Anda di halaman 1dari 28

FUNGI/JAMUR

Terdiri atas

Pengertian Ciri-ciri Habitat Reproduksi Klasifikasi Peranan Pembiakan


tubuh

Berdasarkan Berdasarkan Secara Terdiri atas Dapat

Saproba Zygomycota Menguntungkan


Ukuran Vegetatif

Parasit Ascomycota Merugikan


Bentuk Generatif

Simbiosis Basidiomycota
Warna Mutualisme
Deuteromycota
Struktur Lichen

Mikori
za

Kata Kunci
 Ascomycota  Fungi  Lichen
 Basidiomycota  Hifa  Ragi
 Cendawan  Kapang  Septa
 Deuteromycota  Khamir  Zygomycota

FUNGI/JAMUR 0
PENDAHULUAN

Pasti kalian sudah bisa menebak hanya dengan melihat gambar ini. Ya, ini adalah beberapa
jenis jamur yang ada di bumi ini yang hanya bisa di temukan di tempat-tempat tertentu saja.
Jamur sering dianggap sebagai organisme yang tergolong dalam tumbuhan, tetapi adapula yang
menganggap jamur sebagai golongan organisme yang terpisah dengan tumbuhan. Dengan
demikian terdapat pula perbedaan dalam klasifikasinya, Allah telah menciptakan makhluk
hidupnya berbagai macam.

Artinya : “Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-
binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut
kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa,
lagi Maha Pengampun”.

FUNGI/JAMUR 1
Adapun hadist Nabi Muhammaad SAW tentang jamur termuat dalam bab pengobatan. Imam
Bukhari meriwayatkan dua kali (Bukhari, VII, [t.th.]: 17), Imam Muslim meriwayatkannya 7
kali, dan kitab-kitab yang lainnya lebih banyak lagi.

Diantara sabda Nabi itu adalah sebagai berikut:


– – – ‫)سمعت رسول هللا صلى هللا عليه وسلم يقول الكماة من المن وماءها شفاء للعين (رواه مسلم عن سعيد بن زيد‬
Artinya:
... Aku mendengar Rasulullah bersabda: Kam’at (jenis jamur) adalah bagian dari dunia
jamur. Airnya adalah obat penyakit mata (H.R. Muslim dariSa’id bin Zaid).

Yang dimaksud al-manna adalah tetumbuhan berwarna putih, banyak kandungan lemak, dan
termasuk rumpun jamur. Al-Kam’at maupun al-manna adalah sama-sama jenis jamur. Hadis ini
memberi petunjuk bahwa jamur banyak jenisnya. Jamur tertentu dapat dijadikan obat penyakit
tertentu. Kasus ini mengandung implikasi bahwa kita supaya lebih banyak lagi mempelajari
aneka jenis jamur, baik dari segi sarana pengobatan, maupun dari segi pemberantasannya ketika
jamur itu membahayakan kesehatan manusia. Tetapi adapula jamur yang memang
menguntungkan dan juga meruguikan bagi kehidupan manusia.

Sebelum memulai pembelajaran biasakan selalu berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar
setiap yang Anda pelajari dapat bermanfaat bagi kehidupan.

FUNGI/JAMUR 2
FUNGI / JAMUR

Dalam kehidupan sehari-hari, kita memanfaatkan jenis jamur tertentu dalam pembuatan
beberapa bahan makanan, misalnya tempe dan oncom. Jamur dapat tumbuh dikulit dan
menyebabkan noda-noda putih serta menimbulkan rasa gatal. Kitapun dapat menemukan jamur
di tempat-tempat tertentu seperti: di tempat pembuangan sampah, dibagian kayu yang mati atau
lapuk atau ditempatkan jerami padi. Tanpa jamur maka bumi ini akan penuh bangkai dan
sampah. Mengapa demkian??

Gambar 1.1 Jamur makroskopis dan mikroskopis


Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/fungi

Jamur dikenal dengan istilah kapang (mold), khamir (yeast), ragi, atau cendawan
(mushroom). Istilah kapang (mold) digunakan untuk menyebut jamur pada tahap reproduksi
secara aseksual (vegetatif). Pada tahap tersebut,miselium tumbuh dengan cepat dan
menghasilkan banyak spora aseksual. Istilah ragi dan khamir digunakan untuk menyebut jamur
bersel satu (uniseluler), misalnya ragi pengembang adonan roti Saccharomyces cerevisiae. Istilah
cendawan digunakan untuk menyebut jamur pada saat membentuk tubuh buah, misalnya jamur
merang (Volvariella volvacea) yang berbentuk seperti payung.
Dalam dunia biologi, jamur dikenal dengan istilah fungi. Ilmu yang mempelajari jamur
adalah mikologi, yang berasal dari bahasa Yunani mykes (jamur) dan logos (ilmu).
Pada pembahasan kali ini Anda akan mempelajari ciri-ciri, habitat, cara hidup, cara
reproduksi, klasifikas jamur, bentuk simbiosis jamur dengan organisme lainnya, dan peranannya
dalam kehidupan manusia.

FUNGI/JAMUR 3
I. Ciri-ciri Jamur
A. Ukuran, Bentuk, dan Warna Tubuh Jamur
Jamur ada yang berbentuk mikroskopis dan ada pula yang
makroskopis (ragi dan khamir) tediri atas satu sel (uniseluler),
sedangkan jamur yang ukurannya makroskopis (kapang atau
cendawan) terdiri atas banyak sel (multiseluler) misalnya jamur
merang,jamur kuping dan jamur tempe. Jamur makroskopis
dapat membentuk tubuh buah, dengan ukuran yang bervariasi,
bahkan ada yang lebihdari satu materi misalnya
Sumber: Amadej, commons.wikimedia.org
(a) Calvatiagigantae. Namun untuk dapat melihat sel-sel jamur
dengan jelas harus menggunakan mikroskop cahaya. Jamur
mikroskopis, misalnya Saccharomyces sp, Rhodatorula, dan
Candida sp.
Jamur memiliki bentuk tubuh yang sangat bervariasi antara
lain bebentuk oval, bulat, pipih, bercak-bercak embun tepung
Sumber: Amadej, commons.wikimedia.org (mildew), untaian benang seperti kapas kancing baju, payung dan
(b)
mangkok. Jamur berbentuk oval terdapat pada jamur bersel satu,
misalnya Saccharomycescarevisiae. Jamur berbentuk untaian
benang sepeti kapas misalnya jamur tempe (Ryzopus oryzae),
jamur berbentuk payung misalnya jamur merang (Volvariella
volvacea), jamur berbentuk seperti mangkok Sarcoscphypa
coccinea. Jamur berbentuk bulat, misalnya “puffball”

