Anda di halaman 1dari 44

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Orientasi pemikiran organisai modern adalah kepada desentralisasi. Salah satu
tantangan utama dalam mengoperasikan sistem yang terdesentralisasi adalah merancang
suatu metode akuntansi yang memuaskan untuk transfer barang dan jasa dari pusat laba
yang satu ke pusat laba yang lain dalam perusahaan yang memiliki transaksi seperti ini
dalam jumlah yang cukup signifikan. Dalam makalah ini akan dibahas berbagai
pendekatan dalam penentuan harga transfer untuk transaksi antarpusat laba dan sistem
negosiasi dan abitrase yang sangat penting ketika harga transfer digunakan. Selain itu
dalam makalah ini akan dibahas penentuan harga jasa yang diberikan oleh unit-unit staf
korporat ke pusat laba.

B. Rumusan Masalah
1. Apa tujuan dari penentuan harga transfer?
2. Apa saja metode penentuan harga transfer?
3. Apa yang dimaksud penentuan harga jasa korporat?
4. Apa saja administrasi harga transfer?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui tujuan dari penentuan harga transfer.
2. Untuk mengetahui apa saja metode penentuan harga transfer.
3. Untuk mengetahui penentuan harga jasa korporat.
4. Untuk mengetahui apa saja administrasi harga transfer.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Tujuan Penentuan Harga Transfer


Transfer pricing didefinisikan sebagai suatu harga jual khusus yang dipakai dalam
pertukaran antar divisional untuk mencatat pendapatan unit penjual (selling division) dan
unit divisi pembeli (buying divison). Pada penjelasan ini pengertian harga transfer dibatasi
pada nilai yang diberikan atas suatu transfer barang atau jasa dalam suatu transaksi yang
setidaknya salah satu dari kedua pihak yang terlibat adalah pusat laba. Harga transfer yang
terjadi antar unit harus mencapai beberapa tujuan, antara lain:
1. Memberi informasi yang relevan kepada masing-masing unit usaha untuk menentukan
imbal balik yang optimum antara biaya dan pendapatan perusahaan.
2. Menghasilkan keputusan yang selaras dengan cita-cita (sistem harus dirancang
sedemikian rupa sehingga keputusan yang meningkatkan laba unit usaha namun akan

meningkatkan laba perusahaan).


3. Membantu pengukuran kinerja ekonomi dari unit usaha individual.


4. Memberikan sistem yang mudah dimengerti dan dikelola.

B. Metode Penentuan Harga Transfer


Beberapa penulis menggunakan istilah harga transfer untuk mengacu pada jumlah
yang digunakan dalam akuntansi untuk semua transfer barang dan jasa antarpusat tanggung
jawab. Istilah harga transfer pada nilai yang diberikan atas suatu transfer barang atau jasa
dalam suatu transaksi dimana setidaknya salah satu dari kedua pihak yang terlibat adalah
pusat laba. Pada umumnya, harga semacam itu melibatkan suatu elemen laba karena suatu
perusahaan yang independen tidak akan mentransfer barang dan jasa ke perusahaan
independen lain sebesar biaya produksi atau lebih rendah dari itu. Oleh karena itu, unsur
mekanik untuk mengalokasikan biaya dalam sistem akuntansi biaya akan dikeluarkan,
karena biaya-biaya semacam ini tidak memasukkan elemen laba.

1. Prinsip Dasar
Prinsip dasarnya adalah bahwa harga transfer sebaiknya serupa dengan harga yang
akan dikenakan seandainya produk tersebut dijual ke konsumen luar atau dibeli dari
pemasok luar.

2
Ketika suatu pusat laba di suatu perusahaan membeli produk dan menjual ke satu
sama lain, terdapat dua keputusan yang harus diambil untuk setiap produk, yaitu:
a. Apakah perusahaan harus memproduksi sendiri produk tersebut atau membelinya
dari pemasok luar? Hal ini merupakan keputusan sourcing.
b. Jika diproduksi sendiri, pada tingkat harga berapakah produk tersebut ditransfer di
antara pusat-pusat laba? Hal ini merupakan keputusan harga transfer.

2. Situasi Ideal
Harga pasar berdasarkan harga pasar akan menghasilkan keselarasan cita-cita jika
kondisi-kondisi dibawah ini ada, yaitu:
a. Orang-orang yang Kompeten. Idealnya manajer pusat laba tersebut hendaknya
tertarik pada presentasi jangka panjang tidak hanya presentasi jangka pendek. Staf
yang terlibat dalam negosiasi ataupun arbitrasi harga transfer hendaknya juga
kompeten.
b. Atmosfer yang Baik. Manajer harus menyadari tingkat keuntungan yang diukur
dalam laporan keuangannya sebagai tujuan penting sebagai pertimbangan
signifikan dalam penilaian prestasi mereka. Mereka harus menyadari harga
transfer tersebut adalah adil.
c. Harga Pasar. Harga transfer yang ideal didasarkan atas harga pasar normal yang
tetap untuk produk sama yang ditransfer. Pada kondisi tertentu haraga pasar pada
dikurangi dengan biaya-biaya yang dapat dihindarkan (avoidable cost) dari
pertukaran secara item.
d. Kebebasan Memperoleh Sumber Daya. Alternatif selain harga pasar hendaknya
ada, dan manajer hendaknya diizinkan memilih alternatif yang terbaik, apakah
membeli dari dalam atau dari luar, begitu pulu juga kedalam atau keluar.
e. Informasi Penuh. Manajer harus tahu tentang alternatif yang tersedia, biaya, serta
pendapatan yang relevan untuk harga transfer.
f. Negosiasi. Diperlukannya mekanisme kerja yang lancar untuk menegosiasi
“konrak” antara unit usaha.

3. Hambatan-Hambatan Dalam Perolehan Sumber Daya


Idealnya, seorang manajer pembelian dan penjualan bebas untuk mengambil
keputusan untuk memperoleh sumber daya maupun menjual produknya kepasar.
Namun dalam kehidupan nyata hal itu tidak selalu terjadi. Terdapat dua hambatan

3
dalam perolehan sumber daya pada kebijakan harga transfer yang ada, yaitu:
a. Pasar yang Terbatas
Dalam banyak perusahaan, pasar bagian pusat laba penjual atau pembeli
dapat saja sangat terbatas, hal itu disebabkan oleh:
1) Keberadaan kapasitas internal mungkin membatasi pengembangan penjualan
eksternal.
2) Jika suatu perusahaan merupakan produsentunggal dari produk yang
terdeferensiasi, tidak ada sumber daya dari luar.
3) Jika suatu perusahaan telah melakukan investasi yang besar, maka perusahaan
cenderung tidak akanmenggunakan sumber daya dari luar kecuali harga jual
diluar mendekati biaya variabel perusahaan.
Terdapat beberapa cara untuk mengetahui tingkat harga kompetitif jika
perusahaan tidak membeli atau menjual produknya ke pasar bebas.
a. Jika ada pasar yang diterbitkan, maka harga tersebut dapat digunakan untuk
menentukan harga transfer. Namun, terbitan tersebut harus merupakan harga
yang benar-benar dibayarkan di pasar bebas, dan kondisi yang ada dipasar
bebas harus konsisten dengan kondisi yang ada dalam perusahaan.
b. Harga pasar mungkin ditentukan berdasarkan penawaran. Hal ini umumnya
dapat dilakukan hanya jika penawar terendah masih memiliki peluang untuk
memenangkan bisnis tersebut. Perusahaan melakukan hal ini dengan membeli
kira-kira separuh dari kelompok produk tertentu di luar dan separuh lagi dari
dalam perusahaan. Perusahaan tersebut menawarkan seluruh produk tetapi
memilih separuh yang tetap tidak dijual. Perusahaan tersebut mendapatkan
penawaran yang sah karena penawar terendah dapat berharap untuk
memperoleh sebagian ddari bisnis tersebut. Sebaliknya, jika suatu perusahaan
meminta penawaran hanya untuk mendapatkan harga kompetitif dan tidak
memberikan kontrak tersebut kepada penawar terendah, maka perusahaan
tersebut akan segera menemukan bahwa tidak akan ada tawaran atau tawaran
tersebut tidak memiliki nilai yang dipertanyakan.
c. Jika pusat produksi menjual produk yang serupa dipasar bebas, maka dapat
meniruharga kompetitif berdasarkan harga diluar. Misalnya, jika suatu pusat
laba produksi biasanya memoperoleh laba 10 persen dari biaya standar
produk yang dijualkepada pasar luar, maka pusat laba tersebut dapat meniru

