Anda di halaman 1dari 7

PROPOSAL PENELITIAN

PENYUSUNAN ANALISIS
STANDAR BELANJA (ASB)
KABUPATEN NATUNA

UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2011
LATAR BELAKANG
Analisa Standar Belanja merupakan instrumen yang harus ada untuk penyusunan rencana
kerja anggaran SKPD (RKA-SKPD) selain Standar Satuan Harga (SSH), SPM (standar
pelayanan minimal). Dasar hukum penyusunan ASB yaitu:

1. UU No. 32 Tahun 2004 Pasal 167 Ayat 3 " Belanja daerah sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) mempertimbangkan analisis standar belanja,
standar harga, tolok ukur kinerja dan standar pelayanan minimal yang
ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan"
2. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tetang Pengelolaan Keuangan
Daerah Pasal 39 ayat 2 " Penyusunan anggaran berdasarkan prestasi kerja
dilakukan bersadarkan capaian kinerja, indikator kinerja, analisis standar
belanja, standar satuan harga dan standar pelayanan minimal" Pada pasal 41
ayat (3) " Pembahasan oleh tim anggaran pemerintah daerah sebagaimana
dimaksud ayat (2) dilakukan untuk menelaah kesesuaian antara RKA-SKPD
dengan KUA, PPAS, perkiraan maju yang telah disetujui tahun anggaran
sebelumnya dan dokumen perencanaan lainnya, serta capaian kinerja,
indikator kinerja, analisis standar belanja, standar satuan harga dan standar
pelayanan minimal"
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan
atas Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah Pasal 89 ayat (2) Pasal 89 ayat (2) dan Pasal 100 ayat (2)

Pengertian ASB atau SAB


ASB atau SAB adalah penilaian kewajaran atas beban kerja dan biaya yang dialokasikan
untuk melaksanakan suatu kegiatan.

Pentingnya ASB dalam proses Penganggaran


1. Menjamin kewajaran dan keadilan anggaran belanja antar SKPD, antar program dan
antar jenis kegiatan
2. Menghindari terjadinya pemborosan anggaran
3. Mendorong terciptanya anggaran daerah yang semakin efisien
4. Memudahkan dalam memverifikasi anggaran (RKA-SKPD) untuk setiap kegiatan
5. Memudahkan SKPD dalam menghitung besarnya anggaran global untuk setiap jenis
kegiatan berdasarkan target output yang ditetapkan

Penyusunan ASB menggunakan pendekatan ABC (Activity Based Costing) yaitu suatu teknik
untuk mengukur secara kuantitatif biaya dan kinerja suatu kegiatan ( the cost and
performance of activities) serta alokasi penggunaan sumber daya dan biaya baik biaya
operasional maupun biaya administratif. Pendekatan ABC bertujuan untuk meningkatkan
akurasi biaya penyediaan barang dan jasa yang dihasilkan dengan menghitung biaya tetap
(fixed cost) dan biaya variabel (variabel cost) atau dirumuskan Biaya total = biaya tetap +
biaya variabel.

2
TUJUAN
Tersusunnya instrumen untuk menganalisa setiap usulan anggaran belanja SKPD agar
kegiatan yang direncanakan menghasilkan tingkat pelayanan, memberikan kepastian
terjaganya hubungan antara input (dana) dan output (target kinerja), meningkatkan efesiensi
anggaran, serta menjaga kewajaran biaya kegiatan dalam satu tahun anggaran.

RUANG LINGKUP
Analisis Standar Belanja (ASB) adalah PENILAIAN KEWAJARAN atas BEBAN KERJA
dan BIAYA yang dialokasikan untuk melaksanakan suatu KEGIATAN yang dialokasikan
pada APBD Kabupaten Natuna.