Sumber: Amadej, commons.wikimedia.org


(Lycoperdon gemmatum). Jamur berbentuk pipih, misalnya
(c)
jamur kuping (Auricularia polytricha). Jamur berbentuk bercak-
Gambar 1.2 Ukuran, bentuk dan
warna tubuh jamur. bercak, misalnya jamur penyebab panu. Jamur yang berbentuk
(a) Clathrus ruber,
(b) Ascocoryne sarcoides,
embun tepung (mildew) misalnya kapang rou (Mucor sp.). Jamur
(c) Leucopholiota decorosa tidak memiliki klorofil sehingga tidak ada yang berwarna hijau.
Lichen berwarna hijau karena jamur hidup bersimbiosis dengan
ganggang hijau.

FUNGI/JAMUR 4
B. Struktur Tubuh Jamur
Tubuh jamur tersusun oleh sel-sel eukariotik yang memiliki dinding sel dari zat kitin. Zat
kitin tersusun dari polisakarida yang mengandung nitrogen, bersifat kuat, tetapi fleksibel. Zat
kitin jamur mirip dengan zat kitin yang ditemukan pada kerangka luar serangga atau
Arthopoda. Fungi tidak memiliki korofil, oleh karena itu fungi tergolong organisme
hetorotrof. Fungi tidak mencerna makanannya di dalam tubuh.

Gambar 1.3 (a) Struktur tubuh jamur Mycena sp, (b) tubuh buah, dan (c) bentuk miselium seperti kapas
Sumber: commons.wikimedia.org

Sel-sel penyusun tubuh jamur makroskopis memanjang


membentuk benang yang disebut hifa. Hifa bercabang-
cabang membentuk jaringan yang disebut miselium.
Miselium menyusun jalinan-jalinan membentuk tubuh buah.
(a)
Hifa merupakan struktur menyerupai benang yang terdiri atas
satu atau banyak sel yang dikelilingi dinding berbentuk pipa.
Pada beberapa jenis jamur, hifa memiliki sekat-sekat antarsel
yang disebut septa. Septa memiliki pori yang dapat mengalir
dari suatu sel ke sel lainnya. Sel jamur mengandung organel
eukariotik, antara lain mitokondria, ribosom, dan inti sel (b)
(nukleus). Jamur yang hidup parasit pada organisme lain Gambar 1.4 Struktur hifa tidak bersepta
dan bersepta
memiliki hifa yang termodifikasi menjadi houstorium. Sumber: http://belajar.dindikptk.net

FUNGI/JAMUR 5
Haustorium adalah ujung hifa yang menembus jaringan inang dan berfungsi untuk menyerap
sari makanan. Hifa pada sebagian miselium ada yang berdiferensiasi dan termodifikasi
membentuk alat reproduksi untuk menghasilkan spora. Miselium yang menghasilkan spora
disebut miselium generatif.

II. Cara Hidup dan Habitat Jamur


A. Cara Hidup Jamur
Sebagai organisme heterotrof, jamur mendapat makanannya dengan cara menyerap
zat organik dari tempat hidupnya. Nutrisi yang berupa zat organik kompleks akan
diuraikan secara ekstraseluler (di luar sel tubuh) menjadi zat organik yang lebih
sederhana dengan menggunakan enzim hidrolitik. Contohnya jamur Rhizopus oryzae
yang tumbuh pada kedelai menyebabkan kedelai menjadi lunak karena dicerna dengan
menggunakan enzim yang dikeluarkan oleh jamur sehingga terbentuk tempe. Zat organik
yang diserap jamur digunakan untuk aktivitas hidupnya sebagian lagi disimpan sebagai
cadangan makanan dalam bentuk glikogen. Cara jamur memperoleh nutrisi menjadi
dasarpengelompokkan jamur menjadi jamur saproba (pengurai), jamur parasit, dan jamur
simbiosis mutualisme.
I. Jamur Saproba (Pengurai)
Jamur saproba mendapatkan nutrisi dengan cara menguraikan
organisme yang sudah matiatau bahan organik lainnya. Jamur
saproba dapat tumbuh pada tumpukkan sampah organik yang
basah, bahan makanan, batang pohon yang tumbang, tumpukkan
kertas basah, sepatu dan tas kulit, dan lain-lain. Jamur saproba
mempunyai peranan sangat penting dalam ekosistem, yaitu
sebagai pengurai (dekomposer) sisa-sisa organisme untuk
mengembalikan unsur hara ke dalam tanah.
Gambar 1.5 Jamur parasit
Arthrobotrys yang menjadi II. Jamur Parasit
parasit cacing Nematoda Jamur parasit menyerap nutrisi dari tubuh organisme lain
Sumber: generasibiologi.com
yang ditumpangi (inang). Jamur parasit menyebabkan penyakit
atau bersifat patogen bagi inang yang ditumpanginya. Contohnya
jamur penyebab panu yang tumbuh di kulit dan penyebab

FUNGI/JAMUR 6
ketombe di kulit kepala. Pneumonia caronia(khamir yang
menginfeksi paru-paru penderita AIDS), dan jamur Arthrobotrys
yang menjadi parasit cacing Nematoda.
3. Jamur Simbiosis Mutualisme
Jamur simbiosis mutualisme mendapatkan nutrisi dari

Gambar 1.6 Lichen (parmelia sp.)


organisme hidup lain, tetapi mampu memberikan keuntungan
merupakan bentuk simbiosis bagi organisme pasangan simbiosisnya. Contohnya, lichen
mutualisme antar jamur dengan
ganggang. (lumut kerak). Lichen bukanlah lumut, melainkan gabungan dari
Sumber: Fnwnature.net
ganggang hijau dengan jamur.
B. Habitat Jamur
Jamur memiliki habitat yang beraneka ragam sesuai cara hidupnya (saproba,parasit,
atau simbiosis mutualisme). Jamur saproba dapat tumbuh subur pada sisa organisme,yang
berada di lingkungan darat, air tawar, maupunair laut.
Jamur parasit dapat hidup pada organisme dengan berbagai kondisi sel inang,
misalnya pada jaringan kulit, organ dalam tubuh,dan berbagai jaringan tumbuhan.
Sementara jamur yang hidup simbiosis mutualisme (lichen) dapat hidup dilingkungan
yang sangat ekstrim, misalnya di daerah kutub yang sangat dingin, di gurun yang sangat
panas, pada batuan, atau menempel pada pohon-pohon.

