Anda di halaman 1dari 29

SOAL BLOK 28 CBT

======&/&/&/&/&/======

SOAL PENGENALAN KONSEP DOGA

1. Dokter Ariana adalah seorang dokter layanan primer yang bertugas di Desa
Mariana. Dalam sebulan terakhir, terdapat 15 orang yang datang ke dokter
Ariana untuk berobat dengan keluhan muntah dan diare. Dua bulan terakhir,
terjadi kesulitan air di Desa Mariana karena musim kemarau. Sehingga
penduduk di desa menggunakan air sumur. Sumber air ini terletak 10m dari
tempat pembuangan sampah.
Apa peran dokter Ariana sebagai dokter layanan primer di Desa Mariana?
a. Mengobati orang-orang yang sakit
b. Melakukan langkah promosi kesehatan
c. Melakukan hubungan interprofesional pada pihak berwenang
d. Semua benar

2. Dokter Ariana adalah seorang dokter layanan primer yang bertugas di Desa
Mariana. Dalam sebulan terakhir, terdapat 15 orang yang datang ke dokter
Ariana untuk berobat dengan keluhan muntah dan diare. Dua bulan terakhir,
terjadi kesulitan air di Desa Mariana karena musim kemarau. Sehingga
penduduk di desa menggunakan air sumur. Sumber air ini terletak 10m dari
tempat pembuangan sampah.
Apa langkah promotif yang dapat dilakukan oleh dokter Ariana?
a. melakukan rujukan kepada dokter yang lebih berkompeten
b. membagikan obat antibiotic secara gratis
c. melakukan penyuluhan tentang pentingnya kebersihan air
d. semua benar

3. Apa perbedaan antara dokter umum dan dokter layanan primer?


a. Dokter umum bersifat holistic, sedangkan DLP bersifat spesifik
b. Dokter umum bekerjasama dengan BPJS, sedangkan DLP tidak
c. Dokter umum tidak memperhatikan peran keluarga, sedangkan DLP
memperhatikan peran keluarga
d. Dokter umum memiliki hubungan dengan pasien, konsulen dan sejawat,
DLP hanya dengan pasien

4. Berapa lama pendidikan yang harus ditempuh oleh seorang dokter umum untuk
mendapat gelar spesialis Dokter Layanan Primer?
a. 8 bulan
b. 2 tahun
c. 3,5 tahun
d. 5 tahun

5. Pada tingkat berapakah DLP berada dalam Kerangka Kualifikasi Nasional


Indonesia (KKNI) Bidang Kedokteran?
a. 5
b. 6
c. 7
d. 8

6. Dokter Venus mendatangi Kabupaten Ogan Ilir dengan maksud mengabdi


sebagai dokter keluarga di sana. Pihak kabupaten maupun puskesmas
menerima dengan sangat baik, namun meminta penjelasan lebih lanjut apa itu
dokterkeluarga dan apa bedanya dengan dokter umum.
Berikut ini adalah karakteristik pelayanan dokter keluarga yang paling tepat
adalah :
a. Lebih mengikatkan diri pada disiplin ilmu kedokteran, kelompok penyakit
atau teknik-teknik kedokteran tertentu
b. Menganggap setiap kontak dengan pasiennya sebagai suatu kesempatan
untuk menyelenggarakan pelayanan pengobatan penyakit
c. Melayani pasien dengan cakupan yang terbatas
d. Berupaya mengungkapkan kaitan munculnya suatu penyakit dengan
berbagai faktor yang mempengaruhinya
a. Lebih mengutamakan sistem pembayaran secara tunai (fee for service)

7. Standar Pelayanan Menyeluruh (Holistic Care) dalam Kedokteran Keluarga


adalah
a. Memandang pasien sebagai bagian keluarga dan lingkungannya
b. Memberikan pelayanan medis mulai dari melakukan anamnesis,
pemeriksaan fisik dan penunjang, menegakkan diagnosis serta
memberikan konseling dan konsultasi
c. Memberikan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative
d. Melakukan koordinasi dengan tim dalam menatalaksana pasien
e. Memberikan pelayanan yang efektif-efisien serta proaktif

8. Dokter Venus sebagai seorang dokter layanan primer yang ingin menerapkan
prinsip kedokteran keluarga, pelayanan apa yang akan Anda berikan
dibandingkan dokter pelayanan umum?
a. Melayani pasien ini sesuai dengan keluhan yang dirasakannya
b. Mengutamakan pengobatan pada penyakit yang menjadi keluhan
utamanya
c. Melibatkan peranan anggota keluarga lainnya
d. Menangani permasalahan ini kasus per kasus tergantung keluhan yang
dirasakan pasien
e. Pelayanan kuratif adalah hal terpenting yang harus diperhatikan demi
kesembuhan pasien

9. Sebagai dokter keluarga, dalam menangani pasien tersebut Dokter Venus ingin
secara proaktif memberikan pelayanan yang mencakup semua usia dan
melingkupi promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative. Hal ini termasuk
standar pelayanan yang bagaimana?
a. Holistic Care
b. Integration Care
c. Continuous Care
d. Medical Care
e. Comprehensive Care

10. Sebagai dokter keluarga, Dokter Venus juga menerapkan pelayanan preventif
sesuai dengan konsep 5 level prevention. Imunisasi, Penerapan Perilaku Hidup
Bersih dan Sehat (PHBS), serta Penyemprotan Sarang Nyamuk (PSN) adalah
contoh dari tindakan preventif pada level?
a. Promotion
b. Specific protection
c. Early diagnosis and promp treatment
d. Curative and limitation of disabilities
e. Rehabilitation

11. Dokter Arca baru saja menamatkan program profesi dokter di FK Unsri pada
tahun 2018. Setelah mendapatkan surat tanda registrasi, dr. Arca mengikuti
pendidikan dokter layanan primer selama 3 tahun dan mendapatkan gelar
Sp.FM (Famili Medisin) kemudian mendapatkan surat izin praktik. Setelah itu
ia berpraktik di salah satu puskesmas di Pagaralam. dr. Arca memperhatikan
bahwa terdapat fenomena tingginya kejadian ADHD (attention deficit and
hyperactivity disorder) pada anak-anak usia sekolah dasar di sana.

Dalam definisi kontemporer, dokter layanan primer adalah sama dengan dokter
keluarga.
SEBAB
Sesudah undang-undang kedokteran layanan primer disahkan, dokter umum
tidak boleh melaksanakan praktik kedokteran keluarga.
a. Pernyataan benar, sebab benar, ada hubungan sebab-akibat
b. Pernyataan benar, sebab benar, tidak ada hubungan sebab-akibat
c. Pernyataan benar, sebab salah
d. Pernyataan salah, sebab benar
e. Pernyataan salah, sebab salah
12. Apakah dokter umum lulusan lama dapat melaksanakan praktik dokter
keluarga?
a. Bisa, dengan mengikuti pendidikan kedokteran berkelanjutan
b. Bisa, dengan mengikuti pendidikan full-time
c. Bisa, dengan mengurus surat konversi
d. Tidak bisa, karena dokter lama dianggap tidak memiliki kompetensi
e. Tidak bisa, karena dokter lama akan segera pensiun

13. Dokter di bawah ini boleh melakukan pelayanan dengan sistem BPJS.
(1) Dokter layanan primer
(2) Dokter umum perusahaan
(3) Dokter spesialis
(4) Dokter umum

a. 1, 2, 3
b. 1, 3
c. 2, 4
d. 4
e. 1, 2, 3, 4

14. Dr. Arca tidak boleh membuat surat izin praktik sebelum mengikuti pendidikan
dokter layanan primer.
SEBAB
Surat izin praktik dokter layanan primer baru dapat dibuat setelah dr. Arca lulus
pendidikan dokter layanan primer.
a. Pernyataan benar, sebab benar, ada hubungan sebab-akibat
b. Pernyataan benar, sebab benar, tidak ada hubungan sebab-akibat
c. Pernyataan benar, sebab salah
d. Pernyataan salah, sebab benar
e. Pernyataan salah, sebab salah

