Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Teknologi Pertambangan Volume. 1 Nomor. 2 Periode: Sept. 2015 – Feb.

2016
 
KAJIAN TEKNIS DIMENSI KOLAM PENGENDAPAN DI SETTLING POND 71 C
PT. PERKASA INAKAKERTA KECAMATAN BENGALON KABUPATEN
KUTAI TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Isnaeni, Untung, Gunawan Nusanto, Sudaryanto

Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral


Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
Jl. SWK 104 (Lingkar Utara), Yogyakarta 55283 Indonesia

Abstrak
PT. Perkasa Inakakerta adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan batubara, berlokasi di
Bengalon, Provinsi Kalimantan Timur. Sistem penambangan yang diterapkan adalah sistem penambangan
terbuka. Lokasi penelitian berada di Settling Pond 71 C. Pengukuran parameter kualitas air dilakukan terlebih
dahulu sebelum dialirkan keperairan bebas. Adapun parameter yang diukur adalah pH 6-9, TSS < 300 Mg/l, Besi
(Fe) < 4 Mg/l dan Mangan (Mn) < 7 Mg/l dengan menggunakan kertas lakmus, TSS meter dan Colorimeter DR
890.
Kolam pengendapan terdiri dari 7 kompartemen, 3 komapartemen sebagai proses pengendapan dan 4
kompartemen sebagai perawatan (treatment) , luas kolam 7.644 m2 dan volume 31.734 m3 dengan debit hasil
pemompaan yang mengalir pada zona inlet sebesar 729,27 m3/jam atau 14.585 m3 dengan waktu pemompaan
selama 20 jam. Koagulan yang digunakan untuk menetralkan pH adalah kapur padam (CaO) sebanyak 71
kg/jam. Alat mekanis yang digunakan untuk perawatan kolam adalah Backhoe PC 200 dengan jangkauan gali
mendatar 9,19 meter dan kedalaman 5,78 meter.
Saat ini untuk parameter kualitas air yang belum memenuhi standar baku mutu adalah pH dan TSS, koagulan
yang digunakan terlalu banyak, faktor yang mempengaruhi adalah dimensi kolam pengendapan yang terlalu luas
sehingga kurang efektif.
Upaya agar parameter kualitas air memenuhi baku mutu dan koagulan yang digunakan tidak terlalu banyak
adalah melakukan perbaikan pada dimensi kolam menjadi 2 kompartemen sebagai proses pengendapan material
padatan dan 3 kompartemen untuk perawatan (treatment) dengan luas 5.505 m2 dan volume 24.663 m3 sehingga
koagulan yang digunakan sebanyak 48 kg/jam.
Kata kunci : kualitas, dimensi kolam pengendapan, kapur padam (CaO), Back Hoe PC 200

1. PENDAHULUAN Lokasi pertambangan PT. Perkasa Inakakerta secara


administratif terletak di wilayah Kecamatan
Settling Pond 71 C merupakan kolam pengendapan
Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi
yang dimiliki PT. Perkasa Inakakerta (PT.PIK) untuk
Kalimantan Timur. PT. Perkasa Inakakerta Secara
menampung air hasil pemompaan inpit dump 71 dan
astronomis terletak antara 117°35’56” –
pit 71 N. Dalam melakukan perawatan, digunakan
117°44’14”BT dan 0°44’41” – 0°53’23” LS.
kapur padam (CaO) untuk mentralkan air asam dan
alat back hoe PC 200 untuk pengerukan lumpur hasil
2. HASIL PENELITIAN
pengendapan.
Saat ini dimensi kolam pengendapan yang digunakan Curah Hujan Rencana dan Intensitas Curah
memiliki luas 7.644 m2 dan volume 31.734 m3. Hujan
Luasan ini masih sangat besar untuk menampung air Berdasarkan perhitungan dapat ditentukan besarnya
hasil pemompaan sehingga proses perawatan untuk curah hujan rencana maksimum adalah sebesar
kualitas air pada kolam pengendapan kurang efektif. 126,44 mm/hari dengan umur tambang 9 tahun. Data
Berdasarkan hal tersebut, objek penelitian ini curah hujan yang digunakan di daerah penelitian
ditekankan untuk mengkaji kualitas air, dimensi adalah selama 6 tahun mulai dari tahun 2009-2014
kolam pengendapan dan koagulan yang digunakan. dengan periode ulang hujan 3 tahun. Resiko hidrologi
Kolam pengendapan memegang peranan penting yang didapatkan dari perhitungan adalah 97,3%.
dalam sistem penyaliran penambangan batubara. Perhitungan intensitas curah hujan dilakukan dengan
Kolam pengendapan pada saat ini belum mampu rumus Mononobe, dari hasil perhitungan didapatkan
mengatasi kualitas dan kuantitas air yang masuk pada intensitas curah hujan 43,74 mm/jam.
zona inlet sehingga dapat mempengaruhi aktifitas
penambangan.  
32  
 
