Anda di halaman 1dari 6

17

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian


Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional
dengan pendekatan crosssectional. Pengambilan data dengan pendekatan
crossectional untuk mengetahui perbedaan perilaku sakit ibu, perilaku sehat ibu,
perilaku peran sakit ibu di Desa Tirtomarto dan Desa Tawangagung.

4.2 Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian dilakukan di Desa Tirtomarto dan Desa Tawangagung Kecamatan
Ampelgading Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan pada periode bulan
November-Desember 2016.

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian


4.3.1 Populasi penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu di Kecamatan
Ampelgading yang sudah pernah melahirkan, dengan jumlah 884 orang tahun
2016. Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh ibu di desa Tirtomarto
dan Tawangagung kecamatan Ampelgading yang sudah pernah melahirkan,
sebanyak 87 orang di desa Tirtomarto dan 48 orang di desa Tawangagung.

4.3.2 Sampel penelitian


Cara pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling
sesuai dengan kriteria inklusi.
Kriteria Inklusi dalam penelitian ini adalah:
1. Memiliki kemampuan baca tulis
2. Memiliki kesehatan mental baik
3. Ibu usia 18-45 tahun
4. Bersedia mengisi inform consent.

Kriteria Eksklusi dalam penelitian ini adalah


1. Ibu usia < 18 tahun dan > 45 tahun
2. Ibu yang tidak bersedia menjadi responden.

Pengambilan sampel pada analisa data dengan menggunakan statistik uji


Chi-square. Jumlah sampel minimal yang digunakan menggunakan rumus Slovin.
18

Rumus Slovin digunakan untuk mengukur populasi dan menggunakan pendekatan


distribusi normal.13

Keterangan :
n : Besar sampel
N : Jumlah Populasi
d : Tingkat kepercayaan/ketepatan yang diinginkan (0,0)

Sampel desa Tirtomarto :


n= 87
1 + 87 (0,05)2
= 87
1,2
= 72,5
Sampel desa Tawangagung: : n = 48
1 + 48 (0,05)2
= 48
1,12
= 42,8

Berdasarkan perhitungan diatas, maka jumlah sampel yang digunakan di


Desa Tirtomarto sejumlah 73 orang dan di Desa Tawangagung sejumlah 43 orang,
dengan jumlah total sampel 116 orang.

4.4. Variabel penelitian


4.4.1 Identifikasi variabel penelitian
Penelitian ini menggunakan analisa uji Chi-square dengan tiga variabel yaitu
perilaku sehat, perilaku sakit, dan perilaku peran sakit.

4.4.2 Definisi Operasional


1. Perilaku sehat Perilaku sehat adalah perilaku Menggunakan skala
atau kegiatan yang berkaitan nominal dengan
dengan upaya mempertahankan kategori baik (nilai
dan meningkatkan kesehatan.23 lebih tinggi dari
mean) dan buruk
(nilai lebih rendah
dari mean)
2. Perilaku sakit Perilaku sakit yaitu tindakan Menggunakan skala
atau kegiatan seseorang yang nominal dengan
19

sakit atau terkena masalah kategori baik (nilai


kesehatan pada dirinya atau lebih tinggi dari
keluarganya, untuk mencari mean) dan buruk
penyembuhan, atau untuk (nilai lebih rendah
mengatasi masalah kesehatan dari mean)
yang lainnya.23
3. Perilaku peran Perilaku peran sakit merupakan Menggunakan skala
sakit aktivitas yang hak dan nominal dengan
kewajiban orang yang sedang kategori baik (nilai
sakit perilaku peran orang sakit lebih tinggi dari
antara lain, tindakan untuk mean) dan buruk
mengenal atau mengetahui (nilai lebih rendah
fasilitas kesehatan yang tepat dari mean)
untuk memperoleh
kesembuhan.23
4. Angka Angka kematian bayi adalah
kematian bayi peluang untuk meninggal
antara kelahiran dan sebelum
mencapai usia tepat satu tahun.4

4.5 Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data


Rancangan pengukuran variabel disusun dengan maksud agar penelitian
ini dapat dilakukan seefektif mungkin dalam pengukuran data dan pengolahan
data. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah pengetahuan, dengan teknik
pengukuran yang digunakan adalah angket dan alat ukur berupa kuesioner yang
diberikan kepada responden.
Kuesioner adalah teknik pengumpulan data melalui formulir. Formulir
yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang
atau sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi
yang diperlukan oleh peneliti. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini
merupakan modifikasi kuisioner dari penelitian Sulistyawati, dkk pada tahun
2009.9
20