15. Berdasarkan landasan hukum apakah dokter keluarga/dokter layanan primer


terbentuk?
a. UU No. 29 tahun 2004
b. UU No. 23 tahun 1992
c. UU No. 39 tahun 1999
d. UU No. 2 tahun 2012
e. UU No. 20 tahun 2013

16. dr. Nurdian adalah seorang dokter keluarga yang berpraktik di Puskesmas Desa
Burai (dekat Palembang). Desa itu memiliki 1000 keluarga dengan 5000
individual. Mayoritas penduduk desa Burai adalah peternak ayam.
Berikut adalah ruang lingkup praktik dokter keluarga.
(1) Ruang praktik
(2) Pelayanan kunjungan ke rumah pasien
(3) Pelayanan posyandu
(4) Pemahaman pengobatan alternative

a. 1, 2, 3
b. 1, 3
c. 2, 4
d. 4
e. 1,2, 3, 4

17. Jika rata-rata utilisasi pelayanan kesehatan per kapita adalah Rp 20.000,00 per
bulan dengan jumlah kunjungan 25% populasi per tahun, berapakah biaya
minimum yang harus diterima Puskesmas Desa Burai per tahun?
a. Rp 150 juta
b. Rp 250 juta
c. Rp 300 juta
d. Rp 400 juta
e. Rp 450 juta

18. Dokter umum boleh melaksanakan pelayanan kesehatan berbasis BPJS.


SEBAB
Dokter umum memiliki kompetensi terbatas di berbagai bidang kedokteran,
tetapi boleh merujuk ke dokter spesialis.
a. Pernyataan benar, sebab benar, ada hubungan sebab-akibat
b. Pernyataan benar, sebab benar, tidak ada hubungan sebab-akibat
c. Pernyataan benar, sebab salah
d. Pernyataan salah, sebab benar
e. Pernyataan salah, sebab salah

19. Tiba-tiba di desa Burai terjadi ayam mati mendadak. Apakah yang sebaiknya
dilakukan dr. Nurdian pertama kali?
a. Melaporkan kejadian ke dinas kesehatan dan dinas peternakan untuk
diatasi
b. Membakar ayam yang mati dan dibuang ke sungai
c. Bersama-sama perawat dan bidan menginvestigasi kejadian ini dan
melakukan biopsi sel ayam yang mati untuk dibawa ke laboratorium
d. Membakar seluruh ayam hidup dan mati dan mengevakuasi seluruh
penduduk ke luar desa
e. Memanggil tim pemberantasan hama dari kota
20. Kedokteran keluarga berorientasi pada pencegahan. Manakah pencegahan
berikut ini yang dilakukan sebelum terjadinya penyakit?
a. Pencegahan primer
b. Pencegahan sekunder
c. Pencegahan tersier
d. Pencegahan kuartener
e. Rehabilitasi

======&/&/&/&/&/======

SOAL PRINSIP PELAYANAN DOGA

1. Desa Karang Anyar adalah salah satu desa yang terpencil di wilayah kerja
Puskesmas Bandarsari dengan populasi sebanyak 5.000 orang dengan 700 KK.
Dokter Sakura bekerja sebagai dokter keluarga pada wilayah desa tersebut.
Ketika melakukan kunjungan, dr.Sakura melihat pemukiman yang buruk,
kurang ventilasi, dinding dari bambu, dan lantai belum disemen. Dr. Sakura
melihat banyak penduduk yang menderita batuk kronis disertai darah dan
keringat malam.
Apakah program yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan di Desa Karang
Anyar?
a. Penanganan malaria
b. Program KB
c. Pengadaan air bersih
d. Imunisasi Hepatitis B
e. Program DOTS

2. Desa Karang Anyar adalah salah satu desa yang terpencil di wilayah kerja
Puskesmas Bandarsari dengan populasi sebanyak 5.000 orang dengan 700 KK.
Dokter Sakura bekerja sebagai dokter keluarga pada wilayah desa tersebut.
Ketika melakukan kunjungan, dr.Sakura melihat pemukiman yang buruk,
kurang ventilasi, dinding dari bambu, dan lantai belum disemen. Dr. Sakura
melihat banyak penduduk yang menderita batuk kronis disertai darah dan
keringat malam.
Manakah Prinsip Pelayanan DOGA dibawah ini, KECUALI
a. Pelayanan yang mempertimbangkan keluarga, lingkungan kerja, dan
lingkungan tempat tinggal
b. Pelayanan yang holistik dan komprehensif
c. Pelayanan yang kontinu dan terbatas
d. Pelayanan yang menjunjung tinggi etika dan hukum
e. Pelayanan yang koordinatif dan kolaboratif
3. Anda seorang dokter baru yang ditugaskan di suatu daerah. Ada seorang pasien
wanita geriatri yang memliki masalah kesehatan, yakni sudah lebih dari 20
tahun menderita diabetes mellitus tipe 2 tidak terkontrol dengan baik. Pasien
juga sudah lama menderita tekanan darah tinggi. Selama ini, pasien hanya
berobat ke puskesmas diantar oleh anaknya yang tinggal serumah apabila
merasakan keluhan-keluhan saja. Saat ini, pasien perempuan kaki sebelah
kanannya terdapat luka yang tidak sembuh-sembuh dan bernanah sehingga
pasien kesulitan untuk berjalan. Anda kemudian mengunjungi pasien di
rumahnya untuk mengetahui keadaan pasien yang sesungguhnya dengan tim
medis.
Apabila Anda seorang dokter layanan primer yang ingin menerapkan prinsip
kedokteran keluarga, pelayanan apa yang anda berikan dibandingkan dokter
pelayanan umum.
a. Melayani pasien ini sesuai dengan keluhan yang dirasakannya
b. Mengutamakan pengobatan pada penyakit yang menjadi keluhan
utamanya
c. Melibatkan peranan anggota keluarga lainnya
d. Menangani permasalahan ini kasus per kasus tergantung keluhan yang
dirasakan pasien.
e. Pelayanan kuratif adalah hal terpenting yang harus diperhatikan demi
kesembuhan pasien

4. Anda seorang dokter baru yang ditugaskan di suatu daerah. Ada seorang pasien
wanita geriatri yang memliki masalah kesehatan, yakni sudah lebih dari 20
tahun menderita diabetes mellitus tipe 2 tidak terkontrol dengan baik. Pasien
juga sudah lama menderita tekanan darah tinggi. Selama ini, pasien hanya
berobat ke puskesmas diantar oleh anaknya yang tinggal serumah apabila
merasakan keluhan-keluhan saja. Saat ini, pasien perempuan kaki sebelah
kanannya terdapat luka yang tidak sembuh-sembuh dan bernanah sehingga
pasien kesulitan untuk berjalan. Anda kemudian mengunjungi pasien di
rumahnya untuk mengetahui keadaan pasien yang sesungguhnya dengan tim
medis.
Sebagai dokter keluarga, dalam menangani kasus tersebut anda ingin secara
proaktif menjaga kesinambungan layanan dan memperhatikan aspek biaya yang
harus dikeluarkan oleh pasien dan keluarganya. Hal ini termasuk standar
pelayanan....
a. Holistic Care
b. Integration Care
c. Continuous Care
d. Medical Care
e. Comprehensif Care
5. Pelayanan kesehatan merupakan proses memberikan dan mengelola masukan di
dalam kegiatan produksi jasa kesehatan yang terjadi dalam suatu tatanan
organisasi tertentu dan semuanya mengarah kepada dilakukannya serangkaian
intervensi terhadap masalah kesehatan:
Dr. Joko yang bekerja di Desa Hijau Permai akan melakukan intervensi HIV
karena akhir-akhir ini banyak yang mengeluhkan khawatir dengan
menjamurnya panti pijat di desa tersebut. Intervensi apa yang dapat dilakukan
oleh dr. Joko sebagai dokter keluarga kecuali..
a. Penyuluhan tentang bahaya Infeksi Menular Seksual
b. Membuka konseling pribadi dengan pekerja seks
c. Memasang spanduk “hindari seks bebas”
d. Screening seluruh pekerja panti pijat

