Anda di halaman 1dari 32

KUNCI JAWABAN BIOLOGI SMA/MA KELAS X JILID 1

BAB 1 RUANG LINGKUP BIOLOGI

I. Pilihan Ganda
1. A 5. A 9. B 13. D 17. E
2. B 6. D 10. E 14. D 18. D
3. E 7. A 11. E 15. B 19. D
4. B 8. C 12. B 16. C 20. A

II. Pilihan Ganda Bervariasi III. Hubungan Sebab Akibat


1. C 1. D
2. D 2. C
3. B 3. A
4. B 4. D
5. A 5. D

IV. Uraian
1. Empat karakteristik sains:
 rasional, berpikir secara logis menggunakan nalar (rasio)
 objektif, kebenaran apa adanya
 empiris, dapat dibuktikan dengan pengamatan atau eksperimen
 akumulatif, dapat dibentuk berdasarkan teori lama yang dapat ditambah,
diperbaiki, dan disempurnakan
2. Manfaat biologi di bidang farmasi:
 tumbuhan untuk bahan obat-obatan dan jamu.
 pemanfaatan jamur dalam pembuatan antibiotika
 rekayasa genetika bakteri untuk mendapatkan insulin buatan
Manfaat biologi di bidang kedokteran:
 diketahuinya mikroorganisme penyebab penyakit
 teknik bayi tabung dengan fertilisasi invitro
 metode KB (keluarga berencana)
 cangkok organ tubuh
3. Sikap ilmiah
 Peka dan kritis terhadap kejadian di alam
 Jujur, tidak berbohong atas hasil penelitian yang dilakukan
 Bertanggung jawab, hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan
 Objektif, hasil penelitian bukan merupakan prasangka tetapi berdasarkan hasil
eksperimen.
 Rasa ingin tahu tinggi, tidak pernah puas terhadap hasil penemuannya
 Teliti, tekun, tidak mudah putus asa ketika melakukan penelitian dan eksperimen
 Berpikir logis, tidak percaya pada takhayul
 Terbuka, mau menerima kritik dan pendapat dari orang lain
4. Contoh masalah biologi: Bagaimanakah cara budidaya tumbuhan pada lahan sempit di
perkotaan?
5. Tabel data.
Data kualitatif Data kuantitatif
Jumlah buah yang berukuran lebih dari
Warna buah hijau kekuningan
100 gram ada 25 buah
Bagian batang yang berbuah terdapat di
Berat rata-rata buah 100 gram
ujung ranting

6. a.
Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan
Kecambah
7
6
5
4
cm

3 Terang
2
Gelap
1
0
1 2 3 4 5 6
Hari

b. Rata-rata pertumbuhan kecambah/hari =

((𝑇2−𝑇1)+(𝑇3−𝑇2)+(𝑇4−𝑇3)+(𝑇5−𝑇4)+(𝑇6−𝑇5))𝑐𝑚/ℎ𝑎𝑟𝑖
5

Keterangan: T (angka) = Tinggi pada hari ke-


Rata-rata pertumbuhan kecambah di tempat terang = 0,72 cm/hari
Rata-rata pertumbuhan kecambah di tempat gelap = 0,96 cm/hari
c. Di tempat yang gelap.
d. Mengetahui pengaruh kondisi cahaya terhadap pertumbuhan kecambah.
e. Pertumbuhan kecambah dipengaruhi oleh kondisi cahaya, dengan pertumbuhan
lebih cepat terjadi pada kondisi gelap.
7. Cabang biologi yang diperlukan ahli kesehatan masyarakat
 Fisiologi, agar mengetahui cara kerja sistem tubuh pada manusia
 Anatomi, agar mengetahui letak organ-organ yang penting
 Patologi, agar mengetahui tentang terjadinya suatu penyakit
 Farmakologi, agar mengetahui obat yang tepat untuk suatu penyakit
 Higiene, agar mengetahui cara hidup sehat
8. a. Jumlah oksigen terlarut dalam air memengaruhi kematian ikan.
b. Pupuk organik memengaruhi pertumbuhan kacang kedelai.
9. Contoh permasalahan biologi pada berbagai tingkatan organisasi kehidupan.
Permasalahan Tingkatan organisasi kehidupan
biologi Komunitas Ekosistem
Pengaruh pemasangan Pengaruh buangan limbah
1 perangkap terhadap komunitas pupuk pertanian terhadap
lalat buah di kebun tomat ekosistem danau
Pengaruh penggunaan hand Pengaruh penebangan liar di
sanitizer terhadap pertumbuhan hutan Kalimantan
2
komunitas bakteri di telapak
tangan

10. Langkah-langkah keselamatan kerja di laboratorium.


 Tidak makan dan minum di laboratorium, agar tidak terkontaminasi senyawa
berbahaya atau bakteri.
 Memakai sarung tangan, agar terlindungi dari cairan berbahaya.
 Menggunakan kacamata pelindung, agar terhindar dari uap panas atau cairan
kimia berbahaya.
 Menggunakan sepatu tertutup, agar terlindungi dari cairan panas atau senyawa
kimia berbahaya.
 Menggunakan alat bantu seperti pipet tetes, sendok plastik, pinset untuk
mengambil zat/bahan.
 Segera muntahkan jika ada zat kimia yang tertelan.
 Cucilah tangan dengan sabun setelah selesai bekerja.
BAB 2 KEANEKARAGAMAN HAYATI

I. Pilihan Ganda
1. D 5. E 9. D 13. D 17. B
2. E 6. B 10. A 14. B 18. C
3. B 7. E 11. B 15. E 19. A
4. A 8. C 12. E 16. A 20. D

II. Pilihan Ganda Bervariasi III. Hubungan Sebab Akibat


1. B 1. B
2. A 2. C
3. B 3. D
4. B 4. D
5. A 5. D

IV. Uraian
1. Menurut UU No. 5 tahun 1994, Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman di
antara makhluk hidup dari semua sumber termasuk di antaranya daratan, lautan dan
ekosistem akuatik lain, serta kompleks-kompleks ekologi yang merupakan bagian dari
keanekaragamannya, mencakup keaneka ragaman dalam spesies, antara species dengan
ekosistem.
2. Perbedaan keanekaragaman hayati tingkat genetik, spesies, dan ekosistem.

