Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN TANDA BAHAYA KEHAMILAN

DI POLI KANDUNGAN RSUD H.MOCH ANSHARI SALEH


BANJARMASIN

disusun oleh :

Brikitabela, S.Kep NIM 113063J117003


Dede Cinchia A.B, S.kep NIM 113063J117005
Kriantani Amelia S, S.Kep NIM 113063J117028
Fhicholy Davied V, S.Kep NIM 113063J117015
Hasan Asari A.B, S.Kep NIM 113063J117017

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUAKA INSAN
BANJARMASIN
2017
LATAR BELAKANG
Tanda bahaya kehamilan harus dikenali dan terdeteksi sejak dini sehingga dapat
ditangani dengan benar karena setiap tanda bahaya kehamilan bisa
mengakibatkan komplikasi kehamilan. Tanda-tanda bahaya pada kehamilan
merupakan tanda-tanda yang terjadi pada seorang Ibu hamil yang merupakan suatu
pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada Ibu atau janin yang
dikandungnya. Tanda-tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan (hamil
muda) atau pada pertengahan atau pada akhir kehamilan (hamil tua). Tanda-tanda
bahaya ini, jika tidak segera dilaporkan dapat mengakibatkan sesuatu yang lebih
parah. Segera ke petugas kesehatan bila terdapat tanda-tanda bahaya seperti di bawah
ini. Berdasarkan penilitian, telah diakui saat ini bahwa setiap kehamilan dapat
memiliki potensi dan membawa risiko bagi ibu.
Berdasarkan penelitian, telah diakui saat ini bahwa setiap kehamilan dapat
memiliki potensi dan membawa risiko bagi ibu. WHO memperkirakan sekitar 15%
dari seluruh wanita hamil akan berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan
dengan kehamilannya dan dapat mengancam jiwanya. Bidan sebagai pemberi
pelayanan kebidanan akan menemukan wanita hamil dengan komplikasi-komplikasi
yang mungkin dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, bidan harus dapat mendeteksi
sedini mungkin terhadap tanda-tanda bahaya pada ibu hamil yang mungkin akan
terjadi, karena setiap wanita hamil tersebut beresiko mengalami komplikasi. Yang
sudah barang tentu juga memerlukan kerjasama dari para ibu-ibu dan keluarganya,
yang dimana jika tanda-tanda bahaya ini tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi, dapat
mengakibatkan kematian ibu.
Kematian ibu yang terjadi pada waktu kehamilan 90% disebabkan oleh
komplikasi obstetri, yang sering tidak diramalkan pada saat kehamilan.
Komplikasi obstetri secara langsung adalah Perdarahan, infeksi dan eklamsia.
Secara tidak langsung kematian ibu juga dipengaruhi oleh keterlambatan ditingkat
keluarga dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan membuat keputusan untuk
segera mencari pertolongan. Keterlambatan dalam mencapai fasilitas kesehatan
dan pertolongan di fasilitas pelayanan kesehatan (Saifuddin, 2007). Tanda bahaya
kehamilan harus dikenali dan terdeteksi sejak dini sehingga dapat ditangani dengan
benar karena setiap tanda bahaya kehamilan bisa mengakibatkan komplikasi
kehamilan. Tanda bahaya kehamilan antara lain: perdarahan pervaginam, bengkak
pada muka atau tangan yang disertai sakit Kepala yang hebat, penglihatan kabur
dan kejang, nyeri abdomen Bagian bawah, mual muntah berlebihan, demam
tinggi, janin kurang bergerak seperti biasanya dan ketuban pecah dini.
Berdasarkan latar belakang diatas kelompok tertarik mengambil Penyuluhan
kesehatan tentang “TANDA DAN BAHAYA KEHAMILAN” untuk ibu yang sedang
hamil agar mengenali dan mendeteksi sejak dini sehingga dapat ditangani dengan
benar karena setiap tanda bahaya kehamilan bisa mengakibatkan komplikasi
kehamilan.