4
harga kompetitif dengan menambahkan 10 persen ke biaya standar untuk
produk-produk ekslusif.
d. Jika pusat lama pembelian membeli produk yang serupa dari pasar bebas,
maka pusat laba tersebut dapat meniru harga kompetitif untuk produk-produk
eksklusifnya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menghitung biaya dari
perbedaan dalam desain dan kondisi penjualan lain antara produk kompetitif
dan produk eksekutif.

b. Kelebihan atau Kekurangan Kapasitas Industri


Seandainya pusat laba penjualan tidak dapat menjual seluruh produk ke pasar
bebas dengan kata lain, ia memiliki kapasitas yang berlebih. Jika pusat laba
penjualan tidak dapat menjual seluruh produk ke pasar bebas, maka perusahaan
tidak dapat mengoptimalkan labanya. Apabila sebaliknya, terdapat kekurangan
kapasitas di dalam industri sehingga pusat laba pembelian tidak dapat
memperoleh produk yang diperlukan dari pasar bebas, sementara pusat laba
penjualan menjual produknya ke pasar bebas. Maka output dari pusat laba
pembelian terhalang dan kembali, laba perusahaan tidak dapat optimal. Beberapa
perusahaan memberikan wewenang kepada pusat laba pembelian atau penjualan
untuk menyerahkan keputusan perolehan sumber daya kesatu orang atau komite
yang terpusat. Dengan adanya pilihan tersebut, pusat laba pembelian dibeberapa
perusahaan akan memilih untuk berurusan dengan pihak luar perusahaan.

4. Harga Transfer Berdasarkan Biaya


Jika harga kompetitif tidak tersedia, maka hargatransfer dapat ditentukan
berdasarkan biaya ditambah laba. Meskipun harga transfer semacam ini sangat rumit
untuk dihitung dan hasilnya kurang memuaskan dibandingkan dengan harga
berdasarkan pasar.
Dua keputusan yang harus dibuat dalam sistem harga transfer berdasarkan biaya
adalah :
a. Dasar Biaya
Basis umum adalah biaya standar. Biaya actual tidak boleh digunakan karena
faktor inefisiensi produk akan terlewatkan bagi pusat laba pembelian. Jika biaya
standar yang digunakan, maka dibutuhkan suatu insentif untuk menetapkan
standar yang ketat dan meningkatkan standar tersebut.

5
6
b. Markup Laba
Dalam menghitung markup laba, juga terdapat dua keputusan yaitu:
1) Apa basis markup laba tersebut.
Basis yang paling mudah digunakan adalah persentase biaya. Basis yang
secara konsep lebih baik adalah persentase investasi, tetapi menghitung
investasi untuk diaplikasikan kepada setiap produk yang dihasilkan dapat
menyebabkan permasalahan teknis.
2) Tingkat laba yang diperbolehkan.
Problem yang kedua dalam penyisihan laba adalah besarnya jumlah laba.
Persepsi manajemen senior atas kinerja keuangan dari suatu pusat laba akan
dipengaruhi oleh laba yang ditunjukkannya. Konsekuensi, kemungkinan
penyisihan laba harus dapat memperkirakan tingkat pengembalian (rate of
return) yang akan dihasilkan seandainya unit usaha tersebut merupakan
perusahaan independent yang menjual produknya kepada konsumen luar.
Solusi konseptual adalah dengan membuat penyisihan laba yang berdasarkan
investasi yang dibutuhkan untuk memenuhi volume yang diminta oleh pusat
laba pembelian. Nilai investasi tersebut dihitung pada level “standar”, dengan
asset dan persediaan pada tingkat biaya penggantian (replacement cost).

5. Biaya Tetap dan Biaya Hulu


Penetapan harga transfer dapat menimbulkan permasalahan yang cukup serius
dalam perusahaan yang terintegrasi. Pusat laba yang pada akhirnya menjual produk ke
pihak luar mungkin tidak menyadari jumlah biaya tetap dan laba bagian hulu yang
terkandung dalam harga pembelian internal. Bahkan jika pusat laba terakhir menyadari
adanya biaya tetap dan laba tersebut, pusat laba itu mungkin enggan untuk mengurangi
labanya guna mengoptimalkan laba perusahaan. Metode-metode yang digunakan oleh
perusahaan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan cara, yaitu:
a. Persetujuan antar Unit Usaha
Beberapa perusahaan membuat mekanisme formal dimana wakil-wakil dari
unit pembelian danpenjualan bertemu secara berkala untuk memutuskan harga
penjualan kepihak luar dan pembagian laba untuk produk-produk dengan biaya
tetap dan laba bagian hulu dengan biaya yang signifikan. Mekanisme ini hanya
bekerja bila proses peninjauannya terbatas pada keputusan-keputusan yang

7
melibatkan jumlah bisnis yang signifikan bagi paling tidak satu pusat laba; sebab
bila tidak demikian halnya, negosiasi ini akan sia-sia.

b. Dua Langkah Penentuan Harga


Untuk mengatasi masalah penetuan harga, yang dapat digunakan adalah
dengan membuat harga transfer yang meliputi dua beban. Pertama, untuk setiap
unit yang terjual, pembebanan biaya dilakukan dalam jumlah yang sama dengan
biaya varibel standar produksi. Kedua, pembebanan biaya berkala (biasanya setiap
bulan) dilakukan dalam jumlah yang sama dengan biaya tetap yang berkaitan
dengan fasilitas yang disediakan untuk unit pembelian.
Namun ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menerapkan
metode penentuan harga dua langkah, yaitu:
1) Pembebanan biaya perbulan untuk biaya tetap dan laba harus dinegosiasikan
secara berkala dan bergantung dari kapasitas yangdigunakan oleh unit
pembelian.
2) Keakuratan alokasi investasi dan biaya.
3) Kinerja laba dari unit produksi tidak dipengaruhi volume penjualan dari unit.
4) Terdapat konflik antara kepentingan dari unit produksi dengan kepentingan
perusahaan.
5) Metode ini mirip dengan penentuan harga yang sering digunakan oleh
perusahaan sarana umum, saluran pipa, dan tambang batubara serta dalam
kontrak jangka panjang lainnya.

c. Pembagian Laba
Jika sistem penentuan harga dua langkah tidak dapat digunakan, maka sistem
pembagian laba dapat digunakan dengan cara:
1) Produk tersebut ditransfer ke unit pemasaran pada biaya variabel standar.
2) Setelah produk tersebut terjual, unit-unit usaha membagi kontribusi yang
dihasilkan, yang merupakan harga penjualan dikurangi biaya variabel
produksi dan pemasaran.
Namun dalam pengimplementsiannya menimbulkan beberapa masalah teknis,
yakni:

8
1) Mungkin terdapat argumen-argumen mengenai carapembagian laba, hal ini
dapat memakan waktu dan biaya serta bertentangan dengan alasan dasar
desentralisasi.
2) Membagi laba diantara pusat laba secara arbitrer, tidak memberikan informasi
yang tepat mengenai profitabilitas dari masing-masing pusat laba.
3) Kontribusi unit produksi bergantung pada kemampuan.

d. Dua Kelompok Harga


Dalam metode ini, pendapatan unit produksi akan dikreditkan pada harga jual
keluar dan unit pembelian dibebankan dengan total biaya standar. Terdapat
kelemahandalam pengimplementasian dua kelompok harga ini, yaitu:
1) Jumlah laba unit usaha akan lebih besardari laba perusahaan secara
keseluruhan.
2) Sistem ini menciptakan suatu ilusi bahwa unit usahamenghasilkan uang.
3) Sistem ini dapat memicu unit usaha hanya berkonsentrasi pada transfer
internal.
4) Ada tambahan pembukuan yang terlibat dalam pendebitan akun kantor pusat
setiap kali ada transfer dan kemudian eliminasi atas akun ini ketika laporan
keuangan unit usaha dikonsolidasikan.
5) Fakta bahawa konflik diantara unit bisnis akan berkurang dalam sistem dapat
dilihat sebagai kelemahan.