Kajian Teknis Dimensi Kolam Pengendapan … Isnaeni

 
   
   
Tabel 1. Curah Hujan Rencana pada Periode Ulang Berbeda

 
 
 

 
 
Gambar 1. Peta Daerah Tangkapan Hujan pada Lokasi Penelitian
 
   
   
   
   
   
   
33  
 
Kajian Teknis Dimensi Kolam Pengendapan … Isnaeni

 
 
  pemompaan. Kompartemen empat sampai tujuh
Penentuan nilai koefisien didasarkan atas topografi digunakan untuk perawatan.
daerah penelitian, jenis tanah dan kerapatan vegetasi
(Tabel 2). Tabel 4. Hasil Pengukuran Dimensi Kolam
Komp Panjang Lebar Sekat Luas Volume
Tabel 2. Luas Daerah Tangkapan Hujan dan Nilai (m) (m) (m) (m2) (m3)
Koefisien Limpasan
DTH Koefisien 1 40,5 30 9,5 1.215 6.075
A 0,4 2 42,6 30 7,4 1.278 6.390
A.1 0,9
3 45,5 30 14,5 1.365 6.825
B 0,4
B.1 0,9 4 32,8 30 7,2 984 3.936
C 0,4
5 31,8 30 8,2 954 3.816
D 0,9
E 0,9 6 30,8 30 9,2 924 3.696
PIT71N 0,9 7 30,8 30 9,2 924 3.696
INPITDUMP71 0,9  
Sumber : PT. Perkasa Inakakerta
Debit Pompa Aktual Jenis material yang terendapkan pada kolam
Debit pompa yang didapatkan yaitu dengan cara pengendapan adalah lanau dan lempung sehingga
pengukuran langsung di lapangan dengan mempunyai diameter partikel padatan 0,002 mm.
menggunakan alat ukur debit air Globalwatermeter.  
Data yang dihasilkan dari alat Globalwatermeter  
 
yaitu kecepatan air yang keluar dari pipa keluaran  
dalam satuan m/s. Pompa yang digunakan pada  
 
sumuran inpit dump 71 yaitu menggunakan Selwood  
H200 dan Multiflo 380 dengan debit actual.  
 
 
Tabel 3. Hasil Pengambilan data debit aktual pompa  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Gambar 2. Klasifikasi Butiran

Dari klasifikasi tersebut dengan diameter 0,002 mm


pada tabel klasifikasi padatan diperairan angka
Karakteristik Air Kolam Pengendapan tersebut termasuk padatan tersuspensi dengan ukuran
Karakteristik air kolam pengendapan antara lain diameter < 10-3 mm.
adalah pH, TSS, Besi (Fe) dan Mangan (Mn).
Untuk pengukuran pH (Derajat Keasaman) dilakukan Tabel 5. Klasifikasi Padatan di Perairan
dengan menggunakan kertas lakmus pada zona inlet Klasifikasi Ukuran Ukuran (mm)
dan zona outlet. Pada zona inlet memiliki pH 3 dan
pada zona outlet memiliki pH 6. Pengukuran TSS Padatan Diameter (µm)
dengan menggunakan TSS meter, pada zona inlet Padatan Terlarut < 10-3 < 10-4
nilai TSS terbesar 328 Mg/l dan zona outlet 177 Mg/l.
Untuk pengukuran besi (Fe) dan mangan (Mn) Koloid 10-3 - 1 10-4 – 10-3
menggunakan alat yang sama yaitu Colorimeter DR Padatan <1 < 10-3
890, didapatkan nilai besi (Fe) terbesar 2,3 Mg/l dan
mangan (Mn) 0,4 Mg/l. Tersuspensi

Dimensi Kolam Pengedapan


Kolam pengendapan 71 C secara geografis terletak Koagulan yang Digunakan
pada E 117o38’47’’ E 00o45’67’’ terdapat tujuh PT. Perkasa Inakakerta menggunakan Kapur Padam
kompartemen, kompartemen satu sampai tiga (CaO) dengan rata-rata pemakaian 71 kg/jam. Dengan
digunakan untuk mengendapkan material hasil cara mencampur kapur padam (CaO) dengan air

