Anda di halaman 1dari 5

ASUHAN GIZI KOMUNITAS

1. Hasil Data Primer

TRADISI,
DIMANA TINGKAT PENYEBAB SUMBER KETERSEDIAAN
MASALAH YANG PANTANGAN KETERSEDIAAN LETAK
NO PENDERITA KEPARAHANNYA TIMBULNYA DAYA PELAYANAN
YANG TERJADI MENDERITA PADA SARANA GEOGRAFIS
TERSEBUT (%) MASALAH MANUSIA KESEHATAN
MASYARAKAT
BBLR Bayi 26,17% - Bayi lahir
premature
- Kurangnya
supply gizi
GIZI BURUK Balita 16,9% -

2. Analisis partisipasi

Pihak Peran Karakteristik Motivasi Kelebihan Kekurangan Implikasi


Balita Sasaran - Tidak dapat mengambil Suka bermain, memiliki - Tergantung pada - Gampang menagis, Sasaran utama untuk
Utama keputusan sendiri keinginan yang harus orangtua dan pengasuh terpengaruh oleh hal-hal meningkatkan status
- Suka terhadap hal-hal dipenuhi orangtua - Mudah dipengaruhi buruk, susah diajarkan gizi balita
menarik orang lain sesuatu karna pikirannya
- Masih suka bermain masih terbatas
Ibu balita Pengasuh - Pengambilan keputusan Menginginkan balita aktif, - Pihak yang menentukan Pengetahuan ibu balita Pelaku utama
balita untuk balita sehat dan ceria menu makanan yang terkait gizi dan kesehatan kegiatan
disediakan dirumah rendah
- Memiliki kedekatan
dengan balita
Ayah balita Pengasuh - Memberi dana Menginginkan balita aktif, - Penyedia dana keluarga Pengetahuan ayah terkait Mendukung
balita - Pengambil keputusan dalam sehat dan ceria - Pengambilan keputusan gizi rendah dan kurang intervensi dengan
keluarga dalam keluarga perhatian pada anak karna memotivasi ibu balita
sibuk kerja
Keluarga Pihak yang - Dipatuhi oleh anak/mantu Menginginkan balita aktif, - Memberikan motivasi - Pengetahuan gizi kurang Mendukung
balita mendampingi - Pihak yang mengasuh balita sehat dan ceria kepada ibu dalam - Selalu menuruti jajanan intervensi dengan
(nenek) ibu balita ketika ibu sedang sibuk mengasuh balita yang diinginkan cucunya memotivasi ibu balita
dalam - Pemberi informasi yang wlaupun jajanan tidak sehat
mengasuh dituruti oleh anak/mantu - Mudah lelah, sehingga
balita dalam pengawasan
terhadap balita kurang
Tenaga Aktivis - Ilmu terkait gizi dan - Menurunnya prevalensi - Dapat diajak kerjasama, - Tidak semua masyarakat - Membantu dan
kesehatan (pelaksaa kesehatan banyak gizi buruk pada balita membantu mengatasi percaya/senang dengan mendukung
program) - Disegani oleh masyarakat - Membantu melayani permasalahan kesehatan bidan keberlangsungan
kesehatan masyarakat masyarakat - Tenaga terbatas program
- Dipercaya masyarakat - Perlu terus dimotivasi - Bekerjasama
dalam menangani untuk melaksanakan meningkatkan
masalah kesehatan program kesehatan
- Memiliki banyak masyarakat
pengetahuan terkait - Menurunkan
masalah gizi balita prevalensi status gizi
kurang pada balita
Kader Pemantauan Dapat mempengaruhi ibu- Ingin meningktakan - Terlatih untuk menerima Jumlah kader terbatas Merupakan
status gizi ibu yang lain cakupan balita sehat pengetahuan dan perpanjangan tangan
balita setiap informasi baru tenaga kesehatan
bulan kepada masyarakat
untuk menyampaikan
informasi terkait gizi
balita
Pemerintah pendukung Disegani dan dapat Mencari reward baik untuk Penyedia dana Sulit diajak negosiasi dan Sebagai pendukung
setempat mempengaruhi ibu-ibu balita pemerintah maupun tidak mau ambil resiko berjalannya program
daerahnya karena sebagai
penyedia dana