C. Penentuan Harga Jasa Korporat


Pada bagian ini akan digambarkan beberapa masalah yang berkaitan dengan
pembebanan unit usaha atas jasa-jasa yang disediakan oleh unit staf korporat. Biaya dari
unit staf jasa pusat untuk mana unit usaha tidak memiliki kendali (seperti akuntansi pusat,
hubungan masyarakat administrasi dikeluarkan). Jika seluruh biaya ini dibebankan, maka
itu semua biaya tersebut akan dialokasikan, dan alokasi tidak memasukkan komponen laba.
Alokasi juga bukan merupakan harga transfer. Terdapat dua jenis transfer:
1) Untuk jasa pusat yang harus diterima oleh unit penerima di mana unit penerima dapat
mengendalikan jumlah yang digunakan paling tidak secara parsial.
2) Untuk jasa pusat yang dapat diputuskan oleh unit usaha apakah akan digunakan atau
tidak.

9
1. Pengendalian Atas Jumlah Jasa
Ada tiga teori pemikiran mengenai jasa-jasa seperti ini yaitu:
a. Teori pertama menyatakan bahwa suatu unit usaha harus membayar biaya
variabel transfer dari jasa yang diberikan.
Jika membayar kurang dari itu , maka unit usaha akan termotivasi untuk
menggunakan jasa-jasa dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang
dibenarkan secara ekonomis. Di pihak lain, para manajer unit usaha
diharuskan untuk membayar lebih dari biaya variabelnya, maka mereka
mungkin tidak akan menggunakan jasa-jasa yang dipandang perlu oleh
manajemen senior dari sudut pandang perusahaan. Kemungkinan ini dapat
terjadi ketika manajemen senior memperkenalkan jasa baru, misalnya sebuah
program analisis proyek baru.
b. Teori kedua menyarankan harga yang sama dengan biaya variabel standar
ditambah dengan bagian yang wajar dan biaya tetap standar (yaitu, biaya
penuh/full cost).
Pendukung teori ini berargumentasi bahwa jika unit usaha tidak mempercayai
bahwa jasa tersebut bernilai sebesar itu, maka ada sesuatu yang salah dalam
kualitas atau efisiensi dari unit usaha jasa tersebut. Biaya penuh
mencerminkan biaya jangka panjang dari perusahaan, dan inilah jumlah yang
harus dibayar.
c. Teori ketiga menyarankan harga yang sama dengan harga pasar, atau biaya
penuh standar (standard full cost) ditambah dengan margin labanya.
Harga pasar akan digunakan jika memungkinkan (misalnya, biaya yang
dibebankan oleh biro jasa komputer); jika tidak, maka harga sebesar biaya
penuh ditambah ROI yang akan digunakan. Secara logika, modal yang
digunakan oleh unit jasa sebaiknya memperoleh tingkat pengembalian atas
modal yang digunakan sebagaimana dengan unit produksi. Di samping itu,
unit-unit usaha harus mengeluarkan investasi tambahan jika mereka
menggunakan jasa sendiri.

2. Pilihan Penggunaan Jasa


Dalam beberapa kasus, pihak manajemen mungkin memustuskan bahwa unit-unit
usaha dapat memilih apakah akan menggunakan unit jasa sentral atau tidak. Unit-unit
bisnis dapat memperoleh jasa tersebut dari pihak luar, mengembangkan kemampuan

10
mereka, atau memilih untuk tidak menggunakan jasa ini sama sekali. Perjanjian
semacam ini sering ditemukan untuk aktivitas-aktivitas seperti teknologi informasi,
kelompok konsultasi internal, dan pekerjaan perawatan. Pusat-puast jasa independen;
yaitu harus berdiri sendiri-sendiri. Jika pelayanan internal tidak kompetitif
dibandingkan dengan penyedia jasa dari luar, maka ruang lingkup dari aktivitas
mereka akan dikontrakkan atau jasa-jasa mereka sepenuhnya didapat dari luar
perusahaan. Dalam situasi ini, para manajer unit usaha mengendalikan baik jumlah
maupun efisiensi dari jasa pusat. Pada kondisi ini, kelompok pusat tersebut merupakan
pusat laba. Harga transfernya harus berdasarkan pada pertimbangan yang sama dengan
pertimbangan yang mengendalikan harga transfer yang lain.

3. Kesederhanaan Dari Mekanisme Harga


Harga yang dibebankan untuk jasa korporat tidak akan mencapai tujuan yang
dimaksudkan, kecuali jika metode untuk menghitungnya dapat dimengerti dan
dipahami dengan cukup mudah oleh para manajer unit usaha.

D. Administrasi Harga Transfer


Pada bagian ini akan dibahas bagaimana pelaksanaan dari kebijakan yang sudah
dipilih tadi, khususnya tingkat negoisasi yang diizinkan untuk menentukan harga transfer,
metode penyelesaian konflik dalam menentukan harga transfer, metode penyelesaian
konflik dalam penentuan harga transfer, dan klasifikasi produk yang sesuai dengan metode
yang paling tepat.

1. Negosiasi
Hampir semua perusahaan, unit usaha menegoisasikan harga transfer satu sama
lain; maksudnya, harga transfer yang tidak ditentukan oleh kelompok staf pusat.
Alasan yang paling penting untuk hal ini adalah kepercayaan bahwa dengan
menetapkan harga jual dan mencapai kesepakatan atas harga pembelian yang paling
sesuai merupakan salah satu fungsi utama dari manajer lini. Jika kantor pusat
mengendalikan penentuan harga, maka kemampuan manajemen lini untuk
memperbaiki profitabilitas akan semakin berkurang. Selain itu, banyak harag transfer
yang harus melibatkan penilaian subjektif pada tingkat tertentu. Akibatnya, satu harga
transfer yang telah di negosiasikan seringkali merupakan hasi kompromi antara pihak
pembeli dengan penjual. Jika kantor pusat telah menentukan harga transfer, maka para

11
manajer lini usaha dapat berargumentasi bahwa mereka menghasilkan laba yang kecil
karena harga transfer yang telah ditentukan secara arbitrer tersebut. Alasan lain bagi
unit usaha untuk menegosiasikan harga transfernya adalah bahwa unti bisnis biasanya
memiliki informasi yang paling baik mengenai pasar dan biaya-biaya yang ada,
sehingga merupakan pihak yang paling tepat untuk mencapai harga yang pantas.