34  
 
Kajian Teknis Dimensi Kolam Pengendapan … Isnaeni

 
dalam suatu bak yang kemudian dialirkan kompartemen pertama akan mengendap sehingga
menggunakan pipa pada pintu kompartemen tiga ke kompartemen dua dan tiga sudah sedikit mengandung
kompartemen empat. lumpur sehingga pada zona outlet didapatkan TSS
yang aman yaitu 177 Mg/l.
3. Ion Besi (Fe)
Ion besi (Fe) pengukuran hanya dilakukan satu kali
dalam satu minggu karena pengujiannya dilakukan
pada suhu ruangan dengan menggunakan alat
Calorimeter DR 890 untuk pengujian ion besi (Fe)
jenis reagennya adalah reagen iron, dari hasil
pengujian didapatkan nilai ion besi (Fe) terendah 0,4
Mg/l dan tertinggi 2,3 Mg/l. Angka ini masih sangat
aman untuk langsung dialirkan dari standar baku
mutu yang ditetapkan yaitu 7 Mg/l.
Gambar 3. Proses Pengadukan Kapur Padam
dengan Air 4. Mangan (Mn)
Pengukuran nilai mangan (Mn) dilakukan sama
Alat yang Digunakan Untuk Perawatan seperti pengukuran ion besi (Fe) karena
Alat mekanis yang digunakan pada adalah Backhoe menggunakan sampel dan alat yang sama, akan tetapi
PC 200. PT. Perkasa Inakakerta tidak secara khusus memakai 10 ml dari 1 liter sampel yang diambil dan
menyediakan alat backhoe untuk pengerukan lumpur jenis reagennya adalah reagen mangan, dari hasil
karena jangka waktu pengerukan yang hanya pengujian didapatkan nilai mangan (Mn) terendah 0,1
dilakukan 2 tahun sekali. Mg/l dan tertinggi 0,4 Mg/l. Nilai ini juga masih
sangat aman apabila langsung dialirkan keperairan
bebas dari standar baku mutu yang ditetapkan yaitu 4
3. PEMBAHASAN
Mg/l.
Karakteristik Air Kolam Pengendapan
Dimensi Kolam Pengendapan
Karakteristik dan parameter air tambang batubara
Kolam pengendapan pada PT. Perkasa Inakakerta
yang terdapat pada kolam pengendapan 71 C
mempunyai 7 kompartemen dengan luas keseluruhan
dilakukan pengukuran sesuai dengan Peraturan
7.644 m2 dan volume 31.734 m3. Ukuran butir yang
Daerah Kalimantan Timur No 02 Tahun 2011.
yaitu 0,002 mm pada klasifikasi tabel padatan angka
1. Derajat Keasaman (pH) tersebut termasuk padatan tersuspensi < 10-3 mm.
Hasil pengukuran derajat keasaman (pH) didapatkan Debit total yang masuk pada zona inlet sebesar
angka pH zona inlet terendah adalah 3 dan zona outlet 729,27 m3/jam, maksimal pemompaan dilakukan
6. Air yang tertampung pada kolam pengendapan selama 20 jam/hari sehingga debit total untuk satu
dikatakan bersifat asam atau sering disebut air asam hari 14.585 m3/hari. Artinya volume kolam
tambang karena memiliki pH < 6, air yang bersifat pengendapan masih sangat besar untuk menampung
asam ini disebabkan oleh material daerah sekitar air hasil pemompaan dalam 1 hari, sehingga perlu
penambangan adalah material PAF (Potentially Acid evaluasi pada luas kolam.
Forming) yaitu material yang berpotensi berbentuk
Tabel 6. Perbaikan Dimensi Kolam Pengendapan
asam sehingga jika terjadi hujan maka air tersebut
akan bereaksi dengan mineral sulfida tertentu yang Komp Pjg Lbr Sekat Luas Volume
terdapat dalam batuan dan bereaksi dengan udara (m) (m) (m) (m2) (m3)
sehingga akan menghasilkan asam sulfat. Air tersebut 1 42,6 30 7,4 1.278 6.380
akan mengalir ke tempat terendah yaitu pada sump 2 45,5 30 14,5 1.365 6.825
inpit dump 71 dan pit 71 N yang kemudian akan 3 32,8 30 7,2 984 3.936
dipompa menuju kolam pengendapan, sehingga air 4 31,8 30 9,2 954 3.816
yang akan dihasilkan pada zona inlet masih bersifat 5 30,8 30 9,2 924 3.696
asam. Dari tabel hasil perbaikan dimensi kolam
2. Total Suspended Solid (TSS) pengendapan dilakukan pengurangan jumlah
Hasil pengukuran TSS didapatkan nilai terbesar pada kompartemen pada kompartemen 1 , 6 dan 7
zona inlet 328 Mg/l dan zona outlet 177 Mg/l, standar kemudian didapatkan luas 5.505 m2 dan volume
baku mutu yang ditetapkan untuk nilai TSS adalah 24.663 m3, sehingga kolam pengendapan masih
300 Mg/l. Nilai TSS pada zona outlet sudah sangat cukup untuk menampung air hasil pemompaan
memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan sehingga dalam satu hari yaitu 14.485 m3/hari.
aman untuk langsung dialirkan keperairan bebas. Air Koagulan yang Digunakan
hasil pemompaan yang masuk pada zona inlet Jenis kogulan yang digunakan adalah kapur padam
bercampur dengan lumpur sehingga TSS akan cukup (CaO) yaitu kapur hasil pemadaman kapur tohor
tinggi. Material lumpur yang masuk pada Ca(OH)2. Kapur padam dipilih karena dapat
35  
 