III. Reproduksi Jamur


Reproduksi jamur dapat terjadi secara vegetatif (aseksual) maupun generatif (seksual).
Pada umumnya, reproduksi secara generatif merupakan reproduksi darurat yang hanya terjadi
bila terjadi perubahan kondisi lingkungan.
A. Secara vegetatif
Reproduksi vegetatif pada jamur multiseluler dilakukan dengan cara sebagai berikut:
 Fragmentasi (pemutusan) hifa. Potongan hifa yang terpisah akan tumbuh menjadi
jamur baru.
 Pembentukan spora aseksual. Spora aseksualdapat berupa sporangiospora atau
konidiospora.
Jamur tertentu yang sudah dewasa menghasilkan sporangiofor (tangkai kotak spora).
Pada ujung sporangiofor terdapat sporangium (kotak spora). Di dalam kotak spora

FUNGI/JAMUR 7
terjadi pembelahan sel secara mitosis dan menghasilkan banyak sporangiospora dengan
kromosom yang haploid (n). Jamur jenis lainnya yang sudah dewasa dapat menghasilkan
konidiofor (rangka konidium). Pada ujung konidiofor terdapat konidium (kotak
konidiospora)
B. Secara Generatif
Reproduksi pada jamur secara generatif (seksual) dilakukan dengan pembentukan
spora seksual melalui peleburan antara hifa yang berbeda jenis. Mekanismenya dapat
diuraikan sebagai berikut:
1. Hifa (+) dan hifa (-), masing-masing berkromosom haploid (n), berdekatan
membentuk gametangium. Gametangium merupakan organ yang menghasilkan
gamet pada tumbuhan tingkat rendah.
2. Gametangium mengalami plasmogami (peleburan sitoplasma membentuk
zigosporangium dikariotik (heterokariotik) dengan pasangan nukleus haploid yang
belum bersatu. Zigosporangium memiiki lapisan dinding sel yang tebal dan kasar
untuk bertahan pada kondisi buruk atau kering.
3. Bila kondisi lingkungan membaik akan terjadi kariogami (peleburan inti) sehingga
zigosporangium memilki inti yang diploid (2n).
4. Inti diploid zigosporangium segera mengalami pembelahan secara meiosis
menghasikan zigosporangium haploid (n) di dalam zigosporangium.
5. Zigospora haploid (n) akan berkecambah membentuk sporangium bertangkai pendek
dengan kromosom haploid (n).
6. Sporangium haploid (n) akan menghasilkan spora-spora yang haploid (n). Spora-
spora ini memiliki keanekaragaman genetik.
7. Bila spora-spora haploid (n) jatuh di tempat yang cocok, maka akan berkecambah
(germinasi) menjadi hifa jamur yang haploid (n). Hifa akan tumbuh membentuk
jaringan miselium yang semuanya haploid (n).

FUNGI/JAMUR 8
Gambar 1.7 Reproduksi secara aseksual dan seksual pada jamur multiseluler
Sumber: common.wikimedia.org

IV. Klasifikasi Jamur


Para ahli mikologi memperkirakan terdapat sekitar 1,5 juta spesies jamur di seluruh
dunia. Jamur yang sudah berhasil diidentifikasi berjumlah lebih dari 100.000 spesies. Ahli
taksonomi mengelompokkan berbagai jenis jamur dalam satu kingdom fungi. Kingdom fungi
dibagi menjadi 4 divisi berdasarkan cara reproduksi secara generatif (seksual), yaitu
Zygomycota (menghasilkan angospora), Ascomycota (menghasilkan askospora),
Basidiomycota (menghasilkan basidiospora), dan Deuteromycota (belum diketahui cara
reproduksi seksualnya).
Zigospora, askospora, dan basidiospora merupakan spora tak berflagella. Jamur yang
menghasilkan spora aktif berflagella (zoospora) dikelompokkan dalam kingdom Protista,
pada filum Myxomycota (jamur lendir) dan Oomycota (jamur air). Namun sebagian ahli
taksonomi memasukkan Myxomycota dan Oomycota ke dalam kingdom. Fungi pada divisi
Chytridiomycota dengan alasan memiliki struktur molekuler protein dengan urutan asam
nukleat yang hampir sama dengan jamur, memiliki dinding sel dari kitin, dan mengambil
nutrisi secara absorpsi. Chytridiomycota merupakan jembatan antara jamur dan protista.
A. Zygomycota
1. Ciri-Ciri Zygomycota
Kelompok jamur Zygomycota memiliki ciri utama, yaitu menghasilkan
zigospora sebagai hasil reproduksi seksual. Tubuh Zygomycotaterdiri atas hifa tak
bersekat yang memiliki banyak inti sel. Septa hanya terdapat pada sel untuk
FUNGI/JAMUR 9
reproduksi. Dinding sel mengandung zat kitin. Zygomycota tidak memiliki tubuh
buah. Beberapa hifa berdiri tegak dan membentuk sporangiofor. Pada ujung
sporangiofor terbentuk sporangium berbentuk bulat. Didalam sporangium terdapat
spora aseksual. Sporangium yang sudah tua berwarna kehitaman.