2. Arbitrase Dan Penyelesaian Konflik


Bagaimanapun rincinya peraturan penentuan harga (pricing rules), mungkin ada
kasus di mana unit-unit usaha tidak dapat menyetujui harga tertentu. Untuk alasan
tersebut, suatau prosedur harus dibuat untuk menengahi arbitrase harga transfer.
Contoh ekstrem adalah membentuk suatu komite. Komite sperti ini biasanya memiliki
tiga tanggung jawab: (1) menyelesaikan arbitrase harga transfer, (2) meninjau
alternatif perolehan sumber daya yang mungkin ada, dan (3) mengubah harga transfer
bila perlu. Tingkat formalitas yang digunakan tergantung pada jenis dan luasnya
potensi arbitrase harga transfer. Terdapat tingkat formalitas yang luas dalam arbitrase
harga transfer. Arbitrase dapat dilakukan dengan beberapa cara. Dalam sistem yang
formal, kedua pihak menyerahkan kasus secara tertulis kepada pihak
penengah/pendamai (arbitrator). Arbitrator akan meninjau posisi mereka masing-
masing dan memutuskan harga yang akan ditetapkan, kadang kala dengan bantuan staf
kantor yang lain. Sebagai contoh, departemen pembelian dapat meninjau alasan dari
permintaan harga kompetitif yang diusulkan. Seperti yang telah ditunjukkan di atas,
dalam sistem yang lebih informal presentasi sebagian besar diakukan secara lisan. Hal
yang sangat penting adalah sekecil apapun arbitrase yang terjadi tetap harus
diselesaikan. Selain tingkat formalitas arbitrase, jenis proses penyelesaian konflik
yang digunakan juga mempengaruhi efektivitas suatu sistem harga transfer. Terdapat
empat cara untuk menyelesaikan konflik: memaksa (focing), membujuk (smoothing),
menawarkan (bargaining), dan penyelesaian masalah (problem solving).

3. Klasifikasi Produk
Luas dan formalitas dari perolehan sumber daya dan peraturan penentuan harga
transferbergantung pada banyaknyajumlahtransfer dalam perusahaan dan ketersediaan
pasar serta hargapasar. Beberapa perusahaan membagi produknya ke dalam dua kelas
yaitu:
a. Kelas I meliputi seluruh produk untuk mana manajemen senior ingin

12
mengendalikan perolehan sumber daya. Produk ini biasanya merupakan produk-
produk yang bervolume besar; produk-produk yang tidak memiliki sumber dari
luar; dan produk-produk yang produksinya tetap ingin dikendalikan oleh pihak
manajemen demi alasan kualitas atau alasan tertentu.
b. Kelas II meliputi seluruh produk lainnya. Secara umum, ini merupakan produk-
produk yang dapat diproduksi di luar perusahaan tanpa adanya gangguna terhadap
operasi yang sedang berjalan, produk-produk yang volumenyarelatif kecil,
diproduksi dengan peralatan umum (general-general equipment). Produk-produk
kelas II ditransfer pada harga pasar.
Perolehan sumber daya untuk produk kelas I dapat diubah hanya dengan izin dari
manajemen pusat. Dengan perjanjian semacam ini, pihak manajemen dapart
berkonsentrasi pada perolehan sumber daya dan penetapanharga atas sejumlah kecil
produk-produk bervolume besar.

13
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dua keputusan terlibat dalam merancang suatu system harga transfer. Pertama
adalah keputusan perolehan sumber daya: apakan perusahaan harus memproduksi
produknya di dalam perusahaan atau membelinya dari pemasok luar? Yang kedua adalah
keputusan harga transfer: pada harga berapakah produk tersebut ditransfer antar pusat
laba?
Idealnya, harga transfer harus mengestimasikan harga normal pasar di luar, dengan
penyesuaian untuk biaya yang tidak terjadi di dalam perusahaan. Bahkan ketika keputusan
perolehan sumber daya mengalami hambatan, harga pasar merupakan harga transfer yang
paling baik.
Jika harga kompetitif tidak tersedia, maka harga transfer dapat ditetapkan
berdasarkan biaya ditambah laba, meskipun harga transfer semacam ini terlalu rumit untuk
dapat dapat dihitung dan hasilnya kurang memuaskan disbanding dengan harga yang
berdasarkan harga pasar. Harga transfer berdasarkan biaya dapat dibuat pada tingkat biaya
standar ditambah margin laba, atau dengan menggunakan sistem penentuan harga dua
langkah.
Suatu metode untuk menegosiasikan harga transfer harus dibuat dan pula ada
mekanisme arbitrase-nya untuk menyelesaikan pertikaian harga transfer, tetapi perjanjian
ini tidak boleh terlalu rumit sehingga pihak manajemen tidak membuang terlalu banyak
waktu.

14
KASUS 6-1
Permasalahan Dalam
Penentuan Harga Transfer

Nomor 1
Perhitungan

Division A
Direct materials $ 2.00
Direct labour 1.00
Variable overhead 1.00
4.00
Fixed overhead 3.00
Total cost at standard 7.00
Return on investment:
Assets employed $ 100,000
Rate 10.00%
$ 10,000
Volume 10,000
Unit cost 1.00
Transfer Price for X $ 8.00

Division B
Direct materials $ 3.00
Direct labour 1.00
Variable overhead 1.00
Transfer-In 8.00
13.00

Fixed overhead 4.00


Total cost at standard 17.00
Return on investment:
Assets employed $ 60,000
Rate 10.00%
$ 6,000
Volume 10,000
Unit cost 0.60

15
Transfer Price for Y $ 17.60

Division C
Direct materials $ 1.00
Direct labour 2.00
Variable overhead 2.00
Transfer-In 17.60
22.60

Fixed overhead 1.00


Total cost at standard $ 23.60

Nomor 2
Perhitungan

X Division
Direct materials $ 2.00
Direct labour 1.00
Variable overhead 1.00
4.00
Monthly charge:
Assets employed $ 100,000
Rate 10.00%
$ 10,000
Fixed costs 30,000
Annual cost 40,000
Volume 10,000
Unit cost 4.00
Transfer Price for X $ 8.00

Y Division
Direct materials $ 3.00
Direct labour 1.00
Variable overhead 1.00
Transfer-in 8.00

16
13.00
Monthly charge:
Assets employed $ 60,000
Rate 10.00%
$ 6,000
Fixed costs 40,000
46,000
Volume 10,000
Unit cost 4.60
Transfer Price for Y $17.60

Z Division
Direct materials $ 1.00
Direct labour 2.00
Variable overhead 2.00
Transfer-In 17.60
22.60

Fixed overhead 1.00


Total cost at standard $23.60

17
Nomor 3
Perhitungan

If we follow competitor
price:

Potential Selling Price $ 28.00 $ 27.00 $ 26.00 $ 25.00 $ 23.00 $ 22.00


Standard Cost-variable 22.60 22.60 22.60 22.60 22.60 22.60
Unit Profit $ 5.40 $ 4.40 $ 3.40 $ 2.40 $ 0.40 $ (0.60)
Volume 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000
Total profit $ 54,000 $ 44,000 $ 34,000 $ 24,000 $ 4,000 $ (6,000)

If we stay at $28.00:

Potential Selling Price $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00


Standard Cost-variable 22.60 22.60 22.60 22.60 22.60 22.60
Unit Profit $ 5.40 $ 5.40 $ 5.40 $ 5.40 $ 5.40 $ 5.40
Volume 10,000 9,000 7,000 5,000 2,000 -
Total profit $ 54,000 $ 48,600 $ 37,800 $ 27,000 $ 10,800 $ -

Difference $ - $ (4,600) $ (3,800) $ (3,000) $ (6,800) $ (6,000)

18
For the Company:
Unit Selling Price $ 28.00 $ 27.00 $ 26.00 $ 25.00 $ 23.00 $ 22.00
Variable costs:
Direct materials-A 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
Direct materials-B 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00
Direct materials-C 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Direct labour-A 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Direct labour-B 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Direct labour-C 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
Variable overhead-A 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Variable overhead-B 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Variable overhead-C 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
14.00 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00
Unit contribution 14.00 13.00 12.00 11.00 9.00 8.00
Volume 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000
Total contribution $ 140,000 $ 130,000 $ 120,000 $ 110,000 $ 90,000 $ 80,000

