Anda di halaman 1dari 21

Bambang Priyambodo's Weblog

Media Untuk Belajar & Berbagi Mengenai Manajemen Farmasi Industri

Sistem Tata Udara (AHU/HVAC)


Sistem Tata Udara atau yang lebih sering dikenal dengan AHU (Air handling Unit) atau HVAC (Heating, Ventilating
and Air Conditioning), memegang peran penting dalam industri farmasi. Hal ini antara lain disebabkan karena :

Untuk memberikan perlindungan terhadap lingkungan pembuatan produk,


Memastikan produksi obat yang bermutu,
Memberikan lingkungan kerja yang nyaman bagi personil,
Memberikan perlindungan pada Iingkungan di mana terdapat bahan berbahaya melalui  pengaturan sistem
pembuangan udara yang efektif dan aman dari bahan tersebut.

AHU merupakan cerminan penerapan CPOB dan merupakan salah satu sarana penunjang kritis yang membedakan
antara industri farmasi dengan industri lainnya.

Pengertian

Sistem Tata Udara adalah suatu sistem yang mengondisikan lingkungan melalui pengendalian suhu, kelembaban
nisbi, arah pergerakan udara dan mutu udara – termasuk pengendalian partikel dan pembuangan kontaminan
yang ada di udara (seperti ‘vapors’ dan ‘fumes’).

Disebut “sistem” karena AHU terdiri dari beberapa mesin/alat yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda,
yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga membentuk suatu sistem tata udara yang dapat mengontrol suhu,
kelembaban, tekanan udara, tingkat kebersihan, pola aliran udara serta jumlah pergantian udara di ruang produksi
sesuai dengan persyaratan ruangan yang telah ditentukan.

Sistem Tata Udara (AHU/HVAC), biasanya terdiri dari :

1. Cooling coil atau evaporator


2. Static Pressure Fan atau Blower
3. Filter
4. Ducting
5. Dumper
HVAC dengan Sistem Chilled Water

Desain Sistem HVAC

Tujuan dari desain Sistem Tata Udara adalah untuk  menyediakan sistem sesuai dengan ketentuan CPOB untuk
memenuhi kebutuhan perlindungan produk dan proses sejalan dengan persyaratan GEP (Good Engineering
Practices), seperti keandalan, perawatan, keberlanjutan, eksibilitas, dan keamanan.

Desain Sistem Tata Udara memengaruhi tata letak ruang berkaitan dengan hal seperti posisi ruang penyangga
udara (airlock) dan  pintu. Tata letak ruang memberikan efek pada kaskade perbedaan tekanan udara ruangan dan
pengendalian kontaminasi silang. Pencegahan kontaminasi dan kontaminasi silang merupakan suatu
pertimbangan desain yang esensial dari sistem Tata Udara. Mengingat aspek kritis ini, desain Sistem Tata Udara
harus dipertimbangkan pada tahap desain konsep industri farmasi.

Masalah yang biasanya dikaitkan dengan desain Sistem Tata Udara adalah : .

Pola alur personil, peralatan dan material;


Sistem produksi terbuka atau tertutup;
Estimasi kegiatan pembuatan di setiap ruangan;
Tata letak ruang;
Finishing dan kerapatan konstruksi ruangan;
Lokasi dan konstruksi pintu;
Strategi ruang penyangga udara;
Strategi pembersihan dan penggantian pakaian;
Kebutuhan area untuk peralatan sistem Tata udara dan jaringan saruran udara (ductwork);
Lokasi untuk pemasokan udara, pengembalian udara dan pembuangan udara.

PARAMETER KRITIS

Parameter kritis dari tata udara yang dapat memengaruhi produk adalah :

suhu
kelembaban
partikel udara (viabel dan non viabel)
perbedaan tekanan antar ruang dan pola aliran udara
volume alir udara dan pertukaran udara
sistem ltrasi udara

Pertimbangan :

Klasi kasi ruang


Produk/bahan yang digunakan
Jenis proses, padat, cairan/semi padat atau steril
Proses terbuka atau tertutup

Persyaratan Kelas Ruangan


Tipe-tipe Dasar Desain HVAC

Ada 3 kategori dasar untuk Sistem Tata Udara:

1. Sistem udara segar 100% (sekali lewaf) /full fresh-air (once-through);


2. Sistem resirkulasi; dan
3. Sistem ekstraksi/ exhaust.
Sistem ini menyuplai udara luar yang sudah diolah hingga memenuhi persyaratan kondisi suatu ruang, kemudian
diekstrak dan dibuang ke atmosfer. Sistem ini biasanya
digunakan pada fasilitas yang menangani produk/ pelarut beracun untuk mencegah udara tercemar disirkulasikan
kembali.
Resirkulasi harus tidak menyebabkan risiko kontaminasi atau kontaminasi silang (termasuk uap dan bahan yang
mudah menguap). Kemungkinan penggunaan udara resirkulasi ini dapat diterima, bergantung pada jenis
kontaminan udara pada sistem udara balik. Hal ini dapat diterima blla ltet HEPA dipasang pada aliran udara
pasokan (atau aliran udara balik) untuk menghilangkan kontaminan sehingga mencegah kontaminasi silang.

Bila dimungkinkan, debu atau cemaran uap hendaklah dihilangkan dari sumbernya. Titik tempat ekstraksi
hendaklah sedekat mungkin dengan sumber keluarnya debu. Dapat digunakan ventilasi setempat atau tudung
penangkap debu yang sesuai. Contoh aplikasi sistem adalah Area:  Ruangan, Glove boxes, atau Lemari yang
dilengkapi dengan tudung buangan.
Contoh Aplikasi Sistem Tata Udara (AHU/HVAC)
Pengkajian Resiko

Pengkajian risiko digunakan sebagai suatu proses untuk mengevaluasi dampak sistem atau komponen terhadap
mutu produk. Penilaian risiko dilakukan dengan membagi sistem menjadi komponen-komponen dan mengevaluasi
dampak dari sistem/komponen tersebut pada Parameter Proses Kritis (Critical Process Parameters/ CPPs) yang
diturunkan dari Atribut Mutu Kritis (Critical Quality Attributes/CQAs). Karena komponen yang ada dalam sistem
dapat secara signi kan berdampak pada kemampuan untuk menjaga CPPs tetap dalam batas keberterimaan,
penetapan batas sistem merupakan langkah yang sangat penting bagi keberhasilan suatu pengkajian risiko.

Risiko dan dampak potensial suatu kegagalan sistem hendaklah dikaji oleh ahli tata udara dengan
mempertimbangkan semua moda kegagalan yang potensial, misal:

Kegagalan aliran udara;


Kegagalan lter (kehilangan pengendalian partikel udara atau kontaminasi silang),
Kegagalan pengendalian kelembaban; dan
Kegagalan satu unit Penanganan Udara yang dapat menyebabkan gangguan pada perbedaan tekanan yang
dihasilkan oleh Unit Penanganan Udara yang lain.

Demikian sekilas mengenai Sistem Tata Udara (AHU/HVAC) yang diatur dalam Petunjuk Teknis Sarana Penunjang
Kritis Industri Farmasi, sebagai bagian dari Pedoman CPOB 2012. Semoga bermanfaat.

Salam hangat,

BP – 17.03.2014
Iklan

Repair king for house


repair
Van Roll on

15.40 SGD 8.31 SGD

Info Info View now View now


Report this ad Report this ad

32 thoughts on “Sistem Tata Udara (AHU/HVAC)”

monica iwudh
13 Oktober 2014 pukul 08:59

Slamat pagi..
terima kasih atas ulasan tentang sistem hvac untuk industri di atas, ada yang saya mw tanyakan hvac kelas a&b , c ,
d&e yang ada diatas merupakan contoh dasar sistem hvac atau contoh sistem hvac pada insdustri farmasi? kalau
iya, industri farmasi apa?
terima kasih

Bambang Priyambodo Penulis Tulisan

13 Oktober 2014 pukul 15:34

Terima kasih atas atensinya. HVAC kelas A, B, C, D dan E merupakan PERSYARATAN kelas ruangan yang digunakan
untuk produksi OBAT. Jadi suatu obat tertentu hanya boleh diproduksi sesuai dengan ruangan kelas yang sudah
ditetapkan.
Jadi misalnya untuk obat yang diproduksi secara Steril dengan tehnik ASEPTIS, maka HARUS diproduksi di ruang
kelas A dengan latar belakang kelas B.
Sedangkan obat steril yang diproduksi secara Non-Aseptis, diproduksi di ruang kelas A dengan latar belakang kelas
C.
Untuk obat-obat NON-STERIL bisa diproduksi di ruangan dengan kelas E.
Jadi industri farmasi-nya tergantung dari obat yang diproduksi.

