Anda di halaman 1dari 20

Judul Praktikum : Anatomi Akar

Tanggal Praktikum : Rabu, 19 April 2017

Tujuan Praktikum : 1. Mempelajari struktur umum akar monokotil

2. Mempelajari struktur umum akar dikotil

A. Landasan Teori
Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tumbuhan dan biasanya berkembang di
bawah permukaan tanah, meskipun terdapat juga akar yang tumbuh di atas tanah.
Histogenesis epidermis akar berbeda dengan batang. Pada spermatophyta, xylem primer
pada akar bersifat eksark, sedangkan pada batang bersifat endark. Berkas xylem dan
floem pada akar tersusun berselang-seling, sedangkan pada batang berkas pengangkutnya
kolateral, bikolateral, atau amfivasal (Mulyani, 2006: 187-188).
Menurut Campbell (2012: 316) akar (root) adalah organ multiselular yang
menambatkan tumbuhan vascular ke dalam tanah, mengabsorpsi mineral dan air, dan
seringkali menyimpan karbohidrat. Akar tidak mempunyai alat tambahan yang dapat di
bandingkan dengan daun pada batang. Akar tidak mempunyai stomata, tetapi mempunyai
tudung akar yang tidak ada kesejajarannya pada batang (Mulyani, 2006: 188).
Fungsi utama akar adalah melekatkan tumbuhan ke dalam tanah, menyeap air dan
garam-garam dari tanah selanjutnya diangkut ke bagian lain, juga sebagai organ
penyimpan cadangan makanan. Pada tanaman mangrove akar juga berfungsi sebagai
pnematofora yang muncul ke atas permukaan lumpur. Selain itu pada parasit, karnya
membentuk haustoria sebagai jembatan nutrisi dai inang ke parasit (Tim Pengajar, 2017:
22).
Kondisi lingkungan seringkali mempengaruhi pertumbuhan akar. Sistem perakaran
tumbuhan yang hidup di tanah kering biasanya berkembang lebih baik. Tumbuhan yang
hidup pada tanah berpasir, perkembangan akarnya dangkal, mendatar dan akar lateral
menyebar dekat di bawah permukaan tanah. Berdasarkan fungsinya, dikenal akar
penyimpan, akar udara, akar sukulen, akar panjat, akar penunjang, akar napas
(pneumatofor), dan akar yang bersimbiosis dengan jamur (mikorhiza) (Mulyani, 2006:
188).
Berdasarkan asal usulnya, terdapat dua tipe akar, yaitu akar primer dan akar serabut
(adventitious). Akar primer berkembang dari ujung embrio yang terbatas, sedangkan akar
serabut berkembang dari jaringan akar dewasa atau dari bagian lain tubuh tumbuhan
seperti batang dan daun (Mulyani, 2006: 188).
Susunan jaringan primer pada akar berturut-turut dari luar ke dalam adalah epidermis
(system jaringan dermal), korteks (system jaringan dasar), dan silinder pembuluh (system
jaringan pembuluh). Struktur lain yang juga termasuk ke dalam jaringan primer adalah
tudung akar (Tim Pengajar, 2017: 22).
