Anda di halaman 1dari 7

Pendahuluan

Sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki iklim tropis dengan curah
hujan yang cukup tinggi. Namun siapa sangka, di negara yang subur ini terdapat fenomena alam
yang unik berupa gumuk pasir yang mirip dengan padang gurun di negara-negara timur tengah.
Fenomena Gumuk Pasir ini dapat ditemui di sepanjang muara Sungai Opak hingga Pantai
Parangtritis, Bantul, Yogyakarta.

Gumuk Pasir merupakan fenomena alam berupa gundukan-gundukan pasir menyerupai bukit akibat
dari pergerakan angin. Istilah gumuk sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti gundukan atau
sesuatu yang menyembul dari permukaan yang datar. Secara morfoganesa (proses terjadinya gumuk
pasir), terjadinya Gumuk Pasir di sepanjang Pantai Parangtritis tak bisa lepas dari keberadaan
Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Kali Opak, Kali Progo, dan Pantai Parangtritis.

Partikel pasir yang membentuk gumuk-gumuk pasir berasal dari material vulkanik Gunung Merapi
yang dibawa aliran Sungai Opak dan Sungai Progo menuju laut selatan. Sesampainya di muara,
material vukanik tersebut dihantam gelombang Samudra Indonesia yang kuat. Material tersebut
mengalami penggerusan hingga berubah menjadi butiran pasir yang sangat halus.

Butiran pasir ini diterbangkan angin laut ke daratan. Ketika sudah berada di daratan, butiran pasir
halus ini terus mengalami pergerakan sesuai dengan hembusan angin. Pada musim peralihan, angin
bertiup sangat kencang dan membawa pasir lebih banyak hingga terbentuklah gundukan-gundukan
pasir menyerupai bukit yang disebut dengan Gumuk Pasir. Proses pembentukan gumuk pasir ini
memakan waktu ribuan tahun sebelum menghasilkan fenomena gumuk pasir seperti yang dapat
ditemui saat ini.

Gumuk Pasir Parangtritis mempunyai kondisi yang sangat spesifik, salah satunya adalah perubahan
suhu yang sangat ekstrim antara siang dan malam hari. Hal ini menyebabkan hanya flora dan fauna
tertentu saja yang bisa bertahan di kawasan ini. Anda yang memiliki ketertarikan khusus
menyangkut fanomena alam sekitar, tentunya akan sangat merugi jika melewatkan kesempatan
mengunjungi Gumuk Pasir ini

http://maulida-apaaja.blogspot.co.id/2011/05/gumuk-pasir.html

Pengertian

Gumuk pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin. Gumuk pasir dapat
dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan angin tinggi untuk
mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran pasir, dan permukaan tanah untuk tempat
pengendapan pasir, biasanya terbentuk di daerah arid (kering).

Gumuk pasir cenderung terbentuk dengan penampang tidak simetri. Jika tidak ada stabilisasi oleh
vegetasi gumuk pasir cenderung bergeser ke arah angina berhembus, hal ini karena butir-butir pasir
terhembus dari depan ke belakang gumuk. Gerakan gumuk pasir pada umumnya kurang dari 30
meter pertahun.
Bentuk gumuk pasir bermacam-macam tergantung pada faktor-faktor jumlah dan ukuran butir pasir,
kekuatan dan arah angin, dan keadaan vegetasi. Bentuk gumuk pasir pokok yang perlu dikenal
adalah bentuk melintang (transverse), sabit (barchan), parabola (parabolic), dan memanjang
(longitudinal dune).

Secara global gumuk pasir merupakan bentuklahan bentukan asal proses angin (aeolian).
Bentuklahan bentukan asal proses ini dapat berkembang dengan baik apabila terpenuhi persyaratan
sebagai berikut :

1) Tersedia material berukuran pasir halus hingga kasar dalam jumlah yang banyak.

2) Adanya periode kering yang panjang dan tegas.

3) Adanya angin yang mampu mengangkut dan mengendapkan bahan pasir tersebut.

4) Gerakan angin tidak banyak terhalang oleh vegetasi maupun obyek lain.

Endapan oleh angin terbentuk oleh adanya pengikisan,pengangkutan dan pengendapan bahan-
bahan tidak kompak oleh angin. Endapan karena angin yang paling utama adalah gumuk
pasir(sandunes),dan endapan debu(loose). Kegiatan angin mempunyai dua aspek utama,yaitu
bersifat erosif dan deposisi. Bentuklahan yang berkembang terdahulu mungkin akan berkembang
dengan baik apabila di padang pasir terdapat batuan.

Morfologi

Bentuk gumuk pasir bermacam-macam tergantung pada faktor-faktor jumlah dan ukuran butir pasir,
kekuatan dan arah angin, dan keadaan vegetasi. Bentuk gumuk pasir pokok yang perlu dikenal
adalah bentuk sabit (barchans),melintang (transverse), memanjang (longitudinal dune), parabola
(parabolik), bintang (star dune).