Keanekaragaman hayati
No. Kategori
Genetik Spesies Ekosistem
Berbagai spesies
1. Skala Satu spesies Berbagai spesies dengan
lingkungannya
Tingkat variasi jika
2. Rendah Tinggi Sangat tinggi
dibandingkan

3. Perbedaan ciri abiotik dan biotik pada bioma sabana dengan padang rumput.
No. Kategori Sabana Padang rumput
Rendah dan tidak dapat
Rendah diprediksi (25-50 cm/tahun),
1. Curah hujan
(90-150 cm/tahun) ada yang mencapai 100
cm/tahun
2. Suhu udara Hangat (20 – 25 ºC) Rendah (-5 – 18 ºC)
Rumput, forb (herba), dan
Rumput seperti bluestem
Tumbuhan pohon seperti Eucalyptus,
3. grasses, grama grasses dan
dominan Acacia, dan Corypha utan
buffalo grasses
(gebang).
Serangga, hewan pengerat,
Serangga (semut dan rayap), reptil, ular, burung, bison,
4. Hewan dominan kuda, gajah, kijang, zebra, kanguru, zebra, jerapah,
macan tutul, singa kijang, serigala, singa,
jaguar, dan cheetah

4. Indonesia merupakan negara dengan megabiodiversitas, karena keanekaragaman


spesiesnya sangat tinggi (jumlah spesies sangat banyak) yang meliputi jamur, alga,
lumut, paku-pakuan, tumbuhan berbunga, serangga, moluska, ikan, amfibia, reptilia,
burung, dan mamalia jika dibandingkan dengan jumlah spesies yang ada di dunia.
Perbandingan keanekaragaman spesies di Indonesia dengan dunia.
Indonesia Dunia
No. Kelompok Persentase (%)
(jumlah spesies) (jumlah spesies)
1. Jamur 12.000 47.000 26
2. Alga 1.800 21.000 9
3. Lumut 1.500 16.000 9
4. Paku-pakuan 1.250 13.000 10
5. Tumbuhan berbunga 25.000 250.000 10
6. Serangga 250.000 750.000 33
7. Moluska 20.000 50.000 40
8. Ikan 8.500 19.000 45
9. Amfibia 1.000 4.200 24
10. Reptilia 2.000 6.300 32
11. Aves (burung) 1.500 9.200 16
5. Kawasan pembagian flora berdasarkan ketinggian di wilayah Indonesia.
 Hutan pantai (0 meter dpl), yaitu hutan yang terdapat di sepanjang pantai berupa
mangrove, misalnya di pantai timur Pulau Sumatera dan pantai utara Pulau Jawa.
 Hutan rawa (5 - 100 meter dpl), misalnya hutan di Pulau Kalimantan.
 Hutan sabana (900 meter dpl), misalnya di Nusa Tenggara.
 Padang rumput (900 - 4.000 meter dpl), misalnya di Pulau Sumba.
 Hutan dataran rendah (0 - 1200 meter dpl), yaitu hutan yang terdapat di daerah
dataran rendah misalnya hutan hujan tropis yang ada wilayah Dangkalan Sunda
seperti di Pulau Sumatera.
 Hutan pegunungan rendah (1.200 – 2.500 meter dpl), yaitu hutan yang terdapat di
daerah pegunungan rendah, misalnya gunung Gede Pangarango, gunung
Papandayan, dan gunung Bromo.
 Hutan pegunungan atas (>3.500 meter dpl), hutan yang terdapat di daerah
pegunungan atas seperti di Puncak Jaya Wijaya, Papua.
6. Fauna khas di bagian barat: Gajah, harimau, orang utan dan badak.
Fauna khas di bagian Wallace : Anoa, babirusa, komodo, dan burung maleo.
Fauna khas di bagian timur : burung cendrawasih, kanguru pohon, dan burung kasuari.
7. Fauna di Bali berbeda dengan fauna di Pulau Lombok karena Bali merupakan wilayah
Orientalis, sedangkan Lombok merupakan daerah peralihan antara wilayah Orientalis
dan Australis yang disebut juga wilayah Wallace.
8. Menurut Sastrapraja (1990), plasma nutfah adalah substansi yang terdapat dalam setiap
kelompok makhluk hidup yang merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dirakit
untuk menciptakan jenis unggul atau kultivar baru, sehingga hutan hujan tropis adalah
sumber plasma nutfah karena merupakan habitat bagi puluhan ribu spesies makhluk
hidup dari berbagai kelompok seperti alga, protista, bakteri, jamur, hewan, dan
tumbuhan.
9. Pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan adalah pemanfaatan sumber daya hayati
untuk kehidupan manusia yang berkesinambungan dengan cara tetap melestarikan
sumber daya hayati yang diekspoitasi, sehingga tidak punah.
10. Konservasi keanekaragaman hayati in situ adalah pelestarian di habitat aslinya seperti,
cagar alam, suaka margasatwa, cagar biosfer, dan taman nasional. Konservasi
keanekaragaman hayati ex situ adalah pelestarian di luar habitat aslinya atau dalam
habitat buatan seperti, kebun plasma nutfah, kebun raya, kebun koleksi, taman safari, dan
kebun binatang.
BAB 3 VIRUS

I. Pilihan Ganda
1. E 5. A 9. E 13. E 17. A
2. B 6. B 10. C 14. D 18. A
3. D 7. E 11. A 15. D 19. C
4. C 8. B 12. D 16. A 20. A

II. Pilihan Ganda Bervariasi III. Hubungan Sebab Akibat


1. A 1. C
2. C 2. A
3. B 3. C
4. D 4. D
5. E 5. A

IV. Uraian
1. Ciri-ciri virus
 Bukan berupa sel.
 Memiliki materi genetik (DNA atau RNA) dan terbungkus kapsid dari protein.
 Berukuran sangat kecil (ultramikroskopis) dengan rata-rata 0,02 – 0,03 µm.
 Dapat dikristalkan.
 Hanya dapat hidup pada sel hidup inangnya.
2. Struktur tubuh bakteriofag.
1. Materi genetik (DNA/RNA)
2. Kapsid
3. Leher
4. Selubung ekor
5. Serabut ekor
6. Lempeng dasar
7. Jarum penusuk

3. Virus dapat disebut benda mati karena dapat dikristalkan, bukan merupakan sel (tidak
memiliki dinding sel, membran sel, sitoplasma, inti, organel sel), tetapi virus dapat
disebut makhluk hidup ketika masuk ke dalam tubuh inangnya dan memperbanyak
diri, serta tubuhnya tersusun dari asam nukleat.
4. Perbedaan virus, viroid, dan prion.
No. Karakter Virus Viroid Prion
1. Materi genetik DNA/RNA RNA -
2. Protein Ada (kapsid) Tidak ada Ada
Lebih kecil dari
Lebih kecil dari
3. Ukuran rata-rata 0,02 – 0,03 µm virus maupun
virus
viroid
Kemampuan
4. Bisa Bisa Tidak bisa
bereplikasi

5. Perbedaan siklus litik dan lisogenik pada virus.


No. Perbedaan Litik Lisogenik

Replikasi (tahap sintesis) Tahap sintesis terbentuk


Cara
terjadi penggandaan profage (penggabungan
1. memperbanyak
materi genetik virus materi genetik virus dan
diri
dalam tubuh inang inang)

Perbandingan
pertahanan sel
2. Lebih lemah Lebih kuat
inang dengan
daya infeksi virus
3. Sel inang Mati Hidup
4. Jenis virus Virulen Temperat
Tidak terbentuk virion
5. Hasil Terbentuk virion baru
baru