6. Tuan A, laki-laki 35 tahun datang ke praktik dokter umum, dr. Bayu, dengan
keluhan nyeri dada. Setelah dilakukan pemeriksaan, tuan A didiagnosis
menderita Penyakit Jantung Koroner. Hasil anamnesis didapatkan riwayat
merokok dan minuman beralkohol sebagai pelarian dari stres pekerjaan dan
konflik dalam kehidupan rumah tangga. Riwayat keluarga ayah meninggal pada
usia 45 tahun akibat serangan jantung dan ibu menderita hipertensi. Tuan A
memiliki 2 saudara laki-laki, masing-masing berusia 40 dan 43 tahun. Setelah
melakukan tatalaksana awal, dr. Bayu merujuk tuan A ke Dokter Spesialis
Penyakit Dalam untuk tatalaksana lebih lanjut.
Sebagai dokter keluarga, dokter Bayu melakukan prosedur perujukan kepada
dokter spesialis. Prinsip pelayanan kedokteran keluarga mana yang dijalankan
dokter Bayu dengan melakukan hal tersebut :
a. Prinsip pelayanan kontak pertama
b. Prinsip pelayanan holistik
c. Prinsip pengutamaan preventif dan promotif
d. Prinsip koordinatif dan kolaboratif
e. Prinsip sadar biaya

7. Dokter bayu sebagai dokter keluarga wajib menerapkan prinsip pelayanan yang
menempatkan manusia sebagai bagian dari keluarga dan lingkungannya. Prinsip
ini dapat ditemukan realisasinya berupa tindakan dokter bayu berikut ini :
a. Menegakkan diagnosis penyakit jantung koroner
b. Menggali lebih lanjut tentang riwayat stres dan konflik dalam
keluarga
c. Melakukan proses perujukan pada dokter yang lebih ahli
d. Memberikan terapi awal terhadap penyakit yang diderita oleh pasiennya
e. Tidak ada, pada kasus ini dokter Bayu belum menerapkan prinsip
pelayanan komprehensif dan holistik

8. Mengingat tuan A memiliki 2 saudara laki-laki yang berumur lebih tua, dokter
Bayu memutuskan untuk melakukan kunjungan rumah untuk melakukan
skrining penyakit yang sama seperti yang diderita oleh tuan A pada kedua
saudaranya. Prinsip pelayanan kedokteran keluarga mana yang dijalankan oleh
dokter Bayu dengan melakukan hal tersebut :
a. Prinsip pelayanan kontak pertama
b. Prinsip pelayanan holistik
c. Prinsip pengutamaan preventif dan promotif
d. Prinsip koordinatif dan kolaboratif
e. Prinsip sadar biaya

9. Mengingat tuan A memiliki 2 saudara laki-laki yang berumur lebih tua, dokter
Bayu memutuskan untuk melakukan kunjungan rumah untuk melakukan
skrining penyakit yang sama seperti yang diderita oleh tuan A pada kedua
saudaranya. Tindakan dokter Bayu ini termasuk dalam tahap pencegahan
penyakit?
a. Pencegahan premordial
b. Pencegahan primer
c. Pencegahan sekunder
d. Pencegahan tersier
e. Pencegahan quartener

10. Dibawah ini yang BUKAN termasuk kedalam prinsip pelayanan dokter
keluarga berdasarkan anjuran WHO dan WONCA adalah?
a. Pelayanan secara holistik dan komprehensif
b. Sadar etika, moral, dan hukum
c. Pelayanan kesehatan yang sadar biaya dan mutu
d. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang dapat di audit dan
dipertanggungjawabkan
e. Pelayanan yang koordinatif dan non-kolaboratif.

11. Dr. Rian bekerja di puskesmas merdeka, mendapatkan laporan bahwa 3 warga
pada wilayah kerja tersebut menderita DBD. Pada saat itu sedang musim hujan
dan didapatkan banyak genangan air di beberapa tempat di desa tersebut. Dr.
Rian berencana melakukan penyuluhan kepada warga terkait pencegahan DBD.
Dr. Rian kemudian melakukan negosiasi dengan pemerintah setempat dalam
pembenahan lingkungan desa tersebut.
Fungsi pokok yang dilakukan dr. Rian sebagai dokter keluarga adalah
a. Gotong royong
b. Portabilitas
c. Komprehensif
d. Kontinuitas
e. Solidaritas

12. Bapak Atri usia 70 tahun datang dengan keluhan jari kaki yang membusuk
sejak 6 bulan lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD: 160/100 RR:
24x/menit Suhu: 370C dan hasil GDS: 250mg/dL. Setelah melakukan
penatalaksanaan awal, Dr. Geri sebagai dokter keluarga ingin merujuk pasien ke
spesialis penyakit dalam.
Sebagai dokter layanan primer sistem rujukan apa yang dilakukan?
a. Struktur dan berjenjang
b. Relasi dan jaringan kerja
c. Negosiasi
d. Optimalisasi biaya
e. Holistik dan komprehensif

13. Klinik Pratama dalam 1 hari rata-rata melayani pasien poliklinik sebanyak 80
orang. Pasien yang datang terdiri dari anak bayi, ibu hamil, orang dewasa dan
orang tua dengan keluhan yang berbeda-beda mulai dari konsultasi rutin,
penanganan awal, sampai tindakan gawat darurat.
Dokter yang bekerja sebagai gate keeper di klinik tersebut adalah
a. Dokter spesialis
b. Dokter internship
c. Dokter muda
d. Dokter generalis
e. Dokter konsulen

14. Bapak Atri usia 70 tahun berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan
keluhan jari kaki yang membusuk sejak 6 bulan lalu. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan TD: 160/100 RR: 24x/menit Suhu: 370C dan hasil GDS: 250mg/dL.
Setelah melakukan penatalaksanaan awal, Dr. Geri sebagai dokter keluarga
ingin merujuk pasien ke spesialis penyakit dalam.
Dibawah ini yang merupakan fasilitas kesehatan tingakt pertama, kecuali
a. Puskesmas
b. Praktek dokter
c. Klinik pratama
d. Rumah sakit kelas D
e. Rumah sakit kelas C

15. Jaminan kesehatan nasional yang dilaksanakan mulai 1 Januari 2014 merupakan
bagian dari sistem jaminan sosial nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan
menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib
(mandatory).
Pernyataan tersebut berdasarkan UU yang terdapat dalam
a. UU Nomor 40 Tahun 2004
b. UU Nomor 27 Tahun 2013
c. UU Nomor 24 Tahun 2011
d. UU Nomor 40 Tahun 2014
e. PP Nomor 101 Tahun 2012
16. Bapak Atri usia 70 tahun berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan
keluhan jari kaki yang membusuk sejak 6 bulan lalu. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan TD: 160/100 RR: 24x/menit Suhu: 370C dan hasil GDS: 250mg/dL.
Setelah melakukan penatalaksanaan awal, Dr. Geri sebagai dokter keluarga
ingin merujuk pasien ke spesialis penyakit dalam.
Prinsip rujukan yang dilakukan oleh dr. Geri sebagai dokter layanan primer
terdapat dalam
a. Permenkes 001 Tahun 2012
b. Permenkes 011 Tahun 2012
c. Permenkes 012 Tahun 2010
d. Permenkes 001 Tahun 2001
e. Permenkes 010 Tahun 2011

17. Ibu wati membawa anaknya yang berusia 2 tahun ke puskesmas dengan keluhan
demam. Pada anamnesis didapatkan anak ibu Wati belum pernah mendapatkan
imunisasi sama sekali dari sejak lahir. Ibu wati memiliki prinsip bahwa vaksin
dapat membahayakann anaknya. Dr. Dewi yang bekerja di puskesmas tersebut
memberikan edukasi mengenai manfaat dan efek samping dari vaksin sehingga
ibu Wati kemudian mengerti dan memutuskan untuk memberikan vaksin
kepada anaknya.
Prinsip yang dilakukan oleh dr. Dewi sebagai dokter layanan primer adalah
a. Keadilan dalam bidang kesehatan
b. Patient-centered
c. Membangun jaringan kerja
d. Otonomi
e. Beneficient

