Anda di halaman 1dari 3

Studi paleomagnetik

Magnetisasi remanen dalam batuan mencatat informasi tentang arah dari


magnet kutub utara pada saat batuan tersebut terlitifikasi. Dengan begitu, studi
paleomagnetik mungkin dapat mengindikasikan umur dari batuan dan juga
menunjukkan garis lintang daerah batuan tersebut terbentuk.

Total magnetisasi dari sebuah material adalah jumlah vector dari magnetisasi
yang diinduksi dan magnetisasi remanen.

J = total magnetisasi material

Jind = magnetisasi induksi material

Jrem = magnetisasi remanen material

Total medan di suatu lokasi adalah medan local yang mempengaruhi dan
persediaan magnetisasi ditambah dengan medan atmosfer

F = magnitude dan arah total medan magnet

Fsmh = ambien medan magnet di Bumi pada suatu wilayah

Find = medan magnet yang disebabkan oleh magnetisasi yang diinduksi

Frem = medan magnet yang disebabkan oleh magnetisasi remanen

Tipe Magnetisasi Remanen

Batuan adalah kumpulan dari mineral diamagnetik,paramagnetik dan


ferromagnetic. Terdapat tiga cara material dapat mendapatkan magnetisasi remanen

1. Thermoremanent Magnetization (JTRM)


Pada temperature tinggi material ferromagnetic akan memperlihatkan sifat
paramagnetic. Pada saat batuan mulai turun temperaturnya dibawah
temperature Curie, beberapa mineral terutama magnetit akan berubah
menjadi sifat ferromagnetic yang lebih kuat. Batuan tersebut mendapatkan
thermoremanen magnetic yang besar karena wilayah magnetic
menyesuaikan dirinya dengan ambien medan magnet di Bumi .

2. Detrital Remanent Magnetization (JDRM)


Ketika sedimen berada di air , butiran mineral ferromagnetic terutama
magnetit dan hematit cenderung akan menyesuaikan dirinya sepanjang
ambien dari medan magnet di Bumi.

3. Chemical Remanent Magnetization (JCRM)


Ketikan ion-ion mengalami presipitasi dari solusi, akan memebentuk
mineral ferromagnetic, wilayah magnet di Kristal mineral akan memilih
untuk menyesuaikan diri dengan ambien medan magnet di Bumi. Batuan
tersebut memperoleh chemical remanent magnetization.

Interpretasi Paleomagnetik

Paleomagnetism dari batuan dapat membantu dalam interpretasi umur suatu batuan
(geokronologi, paleomagnetik stratigrafi) dan juga posisi dari blok kerak pada saat
batuan terbentuk (paleolatitude).

Anda mungkin juga menyukai