1. Jaringan Epidermis
Jaringan epidermis terdiri atas satu lapis sel yang disusun oleh sel-sel yang
berbentuk segi empat. Menurut Raechal dan Curtis, sel-sel epidermis sangat
bervariasi dalam bentuk, ukuran dan ketebalan dindingnya (Maideliza, 2007: 42).
Sel epidermis akar berdinding tipis, biasanya tidak mempunyai kutikula meskipun
sering kali dinding terluar sel, termasuk rambut akar mengalami kutinisasi.
Epidermis akar biasanya selapis, kecuali pada akar udara Orchidaceae dan
tumbuhan epifit, epidermisnya multilapis dan mempunyai bentuk khusus yang
disebut velamen. (Mulyani, 2006: 190).
Rambut-rambut akar berkembang dari sel epidermis khusus disebut
Trikhoblas. Trikhoblas berasal dari pembelahan protoderm. Modifikasi xylem
membentuk bulu-bulu akar mempunyai kutikula tipis. Fungsi bulu akar adalah
menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Pada akar udara, famili
Orchidaceae tropik dan famili Araceae hidup sebagi epifit dan beberpa monokotil
terestrial maka epidermis berkembang menjadi jaringan yang multisera berlapis-
lapis disebut velamen. Velamen bersifat mati dan dinding sekunder tebal dan
berfungsi sebagai pelindung, mengurangi ai di daerah korteks (Agustina: 94).
2. Korteks
Pada kebanyakan akar korteks terdiri atas sel-sel parenkimatis. Selama
perkembangannya, ukuran sel-sel korteks yang mengalami diferensiasi bertambah,
sebelum terjadi vakuolisasi dalam sel tersebut. Pada beberapa akar beberapa
tumbuhan air, sel-sel korteks tersusun teratur. Banyak dijumpai ruang-ruang
udara, dan parenkim ini disebut aerenkim. Sel-sel korteks sering mengandung
tepung, kadang-kadang kristal. (Ningsih, 2015: 6).
3. Jaringan Pembuluh
Pada akar, letak berkas xylem bergantian dengan berkas floem,
keseluruhannya tersusun dalam lingkaran. Bila tidak terdapat empulur, xylem
bersatu di bagian tengah. Jumlah xylem yang menjorok kearah perisikel,
bervariasi, bila terdapat dua berkas xylem dinamakan diark, bila ada tiga
dinamakan triark, bila ada empat disebut tetark dan sebagainya. Sel trakea yang
paling luar (protoxylem) biasanya berdiameter lebih kecil dibandingkan dnegan
sel trakea di bagian dalam (metaxilem) (Tim pengajar, 2017: 23).
Kambium pembuluh terbentuk dari pembelahan sel prokambium diantara
xilem primer dan floem primer yang belum terdiferensiasi. Kemudian kambium
ini bergabung dengan kambium yang terbentuk dari periskel, sehingga memberi
gambaran sebatas xilem (Tim pengajar, 2017: 23).
B. Alat Dan Bahan
1. Alat
No. Alat Jumlah
1. Mikroskop 1 buah
2. Objek glass 3 buah
3. Cover glass 3 buah
4. Silet 1 buah
5. Kamera 1 buah