18. Bapak Atri usia 70 tahun berobat ke klinik dokter keluarga dengan keluhan jari
kaki yang membusuk sejak 6 bulan lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD:
160/100 RR: 24x/menit Suhu: 370C dan hasil GDS: 250mg/dL. Setelah
melakukan penatalaksanaan awal, Dr. Geri sebagai dokter keluarga merujuk
pasien ke spesialis penyakit dalam. Setelah ditangani oleh dokter spesialis
penyakit dalam, bapak Atri dikembalikan ke dr. Geri selaku dokter keluarga
untuk memonitor keadaan bapak Atri.
Sebagai dokter keluarga, fungsi pokok yang dilakukan oleh dr. Geri adalah
a. Komprehensif
b. Kontinuitas
c. Interprofesional
d. Negosiasi
e. Konsultasi

19. Ibu wati membawa anaknya yang berusia 2 tahun ke puskesmas dengan keluhan
demam. Pada anamnesis didapatkan anak ibu Wati belum pernah mendapatkan
imunisasi sama sekali dari sejak lahir. Ibu wati memiliki prinsip bahwa vaksin
dapat membahayakann anaknya. Dr. Dewi yang bekerja di puskesmas tersebut
memberikan edukasi mengenai manfaat dan efek samping dari vaksin sehingga
ibu Wati kemudian mengerti dan memutuskan untuk memberikan vaksin
kepada anaknya.
Pemberian imunisasi merupakan contoh suatu upaya
a. Pencegahan primer
b. Pencegaha sekunder
c. Pencegahan tersier
d. Promosi kesehatan
e. Rehabilitasi kesehatan

20. Ada seorang dokter yang baru ditugaskan di puskesmas suatu daerah. Ada
seorang pasien laki-laki usia 65 tahun datang dengan keluhan batuk berdahak
sejak 3 bulan yang lalu. Selama ini pasien hanya membeli obat di warung dan
batuk tidak berkurang. Pasien hanya tinggal bersama anaknya yang sedang
bekerja. Tetangga paling dekat berjarak paling dekat 50 meter dari rumahnya.
Anda sebagai seorang dokter layanan primer yang ingin menerapkan prinsip
kedokteran keluarga, pelayanan apa yang akan diberikan dibandingkan dokter
pelayann umum?
a. Melayani pasien ini sesuai dengan keluhan yang dirasakannya
b. Mengutamakan pengobatan pada penyakit yang menjadi keluhan
utamanya
c. Melibatkan peranan anggota keluarga lainnya
d. Menangani permasalahan ini kasus per kasus tergantung keluhan yang
dirasakan pasien
e. Pelayann kuratif adalah pelayanan terpenting yang harus diperhatikan
demi kesembuhan pasien

======&/&/&/&/&/======

SOAL KONSELING, KONSULTASI, DAN RUJUKAN

1. Ny. Siti, usia 36 tahun P5A0 datang ke praktik dr. Ahmad bermaksud untuk
memasang kontrasepsi. Ny. Siti masih belum tahu kontrasepsi apa yang dia
inginkan dan dia datang seorang diri. Ny. Siti memiliki riwayat PEB ketika
hamil anak ke-5 nya. Usia anak ke-5 nya sekarang adalah 3 bulan. Ny. Siti
sudah tidak mau memiliki anak lagi, namun hal ini belum dikomunikasikan
dengan suaminya. Namun dia mengaku kalau suaminya pasti mendukung
keputusannya. Keadaan sosial ekonomi Ny. Siti masuk kategori menengah ke
bawah.
Apa yang seharusnya dilakukan oleh dr. Ahmad?
a. Langsung memutuskan jenis kontrasepsi
b. Menyarankan Ny. Siti untuk konsultasi ulang dengan mengajak
suami
c. Menolak keputusan Ny. Siti
d. Menyarankan Ny. Siti untuk pergi ke bidan
e. Langsung memberikan pil KB pada Ny. Siti

2. Apabila dr. Ahmad memutuskan untuk menyarankan Ny. Siti untuk melakukan
tubektomi, hal apa saja yang perlu dr. ahmad perhatikan, kecuali?
a. Ny. Siti dan suaminya setuju untuk melakukan tubektomi
b. Sosial ekonomi Ny. Siti
c. Usia dan jumlah anak Ny. Siti
d. Menjelaskan kepada Ny. Siti dan suami tentang keuntungan dan kerugian
tubektomi dibandingkan KB lain
e. hanya salah satu pihak yang setuju untuk melakukan tubektomi

3. apa perbedaan konseling dan konsultasi?


a. Tidak ada perbedaan antara konseling dan konsultasi
b. Konseling dilakukan oleh dokter dengan dokter
c. Dalam konseling dokter memberikan pilihan dalam memecahkan
masalah
d. Konseling dilakukan secara simpati
e. Konsultasi dilakukan secara satu arah

4. Bagaimana tahapan konseling yang seharusnya dilakukan dr. Ahmad?


a. Membina hubunganidentifikasi masalahpenyelesaian
masalahPengambilan keputusanMenutup/menunda konseling
b. identifikasi masalahMembina hubunganpenyelesaian
masalahPengambilan keputusanMenutup/menunda konseling
c. penyelesaian masalahMembina hubunganidentifikasi masalah
Pengambilan keputusanMenutup/menunda konseling
d. Pengambilan keputusan  Membina hubungan  identifikasi
masalahpenyelesaian masalahMenutup/menunda konseling
e. Menutup/menunda konselingMembina hubunganidentifikasi
masalahpenyelesaian masalahPengambilan keputusan

5. Setelah sesi konseling dilakukan, dr.Ahmad masih ragu dalam mengambil


keputusan jenis kontrasepsi yang cocok untuk Ny. Siti. Apa yang harus
dilakukan dr. Ahmad?
a. Mengatur ulang jadwal konseling ulang
b. Melakukan konsultasi dengan rekan sejawat
c. Langsung merujuk Ny. Siti kedokter spesialis
d. Tidak memasang alat kontrasepsi pada Ny. Siti
e. Semua salah

6. Seorang laki-laki, 30 tahun bekerja di sebuah perusahaan pengeolalaan datang


berobat ke dr. Yanti sebagai dokter perusahaan. Pekerja tersebut mengeluhkan
telinga kanan berdenging sejak seminggu yang lalu. Ia telah bekerja di bagian
pembangkit listrik (turbin) selama 2 tahun dan tidak menggunakan alat
pelindung telinga. Ia tidak menderita TB dan punya kebiasaan menggunakan
ear phone untuk mendengarkan musik.
Apa yang harus dilakukan pertama kali oleh dr. Yanti sebagai dokter
perusahaan?
a. Melakukan rujukan ke tingkat layanan lebih tinggi
b. Melakukan advokasi ke perusahaan tentang keselamatan kerja
c. Memberikan tatalaksana alat bantu dengar
d. Melakukan assessment dan mencari penyebab keluhan
e. Melakukan promosi kesehatan untuk menggunakan APD

7. Rujukan yang dr. Yanti lakukan pada kasus ini adalah....


a. Rujukan parsial
b. Rujukan vertikal
c. Rujukan horizontal
d. Rujukan diagonal
e. Tidak dirujuk