Gambar 1.8 Struktur mikroskopis jamur


Sumber: http://belajar.dindikptk.net

2. Cara Hidup Zygomycota


Sebagian besar Zygomycota hidup sebagai saproba (penguraian) di tanah, pada
sisa-sisa organisme yang sudah mati atau membusuk pada makanan misalnya tempe,
roti, dan nasi. Beberapa jenis hidup secara simbiosis mutualisme dengan akar
tumbuhan membentuk mikoriza
3. Daur Hidup Zygomycota
Zygomycota mengalami dua macam cara bereproduksi. Reproduksi secara
aseksual terjadi bila kondisi lingkungan baik dan mendukung. Sedangkan reproduksi
secara seksual dapat terjadi bila kondisi lingkungan kering dan menguntungkan
a. Reproduksi Aseksual Zygomycota
Zygomycota bereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi hifa dan
pembentukan spora aseksual (sporangiospora). Hifa dewasa yang terputus dan
terpisah dapat tumbuh menjadi hifa jamur baru. Pada bagian hifa tertentu yang
sudah dewasa, berbentuk sporangiofor. Pada ujung sporangiofor terdapat
sporangium (kotak spora) yang didalamnya terjadi pembelahan sel secara mitosis
yang menghasilkan sporangiospora yang berkromosom haploid (n).

FUNGI/JAMUR 10
b. Reproduksi Seksual Zygomycota
Reproduksi seksual Zygomycota dengan cara pembentukan spora seksual
(zigospora) melalui peleburan antara hifa yang berbeda jenis. Anggota jamur
inidisebut fungi zigot. Para ahli mikologi telah mendeskripsikan sekitar 600 fungi
zigot. Contoh jamur Zygomycota, antara lain Rhizopus sp, Mucor sp dan
Pilobolus.
B. Ascomycota
1. Ciri-Ciri Ascomycota
Kelompok jamur ascomycota memiliki ciri utama, yaitu menghasilkan askospora
sebagai hasil reproduksi seksual. Askospora dihasilkan oleh alat reprodusi seksual,
yaitu askus. Askus memiliki bentuk struktur seperti kantong. Ascomycota ada yang
bersel satu dan ada yang bersel banyak. Ascomycota multiseluler memiliki hifa yang
bersekat. Pada beberapa jenis Ascomycota, hifa bercabang-cabang membentuk
miselium dan tersusun kompak menjadi tubuh buah makroskopis yang disebut
askokrap atau askokarpus. Bentuk askokarp bervariasi, antara lain berbentuk botol,
bola, dan mangkok. Pada askokarp terdapat banyak askus yang di dalamnya terdapat
askospora.
2. Cara Hidup Ascomycota
Ascomycota hidup sebagai pengurai bahan organik terutama dari tumbuhan atau
sisa-sisa organisme di dalam tanah maupun di laut. Ascomycota bersel satu atau ragi
hidup pada bahan yang mengandung gula atau karbohidrat, misalnya singkong yang
menghasilkan tapai atau sari anggur untuk membuat minuman anggur merah (wine).
Beberapa jenis ada yang hidup sebagai parasit pada organisme lain.
3. Daur Hidup Ascomycota
Dalam daur hidupnya, Ascomycota uniseluler maupun multiseluler dapat
bereproduksi secara seksual (vegetatif) dan seksual (generatif).
a. Reproduksi Aseksual Ascomycota
 Ascomycota uniseluler
Bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan sel atau pelepasan tunas
dan sel induk. Tunas yang terlepas akan menjadi sel jamur baru

FUNGI/JAMUR 11
 Ascomycota multiseluler
bereproduksi secara aseksual dengan dua cara, yaitu
fragmentasi hifa dan pembentukan spora aseksual
konidiospora. Hifa dewasa yang terputus akan tumbuh menjadi
hifa jamur baru. Hifa haploid (n) yang sudah dewasa akan
menghasilkan konidiofor (tangkai konidia). Pada ujung
konidiofor akan terbentuk spora yang diterbangkan angin yang
disebut konidia. Konidia pada jamur Ascomycota berwarna-
Gambar 1.9 Alat reprodusi aseksual warni, antara lain berwarna oranye, hitam, biru atau
pada Ascomycota mutliseluler
kecokelatan.
b. Reproduksi Seksual Ascomycota
 Ascomycota uniseluler. Reproduksi Ascomycota uniseluler diawali dengan
konjungsi atau penyatuan dua sel haploid (n) yang berbeda jenis. Hasil
penyatuan tersebut menghasilkan zigot yang diploid (2n). Zigot tumbuh
membesar menjadi askus yang diploid. Inti (nukleus) diploid di dalam askus
membelah secara meiosis menghasilkan 4 inti yang haploid. Di sekitar 4 inti
tersebut membentuk dinding sel sehingga membentuk 4 askospora yang
haploid di dalam askus. Bila askus sudah masak, maka askus akan pecah
mengeluarkan askospora.

Gambar 1.10 (a) Reproduksi aseksual (pembentukan tunas) dan (b) reproduksi seksual
(pembentukan askospora) pada Ascomycota uniseluler.
Sumber: Buku biologi SMA kurikulum 2013

FUNGI/JAMUR 12
 Ascomycota multiseluler. Reproduksi seksual jamur Ascomycota
multiseluler adalah sebagai berikut.
1) Hifa (+) dan hifa (-) yang masing-masing berkromosom haploid
berdekatan. Hifa (+) membentuk askogonium (alat reproduksi betina)
sedangkan hifa (-) membentuk anteridium (alat reproduksi jantan)
2) Askogonium membentuk saluran menuju anteridium: disebut trikogin.
Melalui trikogin terjadi proses plasmogami (peleburan sitoplasma).
Askogonium akan menerima nukleus haploid dari anteridium sehingga
askogonium memiliki kumpulan inti dari keduanya (dikariotik).
3) Askogonium tumbuh menjadi hifa dikariotik yang bercabang-cabang dan
tergabung dalam askokarp (tubuh buah).
4) Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dikariotik.
5) Di dalam askus terjadi kariogami (peleburan inti) sehingga terbentuk inti
yang diploid (2n).
6) Inti diploid di dalam askus membelah secara meiosis menghasilkan 4
nukleus haploid (n).
7) Masing-masing nucleus haploid membelah secara mitosis sehingga di
dalam askus terdapat 8 nukleus. Selanjutnya, di sekitar nukleus terbentuk
dinding sel dan terbentuk askospora yang haploid (n).
8) Bila askus telah masak, maka askospora akan tersebar secara serentak. Hal
ini terjadi karena jika satu askus pecah berakibat pada pecahnya askus
lain.
9) Askospora yang jatuh di tempat yang cocok akan berkecambah menjadi
hifa baru yang haploid (n). Hifa haploid akan tumbuh bercabang-cabang
membentuk miselium yang haploid (n)

