Anda di halaman 1dari 10

IDENTIFIKASI BAKTERI Pseudomonas aeruginosa

A. Pendahuluan
Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri patogen utama bagi manusia. Bakteri
ini kadang-kadang mengkoloni pada manusia dan menimbulkan infeksi
apabila fungsi pertahanan inang abnormal. Oleh karena itu, Pseudomonas
aeruginosa disebut pathogen oportunistik, yaitu memanfaatkan kerusakan pada
mekanisme pertahanan inang untukmemulai suatu infeksi (Boel T. 2004).
Bakteri ini dapat juga tinggal pada manusia yang normal dan berlaku
sebagai saprofit pada usus normal dan pada kulit manusia. Ada faktor sifat
yang memungkinkan Pseudomonas aeruginosa mengatasi pertahanan tubuh inang
yang normal dan menyebabkan suatu penyakit yaitu phili yang melekat dan merusak
membran basalis; polisakarida simpai yang meningkatkan perlekatan pada jaringan
tetapi tidak menekan fagositosis; hemolisin yang memiliki aktifitas posfolipasa;
kolagen, elastin dan flagel yang membantu pergerakan. Sehingga, infeksi Pseudomonas
aeruginosa menjadi problema serius pada pasien rumah sakit, dan menjadi sangat
infeksius apabila inang menderita kanker, fibrosis kistik dan luka bakar. Angka fatalitas
pasien-pasien tersebut mencapai 50% (Boel T. 2004).
Klasifikasi Ilmiah dari Pseudomonas aeruginosa:
Kingdom : Bacteria
Phylum : Proteobacteria
Class : Gamma Proteobacteria
Order : Pseudomonadales
Family : Pseudomonadaceae
Genus : Pseudomonas
Species : Pseudomonas aeruginosa
Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri bentuk batang gram negatif, 0,5-1,0 x 3,0-
4,0 um. Umumnya mempunyai flagel polar, tetapi kadang-kadang bisa memiliki 2-3
flagel. Bila tumbuh pada perbenihan tanpa sukrosa terdapat lapisan lendir polisakarida
ekstraseluler. Struktur dinding sel sama dengan famili Enterobacteriaceae. Strain yang
diisolasi dari bahan klinik sering mempunyai vili untuk perlekatan pada permukaan sel
dan memegang peranan penting dalarn resistensi terhadap fagositosis.
Bakteri ini oksidase positif dan tidak meragi karbohidrat, tetapi banyak
strain mengoksidasi glukosa. Pengenalan biasanya berdasarkan morfologi koloni, sifat
oksidase positif, adanya daya pigmen yang khas. Untuk membedakan
Pseudomonas aeruginosa dengan yang lain berdasarkan aktivitas biokimiawi,
dibutuhkan pengujian dengan berbagai substrat.
Pseudomonas aeruginosa tumbuh dengan baik pada suhu 37º – 42º C. Pertumbuhan
pada suhu 42ºC membedakan Spesies ini dari . Pseudomonas yang . Bentuk
koloni tidak teratur, transparan dan memperlihatkan warana hijau kebiruan.
Pseudomonas aeruginosa tidak meragikan laktosa dijumpai pada media Mac Conkey
dan sering menghasilkan pigmen piosianin yaitu pigmen yang berwarna hijau kebiruan
yang tak berfluoresenso dan larut dalam chloroform.
Pada uji biokimia, bakteri ini menghasilkan hasil negatif pada uji Metil Red, dan
Voges-Proskauer. Serta mencairkan gelatin dan tidak membentuk H2S, indol negatif,
tidak memecah urea. Bakteri ini secara luas dapat ditemukan di alam, contohnya di
tanah, air, tanaman, dan hewan. P. aeruginosa adalah patogen oportunistik. Bakteri
ini merupakan penyebab utama infeksi pneumonia nosokomial. Meskipun begitu,
bakteri ini dapat berkolonisasi pada manusia normal tanpa menyebabkan penyakit.