8. Pada kasus ini, yang telah dilakukan oleh pasien disebut...


a. Konseling
b. Konsultasi
c. Advokasi
d. Negosiasi
e. General Check-Up

9. Seorang driver ojek online mengalami kecelakaan di depan praktik mandiri dr.
Eka yang bekerja sama dengan BPJS. Korban mengalami fraktur femur sinistra
dengan perdarahan aktif. Puskesmas terdekat dari praktik mandiri berjarak 5 km
dan Rumah Sakit terdekat berjarak 2 km. Keadaan umum pasien tidak sadar,
HR 120x/mnt, RR 28x/mnt, TD 90/60 mmHg, temp. 36,5oC
Sebagai dokter praktik mandiri yang bekerja sama dengan BPJS, yang harus
dilakukan dr. Eka adalah...
a. Rujuk ke rumah sakit
b. Rujuk ke puskesmas
c. Tangani syok dan rujuk ke rumah sakit
d. Tangani syok dan rujuk ke puskesmas
e. Tangani syok
10. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dibawa ke praktik dokter keluarga
dengan keluhan nyeri perut kanan bawah. Setelah pemeriksaan lengkap, anak
didiagnosis dengan apendisitis akut. Dokter lalu merujuk anak ke dokter bedah
untuk penangan selanjutnya. Setelah operasi, anak mengalami infeksi saluran
napas. Lalu dokter bedah kembali merujuk pasien kepada dokter keluarganya
untuk penanganan lebih lanjut. Apakah jenis rujukan yang paling sesuai?
a. split referral
b. cross referral
c. collateral referral
d. periodic referral
e. interval referral

11. Dokter keluarga adalah dokter yang mengutamakan penyediaan pelayanan


komprehensif bagi semua orang yang mencari pelayanan kedokteran, dan
mengatur pelayanan oleh provider lain bila diperlukan. Dokter ini adalah
seorang generalis yang menerima semua orang yang membutuhkan pelayanan
kedokteran tanpa adanya pembatasan usia, gender, ataupun jenis penyakit.
Penting bagi dokter keluarga untuk mengetahui lingkup kompetensi konseling
dalam profesinya.
Yang tidak termasuk ke dalam kompetensi 4A dalam konseling dokter keluarga
yaitu
a. Konseling thalassemia
b. Konseling gangguan metabolisme dan endokrin
c. Konseling penyakit keganasan
d. Konseling HIV
e. Konseling vaksin

12. Konseling adalah suatu hubungan professional antara seorang konselor terlatih
dan seorang klien. Hubungan ini biasanya dilakukan orang per orang. Hubungan
dirancang untuk membantu klien memahami dan memperjelas pandangan
hidupnya, belajar mencapai tujuan yang ditentukan sendiri melalui pilihan –
pilihan yang bermakna dan penyelesaian masalah emosional atau antar pribadi.
Tahapan melakukan konseling yang sering menimbulkan masalah personal
antara dokter-pasien bila tidak dilakukan dengan benar adalah
a. Membina hubungan
b. Identifikasi masalah
c. Penyelesaian masalah
d. Pengambilan keputusan
e. Menutup/menunda konseling

13. Dalam konseling, beberapa klien mungkin akan menyampaikan secara langsung
permasalahannya saat konselor menanyakan maksud dan tujuan klien
mendatangi konselor. Namun tidak jarang, konselor harus menggunakan
keterampilannya untuk mampu menangkap permasalahan yang dihadapi dari
cerita/penjelasan klien.
Tahapan konseling yang dimaksud adalah
a. Membina hubungan
b. Identifikasi masalah
c. Penyelesaian masalah
d. Pengambilan keputusan
e. Menutup/menunda konseling

14. Pelayanan kesehatan dalam JKN diberikan secara berjenjang, efektif dan efisien
dengan menerapkan prinsip kendali mutu dan biaya. Pelayanan kesehatan
dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat
pertama hingga ketiga.
Pelayanan kesehatan tingkat ketiga hanya dapat diberikan atas rujukan dari
pelayanan kesehatan tingkat kedua atau pertama, yaitu pada keadaan, kecuali:
a. Keadaan gawat darurat
b. Kekhususan permasalahan kesehatan pasien
c. Pertimbangan geografis
d. Pertimbangan kasus penyakit keganasan
e. Pertimbangan ketersediaan fasilitas

15. Rujukan parsial dapat dilakukan antar fasilitas kesehatan dan biayanya
ditanggung oleh fasilitas kesehatan yang merujuk.
Kasus medis yang menjadi kompetensi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
harus diselesaikan secara tuntas di FKTP, kecuali
a. FKTP menolak untuk menyelesaikan kasus medis tersebut
b. Fasilitas Kesehatan Tingkat Kedua atau Ketiga menolak untuk menerima
rujukan
c. Terdapat keterbatasan SDM, sarana dan prasarana di FKTP
d. Terdapat keterbatasan waktu
e. Terdapat keterbatasan kompetensi

16. Konseling adalah proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan
secara sistematik dengan paduan keterampilan komunikasi interpersonal, teknik
bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik bertujuan untuk membantu
seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi dan
menentukan jalan keluar/ upaya untuk mengatasi masalah tersebut.
Teknik melakukan konseling untuk menunjukkan pengertian atas kesulitan
pasien dan membawa perasaannya ke arah yang logis yaitu
a. Background
b. Affect
c. Trouble
d. Handling
e. Empathy
17. Konseling adalah proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan
secara sistematik dengan paduan keterampilan komunikasi interpersonal, teknik
bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik bertujuan untuk membantu
seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi dan
menentukan jalan keluar/ upaya untuk mengatasi masalah tersebut.
Teknik melakukan konseling untuk menanyakan kemungkinan adanya masalah
psikososial untuk membantu mendapatkan hubungan dengan pasien yaitu
a. Background
b. Affect
c. Trouble
d. Handling
e. Empathy

18. Konseling adalah proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan
secara sistematik dengan paduan keterampilan komunikasi interpersonal, teknik
bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik bertujuan untuk membantu
seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi dan
menentukan jalan keluar/ upaya untuk mengatasi masalah tersebut.
Teknik melakukan konseling untuk untuk memeriksa feeling state termasuk
adanya tanda-tanda anxietas yaitu
a. Background
b. Affect
c. Trouble
d. Handling
e. Empathy

19. Konseling adalah proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan
secara sistematik dengan paduan keterampilan komunikasi interpersonal, teknik
bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik bertujuan untuk membantu
seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi dan
menentukan jalan keluar/ upaya untuk mengatasi masalah tersebut.
Teknik melakukan konseling untuk menanyakan tentang bagaimana masalah
yang dialami telah menyebabkan kesusahan bagi pasien yaitu
a. Background
b. Affect
c. Trouble
d. Handling
e. Empathy

20. Konseling adalah proses pemberian informasi obyektif dan lengkap, dilakukan
secara sistematik dengan paduan keterampilan komunikasi interpersonal, teknik
bimbingan dan penguasaan pengetahuan klinik bertujuan untuk membantu
seseorang mengenali kondisinya saat ini, masalah yang sedang dihadapi dan
menentukan jalan keluar/ upaya untuk mengatasi masalah tersebut.
Teknik melakukan konseling untuk menanyakan bagaimana pasien menangani
masalah tersebut yaitu
a. Background
b. Affect
c. Trouble
d. Handling
e. Empathy

======&/&/&/&/&/======

SOAL KOMUNIKASI DAN KOLABORASI PRAKTIK KELUARGA

1. Dr. X, seorang dokter keluarga, akan membangun klinik bersama. Dia


berencana merekrut 1 tenaga administrasi, 1 dokter umum, 2 suster, dan 1
apoteker sebagai syarat pembentukan klinik. Dia ingin membentuk kerja sama
yang baik antar staf.
Apa pengertian Kolaborasi? Sumber: American Medical Association 1994
a. Proses dimana dokter dan tenaga kesehatan melakukan praktek
bersama sebagai kolega, bekerja saling ketergantungan dalam
batasan lingkup praktek mereka dengan berbagi nilai dan saling
mengakui da menghargai terhadap setiap orang yang berkontribusi
untuk merawat individu, keluarga dan masyarakat.
b. Proses dimana adanya pertukaran informasi antara pemberi dan penerima
informasi
c. Suatu kegiatan dimana seorang dokter memberikan pelayanan yang
komprehensif terhadap seorang pasien tanpa memandang usia pasien, jenis
kelamin dan penyakit yang diderita pasien
d. Proses dimana seorang dokter yang telah memiliki STR dan SIP untuk
membangun klinik pratama
e. Tidak ada pilihan yang benar