19
Unit Selling Price $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00
Variable costs:
Direct materials-A 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
Direct materials-B 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00
Direct materials-C 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Direct labour-A 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Direct labour-B 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Direct labour-C 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
Variable overhead-A 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Variable overhead-B 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Variable overhead-C 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
14.00 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00
Unit contribution 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00
Volume 10,000 9,000 7,000 5,000 2,000 -
Total contribution $ 140,000 $ 126,000 $ 98,000 $ 70,000 $ 28,000 $ -

Difference $ - $ 4,000 $ 22,000 $ 40,000 $ 62,000 $ 80,000

20
Nomor. 3 Bagian B
Perhitungan

If we follow competitor
price:

Potential Selling Price $ 28.00 $ 27.00 $ 26.00 $ 25.00 $ 23.00 $ 22.00


Standard Cost 23.60 23.60 23.60 23.60 23.60 23.60
Unit Profit $ 4.40 $ 3.40 $ 2.40 $ 1.40 $ (0.60) $ (1.60)
Volume 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000
Total profit $ 44,000 $ 34,000 $ 24,000 $ 14,000 $ (6,000) $ (16,000)

If we stay at $28.00:

Potential Selling Price $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00


Standard Cost 23.60 23.60 23.60 23.60 23.60 23.60
Unit Profit $ 4.40 $ 4.40 $ 4.40 $ 4.40 $ 4.40 $ 4.40
Volume 10,000 9,000 7,000 5,000 2,000 -
Total profit $ 44,000 $ 39,600 $ 30,800 $ 22,000 $ 8,800 $ -

Difference $ - $ (5,600) $ (6,800) $ (8,000) $ (14,800) $ (16,000)

21
For the Company:
Unit Selling Price $ 28.00 $ 27.00 $ 26.00 $ 25.00 $ 23.00 $ 22.00
Variable costs:
Direct materials-A 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
Direct materials-B 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00
Direct materials-C 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Direct labour-A 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Direct labour-B 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Direct labour-C 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
Variable overhead-A 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Variable overhead-B 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Variable overhead-C 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
14.00 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00
Unit contribution 14.00 13.00 12.00 11.00 9.00 8.00
Volume 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000
Total contribution $ 140,000 $ 130,000 $ 120,000 $ 110,000 $ 90,000 $ 80,000

Unit Selling Price $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00 $ 28.00


Variable costs:
Direct materials-A 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
Direct materials-B 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00
Direct materials-C 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Direct labour-A 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00

22
Direct labour-B 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Direct labour-C 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
Variable overhead-A 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Variable overhead-B 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00
Variable overhead-C 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00 2.00
14.00 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00
Unit contribution 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00
Volume 10,000 9,000 7,000 5,000 2,000 -
Total contribution $ 140,000 $ 126,000 $ 98,000 $ 70,000 $ 28,000 $ -

Difference $ - $ 4,000 $ 22,000 $ 40,000 $ 62,000 $ 80,000

23
Jawaban :
a. Dengan harga transfer yang telah diperhitungkan di Soal Nomor 1, sebaiknya Divisi C jangan
mempertahankan harga sebesar 28, karena harga transfer dari Divisi A ke B, serta Divisi B ke
C ternyata jauh lebih rendah sehingga Divisi C perlu menurunkan harga transfer supayatidak
kalah bersaing.
b. Dengan harga transfer yang telah diperhitungkan, sebaiknya Divisi C jangan mempertahankan
harga sebesar 28, karena harga transfer dari Divisi A ke B, serta Divisi B ke C ternyata jauh
lebih rendah sehingga Divisi C perlu menurunkan harga transfer supayatidak kalah bersaing.

24
Nomor 4
Perhitungan

Division C Perspective Status


Incremental $ $ $ $
Advertising Quo 100,000 200,000 300,000 $ 400,000 500,000

$ $ $ $
Unit selling price $ 28.00 28.00 28.00 28.00 $ 28.00 28.00
Standard cost (
Part 1) 22.60 22.60 22.60 22.60 22.60 22.60

Unit contribution 5.40 5.40 5.40 5.40 5.40 5.40

Volume 10,000 20,000 29,000 37,000 44,000 50,000

54,000 108,000 156,600 199,800 237,600 270,000

Fixed costs 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000


Incremental
advertising - 100,000 200,000 300,000 400,000 500,000

Total fixed costs 10,000 110,000 210,000 310,000 410,000 510,000


$ $ $ $
$ 44,000 (2,000) (53,400) (110,200) $ (172,400) (240,000)

25
Status
Incremental $ $ $ $
Advertising Quo 100,000 200,000 300,000 $ 400,000 500,000

$ $ $ $
Unit selling price $ 28.00 28.00 28.00 28.00 $ 28.00 28.00
Standard cost (
Part 2) 22.60 22.60 22.60 22.60 22.60 22.60

Unit contribution 5.40 5.40 5.40 5.40 5.40 5.40

Volume 10,000 20,000 29,000 37,000 44,000 50,000

54,000 108,000 156,600 199,800 237,600 270,000

Fixed costs 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000 30,000


Incremental
advertising - 100,000 200,000 300,000 400,000 500,000

Total fixed costs 30,000 130,000 230,000 330,000 430,000 530,000


$ $ $ $
$ 24,000 (22,000) (73,400) (130,200) $ (192,400) (260,000)
Incremental $ $ $ $ (216,400) $

26
Difference (46,000) (97,400) (154,200) (284,000)

For the
Company:

Incremental $ $ $ $
Advertising Quo 100,000 200,000 300,000 $ 400,000 500,000

$ $ $ $
Unit selling price $ 28.00 28.00 28.00 28.00 $ 28.00 28.00
Actual variable
costs 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00

Unit contribution 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00 14.00

Volume 10,000 20,000 29,000 37,000 44,000 50,000

140,000 280,000 406,000 518,000 616,000 700,000

Fixed costs 80,000 80,000 80,000 80,000 80,000 80,000


Incremental
advertising - 100,000 200,000 300,000 400,000 500,000

Total fixed costs 80,000 180,000 280,000 380,000 480,000 580,000

27
$ $ $ $
$ 60,000 100,000 126,000 138,000 $ 136,000 120,000
Incremental $ $ $ $
Difference 40,000 66,000 78,000 $ 76,000 60,000

28
Nomor 5
Perhitungan

a. Intermediate division
Kapasitas per bulan 50.000 unit dimana 10.000 ribu unit per produk dan 20.000 unit
kombinasi dari ketiganya, maka :

Produk A Produk B Produk C


Unit
Kapasitas minimal 10.000 10.000 10.000
Kapasitas kombinasi 6.667 6.667 6.667
Total kapasitas (unit) 16.667 16.667 16.667
Harga transfer 166.670 166.670 150.005
Biaya manufaktur variabel (50.001) (100.002) (83.335)
Laba kontribusi 116.669 66.668 166.670
Biaya tetap (total) (50.000) (100.000) (75.000)
Laba (rugi) bersih 66.669 (33.332) 91.670

Dapat dilihat dari table di atas bahwa produk A dan produk C memiliki laba masing-
masing sebesar 66.669 dan 91.670, sementara produk B menghasilkan kerugian
sebesar 33.332. Jika menjadi manajer intermediate division, yang dipilih adalah
produk C.

b. Final division
Final division memproduksi 40% lebih banyak daripada yang sekarang karena
terbatasnya produk A, B, C yang diproduksi. Maka besarnya produksi Final division
yaitu : 50.000 unit + (40% x 50.000 unit) = 70.000 unit
Tiap produk : 70.000 unit : 3 macam produk = 23.333

Produk X Produk Y Produk Z


Unit 23.333 23.333 23.333
Pendapatan penjualan 653.324 699.990 699.990
Biaya variabel :

29
Pembelian dari dalam 233.330 233.330 349.995
Biaya variabel lainnya 116.665 116.665 186.664
Total biaya variabel 349.995 349.995 536.659
Laba kontribusi 303.329 349.995 163.331
Biaya tetap (total) 100.000 100.000 200.000
Laba (rugi bersih) 203.329 249.995 (36.669)

