Anda di halaman 1dari 14

DIETETIK LANJUT

“HIPOTYROID”

Dosen Pengajar :
RIJANTI ABDURRACHIM,DCN,.M.Kes

Disusun Oleh :
Norhidayati P07131214105
KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES KEMENKES BANJARMASIN
JURUSAN GIZI
2016/2017

Kasus Hipotyroid
Seorang wanita bernama Ny. Hn, usia 28 tahun, BB 40 kg, TB 160 cm, memiliki pekerjaan sebagai guru TK. Riwayat
penyakit : 1 tahun terakhir pasien sering mengeluh merasakan dada sering berdebar-debar dan badannya tetap kurus. Berkeringat
banyak, kulit kering, malam susah tidur, ada benjolan di leher depan dan nyeri saat di tekan serta tidak nafsu makan.
Kemudian pasien melakukan pengobatan ke Rumah Sakit Mawar . Hasil pemeriksaan fisik jantungnyaa membesar, nadi <60
kali/menit. Pemeriksaan laboratorium TSH <0,004 µIU/ml, FT4 20 µg/dl, FT3 15 pg/dl. Kemudian oleh dokter diagnosa medis yaitu
Hipotiroid.
Riwayat makan pasien suka makan lalapan (Kol, kacang panjang), suka makan tela-tela (singkong goreng) dan suka minum
kopi di pagi hari.
Dari hasil recall intek makan didapatkan data sebagai berikut :
E = 1570 kkal
P = 45 gr
L = 60 gr
KH = 295 gr

Nama : Ny. Hn
Diagnosa : Hipotiroid

Ruangan : -

Data Dasar Masalah Pasien Kelompok Kelainan Diagnosa Medis Diagnosa Gizi Rencana Terapi
Masalah / Problem Clue
Terapi Nutrisi Monitoring Evaluasi Edukasi
Data Subjektif SG = Kurang Hipotiroid NI.1.2 asupan ND.1.1 BE.1.2. pengetahuan Tema : diet Tinggi
FH. Riwa0yat (underweight) energy inadekuat makanan lunak makanan dan zat Kalori Tinggi
terkait gizi dan berkaitan dengan dan 3 kali gizi. Pasien Protein serta
makanan (riwayat Intake energy kurang tidak nafsu makan makanan mengetahui terkait
tinggi iodium
gizi) Intake protein kurang ditandai hasil recall utama 2kali diitnya
a. Waktu
FH.1.2 Asupan Intake lemak kurang intake energy 1570 selingan FI.1.1.1. asupan
:
makan dan Intake karbohidrat kkl ND.1.2.2. Diet energy
15-30 menit
minuman. Pasien kurang NI.5.7.1 Asupan modifikasi FI.5.1. asupan lemak
biasa makan protein inadekuat energy untuk FI.5.2. asupan
b. Tempat

dengan frekuensi TSH rendah berkaitan dengan mencukupi protein :


3x sehari, pasien FT4 tinggi asupan makanan kebutuhan FI.5.3. asupan KH Rumah sakit
menyukai lauk FT3 rendah yang kurang ditadai asupan energy S.1. Antropometri
lalapan seperti kol hasil recall intake dan S.1.1.2 IMT E.1.1 tujuan
dan kacang , suka protein 45 g meningkatkan mencapai status gizi edukasi gizi
makan tela-tela, NI.5.6.1 Asupan Berat badan normal c. - Pasien
biasa minum kopi lemak inadekuat ND.1.2.3. diet S.1.1.5 Berat badan dapat
dipagi hari berkaitan dengan modifikasi mencapai normal memahami
FH.1.1 .1 asupan E = 1570 kkal ( ) asupan makanan protein untuk S.2. pemeriksaan tentang
energy. yang kurang ditadai mencukupi biokimia terapi gizi
Berdasarkan hasil recall intake kebutuhan S.2.7.3 TSH (diet) yang
recall 24 jam lemak 60 g asupan protein mencapai angka
1570 kkal NI.5.8.1 Asupan ND.1.2.4. diet normal ( 0,5-6
FH.1.5.1.1 asupan L = 60 g ( ) karbohidrat modifikasi KH µiu/ml) Diberikan
lemak 60 g inadekuat berkaitan untuk FT4 mencapai b. pasien
FH 1.5.2.1 P = 45 g ( ) dengan asupan mencukupi normal (4,6-12 dapat
Asupan Protein makanan yang kebutuhan µg/ml)
mengetahui
45 g kurang ditadai hasil asupan FT3 mencapai
makanan
FH.1.5.3.1 recall intake karbohidrat Normal (. 80-180
yang
Asupan KH = 295 g ( ) karbohidrat 295 g ND.1.2.5 diet pg/dl)
dianjurkan
Karbohidrat 295 g modifikasi S.3 pemeriksaan fisik
CH.2.1.1 Riwayat NC.2.1 ultilitas zat lemak untuk S.3.1.4. pemeriksaan
dan tidak