2. Bahan

No. Bahan Jumlah


1. Aquades Disesuaikan
2. Akar anggrek Disesuaikan
3. Akar Beringin Disesuaikan
4. Preparat Zea mays 1 buah
5. Preparat Allium sp 1 buah
6. Preparat Arachis sp 1 buah
7. Preparat Cucurbita sp 1 buah
8. Preparat Helianthus sp old and 1 buah
young.
C. Langkah Kerja

Sayatlah secara melintang berbagai akar yang dibawa menggunakan silet,


letakkan di atas gelas objek dan amati di bawah mikroskop dengan perbesaran
kecil

Amati struktur dan letak dari setiap jaringan yang menyusun akar

Dengan perbesaran tinggi, amati secara satu pesatu sektor sayatan akar, meliputi
epidermis, bagian korteks, periskel, floe, xilem dan empulur.

Setelah selesai mengamati akar, amati setiap preparat yang telah disediakan.

Pada gambar nyatakan penebalan dinding endodermis, gambar sel floem dan
warnai setiap jaringan preparat. Lengkapi keterangan gambar.
D. Hasil Pengamatan

No. NAMA SPESIES


1 Anggrek (Palaenopsis amabilis)

Gambar 1.1 Morfologi Akar Anggrek Gambar 1.2 Anatomi Akar Anggrek
Nama indonesia : anggrek bulan
Nama daerah : anggrek
Nama ilmiah : Palaenopsis amabilis
klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Asparagales
Famili : Orichidaceae
Genus : Paleonipsis
Sumber: journal.ipb.ac.id
Spesies : Paleonipsis amabilis
Diakses pada 21/5/2017 pukul 15.12 WIB
Sumber
:http://id.m.wikipedia.org/wiki/anggrek
Gambar 1.3 Anatomi (literatur)
Diakses pada 21/5/2017 pukul 15.12 WIB
Keterangan
Perbesaran : 4X10
Reagen : Aqudes
Sayatan : Melintang
Jenis : Monokotil
2 Beringin (Ficus benjamina)

Gambar 1.1 Morfologi Akar Beringin Gambar 1.2 Anatomi Akar Beringin
Nama Indonesia: Beringin
Nama Daerah: Caringin
Nama Ilmiah: Ficus benjamina
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Urticales
Famili: Moraceae
Sumber:https://laporantumbuhan.blogspot.com/ Genus: Ficus
Diakses pada 21/5/2017 pukul 15.37 WIB Spesies: Ficus benjamina
Sumber: www.plantamor.com Diakses pada
Gambar 1.3 Anatomi Akar Beringin 15 Mei 2017 pukul 11.05 WIB
(literatur)
Keterangan
Perbesaran : 4X10
Reagen : Aqudes
Sayatan : Melintang
Jenis : Monokotil
3 Preparat Bawang merah (Alium sp)

Gambar 3.1 Morfologi Preparat Allium sp

Gambar 3.2 Anatomi Preparat Allium sp


Nama Indonesia: Bawang Merah
Nama Daerah: Bawang Beureum
Nama Ilmiah: Allium sp
klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Liliales
Famili: Liliaceae
Genus: Allium
Spesies: Allium cepa
Sumber :
Sumber:https://laporantumbuhan.blogspot.com/
http://id.m.wikipedia.org/wiki/bawang
Diakses pada 21/5/2017 pukul 15.37 WIB
Diakses pada 21/5/2017 pukul 15.57 WIB

Gambar 3.3 Anatomi Preparat Allium sp


Keterangan
(Literatur)
Perbesaran : 10X10
Reagen : -
Sayatan : Melintang
Jenis : Monokotil
4 Preparat Labu (Cucurbita sp.)

Gambar 4.1 Morfologi Preparat Cucurbita


sp

Gambar 4.2 Anatomi Preparat Cucurbita


sp (dok)
Nama Indonesia: Labu
Nama Daerah: Waluh
Nama Ilmiah: Cucurbita sp
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Violales
Sumber:https://laporantumbuhan.blogspot.com/
Famili: Cucurbitaceae
Diakses pada 21/5/2017 pukul 16.12 WIB
Genus: Cucurbita
Spesies: Cucurbita sp
Gambar 4.3 Anatomi Preparat Cucurbita sp
Sumber : http://id.m.wikipedia.org/wiki/labu
(literatur)
Diakses pada 21/5/2017 pukul 15.57 WIB

Keterangan
Perbesaran : 4X10
Reagen : -
Sayatan : Melintang
Jenis :Dikotil
5 Preparat jagung (Zea mays)

Gambar 5.1 Morfologi Preparat Zea mays

Gambar 5.2 Anatomi Preparat Zea mays


Nama Indonesia: Jagung
Nama Daerah: Jagong
Nama Ilmiah: Zea mays
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Poales
Famili: Poaceae

Sumber:https://laporantumbuhan.blogspot.com/ Genus: Zea


Diakses pada 21/5/2017 pukul 16.43 WIB Spesies: Zea mays

Gambar 5.2 Anatomi Preparat Zea mays Sumber :

(dok) http://id.m.wikipedia.org/wiki/labu
Diakses pada 21/5/2017 pukul 16.42 WIB
Keterangan
Perbesaran : 4X10
Reagen : -
Sayatan : Melintang
Jenis : Monokotil (Poliark)
6 Preparat bunga matahari old (Heliantus sp.)