HASIL YANG DIHARAPKAN


1. Tersusunnya dokumen Analisis Standar Belanja (ASB) dengan jumlah minimal 40
(empat puluh) standar.
2. Ditetapkannya dokumen Analisis Standar Belanja (ASB) dengan Peraturan Bupati
Natuna pada Tahun 2011.
3. Diberlakukannya Peraturan Bupati Natuna tentang Analisis Standar Belanja (ASB)
sebagai dasar penyusunan / evaluasi RKA SKPD tahun anggaran 2011.

RENCANA PELAKSANAAN
TENAGA AHLI :
1. Ahli Akuntansi/Keuangan Daerah
2. Ahli Statistika
3. Ahli Administrasi Publik/Administrasi Negara
4. Ahli Ekonomi Pembangunan/Perencanaan Pembangunan

WAKTU PELAKSANAAN :
Waktu pelaksanaan dilakukan selama 6 (enam) bulan setelah dilakukan kontrak
kerjasama

ANGGARAN :
Total Anggaran Penyusunan ASB sebesar : Rp.365.000.000,- (Tiga Ratus Enam Puluh Lima
Juta Rupiah)

PRINSIP DASAR PENYUSUNAN


 Penyederhanaan (Modeling);
 Mudah diaplikasikan;
 Tidak Mudah Basi/ Mudah diup-date;
 Berlaku umum untuk spesifikasi output dan kebutuhan sumber daya yang sama.

3
BEBERAPA PERTIMBANGAN DALAM PENYUSUNAN ASB
 Perubahan Peraturan Perundang-undangan;
 Penggabungan Beberapa Kegiatan dalam Satu RKA-SKPD;
 Penggunaan item belanja yang tidak sesuai dengan kegiatan;
 Kelengkapan Item Standar Harga;
 Kepatuhan Penggunaan Standar Harga
 Belanja Perjalanan Dinas.

PENDEKATAN
 Pendekatan Activity Based Costing (ABC) merupakan suatu teknik untuk mengukur
secara kuantitatif biaya dan kinerja suatu kegiatan (the cost and performance of
activities) serta alokasi penggunaan sumber daya dan biaya, baik BIAYA
OPERASIONAL maupun BIAYA ADMINISTRATIF.
 Pendekatan Activity Based Costing (ABC) bertujuan untuk meningkatan akurasi
biaya penyediaan barang dan jasa yang dihasilkan dg menghitung biaya tetap (fixed
cost) dan biaya variabel (variabel cost) à Biaya Total= Biaya Variabel + Biaya
Tetap
 Proses evaluasi dan penilaian didasarkan atas biaya-biaya per kegiatan dan bukan
didasarkan atas alokasi bruto (gross allocations) pada suatu organisasi atau unit kerja;
 Memasukkan biaya overhead (overhead cost) ke dalam kegiatan yang secara aktual
digunakan untuk menghasilkan output

METODE ANALISA
 Menggunakan Metode regresi sederhana untuk memperoleh model ASB yang
diinginkan;
 Analisis Statistik:
– Mencari nilai Min-Max;
– Menghitung Biaya Rata-rata;
– Menghitung prosentase alokasi jenis belanja
 Mencari variabel-variabel yang mempengaruhi (Independent Variables)
besar/kecilnya anggaran untuk setiap jenis kegiatan dan
 Menghitung seberapa besar pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap kebutuhan
anggaran.
Yi = a + b1X1 + b2X2 + ….. + bnXn + + e

IDENTIFIKASI DAFTAR KEGIATAN EKSISTING


 Identifikasi Berdasarkan kewenangan dan Tupoksi;
 Identifikasi Berdasarkan kegiatan yang pernah ada dalam RKA-SKPD/APBD
/RKPD/RPJMD (5 th Terakhir)
 Melakukan FGD (Focussed Group Discussion)
 Menentukan kegiatan-kegiatan yang perlu dan akan dibuatkan ASBnya.

4
TAHAPAN LANGKAH DAN JADWAL PELAKSANAAN

5
6
7