B. Identifikasi Pseudomonas aeruginosa


Sampel yang digunakan untuk identifikasi bakteri Pseudomonas aeruginosa adalah
sputum (dahak) dari manusia yang dilakukan dengan tahapan berikut:
1. Penumbuhan Mikroorganisme (Inokulasi Kultur)
Sputum diambil sebagai sampel pada isolasi bakteri Pseudomonas aeruginosa
karena pada bagian ini biasanya terdapat mikroorganisme patogen yang menyebabkan
keadaan abnormal khususnya infeksi saluran pernafasan. Mikroorganisme dari sampel
dibiakkan di laboratorium pada bahan nutrien yang disebut medium. Sampel (sputum)
diinokulasikan sedikit saja pada medium yang cocok sedemikian rupa sehingga sel-sel
mikroba tumbuh terpisah-pisah pada medium tadi. Bahan yang diinokulasikan pada
medium itu disebut dengan inokulum.
Sampel dibiakkan pada dua medium yang berbeda, yaitu Cetrimide selective agar
dan MacConkey agar, lalu diinkubasi selama 18-48 jam pada suhu 37ᵒC karena
Pseudomonas aeruginosa tumbuh optimal pada rentang suhu 37ᵒC – 42ᵒC.
a. Cetrimide selective agar
Cetrimide selective agar merupakan media untuk isolasi dan identifikasi dari
Pseudomonas aeruginosa yang tersusun atas enzymatic digest of gelatin sebagai sumber
nitrogen, vitamin, dan karbon dalam cetrimide agar. MgCl2 dan KCl meningkatkan
produktivitas pyocyanin dan fluorescein. Cetrimide (cetyltrimethylammonium bromide)
merupakan agen selektif yang bekerja sebagai deterjen kationik ammonium kuartener
yang menyebabkan nitrogen dan fosfor dari bakteri lepas dari dinding selnya selain
bakteri Pseudomonas aeruginosa. Agar digunakan sebagai agen pengeras dan gliserol
adalah sebagai sumber karbon. Pseudomonas aeruginosa akan menunjukkan warna
pigmennya dengan lebih jelas pada media ini, yaitu hasil positif adalah pertumbuhan
koloni berwarna hijau kekuningan sampai biru.
b. MacConkey agar
MacConkey agar merupakan agar yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri
gram negatif dan memilah bakteri yang dapat memfermentasikan laktosa.
Kandungannya ada enzymatic digest of gelatin, kasein dan jaringan hewan sebagai
sumber nitrogen, vitamin, mineral dan asam amino yang penting untuk pertumbuhan.
Ada laktosa sebagai sumber karbon dan energi bagi bakteri yang mampu
memfermentasikannya, garam empedu dan crystal violet sebagai penghambat
pertumbuhan bakteri gram positif, NaCl sebagai penyeimbang tekanan osmosis sel lalu
indicator pH yaitu neutral red yang warna merahnya memudar jika pHnya dibawah 6,8.
Juga ada agar sebagai agen pengeras. Hasil positif adanya Pseudomonas aeruginosa
yaitu koloni bakteri putih/kuning pucat dengan media yang warnanya tetap merah
(nonfermenter).

2. Observasi
Observasi yang dilakukan secara makroskopis diperoleh hasil sebagai berikut:
a. Cetrimide selective agar
Hasil yang diperoleh seperti pada gambar di
samping. Pseudomonas aeruginosa tumbuh pada agar
cetrimida. Budidaya dilakukan selama 24 jam pada suhu
37°C, +48 jam pada suhu kamar.
Pseudomonas aeruginosa meng-hasilkan sejumlah pigmen yang larut dalam
air. Ketika pyoverdine kuning-hijau bergabung dengan pyocyanin yang
merupakan pigmen yang larut dalam air biru, karakteristik warna hijau terang dari
Pseudomonas aeruginosa terbentuk.
Tiga strain berbeda dari
Pseudomonas aeruginosa diinokulasi
pada permukaan agar cetrimida.
Budidaya 48 jam pada suhu 37 ° C.
Seperti pada gambar di samping, koloni
P.aeruginosa pada agar cetrimida dapat
tampak berpigmen biru, biru-hijau atau
tidak berpigmen. Koloni yang
menunjukkan fluoresensi pada 250 nm dan pigmentasi biru-hijau dianggap
sebagai dugaan positif dari isolat P.aeruginosa.
Pseudomonas aeruginosa pada
Cetrimide Agar. Budidaya 48 jam dalam
suasana aerobik, 37 ° C. Terlihat
pada gambar di samping, P.aeruginosa
mengeluarkan berbagai pigmen, termasuk
pyocyanin (biru-hijau), pyoverdine
(kuning-hijau dan neon), dan pyorubin
(coklat tua). Spesies Pseudomonas lain tidak menghasilkan pyocyanin.
Gambar di samping merupakan
Pseudomonas aeruginosa di bawah sinar
UV. Koloni yang menunjukkan
fluoresensi pada 250nm (produksi
pyoverdine) dan pigmentasi hijau biru
(produksi pyocyanin) dianggap sebagai
dugaan positif isolat P.aeruginosa.
b. MacConkey agar
Budidaya 24 jam, 37°C dalam suasana
aerobik diperoleh seperti gambar di
samping Escherichia coli (laktosa-positif)
dan Pseudomonas aeruginosa (laktosa-
negatif) pada agar MacConkey. Perhatikan
endapan empedu kuat di sekitar koloni
E.coli.

