Anda di halaman 1dari 5

MARASMUS

Oleh : Rahmalia Putri Sulastri (12-164)


A. ABSTRAK marasmus ialah pemberian diet tinggi
kalori dan tinggi protein dan
Masalah kekurangan gizi diderita
Penatalaksanaan marasmus secara umum
hampir 15% populasi dunia dan sebagian
memiliki 10 prinsip yang harus dilakukan
besar berasal dari negara berkembang.
agar berat badan yang diinginkan dapat
Anak-anak adalah golongan yang sering
tercapai.
mengalami masalah kekurangan gizi dan
diperkirakan 5 juta anak meninggal setiap
B. PENGANTAR
tahun akibat kekurangan gizi. Masalah
kekurangan gizi pada anak usia bawah Penyakit kurang energi protein
lima tahun dapat mengganggu proses (KEP) merupakan salah satu penyakit
tumbuh kembang secara fisikal maupun gangguan gizi yang penting di Indonesia
mental dan ini dapat memberikan dampak maupun banyak negara yang sedang
yang negatif pada sumber daya manusia berkembang di Asia, Afrika, Amerika
pada masa mendatang. Salah satu Tengah dan Amerika Selatan. Prevalensi
klasifikasi dari gizi buruk adalah yang tinggi terdapat pada anak-anak di
marasmus. bawah umur 5 tahun (Balita). Karena pada
saat itu gizi atau makanan tersebut
Marasmus adalah salah satu bentuk
disediakan untuk pertumbuhan dan
gizi buruk yang sering ditemui pada Balita.
perkembangan serta energi yang lebih aktif
Penyebabnya multifaktorial antara lain
pada anak tersebut. Upaya untuk
masukan makanan yang kurang, faktor
meningkatkan keadaan gizi masyarakat
penyakit dan faktor lingkungan serta
telah dilaksanakan melalui berbagai
ketidaktahuan untuk memilih makanan
program perbaikan gizi oleh Departemen
yang bergizi dan keadaan ekonomi yang
Kesehatan bekerja sama dengan
tidak menguntungkan.
masyarakat.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan
Penderita gizi buruk yang paling
gambaran klinis, untuk menentukan
banyak dijumpai ialah tipe marasmus. Hal
penyebab perlu anamnesis makanan dan
ini dapat dipahami karena marasmus
penyakit lain. Pencegahan terhadap
sering berhubungan dengan keadaan
marasmus ditujukan kepada penyebab dan
kepadatan penduduk dan higiene yang
memerlukan pelayanan kesehatan dan
kurang di daerah perkotaan yang sedang
penyuluhan yang baik. Pengobatan
membangun dan serta terjadinya krisis Marasmus banyak ditemukan di
ekonomi di lndonesia. Marasmus adalah negara miskin dan dunia ketiga.
salah satu bentuk KEP berat yang timbul Berdasarkan data statistik kesehatan
karena defisiensi karbohidrat dengan Departemen Kesehatan RI tahun 2005 dari
presentasi berat badan kurang dari 60% 241.973.879 penduduk Indonesia, enam
tanpa edema. Pada penyakit KEP persen atau sekira 14,5 juta orang
ditemukan berbagai macam keadaan menderita gizi buruk. Penderita gizi buruk
patologis disebabkan oleh kekurangan pada umumnya anak-anak di bawah usia
energi maupun protein dalam proporsi lima tahun (balita). Depkes juga telah
yang bermacam-macam akibat kekurangan melakukan pemetaan dan hasilnya
tersebut timbul keadaan KEP pada derajat menunjukkan bahwa penderita kurang gizi
yang ringan sampai berat. ditemukan di 72% kabupaten di Indonesia.
Indikasinya 2-4 dari 10 balita menderita
C. PEMBAHASAN
kurang gizi. Marasmus merupakan

