Anda di halaman 1dari 1

Abstrak

Dalam penelitian ini pengaruh pelarut ekstraksi (tipe, komposisi, pH, dan suhu), dan metode
ekstraksi (maserasi dan soxhlet) pada jumlah oleuropein yang diambil dari daun zaitun yang
diperoleh dari Tepi Barat / Palestina telah diselidiki. Ditemukan bahwa pelarut murni (100% air,
100% metanol, dan 100% etanol) bukanlah pelarut yang baik untuk ekstraksi oleuropein,
sementara campuran pelarut (metanol / air dan etanol / air) memberikan kandungan oleuropein
yang lebih tinggi. Ditemukan bahwa etanol 80% memberikan kadar oleuropein tertinggi diikuti oleh
asetonitril 20%. Suhu ekstraksi ternyata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kandungan
oleuropein dimana suhu yang lebih tinggi memberikan kandungan oleuropein lebih tinggi.
Ditemukan juga bahwa jumlah oleuropein yang diekstraksi menurun dengan kenaikan pH dimana
jumlah tertinggi diperoleh pada pH 3. Ekstraksi soxhlet ditemukan memberikan kandungan
oleuropein lebih tinggi dibandingkan metode maserasi.