Anda di halaman 1dari 12

Judul praktikum : Anatomi Daun

Tanggal praktikum : Rabu, 3 Mei 2017

Tujuan praktikum : 1. Mempelajari struktur umum daun monokotil dan dikotil


2. Mempelajari struktur umum daun Pinus merkusii
A. Landasan Teori
Daun merupakan suatu bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap
tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Daun hanya terdapat pada batang saja dan
tubuh tumbuhan. Daun mengandung sejumlah besar klorofil, pigmen berwarna hijau
yang menyebabkan daun dapat mengabsorbsi energi cahaya dan menggunakannya untuk
menghasilkan gula melalui fotosintesis (Cailliau, 2006: 37).
Daun berfungsi untuk menangkap cahaya waktu fotosintesis, pertukaran gas, respirasi,
tranpirasi, fotosintesis. Di beberapa tumbuhan, daun dapat beradaptasi untuk fungsi
khusus, misalnya pada pohon cemara mempunyai bentuk daun yang runcing. Daunnya
yang runcing berguna untuk mengurangi penguapan. Bentuk daun tersebut merupakan
adaptasi pohon cemara terhadap lingkungan yang panas. Istilah bagi seluruh daun pada
tanaman adalah phyllom. Namun, dikenal juga istilah daun hijau, katafil, hipsofil,
kotiledon (keping biji), profil dan lain-lain (Kimball,1994 : 119 ).
Daun hijau berfungsi khusus untuk fotosintesis dan biasanya berbentuk pipih
mendatar sehingga mudah memperoleh sinar matahari dan gas CO2. Katafil adalah sisik
pada tunas atau pada batang dibawah tanah dan berfungsi sebagai pelindung atau tempat
penyimpan cadangan makanan. Daun pertama pada cabang lateral disebut prophyll, pada
monokotil hanya ada satu helai prophyll, pada dikotil ada dua helai. Hipsofil berupa
berbagai jenis brakte yang mengiringi bunga dan berfungsi sebagai pelindung. Kadang-
kadang hipsofil berwarna cerah dan berfungsi serupa dengan mahkota bunga. Kotiledon
merupakan daun pertama pada tumbuhan (Kimball,1994 : 119 ).
Daun merupakan alat yang penting bagi kelangsungan hidup tumbuhan, sebab disitu
terjadi proses fotosintesis yang akan menghasilkan makanan bagi tumbuhan. Hasil
fotosintesis akan didistribusikan ke seluruh organ untuk pertumbuhan dan
perkembangan. Daun tidak seperti organ lain dari tumbuhan karena umumnya bersifat
sementara. Untuk fotosintesis diperlukan sinar dan klorofil serta CO2 dan H2O sebagai
bahan baku, dengan demikian posisi daun mempengaruhi strukturnya. Selain itu
pengaruh lingkungan yang lain seperti ketersediaan air, adanya kadar garam yang tinggi
dalam air disekitar tumbuhan juga berpengaruh terhadap struktur luar dan dalam dari
daun (Savitri, 2008:56).
Daun yang lengkap terdiri atas helai daun (lamina), tangkai daun (petiolus), dan
pelepah daun (vagina). Bentuk dan ukuran daun berbiji sangat bervariasi. Seperti halnya
batang dan akar, daun juga tersusun atas beberapa sistem jaringan yaitu jaringan
pelindung, jaringan dasar yang menyusun mesofil daun, jaringan pengangkut (Fahn A.
1991:87).
Daun dibentuk oleh meristem. Daun tersusun dari tiga jaringan yaitu epidermis
(dermal), jaingan dasar (ground) dan jaringan pemuluh (vascular)
1. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun. Jaringan epidermis daun terdapat
dipermukaan atas dan bawah daun yang umumnya terdiri dari selapis sel. Permukaan
atas daun disebut permukaan adaksial dan permukaan bawah daun disebut permukaan
abaksial. Sel epidermis berdinding tebal, tersusun rapat seperti potongan puzzle. Pada
epidermis terdapat kutikula yang merupakan lapisan lilin berfungsi sebagai penutup
atas permukaan daun sekaligus melindungi daun dari kehilangan air (Agustina: 131-
132).
Selain kutikula, pada epidermis daun terdapat juga stomata. Menurut Rahayu
(2015: 687) stomata berasal dari bahasa yunani: stoma (jamak: stomata) yang
merupakan celah dalam epidermis yang dibatasi oleh dua sel epidermis yang khusus,
yaitu sel penutup. Stomata umumnya terdapat pada permukaan bawah daun, tetapi ada
beberapa spesies tumbuhan dengan stomata pada permukaan atas dan bawah daun.
Stomata terdiri dari sel penutup/penjaga, sel tetangga dan ruang udara dalam.
2. Jaringan Dasar
Jaringan dasar berupa mesofil. Mesofil terdiri atas jaringan parenkim yang
terdapat disebelah dalam epidermis. Mesofil mengalami diferensiasi membentuk
jaringan fotosintetik yang berisi kloroplas. Mesofil terdiri dari parenkim palisade dan
parenkim spons.
a. Parenkim Palisade
Sel parenkim palisade memanjang dan pada penampang melintangnya tampak
berbentuk batang yang tersusun dalam deretan. Selnya terdiri dari satu atau
beberapa lapis sel yang mengandung kloroplas. Apabila tersusun lebih dari satu
lapisan, panjang sel pada tiap lapisan sama atau semakin ke tangah semakin
pendek (Mulyani, 2006:1456).
b. Parenkim Spons
Kekhususan parenkim spons adalah adanya lobus (rongga) yang terdapat
anatara sel satu dan lainnya.Parenkim spons berbentuk isodiametris/mmemanjang
sejajar permukaan daun. Fungsinya untuk menyimpan gula dan asam amino yang
disintesis di lapisan palisade, membantu proses pertukaran gas. Pada siang hari
terdapat sel-sel spons yang mengeluarkan O2 dan uap air ke lingkungan dan
mengambil CO2 dari lingkungan (Agustina: 140).
3. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh suatu daun sambung menyambung dengan xilem dan floem
batang. Jejak daun yang bercabang dari berkas melalui tangkai daun ke daun. Di
dalam daun, tulang daun akan membagi diri secara berulang-ulang dan bercabang di
seluruh mesofil. Ini menyebbakan xilem dan floem berhubungan sangat dekat dengan
jaringan fotosintetik, yang mendapatkan air dan mineral dar xilem dan mengisi gula
serta prosuk organik lainnya dalam floem untuk dikirim ke bagian lain tumbuhan
(Campbell, 2003: 298).
B. Alat dan Bahan
No. Alat Jumlah
1. Mikroskop 1 buah
2. Objek glass 3 buah
3. Cover glass 3 buah
4. Silet 1 buah
5. Kamera 1 buah