FUNGI/JAMUR 13
Gambar 1.11 Daur ulang Ascomycota multiseluler, meliputi reprodusi aseksual
(pembentukan konidiospora) dan seksual (pembentukan askospora)
Sumber: Buku biologi SMA kurikulum 2013

V. Contoh Ascomycota
Anggota jamur dalam divisi Ascomycota disebut fungi kantong (sac fungi). Para ahli
mikologi telah mendeskripsikan sekitar 60.000 fungi kantong, baik yang uniseluler maupun
multiseluler.
a. Saccharomyces cerevisiae merupakan jamur bersel satu dan
memiliki dinding askus yang tipis, dikenal sebagai khamir
Saccharomyces cerevisiae digunakan untuk pembuatan minuman
beralkohol, tapai, dan pengembang adonan roti. Jamur ini dapat
mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida (CO2)
melalui proses fermentasi (respirasi anaerob). Gas CO2 yang
terbentuk adonan roti mengembang.
Gambar 1.12 Keju yang
dibuat dengan Penicillium b. Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum digunakan
roqueforti untuk antibiotik penisilin dengan cara mengekstraksi biakan cair.
Sumber:
common.wikimedia.org Penisilin digunakan untuk membasmi bakteri antara lain Neisseria
meningitidis, Streptococcus pneumomae dan Staphylococcus sp.
c. Penicillium roqueforti dan penicillium camemberti digunakan
dalam pembuatan keju.
FUNGI/JAMUR 14
d. Kapang biru (blue mold) yang tumbuh pada buah jeruk merupakan jamur Penicillium
yang hidup saproba.
e. Neurospora crassa dan Neurospora sitophila merupakan jamur oncom yang memiliki
spora yang berwarna oranye.
f. Morchella esculenta, jamur yang memiliki tubuh buah yang mengandung banyak air dan
enak dimakan. Jamur ini sering ditemukan di bawah pohon buah-buahan.
g. Claviceps purpurea merupakan jamur Ascomycota berwarna ungu yang biasa disebut
ergot, bersifat parasit pada gandum hitam (rye). Bila jamur ini ikut tergiling bersama
gandum dan tercampur dalam tepung, lalu dikonsumsi manusia, maka akan menimbulkan
penyakit gangren, gejala yang dialami antara lain kejang saraf, rasa panas terbakar,
halusinasi, dan kegilaan temporer (sementara).

KONSEP BIOLOGI

Ciri-ciri Asmycota antara lain bersifat uniseluler atau multiseluler, hifa


bersekat, membetuk tubuh buah askokarp atau tidak, hidup
saproba/parasit/simbiosis mutualisme, reproduksi secara vegetatif
(pembelahan sel, fragmentasi, konidiospora) dan generatif
(menghasilkan askospora).

C. Basidiomycota
1. Ciri-Ciri Basidiomycota
Istilah Basidiomycota berasal dari bahas Yunani, basidin yang berarti alas kecil.
Seluruh jamur Basidiomycota memiliki struktur tubuh bersel banyak (multiseluler)
dengan hifa bersekat. Hifa bercabang-cabang membentuk miselium.
Tubuh buah Basidiomycota disebut basidiokarp atau basidiokarpus. Bentuk
basidiokarp bervariasi, antara lain seperti payung, lingkaran, kancing, atau telinga
manusia. Pada bagian bawah terdapat bilah-bilah berbentuk lembaran seperti insang
(gill) tempat basidium menghasilkan basidiospora sebagai alat reproduksi secara
seksual. Jumlah basidiospora yang dihasilkan bisa mencapai milyaran.

FUNGI/JAMUR 15
Stinkhorn merupakan Basidiomycota yang menghasilkan basidiospora yang berlendir,
lengket, dan berbau busuk sehingga menari lalat dan serangga lain untuk membantu penyebaran
spora jamur.
2. Cara Hidup Basidiomycota
INFO BIO Pada umumnya, Basidiomycota hidup sebagai saproba
(pengurai) sisa-sisa organisme yang sudah mati. Basidiomycota
hidup di tanah yang mengandung sampah organik, di batang
kayu yang mati, atau di tumpukan jerami. Basidiomycota
merupakan pengurai polimer lignin kompleks terbaik.
3. Daur Hidup Basidiomycota

Liputan6.com
Basidiomycota bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dan
Sebuah spesies jamur aneh yang seksual (generatif). Berbeda dengan kelompok jamur
mirip alien ditemukan di Inggris.
Jamur clathrus archeri yang Ascomycota, reproduksi seksual pada Basidiomycota lebih
dikenal dengan nama lain
'octopus stinkhorn'-- gurita bau sering terjadi daripada aseksual.
bertanduk, 'jamur kelamin, dan
'jari setan' -- ditemukan tumbuh a. Reproduksi Aseksual Basidiomycota
di New Forest, Taman nasional di
Hampshire, Inggris.
Reproduksi secara aseksual terjadi dengan membentuk
Dalam tahap masih kuncup, konidiospora (spora konidia). Hifa haploid (n) yang sudah
jamur terlihat mirip telur. Saat
mulai berkembang lah, wujudnya dewasa akan menghasilkan konidiofor (tangkai konidia).
mulai terlihat mengerikan,
sebagian besar jamur-jamuran Pada ujung konidiofor terbentuk spora yang dapat
tumbuh dari tanah, sedangkan
jamur clathrus archeri muncul diterbangkan oleh angin.
dari telur. Seringkali 'telur'
berlendir dan bergelatin
b. Reproduksi Seksual Basidiomycota
ditemukan bergerombol. Dengan Reproduksi secara seksual terjadi melalui peleburan
tinggi sekitar 4-6 cm dan lebar 2-
4 cm. antara hifa berbeda jenis yang akan menghasilkan spora
seksual Basidiospora. Mekanisme reproduksi seksual
Basidiomycota adalah sebagai berikut:
1) Miselium (+) dan miselium (-) yang masing-masing berkromosom haploid (n)
bertemu. Miselium ini terdiri atas hifa-hifa monokariotik (berinti sel satu).
2) Terjadi plasmogami antara miselium (+) dengan miselium (-) menghasilkan
miselium dengan hifa dikariotik (berinti sel dua). Miselium dikariotik
memiliki pertumbuhan yang sangat cepat sehingga mendesak pertumbuhan
miselium haploid induknya.