medis terkait gizi. gizi (mineral mencukupi leher, benjolan pada dianjurkan.
Pasien mengeluh iodium) terganggu kebutuhan leher tidak tamapak C.2.11 sasaran
tidak nafsu berkaitan dengan asupan lemak lagi pasien dan anggota
makan. suka dan mencapai S.3.1.6. Kulit keluarga
Data Objektif mengkonsumsi BB normal menjadi tidak kering C.2.11 Metode.
AD.1.1.1 tinggi bahan makanan ND.1.2.10 diet lagi Konsultasi individu
badan = 160 cm goitrogenik (kol, modifikasi dan Tanya jawab
AD.1.1.2 berat kacang panjang, mineral C.1.11 Alat bantu.
badan = 40 kg singkong) ditandai (iodium) untuk  Leaflet
AD.1.1.5 IMT hasil lab (TSH, T4, menyembuhka diet
=15,625 T3) n hipotiroid. Hipotyroid
(underweight) TSH <0,004 µiu/ml A. TUJ  Daftar
BD.1.5.9.thyroid (rendah N. 0,5-6 UAN bahan
function test µiu/ml) PERENCA makanan
(TSH, T4, T3) TSH <0,004 µiu/ml FT4 20 µg/ml penukar
NAAN
TSH <0,004 ( ) (tinggi N. 4,6-12 (DBMP)
MAKAN  URT
µiu/ml (rendah N. µg/ml)  Mencegah
0,5-6 µiu/ml) FT3= 15 pg/dl komplikasi
FT4 20 µg/ml FT4 20 µg/ml ( ) (rendah N. 80-180
karena
(tinggi N. 4,6-12 pg/dl)
terjadinya
µg/ml) NC. 3.1 Berat
hipermetab
FT3= 15 pg/dl FT3= 15 pg/dl ( ) badan kurang
olisme,
(rendah N. 80-180 berkaitan dengan
pg/dl) ketidakcukupan termasuk

CH.3.1.6 intake makanan demineralis


pekerjaan :guru yang ditandai asi tulang
TK. dengan status gizi  Mengembal

PD.1.1.1 kurang ikan


penampilan NB.1.1 kurang cadangan
keseluruhan pengetahuan terkait glikogen
:Pasien sadar,
kurus, kulit makanan dan zat dengan
kering dan gizi (iodium) meningkatk
benjolan dileher berkaitan dengan an berat
PD.1.1.9 tanda- pemilihan makanan
badan.
tanda vital : nadi SG = kurang yang tidak; sesuai  Mengoreksi
<60 kali/menit. (underweight) dengan diet negatif
CS.2 kebutuhan ditandai dengan keseimbang
zat gizi makro suka
an nitrogen.
CS.2.1. kebutuhan mengkonsumsi  Memenuhi
lemak 42.93 g lalapan (kol, kebutuhan
CS.2.2 Protein kacang panjang),
energi dan
108g tela-tela (singkong
protein
CS.2.3 goreng), dan
yang
Karbohidrat 331,6 minum kopi
meningkat
.
untuk
menjaga
dan
mengurangi
kerusakan
jaringan
tubuh
 Menambah
berat badan
hingga
mencapai
berat badan
normal

B.
SYARAT /
PRINSIP
DIET :
 Energi
tinggi, yaitu
40-45
kkal/kg BB
 Protein
tinggi, yaitu
2,0-2,5
gr/kg BB
 Lemak
cukup, yaitu
10-25% dari
kebutuhan
energi total
 Karbohidrat
cukup, yaitu
sisa dari
jumlah
kebutuhan
energi total
 Vitamin dan
mineral
cukup
sesuai
kebutuhan
normal.
Seperti : Ca,
Posphor,
dan Vit.D.
perhatikan
konsumsi
susu ¼ liter
untuk
keseimbang
an kalsium.
Iodium
dosis tinggi
untuk
pencegahan
dan
penguranga
n gejala-
gejala.
 Cairan 3-4
liter/hr
 Makanan
diberikan
dalam
bentuk
mudah
cerna
 Suplemen
vitamin
terutama A,
C, B
kompleks
terutama
thiamin,
riboflavin,
B6, B12.