Kajian Teknis Dimensi Kolam Pengendapan … Isnaeni

 
menetralkan air yang bersifat asam dan lebih mudah
untuk didapatkan. Kenaikan Nilai pH
Reaksi Air Asam
10
FeS2 + 15/4 O2 + 7/2 H2O 2 H2SO4 + Fe (OH)3
Reaksi Air Asam + Kapur Padam 5 Kenaikan  
2 H2SO4 + 2CaO 2CaSO4 + 2H2O Nilai  pH  
Dari reaksi tersebut jika air asam ditambahkan 0
dengan kapur padam maka akan menghasilkan 30 60 120 180
senyawa yang netral yaitu kalsium sulfat dihidrat
(gypsum). Jumlah kapur padam yang digunakan Gambar 5. Kenaikan Nilai pH
adalah 71 kg/jam, 1.420 kg/hari dan 42.600 kg/bulan.
Jumlah ini sangat banyak karena volume kolam Pada gambar tersebut dapat dilihat bahwa pada satu
pengendapan terlalu besar, pencampuran kapur liter air asam dengan nilai pH 3 dan diberi kapur
padam dengan air yaitu dengan menggunakan bak padam sebanyak 5 gram akan mengalami kenaikan
dan alat pengaduk yang kemudian air tersebut nilai pH setiap 30 menit dan pada menit ke 180 pH
dalirkan menggunakan pipa dan dialirkan pada pintu berada pada angka 6 yang berarti netral dan telah
kompartemen (Gambar 4). Volume kolam memenuhi baku muku sehingga dapat lanngsung
pengendapan terlalu besar sehingga apabila air pada dialirkan keperairan bebas.
zona outlet ingin dialirkan keperairan bebas tetapi Alat yang Digunakan Untuk Perawatan
masih memiliki pH yang kecil maka dilakukan PT. Perkasa Inakakerta menggunakan alat Backhoe
penaburan kapur padam pada kompartemen terakhir.
PC 200 dengan kedalaman penggalian 5,78 meter
Setelah dilakukan perbaikan jumlah kompartemen
sementara kedalaman maksimal kolam 5 meter.
maka penggunaan kapur padam akan lebih menjadi
Sehingga Backhoe PC 200 mampu menggali lumpur
48 kg/jam.
hasil pengendapan. Pada kolam pengendapan 71 C
salah satu sisi kolam dibuat lebih dalam dari sisi yang
lain sehingga pengendapan hanya terjadi pada sisi
yang paling dalam. Backhoe PC 200 mempunyai
jangkauan gali mendatar 9,19 m sehingga dapat
menggali pada sisi yang paling dalam saja tidak
menggali pada semua sisi kolam pengendapan. Waktu
pengerukan perlu diperhitungkan sehingga air yang
ada pada kolam dapat terjaga kualitasnya,
. perhitungan waktu pengerukan didasarkan terhadap
Gambar 4. Air Hasil pencampuran Kapur Padam nilai kecepatan pengendapan (Vt) 2,8 x 10-3
menggunakan hukum stokes karena % padatan < 40%
Untuk mengetahui lama kenaikan nilai pH maka yaitu 0,065% sehingga didapatkan waktu yang
dilakukan jar test yaitu mengambil sampel air dibutuhkan partikel mengendap (tv), kecepatan air
sebanyak 1 liter pada pintu kompartemen tige ke dalam kolam (vh), waktu yang dibutuhkan air keluar
empat kemudian dibiarkan hingga partikel kolam (th), padatan yang berhasil diendapkan dalam
mengendap dan selanjutnya dimasukkan kapur padam 1 hari dan waktu pengerukan kolam pengendapan.
(CaO) sebanyak 5 gram. Angka pH air awal adalah 3
kemudian pada menit ke 60 diukur menggunakan
kertas lakmus pH menjadi 4, pada menit ke 120 pH
menjadi 5 dan pada menit ke 180 pH menjadi 6.