SATUAN ACARA PENYULUHAN


PokokBahasan: Kesehatanreproduksi
Sub Pokok Bahasan : Tanda Bahaya Kehamilan
Hari/Tanggal : Kamis, Desember 2017
Pukul : 09.30 – 10.05 WITA
Tempat : Poli Kandungan RSUD H. Moch Anshari Saleh Banjarmasin

A. Tujuan
1. TujuanUmum
Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan selama 30 menit, ibu-ibu yang hadir
dapat mengetahui tentang tanda bahaya kehamilan
2. TujuanKhusus
Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan, ibu-ibu yang hadir mampu:
a. Menyebutkan kembali pengertian tanda bahaya kehamilan.
b. Menjelaskan apa penyebab adanya tanda bahaya kehamilan.
c. Menjelaskan apa macam-macam tanda bahaya kehamilan.
d. Menjelaskan bagaimana pencegahan tanda bahaya kehamilan.
e. Memahami akibat atau komplikasi tanda bahaya kehamilan.

B. Sasaran
Ibu dan keluarga yang kontrol dan berobat ke poli kandungan

C. Garis Besar Materi


1. Pendahuluan
2. Materi: Tanda Bahaya Kehamilan
a. Pengertian tanda bahaya kehamilan
b. Penyebab tanda bahaya kehamilan
c. Macam-macam tanda bahaya kehamilan
3. Penutup

D. PelaksanaanKegiatan
No Waktu KegiatanPenyuluhan KegiatanPenyaji
1. 5 menit Pembukaan a. Membuka kegiatan dengan
mengucapkan salam
b. Doa pembuka
c. Memperkenalkan diri
d. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan
e. Menyampaikan kontrak waktu
f. Menyebutkan materi yang akan
diberikan
2. 15 menit Pelaksanaan a. Penyaji menjelaskan tentang
pengertian tanda bahaya kehamilan
b. Peserta memperhatikan penjelaan dari
seorang penyaji
c. Penyaji menjelaskan penyebab dan
macam-macam tanda bahaya
kehamilan
d. Peserta diberikan kesempatan
bertanya
e. Penyaji menjawab pertanyaan dari
peserta
f. Penyaji menjelaskan pencegahan
tanda bahaya kehamilan
g. Penyaji menjelaskan akibat atau
komplikasi tanda bahaya kehamilan
3. 10 menit Evaluasi a. Menyimpulkan materi yang telah
disampaikan
b. Melakukan evaluasi penyuluhan
dengan mengajukan pertanyaan
c. Memberikan souvenir kepada peserta
penyuluhan yang bertanya dan dapat
menjawab pertanyaan
d. Mengakhiri kegiatan penyuluhan
4. 5 menit Terminasi a. Menyimpulkan hasil penyuluhan
b. Doa penutup
c. Mengakhiri kegiatan dengan salam

E. Metode
Ceramah, tanya jawab, diskusi

F. Media
Leaflet dan slide presentasi (power point presentasi)

G. PengorganisasianKelompok
1. Moderator : Hasan Asari A.B, S.Kep
2. Presentator : Fhicholy Davied V, S.Kep
3. Observer : Kriantani Amelia S, S.Kep
4. Fasilitator : Dede Cinchia A.B, S.kep & Brikitabela, S.kep

a. Job Description:
1. Moderator :
a) Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam
b) Memperkenalkan diri
c) Menjelalaskan tujuan dari penyuluhan
d) Menyampaikan kontrak waktu
e) Menyebutkan materi yang akan diberikan
f) Memimpin jalannya penyuluhan
g) Menuliskan pertanyaan yang diajukan peserta penyuluhan
h) Menjadi penengah komunikasi antara peserta dan pemberi materi
i) Mengatur waktu penyuluhan
j) Memberikan pertanyaan kepada peserta penyuluhan sebagai bahan evaluasi

