Anda di halaman 1dari 6

PENGERTIAN

Menurut (WHO) Bencana adalah setiap kejadian yang menyebabkan kerusakan, gangguan
ekologis, hilangnya nyawa manusia atau memburuknya derajat kesehatan atau pelayanan
kesehatan pada skala tertentu yang memerlukan respon dari luar masyarakat atau wilayah
yang terkena.
Manajemen bencana adalah proses yang sistematis dimana didalamnya termasuk berbagai
macam kegiatan yang memanfaatkan kemampuan dari kebijakan pemerintah, juga
kemampuan komunitas dan individu untuk menyeseuaikan diri dalam rangka meminamalisir
kerugian.

Jenis Bencana Usep Solehudin (2005)


1. Bencana alam (natural disaster): masukin gambar
2. Bencana ulah manusia (man made disaster): masukin gambar

Tujuan Manajemen Bencana


1. Menghindari kerugian pada individu, masyarakat, dan Negara
2. Meminimalisasi kerugian pada individu, masyarakat dan Negara berupa kerugian yang
berkaitan dengan orang, fisik, ekonomi, dan lingkungan
3. Meminimalisasi penderitaan yang ditanggung oleh individu dan masyarakat yang terkena
bencana.
4. Membantu individu dan masyarakat yang terkena bencana supaya dapat bertahan hidup
dengan cara melepaskan penderitaan yang langsung dialami.
5. Memberi informasi masyarakat danpihak berwenang mengenai resiko.
6. Memperbaiki kondisi sehingga indivudu dan masyarakat dapat mengatasi permasalahan
akibat bencana.

SIKLUS MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA


GAMBAR !!!!!!!!!!!
Fase Pada Manajemen Bencana (CARI GAMBAR)
1. Mitigasi
Mitigasi merupakan kegiatan yang dirancang untuk mengurangi resiko dan potensi
kerusakan akibat keadaan darurat.
2. Fase Kesiapsiagaan Dan Pencegahan (Prevention Phase)
Fase kesiapsiagaan adalah fase dimana dilakukan persiapan yang baik dengan
berbagai tindakan untuk meminamalisir kerugian yang ditimbulkan akibat terjadinya
bencana dan menyusun perencanaan agara dapat melakukan kegiatan pertolongan
serta perawatan yang efektif saat terjadi bencana.
3. Fase Tindakan (Respon Phase)
Fase tindakan merupakan fase dimana dilakukan berbagai aksi darurat yang nyata
untuk menjaga diri sendiri atau harta kekayaan. Tujuan dari fase tindakan adalah
mengontrol dampak negatif dari bencana. Fase tindakan dibagi menjadi fase akut dan
fase sub akut. Fase akut, 48 jam pertama sejak bencana terjadi disebut fase
penyelamatan dan pertolongan medis darurat sedangkan fase sub akut terjadi sejak 2-
3 minggu.
4. Fase Pemulihan
Fase pemulihan merupakan fase dimana individu atau masyarakat dengan
kemampuannya sendiri dapat memulihkan fungsinya seperti kondisi sebelumnnya.
Pada fase ini orang-orang mulai melakukan perbaikan darurat tempat tinggal, mulai
sekolah atau bekerja, memulihkan lingkungan tempat tinggalnya. Fase ini merupakan
masa peralihan dari kondisi darurat ke kondisi tenang.
5. Fase Rehabilitasi
Fase Rehabilitasi merupakan fase dimana individu atau masyarakat berusaha
mengembalikan fungsi fungsi-fungsinya seperti sebelum bencana dan merencanakan
rehabilitasi terhadap seluruh komunitas. Keadaannya mengalami perubahan dari
sebelum bencana.
Pelayanan Medis Bencana Berdasarkan Siklus Bencana
1. Fase Akut Pada Siklus Bencana
Prioritas di lokasi bencana, pertolongan terhadap korban luka dan evakuasi
dari lokasi berbahaya ke tempat yang aman. 3 T (triage, treatment, dan
transportation).

2. Fase Menengah Dan Panjang Pada Siklus Bencana


Fase perubahan pada lingkungan tempat tinggal. Pada fase ini harus
memperhatikan segi keamanan, membantu terapi kejiwaan korban bencana,
membantu kegiatan untuk memulihkan kesehatan hidup dan membangun kembali
komunitas social.

3. Fase Tenang Pada Siklus Bencana


Fase tidak terjadi bencana, pada fase ini diperlukan pendidikan
penanggulangan bencana saat bencana terjadi, pelatihan pencegahan bencana pada
komunitas dengan melibatkan penduduk setempat, pengecekan dan pemeliharaan
fasilitas peralatan pencegahan bencana baik di daerah maupun fasilitas medis, serta
membangun sistem jaringan bantuan.