Tabel 7. Waktu Pengerukan

36  
 
Kajian Teknis Dimensi Kolam Pengendapan … Isnaeni

 
4. KESIMPULAN DAN SARAN 5. DAFTAR PUSTAKA
Kesimpulan Budiarto, (1999), “Sistem Penyaliran Tambang”,
Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah : Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas
1. Karakteristik air kolam pengendapan (settling Teknologi Mineral UPN “Veteran”
pond) 71 C berdasarkan nilai pH 6, TSS berkisar Yogyakarta.
antara 22,8 – 177 Mg/l, Besi (Fe) berkisar antara Ersin Seyhan, (1995), “Dasar-dasar Hidrologi”, Gajah
0,4 – 2,3 Mg/l dan Mangan (Mn) berkisar antara Mada University Press.
0,1 – 0,4 Mg/l sehingga karakteristik air yang Imam Subarkah. (1980), “Hidrologi Untuk
terdapat pada kolam pengendapan 71 C telah Perencanaan Bangunan Air”, Penerbit Idea
memenuhi Baku Mutu Air Limbah untuk Dharma, Bandung.
Kegiatan Pertambangan Batubara sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.
Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur 113 Tahun 2003 Tentang “Baku Mutu Air
No. 02 Tahun 2011 yang ditetapkan adalah TSS Limbah bagi Usaha dan atau Kegiatan
300 Mg/l, pH 6-9, total Mn 4 mg/l dan total Fe 7 Pertambangan.”
mg/l. Partanto Prodjo Sumarto, (1994), “Rancangan Kolam
2. Dimensi kolam pengendapan 71 C dengan luas Pengendapan Sebagai Pelengkap Sistem
7.644 m2 volume 31.734 m3 terlalu besar untuk Penyaliran Tambang”.
menampung air hasil pemompaan sebanyak Pfleider EP, “Surface Mining”, The American
729,27 m3/jam dengan maksimal waktu Institude of Mining, Metallurgical and
pemompaan 20 jam volume air hasil Petroleum Inc. New York, 1972.
pemompaan 14.585 m3/hari. Perlu perbaikan Rudi Sayoga Gautama., (1993), “Sistem Penirisan
dimensi kolam dengan luas 5.505 m2 dan Tambang”.Kursus Perencanaan Tambang,
volume 24.663 m3 dengan luasan tersebut masih Jurusan Teknik Pertambangan, Institut
mampu menampung air yang masuk pada zona Teknologi Bandung, Bandung.
inlet. Suyono Sosrodarsono dan Kensaku Takeda, (1980),
3. Koagulan yang digunakan PT. Perkasa “Hidrologi untuk Pengairan”, PT Pradnya
Inakakerta untuk menetralkan air asam adalah Paramita, Jakarta.
kapur padam (CaO) sebanyak 71 kg/jam, jumlah Sulartso dan Haruo Tahara, “Pompa dan Kompresor”,
ini terlalu banyak dan perlu perbaikan dimensi Cetakan ketujuh PT.Pradnya Paramita.
kolam sehingga kapur padam (CaO) yang Van Te Chow, (1989), “Hidrolika Saluran Terbuka”,
digunakan sebanyak 48 kg/jam. Erlangga, Jakarta.
4. Alat yang digunakan untuk perawatan _________, 2015, Profil Perusahaan, Departemen
(treatment) pada kolam pengendapan 71 C Geology and Mine Plan PT. Perkasa
menggunakan Backhoe PC 200, alat tersebut Inakakerta.
memiliki kedalam penggalian 5,78 meter dan
jangkauan gali 9,19 meter sehingga mampu
untuk menggali lumpur yang terdapat pada
kolam pengendapan dengan kedalaman 5 meter.
Pengerukan pada kompartemen 1 dilakukan
setiap 13 bulan sekali, kompartemen 2
dilakukan setiap 15 bulan sekali dan
kompartemen 3 setiap 16 bulan sekali.

Saran
1. Pengerukan kolam pengendapan sebaiknya
dilakukan secara teratur dengan jangka waktu
yang telah ditentukan agar kolam menjadi bersih
sehingga kualitas air yang ada pada kolam
pengendapan teteap terjaga.
2. Perlu adanya perbaikan pada dimensi kolam
agar kolam pengendapan dapat secara optimal
dalam mengelola air tambang.
3. Perlu di buat SOP (Standard Operational
Procedure) pengelolaan air tambang agar dapat
berjalan efektif dan optimal.

37  
 

Anda mungkin juga menyukai