Kemudian juga dilakukan observasi secara mikroskopis dengan mikroskop SEM.


Diperoleh hasil seperti gambar berikut:
Melalui Scanning electron micrograph
(SEM) bakteri membentuk biofilm. Terlihat
bakteri yang teliti berbentuk batang yang
berukuran sekitar 0,6 x 2 µm dan memiliki
flagel tunggal (flagella monotrikus) yang
terdapat pada bagian ujung sisi tubuhnya
sehingga bakteri tersebut bersifat motil
(dapat bergerak).

3. Teknik Pewarnaan
Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan
perbesaran 100x10 yang ditambah minyak imersi. Jika dibuat preparat ulas tanpa
pewarnaan, sel bakteri sulit terlihat. Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri
dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri. Zat warna dapat
mengabsorbsi dan membiaskan cahaya, sehingga kontras sel bakteri dengan
sekelilingnya ditingkatkan.
Salah satu teknik pewarnaan adalah pewarnaan diferensial dimana prosedur
pewarnaan ini menampilkan perbedaan di antara sel-sel mikroba atau bagian-bagian sel
mikroba. Salah satu teknik pewarnaan diferensial yang paling penting dan paling luas
digunakan untuk bakteri ialah pewarnaan gram. Dalam poses ini olesan bakteri yang
terfiksasi dikenai larutan-larutan, yaitu larutan ungu kristal, larutan yodium, alkohol
(bahan pemucat), dan safranin atau beberapa pewarna tandingan lain yang sesuai.
Bakteri yang diwarnai dengan metode gram ini dibagi menjadi dua kelompok. Salah
satu diantaranya, bakteri gram positif, mempertahankan zat pewarna ungu Kristal dan
karenanya tampak ungu tua. Kelompok yang lain, bakteri gram negatif, kehilangan ungu
kristal ketika dicuci dengan alkohol, dan sewaktu diberi pewarna tandingan dengan
warna merah safranin, tampak bewarna merah.
Pada sampel dilakukan pewarnaan gram
dan diamati dengan mikroskop. Ketika
olesan bakteri yang terfiksasi dikenai larutan
ungu kristal, sel berwarna ungu. Melalui
fiksasi warna dengan iodium sel tetap
berwarna ungu. Lalu dilakukan penambahan
alkohol sehingga melunturkan atau
memucatkan zat warna ungu sehingga sel
menjadi tak berwarna. Kemudian diberikan Gambar 1. Bakteri gram negatif
pewarna tandingan (safranin) sehingga
menyebabkan sel menyerap zat pewarna ini dan menjadi merah. Maka dapat
disimpulkan bahwa mikroorganisme termasuk bakteri gram negatif. Berdasarakan data
secara teoritis, Pseudomonas aeruginosa merupakan kelompok bakteri gram negatif.
dan terlihat sebagai bakteri tunggal, berpasangan dan kadang-
kadang membentuk rantai yang pendek.
Selain itu, juga dilakukan pewarnaan diferensial dengan teknik lainnya, yaitu
pewarnaan spora. Uji pewarnaan spora dapat dilakukan berdasarkan uji pewarnaan ZN
(Ziehl Neelsen), untuk mengetahui apakah suatu bakteri menghasilkan spora atau tidak
dan hasil dari uji ini adalah negatif. Berdasarakan data secara teoritis, Pseudomonas
aeruginosa termasuk kedalam bakteri yang tidak menghasilkan spora.