Peran Perawat Dalam Manajemen Bencana


1. Peran dalam Pencegahan Primer
a. Mengenali instruksi ancaman bahaya
b. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan saat fase emergency (makanan, air, obat-
obatan, pakaian dan selimut, serta tenda)
c. Melatih penanganan pertama korban bencana.
d. Berkoordinasi berbagai dinas pemerintahan, organisasi lingkungan, palang merah
nasional maupun lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam memberikan
penyuluhan dan simulasi.
2. Peran Perawat Pada Pase pra Bencana
Siklus penanganan bencana pada pase pra bencana yaitu Kesiapan Dan
Pencegahan dengan peran perawat pada pase pra bencana :
a. Perawat mengikuti pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan dalam
penanggulangan ancaman bencana untuk setiap fasenya.
b. Perawat ikut terlibat dalam berbagai dinas pemerintahan, organisasi lingkungan,
paling merah nasional, maupun lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam
memberikan penyuluhan dan simulasi persiapan menghadapi ancaman bencana
kepada masyarakat.
c. Perawat terlibat dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan
kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana

3. Peran Perawat dalam Keadaan Darurat (Impact Phase)


TRIASE
Merah — paling penting, prioritas utama. keadaan yang mengancam kehidupan
sebagian besar pasien mengalami hipoksia, syok, trauma dada, perdarahan internal,
trauma kepala dengan kehilangan kesadaran, luka bakar derajat I-II
Kuning — penting, prioritas kedua. Prioritas kedua meliputi injury dengan efek
sistemik namun belum jatuh ke keadaan syok karena dalam keadaan ini sebenarnya
pasien masih dapat bertahan selama 30-60 menit. Injury tersebut antara lain fraktur
tulang multipel, fraktur terbuka, cedera medulla spinalis, laserasi, luka bakar
derajat II
Hijau — prioritas ketiga. Yang termasuk kategori ini adalah fraktur tertutup, luka
bakar minor, minor laserasi, kontusio, abrasio, dan dislokasi
Hitam — meninggal. Ini adalah korban bencana yang tidak dapat selamat dari
bencana, ditemukan sudah dalam keadaan meninggal.
4. Peran Perawat Di Dalam Posko Pengungsian Dan Posko Bencana
a. Memfasilitasi jadwal kunjungan konsultasi medis dan cek kesehatan sehari-hari
b. Tetap menyusun rencana prioritas asuhan keperawatan harian
c. Merencanakan dan memfasilitasi transfer pasien yang memerlukan penanganan
kesehatan di RS
d. Mengevaluasi kebutuhan kesehatan harian
e. Memeriksa dan mengatur persediaan obat, makanan, makanan khusus bayi,
peralatan kesehatan

5. Peran Perawat Pada Pase Intra/Saat Bencana


Siklus penanganan bencana pada pase intra/saat bencana yaitu Tanggap darurat
dengan peran perawat pada pase intra/saat bencana :
a. Bertindak cepat
b. Do not promise. Perawat seharusnya tidak menjanjikan apapun dengan pasti,
dengan maksud memberikan harapan yang besar pada para korban selamat.
c. Berkonsentrasi penuh pada apa yang dilakukan
d. Koordinasi danmenciptakan kepemimpinan.
Untuk jangka panjang, bersama-sama pihak yang terkait dapat mendiskusikan
dan merancang master plan of revitalizing, biasanya untuk jangka waktu 30
bulan pertama.
6. Peran Perawat Dalam Fase Postimpact
Siklus penanganan bencana pada pase post/pasca bencana yaitu Rekuntruksi dan
rehabilitasi dengan peran perawat pada pase post/pasca bencana :
a. Bencana tentu memberikan bekas khusus bagi keadaaan fisik, sosial, dan
psikologis korban.
b. Stres psikologis yang terjadi dapat terus berkembang hingga terjadi post-
traumatic stress disorder (PTSD) yang merupakan sindrom dengan tiga kriteria
utama. Pertama, gejala trauma pasti dapat dikenali. Kedua, individu tersebut
mengalami gejala ulang traumanya melalui flashback, mimpi, ataupun
peristiwa-peristiwa yang memacunya. Ketga, individu akan menunjukkan
gangguan fisik. Selain itu, individu dengan PTSD dapat mengalami penurunan
konsentrasi, perasaan bersalah, dan gangguan memori.
c. Tim kesehatan bersama masyarakat dan profesi lain yang terkait bekerja sama
dengan unsur lintas sektor menangani masalah kesehatan masyarakat pasca-
gawat darurat serta mempercepat fase pemulihan menuju keadaan sehat dan
aman.

KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bencana dapat mengakibatkan masalah
fisik, psikologis, sosial, spiritual, dan ekonomi. Manajemen bencana perlu dilakukan
secara cepat dalam mengatasi bencana. Manajemen yang dilakukan dapat dilakukan
sesuai fase. Manajemen yang cepat dan tepat dapat meminimalisir masalah dan
kerugian yang terjadi akibat bencana. Peranan pelayanan medis juga penting dalam
manajemen bencana. Perawat memilki peranan dan kontribusi pada setiap fase dalam
manajemen bencana. Oleh karena itu, manajemen bencana merupakan hal penting yang
harus dilakukan dalam mengatasi bencana.