Demikian, mudah2an membantu.


Thanks,
BP

uki
14 Oktober 2014 pukul 17:01

terima kasih atas informasinya ini sangat membantu sy dalam mendukung pekerjaan sy saat ini yng bergerak di
bidang konstruksi teerutama yang berhubungan dengan bangunan clean room

monica iwudh
14 Oktober 2014 pukul 09:44

Terima kasih atas ulasannya bapak, semoga membantu dikuliah saya.

kiyat riswanto
14 November 2014 pukul 05:40

Terima kasih atas sharing ilmunya.Ada tidak artikel tentang water treatment RO/EDI?

Bambang Priyambodo Penulis Tulisan

21 November 2014 pukul 22:27

Lihat di sini bagian Sistem Pengolahan Air (SPA)

Budi A.
30 November 2015 pukul 22:00

Pak Bambang, bagus sekali artikel yg ditulis. Saya ingin tanya sedikit, apakah kondisi tsb juga tepat diterapkan di
lingkungan peralatan elektronik canggih? (server komputer dan fasilitas pendukungnya di data center misalnya)
yudi prasetyo
21 November 2014 pukul 14:20

Terima kasih informasinya. Saya tertarik web pak Bambang, termasuk artikel ‘rehat’ perjalanan ke LN. Untuk
Kuali kasi HVAC berapa lama waktu pengujian kinerja parameter kritisnya ?. Untuk suhu, RH dan beda tekanan
mungkin mudah diuji apalagi sudah Online (BAS). Tapi untuk parameter : partikel (viabel dan non viabel) ,
pertukran udara akan susah jika butuh waktu lama.
Mohon pencerahannya.

Tks & salam


Yudi P

heni sumarni
17 Februari 2015 pukul 11:24

untuk HVAC dibutuhkan Airclener dan untuk keterangan lebih lanjut tentang Air Cleaner bisa hubungi saya di no
087777004047

Tulus Setyo
15 Juni 2015 pukul 13:29

Kalau ada keperluan untuk HVAC maupun cleanroom seperti humidity & temperature transmitter, di erential
pressure transmitter dan mechanical pressure switch.
Untuk di erential pressure type 699 dan 698 (Brand Huba Control dr Swiss)
Humidity & Temp transmitter (Brand : E+E Elektronik dr Austria)
bisa hubungi saya Tulus Setyo 082312841116

suki
7 Agustus 2015 pukul 16:20

Dear pak Bambang,


Saya sangat tertarik dengan artikel bapa yang sangat membantu dan menjadi ins rasi para kontraktor hvac
cleanroom khususnya. Jika saya melihat gambar skematic air ow pada sistem hvac kelas a, b, c, dan d/e di atas,
saya jadi teringat ketika masih bekerja sebagai engineer&drafter pada salahsatu perusahaan swasta yang bergerak
di bidang hvac cleanroom pada manufactur farmasi ketika itu saya menggambar layout ducting lengakap dengan
gambar AHU nya, Blok distribusi AHU yang menggambarkan area yang dicover masing-masing unit AHU dan satu
lagi gambar skematik air ow yang menjelaskan bagaimana sistem AHU bekerja pada sistem hvac cleanroom,
salahsatunya resirkulasi udara dengan sistem supply dan return. Ketika itu saya menggambar untuk sebuah pabrik
farmasi (PT. .. ) untuk keperluan asistensi ke BPOM dan kelengkapan buku kuali kasi sistem hvac nya, dan
alhamdulillah gambarnya persis dengan gambar yang bapa share, dan ini sangat mudah untuk dipahami
bagaimana sistem AHU bekerja pada ruangan cleanroom.
Pada gambar resirkulasi udara saya sangat setuju dengan sistem supply dan return nya dimana ada perbedaan
posisi return (ada yang di atas dan di bawah). Untuk posisi yang di bawah ini sangat dianjurkan untuk kelas ruang
A, B, C, D/E, dengan tujuan agar sistem sirkulasi udara menjadi sempurna, sehingga kebersihan ruangan akan lebih
cepat dicapai selain dari faktor air change, kelemahan dari sistem dengan posisi return di bawah adalah biaya
tinggi. Sedangkan untuk posisi return di atas ada sedikit adakelemahan yaitu sirkulasi udara menjadi tidak
sempurna sehingga kebersihan ruangan akan lebih lama dicapai. Return di atas ini biasanya digunakan pada
sistem AHU kelas black are F/G, kelebihan dari sistem dengan posisi return di atas adalah biaya menjadi lebih
murah.
Untuk mengatasi masalah debu diruang produksi (misalnya ruang cetak tablet) selain sistem AHU dengan supply
return nya biasanya dilengkapi juga dengan unit dust collector sebagai penghisap debu dan ini tentu sangat
berpengaruh dengan sistem hvac yang ada dimana volume udara balik akan berkurang karenanya. Untuk
mengatasinya perlu diperhitungkan saat menghitung dan merencanakan sistem dan kapasitas AHU sehingga
ketika sistem dust collector ditambahkan tidak berpengaruh terhadap kebutuhan volume udara untuk ruangan
tersebut.
Terimakasih pa Bambang atas share ilmunya tentu sangat bermanfaat buat saya.