Keputusan yang diambil adalah memilih produk Y dengan laba besar dan biaya tetap
tidak berubah jumlahnya atau tetap meski ada biaya variabel pada Final division.

c. Dalam merencanakan pola produksi seperti faktor-faktor berikut :


- Pola penjualan
Perusahaan dalam berproduksi atau untuk memenuhi kebutuhan penjualan.
Apabila suatu pola penjualan bergelombang dipenuhi dengan pola produksi yang
konstan maka akan terjadi penyimpangan
- Pola biaya
Biaya perputaran tenaga kerja, biaya simpan, biaya lembur, dan biaya sub-
kontrak
- Kapasitas maksimum fasilitas produksi

Nomor 6
Seandainya Intermediate Division tidak memiliki pasar luar,maka seluruh produk
yang dihasilkannya akan dijual atau ditransfer ke final division secara menyeluruh. Pada
soal no 5 tidak dijelaskan pangsa pasar dan keuntungan yang didapat jika Intermediate
Division menjual keluar produk yang dihasilkannya.Dan perhitungan transfer akan sama
seperti pada perhitungan soal no 5.

Nomor 7
A)
Intermediate Division

Produk A Produk B Produk C

30
Unit:

Kapasitas maksimal 14.000 14.000 14.000

Kapasitas kombinasi 6.667 6.667 6.667

Total kapasitas (unit) 20.667 20.667 20.667

Harga transfer 206.670 206.670 310.005

Biaya Pinalti 80.000 80.000 80.000

Total Biaya 286.670 286.670 390.005

Biaya manufaktur variabel 62.000 100.000 150.000

Laba kontribusi

Biaya tetap (total)

Laba (rugi) bersih

B) Final Division

Final Division memproduksi 40% lebih banyak daripada yang sekarang karena
terbatasnya produk A, B, dan C yang diproduksi. Maka besarnya produksi Final
Division, yaitu: 50.000 unit + (40% x 50.000 unit)+12.000 unit = 82.000 unit.
(a) Tiap produk: 82.000 unit : 3 macam produk = 27.333 unit

Final Division

Produk X Produk Y Produk Z

Unit 27.333 27.333 27.333

Pendapatan penjualan 653.324 699.990 699.990

Biaya variabel:

Pembelian dari dalam 286.670 286.670 390.005

Biaya variabel lainnya 136.665 136.665 218.664

31
Total biaya 423.335 423.335 608.669

Laba kontribusi

Biaya tetap (total)

Laba (rugi bersih)

C) Besarnya pola produksi optimal perusahaan


Intermediate Division

Produk A Produk B Produk C

Unit:

Kapasitas maksimal 14.000 14.000 14.000

Kapasitas kombinasi 6.667 6.667 6.667

Total kapasitas (unit) 20.667 20.667 20.667

Total Biaya 286.670 286.670 390.005

Biaya rata-rata per unit 13.87 13.87 18.87

Final Division

Produk X Produk Y Produk Z

Total Unit 28.667 28.667 28.667

Total biaya 423.335 423.335 608.669

Biaya rata-rata per unit 14.76 14.76 21.23

Nomor 8
Seandainya Intermediate Division tidak memiliki pasar luar,maka seluruh produk
yang dihasilkannya akan dijual atau ditransfer ke final division secara menyeluruh. Pada

32
soal no 5 tidak dijelaskan pangsa pasar dan keuntungan yang didapat jika Intermediate
Division menjual keluar produk yang dihasilkannya.Dan perhitungan transfer akan sama
seperti pada perhitungan soal no 5.Pada soal no 5 tidak dijelaskan pangsa pasar dan
keuntungan yang didapat jika Intermediate Division menjual keluar produk yang
dihasilkannya.

Nomor 9
a. Biaya pemrosesan A :
1000 unit = $500
2000 unit = $600
3000 unit = $700
4000 unit = $800

Tagihan A ke B = $0.40 x 4000 = $1600

Laba yang didapat divisi A = $1.600 - $ 800 = $800 - $300 = $500


$500 : 4000 unit = $0.20
Harga terendah yang dapat di terima divisi A per unit adalah $0.20

b. Biaya B :
1000 unit = $1.250
2000 unit = $1.500
3000 unit = $1.750
4000 unit = $2.000

Ditambah tagihan dari divisi A atas transfer barang $1.600


Total beban biaya B = $3.600
Pendapatan Penjualan B = $3.700

Dengan demikian divisi B masih tetap mendapat laba sebesar $ 100 dari
aktivitas penjualannya.Jadi walaupun A menetapkan harga transfernya

33
sebesar $0.40,divisi B tetap mampu membayar dan tetap memiliki laba
dari hasil penjualan barang dagang.
Kesimpulannya adalah harga tertinggi yang dapat dibayar B adalah $1600.
c. Harga transfer sesungguhnya yang harus ditetapkan divisi A adalah
sebesar $0.30 agar kedua divisi sama sama memperoleh laba yang optimal
dan tertimbang.
 Harga transfer $ 0.40 = Divisi A memperoleh laba $800,divisi B
memperoleh laba $100.
 Harga transfer $ 0.35 = Divisi A memperoleh laba sebesar $
600,divisi B memperoleh laba sebesar $300.
 Harga transfer $ 0.30 = Divisi A memperoleh laba sebesar $
400,divisi B memperoleh laba sebesar $500.
 Harga transfer $ 0.25 = Divisi A memperoleh laba sebesar $
200,divisi B memperoleh laba sebesar $700.
 Harga transfer $ 0.20 = Divisi A memperoleh laba sebesar $
0,divisi B memperoleh laba sebesar $900.
Jika menetapkan harga transfer diatas $0.40 maka divisi B tidak akan
mendapat laba penjualan dan akan mengalami kerugian.
Jika menetapkan kharga dibawah $0.25 maka divisi A tidak akan
mendapat laba yang baik.
d. Sistem harga transfer disfungsional terjadi karena terlalu banyak berfokus
pada sektor-sektor individu membuat keuntungan dan laba atas investasi.

34
KASUS 6-2
Birch Paper Company

1. Tawaran manakah yang harus diterima oleh Divisi Northen yang paling
memenuhi kepentingan Birch Paper Company?
Jawab :
Untuk menentukan pemasok dari luar perusahaan tentunya pihak
manajemen divisi Nortern harus menimbang dengan seksama pilihan atau
kebijaan yang diambilnya, dan analisis yang bisa diambil oleh manajemen yaitu:
a. Bila divisi Northern mengambil dari divisi Thompson maka harga transfer
antar divisi Thompson ke divisi Northern dapat memberikan dampak berupa
meningkatnya profitabilitas dari divisi Thompson. Selain itu divisi Southern
juga akan memndapatkan keuntungan karena divisi Thompson mengambil
bahan baku produksinya dari divisi Southern.
b. Bila divisi Northern membeli dari West paper Company, maka transaksi ini
akan meningkatkan profitabilitas dari divisi Northern karena akan
mendapatkan penawaran harga yang paling murah.
c. Bila divisi Northern mengambil atau membeli dari Eire papers,Ltd, maka akan
menurunkan profitabilitas divisi karena harga yang ditawarkan lebih mahal dari
West paper Company. Namun dari transaksi ini perusahaan secara keseluruhan
akan mendapatkan keuntungan karena dari transaksi ini akan memberikan
pekerjaan kepada divisi Thompson dan Southern.
Jika ambil Thompson : Thompson division mendapatkan profit yang dapat
mem”balik modal”kan opportunity cost development yang telah dilakukannya
(masalah biaya sudah dibayarkan oleh Northern). Jika Thompson mendapat
profit, otomatis karena Southern division juga berkontribusi dalam pembuatan
produk, Southern division juga mendapat bagian dari profit yang diterima
Thompson.
Jika ambil West Paper : Northern Division mendapatkan suplai yang
paling murah sehingga dapat meningkatkan profitabilitas divisi tersebut.
Dari tiga analisis diatas tentunya pihak manajemen divisi Northern harus