No. Bahan Jumlah


1. Aquades Disesuaikan
2. Daun Karet Kebo Disesuaikan
3. Daun Pinus Disesuaikan
4. Daun Araucaria Disesuaikan
5. Preparat Zea mays 1 buah
6. Preparat Ficus elastica 1 buah
7. Preparat Pinus merkusii 1 buah
8. Preparat Lilium sp
C. Langkah Kerja

Sayatlah secara melintang berbagai daun yang dibawa menggunakan silet,


letakkan di atas gelas objek dan amati di bawah mikroskop dengan perbesaran
kecil

Amati struktur dan letak dari setiap jaringan yang menyusun daun

Amati penampang melintang dari berbagai preparat awetan yang telah disediakan
degan menggunakan mikroskop dengan perbesaran kecil

Denga perbesaran tinggi amati secara detail: epidermis atas dan bawah,
gipedermis, jaringan tiang, jaringan bunga karang, ikatan pembuluh pada ibu
tulang daun dan ikatan pembuluh pada urat daun, litokis, sistolit, ruang kriptofor
dan letak stomata
D. Hasil Pengamatan
1
.

Gambar 1.1 Morfologi Daun Karet Kebo

Gambar 1.2 Anatomi Daun Karet Kebo


(Dok)
Nama Indonesia : Karet Kebo
Nama Daerah : Ki karet
Nama Ilmiah : Ficus elastica
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnolipsida
Ordo : Rosales
Famili : Moraceae

Sumber: Genus : Ficus

www.arnipurwaningtyas.blogspot.com/ Spesies : Ficus elastica

Diaksea pada 21 Mei 2017 pukul 20.58 Sumber: http://id.m.wikipedia.org/ Diakses


Gambar 1.3 Anatomi Daun Karet Kebo pada 24 April 2017 pukul 20.49 WIB

Keterangan
Perbesaran : 10 x10
Reagen : Aqudes
Sayatan : Melintang
Jenis : Dosiventral
2
.

Gambar 2.1 Morfologi Daun Pinus

Gambar 2.2 Anatomi Daun Pinus (dok)


Nama Indonesia : Pinus
Nama Daerah : Pineus
Nama Ilmiah : Pinus merkusii
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Caniferophyta
Kelas : Pinopsida
Ordo : Pinales
Famili : Pinaceae
Genus : Pinus
Spesies : Pinus merkusii

Sumber: Sumber: http://id.m.wikipedia.org/ Diakses

www.arnipurwaningtyas.blogspot.com/ pada 24 April 2017 pukul 20.32 WIB

Diaksea pada 21 Mei 2017 pukul 20.58


Gambar 2.3 Anatomi Daun Pinus Keterangan
Perbesaran : 4 x10
Reagen : Aqudes
Sayatan : Melintang
Jenis : Isobilateral
3
.

