Anda di halaman 1dari 7

Penentuan Kadar Nitrogen dengan

Metode KJELDAHL
Posted on November 19, 2014 | Tinggalkan komentar

Metode ini ditemukan oleh ahli kimia berkebangsaan Denmark bernama Johan Kjeldahl di
abad 19. Pada awal mulanya Johan Kjeldahl yang bekerja di industri bir ini tidak puas dengan
metode yang sudah ada untuk menghitung kadar nitrogen sehingga mengembangkan metoda
sendiri.

Metode ini masih dipakai secara luas hingga saat ini di berbagai bidang industri dan diakui
secara resmi oleh badan-badan standar internasional seperti AOAC, EPA, DIN dan ISO.
Bidang industri yang biasa memakai metode ini a.l :
– Makanan (susu, daging, sereal, dll)
– Pakan ternak
– Pupuk dan analisa tanah
– Pengolahan limbah
– Pelumas, fuel oil
– Karet dan Plastik

Pada dasarnya metode Kjeldahl dibagi dalam beberapa langkah sbb. :

Adapun penjelasan langkah-langkahnya sbb. :


1.Preparasi sample
Tujuan preparasi sample adalah untuk mengkondisikan sample sehingga siap untuk dilakukan
langkah selanjutnya yaitu digestion. Apabila sample-nya padat harus digilling terlebih dahulu
dengan besaran mesh <1 mm. Apabila berupa cairan atau semi solid diaduk-aduk sehingga
sample dalam kondisi homogen.
2.Digestion
Tujuan dari langkah ini adalah untuk melepaskan ikatan Nitrogen dalam protein menjadi
ammonium sulfat dengan cara dicampurkan reagent Asam Sulfat, katalis dan antifoam jika
diperlukan. Campuran tersebut selanjutnya dipanaskan. Dalam proses ini akan terjadi reaksi
kimia sbb. :
Sample + H2SO4 ———> (NH4)2SO4 + CO2 + SO2 + H2O

3.Distillation
Pada langkah ini larutan Ammonium sulfat hasil dari proses digestion ditambahkan larutan
sodium hydrat untuk menetralkan asam sulfat. Pada proses ini ammonium akan berubah
menjadi ammonia yang bebas (NH3). Proses selanjutnya ammonia bebas ini akan dipanaskan
oleh pembangkit uap dan dikondensasikan. Untuk mencegah ammonia menguap kembali
karena bersifat volatil maka ditambahkan larutan asam borik. Dalam proses ini terjadi 2
proses reaksi kimia sbb. :
Pembebasan ammonia oleh Sodium Hydrat :
(NH4)2SO4 + 2NaOH ————–> Na2SO4 + 2H2O + 2NH3
Pengikatan Ammonia oleh Asam Borik :
B(OH)3 + H2O + NH3 ————-> (NH4+) + B(OH)4-

4.Titration
Penentuan kadar ammonia dapat dilakukan dengan cara titrasi asam basa (colorimetric,
potensiometric, etc) atau cara lain. Contoh titrasi dapat dilakukan dengan Sodium Carbonat.
Reaksi titrasi :
B(OH)3 + H2O + Na2CO3 ————> NaHCO3 + NaB(OH)4 + CO2 + H2O

5.Calculation
Langkah terakhir adalah penghitungan kadar Nitrogen dari hasil titrasi. Hasil penghitungan
ini akan mendapatkan nilai %TKN (Total Kjeldahl Nitrogen). Adapun rumus
penghitungannya adalah sbb. :

Keterangan :
– Tr.Sample = Jumlah titrant untuk sample (ml)
– Tr. Blank = Jumlah titran untuk Blank / tanpa sample (ml)
– N = Normalitas titrant
– mg.Sample = berat sample (mg)

Selanjutnya konsentrasi Protein dapat dihitung dengan mengalikan %TKN dengan bilangan
faktor pembentuk protein. Pada masing-masing bahan faktor kali ini berbeda-beda. Sebagai
contoh : 6.38 untuk produk susu, 6.25 untuk gading, telur, jagung dan gandum, 5.83 untuk
jenis biji-bijian kacang, 5.70 untuk terigu dan 5.46 untuk kacang tanah.

Berikut ini kami berikan contoh alat untuk analisa protein dengan metode Kjeldahl yang
diproduksi oleh VELP, sebuah pabrikan alat-alat untuk laboratorium yang cukup terkenal dari
Italia.
Gambar 1. Automatic Digestion Unit dilengkapi dengan fasilitas Fume Scrubber untuk
menetralisir uap berbahaya.
Gambar 2. Automatic Distillation Unit dilengkapi dengan External Titrator

Gambar 3. Automatic Distillation Unit dilengkapit dengan Internal Colorimetric Titrator dan
Autosampler.

Keterangan Gambar :

Gambar 1. Digestion Unit berupa pemanas heating dengan lubang-lubang untuk meletakkan
test tube. Pemanas dapat diprogram sesuai dengan kebutuhan. Alat ini dilengkapi dengan
motor penggerak yang akan secara otomatis mengangkat test tube ke atas jika proses
pemanasan sudah cukup.

Gambar 2. Distillation Unit, untuk melakukan distillasi ammonia (NH3). Unit ini juga dapat
diprogram secara otomatis menambahkan reagent-reagent yang diperlukan dengan volume
tertentu. Pada akhir proses distilasi kita bisa memilih untuk dilakukan titrasi secara otomatis
menggunakan eksternal titrator.

Gambar 3. Distillation Unit, serupa dengan gambar 2 tetapi sudah dilengkapi fasilitias
Internal Titrator dan Autosampler. Alat ini sangat cocok untuk industri yang memerlukan
analisa Nitrogen dengan jumah cukup banyak.

Semoga bermanfaat.

Nama(wajib)
Email(wajib)
Website

Komentar(wajib)
Iklan

Terkait

Penentuan Kadar Nitrogen Methode DUMASdalam "General Laboratory"

Tehnik Pengukuran Viskositasdalam "Viscometry"


Refractometerdalam "General Laboratory"

Pos ini dipublikasikan di General Laboratory dan tag analysis, Kjeldahl, Nitrogen, Protein.
Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan


 Email Subscription

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new
posts by email.

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

Authors :

 duniaanalitika
o Mengenal Microcontroller
o Penentuan Kadar Nitrogen Methode DUMAS
o Penentuan Kadar Nitrogen dengan Metode KJELDAHL
o Menjaga Performa Alat Ukur di Laboratorium
o Interscience – STOMACHER
o Seward – Stomacher
o Thermosel – Brookfield
o Viscometer LVDV-II Pro – Video
o Kirim Blog Kamu ke Search Engine
o Setting Viscometer (Video)

 RSS - Tulisan

 Search

Cari untuk:


Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

 Ikuti