Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Penelitian ini menggambarkan tentang perilaku begadang dikalangan


mahasiswa di Pondok Redhouse Desa Hegarmanah Kec. Jatinangor Kab. Sumedang
serta menelaah dan menganalisis terjadinya kegiatan tersebut. Penelitian ini juga
mencoba mencari tahu bagaimana kegiatan begadang telah menjadi bagian dari
kehidupan mahasiswa perantau khususnya yang tinggal di Pondok Redhouse. Adapun
untuk menelaah fenomena tersebut penelitian ini menggunakan pandangan liminalitas,
yang mana konsep liminalitas adalah sebuah bagian dari tahap-tahap ritus peralihan
yang dikembangkan oleh seorang Antropolog yaitu Victor Turner. Teknik yang
digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, observasi, dan wawancara kepada
informan-informan kunci.

Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif.


Pendekatan kualitatif ini memiliki beberapa poin penting yaitu bertujuan untuk
memahami makna tertentu, memahami proses, dan mendeskripsikan pola-pola tertentu,
termasuk membangun hubungan sebab-akibat.

Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa begadang yang terjadi pada
mahasiswa disebabkan oleh fleksibilitas waktu dan aktivitas yang terbentuk dari sebuah
fase dalam ritus peralihan yakni liminalitas. Penulis dapat menarik kesimpulan bahwa
kegiatan begadang yang di lakukan mahasiswa Pondok Redhouse tersebut adalah
sebuah bentuk dari pengalaman pertama mereka sebagai mahasiswa yang tidak lagi
tinggal dalam lingkup keluarga intinya. Kegiatan Begadang juga adalah salah satu
bentuk ekspresi yang mereka tunjukkan sebagai eksistensi mereka sebagai mahasiswa
yang tangguh dan kuat yang berbeda daripada saat-saat mereka masih menjalani
aktivitas sebagai siswa SMA. Dari kegiatan begadang itu juga mereka telah belajar dari
pengalaman-pengalaman yang mereka rasakan setelah tahu dampak-dampaknya. Selain
itu, kegiatan begadang juga dapat membuat timbulnya rasa persaudaraan yang terjalin
diantara mereka sesama penghuni karena munculnya pandangan dan pengalaman yang
sama dari kegiatan tersebut.
Kata kunci : perilaku, begadang, mahasiswa, liminalitas, ritus peralihan

i
ABSTRACT

This research is describing about the behavior of staying up of students at Pondok


Redhouse Desa Hegarmanah Kec. Jatinangor Kab. Sumedang then examine and analyze the
occurrence of such practices. This research also tries to find out how the practice of staying up
has become a part of the life of migrant students, especially those who live in Pondok Redhouse.
As for studying the phenomenon, this study uses the viewpoint of liminality, which the concept
of liminality is a part of the stages of the rite of passage developed by an anthropologist Victor
Turner. The techniques used in this study are literature study, observation, and interviews to
key informants.

The research made use of qualitative approach. This qualitative approach has several
important points that aim to understand certain meanings, understand the process, and describe
certain patterns, including building causal relationships.

Research findings shows that staying up behavior in students college was happen
because of the flexibility of time and activity which is created through liminality phase from
rites of passage. The authors can draw the conclusion that the practice of staying up at the
Pondok Redhouse students is a form of their first experience as students who no longer live
within the scope of their nuclear family. The Preparing Practice is also one of the forms of
expression they show as their existence as strong and tough students who are different from the
time they are still in high school life. From the practice of staying up they also have learned
from the experiences they feel after knowing the effects. In addition, the practice of staying up
can also create a sense of brotherhood that exists among their co-inhabitants due to the
emergence of the same views and experiences of the practice.

Keywords: behavior, stay up, student, liminality, rites of passage

ii