6. Cara pengembangbiakan virus:


 Virus diisolasi dari organisme yang terinfeksi.
 Isolat virus ditumbuhkan pada jaringan hidup (misalnya embrio ayam) sebagai
inang.
 Virus berkembang biak.
7. Penyakit AIDS
a. Penyebabnya adalah virus, yaitu jenis HIV (Human Immunodeficiency Virus).
b. Gejala AIDS sangat bervariasi karena baru terlihat setelah 5 – 10 tahun terkena
infeksi HIV, tetapi ciri utama yang terlihat adalah sulit sembuh dari penyakit
yang sekalipun ringan seperti influenza, diare kronis, dan terjadi penurunan berat
badan.
c. Cara penularan AIDS melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik narkoba,
ibu hamil yang telah mengidap AIDS/HIV sebelumnya, atau melalui hubungan
seksual secara bebas.
d. Cara pencegahannya adalah tidak terlibat dalam penggunaan narkoba dan
hubungan seksual secara bebas.
8. Flu burung
a. Penyebabnya adalah virus, yaitu jenis H5N1
b. Gejala flu burung adalah demam tinggi dan susah bernapas yang berlangsung
secara terus-menerus.
c. Cara penularan flu burung melalui udara, kontak langsung dengan
penderita/hewan terinfeksi virus, dan konsumsi (memakan) hewan yang telah
terinfeksi.
d. Cara pencegahannya adalah dengan menjauhkan lokasi peternakan unggas
dengan pemukiman dan segera membakar hewan yang terserang flu burung.
9. Kelemahan penggunaan vaksin hidup adalah adanya kemungkinan orang yang diberi
vaksin hidup justru terinfeksi karena kegagalan sistem imun dalam menyerang vaksin
hidup.
10. Penyakit kuru diduga berhubungan dengan praktik kanibalisme pada manusia karena
penyakit ini hanya ditemukan pada suku Fore di Papua Nugini yang aktif melakukan
praktik kanibalisme, dan disebabkan oleh prion.
BAB 4 ARCHAEBACTERIA DAN EUBACTERIA

I. Pilihan Ganda
1. B 7. E 13. D 19. C 25. B
2. B 8. A 14. E 20. C 26. D
3. C 9. D 15. E 21. E 27. A
4. C 10. B 16. B 22. B 28. B
5. A 11. D 17. E 23. B 29. D
6. B 12. D 18. C 24. E 30. B

II. Pilihan Ganda Bervariasi III. Hubungan Sebab Akibat


1. B 1. C
2. C 2. B
3. B 3. B
4. A 4. C
5. A 5. A

IV. Uraian
1. Persamaan Archaebacteria dengan Eubacteria adalah sama-sama sel prokariot, yaitu inti
sel tidak dibungkus oleh membran. Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria.
No. Kategori Archaebacteria Eubacteria
1. Peptidoglikan pada dinding sel Tidak ada Ada
2. Hidup di lingkungan ekstrim Ya Tidak
Ya/ Tidak (tergantung
3. Bersifat patogen Tidak
spesies)

2. Perbedaan sel-sel pada Cyanobacteria.


Kategori Akinet Heterosista Baeosit
Adaptasi jika kondisi
lingkungan tidak
Fungsi menguntungkan, Mengikat N2 dari udara Fotosintesis
menyimpan cadangan
makanan

3. Perbedaan bakteri Gram positif dan Gram negatif.


No. Kategori Bakteri Gram positif Bakteri Gram negatif
1. Struktur dinding sel Sederhana Kompleks
Peptidoglikan pada
2. Tebal Tipis
dinding sel
3. Patogen Pada umumnya tidak Pada umumnya ya
4. Pewarnaan gram Ungu Merah
Streptococcus sp., Treponema sp., Salmonella
5. Spesies
Clostridium typhi

4. Blooming Cyanobacteria pada danau dapat menyebabkan kematian ikan dan tumbuhan
karena mengeluarkan senyawa yang bersifat toksin seperti Microcystis.
5. Cyanobacteria dapat merusak candi karena dapat hidup pada berbagai batuan asalkan
terpapar cahaya matahari dan lingkungan di sekitar candi lembab. Kerusakan terjadi
karena pelepasan senyawa asam oleh Cyanobacteria seperti dari spesies Phormidium,
Chroococcus dan Gloeocapsa.
6. Tidak melakukan hubungan seksual dengan penderita dan selalu menjaga kebersihan
daerah organ genital.
7. a. Streptococcus griceus : produksi antibiotik streptomisin.
b. Streptococcus thermophilus : produksi yoghurt dan keju.
c. Propionibacterium shermanii : produksi keju Swiss agar berlubang-lubang (karena
adanya gas CO2).
d. Lactobacillus brevis : fermentasi asinan dan mampu meningkatkan
imunitas.
8. Perbedaan transduksi dan transformasi.
Kategori Transduksi Transformasi
Sumber materi Virus dan Bakteri dan DNA eksternal (tidak
genetik bakteri diketahui asalnya)

9. Struktur sel bakteri.

1. Flagela 6. Ribosom
2. Kapsul 7. Plasmid
3. Dinding sel 8. Pili
4. Membran plasma 9. Nukleoid (DNA sirkuler)
5. Sitoplasma
10. Manfaat Cyanobacteria
 Menyuburkan perairan dengan mengikat N2 dari udara bebas, contohnya Nostoc,
Anabaena, dan Rivularia.
 Sumber protein (makanan suplemen), contohnya Arthrospira (spirulina).
BAB 5 PROTISTA

I. Pilihan Ganda
1. D 5. A 9. E 13. B 17. B
2. B 6. A 10. C 14. C 18. A
3. B 7. B 11. B 15. D 19. B
4. E 8. E 12. B 16. A 20. D

II. Pilihan Ganda Bervariasi III. Hubungan Sebab Akibat


1. B 1. C
2. D 2. A
3. E 3. A
4. C 4. C
5. B 5. D

IV. Uraian
1. Persamaan antara Ciliata, Rhizopoda, Flagellata, dan Sporozoa.
 Eukariotik
 Uniseluler (bersel satu)
 Heterotrof
 Tidak memiliki dinding sel
 Mampu bergerak, kecuali Sporozoa
Perbedaan antara Ciliata, Rhizopoda, Flagellata, dan Sporozoa.
Kategori Ciliata Rhizopoda Flagellata Sporozoa
Alat gerak Cilia (rambut Pseudopodia Flagel -
getar) (kaki semu) (bulu cambuk)

2. Reproduksi seksual Paramaecium sp.


 Masing-masing mikronuklues dari 2 sel Paramaecium sp yang berpasangan akan
mengalami meiosis hingga menghasilkan 4 mikronukleus.
 Tiga buah mikronukleus akan mengalami degenerasi, sedangkan 1 mikronukleus
yang tersisa akan mengalami mitosis sehingga menghasilkan 2 mikronukleus.
 Terjadi pertukaran mikronukleus.
 Mikronukleus kemudian bergabung membentuk mikronukleus diploid.
 Mikronukleus membelah secara mitosis sebanyak 3 kali, sehingga terbentuk 8
mikronukleus.
 Makronukleus asli hancur, 4 mikronukleus berkembang menjadi 4 makronukleus.
 Sel membelah 2 kali, sehingga menghasilkan 4 sel anak yang masing-masing
mengandung 1 makronukleus dan 1 mikronukleus.
3. Amoeba akan menangkap makanannya menggunakan kaki semu hingga makanannya
dikelilingi oleh seluruh tubuh Amoeba. Kemudian, makanannya akan ditelan secara
fagositosis dan dicerna oleh vakuola makanan.
4. Skema siklus hidup Plasmodium.