Definisi keadaan di mana seorang anak mengalami


defisiensi energi dan protein sekaligus.
Marasmus adalah bentuk malnutrisi
Umumnya kondisi ini dialami masyarakat
kalori protein yang terutama akibat
yang menderita kelaparan
kekurangan kalori yang berat dan kronis
terutama terjadi selama tahun pertama Etiologi

kehidupan dan menurusnya lemak bawah


Penyebab utama marasmus adalah
kulit dan otot.
kurang kalori protein yang dapat terjadi

Marasmus adalah suatu penyakit karena : diet yang tidak cukup, kebiasaan

yang disebabkan oleh kekurangan kalori makan yang tidak tepat seperti yang

protein. Marasmus adalah malnutrisi berat hubungan dengan orangtua-anak

pada bayi sering aqda di daerah dengan terganggu,karena kelainan metabolik, atau

makanan tidak cukup atau higiene kurang. malformasi kongenital.

Sinonim marasmus diterapkan pada pola


Marasmus dapat terjadi pada segala
penyakit klinis yang menekankan satu atau
umur, akan tetapi yang sering dijumpai
lebih tanda defisiensi protein dan kalori.
pada bayi yang tidak mendapat cukup ASI

Epidemiologi dan tidak diberi makanan penggantinya


atau sering diserang diare. Marasmus juga
dapat terjadi akibat berbagai penyakit lain
seperti infeksi, kelainan bawaan saluran mempertahankan hidup dengan memenuhi
pencernaan atau jantung, malabsorpsi, kebutuhan pokok atau energi. Kemampuan
gangguan metabolik, penyakit ginjal tubuh untuk mempergunakan karbohidrat,
menahun dan juga gangguan pada saraf protein dan lemak merupakan hal yang
pusat. sangat penting untuk mempertahankan
kehidupan, karbohidrat (glukosa) dapat
Manifestasi klinis
dipakai oleh seluruh jaringan tubuh
Pada mulanya ada kegagalan sebagai bahan bakar, sayangnya
menaikkan berat badan, disertai dengan kemampuan tubuh untuk menyimpan
kehilangan berat badan sampai berakibat karbohidrat sangat sedikit, sehingga
kurus,dengan kehilangan turgor pada kulit setelah 25 jam sudah dapat terjadi
sehingga menjadi berkerut dan longgar kekurangan. Akibatnya katabolisme
karena lemak subkutan hilang dari protein terjadi setelah beberapa jam
bantalan pipi, muka bayi dapat tetap dengan menghasilkan asam amino yang
tampak relatif normal selama beberaba segera diubah jadi karbohidrat di hepar dan
waktu sebelum menjadi menyusut dan ginjal. Selam puasa jaringan lemak
berkeriput. Abdomen dapat kembung dan dipecah menjadi asam lemak, gliserol dan
datar. Terjadi atropi otot dengan akibat keton bodies. Otot dapat mempergunakan
hipotoni. Suhu biasanya normal, nadi asam lemak dan keton bodies sebagai
mungkin melambat, mula-mula bayi sumber energi kalau kekurangan makanan
mungkin rewe, tetapi kemudian lesu dan ini berjalan menahun. Tubuh akan
nafsu makan hilang. Bayi biasanya mempertahankan diri jangan sampai
konstipasi, tetapi dapat muncul apa yang memecah protein lagi seteah kira-kira
disebut diare tipe kelaparan, dengan buang kehilangan separuh dari tubuh.
air besar sering, tinja berisi mukus dan
Penatalaksanaan
sedikit.
Penatalaksanaan pada anak
Patofisiologi marasmus yaitu perlu dilakukan
pengkajian tentang riwayat status social
Kurang kalori protein akan terjadi
ekonomi, riwayat pola makan,
manakala kebutuhan tubuh akan kalori,
antropometri, manifestasi klinis, monitor