FUNGI/JAMUR 16
3) Perubahan cuaca lingkungan, misalnya musim ujan atau perubahan suhu,
mengakibatkan miselium dikariotik membentuk tubuh buah (basidiokarp).
Miselium dikariotik yang membentuk tubuh buah ini berumur panjang.
4) Permukaan bawah basidiokarp dilapisi oleh sel-sel dikariotik yang disebut
basidium.
5) Selanjutnya, terjadi kariogami (peleburan inti) yang akan menghasilkan
nukleus yang diploid (2n).
6) Nukleus diploid (2n) segera membelah secara meiosis menghasilkan 4 inti
yang haplod (n).
7) Masing-masing basidium melakukan empat pertubuhan penjuluran atau
membentuk tonjolan yang disebut sterigma sehingga berkembang menjadi
basidiospora yang haplod (n).
8) Basidiospora yang sudah masak akan terlepas dari basidium dan berkecambah
menjad hifa baru yang haploid (n). Hifa haploid akan bercabang-cabang
membentuk miselium yang haploid.

Gambar 1.13 Reproduksi seksual pada daur hidup Radisiomycota (pembentukan basidiospora)
Sumber: Buku biologi SMA kurikulum 2013

4. Contoh Basidiomycota
Terdapat sekitar 25.000 spesies jamur Basidiomycota yang sudah diidentifikasi
beberapa jenis Basidiomycota dimanfaatkan sebagai makanan, namun ada pula yang
beracun.

FUNGI/JAMUR 17
a. Volvariella volvacae (jamur merang), sering ditemukan pada tumpukkan jerami.
Tubuh buah berbentuk payung, berwarna putih agak krem, bagian bawah tudung
berwarna kecokelatan. Jamur ini dibudidayakan sebagai bahan makanan yang
bergizi tinggi.
b. Auricularia polytricha (jamur kuping), biasanya ditemukan pada batang kayu
yang sudah mati, berbentuk seperti telinga manusia, berwarna cokelat kehitaman,
serta dimanfaatkan untuk campuran sop atau kimlo. Terkadang jamur ini
diperdagangkan dalam bentuk kering.

Gambar 1.14 (a) Volvariella volvacae (b) Auricularia polytricha


Sumber: commons.wikimedia.org

D. Deuteromycota
Deuteromycota bukan merupakan kelompok
klasifikasi jamur yang sebenarnya tetapi hanya untuk
KONSEP BIOLOGI
menggolongkan jamur yang belum diketahui cara
Ciri-ciri Basidiomycota antara lain
reproduksi generatifnya. Kelompok jamur seperti ini
bersifat multiseluler, hifa bersekat,
membentuk tubuh buah digolongkan sebagai jamur tak sempurna (imperfect).
basidiokarp/tidak, reproduksi
vegetatif (membentuk konidiospora) Bila diteliti lebih lanjut diketahui cara reproduksi
dan generative (menghasilkan seksualnya maka jamur tersebut dipindahan ke divisi
basidiospora), hidup
saproba/parasit/simbiosis yang sudah diterapkan yaitu Zygomycota, Ascomycota,
mutualisme. atau Basidiomycota.
KONSEP BIOLOGI

Ciri-ciri Deutermycota yaitu bereprodksi secara


egetatif, sedanka reproduksi secara geneatif beum
diketahui

FUNGI/JAMUR 18
Kegiatan 1.1
Judul Kegiatan : Mengamati Berbagai Jenis Macam Jamur dan
Hifanya
Tujuan : Mengetahui bentuk dan warna jamur
Mengidentifikasi hifa dari berbagai jenis jamur
Alat dan Bahan :
1. Berbagai jenis jamur 5. Aquades
2. Mikroskop 6. Alat tulis
3. Kaca preparat 7. Penggaris
4. Cover glass 8. Kamera
Cara Kerja :
1. Amatilah jamur-jamur yang tersedia di meja dan raba
2. Lihatlah bentuk dan warna dari jamur-jamur tersebut
3. Sayat bagian kasar pada setiap jamur
4. Simpan sayatan tipis pada kaca objek, lalu tetesi sedikit aquades
5. Tutup kaca objek dengan kaca penutup, lalu letakkan pada meja objek mikroskop
6. Amati di bawah mikroskop
7. Tulis hasil pengamatan pada lembar kerja
8. Foto setiap jamur yang tersedia
Hasil Pengamatan :
No. Nama Jamur Bentuk Warna Gambar Gambar
mikroskopis makroskopis

Pertanyaan :
1. Apa perbedaan hifa jamur dari berbagai jenis jamur?
2. Bagaimana tekstur dari jamur tersebut?