Gambar 6.1 Morfologi Preparat Heliantus sp


(old)

Gambar 1.2 Anatomi Preparat


Heliantus sp (old)
Nama Indonesia: Preparat Bunga Matahari
Nama Daerah: Preparat Kembang Matahari
Nama Ilmiah: Helianthus sp
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Helianthus
Spesies: Helinthus sp (old)
Sumber: :
Sumber:
http://id.m.wikipedia.org/wiki/heliantus
https://www.shawscientific.com/Catalogue/ProductDetail
Diakses pada 21/5/2017 pukul 15.57 WIB
Diakses pada 17 Mei 2017 pukul 19.50 WIB
Keterangan
Perbesaran : 4X10
Gambar 6.3 Anatomi Preparat Heliantus sp
Reagen : -
(old)
Sayatan : Melintang
Jenis : Dikotil
7 Preparat bunga matahari young (Heliantus sp.)

Gambar 7.1 Morfologi Preparat Helianthus sp


(young)

Gambar 7.2 Anatomi Preparat


Helianthus sp (young)
Gambar 1.3 anatomi (literatur) Nama Indonesia: Bunga Matahari
Nama Daerah: Kembang Matahari
Nama Ilmiah: Helianthus sp
Klasifikasi
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Helianthus
Sumber:www.arnipurwaningtyas.blogspot.com/
Spesies: Helianthus sp (young)
Diakses pada 17 Mei 2017 pukul 20.30 WIB
Sumber: :
http://id.m.wikipedia.org/wiki/heliantus
Gambar 7.3 Anatomi Akar Helianthus sp
Diakses pada 21/5/2017 pukul 15.57
(young) (Literatur)
WIB

Keterangan
Perbesaran : 10X10
Reagen : -
Sayatan : Melintang
Jenis : Dikotil
8 Preparat kacang tanah (Arachis sp.)

Gambar 8.1 Morfologi Preparat Arachis sp

Gambar 8.2 Anatomi Preparat Arachis


sp (dok)
Nama Indonesia: Kacang Tanah
Nama Daerah: Suuk
Nama Ilmiah: Arachis sp
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Sumber: Genus : Arachis
http://www.slideshare.net/enefnovhy/praktikum- Spesies : Arachis sp
botani-farmasi Diakses 21/05/2017 pukul 00:27 Referensi: http://www.fredikurniawan.com
WIB Diakses 28 April 2017 Pukul 12.03 WIB