5. Penyakit tidur yang disebabkan oleh Trypanosoma brucei gambiense disebarkan oleh
lalat tse-tse dan akan berkembang biak di kelenjar limfa dan sel darah merah manusia.
6. Perbedaan antara penyakit malaria tropika, kuartana, dan tertiana.
Malaria
No. Kategori
Tropika Kuartana Tertiana
Plasmodium Plasmodium Plasmodium
1. Penyebab
falciparums malariae vivax
Frekuensi demam 1 x 24 jam,
2. 1 x 72 jam 1 x 48 jam
penderita tidak menentu
7. Persamaan Chrysophyta, Pyrrophyta, Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta.
 Merupakan eukariotik fotoautotrof
 Memiliki klorofil dan pigmen fotosintetik lainnya
 Tubuh berupa talus
 Tubuh uniseluler atau multiseluler
Perbedaan antara Chrysophyta, Pyrrophyta, Chlorophyta, Phaeophyta, dan
Rhodophyta.
Chryso- Pyrro- Chloro- Phaeo- Rhodo-
No. Kategori
phyta phyta phyta phyta phyta
Fikobilin,
Derivat yaitu
karoten, Karoten Klorofil a fikoeritrin
Pigmen Fukosantin
1. yaitu dan dan klorofil (merah)
dominan (cokelat)
xantofil xantofil b dan
(kuning) fikosianin
(biru)
Bercahaya
Warna Kuning (berpendar)
2. Hijau Coklat Merah
alga keemasan di malam
hari
8. Peranan alga yang menguntungkan.
 Chlorella, sumber protein sel tunggal
 Gracillaria, Euchema, Gelidium, bahan agar-agar
 Sargassum, Turbinaria, Laminaria, bahan perekat dan pengemulsi es krim
Alga yang merugikan:
 Gymnodinium, meracuni perairan.
 Karenia brevis, penyebab Red Tide pada perairan yang mengeluarkan toksin
9. Perbedaan jamur lendir plasmodial dengan jamur lendir seluler.
No. Kategori Jamur lendir plasmodial Jamur lendir seluler
Multinukleus tanpa membran Multinukleus bermembran sel
1. Agregat sel
sel (tidak bersekat) (bersekat)
Generasi
2. Sel diploid Sel haploid
dominan
Tahapan
3. Ada Tidak ada
berflagel

10. Ciri utama Oomycota


 Tubuh uniseluler atau multiseluler (tersusun atas hifa halus tak bersekat).
 Berdinding sel dari selulosa.
 Heterotrof.
 Reproduksi seksual membentuk oospora, reproduksi aseksual membentuk
zoospora biflagel.
 Bersifat parasit dan saprofit dalam perairan.
LATIHAN ULANGAN SEMESTER 1

I. Pilihan Ganda
1. E 9. D 17. B 25. A 33. E
2. E 10. E 18. D 26. E 34. D
3. C 11. A 19. E 27. C 35. B
4. C 12. C 20. A 28. B 36. A
5. A 13. A 21. B 29. E 37. A
6. D 14. B 22. E 30. A 38. A
7. D 15. D 23. E 31. C 39. A
8. D 16. E 24. B 32. E 40. A

II. Uraian
1. a. Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap permasalahan yang harus dibuktikan
kebenarannya.
b. Hipotesa nol adalah dugaan bahwa suatu permasalahan tidak dipengaruhi oleh suatu
hal, sedangkan hipotesa kerja adalah dugaan bahwa suatu permasalahan dipengaruhi
oleh suatu hal.
c. Membuktikan kebenaran suatu hipotesis adalah dengan melakukan eksperimen yang
ilmiah.
2. Perbedaan pelestarian keanekaragaman hayati secara insitu dengan eksitu.
Kategori Konservasi insitu Konservasi eksitu
Tempat pemeliharaan Habitat aslinya Di luar habitat aslinya
Contohnya Cagar alam, taman Kebun raya, taman safari,
nasional, suaka kebun raya, kebun koleksi,
margasatwa, taman hutan kebun plasma nutfah,
raya, taman laut kebun binatang
Hewan langka: penyu belimbing, kupu-kupu raja, landak, paus, tapir, monyet jambul,
buaya air tawar, dan harimau Jawa.
Tumbuhan langka: kantong semar, anggrek hitam, palem kipas Sumatera, pinang
merah Bangka, dan bunga Rafflesia.
3. Orang yang terkena HIV adalah orang yang masih belum mengalami masalah dengan
sistem imun, tetapi sudah terinfeksi virus HIV. Sedangkan orang dengan AIDS adalah
orang yang telah terinfeksi HIV dan sistem imunnya melemah akibat serangan virus HIV
terhadap sel darah putih. Cara agar terhindar dari HIV adalah tidak terlibat narkoba, seks
bebas, dan transfusi darah ilegal.
4. Cara hidup bakteri saproba, yaitu dengan menguraikan materi organik yang telah mati
sebagai sumber nutrisi. Contoh Bacillus polymixa (dekomposisi) dan Lactobacillus
bulgaricus (menghasilkan yoghurt).
Cara hidup bakteri parasit, yaitu dengan menyerap nutrisi dari inangnya dan biasanya
menyebabkan penyakit hingga kematian. Contoh : Mycobacterium tuberculosis (TBC
pada manusia) dan Clostridium tetani (tetanus).
Cara hidup bakteri mutualisme, yaitu saling menguntungkan antara dua spesies yang
saling berinteraksi. Contohnya Anabaena azollae (Cyanobakteria) dengan Azolla
pinata (kiambang); Rhizobium dengan tumbuhan Leguminoceae (kacang-kacangan).
Bakteri akan menyediakan nitrogen bagi tumbuhan sedangkan tumbuhan akan
memberikan nutrisi seperti gula bagi bakteri.
5. Siklus hidup Chlamydomonas sp.
BAB 6 JAMUR (FUNGI)

I. Pilihan Ganda
1. C 5. A 9. B 13. D 17. C
2. A 6. C 10. C 14. B 18. E
3. A 7. A 11. E 15. A 19. B
4. A 8. E 12. A 16. D 20. D