FUNGI/JAMUR 19
Kesimpulan :

VI. Simbiosis Jamur dengan Organisme Lain


Beberapa jamur dapat hidup bersimbiosis mutualisme dengan organisme lain. Ada jamur
yang bersimbiosis dengan ganggang biru, ganggang hijau, dan ada pula yang bersimbiosis
dengan tumbuhan tingkat tinggi. Jenis jamur yang paling banyak bersimbiosis dengan
organisme lain berasal dari divisi Ascomycota, namun ada dari divisi Basidiomycota. Bentuk
simbiosis mutualisme antara jamur dengan ganggang dikenal sebagai lichen (lumut kerak).
Simbiosis antara jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi biasanya terjadi di akar yang dikenal
sebagai mikoriza
A. Lichen (Lumut Kerak)
Lichen bukanlah jenis lumut, tetapi gabungan antara dua macam organisme yang
hidup bersimbiosis mutualisme, yaitu ganggang hijau (Chlorophyta) atau ganggang biru
(bakteri hijau biru atau Cyanobacteria) dengan jamur. Penyatuan jamur dengan ganggang
tersebut sangat sempurna sehingga terlihat sebagai satu jenis oganisme tunggal. Bila
diamati menggunakan mikroskop, lichen terlihat jelas terdiri atas hifa jamur dan sel
ganggang. Interaksi antara kedua jenis organisme tersebut terjadi karena masing-masing
organisme membutuhkan sesuatu yang tidak dapat dipenuhi sendiri. Ganggang mampu
menyediakan makanan untuk jamur. Ganggang biru dapat memfiksasi nitrogen bebas,
kemudian menyediakan nitrogen organik untuk jamur. Sementara itu, jamur dapat
memberikan lingkungan dan perlindungan untuk kehidupan ganggang.

FUNGI/JAMUR 20
Gambar 1.15 Anatomi lichen
Sumber: commont.wikimedia.org

1. Cara Reproduksi Lichen


Lichen mampu bereproduksi sebagai unit simbiosis (satu kesatuan organisme)
secara aseksual, dengan fragmentasi induk lichen dan pembentukan soredia.
Fragmentasi terjadi bila ada pemutusan dan pemisahan sebagian tubuh induk,
kemudian bagian tubuh tersebut tumbuh menjadi lichen baru. Sementara soredia
merupakan kumpulan hifa yang mengandung sel ganggang di dalamnya. Soredia
terdapat dipermukaan lichen dan terlihat berwarna putih seperti tepung. Bila soredia
ini jatuh di tempat yang cocok, maka akan tumbuh menjadi lichen baru.
2. Habitat Lichen
Lichen dapat hidup pada habitat yang sangat ekstrim, misalnya pada lahan bekas
aliran lahar gunung berapi, di gurun, di hutan bekas terbakar, batu-batuan, menempel
pada pohon-pohon, bahkan di daerah kutub yang bersuhu sangat tinggi.
Beberapa lichen dapat menghasilkan zat kimia dan zat asam yang dapat
melapukkan batu-batuan hingga menjadi tanah. Oleh karena itu, lichen merupakan
organisme perintis.
3. Contoh Lichen
Lichen memiliki bentuk yang berbeda-beda, antara lain frutikosa (seperti semak),
foliosa (lembaran seperti daun), krustosa (seperti kerak atau olesan cat) dan
skuamulosa (bersisik, peralihan antara lichen foliosa dan krustosa).

FUNGI/JAMUR 21
 Usnea, berbentuk frutikosa (seperti semak), hidup menempel di pohon-pohon
yang tumbuh di daerah yang sejuk dan tidak berpolusi.
 Parmelia, berbentuk foliosa (lembaran seperti daun) hidup menempel pada kulit
pohon.
B. Mikoriza
Mikoriza (Yunani, mykos = jamur, riza = akar) merupakan bentuk simbiosis
mutualisme antara jamur dengan akar tumbuhan. Jenis jamur yang membentuk mikoriza
berasal dari divisi Ascomycota, Basidiomycota, dan Zygomycota. Adanya miselium
jamur yang terikat erat secara permanen pada akar tumbuhan inang akan menambah luas
permukaan penyerapan air dan garam mineral oleh akar tumbuhan.
Berdasarkan tingkat kedalaman jaringan akar tumbuhan yang ditembus oleh hifa
jamur, mikoriza dibedakan antara 2 macam yaitu sebagai berikut.
1. Ektomikoriza, terbentuk bila jamur berada di
jaringan epidermis akar tumbuhan. Contohnya jamur yang
hidup di jaringan epidermis akar tumbuhan pinus sehingga
pinus tahan terhadap kekeringan.
2. Endomikoriza, terbentuk bila hifa jamur
menembus jaringan yang lebih dalam yaitu pada jaringan
korteks akar tumbuhan. Contohnya jamur yang hidup pada
Gambar 1.16 Mikoriza, simbiosis
mutualisme antara fungi dengan akar jaringan korteks akar pohon buah-buahan dan akar anggrek.
tumbuhan
Sumber: commont.wikimedia.org

VII. Peranan jamur dalam kehidupan manusia


A. Peranan Jamur yang Mengutungkan
Dalam kehidupan manusia, jamur mempunyai beberapa manfaat, antara lain menjaga
keseimbangan dan kelestarian ekosistem, sebagai bahan makanan bergizi tinggi, untuk
membuat jenis makanan baru dan makanan suplemen, untuk obat-obatan dan organisme
penyebab penyakit. Pehatikan tabel jamur yang menguntungkan berikut ini:
No Manfaat Jenis atau nama Tempat Fungsi jamur
jamur hidup/medium/sustrat
1 Menjaga Semua jamur Tanah, daratan, air tawar, Pengurai sampah
kelestarian dan saproba dan air laut dan bangkai,

FUNGI/JAMUR 22
keseimbangan (pengurai) membantu tumbuhan
ekosistem untuk mendapat zat
anorganik
Mucor mucedo Kotoran hewan Pengurai kotoran
Trichoderma sp Kertas, sisa-sisa kayu Mempercepat
penguraian selulosa
karena dapat
menghasilkan enzim
selulase
2 Sumber bahan Sarcoscypha Batang kayu mati Sebagai obat
makanan coccinea
Lentinula edodes Kayu lapuk Untuk dimakan
(jamur shiintake)
Agaricus bisporus Kayu lapuk Bergizi tinggi untuk
(jamur dimakan
champignon)
Jamur maitake Kayu lapuk Sebagi campransop
atau ditums
3 Obat-obatan, Penicililum Tumbuh pada roti, Membuat antibiotik
antibiotik, notatum kenang, kacang, dan insilin
makanan Penicillium bahan mkananyang
suplemen chrysogenum membusuk
Ganoderma Kayu lapuk Makanan sulemen.
Obat-obaan
Lichen Menempel pada batang Membuuhcaing
nematoda

