Anda di halaman 1dari 3

Menjaga Relik Suci, Mencari Syafaat

Nabi Muhammad SAW


Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Agus Yulianto
jurnalhajiumroh.com

Pedang-pedang Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, Relik suci milik tokoh-tokoh penting Islam, telah dijaga dengan baik
untuk generasi di masa depan. Ia termasuk Alquran yang ditulis pertama kali di masa
Utsmaniyah.

Setelah Sultan Selim I yang juga dikenal sebagai Yavuz Sultan Selim menaklukkan
Semenanjung Arab, peninggalan suci Islam telah diserahkan pada Utsmaniyah. Dimulai dengan
pemerintahan Selim, peninggalan ini dibawa ke Istanbul, ibu kota kekaisaran, dan mendapat
perlindungan.

Peninggalan suci yang tua dibawa ke Istanbul oleh Fahreddin Pasha, yang merupakan pembela
tanah suci, Makkah dan Madinah, setelah kota-kota tersebut hilang pasca-Perang Dunia I. Kini,
relik suci itu dipelihara di bawah perlindungan negara dan lembaga swasta yang mendedikasikan
diri untuk pelestarian peninggalan sejarah.

Salah satu lembaga adalah World Sayyids and Sharifs Foundation yang memiliki lebih dari 2.000
relik suci milik Nabi Muhammad SAW, beberapa khalifah dan nabi. Termasuk di antaranya
selembar rambut Nabi Muhammad SAW yang diambil oleh teman-temannya setelah perjalanan
malam.

Selain itu ada sebuah surat undangan misionaris Islam yang ditulis kaisar, cincin Nabi
Muhammad, penutup makam Musa dan manik-manik Uwais al-Qarani. Pemeliharaan dan
perbaikan relik juga termasuk bagian dari Kiswah lama (kain yang menutupi Ka'bah di Mekah),
yang diubah oleh Nabi Muhammad sendiri bersama teman-temannya.

Seorang konsultan relawan World Sayyids and Sharifs Foundation, Taner Akku mengatakan,
kepada Anadolu Agency (AA) bahwa ada banyak relik suci di yayasan tersebut. Mereka dibawa
oleh tokoh-tokoh penting dan terhormat di dunia Islam.

"Ada beberapa peninggalan unik di antara relik yang mereka lindung. Misalnya, untaian rambut
nabi yang diambil saat Malam Perjalanan, hingga kini masih terjaga," ujarnya.

Banyak pihak mengetahui bahwa lembaga terus menjaga dan memelihara peninggalan Islam
secara bertahun-tahun. Sehingga banyak orang membawa apa yang mereka miliki.

"Orang lain yang datang ke atelier kita untuk pemeliharaan relik juga dapat meninggalkan
beberapa barang peninggalan," katanya. Oleh karena itu, jumlah relik terus meningkat dari hari
ke hari.

Dia mengatakan, bahwa semua relik suci di dunia harus dilestarikan tanpa ada keuntungan.
"Kami tidak menyatakan bahwa kami adalah pemilik peninggalan ini. Bila sesepuh kami
meminta kami untuk menyerahkannya kepada orang lain, kami akan melakukannya," kata
konsultan tersebut.

Relik suci ini sering dipamerkan pada pengunjung selama bulan Ramadhan dan hari-hari suci
lainnya. Seorang pensiunan pejabat agama, Ali Yksel, juga menjelaskan, bahwa peninggalan suci
tersebut merupakan sumber kebanggaan bagi dunia Islam.

"Bagian dari kemeja berdarah Mus'ab Ibn 'Umair, yang menjadi martir dalam Pertempuran
Uhud, cincin Abu Bakr, teman setia sang nabi, adalah salah satu reliknya," kata dia. Selain itu,
ada untaian rambut Nabi Muhammad SAW yang dimasukkan ke dalam permata cincin Ali
sehingga terlindungi dalam peperangan.

Dalam kondisi biasa, tidak mungkin sehelai rambut bisa tahan ribuan tahun. Namun, karena kaca
yang melindunginya terbentuk dari tempaan api 10.000 - 20.000 derajat Celcius, maka dengan
ajaib ia bisa bertahan. "Selama kita terikat dengan relik suci, kita akan mendapatkan syafaat dari
Nabi Muhammad," kata Yksel.

--
Lida Puspaningtyas

Anda mungkin juga menyukai