2. Presentator
a) Menggali pengetahuan peserta penyuluhan tentang pengertian tanda bahaya
kehamilan
b) Menjelaskan materi mengenai tanda bahaya kehamilan
c) Menjawab pertanyaan peserta penyuluhan
3. Fasilitator
a) Menyiapkan tempat dan media sebelum mulai
b) Mengatur teknik acara sebelum penyuluhan
c) Memotivasi keluarga untuk mengajukan pertanyaan saat moderator memberikan
kesempatan bertanya
d) Membagikan leaflet kepada peserta diawal penyuluhan dan meminta peserta untuk
mengisi absensi
e) Membagikan souvenir kepada peserta penyuluhan yang bertanya dan dapat
menjawab pertanyaan
4. Observer
a) Mengobservasi jalannya proses kegiatan
b) Mencatat jalannya kegiatan penyuluhan
c) Memberikan penjelasan kepada pembimbing tentang evaluasi hasil penyuluhan
d) Membantu pembicara menjawab pertanyaan dari peserta

H. SETTING TEMPAT

O Keterangan :
M F
P : penyaji
P LCD

A A A
M : moderator
F : fasilitator
O : observer

F A : audiens

I. AnalisisLingkungan
1. KondisiRuangan : Besar, ramai dan aman
2. Target : 8 orang
3. Media : Leaflet dan slide presentasi (power point presentasi)

J. RencanaEvaluasi
1. Struktur
a. Persiapan media
Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap dan siap digunakan.
Media yang akan digunakan adalah leaflet dan slide presentasi (power point
presentasi).

b. Persipan alat
Alat yang digunakan dalam penyuluhan siap dipakai yaitu microphone, speaker, dan
LCD

c. Persiapan materi
Materi yang akan diberikan dalam penyuluhan sudah siap dalam bentuk leaflet yang
dibagikan kepada peserta penyuluhan dan slide presentasi untuk mempermudah
penyampaian.

d. Peserta
Dalam penyuluhan ini yang dijadikan peserta adalah ibu dan keluarga yang kontrol
dan berobat ke Poli Kandungan.

2. Proses penyuluhan
a. Kehadiran sasaran memenuhi target (8 orang)
b. Diharapkan 5 dari 8 peserta aktif mendengarkan materi yang disampaikan
c. Didalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dan peserta
d. 2 dari 8 peserta mengajukan pertanyaan mengenai materi yang diberikan
3. Hasil penyuluhan
a. Diharapkan 3 dari 8 peserta dapat dapat menyebutkan kembali pengertian tanda
bahaya kehamilan dengan benar
b. Diharapkan 3 dari 8pesertadapatmenyebutkan kembali faktor tanda bahaya kehamilan
c. Diharapkan 3 dari 8 peserta dapat menyebutkan kembaliakibat Tanda Bahaya
Kehamilan
d. Diharapkan 3 dari 8 peserta dapat menyebutkan kembali karakteristik tanda bahaya
kehamilan
e. Diharapkan 3 dari 8 peserta dapat menyebutkan kembali tentang tanda bahaya
kehamilan
f. Diharapkan 3 dari 8 peserta dapat menyebutkan kembali tindakan yang harus
dilakukan ibu hamil agar tetap sehat
g. Diharapkan 3 dari 8 peserta dapat menyebutkan kembali mitos mengenai kehamilan
MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Tanda Bahaya Kehamilan

Tanda bahaya kehamilan adalah suatu kehamilan yang memiliki suatu tanda bahaya atau

risiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya penyakit

atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan (Tiran, 2007).

Tanda-tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda-tanda yang terjadi pada seorang Ibu

hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada Ibu

atau janin yang dikandungnya.Tanda-tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan

Sedangkan menurut uswhaya 2009, Tanda-tanda bahaya kehamilan adalah gejala yang

menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.

B. Macam– macam tanda bahaya kehamilan

a. Keluar darah dari jalan lahir

Perdarahan vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Pada masa awal sekali

kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spotting disekitar

waktu pertama haidnya. Perdarahan ini adalah pendarahan implantasi, dan ini normal

terjadi. Pada waktu yang lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin pertanda dari

servik yang rapuh atau erosi. Perdarahan semacam ini mungkin normal atau mungkin

suatu tanda adanya infeksi.Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah
yang merah, perdarahan yang banyak, atau perdarahan dengan nyeri. Perdarahan ini dapat

berarti abortus, kehamilan mola atau kehamilan ektopik. Pada kehamilan 7-9 bulan,

meskipun hanya sedikit, tetap merupakan ancaman bagi ibu dan janin, karena

mengindikasikan bahwa sesuatu telah terjadi, seperti adanya pelepasan plasenta sebelum

waktunya (solusio plasenta) atau indikasi plasenta menutupi jalan lahir (plasenta previa).

