Anda di halaman 1dari 2

USULAN JAM KERJA DAN SANKSI PELANGGARAN DISIPLIN

KERJA PEGAWAI

HARI KERJA DAN WAKTU KERJA

1. Hari dan atau jam kerja pegawai berbeda satu dengan lainnya sesuai dengan fungsi atau
jabatan pegawai tersebut, namun tidak melebihi 7 jam sehari dan 40 jam seminggu atau 8
jam sehari dan 40 jam seminggu.

2. Penentuan mengenai hari kerja dan jam kerja seorang pegawai akan diatur oleh perusahaan
dan dapat diubah oleh perusahaan selama perubahan tersebut tidak bertentangan dengan
ketentuan ayat (1) pasal ini.

3. Setiap kelebihan dari hari kerja sesuai dengan ketentuan ayat 1 (satu) pasal ini harus
dianggap sebagai kerja lembur.

4. Dengan memperhatikan perundang-undangan yang berlaku, maka hari kerja & jam kerja di
PT Standar Beton Indonesia sebagai berikut :

Hari kerja : Senin s/d Sabtu

Jam kerja :

a. Untuk 6 (enam) hari kerja


» Senin – Jum’at
07.30 – 15.30 WIB
» Sabtu – Minggu
07.30 – 13.00 WIB

b. Istirahat
» Senin – Kamis
12.00 – 13.00 WIB
» Jum’at
11.00 – 13.00 WIB (untuk karyawan laki–laki)
12.00 – 13.00 WIB (untuk karyawan perempuan)

Jam kerja shift:


a. Shift I → 07.30 – 15.30 WIB
b. Shift II → 15.30 – 23.30 WIB
c. Shift III → 23.30 – 07.30 WIB

5. Hal-hal lain diluar ketentuan ayat 4 akan diatur perusahaan sesuai dengan kebutuhan
perusahaan, sepanjang tidak menyimpang dari ayat 1.

KERJA LEMBUR

1. Pada dasarnya kerja lembur adalah sukarela bagi pegawai kecuali hal-hal berikut :

a. Dalam hal-hal yang bersifat force majeur seperti kebakaran dan sebagainya.
b. Dalam hal ada pekerjaan-pekerjaan yang apabila tidak segera diselesaikan akan
membahayakan kesehatan atau keselamatan orang.
c. Dalam hal-hal apabila pekerjaan tidak diselesaikan akan menimbulkan kerugian
bagi perusahaan atau dapat mengganggu kelancaran pelayanan.
d. Dalam hal terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan dengan segera, karyawan
harus bekerja atas panggilan darurat, dan bagi karyawan yang mengabaikan
perintah lembur dapat dikenai sanksi.
2. Perhitungan upah lembur adalah sebagai berikut :

a. Pada hari kerja biasa


• 1 (satu) jam pertama dibayar 1 ½ (satu setengah) kali tariff lembur sejam
• Setiap jam berikutnya dibayar 2 (dua) kali tariff lembur sejam
b. Pada hari istirahat, minggu atau hari libur Nasional :
• Untuk tiap jam dalam batas 7 (tujuh) jam pertama dibayar 2 (dua) kali upah
sejam
• Jam pertama dan seterusnya setelah 7 (tujuh) jam dibayar 3 (tiga) kali upah
sejam

3. Perhitungan upah per jam akan diatur dalam ketentuan tersendiri.

4. Bagi pegawai yang melakukan kerja lembur 4 jam berturut-turut akan memperoleh hak
tambahan uang makan atau ekstra fooding

PELANGGARAN DAN SANKSI

Peringatan Lisan
Dalam hal prestasi kerja yang buruk atau pelanggaran ringan atas peratuan yang berlaku, maka
karyawan akan ditegur dan dinasehati oleh pimpinan atau pejabat perusahaan yang berwenang
yang harus menunjukkan bukti kekurangan dari karyawan yang bersangkutan dan meminta
karyawan tersebut untuk melakukan perbaikan atas kekurangan tersebut.

Peringatan Tertulis
Dalam kasus-kasus pelanggaran yang lebih berat terhadap peraturan yang berlaku atau prestasi
kerja yang tidak memuaskan dari seorang pegawai berlanjut terus, perusahaan wajib untuk
mengeluarkan surat peringatan. Surat peringatan tersebut harus secara terinci memuat
kekurangan pegawai melalui tahapan sebagai berikut:

Surat Peringatan Pertama


Dikeluarkan oleh perusahaan untuk pegawai yang bersangkutan dan berlaku selama 6 (enam)
bulan sejak tanggal dikeluarkan.

Surat Peringatan Kedua


Dikeluarkan apabila pegawai yang bersangkutan setelah menerima surat peringatan pertama masih
gagal untuk memperbaiki kekurangan-kekurangannya, dan atau melakukan pelanggaran tata tertib
dan atau Peraturan Perusahaan lain dalam waktu berlakunya Surat Peringatan Pertama. Surat
Peringatan Kedua dikeluarkan dan berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal dikeluarkan.

Surat Peringatan Ketiga


Dikeluarkan apabila tidak ada perbaikan yang dicapai oleh pegawai setelah menerima dan Surat
Peringatan Kedua, dan atau melakukan pelanggaran tata taertib dan atau Peraturan Perusahaan dalam
masa berlakunya Surat Peringatan Kedua. Surat Peringatan Ketiga harus disetujui oleh Direktur dan
berlaku selama 6 (enam) bulan sejak tanggal dikeluarkannya. Bila dengan Surat Peringatan Ketiga ini
masih juga tidak ada perbaikan dari pegawai yang bersangkutan, maka tindakan Pemutusan
Hubungan Kerja dapat ditempuh oleh PT. Asiana Chemicalindo Lestari.

Pemutusan Hubungan Kerja


Perusahaan dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja pada karyawan yang melakukan
pelanggaran berat. Seperti di bawah ini;

- Melakukan pencurian/penggelapan.
- Melakukan penganiayaan terhadap keluarga atau sesama karyawan.
- Mengajak teman sekerja untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum atau
melakukan kejahatan
- Merusak dengan sengaja atau karena kecerobohannya milik Perusahaan sehingga
Perusahaan menderita kerugian.
- Mabuk, berjudi dan berkelahi di tempat kerja;
- Menghina secara kasar atau mengancam atasan, karyawan lain atau teman sekerja.
- Membongkar/membuka rahasia Perusahaan.