II. Pilihan Ganda Bervariasi III. Hubungan Sebab Akibat


1. D 1. B
2. E 2. B
3. C 3. A
4. B 4. C
5. B 5. C

IV. Uraian
1. Kapang, jamur yang miseliumnya tumbuh dengan cepat, menghasilkan banyak spora
aseksual, dan sering terdapat pada makanan basi. Contohnya kapang roti Rhizopus.
Khamir, jamur uniseluler (Saccharomyces sp.), terutama bereproduksi aseksual
dengan pembelahan sel atau melepaskan dari sel induknya, biasanya digunakan dalam
fermentasi.
Ragi, zat yang terdiri dari media tumbuh dari berbagai bakteri dan jamur (Rhizopus,
Aspergillus, Saccharomyces, Hansenula anomala, Lactobacillus, Acetobacter) yang
biasa digunakan dalam industri makanan dan minuman. Contohnya ragi pengembang
adonan roti Saccharomyces cerevisiae.
Cendawan, jamur yang memiliki tubuh buah (biasanya kelompok Basidiomycota),
contohnya jamur merang.
2. Struktur Rhizopus

1. Rizoid
2. Stolon
3. Sporangiofor
4. Sporangium
5. Spora
3. Perbedaan tempe dan oncom.
No. Kategori Tempe Oncom
Bungkil tahu atau bungkil
1. Bahan baku Kacang kedelai
kacang tanah
Jamur yang Neurospora crassa dan
2. Rhizopus oryzae
berperan Neurospora sitophila
Ciri-ciri Hifa berwarna putih Hifa berwarna merah/oranye
3.
jamur (Zygomycota) (Ascomycota)
4. Karena jamur Arthrobotrys tersebut parasit pada Nematoda yang menyerang tanaman
budidaya, sehingga jamur tersebut menguntungkan bagi manusia. Jamur Arthrobotrys
dapat dimanfaatkan sebagai pengganti obat cacing untuk hewan ternak ruminansia.
5. Persamaan antara Ascomycota dan Basidiomycota.
 Eukariot
 Hifa bersekat
 Reproduksi seksual dan aseksual.
 Cara hidup saproba/parasit/simbiosis mutualisme.
 Spora vegetatif konidiospora.
Perbedaan antara Ascomycota dan Zygomycota:
No. Kategori Ascomycota Basidiamycota
1. Tubuh Uniseluler/multiseluler Multiseluler
2. Spora generatif Askospora Basidiospora
3. Tubuh buah Ada/tidak ada Ada
Pembelahan sel,
Reproduksi
4. fragmentasi, Konidiospora
vegetatif
konidiospora

6. a. Trichophyton mentagrophytes, Microsporum sp.


b. Sering mengganti kaus kaki yang dipakai (kaki selalu kering), menghindari kontak
langsung dengan penderita, mandi teratur menggunakan sabun, memakai handuk
yang bersih dan kering setiap habis mandi.
7. Peranan jamur.
a. Ganoderma: obat kolesterol, makanan suplemen (penguat sistem imun), anti kanker
b. Agaricus bisporus: dikenal sebagai jamur Champignon, sebagai makanan sumber
protein tinggi
c. Mucor racemosus: pembuatan sufu dari bahan kedelai.
d. Saccharomyces ellipsoideus: pembuatan minuman anggur
8. Interaksi yang terjadi antara jamur dan tumbuhan inang pada mikoriza adalah simbiosis
mutualisme karena jamur akan membantu akar dalam menyerap air dan garam mineral
yang penting seperti fosfor, sedangkan tumbuhan inang akan memberikan zat makanan
seperti asam amino dan gula untuk pertumbuhan jamur.
9. Lichen merupakan organisme perintis karena dapat hidup pada batuan/substrat yang
tidak ada nutrisinya. Aktivitas lichen menyebabkan batuan menjadi lapuk dan pada
akhirnya senyawa organik yang dihasilkan oleh lichen akan menjadi komponen dasar
tanah, sehingga dapat ditumbuhi oleh tumbuhan lain.
10. Peranan lichen:
 Bahan obat-obatan, Usnea untuk obat herbal dan antibiotik, Lobaria pulmonaria
untuk paru-paru.
 Sebagai makanan, Cetraria islandica di Eropa Utara; Bryoria fremontii dan
Cladina sp. di Amerika Utara; Umbilicaria esculenta di Korea dan Jepang.
 Sebagai organisme perintis, Xanthoparmelia sp.
 Indikator polusi udara oleh Lobaria pulmonaria dan Usnea.
BAB 7 DUNIA TUMBUHAN (PLANTAE)

I. Pilihan Ganda
1. E 7. B 13. A 19. A 25. C
2. E 8. B 14. E 20. C 26. B
3. A 9. D 15. B 21. D 27. B
4. A 10. E 16. C 22. C 28. C
5. C 11. E 17. D 23. B 29. A
6. C 12. A 18. A 24. B 30. A

II. Pilihan Ganda Bervariasi III. Hubungan Sebab Akibat


1. C 1. B
2. D 2. A
3. A 3. D
4. A 4. B
5. E 5. C

IV. Uraian
1. a. Protonema (n)
b. Arkegonium (n)
c. Spermatozoid (n)
d. Embrio (2n)
e. Sporogonium (2n)

2. Perbedaan Bryophyta dengan Pteridophyta.


No. Kategori Bryophyta Pteridophyta
Peralihan antara talus
1. Organ tubuh Kormus
dengan kormus
2. Pembuluh angkut Tidak ada (oleh parenkim) Ada (xilem dan floem)
3. Generasi dominan Gametofit (n) Sporofit (2n)

3. Pada Gymnospermae serbuk sari hanya akan membuahi sel telur untuk menghasilkan
embrio, sehingga disebut pembelahan tunggal. Sedangkan pada Angiospermae, serbuk
sari akan membuahi sel telur membentuk zigot dan membuahi inti kandung lembaga
sekunder membentuk endosperma sehingga disebut pembuahan ganda.
4. Penggolongan tumbuhan.
Monokotil Dikotil
a. mangga
d. kaktus
b. tomat
e. nanas
c. kangkung
f. bambu
g. seledri
i. tebu
h. kol (kubis)
5. Angiospermae yang menguntungkan bagi manusia
 Makanan : Oryza sativa (padi), Cocos nucifera (kelapa), Lycopersicum
esculentum (tomat).
 Bahan bangunan : Bambusa spinosa (bambu), Shorea acuminata (meranti), dan
Tectona grandis (jati).
 Obat-obatan : Curcuma domestica (kunyit) dan Zingiber officinale (jahe).
 Tanaman hias : Famili Cactaceae (kaktus) dan Heliconia collinsiana (pisang
hias).
Angiospermae yang merugikan manusia
 Menutupi perairan (menghalangi masuknya cahaya matahari): Eichhornia
crassipes (eceng gondok).
 Gulma : Cyperus rotundus (rumput teki).
 Bahan narkoba (bila disalahgunakan): Cannabis sativa (ganja), Papaver
somniferum (opium), dan Erythroxylum coca (kokain).
BAB 8 DUNIA HEWAN (ANIMALIA)