35
memilih opsi mana yang dapat meningkatkan profitabilitas divisi northern dan
perusahaan secara bersamaan. Bila dilihat dari untung-rugi secara lebih luas atau
melihat dari kepentingan perusahaan secara keseluruhan maka pilihan keputusan
nomor tiga merupakan keputusan yang paling rasional untuk dilaksanakan. Ketika
kerjasama dengan Eire papers,Ltd dapat terlaksana, perusahaan akan menikmati
keuntungan karena dari kerjasama ini divisi Thompson dan Southern akan
mendapatkan pekerjaan, selain itu divisi Northern tetap bisa menikmati kenaikan
profitabilitas karena harga yang diberikan Eire papers,Ltd cukup kompetitif.
Walaupun pekerjaan yang diterima oleh divisi Thompson dan Southern kurang
memadai karena tidak bisa menutup biaya produksi, namun kerjasama dengan
Eire papers,Ltd paling tidak dapat mengurangi risiko kerugian yang akan dialami
oleh Birch Paper Company bila divisi Northern menyepakati harga transfer
dengan divisi Thompson atau West paper Company.

2. Apakah Kenton harus menerima tawaran ini? Mengapa ya dan mengapa tidak?
Jawab :
Mr Kenton seharusnya tidak menerima tawaran dari West Paper karena
tidak dalam kepentingan terbaik perusahaan, tetapi pada saat yang sama dengan
kebijakan transfer yang ada, itu benar-benar terserah dia apa yang ada di
kepentingan terbaik divisinya. Saya percaya ia harus menerima tawaran dari
Thompson karena tidak hanya akan menghasilkan biaya terendah, tetapi juga akan
mendorong membeli dari dalam perusahaan.

3. Haruskah wakil presiden Birch Paper Company melakukan suatu tindakan?


Jawab :
Wakil presiden Birch harus mengambil tindakan, tetapi tidak hanya
melawan divisi ini. Saya pikir dia perlu untuk mengambil tindakan dalam rangka
untuk memperbaiki masalah keseluruhan yang terkait dengan kebijakan harga
transfer. Jika manajemen puncak diperlukan dapat memesan penerimaan tawaran
lain. setiap divisi idealnya harus mengestimasikan harga normal pasar di luar
dengan penyesuaian untuk biaya yang tidak terjadi di dalam perusahaan. Bahkan

36
ketika keputusan perolehan sumberdaya mengalami hambatan, harga pasar
merupakan harga transfer yang paling baik. Mungkin ada beberapa contoh sistem
harga transfer yang benar-benar memuaskan dalam suatu organisasi yang rumit.
Sama seperti pada banyak pilihan rancangan pengendalian manajemen, sangatlah
penting untuk mengambil tindakan-tindakan yang terbaik dari antara yang kurang
sempurna. Yang paling penting di sini adalah kesadaran akan kekurangan-
kekurangan dan kepastian bahwa prosedur administratif yang ada digunakan
untuk menghasilkan keputusan yang tepat.

4. Dalam kontroversi yang telah dijelaskan sebelumnya, bagaimana system harga


transfer dapat menjadi disfungsional? Apakah permasalahan tersebut
membutuhkan adanya perubahan dalam kebijakan penentuan harga transfer
perusahaan secara keseluruhan? Jika ya, perubahan spesifik apakah yang Anda
sarankan?
Jawab :
Sistem harga transfer disfungsional karena terlalu banyak berfokus pada
sektor-sektor individu membuat keuntungan dan laba atas investasi. Hal ini harus
berfokus pada keberhasilan dan keuntungan untuk perusahaan secara keseluruhan
tidak hanya keuntungan individu.
Ya, permasalahan tersebut membutuhkan adanya perubahan dalam
kebijakan penentuan harga transfer perusahaan secara keseluruhan. Perubahan
spesifik yang saya sarankan adalah setiap divisi idealnya harus mengestimasikan
harga normal pasar di luar dengan penyesuaian untuk biaya yang tidak terjadi di
dalam perusahaan. Bahkan ketika keputusan perolehan sumberdaya mengalami
hambatan, harga pasar merupakan harga transfer yang paling baik. Mungkin ada
beberapa contoh sistem harga transfer yang benar-benar memuaskan dalam suatu
organisasi yang rumit. Sama seperti pada banyak pilihan rancangan pengendalian
manajemen, sangatlah penting untuk mengambil tindakan-tindakan yang terbaik
dari antara yang kurang sempurna. Yang paling penting di sini adalah kesadaran
akan kekurangan-kekurangan dan kepastian bahwa prosedur administratif yang
ada digunakan untuk menghasilkan keputusan yang tepat.

37
KASUS 6-3
General Appliance Corporation

Bersiaplah dalam setiap situasi pertikaian untuk memerankan ketiga peran


berikut: manajer umum dari divisi pemasok, manajer umum dari divisi
pembeli, dan anggota staf keuangan yang bertanggungjawab atas
penyelesaian kasus.
Bersiaplah dalam setiap situasi pertikaian untuk memerankan ketiga peran
berikut: manajer umum dari divisi pemasok, manajer umum dari divisi
pembeli, dan anggota staf keuangan yang bertanggungjawab atas
penyelesaian kasus.
1. Bersiaplah dalam setiap situasi pertikaian untuk memerankan ketiga
peranberikut: manajer umum dari divisi pemasok, manajer umum
dari divisi pembeli, dan anggota staf keuangan yang
bertanggungjawab atas penyelesaian kasus manajer umum. Anda tidak boleh
mengulang argumentasi yang telah ditunjukkan pada kasus tersebut. Anda
harus siap kehilangan posisi anda ketika posisi anda lemah, untuk
memperkenalkan argumen yang baru ( tetapi realistik ) mempertahankan
argumen anda, dan untuk bertransaksi secara rasional berdasarkan argumen
yang anda sarankan.

Jawab :
Pada Divisi Kompor, Departemen teknik dari staf manufaktur
sebaiknyameninjau operasi tambahan tersebut dan dimintai komentarnya atas
kenaikan biayayang diusulkan. Departemen pengendalian mutu dari staf
manufaktur menentukan apakah sebenarnya kualitas telah meningkat sebagai hasil
dari operasi tambahan dan apakah unit-unit yang baru memiliki kualitas lebih baik
dari pada unit yang dibeli dari pemasok luar.
Pada masalah pengendalian Thermostatis, staf keuangan sebaiknya
meminta staf pembelian meninjau kembali situasi pasar untuk unit pengatur suhu
tersebutbahwa terdapat kelebihan kapasitas dansebagai akibatnya harganya sangat

38
rendah. Kadang harga dapat naik baik ketika permintaan atas unit sejenis naik
maupun padasaat beberapa produsen bangkrut. Staf pembelian tersebut meyakini
bahwa divisikulkas dapat memperoleh seluruh pasokan kebutuhannya
untuk 1–2 tahun mendatang dengan harga $2,15/unit, atau bahkan lebih rendah.
Meskipun demikian staf pembelian tersebut percaya bahwa jika seluruh
kebutuhan divisi ini diperoleh dari pemasok luar, maka harganya akan naik
menjadi $2,40 karena tindakan tersebutakan mengeliminasi akan adanya
kelebihan kapasitas.
Pada Masalah Transmisi, jika penawaran Thorndike Machining sebesar
$10 disesuaikan dengandampak biaya atas perubahan dalam karateristik
kinerja danpeningkatan tingkat biaya umum dari penawaran semula, harganya
adalah sebesar $11,25 , atau kira-kira sama dengan yang diusulkan oleh divisi
mesin cuci.

2. Jika ada, perubahan apa sajakah yang Anda sarankan dalam hal kebijakan dan
prosedurharga transfer perusahaan?
Jawab:
Sebelum mengambil sebuah keputusan, sebuah divisi harus memastikan
bahwa pihak-pihak lain yang terlibat dalam masalah tersebut sudah dimintai
pendapat dan partisipasinyasehingga setiap keputusan yang dibuat bukan
merupakan keputusan sepihak yang nantinyadapat merugikan pihak lain. Terkait
harga, harus ada penghitungan kembali mengenaiberapa harga yang pas untuk
produk tersebut. Seorang general manajer harus melakakukanpertemuan dengan
semua divisi agar mengetahui cara apa yang harus dilakukan untukmeraih solusi
yang paling tepat. Apakah dengan menambah kualitas yang juga menambahbiaya
produksi, atau dengan hanya menambah sedikit kualitas produk sehingga
biayatambahan tidak terlalu besar. Karena selama ini pihak pemasok hanya
menentukan hargaberdasarkan biaya produksi saja tanpa mempertimbangkan
harga jual pasar yang nantinyadapat berdampak secara keseluruhan terhadap laba
perusahaan. Pertemuan semua divisijuga mampu untuk meningkatkan hubungan
komunikasi. Masing-masing divisi internaldalam General Appliance Corporation

39
harus mampu mengaspirasikan pendapatnya dantersalur secara benar ke
divisi lainnya sehingga masing-masing divisi dapat terusmeningkatkan
value dan profit tanpa harus merugikan satu sama lain.

40
KASUS 6-4
Medoc Company

1. Saran apakah yang akan anda berikan pada kendala struktur organisasi dalam
kasus ?
Jawab:
Pada Medoc Company yang terdiri dari divisi penggilingan dan divisi
produk konsumen, dengan kebijakan tersebut ternyata berada dalam struktur
organisasi dimana masing-masing atau salah satu :
1. tidak dapat bertanggung jawab atas seluruh fungsi yang ada dalam produksi
dan pemasaran secara terpisah
2. tidak dapat melakukan perencanaan dan koordinasi secara baik kerja dan
investasi
3. kriteria valid berupa laba tidak mencerminkan aktivitas pemasaran dan
produksi sehingga tidak dapat diukur secara terpisah, sebagaimana yang telah
disarankan

Kendala organisasi tersebut menyebabkan :


1. Tidak tercapainya volume kapasitas pengisian yang disepakati antara divisi
penggilingan dan divisi produk konsumen.
Kapasitas produksi penggilingan sebesar 98% ternyata tidak direspon/tidak
diimbangi oleh divisi produk konsumen dengan :
• meningkatkan jumlah penjualan konsumen
• kenaikan keadaan pemasaran
• bantuan transaksi khusus yang menarik
Walaupun dimungkinkan adanya tambahan volume, hal tersebut tidak
menguntungkan dan hanya menutup kerugian dari divisi penggilingan, tetapi
bagi perusahaan menguntungkan.
2. Transfer harga yang ideal yang saling menguntungkan tidak terpenuhi, karena
tranfer harga berdasarkan harga unit pada harga sesungguhnya.

41
Untuk mengatasi hal tersebut disarankan untuk :
1. Memberikan kewenangan yang lebih luas bagi divisi-divisi
a. divisi-divisi diberikan kewenangan untuk menentuan kebutuhan tepung yang
akan diolah menjadi produk konsumen
b. diberikan kewenangan untuk melakukan transfer dengan harga yang dapat
dinegosiasikan antar divisi
c. pemisahan tanggung jawab kebutuhan investasi setiap divisi

2. Penetapan kapasitas produksi dan transfer harag yang sesuai dan


menguntungkan
a. Penentuan kapasitas produksi yang cocok
Sebaiknya kapasitas produksi yang ditetapkan adalah kapasitas produksi
normal dengan mempertimbangkan kemampuan divisi produk konsumen
dalam mengolah tepung dari divisi penggilingan, yaitu kapasitas normal

b. divisi penggilingan mengirim produk ke divisi produk konsumen pada harga


yang sesuai dengan biaya standar.
Untuk menyeimbangkan transfer harga yang tepat, sebaiknya menggunakan :
1) perhitungan biaya standar (standard costing). Biaya standar akan
memberikan manfaat dalam penganggaran dan pengukuran kinerja dan
pengendalian biaya bagi perusahaan.
Ketika biaya produksi sesungguhnya dibandingkan dengan biaya
standarnya, akan terdapat perbedaan atau varian. Secara total varian ini
merugikan divisi produk konsumen yang mengakibatkan pengurangan laba
atau sebaliknya menguntungkan divisi penggilingan karena biaya
ketidakefisienan proses produksi divisi penggilingan ditanggung divisi
produk konsumen.
Metode yang digunakan menurut Graham Mott adalah :
 penetapan tingkat efisiensi dan sumber daya dengan menggunakan
teknik manajemen yang mengacu pada data masa lalu atas biaya tenaga
kerja dan bahan baku langsung

42
 menetapkan biaya standar untuk tenaga kerja, bahan baku, dan
overhead secara realistis dengan basis yang dapat dicapai, bukan
standar ideal yang sulit dipenuhi sehingga menurunkan motivasi.
Standar yang terlalu mudah juga tidak akan menimbulkan motivasi
yang diharapkan
 penetapan standar harga jual untuk masing-masing produk
 menghitung varian antara biaya sesungguhnya dan biaya standar
 menganalisis varian untuk mencari penyebab utama, dan
 menginvestigasi varian yang jumlahnya besra sehingga waktu tidak
terbuang untuk meneliti varian-varian yang relatif kecil
Dalam siklus pengendalian biaya terdapat 4 (empat), yaitu :
a) menyusun standar atau target biaya produksi
b) mengukur biaya produksi aktual
c) membandingkan biaya produksi aktual dengan biaya standar/target
yang ditetapkan dimuka
d) mengambil tindakan yang tepat jika diperlukan

2) cara yang lebih sederhana dengan membandingkan antara biaya aktual


dengan harga jual. Jika tidak tercapai surplus yang mamadai, hal tersebut
merupakan pertanda perlunya pengurangan biaya atau penetapan harga yang
lebih baik.

2. Apa yang anda sarankan seandainya tidak ada batasan struktur organisasi dalam
pilihan anda ?
Jawab:
Jika dalam proses produksi, penjualan dan pemasaran hasil produksi tidak
ada batasan produksi, yang artinya setiap divisi dalan satu organisasi secara bebas
menjual hasil produk ke divisi pengolahan selanjutnya atau ke unit-unit bisnis di
luar perusahaan, maka disarankan bagi Medoc Company untuk :
1. divisi penggilingan diberi kebebasan untuk menjual sebagian besar tepung yang
dihasilkan kepada unit-unit bisnis di luar Medoc Co. dengan harga yang lebih

43
kompetitif, dengan tetap seperti saran diatas, menggunakan metode biaya
standar.
2. divisi produk konsumen tidak harus mengambil tepung dari divisi penggilingan
dengan prosentase diatas (70%), tetapi dapat mengambil dari unit-unit bisnis di
luar Medoc Co. dengan harga yang menguntungkan.

Terdapat kekurangan dan kelebihan dengan saran-saran ini, tetapi yang dapat
dijadikan pemecahan masalah pada Medoc Co. dengan tidak adanya batasan
organisasi ialah :
1. terdapat efisiensi penggunaan sumber daya
2. dapat menghindari resiko pasar yang tidak menentu
3. menjamin kualitas dan kuantitas pasokan dengan harga yang kompetitif
4. sangat dimungkinkan pengukuran laba secara terpisah antara divisi
penggilingan dengan divisi produk konsumen sebagaimana yang disarankan
oleh Top Manajemen Medoc Company
5. kemampuan perusahaan dalam bersaing meningkat.

44

Anda mungkin juga menyukai