Metode pengukuran pada penelitian ini menggunakan skala Guttmann


tentang perilaku sehat ibu sebanyak 52 pertanyaan yang terdiri dari 19 pertanyaan
tentang perilaku sehat, 26 pertanyaan tentang perilaku sakit dan 7 pertanyaan
tentang perilaku peran sakit. Kuesioner tersebut telah di uji validitas dan
reliabilitas secara statistik pada penelitian yang dilakukan Sulistyowati dkk tahun
2009 dan Fidien dkk tahun 2016. Skala Guttman memiliki dua interval, yaitu iya
dan tidak. Skala Guttman dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda maupun daftar
checklist. Untuk jawaban iya diberi skor 1, sedangkan untuk jawaban tidak diberi
skor 0. Kemudian dari skor yang didapat dilakukan perhitungan mean untuk
menentukan kategori perilaku sakit ibu, perilaku sehat ibu dan perilaku peran sakit
ibu. Kategori dibagi menjadi: Kategori baik, dengan lebih dari mean dan kategori
buruk apabila kurang dari mean. 26
4.6 Teknik Pengolahan Data
Langkah-langkah pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi;
1. Langkah Persiapan
Langkah persiapan yang mencakup perbuatan rencana kuisioner adalah:
a. Menentukan sasaran atau populasi dan jumlah sampel
b. Membuat kerangka pertanyaan
c. Menyusun urutan pertanyaan
d. Membuat format kuisioner
e. Memperbanyak kuisioner
2. Langkah Pelaksanaan
Langkah pelaksanaan yaitu mencakup pelaksanaan tahapan adalah :
a. Membuat surat izin melakukan penelitian di lokasi
b. Melapor dan meminta izin untuk melakukan penelitian di lokasi
c. Peneliti menjelaskan kepada responden tentang jenis dan tujuan penelitian.
Responden diminta mengisi informed consent setelah bersedia menjadi
responden.
d. Dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner
e. Data dimasukkan dalam program SPSS versi 16.
f. Data diolah sesuai kebutuhan peneliti.

4.7 Teknik dan Analisis Data


Pengolahan data meliputi 5 tahap yaitu penyuntingan (editing),
pengkodean (coding), tabulasi (tabulating), entry data dan pembersihan
(cleaning)9
1. Editing
21

Editing adalah tahap memeriksa seluruh daftar pertanyaan antara lain


kesesuaian jawaban, kelengkapan, pengisian serta ketetapan jawaban yang diisi
dan dikembalikan oleh responden.
2. Coding
Coding adalah kegiatan memproses data memberikan skor pada kolom sebelah
kanan daftar pertanyaan sesuai jawaban yang diberikan responden.
3. Tabulating
Angka-angka dalam skor setiap butir pertanyaan dijumlahkan sehingga
diperoleh skor keseluruhan kemudian jumlah skor keseluruhan dibandingkan
dengan skor tertinggi (yang diharapkan) dan dikalikan 100% sehingga
diperoleh persentase dan dijadikan dalam pertimbangan dalam pemberian
predikat sesuai dengan tolak ukur yang ditentukan.

4. Entry data
Tahap ini dilakukan dengan memasukkan data kedalam komputer untuk diolah
dan dianalisa melalui program komputer.
5. Cleaning (Pembersihan)
Cleaning adalah kegiatan mengecek ulang data yang sudah dimasukkan,
apakah ada kesalahan atau tidak.

4.8 Analisa Data


Analisis deskriptif dilakukan dengan menghitung skor yang dinyatakan dalam
satuan persentase (%), grafik atau diagram. Pengujian hipotesis untuk Desa
Tirtomarto dengan AKB tinggi dibanding Desa Tawangagung dengan AKB
rendah menggunakan uji statistik Chi Square. Data tersebut merupakan data
nonparametrik yaitu tidak mensyaratkan data harus berdistribusi normal.27,28
Uji Chi-square merupakan uji statistik yang sering digunakan dalam
penelitian dengan menggunakan dua variabel, yaitu nominal atau ordinal. Uji
statistik Chi-square digunakan untuk menguji perbedaan dua atau lebih proporsi
sampel. Uji Chi-square adalah teknik analisis yang digunakan untuk menentukan
perbedaan frekuensi observasi (Oi) dengan frekuensi ekspektasi atau frekuensi
harapan (Ei) suatu kategori tertentu yang dihasilkan, serta untuk melihat frekuensi
yang paling dominan.28
22

4.9 Etika Penelitian


Penelitian ini dilakukan pada kelompok masyarakat yang bersedia menjadi
responden melalui informed consent. Data dan semua informasi yang diperoleh
akan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti.
Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dan
responden penelitian yang diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan
memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan informed
consent adalah agar responden mengerti maksud dan tujuan penelitian,
mengetahui dampaknya. Jika responden bersedia, maka mereka harus
menandatangani lembar persetujuan. Jika responden tidak bersedia, maka peneliti
harus menghormati hak responden.28