Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS SENSITIVITAS

(Gambar 4. Output Analisis Sensitivitas Koefisien Fungsi Tujuan )

Setelah diperoleh solusi optimal, selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas terhadap


koefisien fungsi tujuan dan konstanta ruas kanan fungsi kendala. Berdasarkan hasil
perhitungan analisis sensitivitas tersebut (Gambar 4. ), maka dapat ditarik kesimpulan bahwa
:

1) Rentang perubahan koefisien fungsi tujuan ( sentifity analysis for OBJ )

1. Pada X1 adalah Nastar (X1) diketahui nilai standarnya adalah 25.000, bila akan dilakukan
perubahan fungsi tujuan maka batas minimal yang bisa diubah dan tetap menghasilkan
nilai yang optimal adalah negatif tak terbatas / infinity (namun, karena kuantitas bahan
tidak mungkin negatif maka diasumsikan batas minimal adalah 0) dan nilai maksimalnya
adalah 32.000

2. Pada X2 adalah Kastengel (X2) diketahui nilai standarnya adalah 20.000, bila akan
dilakukan perubahan fungsi tujuan maka batas minimal yang bisa diubah dan tetap
menghasilkan nilai yang optimal adalah 18.333,330 dan nilai maksimalnya adalah
26.666,67.

3. Pada X3 adalah Mamool (X3) diketahui nilai standarnya adalah 20.000, bila akan
dilakukan perubahan fungsi tujuan maka batas minimal yang bisa diubah dan tetap
menghasilkan nilai yang optimal adalah negatif tak terbatas / infinity (namun, karena
kuantitas bahan tidak mungkin negatif maka diasumsikan batas minimal adalah 0) dan
nilai maksimalnya adalah 27.000.
4. Pada X4 adalah Putri Salju (X4) diketahui nilai standarnya adalah 25.000, bila akan
dilakukan perubahan fungsi tujuan maka batas minimal yang bisa diubah dan tetap
menghasilkan nilai yang optimal adalah 20.625 dan nilai maksimalnya adalah 30.000.

5. Pada X5 adalah Duri Duriang (X5) diketahui nilai standarnya adalah 18.000, bila akan
dilakukan perubahan fungsi tujuan maka batas minimal yang bisa diubah dan tetap
menghasilkan nilai yang optimal adalah negatif tak terbatas / infinity (namun, karena
kuantitas bahan tidak mungkin negatif maka diasumsikan batas minimal adalah 0) dan
nilai maksimalnya adalah 29.000.

6. Pada X6 adalah Lidah Kucing Mocca (X6) diketahui nilai standarnya adalah 30.000, bila
akan dilakukan perubahan fungsi tujuan maka batas minimal yang bisa diubah dan tetap
menghasilkan nilai yang optimal adalah 26.666,67 dan nilai maksimalnya adalah 35.000.

7. Pada X7 adalah CornFlakes (X7) diketahui nilai standarnya adalah 15.000, bila akan
dilakukan perubahan fungsi tujuan maka batas minimal yang bisa diubah dan tetap
menghasilkan nilai yang optimal adalah negatif tak terbatas / infinity (namun, karena
kuantitas bahan tidak mungkin negatif maka diasumsikan batas minimal adalah 0) dan
nilai maksimalnya adalah 21.000.

Berdasarkan hasil analisa tersebut maka dapat diketahui perubahan – perubahan yang
dapat dilakukan oleh perusahaan Nakia’s Patisseries dalam memaksimalkan keuntungan,
sehingga perusahaan tidak akan mengalami kerugian apabila perusahaan melakukan
perubahan pada fungsi tujuannya.

2). Perubahan pada Koefisien – koefisien Fungsi Kendala atau Batasan ( sentifity analysis for
RHS )

(Gambar 4. Output Analisis Sensitivitas Koefisien Fungsi Kendala atau Batasan )


Berdasarkan hasil perhitungan analisis sensitivitas tersebut (Gambar 4. ), maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa :

1. Pada C1 adalah jumlah Tepung Terigu (B1) diketahui nilai standarnya kapasitas yang ada
adalah 25.000, bila akan dilakukan perubahan fungsi batasan maka batas minimal yang
bisa diubah dan tetap menghasilkan nilai yang optimal adalah 9.927 dan nilai
maksimalnya adalah tak terbatas (Infinity).

2. Pada C2 adalah jumlah Gula (B2) diketahui nilai standarnya kapasitas yang ada adalah
15.000, bila akan dilakukan perubahan fungsi batasan maka batas minimal yang bisa
diubah dan tetap menghasilkan nilai yang optimal adalah 927 dan nilai maksimalnya
adalah 17.836.

3. Pada C3 adalah jumlah Margarin (B3) diketahui nilai standarnya kapasitas yang ada
adalah 6.000, bila akan dilakukan perubahan fungsi batasan maka batas minimal yang
bisa diubah dan tetap menghasilkan nilai yang optimal adalah 2.742 dan nilai
maksimalnya adalah tak terbatas (Infinity).

4. Pada C4 adalah jumlah Telur (B4) diketahui nilai standarnya kapasitas yang ada adalah
1.000, bila akan dilakukan perubahan fungsi batasan maka batas minimal yang bisa
diubah dan tetap menghasilkan nilai yang optimal adalah 0 dan nilai maksimalnya adalah
5.500.

5. Pada C5 waktu pembuatan adonan (W5) diketahui nilai standarnya kapasitas yang ada
adalah 15.000, bila akan dilakukan perubahan fungsi batasan maka batas minimal yang
bisa diubah dan tetap menghasilkan nilai yang optimal adalah 12.636 dan nilai
maksimalnya adalah 19.090.

6. Pada C6 adalah jumlah waktu pembentukan (W6) diketahui nilai standarnya kapasitas
yang ada adalah 30.000, bila akan dilakukan perubahan fungsi batasan maka batas
minimal yang bisa diubah dan tetap menghasilkan nilai yang optimal adalah 11.727 dan
nilai maksimalnya adalah tak terbatas (infinity).

7. Pada C7 adalah jumlah banyak pekerja (P7 ) diketahui nilai standarnya kapasitas yang ada
adalah 100.000, bila akan dilakukan perubahan fungsi batasan maka batas minimal yang
bisa diubah dan tetap menghasilkan nilai yang optimal adalah 2.090 dan nilai
maksimalnya adalah tak terbatas (infinity).
Berdasarkan hasil analisa tersebut maka dapat diketahui perubahan – perubahan yang
dapat dilakukan oleh perusahaan dalam memaksimalkan keuntungan dalam persediaan
kapasitas produksi, sehingga perusahaan tidak akan mengalami kerugian apabila perusahaan
melakukan perubahan pada fungsi kendala atau batasannya.