Salam.
Suki (Pin.5777FDC0)

Bambang Priyambodo Penulis Tulisan

25 Agustus 2015 pukul 16:22

Sama – sama

Nurhayati Rini
22 September 2015 pukul 15:22

bapak saya ada tugas mencari sistem dan validasi hvac industri farmasi….per anak tidakboleh sama nama
industrinya….boleh saya minta tolong….mungkin bapak punya berkenan berbagi informasi dengan saya dan
membantu saya…terima kasih bapak

Bambang Priyambodo Penulis Tulisan

22 September 2015 pukul 17:08

Silahkan mbak, informasi apa kira2 yang diperlukan?


Hakim
23 September 2015 pukul 08:48

Terima kasih Pak Bambang Priyambodo. Sangat bermanfaat bagi kami yang bekerja di laboratorium kesehatan
ikan. Insya Allah pada 2016 kami akan membangun sistem HVAC di laboratorium kami. Akan tetapi, pembangunan
yang kami lakukan bertahap mungkin selama 2-3 tahun ke depan. Jadi pada 2019 harapannya seluruh ruangan
pada laboratorium kami sudah menggunakan HVAC.
Saya ingin bertanya sedikit Pak Bambang. Saya hanya mengetahui sedikit tentang kisaran harga sistem HVAC ini.
Jika seandainya kami hanya memiliki dana 200jt (untuk pembangunan HVAC secara bertahap), kira-kira komponen/
alat apa saja yang perlu kami beli terlebih dahulu (anggap saja kami baru akan membangun di 1 ruangan terlebih
dahulu dengan dimensi p x l x t = 5 x 5 x 3 m)?
*jumlah ruangan kami seluruhnya 7 ruangan dengan dimensi yang sama.

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih Pak.

Anthonius
4 Oktober 2015 pukul 11:48

Saya banyak pengetahuan dari blog ini…. saya mau membangun pabrik kosmetik. Saya butuh informasi
persyaratan untuk bangunan fasilitas pabrik.Terima kasih Pak Bambang Priyambodo.

suki
8 Oktober 2015 pukul 05:48

Dear pa Antonius, Kami siap membantu untuk instalasi havc kelas E/D, C, B, dan A(LAF).
Terimakasih pa Bambang.
Bestregards

Yanti
7 November 2015 pukul 18:59

Untuk menjaga kebersihan lantai ruang AHU bisa menggunakan cat epoxy lantai, silahkan menghubungi Mentari
Painting Service, telp :0217132 1234, 08510332 1234, email info@mentariprima.com

Mentari Painting
7 November 2015 pukul 19:03
Untuk menjaga kebersihan lantai ruang AHU bisa menggunakan cat epoxy lantai, silahkan menghubungi Mentari
Painting Service, telp :0217132 1234, 08510332 1234, email info@mentariprima.com

Astrid A
9 November 2015 pukul 09:05

Selamat pagi Pak, saya sangat kagum sekali dengan blog bapak. sangat membantu saya dalam perkuliahan untuk
mengerti hal-hal di industri farmasi. Ada yang saya ingin tanyakan pak terkait HVAC atau AHU ini, kalau untuk di
industri alat kesehatan apakah perlu juga dibuat sistem HVAC seperti di industri obat? terimakasih pak
sebelumnya.

