Anda di halaman 1dari 2

MAZHAB MALIKI

Pertama: Ulama Malikiyyah


Mereka berpendapat bahwa tidak ada qunut kecuali pada shalat shubuh
saja. Tidak ada qunut pada shalat witir dan shalat-shalat lainnya.

1. Imam Malik Imam Malik mengatakan bahwa qunut itu merupakan ibadah sunnah pada
shalat subuh dan lebih afdhal dilakukan sebelum ruku'. Meskipun bila dilakukan
sesudahnya tetap dibolehkan. Menurut beliau, melakukan Qunut secara zhahir dibenci
untuk dilakukan kecuali hanya pada shalat subuh saja. Dan qunut itu dilakukan dengan
sirr, yaitu tidak mengeraskan suara bacaan. Sehingga baik imam maupun makmum
melakukannya masing-masing atau sendiri-sendiri. Dibolehkan untuk mengangkat
tangan saat melakukan qunut.

. Madzab Maliki :
Disunnatkan Qunut pada shalat subuh dan tempatnya yang lebih utama adalah sebelum ruku, tetapi
boleh juga dilakukan setelah ruku. Adapun Qunut selain subuh yakni Qunut witir dan Nazilah, maka
keduanya dimakruhkan.

Ulama’ madzhab Maliky berpendapat bahwa sunnah qunut pada shalat subuh dan
makruh membaca qunut selain qunut pada shalat subuh. {Al-Syarhu al-Shagir I/331. Al-
Syarhu al-Kabir I/248 dan al-Qawanin al-Fiqhiyyah hal. 61}. Do’a qunut yang dipilih oleh
Imam Malik yaitu do’a qunut Ibnu Umar yaitu:
‫ نشكرك و نكفّرك‬،‫ ونثنى عليك الخير كلّه‬،‫ ونؤمن بك ونتو ّكل عليك‬،‫اللّه ّم إنّا نستعينك ونستهديك ونستغفرك ونتوب إليك‬
ّ ،‫ نرجو رحمتك ونخشى عذابك‬،‫ اللّه ّم إيّاك نعبد ولك نصلّى ونسجد وإليك نسعى ونحفد‬،‫ونخلع ونترك من يفجرك‬
‫إن عذابك‬
.‫الجدّ بالكفّار ملحق‬
Bacaan qunut tersebut berdasarkan hadits dari Khalid Ibn Abi Imran ra.
‫ فأومأ‬،‫ إذجاءه جبريل‬،‫ "بينما رسول هللا صلّى هللا عليه وسلّم يدعو على مضر‬: ‫عن خالد بن أبى عمران رضي هللا عنه قال‬
،‫ ليس لك من األمر شيئ‬،‫ وإنّما بعثك رحمة للعالمين‬،‫إن هللا لم يبعثك سبّابا وال ل ّعانا‬
ّ ،‫ يا مح ّمد‬: ‫ فقال‬،‫إليه أن اسكت فسكت‬
)135 ‫ ص‬2 ‫" أخرجه أبو داود فى المراسيل (نصب الراية ج‬... ‫ اللّه ّم إنّا نستعينك‬: ‫ث ّم علّمه القنوت‬
Khalid ibn Abu Imran ra, ia berkata: Pada saat Nabi SAW berdo’a untuk Mudhar,
tiba-tiba datang Malaikat Jibril,maka beliau memberi isyarah pada saya agar diam, maka
diam.Malaikat Jibril berkata: “Muhammad SAW, Allah SWT tidak mengutusmu sebagai
orang pencaci dan pelaknat, namun Allah mengutusmu sebagai pembawa rahmat bagi alam
semesta, tidak ada hak bagimu sedikitpun tentang hal itu, kemudian diajarkan membaca do’a
qunut “Allaahumma innaa nasta’iinuka....” HR. Abu Dawud dalam al-Marasil. {Hadits ini
shahih, lafadznya mauquf, tetapi hukumnya marfu’. Diriwayatkan Abu Dawud dalam al-
Marasil XIII/184. Al-Baihaqy dalam as-Sunan al-Kubra II/210 dari jalan Abu Wahab dari
Mu’awiyah bin Shalih dari Abdul Qahir, dari Khalid bin Abi Imran dan lihat Nasbu al-Royah
juz II/135 dan al-Fiqhu al-Islamy wa-adillatuhu I/811}
Para sahabat sepakat atas do’a qunut tersebut, maka lebih baik membacanya. Boleh
memilih do’a qunut lainnya dan boleh pula menggabungkannya. {al-Fiqhu al-Islamy wa-
adillatuhu juz I hal. 811}