Jenis diet : Tinggi Kalori Tinggi Protein serta tinggi iodium


Prinsip Diet : Tinggi kalori
Tinggi protein
Cukup lemak
Cukup KH
Tinggi mineral dan vitamin
Tinggi iodium
Bentuk makanan : lunak
Cara pemberian : Oral
Tujuan diet :
 Mencegah komplikasi karena terjadinya hipermetabolisme, termasuk demineralisasi tulang
 Mengembalikan cadangan glikogen dengan meningkatkan berat badan.
 Mengoreksi negatif keseimbangan nitrogen.
 Memenuhi kebutuhan energi dan protein yang meningkat untuk menjaga dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh
 Menambah berat badan hingga mencapai berat badan normal
Syarat diet :
 Energi tinggi, yaitu 40-45 kkal/kg BB
 Protein tinggi, yaitu 2,0-2,5 gr/kg BB
 Lemak cukup, yaitu 10-25% dari kebutuhan energi total
 Karbohidrat cukup, yaitu sisa dari jumlah kebutuhan energi total
 Vitamin dan mineral cukup sesuai kebutuhan normal. Seperti : Ca, Posphor, dan Vit.D. perhatikan konsumsi susu ¼ liter
untuk keseimbangan kalsium. Iodium dosis tinggi untuk pencegahan dan pengurangan gejala-gejala.
 Cairan 3-4 liter/hr
 Makanan diberikan dalam bentuk mudah cerna
 Suplemen vitamin terutama A, C, B kompleks terutama thiamin, riboflavin, B6, B12.

Bahan Makanan yang dianjurkan


 Makanan yang mengandung yodium: garam meja, seafood, supplemen yang mengandung yodium.
 Makanan yang rendah protein: seafood, daging yang berwarna putih, telur.
 Makanan yang banyak mengandung serat: gandum, lentil, apel, kacang merah, sayuran berdaun hijau.
 Vitamin dan Mineral: Zink dan Selenium
Bahan makanan yang tidak di anjurkan :

Makanan yang perlu dihindari pada penderita hipotiroidisme yaitu:

 Diproses lebih dan makanan disempurnakan. Hal ini mengacu pada roti putih,tepung putih, dan makanan sampah dasar.Ini
tidak menawarkan nilai gizi banyak dan dapat berkontribusi untuk masalah dengan resistensi insulin dan kesulitan hormonal.
 Batasi makanan goitrogenik seperti sayuran. Memasak mereka tampaknya memecah enzim cukup untuk membuat anti-
tiroid mempengaruhi non-faktor : kubis, brokoli, lobak, sawi, kangkung, bayam, kubis Brussel, persik, pir, stroberi, dan
lobak kembang kol, dan singkong, kentang, jagung.
 Menghilangkan produk kedelai. Isoflavon kedelai juga dapat mendatangkan malapetaka pada tiroid dengan menyebabkan
anti-tiroid antibodi yang akan diproduksi. Ini akan menciptakan situasi di mana tiroid akan menyerang sendiri seperti dalam
Tiroiditis autoimun. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan hipotiroidisme terjadi atau memburuk, jika sudah ada.

Perhitungan Kebutuhan Energi Dan Zat Gizi


BBI = (TB-100) - 10% (TB-100)
= (160-100) – 10% (160-100)
= 54 kg
IMT = BB/(TB)2
= 15,625 (status gizi underweight)
Kebutuhan kalori :
BEE = 655 + (9,6 x BB) + (1,7 x TB) – (4,7 x U)

= 655 + (9,6 x 40) + (1,7 x 160) – (4,7 x 28)

= 655 + 384 + 272 – 131,6


= 1179,4 kkal

TEE = 1179,4 x faktor aktivitas x faktor stress

= 1179,4 x 1,3 x 1,4

= 2146,5 kkal

Jadi, kebutuhan kalorinya adalah 2146,5 kkal

Kebutuhan Karbohidrat total = 61.88% x 2146,5 Kkal

= 2146,5 kkal : 4

= 331.6 gr

Kebutuhan Protein total = 2.0 g/Kg BB

= 2.0 x 54

= 108 gr

% protein total = 20.12%

Kebutuhan Lemak total = 18% X 2146,5 Kkal

= 386.37 kkal : 9

= 42.93 gr