2. Apa saja yang dibutuhkan pada saat melakukan komunikasi interprofesional?


Elemen penting dalam mencapai kolaborasi yang efektif:
a. Kerja sama, tanggung jawab, komunikasi, otonomi, koordinasi, dan
asertifitas.
b. Kerja sama, tanggung jawab, tenggang rasa, kejujuran, dan kasih sayang.
c. Simpati, empati, komunikasi, dan efektifitas.
d. Kerja sama dan komunikasi.
e. Semua benar.
3. Aspek apa saja yang dapat menjadi hambatan dalam melakukan kolaborasi
interprofesional?
a. Aspek status dan kekuasaan
b. Jenis kelamin (jenis kelamin yang berbeda menyebabkan terhambatnya
komunikasi)
c. Masalah semantik (masalah bahasa yang dapat menimbulkan
misunderstanding, misperception, miscommunication)
d. Perbedaan cara pandang dan tidak ada feed back (menjadi komunikasi satu
arah yang sia-sia)
e. Semua benar

4. Apa contoh komunikasi yang baik yang dapat dilakukan dokter keluarga dengan
apoteker?
a. Berbagi ilmu antara apoteker yang mengerti dosis dan dokter yang
mengerti interaksi obat
b. Dokter tidak mengindahkan perkataan apoteker dan tetap bersikukuh
dengan pendiriannya
c. Apoteker dapat mengganti resep dokter tanpa sepengetahuan dokter
d. Apoteker mengonfirmasikan kebenaran resep dengan dokter yang
memberikan
e. Dua pernyataan di atas benar

5. Apa hambatan sosial dan ekonomi dapat terjadi antar dokter X dan perawat?
a. Dokter cenderung mempertahankan aura omnipotensi sebagai pengambil
keputusan.
b. Perawat secara tunduk berusaha mencapai apa yang diharapkan pasien.
c. Menurunnya minat melakukan praktik bersama.
d. Belum jelasnya aspek hukum dan ekonomi.
e. Semua benar

6. Ny. Rita datang ke klinik pratama di Desa Karangsawit dengan keluhan nyeri
tulang. Sebelumnya diketahui bahwa Ny. Rita mederita penyakit TB dan pernah
kontrol ke dr. Jono yang praktik di klinik tersebut. Saat datang, dr. Jono tidak di
tempat, hanya ada perawat dan bidan. Sehingga Ny. Rita ditangani oleh bidan
Dewi. Bidan Dewi memberikan obat kepada Ny. Rita lalu memulangkan Ny.
Rita. Dua hari kemudian, Ny. Rita datang kembali dengan keluhan yang
semakin berat dan ditangani oleh dr. Jono. Dokter Jono berencana
mengkonsulkan Ny. Rita ke dokter penyakit dalam.
Bagaimana seharusnya tindakan Bidan Dewi saat menghadapi Ny. Rita?
a. Tindakan bidan Dewi sudah tepat dengan memberikan tatalaksana pada
Ny. Rita
b. Bidan Dewi sebaiknya berkomunikasi dengan dr. Jono terkait
tatalaksana Ny. Rita
c. Bidan Dewi sebaiknya merawat inap pasien
d. Bidan Dewi merujuk Ny. Rita ke spesialis penyakit dalam karena bukan
kompetensi bidan Dewi
e. Menyuruh pasien pulang dan menyarankan untuk datang lain waktu saat
dr. Jono praktik

7. Disebut apakah proses pengkonsuktasian pasien yang dilakukan oleh dr. Jono?
a. Komunikasi dokter-pasien
b. Komunikas interprofesional
c. Komunikasi intraprofesional
d. Konsultasi dokter-sejawat
e. Konseling dokte-pasien

8. Bagaimana cara merujuk pasien yang benar terkait kasus Ny. Rita?
a. Dokter Jono mengantar Ny. Rita langsung ke Rumah Sakit tujuan
b. Dokter Jono menuliskan rekam medik pasien secara lengkap di dalam
surat rujukan
c. Dokter Jono sebaiknya menghubungi langsung dokter spesialis
penyakit dalam dan menyertakan surat rujukan
d. Dokter Jono menghubungi langsung dan mengirim pasien
e. Dokter Jono mengutus bidan dan perawat untuk mengirim pasien ke
Rumah Sakit tujuan

9. Berikut ini prinsip kolaborasi interprofesional, kecuali...


a. Perencanaan
b. Berbagi saran
c. Tanggung gugat
d. Kebersamaan
e. Stereo-typing

10. Komunikasi interprofesional yang salah pada kasus Ny. Rita adalah
a. Bidan-dokter
b. Dokter-pasien
c. Dokter-perawat
d. Perawat-bidan
e. Dokter-dokter spesialis

11. Seorang pria datang dengan keluhan sesak nafas, dia dirujuk oleh dokter
keluarga ke dokter IGD RS. Saat diperiksa oleh dokter IGD, dokter menemukan
bahwa pasien mengalami infeksi paru kronis yang diduga karena dokter
keluarga tidak memberikan antibotik terbaru untuk mengatasi keluhan awal
pasien tersebut.
Apa yang seharusnya dikatakan oleh dokter IGD kepada pasien ?
a. Mengatakan bahwa dokter sebelumnya salah mendiagnosa
b. Mengatakan bahwa dokter sebelumnya salah memberi terapi
c. Mengatakan bahwa dokter sebelumnya telah memberikan obat
sesuai yang ditemukan sebelumnya
d. Mengatakan bahwa dokter tersebut mekakukan malpraktik

12. Dokter : ”Ibu, putri anda akan membaik dalam 24 jam. Tetapi jika putri anda
tetap mual muntah, tidak bisa minum, maka putri anda akan jatuh pada kondisi
yang serius. Maka harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat
penanganan yang tepat. Mengapa dokter perlu menjelaskan hal tersebut?
a. mulai menerangkan diagnosis dan rencana penanganan
b. melibatkan pasien dalam mengambil keputusan
c. menjalin komunikasi untuk konseling
d. menentukan rencana penanganan bila terdapat situasi gawat.

13. Dokter : ”Ibu, putri anda akan membaik dalam 24 jam. Tetapi jika putri anda
tetap mual muntah, tidak bisa minum, maka putri anda akan jatuh pada kondisi
yang serius. Maka harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat
penanganan yang tepat.” Yang dimaksud dengan “komunikasi efektif dokter-
pasien” adalah....
a. Hubungan yang berlangsung antara dokter/dokter gigi dengan pasiennya
selama proses pemeriksaan /pengobatan/perawatan yang terjadi di ruang
praktk perorangan/poliklinik, rumah sakit, dan puskesmas dalam rangka
membantu menyelesaikan masalah kesehatan pasien.
b. Pengembangan hubungan dokter pasien secara efektif yang
berlangsung secara efisien, dengan tujuan utama penyampaian
informasi dalam rangka membangun kerja sama antara dokter
dengan pasien.
c. Pengetahuan dan keterampilan mengenai komunikasi yang mengikuti
langkah langkah komunikasi, muali dari memberi perhatian sampai
menyimpulkan hasilnya.
d. Konsultasi masalah kesehatan antara dokter dan pasien yang dapat
menghasilkan satu kesimpulan

14. Dokter : ”Ibu, putri anda akan membaik dalam 24 jam. Tetapi jika putri anda
tetap mual muntah, tidak bisa minum, maka putri anda akan jatuh pada kondisi
yang serius. Maka harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat
penanganan yang tepat.”
Untuk sampai pada tahap tercapainya pengertian dan kesepakatan yang
dibangun dokter bersama pasien pada setiap langkah penyelesaian masalah
pasien, maka diperlukan berbagai pemahaman seperti ...
a. Menjadi pendengar yang baik
b. Adanya penstimulus proses komunikasi
c. Mengenal mengekspresikan perasaan dan emosi
d. Pemilihan alat penyampai pikiran
15. Dokter : ”Ibu, putri anda akan membaik dalam 24 jam. Tetapi jika putri anda
tetap mual muntah, tidak bisa minum, maka putri anda akan jatuh pada kondisi
yang serius. Maka harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat
penanganan yang tepat.”
Efektif atau tidaknya komunikasi yang berlangsung akan menentukan sikap
pasien dalam hal berikut, kecuali..
a. Menerima diagnosis yang ditetapkan dokter
b. Melakukan perawatan diri dan memerhatikan atau mematuhi
anjuran/nasihat dokter.
c. Menunggu tindakan medis dari dokter
d. Mempengaruhi kelangsungan terapi, apakah akan berlanjut atau terjadi
pemutusan hubungan secara sepihak.