4. Tes Biokimia
Untuk memperjelas proses identifikasi bakteri Pseudomonas aeruginosa maka
dilanjutkan dengan melakukan uji biokimia yaitu:
a. Uji oksidase
Tujuan uji oksidase adalah untuk mengetahui ada tidaknya enzim oksidase pada
bakteri. Caranya yaitu ambil 1 ose bakteri secara aseptis kemudian letakkan pada
kertas saring yang terletak pada objek glass ditambah Larutan 1% α-naphtol dalam
95% etanol dan 1% larutan p-aminodimethylaniline oxalate (Difco) disiapkan fresh
karena autooksidasi dari p-aminodimethylaniline oxalate, tapi dapat digunakan
setidaknya 2 minggu. Penggunaan paminodimethylaniline oxalate karena
Pseudomonas aeruginosa mempunyai cytochrome oxidase yang banyak yang mana
enzim ini akan mengoksidasi dimethyl-p-phenylenediamine dengan adanya
molekul oksigen dan cytochrome c, dan dengan penambahan dari α-naphtol,
terbentuk indophenol blue. Dengan munculnya warna biru menandakan adanya
cytochrome oxidase dalam sel bakteri.
b. Uji katalase,
Uji katalase digunakan untuk mengetahui sifat bakteri dalam menentukan sifat
bakteri dalam menghasilkan enzim katalase, dimana Pseudomonas aeruginosa
memberikan hasil yang positif karena bakteri ini merupakan bakteri aerob. Bakteri-
bakteri aerob memiliki enzim katalase untuk menetralkan bentuk toksik dari
metabolit oksigen yaitu H2O2. Pada uji katalase, dipindahkan 1 ose ke permukaan
kaca objek yang sudah didisinfeksi kemudian diteteskan 1 tetes H2O2 3% yang
secara cepat kemudian akan membentuk gelembung-gelembung yang cukup banyak
yang menandakan bakteri tersebut memiliki enzim katalase.
c. Uji hidrolisis gelatin/gelatin liquefaction. Bakteri Pseudomonas aeruginosa
memiliki banyak enzim ekstraseluler salah satunya adalah protease yang namanya
gelatinase. Gelatinase mampu memecah protein menjadi asam amino sehingga
gelatin akan tampak seperti mencair kembali. Uji ini dilakukan dengan menyiapkan
nutrien gelatin dalam tabung reaksi yang kemudian ditusuk dengan inoculum
bakteri sebanyak 1 ose, selanjutnya diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam.
Hasil positif ditunjukkan jika gelatin yang ada dalam tabung tampak seperti
mencair.
d. Uji Methyl Red dan Voges Proskauer
Media uji MR-VP mengandung glukosa sebagai bahan uji, kemampuan bakteri
dalam mengubah glukosa menjadi asam organik dan alkohol, maka setelah
ditambahkan dengan reagen MR maka media akan berubah menjadi merah, jika
bakteri tidak mampu mengubah glukosa menjadi asam organik dan alkhol maka
media tetap berwarna kuning. Uji Vogers Proskauer, jika bakteri mampu mengubah
glukosa menjadi asam organik dan alkohol, maka setelah ditambahkan dengan alfa
naftol dan KOH 40% maka media akan berubah menjadi merah. Inkubasi pada
suhu 37ºC selama 24 jam. Diperoleh hasil yang negatif pada bakteri yang diujikan.
Berdasarkan teori, Pseudomonas aeruginosa negatif terhadap uji Methyl Red dan
Voges Proskauer.
e. Uji TSIA (Triptic Sugar Iron Agar)
Ujia TSIA bertujuan untuk membedakan jenis bakteri berdasarkan kemampuan
memecahkan gluosa, laktosa dan sukrosa, selain itu uji TSIA berfungsi mengetahui
apakah bakteri tersebut menghasilkan gas H2S atau tidak.
Uji Produksi H2S pada media TSIA ( Triple Sugar Iron Agar ) secara aseptis
diinokulasikan biakan kuman dari media Mac Conkey ke media TSIA, diambil 1
ons mata ditanam dengan cara digoreskan pada lereng media dan ditusuk pada
dasar media, Inkubasikan selama 24 jam pada suhu 37ºC. Diperoleh hasil yang
negatif pada bakteri yang diujikan. Berdasarkan teori, Pseudomonas
aeruginosa negatif terhadap Uji TSIA.
f. Uji Gula
Uji gula bertujuan untuk mendeterminasi kemampuan bakteri dalam mendegradasi
gula dan menghasilkan asam organik yang berasal dari tiap jenis gula yaitu glukosa,
sukrosa, laktosa, dan manitol.
Pada pengamatan uji gula-gula (glukosa, laktosa, manitol, sukrosa) hanya
memfermentasi glukosa dan manitol, warna akhir medium adalah kuning dan
terbentuk gas sehingga menunjukkan hasil positif, sedangkan pada medium
laktosa dan sukrosa tidak terjadi perubahan warna, menunjukkan hasil negatif.
Adanya perubahan warna pada medium yang berisi biakan bakteri sampel yang
membuktikan bahwa bakteri tersebut mempunyai enzim untuk mengubah struktur
gula menjadi produk fermentasi.
g. Uji Simmon's Citrat (SC)
Pada uji SC terlihat adanya perubahan warna medium dari hijau menjadi biru yang
menandakan bahwa bakteri tersebut menggunakan sitrat sebagai satu-satunya
sumber karbon dan energi. Indikator yang digunakan yaitu BTB ( Bromtimol Blue).
Reaksi terjadi dan menyebabkan perubahan warna dari hijau menjadi biru.
h. Uji urease
Pada pengamatan uji urease tidak terjadi perubahan warna dari orange menjadi
pink,
karena mampu untuk menghidrolisis urea, hal ini menunjukkan hasil yang negatif.
C. Kesimpulan
Ciri mikroorganisme yang diperoleh adalah:
1. Berbentuk batang dengan ukuran 8. Tidak memiliki spora.
0,6 x 2 µm. 9. Tidak dapat memfermentasikan
2. Flagella tunggal. laktosa.
3. Motil karena flagella. 10. Positif terhadap uji katalase,
4. Pertumbuhan bersifat aerobik. oksidase, hidrolisis gelatin, gula
5. Menghasilkan pyocyanin (pigmen (glukosa dan manitol) dan sitrat.
biru-hijau). 11. Negatif terhadap uji MR, VP, H2S,
6. Kelompok gram negatif. gula (laktosa dan sukrosa) dan
7. Terlihat sebagai bakteri tunggal, urease.
berpasangan dan kadang-kadang
membentuk rantai yang pendek.

Berdasarkan data teoritis, jika mikroorganisme memiliki ciri seperti yang telah
dipaparkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa mikroorganisme tersebut benar
merupakan bakteri Pseudomonas aeruginosa.
DAFTAR PUSTAKA

Holt, J.G and N.R.Krieg. 2000. Bergey's Manual of Determinative Bacteriology, 9th
Edition. Lippincott Williams & Wilkins. A Wolters Kluwer Company.
Pelczar, Michael J dan Chan, E.C.S. 2013. Dasar-dasar Mikrobiologi 1. Jakarta: UI
Press.
http://dickyfangidae24.blogspot.co.id/2014/03/pseudomonas.html
https://dokumen.tips/documents/identifikasi-pseudomonas-aeruginosa-pada-sampel-
apus-luka.html
https://microbiologyinfo.com/biochemical-test-and-identification-of-pseudomonas-
aeruginosa/
http://mikromakalahpseudomonasaeruginosa-150608224018-lva1-app6892.pdf
http://repository.unair.ac.id/26336/1/TITO%2C%20ISTIKHARA%20MENTARI.pdf
http://rikedianhusada.blogspot.co.id/p/menentukan-jenis-bakteri-dan-hasil.html
https://www.microbiologyinpictures.com/pseudomonas-aeruginosa.html
https://www.plengdut.com/pengelompokan-bakteri-berdasarkan-alat/103/
https://www.scribd.com/doc/285128385/identifikasi-bakteri-pseudomonas-doc