzofurans (PCDF) dan debu
• biaya operasi yang mahal karena otomatisasi
peralatan, operator yang berkemampuan cukup
tinggi, dan pemeliharaan instalasi karena
beroperasi pada panas tinggi.
KARAKTERISASI RISIKO
• Risiko nonkarsinogenik dinyatakan sebagai Risk
Qoutient (RQ), dihitung membagi asupan (Ink)
dengan dosis referensi (RfD atau RfC):
I
RQ 
RfD atau RfC

• Risiko karsinogenik dinyatakan sebagai Excess


Cancer Risk (ECR), dihitung dengan mengalikan
asupan (Ik) dengan CSF:
ECR = Ik (mg/kg/hari) x CSF (mg/kg/hari)1
Contoh Pernyataan Dosis-Respon
RfD, RfC CSF
Risk Agent Efek Kritis & Sumber Data
mg/kg/hari (mg/kg/hari)-1

Hiperpigmentasi, keratosis &


As, kemungkinan komplikasi vaskular
3E-4 1,5E+0
anorganik pajanan oral (Tseng 1977; Tseng et
al 1968)

Cd6+ 5E-4 - Proteinuria (EPA 1985)

Kelainan neuropsikologis
MeHg 1E-4 - perkembangan (Grandjean et al
1997; Budz-Jergensen et al 1999)

CHBr3 2E-2 7,9E-3 Lesi hepatik (tikus) (NTP 1989)


ANALISIS PAJANAN

• Mengenali jalur-jalur pajanan risk agent


(inhalasi, ingesi, absorbsi);
• Mengenali karakteristik antropometri
dan pola aktivitas segmen-segmen
populasi berisiko
• Menghitung asupan (intake) risk agent
yang diterima setiap segmen populasi
berisiko
CRt E f E Dt
Perhitungan Asupan (Intake) I
Wb t avg

I= intake (asupan), jumlah risk agent yang diterima individu per


berat badan per hari (mg/kg/hari)
C= konsentrasi risk agent, mg/M3 (udara), mg/L (air minum), mg/kg
(makanan)
R= laju (rate) asupan, 20 M3/hari (udara), 2 L/hari (air minum?)
tE = waktu pajanan harian, jam/hari
fE = frekuensi pajanan tahunan, hari/tahun
Dt = durasi pajanan, real time atau 30 tahun proyeksi
Wb = berat badan, kg
tavg = perioda waktu rata-rata, 30 tahun  365 hari/tahun (non
karsinogen) atau 70 tahun  365 hari/tahun (karsinogen )
US-EPA Default Exposure Factors
Exposure Exposure Exposure
Land Use Daily Intake Body Weight
Pathway Frequency Duration
Residensial Air Minum 2 L (dewasa) 350 hari/tahun 30 tahun 70 kg (dewasa)
1 L (anak)
Tanah & 200 mg (anak) 350 hari/tahun 6 tahun 15 kg (anak)
debu 100 mg (dewasa) 24 tahun 70 kg (dewasa)
Inhalasi 20 M3 (dewasa)
350 hari/tahun 30 tahun 70 kg (dewasa)
kontaminan 12 M3 (anak)

Industri & Air minum 1L 250 hari/tahun 25 tahun 70 kg (dewasa)


Komersial
Tanah & 50 mg
debu
Inhalasi 20 M3 (hari kerja)
Pertanian Konsumsi 42 g (bebuahan) 350 hari/tahun 30 tahun 70 kg (dewasa)
tanaman 80 g (sayuran)
Rekreasi Konsumsi 54 g 350 hari/tahun 30 tahun 70 kg (dewasa)
ikan lokal
Variabel Perhitungan Asupan

Jalur Pajanan Variabel


Inhalasi (udara) C (mg/M3), R (M3/jam),
tE (jam/hari), fE (hari/tahun),
Dt (tahun), Wb (kg)
Inggesi (air minuman/ C (mg/L), fE (hari/tahun),
makanan) Dt (tahun), Wb (kg)
Absorbsi (kontak kulit/ C (mg/L), tE (jam/hari),
permukaan tubuh) fE (hari/tahun), Dt (tahun),
Wb (kg)
Contoh Tabel Faktor Pemajanan Antropometri & Pola Aktivitas

Tabel 1. Antropometri Pekerja (R = 0,83 M3/jam) di TPA Kota X dengan asupan


SO2 (35,6 g/M3), NO2 (49,7 g/M3), TSP (322,6 g/M3) dan Pb (0,04 g/M3).
Hitung intake inhalasi NO2 pekerja di TPA X tersebut?

No. Lama Pajanan Frek. Pajanan Lama Mukim Berat Badan


Resp (tE) jam (fE) hari/tahun (Dt) tahun (Wb) kg
1 10 350 14 73
2 14 350 14 45
3 19 350 14 56
4 8 350 15 85
5 14 350 8 62
dst
Latihan
Hitung Intake NO2, SO2 dan RQ (data dari
Tabel 1) untuk pekerja di TPA “X” 
responden no 3 dan diberikan interpretasi
dari hasil saudara?
Contoh
• Seorang pekerja di TPA “X” surabaya dengan BB 60 kg
terpapar oleh karsinogen. Paparan terjadi 5 hari
perminggu, 50 minggu pertahun dan pemaparan terjadi
selama 20 tahun. Pekerja diasumsikan menghisap
bahan beracun proses pembakaran sampah selama 2
jam setiap hari 1,5 m3/jam dan 6 jam per hari sebanyak
1 m3/jam. Faktor potensi dari bahan beracun
(karsinogen) adalah 0,02 mg/kg per hari. Faktor absorbsi
diperkirakan 80%. Rata-rata bahan beracun di udara
sekitar 0,05 mg/m3.
Hitung besarnya risiko terkena kanker?
Kerjakan Soal Di Bawah Ini :
• Seorang pekerja dengan BB 65 kg terpapar oleh
karsinogen. Paparan terjadi 5 hari perminggu, 50 minggu
pertahun dan pemaparan terjadi selama 25 tahun.
Pekerja diasumsikan menghisap bahan beracun selama
2 jam setiap hari 1,5 m3/jam, 2 jam per hari sebanyak 1
m3/jam, 2 jam per hari sebanyak 0,5 m3/jam dan 2 jam
per hari sebanyak 0,75 m3/jam. Faktor potensi dari
bahan beracun (karsinogen) adalah 0,019 mg/kg per
hari. Faktor absorbsi diperkirakan 79%. Rata-rata bahan
beracun di udara sekitar 0,09 mg/m3.
Hitung besarnya risiko terkena kanker?