I. Pilihan Ganda
1. B 11. C 21. C 31. B 41. A
2. B 12. D 22. D 32. E 42. E
3. A 13. B 23. B 33. E 43. C
4. B 14. E 24. A 34. A 44. E
5. B 15. E 25. D 35. B 45. A
6. E 16. B 26. E 36. E 46. D
7. D 17. E 27. D 37. C 47. A
8. A 18. D 28. C 38. D 48. C
9. A 19. A 29. B 39. C 49. A
10. B 20. C 30. D 40. D 50. A

II. Pilihan Ganda Bervariasi III. Hubungan Sebab Akibat


1. D 6. E 1. C 6. C
2. A 7. E 2. E 7. C
3. C 8. D 3. E 8. C
4. B 9. B 4. A 9. E
5. E 10. E 5. A 10. B

IV. Uraian
1. Siklus hidup Ascaris lumbricoides (cacing perut)
Cacing jantan dan betina kawin di dalam usus inang (manusia) → cacing betina
menghasilkan telur yang mengandung zigot hasil fertilisasi → telur keluar bersama
feses → telur yang mengandung embrio tertelan manusia bersama makanan yang
terkontaminasi → di usus inang telur menetas menjadi larva → larva menembus
dinding usus → masuk ke pembuluh darah → mengikuti aliran darah ke jantung →
paru-paru → tenggorokan → kerongkongan → lambung → menetap di usus halus
hingga dewasa.
2. Bau nyale berhubungan dengan reproduksi cacing Wawo. Sel telur yang telah dibuahi
oleh sel sperma akan berkembang dalam segmen-segmen tubuh cacing Wawo dewasa.
Pada bulan Maret di Nusa Tenggara Barat, cacing Wawo akan ke permukaan laut untuk
melepaskan segmen-segmen yang telah matang tersebut dan memiliki bau khas yaitu
nyale.
3. Organ pada udang
a. Usus
b. Lambung
c. Otak
d. Antena
e. Keliped
f. Pleopod (kaki renang)
g. Arteri
4. a. Metamorfosis tidak sempurna (telur – nimfa – imago) pada serangga, contohnya
jangkrik, kecoa, dan belalang.
b. Metamorfosis sempurna (telur – larva – pupa – imago) pada serangga, contohnya
kupu-kupu dan lalat.
5. Perbedaan subfilum anggota filum Arthropoda.
No. Karakter Myriapoda Crustacea Chelicerata Hexapoda
Kepala-dada
Kepala-dada
Kepala dan bersatu Kepala, dada,
1. Bagian tubuh bersatu dan
perut (sefalotoraks) dan perut
perut
dan perut
1 pasang
tidak
antena, 1
1 pasang 2 pasang memiliki
pasang mata
antena, dan 1 antena, dan 1 antena,
2. Indra faset dan
pasang mata pasang mata beberapa
mata tunggal,
tunggal majemuk pasang mata
memiliki alat
tunggal
pendengaran
Sepasang
keliped dan
Banyak, maksiliped, 4
sepasang atau pasang kaki
3. Kaki lebih pada jalan, 4 pasang 6 pasang
setiap segmen sepasang kaki
tubuh renang pada
setiap segmen
tubuh
Pembuluh
Pembuluh Kelenjar malpighi/ Pembuluh
4. Alat ekskresi
malpighi hijau kelenjar malpighi
koksal
Paru-paru
5. Alat napas Trakea Insang Trakea
buku
6. a. Ovipar : Hewan yang berkembang biak dengan telur yang menetas di luar tubuh
induk, contohnya ayam, bebek, komodo, dan kodok.
b. Ovovivipar : Hewan yang berkembang biak dengan telur yang tetap berada di dalam
tubuh induk (telur menetas di dalam uterus kemudian anaknya dikeluarkan dari
tubuhnya), contohnya hiu, paus, dan pari.
c. Vivipar : Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan anak, contohnya
gajah, tikus, sapi, dan singa.
7. Pengelompokan hewan Vertebrata.
Kelas-kelas dalam Vertebrata
Nama Hewan Chondrich- Osteich-
Agnatha Amphibia Reptilia Mammalia
thyes thyes
a. Hiu (Squalus) √
Paus bertanduk
b. √
(Monodon)
c. Duyung (Dugong) √
Iguana (Iguana
d. √
iguana)
Kodok bangkong
e. √
(Bufo bufo)
Platipus
f. √
(Ornithorhynchus)
Lamprey
g. √
(Petromyzon)
Salamander
h. √
(Plethodon)
i. Penyu (Chelonia) √
Belut listrik
j. (Gymnotus √
electricus)

8. Anatomi tubuh ikan


a. Lambung
b. Otak
c. Insang
d. Jantung
e. Ovarium
f. Gelembung renang
g. Anus
h. Kantong urine
9. Perbedaan Pisces dan Amphibia.
a. Ciri utama tubuh pada Pisces adalah tidak memiliki kaki, memiliki sirip sebagai
alat gerak, dan kebanyakan kulitnya bersisik (ada beberapa yang tidak bersisik
seperti ikan lele), sedangkan ciri utama Amphibia adalah memiliki kaki dan
tubuh tersusun atas kulit yang selalu basah.
b. Perbedaan sistem pencernaan Pisces dengan Amphibia adalah feses pada ikan
keluar dari anus sedangkan feses pada Amphibia keluar dari kloaka (saluran yang
berfungsi sebagai muara saluran pencernaan makanan, saluran ekskresi, dan
saluran reproduksi).
c. Perbedaan sistem respirasi Pisces dengan Amphibia adalah Pisces bernapas
dengan insang, sedangkan Amphibia bernapas dengan insang luar (saat
kecebong), paru-paru dan seluruh permukaan kulit (saat dewasa).
d. Perbedaan sistem pereedaran darah Pisces dengan Amphibia adalah jantung pada
Pisces hanya terdiri dari atrium dan ventrikel, sedangkan jantung Amphibia
terdiri dari atrium kiri, atrium kanan, dan ventrikel. Selain itu, sistem peredaran
darah pada Pisces merupakan sistem peredaran darah tunggal (jantung  insang
 seluruh tubuh  jantung). Sedangkan pada Amphibia merupakan sistem
peredaran darah ganda (jantung  seluruh tubuh  jantung dan jantung  paru-
paru  jantung).
10. Perbedaan antara Amphibia dengan Reptilia.
a. Perbedaan utama tubuh pada Amphibia dengan Reptilia adalah tubuh Amphibia
tertutupi kulit yang selalu basah, sedangkan tubuh Reptilia tertutupi oleh sisik
menanduk.
b. Fertilisasi pada Amphibia adalah eksternal (sel telur dibuahi sel sperma di luar
tubuh), sedangkan fertilisasi pada Reptilia adalah internal (sel telur dibuahi sel
sperma di dalam tubuh).
c. Perbedaan sistem peredaran darah Amphibia dengan Reptilia adalah jantung pada
Amphibia terdiri dari atrium kiri, atrium kanan, ventrikel, serta belum bersekat
sehingga masih terjadi percampuran darah yang kaya oksigen dengan darah yang
kaya karbon dioksida. Sedangkan jantung pada Reptilia terdiri atas atrium kiri,
atrium kanan, ventrikel kiri, ventrikel kanan dan terdapat sekat walaupun belum
sempurna sehingga ada pemisahan darah yang kaya oksigen dengan darah yang
kaya karbon dioksida dalam jantung.
BAB 9 SISTEM KOORDINASI