V. Surjana
12 Januari 2016 pukul 23:42

Yth. Pak Bambang, boleh kiranya saya mengusulkan de nisi yg ringkas dari pustaka :
The HVAC system function is to condition (heating and cooling), replace (makeup, fresh air, oxygen replacement)
pressurize (containment), and clean ( lter) the air in the environment to meet the required operational conditions
Catatan : pd. pasal HVAC biasanya terdiri atas : –> Butir 5 Dumper kiranya mestinya Damper atau sesuai buku
Petunjuk Teknis Sarana Penunjang Kritis IF, BPOM, 2013, hal. 32 : Damper dan Louver
Terima kasih.
v. surjana.

Bambang Priyambodo Penulis Tulisan

30 Januari 2016 pukul 19:16

Waduh, terima kasih banyak Pak Vincent Suryana masukannya. Apa kabar pak? sudah lama nggak ketemu…
Semoga Bapak tetap sehat, sukses selalu. Terima kasih atas segala ilmu dan bimbingan Bapak. Salam buat
keluarga.
BP

Eka
15 Maret 2016 pukul 18:18

terima kasih…artikelnya bagus sekali. tw apa ini hanya untuk industri farmasi saja? apa bisa digunakan di rumah
sakit juga terutama bagian bedah dan icu? HVAC hanya sekedar sirkulasi atau mungkin ada media untuk
mengeliminir bakteri?
alung padang
14 April 2016 pukul 14:05

selamat sore pak Bambang,


terimakasih untuk ulasannya, sangat bagus pak.
oya pak, saya ingin bertanya, apakah ada software yang dapat kita gunakan untuk melakukan design maupun
analisa tentang HVAC

Ahmad Muzakir
3 Juni 2016 pukul 15:47

Sangat membantu, terima kasih untuk informasinya pak Bambang

Tiwi Anggraini
2 September 2016 pukul 14:48

Dear Pak Bambang, saya mau bertanya tentang persyaratan suhu & kelembaban relatif ruangan yang disupply oleh
HVAC. Dalam POPP CPOB tahun 2012 jilid 1, direkomendasikan suhu & kelembaban relatif tiap kelas kebersihan
dengan persyaratan tertentu (misal syarat kelas kebersihan C: suhu 16-25 derC, kelembaban relatif 45-55%).
Apakah persyaratan tersebut mutlak harus diterapkan di industri farmasi (produksi obat injeksi), ataukah boleh
menerapkan persyaratan yang berbeda? Karena di POPP sendiri dituliskan bahwa itu adalah rekomendasi (kalau
menurut saya rekomendasi artinya boleh diterapkan & boleh tidak).
Mohon oencerahannya Pak.
Terima Kasih

Salam,
Tiwi

Hendra
25 Oktober 2016 pukul 13:35

Thanks Pak
iriyanto
23 Januari 2017 pukul 16:46

kalo serti kasi clean room class 100k berapa ya pak biayanya untuk pabrik packaging, kalo ga no kontak yg bs
dihubungi… thx

Tuti ernawati
25 Februari 2017 pukul 11:19

selamat siang pak Bambang


Bagus sekali ulasannya,bermanfaat sekali bagi sy dalam memberi masukan rencana pembangunan industri kecil
obat tradisional. Kiranya bpk berkenan membuatkan denah ruang produksi yg mana luasnya 7 x 75 meter.
Terima kasih

Putri
6 Maret 2017 pukul 14:37

siang pa bambang, mau tanya.


Syarat indikasi hepa lter untuk menyatakan bahwa hepa sudah harus diganti atau belum itu apa ya?
Kalau dengan manometer dg perbedaan tekanan udara sebelum dan sesudah hepa, apakah ada persyaratnya?
Terimakasih

andy
12 September 2017 pukul 17:52

Malam mas,mau tanya adakah contoh protap HVAC dan SOP HVAC,begitu juga ceklist untuk HVAC.
terima kasih

chemistryofray
1 November 2017 pukul 15:45

Terima kasih. Membantu sekali