16. Anak perempuan 2 tahun diantar ibunya ke klinik dengan keluhan demam sejak
1 hari, namun dokter tersebut terlambat 1 jam dari yang direncanakan. Karena
ada 2 pasien gawat darurat yg sudah datang sejak pagi. Ketika masuk ruangan
ibu tsb berteriak
“sampai kapan anda membuat kami menunggu?! Ini benar2 tidak
bisa diterima”
Kalimat yg seharusnya dokter tersebut katakan adalah ?
a. Maaf bu saya juga tidak nyaman dengan keterlambatan ini
b. Staf saya terlalu banyak membuatkan jadwal hari ini
c. Seharusnya staf saya sudah menjelaskan kepada ibu terkait
keterlambatan in karena ada pasien gawat
d. Saya mengerti perasaan ibu, memang sulit menunggu terlalu lama
dengan anak yang sakit

17. Seorang perempuan, usia 55 tahun, berobat diabetes mellitus rutin dengan
dokter R. Dokter R memberi penjelasan dengan tersenyum kepada pasien dan
selalu memotivasi pasien. Dokter R mengatakan menderita diabetes mellitus
bukan sesuatu yang tragis dan merupakan akhir hidupnya. Dokter R
mengatakan ia hanya perlu megatur pola makannya dengan baik. Dokter R
menganjurkan kepadanya agar konsultasi kepada dokter ahli gizi agar
mendapatkan menu makanan yang sesuai beserta jumlah kalorinya.
Dokter B telah melakukan tindakan?
a. Menyapa pasien
b. Berkenalan dengan pasien
c. Bertanya kepada pasien
d. Membina rapport
e. Merujuk pasien ke dokter lain pada hal yang bukan keahliannya

18. Seorang perempuan, usia 55 tahun, berobat diabetes mellitus rutin dengan
dokter R. Dokter R memberi penjelasan dengan tersenyum kepada pasien dan
selalu memotivasi pasien. Dokter R mengatakan menderita diabetes mellitus
bukan sesuatu yang tragis dan merupakan akhir hidupnya. Dokter R
mengatakan ia hanya perlu megatur pola makannya dengan baik. Dokter R
menganjurkan kepadanya agar konsultasi kepada dokter ahli gizi agar
mendapatkan menu makanan yang sesuai beserta jumlah kalorinya.
Proses kolaborasi atau kerjasama interprofesi memiliki ciri-ciri khas
diantaranya, kecuali...
a. Saling ketergantungan
b. Kerjasama
c. Kebersamaan
d. Kepentingan profesi

19. Seorang perempuan, usia 55 tahun, berobat diabetes mellitus rutin dengan
dokter R. Dokter R memberi penjelasan dengan tersenyum kepada pasien dan
selalu memotivasi pasien. Dokter R mengatakan menderita diabetes mellitus
bukan sesuatu yang tragis dan merupakan akhir hidupnya. Dokter R
mengatakan ia hanya perlu megatur pola makannya dengan baik. Dokter R
menganjurkan kepadanya agar konsultasi kepada dokter ahli gizi agar
mendapatkan menu makanan yang sesuai beserta jumlah kalorinya.
Fakta saat ini adalah bahwa membangun kerjasama interprofesi dalam berbagai
profesi kesehatan sangat sulit hal itu dikarenakan..
a. Belum tumbuhnya budaya diskusi antar profesi kesehatan
b. Minimnya tenaga profesi kesehatan
c. Kurangnya ketrampilan dokter
d. Kerjasama interprofesi dirasa tidak perlu

20. Seorang perempuan, usia 55 tahun, berobat diabetes mellitus rutin dengan
dokter R. Dokter R memberi penjelasan dengan tersenyum kepada pasien dan
selalu memotivasi pasien. Dokter R mengatakan menderita diabetes mellitus
bukan sesuatu yang tragis dan merupakan akhir hidupnya. Dokter R
mengatakan ia hanya perlu megatur pola makannya dengan baik. Dokter R
menganjurkan kepadanya agar konsultasi kepada dokter ahli gizi agar
mendapatkan menu makanan yang sesuai beserta jumlah kalorinya.
Tujuan utama dilakukannya kerjasama interprofesi adalah untuk
a. Meningkatkan efektifitas pelayanan kesehatan dan keselamatan
pasien
b. Meningkatkan rasa saling percaya antar profesi kesehatan
c. Mengurangi sifat arogansi pada masing-masing profesi kesehatan
d. Meningkatkan kerjasama dan rasa saling membutuhkan antar profesi

======&/&/&/&/&/======
SOAL NEGOSIASI DAN ADVOKAT

1. Pada Kabupaten Mawar, Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 302/100.000


kelahiran hidup, sementara standar MDGs 102/100.000 kelahiran hidup.
Sementara Angka Kematian Bayi (AKB) 50/1000 kelahiran hidup. Menurut
beberapa hasil survei dan riset oleh Dinkes setempat, ternyata masih banyak
ibu bersalin yang ditolong oleh Dukun. Perilaku ini ternyata dipengaruhi
anggapan bahwa bidan masih sangat muda dan belum berpengalaman.
Salah satu cara untuk menurunkan AKI tersebut diperlukan regulasi di daerah
untuk mendukung hal tersebut. Apa yang harus dilakukan seorang dokter
sebagai tenaga Promosi Kesehatan untuk mendukung pembuatan regulasi
tersebut?
a. Social Support
b. Empowerment
c. Komunikasi
d. Advokasi dan Negosiasi
e. Politik Kesehatan

2. Kemampuan yang perlu dimiliki oleh dokter pada kasus diatas adalah:
a. Percaya diri, menguasai materi, fokus pada semua isu
b. Menguasai teknik-teknik komunikasi
c. Ramah, rupawan, dan berpenampilan menarik
d. Emosional dan demonstratif
e. Berbicara seduktif dan terarah

3. Apa strategi yang harus dilakukan agar Ibu memilih pertolongan persalinan ke
Tenaga Kesehatan?
a. Kemitraan Nakes dan Dukun
b. Penyuluhan kepada Dukun
c. Penyuluhan kepada ibu-ibu di Kabupaten Mawar
d. Mengganti dengan Bidan yang lebih Tua
e. Memberikan Sanksi ibu yang bersalin ke dukun

4. Salah satu langkah dalam melakukan advokasi yaitu mempengaruhi pembuat


dan pelaksana kebijakan dengan cara sebagai berikut, kecuali:
a. Jajak pendapat
b. Dialog
c. Selebaran
d. Mobilisasi
e. Kelompok peduli

5. Pembangunan koalisi dalam proses advokasi dilakukan setelah...


a. Mengidentifikasi audiens atau khalayak advokasi
b. Menggunakan data dan riset untuk advokasi
c. Membuat presentasi yang persuasif
d. Mengembangkan dan mengirimkan pesan advokasi
e. Menggalang dana untuk advokasi