I. Pilihan Ganda
1. B 5. C 9. D 13. E 17. E
2. E 6. E 10. A 14. B 18. A
3. E 7. C 11. C 15. E 19. A
4. B 8. B 12. B 16. C 20. B

II. Pilihan Ganda Bervariasi III. Hubungan Sebab Akibat


1. C 1. D
2. C 2. D
3. B 3. A
4. E 4. D
5. E 5. E

IV. Uraian
1. Hubungan topografi dengan suhu dan kelembaban adalah semakin tinggi suatu tempat
dari permukaan laut, maka suhu udara akan semakin rendah dan kelembapan akan
semakin meningkat.
2. Perbedaan istilah:
a. Protokooperasi, adalah jenis interaksi yang saling menguntungkan antara dua
spesies, tetapi interaksi yang terjadi tidak mempengaruhi keberlangsungan hidup
keduanya (hubungan tersebut tidak merupakan keharusan). Contoh: burung
memakan serangga hama pada suatu pohon, jika peristiwa ini tidak terjadi maka
burung dan pohon akan tetap hidup.
b. Simbiosis mutualisme, adalah jenis interaksi yang saling menguntungkan antara
dua spesies, dan keberlangsungan hidup keduanya sangat dipengaruhi satu sama
lain (jika salah satu spesies mati maka spesies yang lainnya akan mati). Contoh:
jamur dengan alga membentuk Lichen, ikan hiu akan dibersihkan tubuhnya oleh
ikan remora dari parasit, sedangkan ikan remora aman dari gangguan predator.
3. Pada ekosistem daratan, produsen primer sebagian besar adalah tumbuhan besar,
berumur panjang, dan banyak bagian tubuhnya tidak bisa dimakan sehingga biomassa
tingkatan trofik di atasnya lebih rendah. Sedangkan pada ekosistem perairan hampir
semua biomassa produsen primer adalah alga yang ukurannya kecil dan hampir dapat
dimakan semua bagian selnya, sehingga biomassanya rendah karena dikonsumsi terus
menerus oleh tingkatan trofik di atasnya.
4. Pada rantai makanan pemangsa, produsen (tumbuhan) akan dimakan oleh herbivora
(konsumen primer), selanjutnya herbivora akan dimangsa oleh karnivora (konsumen
sekunder). Sedangkan pada rantai makanan parasit baik produsen maupun konsumen
dapat diparasiti sebagai sumber makanan inang.
5. Rantai makanan perumput:
Alga  zooplankton  udang batu  ikan
Rantai makanan detritus:
Materi organik (organisme yang mati)  bakteri dan jamur  Flagellata Amoeba 
Nematoda
6. Jaring-jaring makanan di danau:

7. Reaksi fotosintesis sederhana 6CO2 + 6H2O  C6H12O6 + 6O2


8. Skema daur air.

9. Urutan vegetasi pada suksesi primer:


Lichen  Lumut, paku  Rumput-rumputan  semak belukar  Perdu dan pohon 
vegetasi klimaks/hutan kompleks.
10. Perbedaan suksesi primer dan suksesi sekunder adalah suksesi primer terjadi pada
wilayah yang sebelumnya tidak ada kehidupan atau pernah ada kehidupan tetapi
tanahnya telah hilang (misalnya akibat letusan gunung Krakatau). Sedangkan suksesi
sekunder terjadi pada wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan tetapi tanahnya
tetap utuh (misal penebangan hutan). Selain itu, waktu yang diperlukan oleh suksesi
primer kembali ke keadaan semula lebih lama dibandingkan dengan suksesi sekunder.
Perbedaan lainnya adalah vegetasi hasil suksesi sekunder seringkali sama dengan
keadaan awal sebelum mengalami gangguan sedangkan vegetasi hasil suksesi primer
berbeda dengan kondisi awal.
BAB 10 PERUBAHAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

I. Pilihan Ganda
1. E 5. C 9. E 13. A 17. D
2. C 6. C 10. D 14. C 18. D
3. E 7. B 11. C 15. B 19. E
4. A 8. C 12. D 16. B 20. A