Gambar 3.1 Morfologi Daun Araucaria


Gambar 3.2 Anatomi Daun Araucaria
Nama Indonesia : Cemara
Nama Daerah : Cemara
Nama Ilmiah : Araucaria hetetophylla
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Coniferae
Ordo : Araucariales
Famili : Araucariaceae
Sumber : http://www.scielo.b.com
Diakses pada 20/05/2017 pukul 14.38 WIB Genus : Araucaria
Spesies : Auracaria heterophylla
Gambar 3.3 Anatomi Daun Araucaria
Sumber: www.plantamor.com/ Diakses pada
24 April 2017 pukul 20.32 W

Keterangan
Perbesaran : 10 x10
Reagen : Aqudes
Sayatan : Melintang
Jenis : Isobilateral
4
.

Gambar 4.2 Anatomi Preparat Zea mays

Gambar 4.1 Morfologi Preparat Zea mays (dok)

Nama Indonesia : Jagung


Nama Daerah : Jagong
Nama Ilmiah : Zea mays
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliopsida
Kelas : Magnoliophyta
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Sumber:www.tionconnection.com.au/ Diakses
pada 21 Mei 2017 pukul 21.20 WIB Genus : Zea

Gambar 4.3 Anatomi Preparat Zea mays Spesies : Zea mays


(Literatur) Sumber: www.plantamor.com/ Diakses pada
24 April 2017 pukul 08.20 WIB

Keterangan
Perbesaran : 10 x10
Reagen : -
Sayatan : Melintang
Jenis : Unifacial
5
.

Gambar 5.1 Morfologi Preparat Ficus


elastica Gambar 4.2 Anatomi Preparat Ficus
elastica (dok)
Nama Indonesia : Karet Kebo
Nama Daerah : Ki karet
Nama Ilmiah : Ficus elastica
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnolipsida
Ordo : Rosales
Famili : Moraceae
Sumber: www.arnipurwaningtyas.blogspot.com/ Genus : Ficus
Diaksea pada 21 Mei 2017 pukul 20.58 Spesies : Ficus elastica
Gambar 5.3 Anatomi Preparat Ficus Sumber: http://id.m.wikipedia.org/ Diakses
elastica (Literatur) pada 24 April 2017 pukul 20.49 WIB

Keterangan
Perbesaran : 10 x10
Reagen : -
Sayatan : Melintang
Jenis : Dosiventral
6
.

Gambar 6.1 Morfologi Preparat Pinus


merkusii

Gambar 6.2 Anatomi Preparat Pinus


merkusii (dok)
Nama Indonesia : Pinus
Nama Daerah : Pineus
Nama Ilmiah : Pinus merkusii
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Caniferophyta
Kelas : Pinopsida
Ordo : Pinales
Famili : Pinaceae
Sumber: www.arnipurwaningtyas.blogspot.com/ Genus : Pinus
Diaksea pada 21 Mei 2017 pukul 20.58 Spesies : Pinus merkusii
Gambar 5.3 Anatomi Preparat Pinus Sumber: http://id.m.wikipedia.org/ Diakses
merkusii (Literatur) pada 24 April 2017 pukul 20.32 WIB

Keterangan
Perbesaran : 10 x10
Reagen : -
Sayatan : Melintang
Jenis : Isobilateral
7
.

Gambar 7.1 Morfologi Preparat Lilium sp

Gambar 7.2 Anatomi Preparat Lilium sp


(dok)
Nama Indonesia : Bakung
Nama Daerah : Bakung
Nama Ilmiah : Lilium sp
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Liliales
Famili : Liliaceae
Sumber: http://ranggabrahma.blogspot.com Genus : Lilium
Diakses 20/05/2017 pukul 14.12 WIB Spesies : Lilium sp
Sumber: http://id.m.wikipedia.org/ Diakses
Gambar 5.3 Anatomi Preparat Lilium sp
pada 24 April 2017 pukul 22.49 WIB
(Literatur)

Keterangan
Perbesaran : 10 x10
Reagen : -
Sayatan : Melintang
Jenis :
Daftar Pustaka

Agustina, Tri Wahyu. Materi Ajar Anatomi Tumbuhan. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati.

Cailliau, Julie. 2006. Visual Ilmu dan Pengetahuan Populer. Monteral: UGM Press.

Campbell, Neil A. 2003. Biologi Edisi Ke Lima Jilid II. Jakarta: Erlangga.

Fahn A. 1991. Anatomi Tumbuhan Edisi Ketiga. Yogyakarta : UGM Press

Kimball, John W. 1994. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. jakarta : Erlangga

Mulyani, Sri. 2006. Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: PT Kanisius.

Savitri, sandi, Evika, MP. 2008. Petunjuk Praktikum Struktur Perkembangan Tumbuhan
(Anatomi Tumbuhan). Malang : UIN Press

Rahayu, Puri, dkk. 2015. Perbedaan Anatomi Jaringan Stomata Berbagai Daun Genus
Allamanda. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Biologi : Universitas
Muhammadiyah Malang.