3. Problem Tree
4. Alternative Analisis

Kriteria Goal (tujuan utama) : menurunkan prevalensi gizi buruk

5. Analisis stakeholder

Masalah Faktor masalah Stakeholder Penyebab Solusi


1. Kurang Asupan Ibu Kurangnya konsumsi makanan Memilih makanan bergizi
BERAT BADAN
BAYI LAHIR

yang bergizi dengan memanfaatkan pangan


RENDAH

lokal yang ada


Tenaga Gizi Kurangnya pemberian edukasi Memberikan edukasi terkait
kepada masyarakat terhadap gizi
pemberian makanan yang baik
2. Perilaku makan Ibu Kurangnya pemantauan dan Mengubah kebiasaan makan
kurang memerhatikan mengenai menjadi yang lebih baik
konsumsi makanan bergizi
seimbang
3. Pola makan Ibu Pemilihan bahan makanan yang Pemberian edukasi gizi
tidak tepat dan tidak sesuai mengenai pemilihan bahan
dengan yang seharusnya makanan yang tepat dalam
dibutuhkan rumah tangga
Tenaga Gizi Kurang memerhatikan kebiasaan Penyuluhan gizi mengenai
masyarakat dalam memanfaatkan pangan lokal yang tersedia dan
pangan lokal cara memanfaatkannya
4. Tingkat Masyarakat Kurangnya pendapatan untuk Cermat dalam mengatur
Ekonomi membeli bahan makanan keuangan untuk membeli bahan
makanan yang bergizi
Pemerintah Kurangnya penyediaan lapangan Memperluas lapangan
pekerjaan untuk masyarakat yang pekerjaan yang dapat
tidak mampu melibatkan masyarakat
berpendapatan kecil
5. Penurunan Tenaga Gizi Kurangnya pemantauan berat Pemantauan berat badan secara
Berat Badan badan secara rutin rutin untuk menghindari adanya
yang singkat penurunan berat badan secara
singkat
Kurang nya Orang tua Kurangnya Frekuensi Makan Memberikan pengertian
asupan makan (Ibu) makanan bergizi, ibu tidak kepada ibu untuk selalu
menyediakan makanan. menyediakan makanan
kepada keluarga agar gizi
terpenuhi
Tenaga Gizi Kurang memberikanm edukasi Melakukan edukasi terkait
kepada ibu, bahwa pentingnya pentingnya makan makanan
Gizi Buruk

mengkonsumsi makanan bergizi bergizi kepada ibu.


BBLR Ibu Status gizi Ibu yang Berpotensi Melakukan persiapan
menyebabkan BBLR menjelang kelahiran, agar
status gizi bisa baik saat
hamil
Tenaga Gizi Kurangnya edukasi terkait Melakukan program
pencegahan BBLR dan pencegahan BBLR seperti
kurangnya monitoring dan meningkatkan asupan fe, dan
evaluasi memonitoring dan
mengevaluasi sehingga tidak
terjadi BBLR
Pola Asuh Ibu Pola asuh ibu yang kurang baik, Memperkenalkan semua
bisa menyebabkan anak tidak bahan makanan pada anak
suka makan bahan makanan dengan baik dan pada waktu
tertentu (telur, ikan, sayuran, yang tepat, sehingga anak
buah-buahan) suka.
Tingkat Ibu Tingkat pendidikan ibu yang Menggali informasi yang
Pengetahuan kurang, kurang terjangkaunya lebih, dan lebih aktif mencari
Rendah akses informasi tentang informasi terkait konsumsi
konsumsi makanan bergizi makanan bergizi
Kader Sedikitnya frekuensi Memperbanyak penyuluhan
mengadakan penyuluhan kepada kepada ibu
ibu
Tingkat Masyarakat Tingkat pendapatan yang rendah Memanage pendapatan
Ekonomi membuat tingkat ekonomi juga sedemikian rupa, sehingga
rendah, menyebabkan daya beli dapat memenuhi kebutuhan
bahan makanan pun rendah pangan dengan baik. Tidak
harus mahal, namun cukup
gizi.
Pemerintah Kurangnya pemberdayaan bisa Lebih memperhatikan rakyat
membuat tingkat pendapatan kecil dan memberikan
rendah bantuan yang nyata kepada
masyarakat
Lingkungan Keluarga Kurang menjaga hygine dan Membersihkan lingkungan
sanitasi disekitar rumah, rumah, agar bersih dan sehat
membuat makanan yang setiap hari.
dikonsumsi tidak lagi layak ,
mempengaruhi penyerapan zat
gizi
Kader Kurangnya program untuk Menjalankan program
membuat lingkungan menjadi lingkungan bersih didesa
bersih tersebut
6. Inventarisasi Masalah

NO MASALAH TUJUAN PROGRAM INTERVENSI


1 Gizi Buruk - Meningkatkan status gizi pada masyarakat di
Kabupaten Malang terutama pada bayi dan balita yang
mengalami masalah gizi buruk
- Memonitoring serta mengevaluasi status penderita gizi
buruk supaya perbaikan gizi terpantau tepat pada
sasaran
2 BBLR - Meningkatkan asupan gizi pada ibu hamil untuk
mencukupi asupan gizinya sehingga nutrisi pada bayi
tercukupi

PPM

TUJUAN INDIKATOR SUMBER DATA ASUMSI


I. Goal :
Presentase gizi buruk menurun
II. Outcome
1. Menurunkan angka gizi buruk
III. Output
1. Meningkatnya pengetahuan ibu
balita mengenai makanan yang
bergizi
2. Ibu balita mampu
mempersiapkan makanan yang
bergizi, bersih dan sehat untuk
balita
IV. Kegiatan
1.