II. Pilihan Ganda Bervariasi III. Hubungan Sebab Akibat


1. A 1. D
2. A 2. B
3. B 3. B
4. E 4. A
5. C 5. D

IV. Uraian
1. Efek rumah kaca terjadi karena adanya peningkatan CO2 di atmosfer, sehingga radiasi
sinar matahari yang masuk ke bumi tidak dapat keluar dari bumi karena tertahan oleh
lapisan CO2, akibatnya panas matahari akan tertahan di bumi seperti dalam rumah kaca.
2. a. Limbah adalah sisa suatu kegiatan, atau bahan buangan (organik atau anorganik)
hasil aktivitas manusia.
b. Polutan adalah bahan penyebab pencemaran.
c. Pemanasan global adalah kenaikan suhu bumi rata-rata yang kontinyu dan dapat
menyebabkan perubahan iklim global.
3. Biomagnifikasi adalah peningkatan kadar senyawa tertentu (biasanya toksik) pada
makhluk hidup seiring dengan bertambahnya tingkatan trofik melalui proses rantai
makanan. Contoh: Kadar DDT (dalam ppm).
4. Pemanfaatan limbah padat atau sampah, yaitu:
a. batok kelapa dijadikan hiasan, gayung atau pot tanaman, kancing baju, dan bahan
bakar arang.
b. gelas plastik bekas, dijadikan tempat pembibitan tanaman, atau dibawa ke tempat
daur ulang plastik.
c. kaleng-kaleng digunakan kembali sebagai tempat makanan ringan atau pot tanaman.
d. ampas kelapa dijadikan pupuk organik.
5. Partisipasi dalam penghematan air bersih di perkotaan.
a. Membuat biopori
b. Tidak membuang sampah ke sungai
c. Mencuci baju dengan metode hemat air (sekali bilas)
d. Menampung air hujan untuk menyiram tanaman
e. Mandi tidak menggunakan shower
6. Contoh limbah B3 yang berasal dari rumah tangga adalah produk pembersih lantai,
pembersih kaca, kamper, insektisida, sampo, racun tikus, pembasmi nyamuk, dan baterai
bekas. Penanganan limbah B3 yang dapat dilakukan adalah menghindari kontak
langsung dengan organ tubuh, memisahkan sampahnya, dan mengurangi pemakaian
produk tersebut.
7. Penanganan limbah gas di pabrik umumnya menggunakan alat/mesin pemisah debu dan
gas seperti pengumpul sentrifugal, pengendap elektrostatik, pengendap siklon, pemisah
venturi, sehingga gas yang dibuang ke lingkungan relatif tidak berbahaya.
8. Tidak menggunakan produk yang mengandung freon sebagai penyebab lubang ozon
(membaca komposisi bahan yang terkandung dalam suatu produk).
9. Cara pembuatan pupuk kompos sederhana.
a. Pisahkan sampah organik dan anorganik.
b. Masukkan ke wadah untuk menampung sampah organik.
c. Dapat ditambahkan tanah, cacing tanah atau mikroba pengurai ke dalam wadah
tersebut.
d. Sampah harus sering diaduk agar tidak terjadi dekomposisi secara anaerob yang
bau.
e. Kompos akan matang setelah berwarna cokelat kehitaman dan berbau tanah.
10. Cara daur ulang kertas sederhana.
 Rendam kertas di dalam air selama semalam.
 Blender kertas yang dicampur air hingga halus.
 Masukkan bubur kertas ke dalam baskom/kontainer plastik.
 Tambahkan pewarna pada bubur kertas sesuai selera.
 Pasang kain di atas tripleks dan basahi dengan air supaya lembap.
 Letakkan bubur kertas di atas screen dalam posisi telungkup.
 Tutup screen yang sudah diberi lapisan bubur kertas dengan tripleks.
 Tekan screen dengan rakel hingga air tiris.
 Angkat screen secara hati-hati, usahakan kertas terlepas atau menempel pada
tripleks.
 Miringkan tripleks, keringkan lembaran kertas daur ulang dengan cara diangin-
angin.
 Gunting pinggiran kertas daur ulang supaya rapi, kertas siap digunakan.
LATIHAN ULANGAN SEMESTER 2

I. Pilihan Ganda
1. D 9. D 17. B 25. E 33. A
2. D 10. A 18. E 26. C 34. A
3. E 11. E 19. D 27. D 35. D
4. C 12. D 20. E 28. B 36. C
5. B 13. A 21. C 29. E 37. E
6. A 14. C 22. D 30. A 38. D
7. C 15. D 23. D 31. E 39. B
8. D 16. E 24. E 32. C 40. C

II. Uraian
1. Perbedaan Magnoliopsida (Dicotyledoneae) dengan Liliopsida (Monocotyledoneae).
Magnoliopsida Liliopsida
No. Perbedaan
(Dicotyledoneae) (Monocotyledoneae)
1. Keping biji Belah atau dua Tunggal atau satu
2. Kambium Ada Pada umumnya tidak ada
3. Pertumbuhan Primer (memanjang) dan Primer (memanjang)
sekunder (membesar)
4. Bentuk dan ukuran Kerucut panjang, semakin Dari pangkal hingga
batang ke ujung semakin ujung berukuran hampir
mengecil sama
5. Cabang batang Ada Pada umumnya tidak ada
6. Ikatan pembuluh Kolateral terbuka Kolateral tertutup
angkut pada batang
7. Ruas batang Tidak jelas Tampak jelas
8. Tulang (urat) daun Menyirip atau menjari Pada umumnya sejajar
atau melengkung.
9. Pelepah daun Pada umumnya tidak Pada umumnya
berpelepah daun berpelepah daun
10. Pelindung akar Tidak ada Ada
(koleoriza) dan
pelindung batang
(koleoptil)
11. Akar Tunggang bercabang- Serabut
cabang
12. Bagian-bagian 4 atau 5 atau kelipatannya 3 atau kelipatannya
bunga (daun
kelopak, daun
mahkota, benang
sari)
2. Perbedaan antara Bryophyta dengan Pteridophyta.
No. Faktor pembeda Bryophyta Pteridophyta
1. Bentuk tubuh Peralihan antara talus Kormus (memiliki akar,
dengan kormus batang, daun sejati)
2. Pembuluh angkut Tidak ada Ada
3. Fase dominan Generasi gametofit yang Generasi sporofit yang
dalam metagenesis haploid (n) diploid (2n)

3. Porifera.
a. Habitat sebagian besar hidup di laut, tetapi ada yang di air tawar. Cara hidup,
sesil (melekat di suatu substrat) dan heterotrof dengan memakan
bakteri/plankton.
b. Ciri-cirinya, tidak memiliki jaringan sejati (parazoa), tubuh memiliki banyak
pori-pori, memiliki spikula dari zat kapur atau silikat sebagai rangka, berwarna-
warni (warna pucat hingga cerah), pencernaan makanan secara intraseluler dan
terjadi di koanosit. Bentuk tubuh menyerupai vas bunga, jambangan, tabung,
bercabang-cabang seperti tumbuhan.
c. Bereproduksi secara aseksual (pembentukan tunas dan gemula); seksual
(hermafrodit tetapi sel telur dan sperma diproduksi pada waktu yang berbeda),
fertilisasi terjadi di mesohil dan menghasilkan embrio yang akan tumbuh menjadi
larva berflagela.
d. Peranan yang menguntungkan: hewan spons laut yang berwarna cerah untuk
hiasan akuarium, kerangka untuk spons mandi. Peranan yang merugikan:
mengganggu peternakan tiram.
4. Contoh diagram jaring-jaring makanan pada ekosistem laut.

Produsen: fitoplankton
Konsumen I: zooplankton
Konsumen II: ikan menhaden, sarden, kepiting, udang.
Konsumen III: hiu, tuna, lumba-lumba, kepiting, lobster
Konsumen IV: lobster, hiu, lumba-lumba
Pengurai: bakteri pengurai
5. Gambar: area TPA (Tempat Pembuangan Akhir) konvensional yang tidak tertata.
a. Dampak negatif: polusi udara, bau sampah, sampah beterbangan, kebakaran,
mencemari tanah dan sumber air, menganggu kesehatan penduduk di sekitarnya.
Dampak positif: menambah lapangan pekerjaan dan memberikan penghasilan bagi
pemulung.
b. Cara mengatasinya: perlu pengawasan keamanan dan ketertiban dari pihak
pemerintah yang terkait, dipasang pipa penyalur gas metana yang bisa dimanfaatkan
sebagai bahan bakar dan untuk menghindari terjadinya kebakaran, penerapan
sanitary landfill, TPA dibangun di area yang jauh dari pemukiman padat penduduk.
c. Hal yang akan saya lakukan berkaitan dengan masalah ini: mengurangi jumlah
sampah yang akan dibuang ke TPA, yaitu dengan cara menerapkan prinsip reduce,
reuse, recycle, replacement, redurability.