Kerja angin mempunyai 2 aspek, yaitu erosif dan akumulatif. Akumulatif seperti yang terjadi di
daerah pantai berpasir sangat dipengaruhi oleh ukuran butir dari materialnya. Bentuk-bentuk gumuk
pasir seperti barchan, parabolik, longitudinal dan transversal merupakan tipe gumuk pasir yang
berkembang di bawah pengaruh aktivitas angin. Gumuk pasir merupakan akumulasi pasir lepas
berupa gundukan dengan bentuk teratur.
Umumnya gumuk pasir terbentuk pada pantai berpasir yang landai dan datar, ada angin yang
berhembus dengan kecepatan tinggi, sinar matahari kontinyu, ada akumulasi pasir yang berasal dari
sungai yang bermuara di situ, terdapat bukit penghalang di belakang pantai dan tumbuhan berupa
spinifex lithorus, pandanus, calanthropus gigantae, ipomoa pescaprae dan kaktus.

Beberapa ciri khusus antara lain berstruktur sedimen permukaan gelembur gelombang (ripple
mark) akibat pergeseran butiran pasir pengaruh arah angin, perlapisan horisontal di bagian dalam,
lapisan bersusun dan silang siur. Rona cerah, tekstur halus-seragam, pola teratur dan banyak sungai
bermuara dan melebar akibat pertemuan dengan laut. Kadang terbentuk danau tapal kuda (“oxbow
lake”), sungai berpindah dan akumulasi material pasir di depan tebing penghalang.

Secara garis besar, ada dua tipe gumuk pasir, yaitu free dunes (terbentuk tanpa adanya suatu
penghalang) dan impedeed dunes (yang terbentuk karena adanya suatu penghalang.Beberapa tipe
gumuk pasir :

a) Gumuk Pasir Tipe Barchan (barchanoid dunes)

Gumuk pasir ini bentuknya menyerupai bulan sabit dan terbentuk pada daerah yang tidak memiliki
barrier. Besarnya kemiringan lereng daerah yang menghadap angin lebih landai dibandingkan
dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin, sehingga apabila dibuat penampang
melintang tidak simetri. Ketinggian gumuk pasir barchan umumnya antara 5 – 15 meter. Gumuk
pasir ini merupakan perkembangan, karena proses eolin tersebut terhalangi oleh adanya beberapa
tumbuhan, sehingga terbentuk gumuk pasir seperti ini dan daerah yang menghadap angin lebih
landai dibandingkan dengan kemiringan lereng daerah yang membelakangi angin.

b) Gumuk Pasir Melintang (transverse dune)

Gumuk pasir ini terbentuk di daerah yang tidak berpenghalang dan banyak cadangan pasirnya.
Bentuk gumuk pasir melintang menyerupai ombak dan tegak lurus terhadap arah angin. Awalnya,
gumuk pasir ini mungkin hanya beberapa saja, kemudian karena proses eolin yang terus menerus
maka terbentuklah bagian yang lain dan menjadi sebuah koloni. Gumuk pasir ini akan berkembang
menjadi bulan sabit apabila pasokan pasirnya berkurang.

c) Gumuk Pasir Parabolik

Gumuk pasir ini hampir sama dengan gumuk pasir barchan akan tetapi yang membedakan adalah
arah angin. Gumuk pasir parabolik arahnya berhadapan dengan datangnya angin. Awalnya, mungkin
gumuk pasir ini berbentuk sebuah bukit dan melintang, tetapi karena pasokan pasirnya berkurang
maka gumuk pasir ini terus tergerus oleh angin sehingga membentuk sabit dengan bagian yang
menghadap ke arah angin curam.

Gambar gumuk pasir tipe parabolik bervegetasi


d) Gumuk Pasir Memanjang (linear dune)

Gumuk pasir memanjang adalah gumuk pasir yang berbentuk lurus dan sejajar satu sama lain. Arah
dari gumuk pasir tersebut searah dengan gerakan angin. Gumuk pasir ini berkembang karena
berubahnya arah angin dan terdapatnya celah diantara bentukan gumuk pasir awal, sehingga celah
yang ada terus menerus mengalami erosi sehingga menjadi lebih lebar dan memanjang.

e) Gumuk Pasir Bintang (star dune)

Gumuk pasir bintang adalah gumuk pasir yang dibentuk sebagai hasil kerja angin dengan berbagai
arah yang bertumbukan. Bentukan awalnya merupakan sebuah bukit dan disekelilingnya berbentuk
dataran, sehingga proses eolin pertama kali akan terfokuskan pada bukit ini dengan tenaga angin
yang datang dari berbagai sudut sehingga akan terbentuk bentuklahan baru seperti bintang. Bentuk
seperti ini akan hilang setelah terbentuknya bentukan baru disekitarnya.

f) Tipe Impedeed Dunes

1. Blowout
Bentuk : Terdapat penutup lahan (misal : vegetasi) disekitar cekungan. Terbentuk karena deflasi
local.

2. Echo dunes

Bagian tepi yang memanjang, terpisah dari topografi penghalang.Proses pembentukan : akumulasi
pada zone perputaran aliran angin karena zone penghalang.

Proses terbentuknya berbagai jenis gumuk pasir disebabkan oleh arah bertiupnya angin, hal ini
menyebabkan berbagai jenis gumuk pasir berdasarkan arah anginnya, seperti berikut ini :
sumber :

http://ag.arizona.edu/~lmilich/dune.html

http://www.nps.gov/grsa/naturescience/dune-types.htm

http://maulida-apaaja.blogspot.com/2011/05/gumuk-pasir.html

http://maulida-apaaja.blogspot.com/2011/05/gumuk-pasir.html

http://enenkq.blogspot.com/2012/07/pengertian-sand-dune-atau-gumuk-pasir.html