protein, atau keduanya tidak tercukupi oleh
hasil laboratorium, timbang berat badan
diet. Dalam keadaan kekurangan makanan,
dan tanda-tanda vital. Pada anak marasmus
tubuh selalu berusaha untuk
memerlukan diit yang berisi cukup protein
yang kualitas biologiknya baik, tinggi Prognosis
kalori, mineral dan vitamin. Selain
Dengan pengobatan adekuat,
perbaikan gizi juga perlu pemberian terapi
umumnya penderita dapat ditolong
cairan dan elektrolit. Tetapi ini diberikan
walaupun diperlukan waktu sekitar 2 – 3
karena pada umumnya penderita marasmus
bulan untuk tercapainya berat badan yang
juga mengalami diare sehingga perlu
diinginkan. Pada tahap penyembuhan yang
adanya cairan pengganti.
sempurna, biasanya pertumbuhan fisik
Pencegahan hanya terpaut sedikit dibandingkan dengan
anak yang sebayanya. Namun kadang-
Tindakan pencegahan terhadap
kadang perkembangan intelektualnya akan
marasmus dapat dilaksanakan dengan baik
mengalami kelambatan yang menetap,
bila penyebab diketahui. Usaha-usaha
khususnya kelainan mental dan defisiensi
tersebut memerlukan sarana dan prasarana
persepsi. Retardasi perkembangan akan
kesehatan yang baik untuk pelayanan
lebih nyata lagi bila penyakit ini diderita
kesehatan dan penyuluhan gizi, antara
sebelum anak berumur 2 tahun, ketika
lain : 1)Pemberian air susu ibu (ASI)
masih terjadi proliferasi, mielinisasi dan
sampai umur 2 tahun merupakan sumber
migrasi sel otak.
energi yang paling baik untuk bayi,
2)Ditambah dengan pemberian makanan
KESIMPULAN
tambahan yang bergizi pada umur 6 tahun
keatas, 3)Pencegahan penyakit infeksi, Gizi buruk merupakan masalah
dengan meningkatkan kebersihan kesehatan utama di banyak negara di
lingkungan dan kebersihan perorangan, dunia, terutama di negara-negara yang
4)Pemberian imunisasi 5)Mengikuti sedang berkembang termasuk indonesia.
program keluarga berencana untuk Salah satu klasifikasi dari gizi buruk
mencegah kehamilan terlalu kerap, adalah marasmus.
6)Penyuluhan/pendidikan gizi tentang
Manifestasi klinis marasmus yang
pemberian makanan yang adekuat
sering ditemui antara lain badan kurus
merupakan usaha pencegahan jangka
kering tampak seperti orangtua, kulit
panjang, 7)Pemantauan (surveillance)
keriput (turgor kulit jelek), ubun-ubun
yang teratur pada anak balita di daerah
cekung pada bayi, jaringan subkutan
yang endemis kurang gizi, dengan cara
hilang, malaise, kelaparan.
penimbangan berat badan tiap bulan.
Diagnosis marasmus ini dapat
ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan
fisik (gejala klinis dan abnormalitas pada
pemeriksaan antropometrik) dan
laboratorium.

DAFTAR PUSTAKA
Arisman, 2004, Gizi dalam daur

kehidupan, Jakarta : EGC.

Betz, L & Linda S, 2002, Buku saku

peditrik, Alih bahasa monica ester edisi 8,

jakarta, EGC.

Nelson, & behrman, kliegman, 2000,

Nelson teks book of pediatric 15/e, vol. 2,

Ed 15, alih bahasa A Samik Wahab,

Jakarta, EGC.

Nuchsan .A, 2002, Penatalaksanaan

Busung lapar pada balita, Cermin Dunia

Kedokteran no. 134, 2002 : 10-11.

Hidayat B. Beberapa Aspek Klinis


Malnutrisi Pada Anak. Dalam Sarwono E.
(Ed). Continuing Education Ilmu
Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran
Unair RS Sutomo; Surabaya No. 3 1982
hal. 19-20.