Gambar 8.3 Anatomi Preparat Arachis sp Keterangan


(Literatur) Perbesaran : 4X5
Reagen : -
Sayatan : Melintang
Jenis : Dikotil (Tetrark)
E. Pembahasan
Akar (root) adalah organ multiselular yang menambatkan tumbuhan vascular ke
dalam tanah, mengabsorpsi mineral dan air, dan seringkali menyimpan karbohidrat.
Pada praktikum ini kami mengamati struktur akar pada berbagai spesies tumbuhan.
Adapun spesies yang dijadikan bahan pengamatan yaitu akar Beringin (Ficus
benjamina) dan akar anggrek (Phalaenopsis amabilis). Selain itu kami juga
mengamati berbagai preparat awetan yang telah disediakan yaitu preparat Arachis sp,
Helianthus muda dan tua, Allium sp, Zea mays dan Cucurbita sp.
1. Akar Beringin (Ficus benjamina)
Pada pengamatan akar beringin, yang diamati di bawah mikroskop dengan
perbesaran 4 x 10 kami menemukan epidermis yang terletak paling luar, korteks,
empluru dan jaringan pembuluh yaitu xylem dan floem. Akar beringin termasuk
kedalam tumbuhan monokotil dimana letak xylem dan floemnya berselang-seling.
2. Akar Anggrek (Phalaenopsis amabilis)
Pada pengamatan akar beringin, yang diamati di bawah mikroskop dengan
perbesaran 4 x 10 kami menemukan epidermis yang merupakan bagian terluar,
lalu terdapat xylem dan floem serta empulur yang berada di tengah-tengah. Akar
naggrek ini termasuk ke dalam tumbuhan monokotil dimana empulur pada akar
monokotil menjadi pusat akar.
Sealin itu, pada anggrek juga terdapat velamen. Akar anggrek memiliki lapisan
velamen yang berongga, dimana lapisan ini berfungsi untuk memudahkan akar
dalam menyerap air hujan yang jatuh di kulit pohon atau pada media tanam
anggrek. Dibawah lapisan velamen terdapat lapisan yang mengandung klorofil.
Akar anggrek epifit memiliki beberapa rambut pendek bahkan ada yang nyaris tak
berambut.
3. Preparat Zea mays
Pada pengamatan preparat akar jagung ini yang di amati dibawah mikroskop
dengan pembesaran 4×10 kita menemukan epidermis yang terletak pada bagian
luar, dan terdapat kortek dibagian luar setelah epidermis, floem atau pembuluh
tapis, xilem atau pembuluh kayu dan diantara xilem dan floem tidak terdapat
cambium dan terdapat empulur yang di kelilingi oleh xylem.
Fungsi dari epidermis yaitu melindungi kerusakan mekanis pada jaringan lunak
yang berada di sebelah dalam jaringan epidermis dan mencegah penguapan air
yang berlebihan pada jaringan dalam. Di bawah epidermis terdapat jaringan yang
terdiri dari beberapa lapis sel yang disebut jaringan korteks. Sel-sel yang
menyusun jaringan korteks memiliki ruang antar sel. Di sebelah dalam korteks
terdapat endodermis yang terdiri atas satu lapis sel dengan dinding tebal yang
mengandung suberin dan lignin. Endodermis berfungsi untuk mengatur
pemasukan air ke dalam jaringan angkut (xilem). Akar jagung ini termasuk
kedalam tipe poliark karena jaringan angkut pada akar berjumlah lebih dari empat
dan mengelilingi pith akar yang membentuk lingkaran. Sesuai dengan penjelasan
diatas maka jagung termasuk ke dalam tumbuhan monokotil.
Pada akar jagung mengalami pertumbuhan xilem primer, yaitu protoxilem dan
metaxilem. Protoxilem terletak dekat dengan perycycle, biasanya sel-selnya masih
dalam pertumbuhan sehingga ukurannya lebih kecil bila dibandingkan dengan
dengan sel-sel metaxilem. Letak kedua xilem tersebut berlawanan, protoxilem
menghadap ke perycycle sedangkan metaxilem kearah pusat akar (Soemiadji,
1986).
4. Preparat Arachis sp
Berdasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan pada preparat akar
Arachis sp di bawah mikrosokop dengan perbesaran 4 x 5 ditemukan pada bagian
luar yaitu epidermis sedangkan pada bagian lebih dalam terdapat ektodermis.
Jaringan pengangkut yaitu floem dan xilem terdapat pada bagian tengah. Sebelum
jariangan angkut terdapat korteks. Pada xilemnya terdapat 2 jenis yaitu rotoxilem
dan juga metaxilem.
Xilem yang terlihat pada pengamatan terdapat 4 buah sehingga dikenal dengan
tipe tetrark karena xilemnya ada 4 buah. Silinder pembuluh terdiri dari jaringan
pembuluh dengan satu dan beberapa lapisan sel di sebelah luarnya yaitu perisikel.
Perisikel merupakan lapisan yang terbentuk dari prokambium dan berfungsi
sebagai pembatas antara silinder pusat dengan bagian korteks. Umunya tersusun
atas satu lapisan sel dan turut terlibat dalam pembentukan akar lateral dan felogen
(kambium gabus) (Isrep,1993).
5. Preparat akar Helianthus sp
Pada preparat Helianthus sp kami mengamati akar Helianthus sp muda dan tua
dengan masing-masing perbesaran 10 xx 10 dan 4 x 10. Akar tumuhan Helianthus
sp disusun oelh jaringan epidermis, korteks, endodermis dan jaringan pengangkut
berupa xylem dan floem. Struktur floem pada prepraat akar Helianthus sp tua
lebih menyebar dan lebih banyak dibandingkan struktur Helianthus sp muda yang
lebih taratur dan sedikit. Struktur xylem akar Helianthus sp tua tersebar pada
smping-samping floem sedangkan struktur xylem akar Helianthus sp muda
menyatu denga floem.
6. Preparat akar Allium sp
Pada penampang melintang akar primer dijumpai tiga sistem jaringan pokok,
yaitu sistem jaringan kulit (epidermis), sistem jaringan dasar (korteks), dan sistem
jaringan pengangkut (berbentuk gilig atau pipa). Di ujung akar terdapat bagian
akar primer yang lain yaitu tudung akar yang berfungsi melindungi promeristem
akar.
Epidermis, pada kebanyakan akar, bulu akar dibentuk oleh sel parenkhim. Sel-
sel korteks sering jauh dari dari meristem akar. Bulu akar ini merupakan tonjolan
dari epidermis tunggal, yang berfungsi baik untuk penyerapan maupun untuk
menunjang tumbuhan.
Kebanyakan korteks akar tersusun oleh sel-sel parenkhim. Sel-sel korteks
sering berisi tepung, kadang-kadang mengandung sel idioblas maupun kristal-
kristal. Lapisan terluar jaringan korteks yang berbatasan dengan epidermis, dapat
mengadakan diferensiasi menjadi lipodermis yang dindingnya mengandung
suberin, disebut ekodermis. Lapisan terdalam korteks berdiferensiasi menjadi
endodermis. Eksodermis dan endodermis mempunyai susunan kimia yang sama.
7. Preparat akar Cucurbitacae sp
Berdasarkan dari hasil pengamatan yang dilakukan pada preparat akar
Arachis sp di bawah mikrosokop dengan perbesaran 4 x 5 ditemukan pada bagian
luar yaitu epidermis, selain itu terlihat juga korteks, xylem dan floem. Epidermis
merupakan jaringan terluar yang berfungsi melindungi jaringan di dalamnya.
Korteks adalah jaringan tumbuhan yang terletak di bawah epidermis dengan
bentuk sle bulat dan tipis. Korteks berfungsi sebagai tempat penyimpanan
cadangan makanan. Sklerenkim adalah jaringan penguat pada tumbuhan yang
terdapat pada bagian tumbuhan yang telah berhenti tumbuh. Jaringan ini berfungsi
menguatkan bagian tumbuhan yang sudah dewasa dan melindungi jaringan
lainnya. Pada batang tumbuahn terdapat berkas pengangkut yaitu xilem dan floem.
Pada penampang irisan batang ini, florm mengelilingi xilem. Berkas pengangkut
pada batang waluh berbentuk teratur radial. Berdasar susunan anatominya, akar
waluh merupakan batang dikotil.
Pertanyaan
1. Di bagian mana anda menemukan skelerenkim?
2. Apa yang membedakan anatomi masing-masing akar? Jelaskan fungsi masing-masing
sel tersebut?
3. Di preparat mana ditemukan akar lateral? Jelaskan fungsinya! Dan proses
pembentukan akar lateral!
4. Apa ciri khas dari anatomi velamen anggrek?
5. Berikan kesimpulan!
Jawaban
1. Jaringan sklerenkim merupakan salah satu jaringan penyokong utama, yang terdapat
pada tanaman yang telah dewasa. Jaringan sklerenkim terdiri dari beberapa sel mati
dan seluruh dindingnya mengalami penebelan, sehingga menjadi lebih kuat serta lebih
kaku dari pada jaringan kolenkim. Jaringan sklerenkim umumnya terdapat bata batang
dan tulang daun, namun pada akar terdapat xylem dan floem yang termasuk kedalam
jaringan jaringan complex dimana jaringan ini tersusun atas jaringan permanen
sederhana. Maka sklerenkim akan ditemukan pada bagian akar, selain itu sklerenkim
hanya dapat ditemukan pada bagian tanaman yang tidak mengalami perkembangan
dan pertumbuhan lagi. Dari ke 8 spesies yang diamati kelompok kami menemukan
sklerenkim pada Heliantus sp tua.
2. Anatomi akar terdiri dari epidermis, korteks, endodermis, stele, perisikel, empulur
atau jaringan pembuluh. Yang membedakan dari kedelapan adalah anatomi akar
dikotil dan monokotil. Preparat yang termasuk akar monokotil adalah Beringin, akar
Anggrek, Zea mays dan Allium sp. Akar monokotil memiliki ciri-ciri:
a. Korteks tersusun oleh sel-sel parenkim yang besar dan rapat tanpa ruang udara
(Allium).
b. Lapisan hipodermis berdinding tebal, berfungsi sebagai penguat (Zea mays )
c. Batas ujung akar dan kaliptra jelas
d. Perisikel terdiri dari beberapa jenis lapisan sel
e. Memiliki empulur yang luas sebagai pusat akar
f. Tidak memiliki cambium
g. Jumlah protoxilem banyak
h. Letak floem dan xylem berselang-seling
Sementara itu yang termasuk akar dikotil adalah Arachis sp, Cucurbita sp,
Helianthus sp. Adapun ciri-ciri dari akar dikotil :
a. Batas ujung akar dan kaliptra tidak jelas
b. Perisikel terdiri dari satu lapis sel
c. Tidak memiliki empulur yang luas sebagai pusat akar/empulurnya sempit
d. Memiliki cambium
e. Jumlah protoxilem 2-6
f. Letak floem dan xylem diluar (dengan cambium sebagai pembatas)
3. Pada velamen anggrek terdapat endodermis dan eksodermis. Dimana lapisan tersebut
merupakan lapisan sel korteks yang paling dalam tersusun rapat tanpa ruang antar sel
dan tersusun atas berbentuk kotak. Lapisan endodermis ini mengalami penebalan
suberin pada dinding-dinding radial dan vertikalnya sehingga membentuk semacam
pita. Lapisan eksodermis adalah lapisan yang bergabus terletak dibawah epidermis,
lapisan eksodermis terletak dibagian korteks yang setelah mengalami proses
penebalan akan menggantikan kerja epidermis pada akar. Akar anggrek memiliki
lapisan velamen yang berongga, dimana lapisan ini berfungsi untuk memudahkan
akar dalam menyerap air hujan yang jatuh di kulit pohon atau pada media tanam
anggrek. Dibawah lapisan velamen terdapat lapisan yang mengandung klorofil. Akar
anggrek epifit memiliki beberapa rambut pendek bahkan ada yang nyaris tak
berambut.
4. Pada preparat Allium sp atau bawang kami menemukan daerah pemanjangan sel,
daerah pemanjangan sel pada akar terbagi menjadi prokambium, meristem dasar dan
protoderm. Akar lateral atau akar sekunder adalah akar yang terbentuk dari aktivitas
prokambium yang biasanya ditemukan pada tanaman dikotil. Akar lateral akan
mempengaruhi proses fisiologis dan fungsional tanaman. Pembentukan akar lateral
dan serabut akar akan menyebabkan proses penyerapan air berjalan optimum. akar
lateral umumnya dibentuk dalam perisikel.
Pembentukan akar lateral dimulai dengan pembelahan periklinal yang terjadi pada
beberapa sel perisikel. Sel yang dihasilkan membelah lagi secara periklinal atau
antiklinal sehingga terjadi suatu himpunan sel. Tonjolan yang terjadi adalah bakal
akar (primordium akar) lateral. pada waktu primordium akar bertambah panjang,
korteks ditembus sehingga akar lateral muncul di permukaan akar induk. Di awal
perkembangan, sel endodermis di luarnya membelah secara antiklinal untuk
mengikuti perkembangan bakal akar, namun sesudah beberapa waktu endodermis
tidak mengikuti pembesaran akar baru itu dan rusak. Karena pertumbuhan akar
lateral, sel korteks yang dilaluinya akan terdesak, berubah bentuk, rusak, dan mungkin
hancur oleh enzim. Sementara itu, unsure promeristem akan dibentuk di ujung akar
lateral dan biasanya serupa dengan pola akar induk. Unsur floem dan xilem di akar
lateral kemudian akan berhubungan dengan unsur yang sama pada akar induk.
5. Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa
tumbuahn yang termasuk ke dalam tumbuhan monokit yaitu Anggrek (Phalaenopsis
amabilis), Beringin (Ficus benjamina), Zea mays dan Allium sp. Dimana akar
monokotil memiliki ciri-ciri sebagia berikut
a. Korteks tersusun oleh sel-sel parenkim yang besar dan rapat tanpa ruang udara
(Allium).
b. Lapisan hipodermis berdinding tebal, berfungsi sebagai penguat (Zea mays )
c. Batas ujung akar dan kaliptra jelas
d. Perisikel terdiri dari beberapa jenis lapisan sel
e. Memiliki empulur yang luas sebagai pusat akar
f. Tidak memiliki cambium
g. Jumlah protoxilem banyak
h. Letak floem dan xylem berselang-seling
Sedangkan tumbuhan yang termasuk ke dalam tumbuhan dikotil yaitu Arachis sp,
Cucurbita sp, Helianthus sp. Adapun ciri-ciri dari akar dikotil :
a. Batas ujung akar dan kaliptra tidak jelas
b. Perisikel terdiri dari satu lapis sel
c. Tidak memiliki empulur yang luas sebagai pusat akar/empulurnya sempit
d. Memiliki cambium
e. Jumlah protoxilem 2-6
f. Letak floem dan xylem diluar (dengan cambium sebagai pembatas)
F. Simpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa
tumbuahn yang termasuk ke dalam tumbuhan monokit yaitu Anggrek (Phalaenopsis
amabilis), Beringin (Ficus benjamina), Zea mays dan Allium sp. Dimana akar
monokotil memiliki ciri-ciri sebagia berikut
1. Korteks tersusun oleh sel-sel parenkim yang besar dan rapat tanpa ruang udara
(Allium).
2. Lapisan hipodermis berdinding tebal, berfungsi sebagai penguat (Zea mays )
3. Batas ujung akar dan kaliptra jelas
4. Perisikel terdiri dari beberapa jenis lapisan sel
5. Memiliki empulur yang luas sebagai pusat akar
6. Tidak memiliki cambium
7. Jumlah protoxilem banyak
8. Letak floem dan xylem berselang-seling
Sedangkan tumbuhan yang termasuk ke dalam tumbuhan dikotil yaitu Arachis sp,
Cucurbita sp, Helianthus sp. Adapun ciri-ciri dari akar dikotil :
1. Batas ujung akar dan kaliptra tidak jelas
2. Perisikel terdiri dari satu lapis sel
3. Tidak memiliki empulur yang luas sebagai pusat akar/empulurnya sempit
4. Memiliki cambium
5. Jumlah protoxilem 2-6
6. Letak floem dan xylem diluar (dengan cambium sebagai pembatas)
Daftar Pustaka

Agustina, Tri Wahyu. Materi Ajar Anatomi Tumbuhan. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati.

Cambell. 2012. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Erlangga: Jakarta.

Maideliza, Tesri. 2007. Kajian Struktur Dan Kariotipe Gadung ((Dioscorea Bulbifora L.) Di
Sumatera Barat. Vol.11. Universitas Andalas: Padang.

Mulyani, Sri. 2006. Anatomi Tumbuhan. Kanisius: Yogyakarta.

Ningsih, Indah. 2015. Modul Botani Farmasi Anatomi akar. Jember: Universitas Jember:

Tim Pengajar. 2017. Buku Petunjuk Anatomi Tumbuhan. Bandung: UIN SGD Bandung.