B. Peranan Jamur yang Merugikan


Beberapa jenis jamur merugikan manusia, misalnya jamur yang bersifat pathogen
atau menimbulkan penyakit, menghasilkan racun, merusak tanaman budidaya sehingga
menggagalkan panen dan membusukkan bahan makanan. Perhatikan tabel janur yang
merugikan berikut ini:

No Divisi jamur Jenis atau nama Tempat hidup/medium Fungsi jamur


jamur
1 Zygomycota Rhizopus Roti Menyebabkan roti
stolonifer basi dan membusuk
Rhizopus Buah tomat Menyebabkan
nigricans pembusukan
2 Ascomycota Aspergillus Tumbuhan busuk, tubuh Penyakit saluran
fumigatus manusia pernapasan dan
paru-paru
Trichophyton Rambut kepala Penyakit tinea
tonsurans kapitis yang
menyebabkan gatal,
FUNGI/JAMUR 23
ketombe dan rambut
mudah patah
Trichophyton Kulit pada daerah lipatan Penyebab penyakit
rubrum dan sela jari kaki athlete’s foot
Blastomyces Tubuh manusia Penyebab
brasiliensis blastomikosis
(infeksi kulit, hati,
dan paru-paru)
3 Basidiomycota Ustilago maydis Tanaman jagung Penyakit pada
tanaman jagung
Puccinia Tanaman kacang Penyakit pada
arachidis tanaman kacang
Puccinia graminis Tanaman pertanian Jamur karat pada
tanaman jagung,
tebu dan gandum
4 Deuteromycota Epidermophyton Tubuh manusia Menginfeksi
flaccosum kulit dan kuku
Malassezia furfur Kulit manusia Penyakit tinea
versicolor pada kulit
Microsporum sp. Kulit dan rambut Rambut tampak
manusia mengalami
fluoresensi hijau
muda
5 Lichen Lichen Batu candi, tembok Melapukkan batu
bangunan candi atau tembok
bangunan

VIII. Pembiakan Jamur


INFO BISNIS BIO Jamur dikembangbiakkan untuk berbagai keperluan
penelitian maupun diambil manfaatnya secara langsung.
Jamur dapat ditumbuhkan dan dibiakkan pada beberapa
medium sesuai dengan cara hidupnya. Inokulasi di
laboratorium biasanya menggunakan medium agar-agar
yang dicampur dengan sejumlah zat nutrisi. Jamur
saproba yang memiliki tubuh buah makroskopis biasanya
Liputan6.com, Eben Bayer dan
dibiakkan pada medium serbuk kayu.
Gavin McIntyre berhsail
mengembangkan bisnis furnitur dari
jamur.Bahkan keduanya masuk
daftar orang terkaya di dunia versi
majalah Forbes. Memproduksi
bahan alternatif sebagai pengganti
plastik dan sterofoam dengan
Gambar 1.17 Inokulasi jamur Gambar 1.18 Pembiakan
menggunakan jamur. FU N Gpada
I / J medium
A M U Rserbuk
24
pada medium agar jamur
Jamur sendiri mereka anggap Sumber: kayu.
sebagai alternatif terbaik.Jamur biodiversitas.mipa.uns.ac.id Sumber:
jambi.litbang.pertanian.go.id
dapat didaur ulang secara alami, dan
KESIMPULAN
Berdasarkan materi yang baru saja Anda pelajari, maka dapat disimpulkan bahwa:
 Jamur dimasukkan dalam kelompok organisme eukariotik karena sudah memiliki
membran inti.
 Tubuh jamur tersusun atas uniseluler yang berukuran mikroskopis dan multiseluler yang
berukuran mikroskopis dan makroskopis.
 Bentuk tubuh bervariasi, tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof, hidup sesuai
dengan cara hidupnya sebagai saprofit, parasit dan bersimbiosis mutualisme.
 Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk tunas dan spora aseksual, secara
generatif dengan membentuk spora seksual.
Berdasarkan materi yang baru saja Anda pelajari, maka dapat disimpulkan bahwa:
 Zygomycota tubuh terdiri atas hifa tidak bersekat, tidak memiliki tubuh buah, sebagai
saprofit, beberapa hidup sebagai simbiosis mutualisme. Reproduksi dapat secara aseksual
dan seksual. Contoh Rhizopus sp.
 Ciri utama Ascomycota, yaitu menghasilkan askospora. Ascomycota multi seluler
memiliki hifa yang bersekat, hidup sebagai pengurai, beberapa sebagai parasit, ada juga

FUNGI/JAMUR 25
hidup bersimbiosis dengan ganggang. Reproduksi secara vegetatif maupun generatif.
Contohnya: Saccharomyces cereviceae.
 Basidiomycota merupakan jamur multiselluler dengan hifa bersekat, bercabang
membentuk miselium, hidup sebagai saproba, ada yang hidup bersimbiosis mutualisme.
Reproduksi dapat secara seksual dan aseksual. Contoh : Volvariella volvacea.
 Deuteromycota, merupakan jamur yang belum diketahui cara reproduksi generatifnya.
Contoh: Aspergillus.
Berdasarkan materi yang baru saja Anda pelajari, maka dapat disimpulkan bahwa:
 Lichen (Lumut kerak) merupakan simbiosis mutualisme antara ganggang hijau atau
ganggang biru dengan jamur.
 Mikoriza (Mikorhiza) merupakan bentuk simbiosis mutualisme antara jamur dengan
akar tumbuhan. Ada dua macam mikoriza yaitu, ektomikoriza dan endomikorhiza.

DAFTAR PUSTAKA

 Campbell, Reece. 2008. Biologi Edisi 8 Jilid 2. Jakarta: Erlangga


 Buku biologi SMA kurikulum 2013 kelas 1
 jambi.litbang.pertanian.go.id akses
 biodiversitas.mipa.uns.ac.id
 liputan6.com

gambar
 http://en.wikipedia.org/wiki/fungi
 Amadej, commons.wikimedia.org
 commons.wikimedia.org
 http://belajar.dindikptk.net
 generasibiologi.com
 Fnwnature.net

FUNGI/JAMUR 26
 Buku biologi SMA kurikulum 2013

FUNGI/JAMUR 27