6. Anna, salah satu anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa FK


Unsri Divisi Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma), beberapa bulan terakhir
mendapat keluhan dari beberapa mahasiswa terkait masalah parkiran di
lingkungan FK Unsri. Kemudian, divisi Kesma BEM KM FK Unsri
memutuskan untuk melakukan tinjauan langsung dengan membagikan
kuesioner kepada 100 mahasiswa dari tiap angkatan terkait hasil dari
pemecahan masalah tersebut. Hasil kuesioner menunjukkan 85% mahasiswa
menginginkan diperbolehkannya untuk memarkirkan kendaraan di dalam
lingkungan FK Unsri. Untuk menindaklanjuti kuesioner tersebut, Divisi Kesma
melakukan observasi langsung dan wawancara kepada tukang parkir, dokter,
mahasiswa, dan masyarakat sekitar FK Unsri. Kesimpulannya, kebijakan ini
mengakibatkan banyak kerugian diantaranya, kemaceten, lakalantas (kecelakaan
lalu lintas), dan berbagai masalah lainnya. Akhirnya, BEM KM FK Unsri
menindaklanjuti masalah tersebut dengan cara melakukan advokasi dan
negosiasi.
Siapa sasaran tepat yang akan dituju dalam advokasi pada kasus di atas?
a. Dinas Perhubungan Kota Palembang
b. Direktur Rumah Sakit Umum Pusat/RSMH
c. Pihak Dekanat
d. Dinas Kesehatan Kota Palembang
e. Pihak Rektorat

7. Di bawah ini manakah urutan 6 langkah advokasi yang tepat?


a. Analisis  strategi  mobilisasi  aksi  evaluasi 
kesinambungan
b. Analisis  mobilisasi  strategi  aksi  evaluasi  kesinambungan
c. Analisis  strategi  mobilisasi  aksi  kesinambungan  evaluasi
d. Analisis  mobilisasi  strategi  aksi  kesinambungan  evaluasi
e. Analisis  aksi  strategi  mobilisasi  evaluasi  kesinambungan

8. Untuk melakukan advokasi, dibutuhkan kiat khusus agar advokasi yang


dilakukan berjalan sesuai tujuan, berikut ini yang bukan kiat komunikasi dalam
advokasi adalah…
a. Clear & Correct
b. Curious & Critical
c. Concrete & Complete
d. Contextual & Cautious
e. Concise & Courage
9. Berikut ini, yang bukan poin penting dalam negosiasi adalah:
a. Pengkondisian lingkungan
b. Mengetahui tujuan
c. Memberi alternatif
d. Hindari kondisi menang kalah
e. Fokus pada diri sendiri tanpa peduli orang lain

10. Hasil kuesioner, observasi, dan wawancara termasuk ke dalam pesan


advokasi….
a. Statement
b. Example
c. Advocacy Action
d. Objective Message
e. Evidence

11. Pada kabupaten X Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 302/100.000 KH,
sementara standar MDGs 102/100.000 KH. Banyak hal yang harus dilakukan
untuk mengatasinya. Salah satu cara untuk menurunkan AKI tersebut
diperlukan regulasi di daerah untuk mendukung hal tersebut.
Apa yang harus dilakukan seorang tenaga Promosi Kesehatan untuk medukung
pembuatan regulasi tersebut..
a. social support
b. empowerment
c. advokasi dan negoisasi
d. komunikasi
e. politik kesehatan

12. Masyarakat disuatu desa mempunyai kebiasaan membuang sampah


sembarangan. Diasumsikan mereka mempunyai tingkat pengetahuan yang
rendah tentang pengelolaan sampah dan mempunyai sikap yang negatif tentang
sampah. Setelah dilakukan survey ternyata menunjukkan bahwa tingkat
pengetahuan mereka baik dan sikap yang positif, namun tidak tersedia sarana
pembuangan sampah.
Apa yang harus dilakukan untuk membuat masyarakat MAMPU membuang
sampah pada tempatnya?
a. penyuluhan pengolahan sampah
b. menyiapkan wadah sampah
c. memberi sanksi
d. membuat TPA sampah
e. membantu mengumpulkan sampah

13. Kasus Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten X pada tahun 2013 50/1000
KH. Menurut beberapa hasil survey dan riset yang dilakukan ternyata masih
banyak ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga non kesehatan (dukun). Perilaku
ibu dalam memilih pertolongan persalinan pada dukun ternyata dipengaruhi
anggapan bahwa tenaga kesehatan masih sangat muda dan belum
berpengalaman.
Apa strategi yang harus dilakukan agar Ibu memilih pertolongan persalinan ke
tenaga kesehatan..
a. penyuluhan
b. menyediakan fasilitas kesehatan
c. mengganti dengan tenaga kesehatan yang lebih tua
d. kemitraan nakes dan dukun
e. memberikan sanki ibu yang bersalin ke dukun

14. Puskesmas X bermaksud melakukan pelayanan kesehatan dengan sasaran Ibu


hamil, bayi dan tujuannya agar mereka sebagai kelompok berisiko dapat
diminimalisir risiko kejadian penyakit terhadap mereka.
Jenis pelayanan kesehatan yang dilakukan adalah...
a. penyuluhan
b. rehabilitatif
c. kuratif
d. preventif
e. promotif

15. Pada suatu komunitas wilayah X 20% masyarakatnya menderita penyakit


berbasis lingkungan. Puskesmas X bermaksud melakukan pelayanan kesehatan
dengan tujuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat tersebut
dengan cara selalu membersihkan lingkungan mereka dan sasarannya adalah
semua masyarakat yang sehat.
Jenis pelayanan kesehatan apa yang sebaiknya dilakukan...
a. promotif
b. preventif
c. kuratif
d. rehabilitatif
e. kooperatif

16. Desa A dilakukan upaya strategi promkes untuk meminimalisir kejadia Demam
Berdarah dengan kegiatan jumat bersih. Dalam pelaksaannya salah satu
kegiatannya adalah melakukan social suport untuk mendukung kelancaran
kegiatan pelaksanaan strategi promkes yang dimaksud.
Pada situasi diatas siapakah sasaran social support yang tepat didesa tersebut..
a. pemerintah desa
b. semua masyarakat desa
c. aparat desa
d. pemerintah kecamatan
e. kelompok dasa wiswa
17. Kepala puskesmas kecamatan A gagal dalam melakukan suatu program
kesehatan masyarakat setelah dilakukan evaluasi, diketahui salah satu penyebab
adalah karena berkurangnya dukungan dari dinkes, camat dan lurah setempat.
Dalam situasi seperti ini strategi apa yang bisa diambil oleh kepala puskesmas
tersebut...
a. kemitraan
b. advokasi
c. pemberdayaan masyarakat
d. dukungan sosial
e. komunikasi massa

18. Dilakukan penelitian di suatu komunitas. Laki-laki 250 orang, perempuan 350
orang dengan risiko penyakit menular seksual. Ternyata didapatkan 100 orang
menderita sifilis, GO dan HIV. Dari jumlah tersebut, laki-laki sebagian
menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
Upaya apa yang dapat anda lakukan pada laki-laki tersebut...
a. health promotion
b. rehabilitation
c. spesific protection
d. limitation disability
e. ceramah agama

19. Pada hari Kamis, 26 November 2015 wakil kelompok mahasiswa kelas
advokasi kesehatan beraudiensi dengan Komisi D DPRD Kab. OKI. Pada saat
tersebut hadir ketua dan anggota Komisi D, wakil stakeholder yaitu Dinas
Pertacip (bertanggung jawab pada sumber air bersih), wakil Dinas Kesehatan,
wakil program Upaya Penyelamatan Bayi Baru Lahir dan perwakilan warga
kampung. Baik warga maupun mahasiswa menyajikan isu advokasi, data dan
fakta serta testimoni. Isu advokasi terkait dengan pemenuhan hak air bersih dan
tingginya kematian bayi baru lahir. Tanggapan DPR telah diperoleh dan oleh
DPRD akan dikeluarkan nota kesepahaman.
Kemampuan yang perlu dimiliki advokator adalah sebagi berikut, kecuali...
a. percaya diri, menguasai materi, fokus pada isu utama
b. ramah, santun dan berpenampilan rapi
c. emosional dan demonstratif
d. menguasai teknik-teknik komunikasi
e. berbicara singkat dan terarah

20. Prinsip pemenuhan hak kesehatan adalah...


a. adanya sarana kesehatan
b. tersedianya tenaga kesehatan
c. pelayanan kesehatan pada hari tertentu saja
d. A dan B benar
e. A dan C benar