b. Keluar air ketuban sebelum waktunya

Yang dinamakan ketuban pecah dini adalah apabila terjadi sebelum persalinan

berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membran atau

meningkatnya tekanan intrauteri atau oleh kedua faktor tersebut, juga karena adanya

infeksi yang dapat berasal dari vagina dan servik dan penilaiannya ditentukan dengan

adanya cairan ketuban di vagina. Penentuan cairan ketuban dapat dilakukan dengan tes

lakmus (nitrazintest) merah menjadi biru (Saifuddin, 2002).

c. Kejang

Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan danterjadinya gejala

-gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah. Bila semakin berat,

penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang. Kejang dalam

kehamilan dapat merupakan gejala dari eklampsia

d. Bengkak pada wajah, kaki dan tangan

Memasuki masa kehamilan beberapa perubahan tubuh pada ibu hamil antara lain adalah

kenaikan berat badan dan sedikit pembengkakan pada bagian tubuh seperti tangan, kaki

dan wajah. Namun waspada bila terjadi pembengkakan pada bagian tubuh tersebut dan

diikuti dengan nyeri tengkuk, nyeri ulu hati dan pusing kepala bahkan kejang-kejang

mendadak dan disertai pertambahan berat badan yang berlebihan selama hamil. Semua
tanda tersebut mengarah pada keadaan keracunan kehamilan atau disebut dengan

preeklampsia dan eklampsia bila kejang. Ibu hamil dengan kondisi bengkak, pusing

kepala, nyeri tengkuk dan ulu hati, mata berkunang kunang wajib segera memeriksakan

diri ke bidan dan tenaga kesehatan terdekat.

e. Gerakan janin tidak ada atau kurang (minimal 10 kali dalam 12jam)

Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6. Beberapa ibu dapat

merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur gerakannya akan melemah. Bayi

harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan

jika ibu makan dan minum dengan baik.

f. Demam Tinggi

Ibu menderita demam dengan suhu tubuh >38ºC dalam kehamilan merupakan suatu

masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan.

Penanganan demam antara lain dengan istirahat baring, minum banyak dan mengompres

untuk menurunkan suhu (Saifuddin,2002). Demam dapat disebabkan oleh infeksi dalam

kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme pathogen ke dalam tubuh wanita hamil yang

kemudian menyebabkan timbulnya tanda atau gejala-gejala penyakit. Padainfeksi berat

dapat terjadi demam dan gangguan fungsi organ vital. Infeksi dapat terjadiselama

kehamilan, persalinan dan masa nifas.

g. Nyeri perut yang hebat

Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal.

Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa

adalah yang hebat, menetap dan tidak hilang setelah istirahat. Hal ini bisa berarti

appendiksitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks, persalinan preterm,


gastritis, penyakit kantong empedu, iritas uterus, abrupsi placenta, infeksi saluran kemih

atau infeksi lainnya.

h. Sakit kepala yang hebat

Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakanketidaknyamanan

yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatumasalah yang serius

adalah sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-

kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkinmenemukan bahwa

penglihatannya men jadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebatdalam kehamilan

adalah gejala dari pre-eklampsia

i. Muntah terus dan tidak bisa makan pada kehamilan muda.

Mual dan muntah adalah gejala yang sering ditemukan pada kehamilan trimester I. Mual

biasa terjadi pada pagi hari, gejala ini biasa terjadi 6 minggu setelah HPHT dan

berlangsung selama 10 minggu. Perasaan mual ini karena meningkatnya kadar

hormoneestrogen dan HCG dalam serum. Mual dan muntah yang sampai mengganggu

aktifitas sehari-hari dan keadaan umum menjadi lebih buruk, dinamakan Hiperemesis

Gravidarum.

j. Selaput kelopak mata pucat \

Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan hemoglobin di bawah 11gr

% pada trimester I dan III, <10,5 gr % pada trimester II. Nilai tersebut dan perbedaannya

dengan wanita tidak hamil terjadi hemodilusi, terutama pada trimester II. Anemia dalam

kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi dan perdarahan akut bahkan tak jarang

keduanya saling berinteraksi (Saifuddin, 2002)

k. Berat badan ibu hamil tidak naik


Selama kehamilan, ibu diharapkan mengalami penambahan berat badan sedikitnya 6 kg.

