Anda di halaman 1dari 2

Kandungan kimia minyak atsiri kulit batang kayu manis

Pada kulit batang kayu manis mengandung paling banyak cinnamic aldehyde atau cinnamaldehyde,
sedangkan pada daun lebih banyak mengandung eugenol dibandingkan cinnamaldehyde (Bisset dan
Wichtl, 2001). Minyak pada kulit batang kayu manis mengandung cukup banyak aldehid, termasuk di
dalamnya yaitu : cinnamaldehyde (70-88%), (E)-o-methoxy-cinnamaldehyde (3- 15%), benzaldehyde (0,5
– 2%), salicylaldehyde (0,2 – 1%), cinnamyl acetate (0 – 6%), eugenol (< 0,5 %) dan coumarin (1,5 – 4 %)
(Bruneton, 1999). (Nainggolan, 2008) Selain itu, kulit batang kayu manis juga mengandung
phenylpropanes lainnya meliputi hydroxycinnamaldehyde, o-methoxycinnamaldehyde, cinnamyl alcohol
dan asetatnya, dan terpena di antaranya limonene, a-terpineol, tanin, mucilage,oligomeric procyanidins,
dan kumarin (Bisset dan Wichtl, 2001).

2. Kegunaan dan khasiat minyak atsiri kulit batang kayu kanis Minyak atsiri digunakan pada penyakit
dysmenorrhoea (nyeri haid) dan haemostyptic (pengganti plasma). Selain itu, minyak atsiri dari kulit
batang kayu

Uji daya antibakteri minyak atsiri kulit batang kayu manis terhadap S.mutans dengan difusi sumuran.
Dengan menggunakan pelubang sumuran, dibuat lubang-lubang pada media TSA yang telah memadat
dengan diameter 6 mm, sebagai tempat minyak atsiri dengan berbagai variasi konsentrasi, kontrol
negatif (etanol 99,9%) dan kontrol positif (minyak atsiri 100%). Pembuatan lubang hanya menembus
layer atas, layer bawah digunakan sebagai alas supaya destilat tidak menyebar pada dasar cawan
petri. Minyak atsiri dengan berbagai konsentrasi (20 – 50%) diinokulasikan pada lubang sumuran yang
tersedia. dan kontrol negatif yang digunakan adalah etanol 99,9% dan kontrol positif adalah minyak
atsiri 100%. Volume yang diinokulasikan adalah 30 µl. Diinkubasi selama 24 jam dengan suhu 37o C,
kemudian diamati diameter zona jernih yang dihasilkan. Konsentrasi kemudian diturunkan terus
menerus hingga ditemukan konsentrasi di mana minyak atsiri kulit batang kayu manis sudah tidak
dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. mutans sebagai acuan konsentrasi pada KHM dan KBM.
Daya antibakteri diamati berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk dibandingkan dengan
kontrol negatif etanol 99,9%

Uji antibakteri Biakan murni bakteri Staphylococcus aureus diambil sebanyak satu ose, kemudian
digoreskan pada media agar darah (Dwidjoseputro, 2003). Bakteri Staphylococcus aureus diinokulasi
pada media agar darah diinkubasi pada suhu 37o C selama 18-24 jam. Aktivitas antibakteri diuji
menggunakan metode difusi yaitu diambil satu ose bakteri Staphylococcus aureus pada media agar
darah dan disuspensikan ke dalam tabung berisi 1 ml media BHI serta diinkubasi 3-8 jam pada suhu
37°C. Suspensi bakteri tersebut diencerkan menggunakan NaCl 0,9% steril yang mempunyai kekeruhan
108 CFU/ml sehingga standarnya adalah standar McFarland (108 CFU/ml). Kemudian diambil 1 µl
suspensi bakteri dan ditambahkan 9µl NaCI 0,9%, sehingga didapat suspensi bakteri dengan konsentrasi
107 CFU/ml. Kapas lidi steril dimasukkan ke dalam tabung yang berisi bakteri, kemudian ditekan-
tekankan di dinding tabung agar tidak terlalu basah. Kapas tersebut diusapkan pada media Mueller
Hinton yang sebelumnya telah diinkubasi selama kurang lebih 2 jam sampai rata dan setipis mungkin,
kemudian dibuat lubang pada media Mueller Hinton dengan diameter sumuran 7mm. Krim dimasukkan
sampai penuh pada lubang tersebut. Media diinkubasi pada T 37°C 18-24 jam. Setelah 18-24 jam diukur
diameter hambatannya menggunakan penggaris atau jangka sorong (Soegiartono, 1991). Data diameter
hambatan dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney dengan taraf
kepercayaan 95%.

Krim dengan basis vanishing cream mengandung air dan asam stearat dalam persentase yang besar
(Anief, 2002). Menurut Rowe et al., (2009) asam stearat merupakan salah satu emulsifiying agent yang
digunakan dalam pembuatan vanishing cream. Kombinasi antara asam stearat dan trietanolamin akan
membentuk suatu garam yaitu trietanolamin stearat yang bersifat anionik dan menghasilkan butiran
halus sehingga akan menstabilkan tipe emulsi minyak dalam air atau vanishing cream.