Ini sebagai petunjuk adanya pertumbuhan janin. Tidak adanya kenaikan berat badan yang

diharapkan menunjukkan kondisi gizi yang buruk pada ibu hamil dan menunjukkan

adanya pertumbuhan janin yang terhambat.

l. Kelainan letak janin

Normalnya, kepala janin berada di bagian bawah rahim ibu dan menghadap ke arah

punggung ibu. Menjelang persalinan, kepala bayi turun dan masuk ke rongga panggul

ibu. Namun, terkadang letak janin tidak normal sampai usia kehamilan 9 bulan. Sehingga

ibu harus melahirkan di rumah sakit supaya ibu dan janin bisa diselamatkan.

Kelainan letak janin antara lain :

1) Letak sungsang : kepala janin di bagian atas rahin

2) Letak lintang: letak janin melintang di dalam rahim

Jika menjelang persalinan bagian tubuh janin terlihat di jalan lahir, misalnya tangan,

kaki atau tali pusat, maka ibu harus segera mendapat perawatan medis di rumah sakit.

C. Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan

1. Komplikasi tanda bahaya kehamilan :

1) Perdarahan

Penyebab perdarahan paling sering pada trimester ketiga adalah:

a) Kelainan letak plasenta.

b) Pelepasan plasenta sebelum waktunya.

c) Penyakit pada vagina atau leher rahim (misalnya infeksi). Perdarahan pada

trimester ketiga memiliki risiko terjadinya kematian bayi, perdarahan hebat dan
kematian ibu pada saat persalinan. Untuk menentukan penyebab terjadinya

perdarahan bisa dilakukan pemeriksaan USG, pengamatan leher rahim dan Pap

smear.

2) Persalinan prematur lebih mungkin terjadi pada keadaan berikut:

a) Ibu memiliki kelainan struktur pada rahim atau leher rahim.

b) Perdarahan.

c) Stress fisik atau mental.

d) Kehamilan ganda.

e) Ibu pernah menjalani pembedahan rahim.

f) Bayi lahir belum cukup bulan.

g) Bayi lahir dengan berat kahir rendah (BBLR).

h) Keguguran (abortus).

i) Persalinan tidak lancar / macet.

j) Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan.

k) Janin mati dalam kandungan.

l) Ibu hamil / bersalin meninggal dunia.

m) Keracunan kehamilan/kejang-kejang. (Firdaus, 2006)

D. Cara Mencegah Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan Pencegahan Tanda Bahaya

Kehamilan

a) Mengenal dan mengetahui ibu-ibu yang termasuk dalam kondisi yang mengalami tanda

bahaya dengan adanya pengetahuan ibu-ibu sehingga dapat dilakukan rujukan ke tempat

fasilitas yang lebih baik (rumah sakit).

b) Meningkatkan mutu prinatal care


c) Menganjurkan setiap ibu hamil kontrol ke BKIA.

d) Penyuluhan oleh bidan desa terhadap kesehatan ibu, bayi serta penyakit yang dapat

diderita oleh ibu selama kehamilan secara aktif.

e) Bidan desa harus bertempat tinggal di desa yang ditugaskan yang merupakan ujung

tombak tentang kesehatan ibu di desa yang ditempatinya.

f) Dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas,

Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.

g) Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X.

h) Bila ditemukan kelainan saat pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.

i) Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna. (Rachmat, 2007)
DAFTAR PUSTAKA

Hidayati, Ratna. 2009. Asuhan Keperawatan pada akehamilan Fisiologis dan

Patologis. Jakarta: Salemba Medika

Http://masdanang.co.cc

Http://erm4_chimut.blog.friendster.com/2008/02/tanda-tanda-bahayaaakehamilan/

Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Rustam, Mochtar. 1989. SINOPSIS OBSTETRI. Jakarta: EGC

Wiknjosastro,Hanifa (editor) . 2006. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina